BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Diduga Peras dan Tipu Korbannya Rp35 Juta, Ketua KNPI Riau LY Ditangkap

    By redkoranriaudotco → Rabu, 17 Juni 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru menahan seorang pria berinisial LY terkait dugaan tindak pidana pemerasan dan penipuan yang menyebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp35 juta.


    Pria yang kerap di beberapa kesempatan mengaku sebagai Ketua KNPI Riau ini diduga meminta sejumlah uang kepada korban dengan dalih menghapus pemberitaan yang telah terbit di media online, namun pemberitaan tersebut tidak kunjung dihapus setelah uang diserahkan.

    Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan kasus tersebut berawal dari laporan seorang warga berinisial MM yang merasa dirugikan setelah mentransfer uang puluhan juta rupiah kepada pihak yang menjanjikan penghapusan berita terkait dirinya dan keluarganya.

    "Perkara ini merupakan dugaan tindak pidana pemerasan atau pengancaman dengan ancaman pencemaran tertulis maupun membuka rahasia, atau penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 482, Pasal 483, dan Pasal 492 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," kata AKP Anggi, Rabu (17/6/26).

    Menurut AKP Anggi, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Pada 24 Desember 2025, korban berinisial MM berupaya meminta agar pemberitaan yang telah terbit mengenai dirinya dan keluarganya dapat dihapus atau diturunkan.

    "Dalam proses tersebut, korban kemudian diminta menyerahkan sejumlah uang. Pada 26 Desember 2025, korban mentransfer uang sebesar Rp35 juta ke rekening Bank BRI atas permintaan seseorang berinisial AP," jelasnya.

    Namun setelah uang ditransfer, lanjut Anggi, pemberitaan yang dijanjikan akan dihapus ternyata tetap tayang. Korban yang merasa dirugikan kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pekanbaru.

    "Setelah menerima laporan dan melakukan serangkaian penyelidikan serta penyidikan, penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan LY sebagai tersangka," ujarnya.

    Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit telepon genggam, dokumen rekening koran Bank BRI, formulir pembukaan rekening tabungan Bank BRI, formulir perubahan data rekening, tangkapan layar pemberitaan media online, 10 lembar tangkapan layar percakapan WhatsApp, serta bukti transfer Bank BCA senilai Rp35 juta tertanggal 26 Desember 2025.

    AKP Anggi menjelaskan, tersangka LY memenuhi panggilan penyidik pada Senin (15/6). Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, penyidik menerbitkan surat perintah penahanan terhadap yang bersangkutan.

    "Pada tanggal 15 Juni 2026 tersangka datang memenuhi panggilan penyidik. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik menerbitkan surat perintah penahanan terhadap tersangka untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut," pungkas AKP Anggi. hrc
  • Polisi dan BC Dumai Gagalkan Penyekudupan Sabu 27 Kilogram

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co, PEKANBARU- Satresnarkoba Polres Dumai bersama Bea Cukai (BC) Dumai menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 27.238,61 gram atau sekitar 27,2 kilogram. Dalam pengungkapan ini, tiga tersangka berhasil diamankan.


    "Barang bukti berupa 26 bungkus teh China warna hijau yang berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 27.238,61 gram," ujar Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang, Rabu (17/6/26).

    Barang bukti itu diperkirakan bernilai sekitar Rp26 miliar. Dengan asumsi satu gram sabu dapat digunakan oleh lima orang, dan sekitar 136 ribu jiwa terselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

    Angga menjelaskan, pengungkapan bermula pada Ahad (7/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, petugas Bea Cukai telah mengamankan sebuah kapal barang beserta seorang pria berinisial SU (44), yang diketahui merupakan kapten kapal.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasatresnarkoba Polresta Dumai bersama Tim Opsnal Unit II bergerak menuju Dermaga Pelabuhan Kota Dumai di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.

    Pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, Bea Cukai menyerahkan SU beserta barang bukti kepada penyidik Satresnarkoba Polres Dumai untuk dilakukan pengembangan.

    "Dari hasil penyelidikan, tim kemudian melakukan upaya pengungkapan terhadap pihak yang akan menjemput barang tersebut," ujar Angga.

    Polisi selanjutnya melakukan penyamaran dengan meminta SU menghubungi pihak yang akan menerima barang haram tersebut. Hasilnya, sekitar pukul 07.00 WIB petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial BA (47) di kawasan Jalan Datuk Laksamana, Kota Dumai.

    Dari pemeriksaan terhadap BA, penyidik memperoleh informasi bahwa pemilik sabu tersebut diduga seorang pria berinisial AK (52) yang berada di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

    Berbekal keterangan tersebut, tim Satresnarkoba langsung melakukan pengejaran. Pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB, AK berhasil diamankan di kediamannya di Jalan Pelajar, Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

    "Tersangka berinisial SU (44), BA (47), dan AK (52). Tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Dumai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," kata Angga.

    Polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut, termasuk asal-usul narkotika yang diselundupkan melalui jalur perairan tersebut. ck
  • Longsor di Kuala Enok Inhil: Empat Rumah Terjun ke Sungai

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Tanah longsor kembali terjadi di kawasan pesisir Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dilaporkan dari 14 rumah yang terdampak longsor, enpat di antaranya ikut terseret ke sungai yang tak jauh dari muara laut. 


    Peristiwa pada Selasa (16/6/26) pagi hari tersebut terjadi akibat abrasi tanah karena hantaman ombak. Longsor di daerah ini tergolong rawan longsor.  Hal ini diperparah kontur tanah yang labil. Longsor selain terjadi di  kawasan Pasar Kuala Enok pada pukul 09.45 WIB, juga terjadi di Jalan Kampung Jawa AEC pada pukul 10.00 WIB.

    "Tim kita masih di lokasi membantu korban sekaligus siaga mengantisipasi kejadian serupa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, R Arliansah, Rabu (17/6/26). 

    Kejadian longsor ini juga merusak fasilitas umum. Seperti vihara, jalan umum, dan pelabuhan. Selain itu, belasan Kepala Keluarga saat ini banyak yang mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari bencana. Sementara BPBD Inhil juga sudah menyediakan posko darurat. 

    Diiperkirakan total kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 320 juta. Korban jiwa maupun korban luka-luka dilaporkan nihil dalam kejadian ini.

    Lanjut Arliansyah, tim BPBD Inhil selain telah membantu evakuasi warga, juga sedang melakukan identifikasi dampak longsor.  Kemudian melakukan koordinasi dengan unsur pihak berwenang di tingkat kecamatan.

    "Untuk penyaluran bantuan bahan makanan pokok, kita sudah menyalurkan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah penanganan segera berupa pengamanan lokasi dan bantuan khusus bagi warga rentan seperti lansia dan balita,” papar Arliansyah lagi. mcr

  • Dorong UMKM Semakin Produktif, BRI Cabang Tanjungpinang Salurkan KUR Rp696 Miliar

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- BRI Cabang Tanjung Pinang mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp696 Miliar, hingga bulan Mei 2026, yang disalurkan kepada 17.996 debitur. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong UMKM agar semakin produktif dan berkembang.

     

    Pemimpin Cabang BRI Tanjung Pinang Syafrizal, menyampaikan bahwa  pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian. 

     

    Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di berbagai daerah di wilayah Tanjungpinang, dan sekitar memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

     

    Selain itu KUR menjadi wujud nyata dari komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.

     

    “Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Syafrizal, Rabu (17/6).

     

    Dijelaskan Syafrizal, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan.

     

    “Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, kami optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal,” jelasnya. 

     

    Untuk kedepannya, BRI Cabang Tanjungpinang akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif, sehingga pembiayaan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat.

     

    “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tutupnya. rls/nor

     

  • IRT Tukang Urut Tewas Bersimbah Darah di Rohul, Suami Menghilang

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Seorang ibu rumah tangga (IRT) Inur (50), yang berprofesi sebagai tukang urut, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)..

    Kasat Reskrim Polres Rokan Hul, AKP Toni Prawira, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan Selasa (16/6/2026) pagi oleh dua warga yang mendatangi rumah korban pada pagi hari.

    Penemuan berawal ketika salah satu warga yang merupakan rekan kerja suami korban datang untuk mengajak J berangkat bekerja. Namun, panggilan berulang kali tidak mendapat respons dari dalam rumah.

    "Pagi tadi teman suami korban datang ke rumah manggil-manggil untuk berangkat kerja. Namun tidak digubris oleh J," tegas Toni.

    Ada yang janggal karena J biasa telah beraktivitas di pagi hari di Desa Ngaso, Ujung Batu, saksi kemudian mengajak warga lain untuk masuk ke rumah.

    Kedua saksi membuka pintu rumah yang tidak terkunci. Mereka kaget melihat isi rumah berantakan. "Saksi semakin kaget melihat korban bersimbah darah di atas tempat tidur," kata Toni.

    Menurut Toni, ketika ditemukan tubuh korban tertutup tikar, sedangkan suami korban tidak ada di tempat. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Ujung Batu.

    Warga sekitar menyebut sebelum penemuan jasad, korban sempat menceritakan persoalan rumah tangga yang sedang dihadapinya. Selain itu, pada malam sebelum kejadian, korban masih terlihat bersama suaminya berinisial J di rumah.

    “Diduga pelaku adalah suami korban. Saat ini masih didalami karena yang bersangkutan tidak berada di lokasi saat mayat korban ditemukan,” ungkap Toni.

    Korban mengalami luka tusuk di bagian leher. Luka tersebut diduga menjadi penyebab kematian korban.

    "Jenazah korban telah dilakukan visum oleh untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," pungkas Toni. ck

     

     

     

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com