Browsing "Older Posts"

  • Pemerintah Berupaya Memulihkan Kondisi di Daerah Yang Terdampak Gempa di Sulteng

    By redkoranriaudotco → Minggu, 30 September 2018

    KORANRIAU.co, Jakarta  - TNI bersama Polri akan mengawal distribusi bantuan bahan makanan dan lainnya untuk korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. 
     
    "Bantuan TNI setiap hari dilaksanakan. Tadi saya bersama pak Kapolri yang saat ini masih berada di Palu untuk terus memantau perkembangan pendistribusian makanan agar bantuan sampai kepada masyarakat dengan aman," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dilansir dari antara https://m.antaranews.com/berita/753405/tni-polri-kawal-distribusi-bantuan-korban-gempa-palu usai menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka HUT ke-73 TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu
     
    Ia menegaskan, pengamanan pendistribusian bahan makanan bukan berarti ada penjarahan oleh warga, namun untuk memastikan bantuan tersebut sampai kepada korban gempa dan tsunami. 
     
    Panglima TNI pun menyatakan tidak ada aksi penjarahan yang dilakukan oleh warga.
     
    "Penjarahan tidak ada. Jadi, seluruh supermarket yang ada disana itu dibuka untuk diserahkan kepada masyarakat," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini. 
     
    Sementara itu Presiden Joko Widodo mengatakan, Yang pertama yang paling penting tadi saya tekankan pada seluruh kementerian, TNI, Polri, juga Pak Gubernur, agar penanganan yang dilakukan pertama adalah yang berkaitan dengan evakuasi,” katanya dilansir dari    http://presidenri.go.id/berita-aktual/tekankan-evakuasi-korban-jadi-prioritas-pertama.html di Bandara Mutiara Sis Al Jufri.
    "Terkait proses evakuasi ini, Presiden mengatakan ada beberapa desa yang masih belum bisa dievakuasi karena keterbatasan alat berat". Ujarnya. 
    Presiden menegaskan, Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas publik yang terdampak gempa dan tsunami. Proses rekonstruksi dan rehabilitasi menurut Presiden akan dilakukan setelah tahapan evakuasi selesai, tegasnya. 


    “Termasuk jembatan yang ambruk, rumah sakit yang rusak, bandara yang rusak, sekolah rusak, dikerjakan pemerintah,” tutup presiden. ***

  • Upaya Restu Melawan Sindrom Rubella Memerlukan Bantuan Dana

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co, SIAK -- Suasana ruangan di rumah kediaman Sutriawan Saputra dan Endang Sri NIwana di Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau mendadak menjadi lautan air mata saat mereka berdua silih berganti menceritakan anaknya yang menderita Congenital Rubella Syndrome (CRS) yang merupakan dampak virus campak dan rubella. Apalagi saat orangtua anak malang itu bercerita duka cita mereka mengurus dan mengobati Restu --anak mereka.

    Ketika ditemui pada Ahad (30/9/2018), Sutriawan atau Iwan bercerita, anak mereka bernama Muhammad Restu. Ia lahir pada 16 November 2014 dan saat ini usianya 3 tahun 10 bulan. Restu lahir melalui proses persalinan caesar di salah satu rumah sakit ibu dan anak di Kota Pekanbaru.

    “Restu lahir prematur dengan usia kandungan 32 minggu dengan berat badan 1.600 gram dan dirawat dalam ruangan NICU selama seminggu,” ujar Iwan saat bercerita kepada Koran Riau.

    “Restu juga mengalami Conginetal Rubella Syndrome (CRS) atau Penyakit Kecacatan Akibat Rubella,” tambah Endang.

    Kedua matanya mengalami katarak konginetal dan sudah dioperasi pada usia 4 bulan di RSUP M Djamil Padang, Sumatera Barat. Operasi itu bisa dilakukan dengan bantuan seorang ibu dokter mata yang baik hati. Sekarang Restu menunggu tanam lensa tapi belum dapat terlaksana.

