BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga



Recent Posts

  • Sidang Prapid Eks Kadiskes Kampar, Rafi Akui Uang untuk Urus Kasus Korupsi Jamkesmas

    By redkoranriaudotco → Rabu, 29 Mei 2024

     

    Foto: Eks Kadiskes Kaampar Zulhendra Dasat saat mengikuti persidangan.






    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Sidang pra peradilan (Prapid) yang diajukan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kampar dr Zulhendra Das'at terhadap Ditreskrimsus Polda Riau, memasuki babak baru. Salah satu saksi, mengakui jika uang yang dikumpulkan dari kepala Puskesmas (Kapus) itu, untuk membantu pengurusan penyidikan dugaan korupsi dana Jamkesmas.

    Saksi yang dihadirkan kuasa hukum pemohon itu adalah M Rafi, yang merupakan mantan Kepala Puskesmas (Kapus) Desa Sibiruang, Koto Kampar Hulu. Rafi juga merupakan tersangka dalam kasus dugaan Pungli yang disangkakan bersama Zulhendra.

    Dihadapan hakim tunggal Daniel Ronald SH MHum itu, Rafi mengatakan, jika uang yang dikumpulkan dilakukan pada saat ada acara Kadiskes Kampar Zulhendra Das'at dengan seluruh Kapus Kampar di Hotel Furaya, Jumat (12/5/24). Pada saat itu, juga dibentuk Forum Kepala Puskesmas Kampar, yang berjumlah 31orang.

    "Kebetulan saya ditunjuk oleh teman-teman sebagai Bendahara Forum itu. Karena Bendahara, maka saya yang mengumpulkan uang tersebut"kata Rafi dalam persidangan, Selasa (28/5/24), di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

    Menurut Rafi, dari 31 Kapus yang hanya menyerahkan uang baru 12 orang. Total dana yang terkumpul saat itu sebanyak Rp85 juta,"terangnya.

    Rafi juga menyebutkan, pengumpulan uang itu bukan atas perintah Zulhendra. Tetapi murni dari keinginan anggota Forum.

    Awalnya Rafi menjelaskan, uang yang dikumpulkan itu untuk membantu kegiatan sosial Kapus. Misalnya, ada Puskesmas yang terbakar, anggota sakit, meninggal, pesta dan lainnya.

    Namun keterangan Rafi itu langsung dikonfrontir oleh Hakim Daniel. Pasalnya, keterangan Rafi berbeda dengan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Mapolda Riau.

    "Ini dalam BAP saksi mengatakan uang itu untuk pengurusan Kepala Puskesmas Laboi Jaya dan Air Tiris,  yang  bermasalah penyelewengan dana Jamkesmas di Polda Riau. Mana yang benar keterangan saudara ini?"tanya hakim.

    "Salah satu kegunaan uang, juga untuk pengurusan Kapus yang bermasalah itu Yang Mulia,"jawab Rafi dengan terbata-bata.

    "Begitulah. Jangan keterangan saudara ini berbeda- beda,"timpal hakim lagi.

    Selanjutnya Rafi memaparkan, pada saat di Hotel Furaya sekitar pukul 18.00 WIB, setelah menerima uang yang dikumpulkan itu, dia langsung ditangkap Tim Polda Riau. Dari tangannya, polisi mendapatkan uang Rp10 juta.

    "Kemudian mobil saya digeledah, ditemukan lagi Rp75 juta. Jadi totalnya, Rp85 juta,"ungkap Rafi.

    Rafi juga sempat menelpon Zulhendra untuk mengantarkan uang yang tekah dikumpul itu. Namun, Zulhendra meminta Rafi untuk memegangnya saja.

    "Lalu saya bilang uang simpan sama Bapak saja. Nanti saya antar sambil pulang. Pak Kadis pun setuju,"ulasnya.

    Setelah itu, Rafi yang sudah bersama Tim Polda Riau menuju rumah Zulhendra. Setibanya di rumah Zulhendra, Rafi kemudian menyerahkannya kepada Zulhendra.

    Kemudian lanjutnya, polisi langsung menangkap Zulhendra. Selanjutnya, saksi dan Zulhendra dibawa ke Mapolda Riau.

    Saksi lainnya yakni, Elfi yang merupakan istri Zulhendra. Dia membenarkan adanya penangkapan suaminya itu.

    "Sekitar pukul 11.00 malam Pak Hakim. Mereka mengaku dari Polda Riau,"jelasnya.

