BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Juventus Malah Terus Menurun bersama Ronaldo

    By redkoranriaudotco → Selasa, 11 Agustus 2020


    KORANRIAU.co- Cristiano Ronaldo sedang dikabarkan ingin hengkang dari Juventus. Jika merujuk pada trofi yang diraih, Bianconeri justru menurun sejak ada Ronaldo.


    Juventus mendatangkan Ronaldo pada musim panas 2018/2019. Striker asal Portugal itu diboyong dari Real Madrid dengan harapan bisa membantu Si Nyonya Tua memenangi Liga Champions.


    Ronaldo sejatinya sudah lima kali mengangkat trofi Si Kuping Besar. Empat kali dia lakukan bersama Madrid dan satu kali saat di Manchester United.


    Bukan kesuksesan yang didapat Juventus saat kedatangan Ronaldo. Klub asal Turin itu justru mengalami jumlah trofi sejak ada Ronaldo.


    Pada musim pertama di Ronaldo bersama Juventus, cuma ada dua trofi yang mendarat di Allianz Stadium, yakni Supercoppa Italia dan Scudetto. Nah, musim kedua Juventus cuma merebut Scudetto bersama Cristiano Ronaldo. Sebelum kedatangan Ronaldo, Juventus setidaknya beberapa kali bisa mengawinkan trofi Liga Italia dengan Coppa Italia.


    Di Liga Champions, Juventus malah tak pernah melangkah sampai semifinal. Juventus di musim pertama Ronaldo cuma bisa sampai perempatfinal Liga Champions dan musim ini terhenti di 16 besar.


    Lebih buruknya lagi, Juventus seperti sangat ketergantungan dengan Ronaldo di fase knock-out Liga Champions. Dari tujuh gol Juventus pada dua musim terakhir di fase gugur, semua dicetak oleh Ronaldo.


    Juventus sejak 2015 sampai saat ini, sudah dua kali melaju ke final Liga Champions. Mereka memang gagal menjadi juara di laga pamungkas, namun langkah ke final berhasil digapay tanpa kehadiran Ronaldo.


    Apa ini artinya Juventus harus rela melepas Cristiano Ronaldo yang sedang dirumorkan ingin ke Paris Saint-Germain?.detikcom/nor

  • Pelaku Penembakan di Luar Gedung Putih Ditangkap

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Dinas Rahasia Amerika Serikat menangkap pelaku penembakan di luar Gedung Putih. Sejauh ini belum diketahui motif di balik aksi penembakan pada Senin (10/8).


    Dinas Rahasia berpakaian hitam dengan senapan otomatis sempat terlibat adu tembak dengan pelaku di 17th Street dan Pennsylvania Avenue. Ada seorang petugas yang terlibat penembakan di 17th Street dan Pennsylvania Ave. Itu satu blok dari Gedung Putih," ujar Dinas Rahasia AS mengonfirmasi aksi penembakan tersebut.


    Menurut jurnalis Fox News yang berada di luar Gedung Putih, terdengar dua tembakan yang dilepaskan oleh pelaku."Petugas penegak hukum menembak seseorang, sepertinya tersangka. Dan tersangka saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," kata Presiden Donald Trump mengonfirmasi tembakan tersebut.


    Seorang saksi mata, Philipos Melaku mengatakan ia mendengar suara tembakan yang dilepaskan oleh pelaku yang diduga seorang laki-laki."Saya mendengar suara tembakan dan sebelumnya saya mendengar teriakan. Itu suara laki-laki," kata Melaku kepada AFP.


    "Setelah itu, sambil mengarahkan (senjata otomatis) AR-15 mereka, setidaknya delapan atau sembilan petugas melumpuhkan pelaku."


    Penembakan yang terjadi di luar Gedung Putih memaksa Dinas Rahasi mengevakuasi Trump di sela konferensi pers harian mengenai virus corona. Trump tidak mengucapkan kata-kata ketika petugas keamanan masuk ke ruangan dan memintanya untuk meninggalkan area tersebut.


    "Keluarlah. Tuan, bisakah Anda ikut dengan saya?," kata seorang pengawal Trump.


    Tak lama setelah meninggalkan ruang konferensi pers di Gedung Putih, ia mengatakan tidak dibawa ke dalam bunker tetapi dievakuasi ke Oval Office.cnnindonesia/nor

  • Bintik-Bintik Hitam dalam Sejarah Modern Indonesia (V)

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co-Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dideklarasikan di Padang pada 15 Februari 1958 oleh Letkol Amad Hussein, sedangkan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) dibentuk di Makassar pada 2 Maret 1957 oleh Letkol Ventje Sumual. Pelopor gerakan anti-Jakarta ini adalah komandan-komandan AD daerah yang didukung elite sipil.