    Dengan suara lirih Endang mengatakan, anaknya sempat mengalami Jantung ASD, namun sudah menutup pada usia Restu menginjak angka 3 tahun. Ia dan suaminya rutin membawa Restu berobat dan kontrol ke dokter jantung anak yang juga baik hati.

    “Namun yang belum pulih yaitu Moderate Membranous Supravalvular PS dan harus terus kontrol lagi sampai benar-benar sembuh,” tambah Iwan

    Lanjut Iwan, telinga Restu tuli sensorineural derajat sangat berat kanan kiri yaitu 110 desibel didapat dari hasil tes OAE, ASSR & BERA. Anjuran dokter THT, Restu harus Cochlear Implant/Implan Rumah Siput dan atau pakai alat bantu dengar (ABD).

    “Alhamdulillah kami baru saja mampu memakaikan alat itu di telinga Restu (meskipun) sebelah kanan saja karena harganya mahal dan lumayan menguras kocek,” sebut Iwan.

    Suasana di rumah itu makin pecah saat isak tangis keluarga saling bersahutan saat ibunda tercinta restu mengatakan, “Restu juga terkena Herniatomy dan sudah dioperasi pada usia 7 bulan.”

    Bertubi-tubi cobaan yang harus dijalani Restu. Endang menyampaikan anaknya itu bahkan pernah mengalami dehidrasi berat dan dirawat dalam ruangan NICU. “Pernah muntaber dirawat selama enam hari dan panas tinggi dirawat selama enam hari,” ucapnya.

    “Sesak nafas dan batuk rejan yang harus di nebu juga pernah beberapa kali, serta alergi susu sapi,” sahut Iwan.

    Iwan mengatakan, Restu tidak seperti normalnya anak-anak lain yang umur 1 tahun sudah bisa berjalan. Ia baru dapat berjalan pada usia dua tahun lebih, itu pun karena setelah melalui fisioterapi di rumah sakit. Dan untuk keluar-masuk rumah sakit, sudah tak terhitung lagi.

    Iwan menambahkan, perjuangannya bersama istri dan anaknya masih panjang, Ia harus memebelikan alat implan rumah siput (cochlear implant) supaya telinga Restu dapat mendengar lebih baik. Juga harus tanam lensa untuk kedua matanya agar fokus melihat.

    “Restu harus banyak ikut terapi d iantaranya terapi okupasi, terapi wicara, pendengaran dan terapi AVT (Auditory Verbal Therapy) tapi belum terlaksana dikarenakan tempat terapinya ada di Kota Pekanbaru,” kata Iwan.

    “Perlu waktu dua sampai tiga jam perjalanan dari tempat tinggal kami, ditambah biaya yang cukup besar,” sahut Endang.

    Suasana mengharu biru kian pecah saat Endang mengenang meninggalnya adik perempuan Restu yang hanya bisa menikmati hidup di dunia selama 7 hari. “Ia kami beri nama Khadijah Qurrota Aini, lahir pada tanggal 26-04-2018 dengan berat badan 1.765 gram dengan usia kandungan 33-34  minggu,” jelas Endang.

    Aini sempat dirawat dalam ruangan NICU dan hasil diagnosa dokter sangat berat sakitnya. Hingga akhirnya pada 2 Mei 2018 pukul 20.05 WIB dia menghembuskan nafas terakhirnya.

    Ia menjelaskan, sebelumnya selama kehamilan atau di dalam kandungan anaknya itu selalu sehat-sehat saja. Mereka pun rutin tiap bulan kontrol ke dokter spesialis kandungan. “Namun Allah lagi-lagi berkehendak lain,” ujar Iwan. Air matanya terjatuh saat bercerita.

    Iwan menjelaskan, dengan keterbatasan biayanya dalam mengobatkan anak, ia sudah berusaha meminta bantuan dari mulai aparatur pemerintahan Kampung, Kecamatan hingga Dinas Sosial. Namun ia mengaku belum ada hasil. “Mungkin hati mereka belum terbuka,” ujarnya.

    Ia berharap, jangan ada lagi yang bernasib seperti Restu dan Aini di Kabupaten Siak khususnya dan Provinsi Riau pada umumnya.

