Browsing "Older Posts"

Browsing Category "lingkungan"
  • Plt Gubri Pastikan Karhutla Masih Terkendali

    By redkoranriaudotco → Jumat, 07 Agustus 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto memastikan hingga kini titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih bisa dikendalikan.

     

    Kondisi fire spot di Provinsi Riau hingga awal Agustus 2026 relatif terkendali berkat kolaborasi yang solid antara Forkopimda, pemerintah daerah, serta seluruh unsur Satgas Karhutla. Sinergi tersebut diperkuat melalui operasi darat, patroli udara, pemadaman melalui water bombing, hingga pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

    Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan potensi meluasnya kebakaran di sejumlah wilayah rawan. Selain penanganan langsung di lapangan, OMC juga menjadi langkah strategis dalam menjaga kelembapan lahan gambut dan mengurangi risiko munculnya titik api baru.

    SF Hariyanto selaku Komandan Satuan Tugas Karhutla Provinsi Riau menyampaikan Operasi Modifikasi Cuaca periode 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 berjalan sesuai rencana. Operasi tersebut menggunakan satu unit pesawat Cessna Caravan 208 registrasi PK-SNM.

    "Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 11 sorti penerbangan dengan total waktu terbang mencapai 24 jam 34 menit. Dalam pelaksanaannya, tim menaburkan sebanyak 11.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk memicu pembentukan hujan di wilayah sasaran," kata SF Hariyanto di Pekanbaru, Kamis (6/8/26).

    Dijelaskan, pada 5 Agustus 2026 dilaksanakan dua sorti penyemaian awan. Sorti pertama berlangsung pukul 13.03 hingga 15.19 WIB dengan menaburkan 1.000 kilogram NaCl yang menyasar wilayah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.

    "Selanjutnya, sorti kedua dilakukan pada pukul 15.46 hingga 18.11 WIB dengan membawa 1.000 kilogram NaCl. Penyemaian difokuskan di wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, serta Kepulauan Meranti sebagai daerah yang memiliki potensi pembentukan awan hujan," jelasnya.

    Diungkapkan, operasi tersebut berhasil memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. Curah hujan tercatat turun di Kabupaten Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, serta sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

    "Selain Operasi Modifikasi Cuaca, kesiapan armada udara juga terus dipertahankan guna mendukung penanganan karhutla. Saat ini Satgas Karhutla Provinsi Riau mengoperasikan satu unit pesawat Caravan untuk OMC dan patroli udara, satu unit helikopter patroli, serta lima unit helikopter water bombing yang siap diterjunkan ke lokasi kebakaran," ungkap Gubri.

    Diterangkan, kekuatan utama penanganan karhutla di Riau terletak pada sinergi seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, Manggala Agni, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga satgas kabupaten/kota berjalan dengan baik dan saling mendukung dalam setiap operasi pemadaman.

    "Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah titik firespot yang tersisa. Di Desa Mak Teduh, Kabupaten Pelalawan, api telah padam namun masih dilakukan proses pendinginan karena masih terdapat asap tipis sisa kebakaran," terangnya.

    Sementara, SM Kerumutan Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu kondisi masih terpantau mengeluarkan asap tipis. Penanganan juga masih berlangsung di wilayah Sei Guntung, Kabupaten Indragiri Hulu, yang masih ditemukan titik api dan asap.

    Selain itu, Kelurahan Kerumutan Kabupaten Pelalawan, masih terdapat titik api meski intensitas asap mulai berkurang. Sedangkan di Teluk Kiambang Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir, kondisi masih terpantau berasap.

    "Seluruh titik api tersebut saat ini ditangani secara terpadu oleh tim darat gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api, dengan dukungan helikopter water bombing. Kami optimistis kolaborasi yang terus terjalin akan mampu menjaga kondisi karhutla tetap terkendali sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat." pungkasnya. rls/nor

  • Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Pelalawan

    By redkoranriaudotco → Selasa, 28 Juli 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pelalawan. Titik api terpantau muncul di kawasan KM 8, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (28/7/2026).

     

    Mendapat informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Aipda Binton Manurung bersama personel Polsek Pangkalan Kerinci Polres Pelalawan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Di lokasi, petugas tidak bekerja sendiri. Proses pemadaman turut dibantu oleh tim pemadam kebakaran PT Pesawon Raya serta Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat.

     

    Seluruh personel berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area lain. Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Aipda Binton Manurung mengatakan, hingga saat ini proses pemadaman masih berlangsung sehingga luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan.