    Gerakan ini dipicu ketidakpuasan kepada pemerintah pusat yang dinilai tak memperhatikan pembangunan daerah, di samping semangat anti-PKI , partai yang dipandang telah makin kuat di Indonesia.


    Sekalipun dua gerakan ini beroperasi di wilayah terpisah, dalam perjalanannya mereka bersatu melawan Jakarta. Dalam keterangan Jenderal AH Nasution, PRRI/Permesta pernah menguasai sepertujuh wilayah republik, sesuatu yang sangat berbahya bagi kelangsungan Indonesia sebagai bangsa dan negara. 


    Untuk PRRI, semula telah diusahakan, antara lain oleh Bung Hatta, agar dicari titik temu dengan Jakarta. Namun, semua upaya itu berakhir buntu.


    Solusinya: perang saudara yang sama sekali tidak seimbang dengan korban yang sia-sia di kalangan mahasiswa dan rakyat yang terseret arus sengketa. Secara teori, PRRI/Permesta adalah gerakan tanpa menganut ideologi tertentu.


    Modal utama mereka semangat anti-Jakarta, antikomunis, dan protes terhadap pemerintah pusat yang mengabaikan pembangunan daerah. Namun, dalam tempo sekitar tiga tahun, gerakan ini berhasil dilumpuhkan.


    Para pemimpinnya, pada awal 1960-an, akhirnya menyerahkan diri karena memang menurut perhitungan akal sehat gerakan ini sejak awal rapuh dan tak punya masa depan. Dilihat dari etnisitas, pendukung PRRI/Permesta jelas tampak suku Minangkabau, Bugis, Maluku, dan ada yang lain. Suku terbesar Jawa dan Sunda di luar pengaruh PRRI/Permesta. Di ujung gerakannya, PRRI/Permesta juga bersatu dengan DI/TII, tetapi semuanya sia-sia.


    PRRI/Permesta memang secara militer dan logistik sama sekali tidak siap, berapa pun bantuan senjata dan dolar yang diberikan CIA kepada mereka.


    Bantuan Amerika ini bukan berdasarkan kalkulasi kemungkinan menang, tetapi lebih didorong kecemasannya terhadap bahaya PKI di Indonesia dalam perspektif containment policy (politik pembendungan) komunisme dalam iklim perang dingin.


    PKI yang sudah mendekat dengan Bung Karno, sekalipun dicurigai tentara, juga mendapatkan peluang emas untuk memperbesar radius pengaruhnya dalam politik, buruh, kebudayaan,  bahkan di kalangan militer.


    Demokrasi Terpimpin (1959-1966) dengan slogan Nasakomnya makin menguntungkan PKI untuk ancang-ancang menguasai Indonesia. Jika ditengok dampak buruknya akibat pemberontakan ini antara Sulawesi dan Sumatra Barat, bedanya seperti siang dengan malam.


     

    Sekalipun Masyumi dan PSI sebagai partai tidak terlibat dalam pergolakan daerah itu, Jakarta selalu mengaitkan keduanya dengan perlawanan daerah itu. 

      

    Sumatra Barat jauh lebih parah karena memang episentrumnya di sana. Coba bayangkan, ada tiga tokoh nasional penting yang melibatkan diri dengan PRRI: mantan presiden PDRI dan dua perdana menteri Indonesia tahun 1950-an.


    Kebetulan, ketiganya berasal dari partai yang sama, sekalipun partainya sendiri tidak terlibat. Akibat kekalahan PRRI ini masih dirasakan orang Minangkabau sampai hari ini, sekalipun sudah dilampaui selama hampir enam dasawarsa.


    Mereka mengidap dan menanggungkan mentalitas kalah sekian lama. Dampak buruk lain dari ekor PRRI/Permesta bagi partai sebagai pilar demokrasi tidak boleh dilupakan.


    Sekalipun Masyumi dan PSI sebagai partai tidak terlibat dalam pergolakan daerah itu, Jakarta selalu mengaitkan keduanya dengan perlawanan daerah itu. Dengan dalih itulah kedua partai itu diperintahkan bubar pada akhir tahun 1960.