    “Semoga ada dermawan dan pemangku kebijakan di negeri tercinta ini peduli dan berempati terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (children spesial needs) seperti Restu,” tutup Iwan. (Alfath)



    foto;foto: istimewa
  • Pertamina Terus Upayakan Pelayanan BBM di Sulawesi Tengah

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co, Makassar -- PT Pertamina (Persero) terus mengupayakan pelayanan bahan bakar minyak untuk masyarakat pascabencana alam gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jum'at (28/9) yang lalu. Upaya optimalisasi pelayanan dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber daya alam.

    Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Wilayah VII Roby Hervindo menyatakan, dari total seluruh pekerja Pertamina di Palu dan Donggala, sekitar 50 persen personel yang sudah terdata dari bencana langsung bekerja melayani masyarakat. Sementara pemisahan masih dilakukan pencarian. 



    Dilaporkan pada Sabtu (29/9), pelayanan untuk konsumen BBM di SPBU yang bisa tetap berlangsung hingga tengah malam, meskipun dalam kondisi terbatas. Selain itu, Pertamina melakukan upaya maksimal untuk melakukan penyaluran BBM dari Terminal BBM (TBBM) Donggala. Lupakan bahwa TBBM Donggala dan bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi.

    Sabtu (29/9) malam, tim TBBM Donggala mengirim suplai solar ke RS Undata di Palu. Pagi Ahad (30/9), Pertamina kembali membeli BBM Solar menggunakan mobil tangki untuk kebutuhan operasional di RS tersebut.

    Lebih dari 200 korban gempa dan tsunami dirawat di sini. Sebagian besar pasien tulang belakang yang terdiri dari pasien dewasa, anak-anak, dan beberapa pasien ibu hamil.

    Roby menambahkan, Pertamina sudah memberangkatkan tambahan suplai sekitar 245 ribu liter BBM menuju Palu dan Donggala. Pengiriman pasokan menggunakan tangki BBM dari Terminal BBM Palopo, Parepare, dan Tolitoli.

    “Tantangannya adalah pendistribusian dari Palu ke Donggala yang sampai saat ini aksesnya masih terputus dan kerusakan pada sarfas TBBM Donggala. Kami menggunakan pendistribusian dari Donggala ke Palu menggunakan drum-drum yang diangkut mobil pikap,” jelasnya melalui rilis resmi.

    Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan pasokan untuk bahan bakar pesawat udara, pada Sabtu (29/9), Pertamina memberangkatkan mobil tangki avtur dari Mando dan Luwuk. Untuk menggali tugas di lokasi bencana alam, Pertamina dan juga membantu karyawan membangun tangki dari Pare-pare dan Kendari, serta sekitar 50 personel operator SPBU bantuan dari operasi Sulawesi.

    PT Pertamina (Persero) juga telah mendirikan Posko sementara penanganan korban gempa di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah sejak Sabtu (29/9). Dua posko didirikan yaitu di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Mutiara Palu dan di Terminal BBM (TBBM) Donggala. Selain dua posko tersebut, Pertamina sedang mengupayakan satu posko lagi di Kota Palu bekerja sama dengan Hiswana Migas DPC Sulawesi Tengah.
    Pertamina dan bantuan logistik dan obat-obatan ke Donggala.

    Untuk mempercepat penyaluran, bantuan dikirim dengan menggunakan beberapa titik dari titik lokasi dari Makassar, Gorontalo, dan Palopo. Tim Pertamina terdiri dari tenaga medis dan relawan untuk membantu keamanan dan peralatan untuk keperluan posko manusia di lokasi bencana. Sebagian tim relawan telah tiba di Palu dan Donggala. (rilis)

  • Berselisih Terus-Menerus Dominan jadi Penyebab

    By redkoranriaudotco →
    (ilustrasi perceraian)


     KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Perkawinan adalah sebuah ikatan janji antara dua orang yang untuk meresmikan hubungan dalam norma hukum, norma sosial dan norma agama. Meski begitu, perkawinan yang  bertujuan untuk membangun rumah tangga yang diinginkan ternyata tidak semua pasangan bisa mencapai itu.