     

     "Untuk luas lahan yang terbakar sekarang ini belum bisa diprediksi karena proses pemadaman masih berlangsung agar api tidak makin meluas," ujarnya di lokasi kejadian.

     

    Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam upaya pemadaman, di antaranya kondisi cuaca yang panas, vegetasi yang mudah terbakar, serta medan yang cukup sulit dijangkau. Tim gabungan terus berupaya melakukan penyekatan dan pendinginan agar api tidak merambat ke kawasan lain.

     

    Selain melakukan pemadaman, aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat kondisi cuaca yang kering, tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar dan berdampak terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.

     

    Tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan memastikan api benar-benar dapat dikendalikan. Sementara itu, penyebab munculnya kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Raf)  hrc

  • Pusat Bantu Riau Dua Helikopter Water Bombing Atasi Karhutla

    By redkoranriaudotco → Senin, 08 Juni 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim tambahan armada dua unit helikopter water bombing ke Provinsi Riau untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    Dua helikopter tersebut mendapat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada, Ahad (7/6/2026). Helikopter tersebut digunakan untuk memperkuat pemadaman kebakaran lewat udara. 

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, dua unit helikopter water bombing tersebut masing-masing bertipe Sikorsky dan Blackhwak. 

    "Iya, Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa dua unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini kedua helikopter sudah berada di Pekanbaru," katanya, Senin (8/6/2026).

    Edy Afrizal menjelaskan, dengan adanya tambahan dua unit helikopter water bombing tersebut, saat ini di provinsi Riau sudah terdapat lima helikopter untuk penanganan Karhutla. Yakni empat helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli.

    "Sekarang sudah ada lima helikopter, empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli," ujarnya. 

    Dengan adanya helikopter tersebut, tentunya akan sangat membantu proses pemadaman Karhutla di Riau terutama dilokasi yang sulit di jangkau oleh tim darat. 

    "Helikopter water bombing ini akan kami gunakan untuk memadamkan Karhutla dilokasi yang sulit dijangkau tim darat. Sehingga pemadaman Karhutla dapat lebih cepat dilakukan sebelum meluas," tutupnya. ck

     

  • Momen Hari Lingkungan Hidup, Plt Gubri Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 06 Juni 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil langkah nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim di wilayah perkotaan. Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 di tingkat provinsi ditandai dengan aksi konkret penanaman puluhan bibit pohon yang dipusatkan di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, pada Sabtu (6/6/26).


    Dalam aksi peduli lingkungan kali ini, sebanyak 50 batang pohon pelindung dan produktif ditanam secara serentak di area hijau sekitar stadion. Jenis pohon yang dipilih pun tidak sembarangan, melainkan dikelompokkan pada varietas pohon berkayu keras dan rindang yang meliputi pohon Ulin, Mahoni, Pulai, Trambesi, serta Meranti.

    Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan. Ia menyebut bahwa pohon bukan sekadar elemen penghias estetika kota, melainkan benteng alami utama yang krusial untuk melawan dampak buruk perubahan iklim global serta polusi udara di Pekanbaru.

    "Kita berharap, dengan cinta yang kita berikan kepada pohon, kita juga mendapatkan cinta dari pohon. Dan yang paling penting, gerakan ini akan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan generasi kita selanjutnya," ujar SF Hariyanto saat memberikan pengarahan di lokasi penanaman.

    SF Hariyanto juga menggarisbawahi bahwa agenda ini bukanlah sekadar acara seremonial tahunan untuk memenuhi protokol kedinasan semata. Baginya, setiap bibit yang ditanam hari ini merupakan bentuk investasi hijau yang sangat berharga demi mendongkrak kualitas udara segar, menjaga kesehatan warga, serta memperkuat ketahanan iklim Provinsi Riau di masa depan.

    Guna menjamin keberlangsungan hidup tanaman tersebut, SF Hariyanto menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau untuk segera berkoordinasi dengan pihak pengelola Stadion Utama. Langkah ini diperlukan untuk membentuk tim khusus yang bertanggung jawab melakukan perawatan harian secara intensif, mulai dari penyiraman berkala hingga pemberian pupuk secara rutin.

    "Setelah ditanam, saya minta untuk ditempatkan petugas khusus di sini. Supaya pohon-pohon ini bisa dipelihara dengan baik, jangan sampai berhenti di seremonial penanamannya saja," tegasnya.

