BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Besok, KH M Yusuf Albaqir Tablig Akbar di Masjid Raudhatus Salihin Pekanbaru

    By redkoranriaudotco → Jumat, 07 Oktober 2022
    Foto: KH Muhammad Yusuf Albaqir.



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pendakwah muda yang juga pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur, KH Muhammad Yusuf Albaqir atau Gus Yusuf Temboro  akan hadir dalam Tablig Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah, Sabtu (8/10/22) besok malam, di Masjid Paripurna Raudhatus Salihin Jalan Bukit Barisan, Kulim, Pekanbaru.


    Ketua Masjid Paripurna Raudhatus Salihin (MPRS) DR H Abakmis Lamit SH MH mengatakan, dihadirkannya sosok penceramah muda ini merupakan atas permintaan para jamaah. Tidak hanya itu, Gus Yusuf merupakan salah seorang penghafal hadits yang terkenal.


    Foto: Camat Kulim Marzuli (tengah), Ketua MPRS H Arbakmis (dua dari kanan), H Widodo (dua dari kiri), Lurah Pematang Kapau (paling kiri) dan Pengurus MPRS.



    "Ustad kita ini tidak hanya memiliki intelektual yang tinggi, tetapi juga seorang penghafal ribuan hadits. Sudah 10 ribu hadits yang dihafalnya, memang sangat luar biasa,"kata Arbakmis, Jumat (7/10/22).


    Jadi papar Arbakmis, kehadiran Gus Yusuf ini juga memotivasi para generasi muda. Apalagi, Gus Yusuf ini baru berusia sekitar 26 tahun.


    "Kehadiran Ustad ini bukan dalam rangka popularitas. Tetapi memang semata-mata mensyiarkan Agama Islam dan untuk menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad,"terangnya, yang juga didampingi Camat Kulim Marzuli S Sos, Lurah Pematang Kapau Tar Ajaman S Sos dan pihak sponsor.


    Arbakmis menambahkan, kehadiran Gus Yusuf di Pekanbaru ini dijadwalkan selama dua hari. Selain Tablig Akbar, Gus Yusuf juga akan memberikan kuliah subuh dan serangkaian kegiatan lainnya.


    Khusus untuk Tablig Akbar ini lanjut Arbakmis, pihaknya juga sudah mengundang Penjabat Walikota Muflihun dan Forkopimda. Termasuk para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Alumini Ponpes Al Fatah dan masyarakat di Kota Pekanbaru.


    Bahkan terkait seluruh perizinan acara ini sambung Arbakmis, telah dipenuhi pihaknya. Termasuk izin dari Tim Satgas Covid-19.


    "Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh umat muslim di Kota Pekanbaru untuk dapat hadir dalam acara Tablig Akbar ini. Insya Allah kami siap menampung ribuan jamaah yang akan hadir nantinya,"sebut Arbakmis.


    Sementara, Camat Kulim Marzuli mengaku jika pihaknya sangat mendukung kegiatan Tablig Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Raudhatus Salihin. Apalagi, Masjid Paripurna dimana Camat sebagai Pembinanya, kembali mengundang Ustad-ustad terkenal dari luar kota.


    "Memang Pengurus Masjid Raudhatus Sakihin aktif dalam mendatangkan ustad-ustad kondang dalam setiap acara keagamaan. Seperti pada Peringatan Isra Miraj lalu, juga diundang Ustad H Fikri Zainuddin, yang merupakan anak Kiyai Sejuta Umat H Zainuddin MZ,"sebut Marzuli.


    Marzuli berharap, dengan kehadiran Ustad KH Yusuf Albaqir ini akan memiliki nilai tambah bagi generasi muda khususnya di Kecamatan Kulim maupun Kota Pekanbaru. Terutama dalam menggali ilmu Agama Islam. 


    "Sebagai support dari pemerintah kecamatan, kami mengajak kepada seluruh jamaah-jamaah masjid paripurna yang ada di Kecamatan Kulim untuk dapat menghadiri acara Tablig Akbar ini. Apalagi, setidaknya ada 5 masjid paripurna di Kecamatan Kulim ini,"ulasnya.


