BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Hari Pertama Pasca Lebaran, Gubri Sidak Sejumlah OPD

    By redkoranriaudotco → Selasa, 26 Mei 2020

    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Hari pertama masuk kerja pasca lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah, Gubernur Riau H Syamsuar melakukan peninjauan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (26/5/20).

    Gubri melakukan peninjauan didampingi Sekertaris Daerah Riau Yan Pran Jaya, di sejumlah OPD yakni, Biro Kesra, Biro hukum, inspektorat, BKD, serta, BPKAD.

    Dalam peninjauannya Gubernur Riau melihat dan menanyakan ASN yang bekerja di kantor dan yang di rumah sekaligus menyampaikan ucapan selamat hari raya idul fitri dan memberikan semangat bagi yang tetap bekerja di tengah pandemi covid 19.

    "Tinjauan ini dalam rangka melihat Kesiapan ASN yang bekerja di kantor sekaligus melakukan evaluasi kerja pegawai yang di kantor dan  Work Form home (WFH),"ungkapnya.

    Kemudian ia menjelaskan, tingkat kehadiran cukup tinggi di hari pertama masuk kerja dan memastikan tidak ada pegawai yang mudik.

    "Tingkat kehadiran pegawai saya lihat cukup tinggi, dan saat ini juga belum menerima laporan terkait pegawai yang mudik, karna saya berharap, kepala OPD serta pegawai untuk bekerja seperti biasa jika masuk kantor tetap menerapkan protokol kesehatan dan yang di rumah untuk melakukan pengecekan dan evaluasi, "terangnya.

    Kemudian ia juga memberikan semangat kepada pegawai yang bekerja di kantor dengan tetap mentaati protokol Covid-19."Selamat bekerja  dan sehat selalu buat kita semua dan tetap menjalankan protokol kesehatan,"tutupnya.nor








  • Siksa Pedih Bagi Orang tak Bayar Zakat

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co-Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyampaikan betapa pentingnya seorang Muslim membersihkan hartanya dengan melaksanakan zakat. Orang yang memiliki banyak harta, tapi tidak menunaikan zakat akan mendapat siksa yang pedih.

    Imam Al Ghazali menyampaikan bahwa Allah SWT telah menjadikan zakat sebagai salah satu rukun Islam. Allah SWT saat menyebut zakat dengan menyandingkannya dengan shalat. Ini bertanda zakat sangat penting dalam ajaran Islam.

    Terkait hal ini, Imam Al Ghazali mengutip Alquran dan hadist. "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." (QS al-Baqarah: 43).

    Imam Al Ghazali juga menyampaikan bahwa Allah SWT menegaskan peringatan dengan ancaman terhadap orang-orang yang lalai membayar zakat. Ancaman ini disampaikan dalam surah at-Taubah atau al-Bara'ah ayat 34.

    "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak mengeluarkannya pada jalan Allah, maka beri tahukanlah kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih." (QS at-Taubah: 34).

    Imam Al Ghazali menjelaskan, maksud dari kalimat mengeluarkan harta pada jalan Allah adalah mengeluarkan hak zakat.

    Berkata Al-Ahnaf bin Qais, "Aku dalam rombongan orang Quraisy lalu lewatlah Abu Dzar." Abu Dzar kemudian berkata, "Kabarkanlah kepada orang-orang yang menyimpan harta tanpa mengeluarkan zakat. Mereka akan disiksa dengan ditusuk dari bagian belakang tubuh mereka menggunakan besi panas. Besi panas itu akan keluar dari lambung mereka. Besi panas itu akan ditusuk pada bagian belakang leher sampai keluar dari dahi mereka."

    Rasulullah Nabi Muhammad SAW bersabda, "Islam dibangun di atas lima, mengaku tiada yang disembah dengan sebenar-benarnya selain Allah dan mengaku bahwa Muhammad hamba-Nya dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah. (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar).republika/nor


  • Polda Jabar Minta Maaf soal Polisi Ngamuk Tak Pakai Masker

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co-Polda Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf atas insiden oknum polisi yang mengamuk saat ditegur sesamanya karena tak menggunakan masker.

    Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi tidak menoleransi perbuatan Bripka HI yang arogan tersebut. Tindakan HI dinilai tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

    "Atas kejadian yang dilakukan oleh oknum Polri Bripka HI, Polda Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena oknum anggota Polri tersebut tidak memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat dan diharapkan kejadian tersebut tidak terjadi lagi," kata Saptono dalam keterangannya di Bandung, dikutip Antara, Selasa (26/5).