    Sebagai program lanjutan, Pemprov Riau juga menargetkan akan kembali menanam 1.000 batang pohon baru yang dijadwalkan bertepatan dengan momen perayaan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau mendatang, selaras dengan tema nasional tahun 2026 yaitu "Saatnya Bekerja Untuk Iklim".  rls/nor
  • 11 Daerah di Riau Tetapkan Status Darurat Karhutla

    By redkoranriaudotco → Selasa, 02 Juni 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hanya Kabupaten Kuansing yang belum menetapkan status Karhutla.


    Ke 11 daerah itu yakni, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Rokan Hulu (Rohul), Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

    Sedangkan satu daerah yang belum menetapkan status siaga yakni Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kemudian selain 11 daerah tersebut, Provinsi Riau juga telah menetapkan status yang sama pada 31 Februari hingga 31 November 2026.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal mengatakan, penetapan status siaga tersebut sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman karhutla karena saat ini Riau sudah memasuki musim kemarau.

    "Kita Pemprov Riau dan 11 kabupaten kota di Riau sudah menetapkan status siaga Karhutla. Artinya minus Kabupaten Kuansing yang belum menetapkan status siaga," kata Edy Afrizal, Selasa (2/6/26).

    Karena itu, pihaknya juga mendorong Kabupaten Kuansing untuk segera menetapkan status siaga jika diperlukan. Sebab dengan penetapan status, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah dalam penanganan karhutla juga diharapkan akan lebih cepat dan mudah.

    "Kalau semua daerah susah menetapkan status siaha, maka koordinasi dan pengiriman bantuan akan lebih mudah. Makanya kami harapkan Kuansing juga segera menetapkan status yang sama," sebutnya.

    Selain itu, pihaknya juga telah mengimbau daerah yang berpotensi terjadi bencana Karhutla agar melakukan langka antisipasi.

    "Kita harap daerah bisa mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan guna mengurangi risiko atau dampak Karhutla," tutupnya. nor
  • Pemko Pekanbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla

    By redkoranriaudotco → Jumat, 29 Mei 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun ini. Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk percepatan kesiapsiagaan seluruh elemen daerah dalam mengantisipasi potensi lonjakan titik api akibat peralihan musim.

    Ketetapan hukum mengenai status siaga tersebut tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Kebijakan ini dijadwalkan akan berlaku dalam jangka waktu yang cukup panjang, yakni mulai dari 21 Mei hingga 30 November 2026 mendatang.

    "Sudah ditandatangani. Mulai 21 Mei hingga 30 November 2026, Kota Pekanbaru telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla," konfirmasi Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat memberikan keterangan resmi kepada media pada Kamis (28/5/2026).

    Agung memaparkan bahwa penetapan status siaga ini bukan tanpa alasan, melainkan merujuk pada akumulasi laporan insiden dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru. Berdasarkan data rekapitulasi sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sudah terjadi 61 peristiwa kebakaran lahan di wilayah setempat dengan total luas area yang hangus mencapai 34,9 hektar.

    Selain mengacu pada data kejadian di lapangan, kebijakan Pemko Pekanbaru ini diperkuat oleh peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru. Pihak BMKG memprediksi wilayah Pekanbaru akan segera memasuki musim kemarau El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada rentang bulan Juni sampai November 2026.

    Langkah hukum ini juga menjadi bentuk sinergi berjenjang, karena mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Riau terkait penetapan status serupa di tingkat provinsi. Rekomendasi penetapan status untuk Kota Pekanbaru sendiri lahir secara mufakat melalui Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar pekan lalu.

    "Hasil rapat Forkopimda disepakati untuk merekomendasikan kepada Wali Kota Pekanbaru agar segera menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan demi keselamatan masyarakat," imbuh Agung.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan warga agar tidak memicu kebakaran, seperti dilarang membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan metode pembakaran. Ia meminta masyarakat segera melapor ke layanan darurat Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 jika melihat titik api, serta mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih selama menghadapi dampak kemarau panjang El Nino. mcr

     

  • BNPB Tabur 25 Ton Garam OMC di Riau

    By redkoranriaudotco → Kamis, 09 April 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini masih terus menggesa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau. Kegiatan OMC tahap dua ini sudah dimulai sejak 28 Maret lalu.

     

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, OMC dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan hujan buatan guna membahasi lahan terutama lahan gambut di Riau. 