    Terkadang, pasangan satu dengan yang lainnya rela berhenti di tengah jalan atau memilih berpisah dengan pasangannya. Tidak sedikit pula, hubungan pernikahan suci yang diikat dengan ijab dan kabul tersebut harus dinyatakan bercerai oleh hakim di pengadilan. Tercatat pada Agustus 2018 lalu, sebanyak 200 perkara cerai talak dan cerai gugat di layangkan ke Pengadilan Agama (PA) Pekanbaru, Riau.

    Dibandingkan dengan perkara lain, cerai talak dan cerai gugat merupakan perkara yang paling banyak disidangkan di PA Pekanbaru. Dilihat dari data tahun 2017 lalu, sebanyak 1.956 perkara yang masuk ke PA Pekanbaru kurang lebih tiga perempat dari perkara tersebut adalah cerai gugat dan cerai talak.

    Hal itu diakui oleh Barmawi, hakim di Pengadilan Agama Pekanbaru. “Persentase perkara cerai gugat dan cerai talak lebih besar dari perkara lainnya,” ujar Barmawi, pekan semalam kepada Koran Riau.

    Ia juga mengungkapkan sejumlah faktor yang penyebab masyarakat Pekanbaru mengajukan perkara perceraian. Di antaranya adalah, zina, mabuk, madat, judi, meninggalkan salah satu pihak, dipenjara, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, dan cacat badan. Kemudian perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus, kawin paksa, murtad, dan ekonomi.

    “Dari semua faktor tersebut, yang paling dominan alasan mereka bercerai karena perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus terjadi. Jadi, memang sudah tidak bisa disatukan lagi dan memang lebih baik berpisah,” sebutnya.

    Tercatat pada Agustus 2018, 98 perkara perceraian disebabkan karena perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus. Sepanjang 2018 dari Januari hingga Juli terdapat 755 perkara perceraian yang diakibatkannya.

    “Jika dibandingkan faktor penyebab perceraian lainnya, seperti ekonomi, zina dan lainnya, tidak begitu signifikan,” ujar Barmawi.


    Korban
    Terlepas dari itu, Barmawi juga mengungkapkan bahwa imbas dari perceraian itu adalah anak-anak. “Anak-anaklah yang menjadi korban. (Perceraian) ini akan membuat anak-anak tersebut menjadi kurang kasih sayang dari kedua orang tua. Tidak menutup kemungkinan anak-anak akan menjadi nakal,” ungkapnya.

    Sementara, Ririn (33 tahun) yang sudah menyandang status janda sejak 2013 lalu mengatakan bahwa dirinya memutuskan bercerai dari suaminya dikarenakan sudah tidak sepaham lagi. “Karena sudah tidak cocok lagi dan tidak sepemahaman, sudah beda prinsip,” kata Ririn, Jumat (28/9)

    “Kakak lebih sering menghindar daripada cekcok yang terus-menerus. Apa yang kita larang dilakukan juga. Apa diusulkan tidak dipertimbangkan. Jadi memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi,” ceritanya.

    “Apa yang kita sepakati bersama dilanggar, jadi memang sudah sulit, dan kenyamanan internal pun sudah tidak nyaman,” ujarnya.

    Soal anak, Ririn mengatakan itu sempat diperebutkan. “Tapi hakim tetap mumutuskan bahwa anak-anak ikut bersama dengan kakak,” pungkasnya.

    Berbeda dengan Ririn, Deswita memilih memutuskan hubungannya lantaran sudah tiga kali dibohongi, ketidakjujuran dan keterbukaan suaminya. Hal itu dikarenakan adanya pihak ketiga di luar hubungan pernikahan mereka.