    Terakhir, Marzuli juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pengurus Masjid Paripurna Raudhatus Salihin yang telah menggagas Tablig Akbar ini. Dia berharap dapat menjadi contoh yang baik bagi masjid lainnya.nor 














  • Melalui BLUD Menuju Transformasi Pelayanan Kesehatan Kuansing Mumpuni

    By redkoranriaudotco → Kamis, 06 Oktober 2022



    KORANRIAU.co,TELUKKUANTAN  –  Suasana Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Senin 3 Oktober 2022 terlihat penuh dihadiri seratusan wartawan, tak terkecuali juga sebanyak 25 Kepala Puskesmas dari berbagai kecamatan se-Rantau Kuantan dan pejabat lainnya dari Pemerintah Provinsi Riau.


    Kehadiran para undangan dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Kuansing ke-23 yang jatuh pada 12 Oktober ini sekaligus momentum peluncuran aplikasi Aku-SIgap bersamaan dimulainya sistem penyelenggara BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah) di 25 UPTD Kesehatan di Kabupaten Kuansing.


    Antusiasme para undangan mendengarkan pemaparan program transformasi pelayanan kesehatan oleh Plt Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM terlihat jelas. Terutama para Kepala Puskesmas sebagai ujung tombak pelaksanaan di masing masing UPTD Kesehatan mereka mengabdi.


    Suhardiman Amby dengan gamblang menjelaskan bagaimana langkah awal upaya percepatan peningkatan pelayanan di bidang medis yang telah dimulai Pemda sejak tahun 2017 lalu. Seiring waktu berjalan, upaya peningkatan sarana dan prasarana pendukung di setiap Puskesmas terus dibenahi hingga tahun 2022.


    Disebutkannya, upaya ini sebagaimana amanah pemerintah pusat yang menyebutkan Puskesmas harus berbentuk BLUD, di mana BPJS Kesehatan nantinya akan melakukan transfer dana ke Puskesmas yang dapat diakui sebagai pendapatan Puskesmas yang sering disebut dana kapitasi BPJS. Melalui sistem ini, ia yakin akan lebih menjamin mutu palayanan kesehatan kepada masyarakat.


    Bak Gayung Bersambut, Kabupaten Kuansing di bawah kepemimpinannya merespon program peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat dari kepemimpinan sebelumnya.


    Tepat di momen peringatan HUT Kabupaten Kuansing ke-23 inilah menjadi tonggak sejarah peningkatan mutu kesehatan masyarakat Kuansing dimulai. Hal ini sebagaimana Tema yang diusung pada milad kali ini, menuju "Kuansing hebat, ekonomi kuat".


    Sebelumnya, keterbatasan sarana dan prasarana medis pada 25 Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Kuansing menjadi salah satu persoalan. Termasuk diantaranya persoalan jarak tempuh dengan medan yang tak merata bagusnya menuju ibukota kabupaten yang menyulitkan masyarakat saat berobat pada tahap rujukan ke RSUD Teluk Kuantan.


    Namun, seiring perkembangan usia dan berbagai problematika yang muncul, upaya menggesa percepatan peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat mampu direalisasikan PLT Bupati Kuansing yang pernah dua periode sebagai anggota DPRD Riau tersebut.


    Berbagai strategi mencapai harapan itu, Pemkab Kuansing melalui Dinas Kesehatan (Diskes) melakukan terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi AKU-SIGAP (sehat inovatif siaga dan pelayanan prima).


    Pentingnya pengamanan bidang kesehatan masyarakat bagi bupati tak terlepas guna menggapai Tema HUT Kuansing "Kuansing hebat, ekonomi kuat". Dan melalui aplikasi Aku-SIgap inilah cara mewujudkan universal health coverage (UHC) di Kuansing.


    "Mendukung program itu, tentu saja dengan kesiapan pagu anggaran yang cukup sesuai dengan Undang-undang yang berlaku," ujar Suhardiman pula.


    Setakat ini, hal penting pencapaian target yang telah dan terus digesa yakni pembangunan sarana serta kelengkapan bidang medis. Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima, harus didukung pula dengan sumber daya yang mumpuni.


    Menuju harapan itu, pemkab melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mencetak SDM Kuansing yang tangguh.