    “OMC di Riau sudah dilakukan sejak 28 Maret hingga saat ini. Total garam yang sudah disemai sebanyak 25 ton,” katanya, Kamis.

    Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu.

    “OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai,” ujarnya.

    Selain adanya pesawat OMC, saat ini di Riau juga sudah terdapat dua unit helikopter untuk kegiatan water bombing. Dengan adanya tambahan bantuan helikopter tersebut, saat ini di provinsi Riau sudah terdapat empat helikopter untuk penanganan Karhutla. Yakni dua helikopter patroli dan juga dua helikopter water bombing.

     

    “Saat ini sudah ada empat helikopter di Riau yang dapat digunakan untuk penanggulangan Karhutla. Dua unit untuk kegiatan patroli dan dua unit untuk water bombing,” ujarnya.

    Untuk menambah kekuatan, Pihaknya juga sedang mengajukan untuk penambahan helikopter water bombing karena luasan Karhutla di Riau terus bertambah.

    “Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang di proses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang,” paparnya. mcr

  • Polres Bengkalis Ringkus Pembakar Lahan di Desa Pedekik

    By redkoranriaudotco → Rabu, 08 April 2026



    KORANRIAU.co,BENGKALIS - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial DW (44) yang diduga menjadi dalang di balik kebakaran lahan di Desa Pedekik. Penangkapan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah api melalap lahan gambut di wilayah tersebut pada Selasa (7/4/26).

     

    Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan penetapan status tersangka dilakukan setelah serangkaian proses penyelidikan intensif dan gelar perkara yang rampung pada Selasa malam sekitar pukul 23.50 WIB. Tindakan tegas ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberantas pelaku pembakar hutan dan lahan (Karhutla).

    "Tersangka yang merupakan warga setempat berprofesi sebagai buruh harian lepas. Ia diduga kuat melakukan pembakaran lahan yang berlokasi di Jalan Kelapa Sari, Dusun Kelapa Sari, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, yang mengakibatkan lahan gambut seluas kurang lebih 0,5 hektare hangus terbakar," ujar Fahrian Rabu (8/4/2026).

    Fahrian menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari deteksi titik panas (hotspot) melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Menanggapi sinyal tersebut, tim Satreskrim segera diterjunkan ke lokasi dan menemukan kepulan asap pekat, yang kemudian menuntun petugas langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

    "Saat tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 13.00 WIB, petugas mendapati tersangka tengah berada di area lahan," ucap Fahrian.

    Tanpa perlawanan, DW mengakui perbuatannya yang telah menyulut api di lahan tersebut, sehingga petugas langsung membawanya ke Mapolres Bengkalis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pengakuan tersangka, penyidik berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial, di antaranya satu buah korek api gas dan sebuah ember. Bukti-bukti tersebut memperkuat keyakinan penyidik untuk menjerat tersangka dengan Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

    Saat ini, pihak Satreskrim Polres Bengkalis tengah fokus melengkapi berkas perkara dengan melakukan koordinasi intensif bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

    "Selain itu, penyidik juga akan memanggil saksi ahli guna memperkuat pembuktian secara formil dan materiil terkait dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan," terang Fahrian.

    Fahrian kembali mengingatkan masyarakat luas agar tidak sekali-kali mencoba membuka lahan dengan cara membakar. Dia menegaskan penegakan hukum ini bukan sekadar hukuman, melainkan langkah nyata kepolisian dalam menjaga kelestarian ekosistem dan mencegah bencana kabut asap di Kabupaten Bengkalis. mcr

     

  • Plt Gubri dan Menteri LH Teken MoU Pengolahan Sampah Jadi Listrik

    By redkoranriaudotco → Selasa, 07 April 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pelaksana (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pengelolaan sampah menjadi energi di Provinsi Riau. 


    Hal tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Pekanbaru Raya, Senin (7/4/26) di Jakarta.

     

    Penandatanganan kerja sama strategis tersebut dilakukan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, melibatkan sejumlah kepala daerah lain di Riau, yakni Bupati Siak, Bupati Pelalawan, Bupati Kampar, Bupati Bengkalis dan Walikota Pekanbaru.


    Plt Gubri menyebut, kerja sama ini menjadi langkah besar dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah terutama di Kota Pekanbaru, dari sekadar beban menjadi sumber energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Insyaallah, perjanjian kerja sama hari ini bisa menjadi langkah besar untuk mentransformasi persoalan sampah menjadi energi baru,” sebutnya.