    “Kejadian itu sudah tiga kali terjadi sejak tahun 2015 lalu. Sebab tahun 2015 lalu sudah pernah juga mengajukan cerai gugat ke pengadilan, namun pada saat itu hanya sampai pada tahap mediasi, karena kami berhasil damai dan memaafkannya di mediasi tersebut. Sehinga kami melanjutkan kembali hubungan rumah tangga kami,” jelasnya, yang menikah 11 tahun sebelum bercerai 2017 lalu.

    penulis: Rahmat Hidayat
  • Pesta Sabu, Pelajar dan Polisi Ditangkap

    By redkoranriaudotco →
    (Ilustrasi Sabu)



    KORANRIAU.co, Bengkalis -- Empat lelaki di Kabupaten Bengkalis, Riau diamankan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis lantaran kedapatan sedang pesta sabu. Dalam penggerebekan itu, seorang anggota polisi dan seorang pelajar ikut diciduk.

    Kasat Reserse Narkoba Polres Bengkalis AKP Syahrizal membenarkan penggerebekan itu. Dia menyebutkan, saat ini para pelaku termasuk anggota polisi ditahan untuk proses pengembangan kasus tersebut.

    “Kita mengamankan empat orang pria mengonsumsi sabu di sebuah rumah Jalan Antara, Gang Flamboyan, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis. Kabupaten Bengkalis,” kata Syahrizal kepada Koran Riau, Ahad (30/9/2018).

    Syahrizal menyebutkan, penangkapan itu dilakukan petugas pada Jumat (28/9/2018) sekira pukul 20.30 WIB. Adapun inisial masing-masing tersangka adalah, TD (31) anggota Polri,  DH (21) seorang pelajar, kemudian Yt (33) dan DS (25 ) pekerja swasta. Kasus ini terungkap, berkat informasi dari masyarakat.

    “Mendapatkan informasi tersebut, petugas turun untuk melakukan penyelidikan. Setibanya di lokasi, petugas menemukan TA, pemilik rumah dan tiga orang lainnya sedang melakukan pesta sabu di dalam kamar,” kata Syahrizal.

    Selanjutnya tim langsung melakukan penggeledahan rumah dan ditemukan satu paket sedang sabu, dua kaca pirex diduga berisikan sabu, satu alat hisap bong, satu tas ransel, tujuh unit telepon genggam, uang tunai Rp5,2 juta, beserta dua unit kendaraan sepeda motor merek honda CRF dan yamaha king.

    “Dari pengakuan tersangka Yt, narkoba itu dia beli dari seseorang berinisial I yang tinggal di Rupat dan kini masuk daftar pencarian orang,” pungkas Syahrizal. (San)

  • Tunda Salur DBH 2017 tidak Dibayar Tahun ini

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co, Pekanbaru -– Pemerintah Provinsi Riau mengaku menerima surat penjelas atas penyelesaian kurang bayar dana bagi hasil (DBH) tahun 2017, dan Permenkeu Nomor 103 Tahun 2018 tentang penetapan kurang bayar dan lebih bayar DBH tahun 2018.

    Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, dalam surat itu menyatakan untuk DBH Riau tahun 2017 yang mengalami tunda salur tahun ini Pemerintah belum bisa membayar.

    “Dalam surat tersebut menjelasakan dasar hukum penetapan dan pencatatan hak dan kewajiban atas rencana kelebihan bayar dan kurang bayar DBH di masing-masing provinsi, kabupaten dan kota yang realisasi penyaluran telah ditransfer ke rekening keuangan daerah pada tahun 2017,” katanya, akhir pekan semalam.

    Kemudian ditegaskan pula, realisasi penerimaan negara yang telah dibagihasilkan pada 2017 telah diaudit BPK. Di mana penerima negara yang telah dibagihasilkan mulai 2012-2017 yang baru diusulkan untuk dibagihasilkan.

    Dalam surat itu, sebut Ahmad Hijazi, poin pertama menjelaskan penyaluran kurang bayar DBH dimaksud akan dilaksanakan melalui PMK penyaluran berdasarkan penganggaran alokasi korban bayar DBH di dalam APBN.

    Poin kedua, penyaluran kurang bayar DBH akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi kemampuan keuangan negara.