    Masyumi terutama adalah partai yang sangat gigih membela demokrasi dan konstitusi. Dengan menghilangnya kedua partai ini dari panggung politik Indonesia, jalan menjadi makin mulus bagi sistem politik baru yang minus demokrasi itu.


    Beberapa pemimpin kedua partai itu yang sama sekali tak turut PRRI/Permesta ditangkap dan ditahan selama beberapa tahun tanpa proses pengadilan. Hamka yang bukan politikus pun dipenjarakan pada 1964, baru keluar dua tahun kemudian setelah rezim berganti.


    Saya sendiri yang kebetulan berasal dari daerah itu, tetapi saat pergolakan sedang berada di perantauan, sungguh meyesali meledaknya perang saudara yang menyisakan segudang persoalan bagi pihak yang kalah dan sampai batas tertentu juga bagi Indonesia secara keseluruhan.


    Dibandingkan daya tahan juang gerakan DI/TII, PRRI/Permesta jauh berada di bawah. Suku bangsa yang tahan berperang melawan penjajah selama 40 tahun hanyalah Aceh. Suku-suku lain tidak ada yang bisa menandingi.


    Adapun Perang Padri (1821-1837), semula berkecamuk pada awal abad ke-19, lebih merupakan perang sesama suku Minang. Satu pihak minta bantuan penjajah, kemudian berubah menjadi perang melawan Belanda. 


    OLEH AHMAD SYAFII MAARIF

  • 7 Orang Satu Keluarga Terpapar Covid-19 di Pekanbaru

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Pekanbaru bertambah 17 orang. Sebanyak 9 orang dinyatakan konfirmasi asimtomatik dan 8 orang memiliki gejala Covid-19.


    Hal itu dikatakan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi bahwa hari ini kasus positif bertambah 17 orang. Sehingga total kasus positif hingga saat ini berjumlah 259 orang.


    Dikatakan Mulyadi, dari jumlah kasus konfirmasi hari ini, 7 orang di antaranya merupakan satu keluarga. Yaitu HZ (26) laki-laki warga Kelurahan Harjosari, Kecamatan Sukajadi. "Pasien masuk rumah sakit pada 6 Augustus dengan keluhan demam, badan lemas dan pegal, tidak ada riwayat berpergian dan tidak ada kontak erat dengan pasien positif," kata Mulyadi.


    Dari pasien HZ kata Mulyadi, menularkan kepada 6 orang keluarga dekatnya. Yaitu H (45) wanita, ibu dari HZ, K (57) laki-laki, yang merupakan ayah dari HZ.


    "Selanjutnya AZ (24) wanita, NA (23) wanita, NI (19) wanita, dan MH (21) laki-laki. Empat orang itu merupakan adik dari HZ," jelas Mulyadi.


    Tujuh pasien ini kata Mulyadi, tinggal serumah dan tidak memiliki riwayat perjalanan. Ketujuh pasien ini juga memiliki gejala Covid-19 seperti demam, batuk, flu, meriang, dan mual-mual.


    Pasien positif selanjutnya ialah LS (34) wanita, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Payung Sekaki. Pasien masuk rumah sakit pada 7 Agustus  dengan keluhan demam, pegal, nyeri ulu hati, badan lemas.


    Pasien diketahui bekerja di bank dan tidak ada riwayat perjalanan, serta menyangkal kontak erat dengan pasien positif.


    Kemudian MWH (22) laki-laki, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan. Pasien masuk rumah sakit pada 3 Agustus dengan keluhan batuk selama tiga bulan, neyeri dada, mual, dan hasil diagnosis radang paru-paru.


    Pasien positif selanjutnya ialah RR (27) laki-laki, warga Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, RG (23) laki-laki, warga Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, CWTO (27) wanita, warga Kelurahan Sukamulia, Kecamatan Sail. Ketiga pasien ini merupakan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.


    "Ketiga pasien merupakan karyawan yang bekerja di salah satu bank," ujarnya.


    Kemudian DS (40) laki-laki, warga Kecamatan Senapelan, RH (52) wanita, warga Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan. Kedua pasien mengikuti swab massal dan didapatkan hasil positif Covid-19. Riwayat perjalanan dan kontak kasus belum diketahui.


    RF (20) laki-laki, warga Kelurahan Sukamulia, Kecamatan Sail. Pasien mengikuti swab di Rumah Sakit Tentara dan hasilnya positif Covid-19. 


    SA (23) wanita, warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya. Pasien mengikuti swab mandiri di RSUD Arifin Achmad dan hasilnya positif Covid-19.