    Sewaktu penangkapan itu, Elfi mengaku ada ditunjukkan surat tugas oleh polisi."Mereka ada tunjukkan surat, tetapi saya hanya baca sekilas saja,"katanya.

    Malam itu juga sebut Elfi, suaminya dibawa ke Polda Riau. Dia sempat minta ikut mendampingi, tetapi dilarang petugas.

    "Besok paginya, barulah saya datang ke Polda Riau. Saya juga bertemu dengan suami dan penyidik,"ulasnya.

    Kuasa hukum Polda Riau Nerwan SH MH, sempat menanyakan apakah saksi Elfi ada menerima surat perintah penahanan (Sprinhan) suaminya itu dari penyidik. Awalnya, Elfi sempat mengelak telah menerimanya.

    Akan tetapi, setelah hakim memintanya untuk melihat dokumen surat Sprinhan itu, Elfi akhirnya mengakui. Apalagi, juga ada bukti tanda tangan Elfi dalam ekspedisi surat.

    "Oh iya Pak, ini memang ada. Itu juga tanda tangan saya,"sebut Elfi.

    Untuk diketahui, Zulhendra mengajukan Prapid ini karena tidak terima menjadi tersangka kasus Pungli dari sejumlah Kapus di Kampar. Dia juga tidak terima ditangkap dan ditahan, karena tidak ada menerima surat dari penyidik. nor










  • Mendagri Tito Copot Eltinus Omaleng dari Bupati Mimika

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co-- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberhentikan Eltinus Omaleng dari jabatan Bupati Mimika usai terseret kasus korupsi.


    Plh Pelaksana Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Aang Witarsa mengatakan pemberhentian Eltinus sesuai surat keputusan yang ditandatangani Tito pada 20 Mei 2024.

    "Benar, bahwa Bupati Mimika Eltinus Omaler telah diberhentikan sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 100.2.1.3-1 124 Tahun 2024 tentang Pemberhentian Bupati Mimika, Provinsi Papua Tengah, Eltinus Omaleng. Surat tersebut telah ditandatangani Mendagri Tito pada 20 Mei 2024," kata Aang saat dihubungi, Selasa (28/5).

    Ia mengatakan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

    "Guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, Mendagri telah menunjuk Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Mimika," ujar Aang.

    Mahkamah Agung (MA) sebelumnya menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Eltinus Omaleng terkait kasus korupsi proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32. Dalam hal ini MA mengabulkan kasasi tim jaksa KPK.

    "Amar putusan: KABUL. Terbukti Pasal 3 jo Pasal 18 UU PTPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Pidana penjara 2 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan. BB CF PU," demikian dilansir dari laman Kepaniteraan MA, Jakarta, Kamis (25/4).

    Perkara nomor: 523 K/Pid.Sus/2024 ini diadili oleh hakim ketua majelis Surya Jaya dengan hakim anggota Ansori dan Ainal Mardhiah. Panitera pengganti Wendy Pratama Putra. Adapun putusan dibacakan pada Rabu, 24 April 2024.

    Akhir April lalu, KPK mengatakan Eltinus seharusnya datang menyerahkan diri apabila memiliki itikad baik.

    Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengatakan putusan Kasasi MA itu telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah sehingga putusan itu dapat langsung dieksekusi.

    Di sisi lain, Tanak juga menegaskan opsi jemput paksa tetap terbuka apabila Eltinus tak kunjung menyerahkan diri.
    cnnindonesia/
    nor

  • Bos Mossad Dilaporkan Ancam Jaksa ICC Usai Selidiki Kejahatan Perang

    By redkoranriaudotco →


     

    KORANRIAU.co- Sebuah laporan menyebut mantan pimpinan Mossad mengancam kepala jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk mencoba membatalkan penyelidikan kasus kejahatan perang pada tahun 2021.


    Dalam liputan investigasi yang dilakukan surat kabar The Guardian, Selasa (28/5) Yossi Cohen, mantan kepala badan intelijen luar negeri Israel Mossad, mengancam mantan jaksa ICC Fatou Bensouda dalam serangkaian pertemuan rahasia.

    Seperti dilansir Al Jazeera, laporan ini sejalan dengan laporan lain yang menyatakan bahwa Israel dan sekutu utamanya di Barat berupaya menekan badan peradilan internasional tersebut.