    Menurutnya Kapolda menaruh perhatian penuh terhadap anggotanya yang bertindak indisipliner. Anggota tersebut diberi sanksi dengan dimutasi dari Satlantas Polrestabes Bandung ke Pelayanan Markas (Yanma) Polda Jawa Barat yang sudah dituangkan melalui Keputusan Kapolda Jabar Nomor: KEP/ 681/ V / 2020, tanggal 25 Mei 2020.

    "Yang bersangkutan dimutasikan dari Satlantas Polrestabes Bandung ke Yanma Polda Jabar dalam rangka pemeriksaan oleh Propam Polda Jabar," ucap dia.

    Sebelumnya, Kapolda Jabar juga merespons secara langsung terkait insiden polisi mengamuk itu. Ia menilai tindakan Bripka HI cukup arogan.

    "Polisi tidak boleh arogan, harus jadi contoh yang baik bagi masyarakat," ujar Rudy.

    Sebelumnya, oknum polisi berinisial HI itu memarahi seorang polisi lainnya yang mengingatkan dirinya untuk menggunakan masker.

    Peristiwa itu terjadi di pos pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (25/5). Dari laporan Bripka Rizal yang berjaga, oknum polisi tersebut menggunakan mobil Fortuner hitam bernomor polisi D-1087-TI.

    Setelah diingatkan untuk menggunakan masker, polisi itu justru memarahi dan mengajak berkelahi. Selain itu, oknum polisi itu bertanya kepada petugas soal lulusan angkatan berapa, sambil berkata-kata kasar.antara/nor

  • New Normal Siap Berlaku, Kabar Baik atau Buruk Buat Ekonomi RI?

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co- Indonesia bersiap menghadapi era normal yang baru atau new normal pada kondisi pandemi virus Corona (COVID-19). Hal tersebut diharapkan akan kembali menggerakan kegiatan perekonomian yang laju pertumbuhannya sempat terpuruk di kuartal I-2020, yaitu hanya 2,97% berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

    Lantas apakah era new normal ini menjadi kabar baik bagi perekonomian Indonesia? Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet, hal itu tergantung kesiapan Indonesia untuk hidup berdampingan dengan virus Corona yang hingga kini belum ada vaksinnya.

    "Memang kalau dilihat dari sudut pandang ekonomi, kegiatan lockdown yang terus-menerus ini tentu akan ada dampak buruknya bagi ekonomi sehingga mau tidak mau pemerintah harus mengambil jalan tengah. Dan menurut saya jalan tengah yang di-propose pemerintah saat ini adalah dengan mewacanakan untuk melonggarkan dalam hal ini PSBB," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (26/5/2020).

    Namun jika Indonesia ternyata tidak siap menghadapi new normal, yang ada akan memicu gelombang kedua COVID-19 alias membuat kasus positif virus Corona melonjak. Bahkan negara yang berhasil menerapkan normal baru pun tetap terkena gelombang kedua.

    "Memang kasus di Indonesia ini kalau kita berbicara Indonesia masih relatif tinggi atau meningkat dibandingkan negara lain. Ini kalau seandainya tidak diperhatikan tentu akan berpotensi menambah apa yang sering disebutkan orang sebagai second wave, gelombang kedua. Dan negara-negara yang berhasil saja sebenarnya mengalami itu," jelasnya.

    Menurutnya kegiatan normal baru di tengah pandemi COVID-19 ibarat dua mata uang, ada potensi untuk meningkatkan perekonomian, tapi ada risiko peningkatan kasus positif virus Corona.
    Baca juga: Diwajibkan Menkes, Ketahui Batasan Konsumsi Vitamin C dalam Sehari

    "Jadi potensinya betul dia akan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi. Tetapi ada risiko juga yang mengikutinya. Nah resikonya itu adalah yang tadi saya sebutkan, ada yang potensi kasus baru. Jika (new normal) tidak dijalankan secara hati-hati, dia akan menambah korban," tambah Yusuf.