    Ia menegaskan, ke depan sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, melainkan sebagai potensi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat luas apabila dikelola dengan teknologi yang tepat.

    “Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan potensi sumber daya yang jika dikelola dengan teknologi tepat, bisa memberikan manfaat balik bagi masyarakat,” tambahnya.

     

    Menurut Plt Gubri, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam proyek ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk mewujudkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri energi.

     

    “Sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kota ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk mewujudkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri energi,” tegasnya.

     

    Melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah berencana membangun fasilitas PSEL atau waste to energy (WtE) Pekanbaru Raya yang akan berlokasi di Kabupaten Kampar. Fasilitas ini nantinya akan melayani pengolahan sampah dari sejumlah daerah di kawasan aglomerasi tersebut.

     

    Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa timbulan sampah di kawasan Pekanbaru Raya saat ini mencapai hampir 2.000 ton per hari. Kondisi tersebut dinilai sudah mendesak untuk ditangani dengan pendekatan teknologi yang lebih modern.

    “Dengan timbulan sampah yang mencapai hampir 2.000 ton per hari, pendekatan waste to energy menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi bersih,” ujarnya.

     

    Ia menegaskan, pembangunan PSEL merupakan langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah perkotaan yang semakin kompleks. Selain itu, percepatan pembangunan fasilitas ini juga menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional menuju sistem yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

    Hanif juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat menargetkan penghentian praktik open dumping di seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) pada tahun 2026. Saat ini, sekitar 66 persen TPA di Indonesia masih menggunakan sistem tersebut. “Kita dorong perubahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk penghentian open dumping di seluruh Indonesia pada 2026,” tutupnya. rls/nor

     

  • Karhutla Meluas, Lima Daerah di Riau Tetapkan Siaga Darurat

    By redkoranriaudotco → Kamis, 05 Maret 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Lima kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Penetapan status tersebut menyusul meningkatnya hotspot dan titik Karhutla di Provinsi Riau.


    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, lima daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla yakni Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Siak dan Kampar.

    “Sudah lima daerah di Riau yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. Kelimanya yakni Pelalawan, Inhil, Bengkalis, Siak dan Kampar,” katanya, Rabu (4/3/26).

    Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta pemerintah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi, melakukan apel siaga karhutla yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

    Meningkatkan deteksi dini, patroli dan groundchecking titik hotspot serta melakukan penanganan dengan cepat apabila ditemukan titik api supaya tidak meluas.

    Kemudian juga melakukan sosialisasi dan himbauan tidak membuka lahan dengan membakar kepada masyarakat baik secara langsung atau melalui camat, kepala desa/lurah di wilayahnya masing-masing. Menyiagakan seluruh sumber daya baik personil dan peralatan dan perlengkapan karhutla serta menyediakan anggaran operasional pencegahan dan pemadaman karhutla.

    "Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan semua stake holder (Forkompimda, TNI, Polri, Manggala Agni, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, relawan dan unsur lainnya). Melakukan upaya pembasahan dilahan rawan karhutla,” pintanya.

    Sementara itu, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi Karhutla pada awal tahun ini. Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha). Ke 11 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

    "Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 Ha,” katanya.

    Untuk Karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 Ha, Bengkalis 201,01 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Siak 63,53 Ha, Pekanbaru 14,08 Ha, Kampar 29,50 Ha, Pelalawan 612,30 Ha, Inhu 1,20 Ha, Inhi 64,70 Ha, Rohil 10 Ha dan Kuansing 1,50 Ha. rtc
  • Riau dapat Tambahan 15 Ton Garam Semai OMC

    By redkoranriaudotco → Selasa, 24 Februari 2026

     


     
    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau untuk membuat hujan buatan terus dilanjutkan. Terbaru, Pemerintah Provinsi Riau baru saja mendapatkan tambahan berupa 15 ton garam untuk disemai di langit wilayah Provinsi Riau.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, pada awalnya pihaknya mendapat bantuan garam semai sebanyak 8,5 ton dari BNPB. 

    “Pada tahap awal, bantuan garam semai dari BNPB sebanyak 8,5 ton. Namun kita baru saja kembali menerima bantuan sebanyak 15 ton,” katanya.

    Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan OMC saat ini masih dilakukan didaerah pesisir Riau. Per hari Ahad (22/2/2026) kegiatan OMC dilakukan di wilayah Kabupaten Siak. Di mana garam yang disemai sebanyak 1 ton dalam satu sortie kegiatan.