    Poin ketiga, lebih bayar DBH yang ditetapkan dalam PMK 103 Tahun 2018, dan PMK Nomor 7 Tahun 2018 merupakan alokasi lebih DBH yang baru ditetapkan sebagaimana dijelaskan dalam poin pertama, sehingga menambah alokasi lebih bayar DBH yang sudah ditetapkan sebelumnya bagi pemerintah daerah dan belum diselesaikan dalam pemotongan DBH.

    “Poin ini menegaskan kalau ada lebih bayar kita dari rekonsiliasi perhitungan, langsung dipotong pusat. Tapi kalau kurang bayar, sampai sekarang belum dibayarkan. Tahun ini dua kali kena, tendang kiri kanan dan tendang atas bawah,” tambahnya.

    Kondisi tersebut hampir dirasakan semua daerah penghasil minyak dan gas (Migas) seperti Provinsi Riau, menderita.

    Poin keempat, adapun untuk kebijakan DBH tahun 2018, penyaluran DBH triwulan empat akan disalurkan atas dasar PMK perubahan rincian alokasi DBH berdasarkan proknosis realisasi penerimaan negara, yang dibagihasilkan pada tahun 2019.
    Poin kelima, penyaluran DBH triwulan keempat dimaksud dilakukan dengan memperhitungkan pemotongan alokasi lebih bayar DBH dari masing-masing provinsi dan kabupaten/kota.

    "Bisa dibayangkan, DBH 2018 sudah mau ditunda. Kalaupun ada kelebihan bayar langsung dipotong pusat,” sebutnya.

    Poin selanjutnya dalam rangka menjaga integritas pelayanan kiranya agar tidak memberikan pemberian dalam bentuk apapun kepada pegawai Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu.

    “Jadi kita sudah diingatkan. Dengan adanya kebijakan-kebijakan itu jangan coba-coba menyogok untuk bisa disalurkan cepat DBH. Menyogok saja tak boleh, apalagi melawan. Kita harap masyarakat mengerti persoalan ini. Itu lah yang kita hadapi sekarang,” harapnya. (Des)

  • Tabrani Rab 77 Tahun Diperingati Sederhana

    By redkoranriaudotco →

    Mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit, berusaha untuk berkomunikasi dengan Tabrani Rab yang tergeletak sakit, sempena hari lahir sosok tersebut ke-77 tahun, Ahad semalam. (Foto: Koran Riau/Ist)



    PEKANBARU (KR) - Hari lahir Prof Dr Tabrani Rab yang ke-77 tahun, Ahad semalam (30/9/2018), diperingati secara sederhana. Selain dihadiri putra-putrinya, sejumlah tokoh Riau terlihat hadir seperti mantan gubernur Riau H Saleh Djasit dan Suwardi MS. Tabrani sendiri tergeletak sakit, tidak bisa berkomunikasi dengan sesiapa pun.

    Susiana Tabrani –putrinya-- dalam sambutannya mengatakan, Tabrani sejak tahun lalu mengalami berkali-kali serangan stroke. Tapi paling terberat pada pertengahan September 2017. Sempat dirawat di rumah sakit, ia akhirnya dirawat di rumah.

    Kesehatan Tabrani terlibat cukup berkembang. Beberapa bulan lalu, dia hampir tidak merespon tamu, tetapi sekarang terlihat matanya seolah-olah berbicara. Dia terlihat lebih segar dibandingkan beberapa bulan lalu.

    Menurut Susi, ia bersama saudaranya berusaha mewujudkan apa yang diinginkan oleh Tabrani semasa masih sehat. “Ia ingin punya pesantren, kami buatkan pesantren,” kata Susi seraya menambahkan, berbagai program sedang disusun atas nama Tabrani selain menjalankan program yang sudah ada seperti rumah sakit, perguruan tinggi atau universitas, dan sekolah-sekolah.

    Yang baru dilaksanakan adalah Galeri Tabrani yang dibuat di rumah kediaman Tabrani sehari-hari sewaktu masih sehat. Dalam beberapa bulan mendatang diharapkan wujud Tabrani Convention Centre. Sedang disusun juga otobiografi Tabrani.