    Langkah awal, saat ini sudah 10 orang mahasiswa Kuansing dikirim ke Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Dan bahkan tahun berikutnya direncanakan kerjasama dengan UGM dan UI yang semuanya dibiayai pemerintah daerah.  Mahasiswa Kuansing yang disekolahkan ini, nantinya harus mengabdi ke Kabupaten Kuansing.


    Bila program ini berjalan, diharapkan pada tahun 2027 Kuansing sudah punya sumber daya manusia di bidang kesehatan yang handal.


    Sehingga, dengan demikian Kabupaten Kuansing terdepan dalam bidang kesehatan dan terdepan dalam pelayanan kesehatan.


    "Semua ini dengan tekad Kuansing terdepan dalam dunia kesehatan dan pelayanan kesehatan. Saya tak mau lagi mendengar ada keluhan masyarakat yang belum terlayani di bidang kesehatan," ucap Plt Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM sembari mempertegas niatnya, Program ini Dari Kuansing untuk Kuansing, Dari Kuansing untuk Riau dan Dari Kuansing untuk Indonesia.


    Langkah strategis yang ditempuh Plt Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM ini semakin diyakini terlaksana mengingat dirinya yang pernah dua periode menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Riau yang cukup mengerti terkait anggaran. Tentu saja sesuai dengan peraturan perundangan berlaku dan tidak bablas melanggar rambu-rambu hukum.


    "Jangan pernah berhenti melayani masyarakat, itu penekanan saya pada semua jajaran di OPD Kabupaten Kuansing," pesan Suhardiman pula.


    Kabupaten Kuansing adalah kabupaten yang sangat peduli pada masyarakatnya, khususnya bidang kesehatan. "Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh memikirkan biaya berobat, kecuali jika malas berobat," pungkasnya.ridwan


     

  • Seorang Ayah di Kampar Tega Gorok Leher Putrinya Hingga Tewas

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Entah apa yang merasuki MY. Pria 69 tahun ini tega menggorok leher putri kandungnya sendiri hingga tewas.Ayah kejam ini nekat menggorok leher putrinya sendiri, Elisyah, di rumahnya yang berada di Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar.


    Kapolsek Kampar Kiri Hilir, AKP Elva mengungkapkan, saat ini pelaku MY sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia juga menjelaskan, pelaku nekat membunuh anaknya dengan alasan sakit hati karena putrinya itu sering bicara kasar.


    "Pelaku MY sudah ditangkap. Saat ini pelaku sudah ditahan untuk proses lebih lanjut," kata Elva, Kamis (6/10/2022).


    Peristiwa itu bermula saat korban berkunjung ke rumah ayahnya di Desa Sungai Pagar, Rabu (5/10/2022). Sebelum peristiwa penggorokan terjadi, ayah dan anaknya terlibat perkelahian mulut.


    "MY mengaku tidak terima dengan ucapan kasar dari korban dan langsung mengambil parang," ungkapnya.


    Tanpa berpikir panjang, pelaku langsung menggorok leher putrinya hingga korban tewas bersimbah darah.


    "Korban tak bisa melawan hingga tersungkur di lantai. Parang pelaku yang dipakai untuk membunuh korban sudah kita amankan," sambung Elva.


    Setelah kejadian, pelaku menghubungi anak laki-lakinya bernama Firmansyah. Tak lama kemudian Firmansyah tiba di rumah ayahnya. Pelaku menyampaikan kepada Firmansyah, bahwa dia telah membunuh korban karena tak terima ucapan kasar dari mulut korban.


    Setelah itu Firmansyah menghubungi warga dan pihak kepolisian. Polisi langsung datang melakukan olah TKP. Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk otopsi.


    "Saat ditangkap awalnya pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah polisi terus mendesak dan menemukan beberapa bukti, akhirnya pelaku mengaku," pungkasnya.ck/nor


  • DLHK Riau Terus Buru Pemilik Ekskavator Perambah Hutan Lindung Bukit Betabuh Kuansing

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau hingga kini masih memburu pemilik alat berat ekskavator yang ditangkap saat merambah hutan di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.


    "Untuk kasus penangkapan alat berat di Bukit Batabuh Kuansing sekarang masih tahap penyelidikan. Tidak ada dihentikan," kata Kepala Dinas DLHK Riau, Mamun Murod melalui Kepala Bidang (Kabid) Penaatan dan Penataan LHK, Muhammad Fuad, Kamis (6/10/22).