    “Kegiatan OMC masih difokuskan didaerah pesisir Riau yang menurut informasi dari BMKG curah hujannya menurun. Kemudian didaerah tersebut juga banyak terdapat lahan gambut,” sebutnya.

    Sementara itu, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada awal tahun ini. Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha). Ke 11 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

    “Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 Ha,” katanya.

    Untuk Karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 Ha, Bengkalis 201,01 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Siak 63,53 Ha, Pekanbaru 14,08 Ha, Kampar 29,50 Ha, Pelalawan 612,30 Ha, Inhu 1,20 Ha, Inhi 64,70 Ha, Rohil 10 Ha dan Kuansing 1,50 Ha.

    “Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128 ,” ujarnya.

    Namun demikian, saat ini Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan dilokasi.
    “Laporan dari masing-masing daerah Karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini ,” sebutnya. mcr/nor
  • Cegah Karhutla dengan OMC, 5 Ton Garam Sudah Disemai di Langit Riau

    By redkoranriaudotco → Jumat, 20 Februari 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus digencarkan. Hingga saat ini total lima ton garam (NaCl) telah disemai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak dimulai pada Senin lalu.

     

    Langkah ini dilakukan untuk memicu hujan buatan di wilayah yang dinilai rawan dan memiliki potensi awan hujan. 

     

    Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menjelaskan, penyemaian dilakukan secara bertahap sesuai potensi awan yang terpantau.

    “Sejak Senin lalu total sudah lima ton garam yang disemai. Hari ini kita laksanakan dengan satu kali penerbangan atau sortie penyemaian awan di Teluk Meranti,” ujarnya, Jum'at (20/2/2026).

    Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan nomor registrasi PK-AKR. Pesawat tersebut dikerahkan untuk menyemai bahan semai pada awan potensial hujan di wilayah target.

    Menurut Jim, OMC tidak hanya bertujuan membantu memadamkan titik api, tetapi juga membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali. Langkah ini dinilai penting di tengah kecenderungan penurunan curah hujan berdasarkan prakiraan BMKG.

    Operasi ini direncanakan berlangsung selama satu pekan, dengan total ketersediaan bahan semai sekitar 8.500 kilogram.

    "Diharapkan, melalui OMC dan upaya pemadaman di lapangan, potensi meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan sedini mungkin," katanya.

    Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Riau, total luasan lahan terbakar di Riau telah mencapai 417,94 hektare yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.

    Wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar berada di Kabupaten Bengkalis dengan 196,01 hektare. Disusul Kabupaten Indragiri Hilir 59,70 hektare, Kabupaten Pelalawan 47,50 hektare, serta Kota Dumai 29,52 hektare.

    Selain itu, kebakaran juga tercatat di Kabupaten Kampar seluas 29,50 hektare, Kabupaten Siak 20,53 hektare, dan Kota Pekanbaru 14,08 hektare. Di Kabupaten Rokan Hilir terdapat 10 hektare lahan terbakar, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 8,40 hektare.

    Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Mcr/nor 

     

     

  • 9 Kabupaten/Kota di Riau Tetapkan Status Siaga Bencana Alam

    By redkoranriaudotco → Kamis, 11 Desember 2025

     



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Sebahyak 9 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana alam hidrometeorologi (banjir, tanah longsor, angina puting beliung).

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal mengatakan, sembilan daerah tersebut yakni Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Siak, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.

    "Sudah sembilan daerah di Riau yang sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Terbaru Kabupaten Kampar menetapkan status siaga," katanya, Kamis (11/12/25).

    Dengan sudah adanya sembilan daerah yang menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi tersebut, maka saat ini hanya tinggal tiga daerah lagi yang belum menetapkan status serupa.

    "Tinggal tiga daerah lagi yang belum menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, yakni Kabupaten Indragiri Hulu, Pelalawan dan Kepulauan Meranti," ujarnya.

    Bagi daerah yang belum menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi tersebut, pihaknya mendorong agar dapat menerapkan status serupa. Pasalnya, dengan penetapan status, jika terjadi bencana maka dapat dilakukan penanganan dengan cepat.

    "Kami mendorong agar daerah yang belum menetapkan, segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, agar ketika terjadi bencana dapat segera dilakukan tindakan," tutupnya.