    Terakhir Y (45) wanita, warga Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan. Pasien ini suspek di RS Awal Bros Panam, yang mulai dirawat 8 Agustus.


    Disebutkan Mulyadi, pasien RR, RG, CWTO, DS, RH, RF, SA, dan Y ini tidak memiliki gejala atau orang tanpa gejala. "Istilahnya ialah kasus konfirmasi asimtomatik atau tanpa gejala," ucapnya.


    Berdasarkan data tersebut, total pasien positif yang dirawat sebanyak 109 orang, 144 orang dinyatakan sembuh dan 6 orang meninggal dunia.Rahmat


  • Istana Klarifikasi Logo HUT RI Mirip Salib

    By redkoranriaudotco → Senin, 10 Agustus 2020


    KORANRIAU.co-Kementerian Sekretariat Negara mengklarifikasi logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI yang disebut menyerupai simbol salib. Logo itu sebelumnya diprotes oleh ormas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) yang keberatan karena dianggap mirip salib.


    Sekretaris Kemensetneg Setya Utama mengatakan, logo itu telah sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75."Sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75 RI," ujar Setya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (10/8).


    Dalam pedoman tersebut menjelaskan bahwa logo yang disebut menyerupai simbol salib itu adalah 'supergraphic'.Supergraphic terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah menjadi 10 bagian.


    "Pecahan ini merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila," dikutip dari pedoman visual logo peringatan ke-75 RI.


    Untuk pengaplikasiannya, supergraphic ini disebut cukup fleksibel karena bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan yang menjadi satu kesatuan bentuk.


    Artinya dalam pemasangan logo supergraphic, dapat disusun 10 pecahan itu sesuai model yang diinginkan.Logo ini kemudian dapat dipasang di foto, banner, media sosial, maupun spanduk ucapan peringatan kemerdekaan ke-75 RI.


    Dihimpun dari sejumlah pemberitaan, sebelumnya ormas DSKS mempersoalkan logo peringatan kemerdekaan yang menyerupai salib. Mereka meminta logo yang terpasang di spanduk itu segera dicabut dan diganti dengan yang lain.cnnindonesia/nor

  • Fitch Sorot Utang Corona, Menkeu Tekankan RI Tak Ugal-ugalan

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah tetap hati-hati dalam menentukan arah kebijakan makro di tengah pandemi virus corona. Pemerintah tidak 'ugal-ugalan' dalam menciptakan aturan baru.


    Ini untuk merespons Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings yang menyoroti kebijakan pemerintah dalam melakukan pembiayaan utang dengan cara berbagai beban bersama Bank Indonesia (BI) atau burden sharing. Keputusan itu dinilai akan mempengaruhi kepercayaan investor.


    "Pemerintah tetap memiliki kerangka kebijakan ekonomi makro dan mikro sektoral yang seluruhnya dijaga secara hati-hati. Semua sesuai kebutuhan dan tidak ugal-ugalan," ucap Sri Mulyani dalam video conference, Senin (10/8).


    Sri Mulyani menjelaskan pihaknya telah menjelaskan kebijakan burden sharing yang ditempuh oleh pemerintah. Ia menegaskan pemerintah tak akan asal 'cetak uang' untuk kebutuhan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


    "Lalu mereka (Fitch Ratings) melihat APBN dan kebutuhan tetap terpenuhi. Namun bagaimana burden sharing dibagi dengan baik, mereka anggap bijaksana," jelas Sri Mulyani.


    Senada, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI telah mengambil berbagai kebijakan baik di sisi fiskal, moneter, maupun sistem keuangan secara hati-hati dan terukur untuk mengatasi dampak pandemi virus corona terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.


    Terbukti, kata Perry, berbagai indikator menunjukkan stabilitas makroekonomi yang masih terjaga. Ia mencontohkan Inflasi Juli 2020 yang tercatat 1,54 persen (year on year/yoy) dan diperkirakan berada dalam kisaran 3 persen + 1 persen pada 2020.


    Sebelumnya, Fitch Ratings menilai Indonesia masih sangat bergantung dengan pembiayaan eksternal pemerintah yang rendah. Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki tata kelola lemah dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara sejawatnya.


    Di sisi lain, lembaga tersebut memutuskan untuk mempertahankan peringkat utang luar negeri Indonesia (Sovereign Credit Rating) pada peringkat BBB/outlook stabil (investment grade). Beberapa faktor kunci yang mendukung peringkat tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang relatif baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah.cnnindonesia/nor

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com yLx3F0.jpg