    Fuad mengatakan, saat ini timnya masih mencari pemilik alat berat yang melakukan perambahan hutan lindung tersebut. Apalagi sebelumnya, seorang wanita berinisial R mengaku istri pemilik alat berat yang ditangkap Polhut mengaku telah memberikan uang Rp50 juta kepada oknum DLHK di Pekanbaru. Uang itu diberikannya saat menjemput barang bukti alat berat itu.


    Terkait hal, DLHK Riau menurunkan tim melakukan investigasi terkait dugaan adanya oknum instansi DLHK menerima uang Rp50 juta dari pemilik alat berat tersebut. Termasuk memanggil sejumlah saksi.


    "Kami juga terus mencari pemilik alat berat itu siapa, termasuk operatornya yang melarikan diri sampai sekarang belum ditemukan. Kami sudah panggil beberapa kali orang yang mengaku punya alat berat di Sumatera Barat itu, tapi hingga saat ini belum ada hadir," ujarnya. 


    Lebih jauh Fuad menyatakan, pemilik maupun operator alat berat dibutuhkan untuk mengetahui orang yang menyewa alat berat merusak Hutan Lindung Bukit Betabuh, Kuansing.


    "Karena mereka yang tahu siapa yang menyewa alat berat itu. Makanya kita tetap mencari mereka untuk hadir, sehingga tahu siapa yang menyuruh menggarap hutan lindung itu," paparnya. 


    Hingga saat ini kata  Fuad, pihaknya telah memeriksa lima saksi perambahan Hutan Lindung Bukit Betabuh tersebut. Namun hasilnya tim belum mendapat petunjuk siapa dalang di balik perambahan hutan lindung itu. 


    "Sampai sekarang sudah lima orang saksi kita periksa. Tetapi tidak ada yang mengetahui siapa orang yang menggerakkan alat berat sampai di situ," pungkasnya.


    Untuk diketahui, saat itu Polhut DLHK Riau mengamankan dua alat berat jenis Ekskavator dan Buldozer. Dari dua alat tersebut, hanya satu alat berat jenis Ekskavator yang berhasil dibawa keluar dari kawasan hutan, namun untuk Buldozer tidak dibawa karena mengalami kerusakan. Namun tak berselang lama, alat Buldozer yang ditinggal tim di dalam hutan bergeser, dan hingga saat ini belum ditemukan siapa yang membawa alat berat tersebut.nor


  • Kemenkes Tetapkan RSUD Arifin Achmad jadi RSPU

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad sebagai rumah sakit pendidikan utama (RSPU) Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri).


    Informasi ini disampaikan oleh  Direktur RSUD Arifin Achmad Riau, drg Wan Fajriatul."RSUD Arifin Achmad Riau ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan utama FK UN,"kata Wan Fajriatul, Kamis (6/10/2022). 


    Menurutnya, ditetapkan RSUD Arifin Achmad Riau sebagai rumah sakit pendidikan karena selama telah  bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran sebagai salah satu tempat pendidikan mahasiswa kedokteran atau program spesialis. 


    "Dengan adanya penetapan itu, maka kita diwajibkan untuk dapat menerima mahasiswa yang akan melakukan pendidikan di RSUD Arifin Achmad. Termasuk penelitiannya juga bisa dilaksanakan disini,"ulasnya. 


    Wan Fajriatul menyebutkan, Kemenkes juga akan menetapkan rumah sakit yang masuk jejaring satelit di Riau. Setidaknya ada 7 RSUD kabupaten/kota yang akan ditetapkan sebagai rumah sakit jejaring. 


    "Jadi tim Kemenkes sudah datang ke Riau untuk persiapan rumah sakit pendidikan satelit, mereka melakukan pendampingan. Dimana Fakultas Kedokteran Unri itu harus memiliki rumah sakit jejaring,"terangnya.


    Apalagi kata Wan, RSUD Arifin Achmad umumnya kasus pasiennya berat-berat, sedangkan mahasiswa harus dapat pembelajaran dengan kasus sesuai dengan standarnya. Oleh sebab itu lanjutnya, perlu dilakukan kerjasama dengan rumah sakit jejaring yang ditunjuk Fakultas Kedokteran Universitas Riau.nor 


INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com yLx3F0.jpg