    Menurut laporan itu, yang mengutip sejumlah sumber anonim, kontak rahasia Cohen untuk menekan Bensouda terjadi pada tahun-tahun menjelang keputusannya untuk membuka penyelidikan resmi atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah pendudukan Palestina.

    Pekan lalu, penerus Bensouda, Karim Khan,mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdasarkan penyelidikan yang diluncurkan pada tahun 2021.

    Khan mengumumkan bahwa kantornya memiliki alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant memikul tanggung jawab pidana atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Salah satu individu yang diberi penjelasan tentang aktivitas Cohen mengatakan dia telah menggunakan "taktik tercela" terhadap Bensouda sebagai bagian dari upaya yang pada akhirnya gagal untuk mengintimidasi dan mempengaruhi jaksa itu.

    Menurut laporan yang dibagikan kepada pejabat ICC, Cohen diduga mengatakan kepadanya: "Anda harus membantu kami dan biarkan kami menjaga Anda. Anda tidak ingin terlibat dalam hal-hal yang dapat membahayakan keamanan Anda atau keluarga Anda."

    Khan juga mengajukan surat perintah penangkapan terhadap tiga pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, Mohammed Diab Ibrahim al-Masri (juga dikenal sebagai Deif), dan Ismail Haniyeh atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Israel bukan anggota ICC dan tidak mengakui yurisdiksinya.

    Israel juga menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi PBB, yang, seperti ICC, bermarkas di Den Haag, Belanda.

    Para ahli percaya bahwa dakwaan ICC semakin melemahkan legitimasi perang Israel di Gaza dan mempersulit hubungan luar biasa Israel dengan sekutu Eropa yang merupakan anggota Statuta Roma.

    Namun AS, sekutu utama Israel, diyakini melindungi pemerintah Israel dari konsekuensi pelanggaran hukum internasional.
    cnnindonesia/
    nor

  • Jude Bellingham Pemain Terbaik LaLiga 2023/2024

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co- Jude Bellingham langsung moncer di musim pertamanya dan membawa Real Madrid juara LaLiga 2023/2024. Bellingham dinobatkan sebagai pemain terbaik.


    Bellingham memang krusial peranya dalam keberhasilan Madrid musim ini. Dibeli dari Borussia Dortmund dengan banderol 110 juta euro, Bellingham langsung moncer sebagai andalan mencetak gol setelah kepergian Karim Benzema.

    Dia bikin 19 gol dan enam assist dari 28 pertandingan di LaLiga. Bellingham bahkan sempat lama memuncaki daftar top scorer sebelum disalip penyerang Girona Artem Dovybk dengan 24 gol.


    Meski demikian, peran Bellingham terbilang krusial karena dia jadi nyawa baru permainan Madrid lewat aksi-aksinya. Alhasil, LaLiga sebagai operator kompetisi nomor satu di Spanyol itu menobatkan Bellingham sebagai pemain terbail LaLiga 2023/2024.


    "Terima kasih atas trofi ini. Saya minta maaf tidak bisa hadir di sana secara langsung karena persiapan final Liga Champions bersama pemain lain. Mungkin lain kali bisa hadir," ujar Bellingham di situs resmi LaLiga.


    "Saya dedikasikan award ini kepada seluruh rekan, staf, dan manajer yang selalu percaya dengan saya. Terutama yang penting adalah fans klub terbesar di dunia. Sampai berjumpa lagi, Hala Madrid!

    Untuk pemain muda terbaik tahun ini jadi milik striker Barcelona Lamine Yamal..detik/nor


  • Sidang Dugaan Suap Oknum Polisi dan Jaksa, Terdakwa Sri Bantah Keterangan Saksi

    By redkoranriaudotco → Selasa, 28 Mei 2024

    Foto: Nanda dan Kicky saat memberi kesaksian di PN Pekanbaru.
     


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Terdakwa dugaan suap Sri Haryati, oknum jaksa Kejari Bengkalis membantah keterangan saksi dalam persidangan digelar Selasa (28/5/24) petang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

    Dalam perkara ini, Sri tidak sendirian sebagai terdakwa dalam persidangan. Terdskwa lainnya adalah suaminya, oknum polisi Bripka Bayu Abdillah dari Polres Bengkalis.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tomi Jefisa SH, Nuraeni Lubis SH dan Muspidauan SH MH menghadirkan dua orang saksi. Keduanya adalah, Kicky Arityanto selaku Kasi Narkotika Bidang Pidum Kejati Riau dan Ananda Karmila selaku jaksa seksi Narkotika Kejati Riau.

    Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Dr Salomo Ginting SH MH, saksi Kicky mengaku dirinya ditawari terdakwa Sri Haryati uang Rp500 juta. Hal itu setelah dia menerima rencana tuntutan (Rentut) perkara narkotika dengan terdakwa Fauzan.

     

    ''Terdakwa menyampaikan mau menemui saya melaui saksi Nanda (Ananda Karmila, red), sekitar tanggal Februari 2023. Nanda melaporkan bawha Sri mau ketemu,''kata Kicky.

     

    Saat itu Kicky mengaku agak heran,karena tidak biasanya Sri ingin langsung bertemu. Apalagi, biasanya rentut dikirim lewat PTSP atau pelayanan terpadu satu pintu.

     

    Lalu JPU Muspidauwan bertanya, apa yang disampaikan Sri saat menawarkan Rp500 juta tersebut.

     

    ''Bang ada yang minta bantu, ini ada uang Rp500 juta,'' jawab Kicky.

     

    JPU kemudian bertanya Sri minta bantu perkara siapa saat menyebutkan uang Rp500 juta itu. Lalu Kicky memastikan itu perkara terdakwa Fauzan. 

     

    Kicky menyebutkan, Sri saat itu meminta agar terdakwa Fauzan tidak dituntut mati atau seumur hidup. Melainkan tuntutan 15 atau 20 tahun.

     

    JPU kemudian bertanya apakah hal itu terjadi ketika sudah selesai pemeriskaan saksi atau masih berjalan.

     

    ''Masih pemeriksaan, mendekati selesai. Tapi belum pemeriksaan tersangka,'' kata Kicky.

     

    Saat pertama kali menerima Rentut seumur hidup itu, saksi Kicky seperti dibenarkan saksi Nanda, meminta agar ada revisi. Dirinya melihat ketidak jelasan, karena rentut itu mencapai 5 lembar, kurang singkat.

     

    Setelah dminta perbaikan, baru beberapa pekan kemudian baru dkirim perbaikan. Kali ini Sri kembali menemui saksi, tapi dengan tawaran uang yang lebih rendah.

     

    ''Setelah itu dia datang lagi, sekitar April 2023. Dia bilang bang gak jadi Rp500 juta, Rp250 juta cuma ada,'' Kicky bersaksi.

     

    Akan tetapi, keterangan saksi Kicky dan Nanda itu dibantah oleh terdakwa. Sri mengaku, tidak menawarkan uang sebesar itu kepada saksi.

     

    “Saya tidak pernah Yang Mulia menawarkan atau membicarakan uang kepada  saksi. Baik yang pertama sebesar Rp500 juta maupun yang kedua Rp250 juta,”kata Sri didampingi kuasa hukumnya Wahyu Hidayat SH dan Ricky SH.

     

    Selain itu, Sri juga membantah pernah meminta Rentut kepada saksi Kicky selama 20 tahun penjara untuk tersangka Fauzan.”Tidak ada Yang Mulia,”ungkap Sri.

     

    Atas bantahan Sri itu kedua saksi tetap pada keterangannya semula. Hakim kemudian menunda sidang satu pekan mendatang.

     

     

    Dakwaan JPU menyebutkan, terdakwa Sri Haryati bersama Bayu Abdillah (dilakukan penuntutan secara terpisah) pada medio Januari-April 2023, sebagai yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan menerima hadiah atau janji.

     

    Hadiah atau janji itu diterima kedua terdakwa dari Karpiansyah alias Riko Bin Jamaloedin (dilakukan penuntutan secara terpisah), Eva Afriani Alias Mami dan Agung Prasetyo alias Bungsu (DPO). Eva merupakan istri Fauzan Afriansyah. Uang diberikan Rp999.600.000.

     

    Uang itu dengan maksud untuk meringankan hukuman Fauzan Afriansyah, terdakwa Narkotika di PN Bengkalis. Tindakan kedua terdakwa bertentangan Pasal 3, Peraturan Pemerintah RI Nomor 94 Tahun 2021 tanggal 31 Agustus 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

     

    Atas perbuatan itu, Sri dan Bayu dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 12 huruf a Undang–Undang (UU) RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke - 1 KUHP.

     

    Kemudian kedua. Pasal 12 huruf b UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke - 1 KUHP.

     

    Selanjutnya ketiga, Pasal 11 UU RI INomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke - 1 KUHP. nor

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com yLx3F0.jpg