    Sebelumnya, Pemprov Riau juga telah menetapkan status yang sama pada 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. Penetapan status tersebut menyusul kondisi cuaca di wilayah Riau yang tengah dilanda musim hujan hingga Januari mendatang. ck/nor
  • Plt Gubri Instruksikan Daerah Tingkatkan Siaga Bencana Alam

    By redkoranriaudotco → Senin, 08 Desember 2025

     




    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kondisi ini seiring meningkatnya curah hujan dan cuaca ekstrem di Provinsi Riau. 

    Hal tersebut disampaikan SF Hariyanto saat memimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia terkait Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama kabupaten/kota. Rakor ini juga membahas kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026 di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, pada Senin (8/12/25).

    "Presiden Republik Indonesia menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan daerah terhadap bencana alam, khususnya banjir dan cuaca ekstrem, dengan respons cepat, aksi konkret lintas sektor, serta koordinasi yang kuat," sebutnya.

    Dikatakannya, berdasarkan data yang ada Riau saat ini memasuki periode cuaca ekstrem dan puncak musim hujan. Tercatat 39 kecamatan dan 170 desa berstatus rawan banjir, serta 23 kecamatan dan 36 desa rawan longsor, sehingga seluruh daerah diminta meningkatkan kesiapan secara maksimal.

    Untuk memastikan kesiapsiagaan, Ia telah menginstruksikan Dinas PUPR agar memastikan seluruh alat berat dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu guna mendukung penanganan darurat.

    "Berdasarkan data BMKG adanya prediksi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, terutama di Pekanbaru, Kampar, Rokan Hulu, dan Pelalawan. Kondisi ini, menuntut langkah mitigasi cepat tanpa menunggu terjadinya bencana," ujarnya.

    Dengan kondisi tersebut, Hariyanto meminta kepala daerah bersama Forkopimda mengaktifkan posko bencana di kabupaten dan kota selama 24 jam, serta segera melaksanakan apel kesiapsiagaan, normalisasi sungai, perbaikan tanggul, dan penanganan titik-titik rawan drainase yang kerap menjadi sumber genangan.

    Terkait pengelolaan PLTA Koto Panjang, ia menekankan pentingnya koordinasi dan sistem peringatan dini agar pembukaan pintu air tidak dilakukan secara bersamaan, sehingga tidak memperparah potensi banjir di wilayah hilir, khususnya Kabupaten Kampar.

    Selain itu, ia meminta seluruh kepala daerah memastikan ketersediaan dan pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) secara cepat dan tepat sasaran.

    "Serta melakukan pelaporan kondisi bencana secara real-time guna mempercepat pengambilan keputusan dan penanganan di lapangan," tutupnya. mcr/nor
  • 5.000 Hektare Kebun Sawit Eks PT SIS Jadi Rebutan, LAMR Diminta Lindungi Hak Ulayat Batin Sebanga

    By redkoranriaudotco → Kamis, 04 Desember 2025



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Sejumlah masyarakat Suku Sakai mendatangi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) pada Kamis (4/12/25). Mereka mengadu karena bentrokan dengan pihak perusahaan sawit sebelumnya telah terjadi, namun hingga kini warga mengaku belum melihat tindak lanjut dari kepolisian.

     

    Kedatangan rombongan diterima langsung Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Sekum DPH Datuk Jonnaidi Dasa, Datuk Tarlaili, Datuk Firman Edi, Datuk Aspandiar, dan sejumlah pengurus lainnya.

    Konflik bermula ketika hampir 5.000 hektare kebun sawit yang sebelumnya dikelola PT SIS ditertibkan Satgas PKH karena berada di kawasan hutan, termasuk di wilayah ulayat Batin Sebanga Sakai, Duri, Bengkalis. Setelah penertiban, PT Agrinas memberikan kerja sama operasional (KSO) kepada PT Palma Agung Bertuah untuk mengelola kawasan tersebut. Sebagai bentuk kemitraan, perusahaan mengajak masyarakat adat dari Batin Sebanga untuk ikut mengelola lahan.

    Namun, saat masyarakat memasuki lokasi KSO, mereka mengaku mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang diduga disewa oleh PT SIS. Menurut warga, pihak bernama Aliong dari PT SIS menolak kehadiran mereka dan melarang masyarakat memanen sawit.

    “Aliong justru memanen sawit itu, hingga nyaris terjadi bentrokan,” kata Herman, warga Sakai.

    Herman menegaskan masyarakat merasa diusir dari tanah mereka sendiri. “Kami hanya ingin mempertahankan tanah ulayat, bahkan kami membantu negara membasmi mafia tanah,” ujarnya.