    Sebagai informasi, pagi ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung penerapan new normal di sarana transportasi umum untuk menunjang aktivitas warga yang bekerja di tengah pandemi virus Corona. Lokasi yang dia kunjungi adalah Stasiun MRT Bundaran HI.detikcom/nor


  • Walikota Pekanbaru Pantau Protokoler Covid-19 di Swalayan

    By redkoranriaudotco → Senin, 25 Mei 2020

    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Sambil berbelanja, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT ternyatajuga memantau penerapan protokoler penanganan COVID-19 di sebuah swalayan setempat pada Hari Raya ke dua Idul Fitri.

    "Beliau berdua saja ditemani ajudan," kata Kabid PLIKP Diskominfo Kota Pekanbaru Mawardi, di Pekanbaru, Senin (25/5/20).

    Momen Idul Fitri 1441 Hijriyah dimanfaatkan Wako tidak melaksanakan gelar griya (open house) bagi warganya karena sebelumnya ia melarang masyarakat untuk saling berkumpul. Hal ini guna mempercepat upaya pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19.

    Dalam kesempatan itu, Walikota Firdausjuga berpesankepada petugas dan pengelola swalayan agar mengingatkan setiap pengunjung swalayan untuk menggunakan masker serta memastikan sudah cuci tangan sebelum masuk atau setelah keluar toko modern tersebut.

    Sebelumnya, Walikota Pekanbaru sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang penerapan Idul Fitri 1441 Hijriyah di tengah wabah COVID-19, misalnya melarang mudik, salat Id dan open house.

    "Sehingga kesempatan libur dimanfaatkan Sang Visioner untuk memantau kondisi Kota Pekanbarusaat suasana Lebaran, termasuk pusat perbelanjaan yang boleh beroperasi saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Mawardi.

    Kata dia, salah satu swalayan yang sempat dikunjungi dan dimasuki Wako terletak di Jalan Hang Tuah.

    Petugas di swalayan itu mencegat setiap pengunjung yang datang, termasuk Walikota untuk pemeriksaan suhu tubuh.

    Di sana tepatnya di samping pintu masuk juga tersedia tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya.

    Sebelumnya, diberitakan, data Gugus Tugas Kota Pekanbaru Senin, 25 Mei 2020 mencatat pasien positif 40 orang dengan rincian 31 orang sembuh dan pulang, 5 orang masih dirawat isolasi, 4 orang meninggal dunia.

    Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 507 orang atau bertambah 2 orang, dengan rincian 398 orang sehat dan pulang, 50 orang dirawat, 59 orang meninggal dunia.

    Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 5.132 orang atau bertambah 4 orang, 4.383 orang selesai pemantauan 749 orang masih dalam pemantauan.antara/nor

  • Makan Konate Jelaskan Beda Lebaran di Indonesia dan di Mali

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co- Gelandang Persebaya Surabaya, Makan Konate, merayakan Idul Fitri 1441 H di Indonesia. Ia pun merasakan perbedaan dengan apa yang biasa dilakukannya saat pulang ke Mali.

    Karena pandemi COVID-19, Shopee Liga 1 2020 disetop sementara. Konate pun tertahan di apartemen tempat pemain Persebaya menginap. Ia terpaksa harus melewatkan lebaran jauh dari keluarga tercinta.

    "Persiapan lebaran ini saya stay di apartemen aja, telepon sama keluarga dan video call sama istri," ujar Konate, di situs resmi Persebaya.

    Berbicara lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan antara Idul Fitri di Indonesia dan Mali. Di negara asalnya, hari raya Idul Adha justru lebih semarak.

    "Lebaran di Mali beda dengan di Indonesia, karena di Mali, Idul Adha itu lebih celebrate. Di Mali kalau Idul Fitri habis dari sholat, semua keluarga kumpul di rumah, salaman keluarga dekat dari yang jauh semua makan-makan bersama juga," jelasnya.

    Selain itu, gelandang 28 tahun itu juga menyebut soal masakan khas Mali yang biasa disantapnya saat lebaran. Di sini, ia terpaksa melewatkan hal tersebut.

    "Makan lebaran, saya makan nasi sama sup ayam, karena di Mali ada banyak rumah di hari Idul Fitri, tapi di sini saya tidak bisa bikinnya," katanya sembari tertawa.

    "Tradisi lebaran tidak bisa celebrate karena virus Corona, tapi disyukuri saja dan bikin seperti yang tahun lalu saja, semoga Corona segera pergi," tutup pemain yang mengantar Persib Bandung juara Liga Indonesia 2014 itu.detikcom/nor
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com y1GyIO.jpg yLx3F0.jpg