    Timbalan MKA LAMR, Datuk Tarlaili, menegaskan bahwa masyarakat harus tetap menjaga marwah daerah. “Negeri ini adalah tanah kita, marwah kita. Jangan takut berjuang,” pesannya.

    Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyatakan pihaknya akan segera memanggil Aliong dan pihak terkait untuk pertemuan lanjutan. Ia juga menyarankan masyarakat melaporkan ancaman dan dugaan tindak pidana kepada kepolisian.

    “Sudah kami lapor, datuk. Namun sampai sekarang belum ada tindakannya,” ujar Herman menanggapi saran tersebut.

    Bathin Bertuah, Pak Nasir, turut menjelaskan bahwa kepolisian sempat berupaya menengahi perselisihan antara masyarakat, perusahaan, dan Agrinas, tetapi belum menemukan titik penyelesaian. “Bahkan Aliong dan orang-orangnya mendatangi warga, merusak mobil saya. Sembilan orang luka ringan dan satu harus diopname,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa laporan telah disampaikan ke pihak berwajib, namun belum ada tindak lanjut. Menanggapi situasi tersebut, Datuk Seri Taufik meminta semua pihak menahan diri agar kondisi tetap kondusif. LAMR, katanya, akan segera memanggil seluruh pihak untuk bermusyawarah mencari solusi bersama. Rls/nor

     

  • Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemprov Riau Siagakan Alat Berat

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Riau menyiagakan alat berat dan material untuk mengantisipasi bencana longsor serta kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem. Langkah ini dilakukan melalui Dinas PUPR-PKPP Riau seiring masuknya musim hujan di wilayah tersebut.


    Pemprov Riau sebelumnya telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi mulai 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. Status ini mencakup potensi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang diperkirakan meningkat pada puncak musim hujan.

    Asisten III Setdaprov Riau, M Job Kurniawan, mengatakan bahwa Dinas PUPR-PKPP, Dinas Sosial, dan BPBD Riau telah diminta mengaktifkan seluruh peralatan penanganan bencana.

    “Kita sudah siapkan untuk siaga bencana, termasuk alat berat dan peralatan yang diperlukan,” ujarnya di Pekanbaru, Kamis, 4 Desember 2025.

    Menurutnya, dengan kesiapan tersebut, pemerintah dapat bergerak cepat jika terjadi bencana di titik-titik rawan yang telah dipetakan sebelumnya. Ia berharap musim hujan tahun ini tidak membawa dampak besar bagi masyarakat.

    Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Thomas Larfo Dimeira, menambahkan bahwa seluruh UPT Jalan dan Jembatan sudah diarahkan untuk siaga penuh. Setiap UPT diminta mempersiapkan personel, peralatan, dan rencana penanganan darurat di wilayah kerja masing-masing.

    “Alat berat sudah standby di UPT, begitu juga material penanganan darurat. Kami siap bergerak kapan saja jika terjadi bencana,” tegas Thomas. Ia memastikan koordinasi lintas instansi berjalan aktif demi mempercepat respons terhadap kondisi darurat di lapangan. rls/nor
  • Pemprov Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

    By redkoranriaudotco → Selasa, 02 Desember 2025




    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

     

    Penetapan status tersebut sebagai bentuk antisipasi bencana yang terjadi di provinsi Riau karena saat ini sudah memasuki musim hujan.


    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, status siaga darurat bencana hidrometeorologi tersebut ditetapkan mulai 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. 

    “Pemprov Riau sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi terhitung 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026,” katanya, Selasa (2/12/2025).

    Saat ini, demikian Edy, Provinsi Riau sudah memasuki musim hujan dan diperkirakan akan berlangsung hingga Januari 2026 mendatang.

    Untuk mengantisipasi terjadi bencana di kabupaten/kota, Pemprov Riau telah membuat surat edaran terkait antisipasi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem ke bupati/walikota 

    "Kami sudah melakukan mitigasi daerah rawan bencana banjir dan longsor di kabupaten kota se-Riau. Mengingat saat ini Riau sudah memasuki musim hujan, dan diperkirakan berlangsung sampai Januari 2026 mendatang," ujarnya.

    Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan daerah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi kepada kabupaten/kota.

    "Dengan begitu mereka bisa mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan guna mengurangi risiko atau dampak bencana hidrometeorologi," ujarnya. mc/nor 

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com