    Sejumlah tamu juga diberi kesempatan untuk menyampaikan kesannya seperti Saleh Djasit dan Suwardi. Kesemuanya mengatakan amat gembira karena anak-anak Tabrani menjalankan cita-cita orangtuanya dengan suatu semangat yang besar. Mereka diharapkan tetap kompak karena apa yang telah dilakukan memerlukan stamina tinggi.

    Di sisi lain, para tokoh pun menyampaikan bahwa semasa sehatnya, Tabrani telah banyak berjuang untuk daerah ini. Tak pelak lagi kalau Riau berutang pada Tabrani dalam berbagai bidang. (TIJ)
  • Terbakar 20 Hektare, Polisi Segel Lahan Perusahaan di Pelalawan

    By redkoranriaudotco →
    (Ilustrasi)



    KORANRIAU.co, Pekanbaru (KR) – Kepolisian Resor Pelalawan, Riau memasang garis polisi dan menyelidiki kasus kebakaran lahan dan hutan seluas sekitar 20 hektar, termasuk di areal hak guna usaha (HGU) kebun kelapa sawit PT Langgam Inti Hibrindo (LIH). Kebakaran lahan di perusahaan ini sudah dua kali terjadi.

    “Iya benar. Sudah kita pasang police line untuk penyelidikan. Luasnya kurang lebih 20 hektar, termasuk dalam lahan PT LIH dan sebagian lahan yang berbatasan dengan warga Desa Penarikan Kecamatan Langgam,” ujar Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Iwan kepada Koran Riau, Ahad (30/9/2018).

    Dikatakan Kaswandi, kebakaran lahan di lokasi ini terjadi sejak Rabu (26/9/2018) lalu. Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri dan Manggala Agni berjibaku memadamkan api di lokasi. Saat ini, kondisi api telah padam dan menyisakan asap dari tunggul kayu.

    “Penyidik Reskrim sedang menyelidiki kasus kebakaran di lahan perusahaan itu,” tegas Kaswandi.
    Untuk diketahui, PT LIH sendiri sudah pernah terseret dalam kasus kebakaran lahan. Pada akhir Juli 2015, sebagian tanaman sawit PT LIH sekitar 200 hektar di Desa Gondai Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

    Perusahaan yang mengantongi HGU seluas 8.716 hektar kebun kelapa sawit ini sempat dibekukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

    Meski sempat dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan pada 2016 lalu, Manager Operasional PT LIH Frans Katihokang (50), akhirnya divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA). Ia diganjar hukuman 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar, atas kebakaran yang mengotori udara kala itu.

    Selain kasus kebakaran, PT LIH saat masih menjadi anak usaha PT Provident Agro Tbk (PALM) ini, juga sempat disorot lantaran diduga tidak menyediakan akomodasi yang layak bagi pekerjanya.

    Anggota DPRD Riau Sugianto sempat meninjau lokasi barak pekerja yang hanya beratap terpal seluas 2 kali 3 meter untuk satu keluarga.

    PT LIH sendiri telah dijual oleh PALM kepada PT Inti Nusa Sejahtera (INS) dan PT Buana Citra Usaha Abadi (BCUA) pada Juni 2018 lalu. PALM mendapat dana sebesar Rp52,84 miliar dalam penjualan tersebut. (San)

  • Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Milad ke-36 Universitas Lancang Kuning

    By redkoranriaudotco →

     
    Rektor Dr Hj Hasnati melepas peserta gerak jalan santai dalam rangka Milad ke-36 Universitas Lancang Kuning. (Foto: Humas Unilak)

    KORANRIAU.co, PEKANBARU Sekira dua ribu lebih peserta mengikuti gerak jalan santai dalam rangka milad ke-36 Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru pada Ahad pagi (30/9/18). Rektor Unilak Dr Hj Hasnati langsung melepas peserta dengan mengibarkan bendera hitam-putih.

    Jalan santai yang dimulai dari Gedung Rektorat Unilak itu diikuti para dosen, pegawai, mitra kerja Unilak, alumni, mahasiswa serta  pengurus yayasan raja Ali Haji. Tampak hadir guru besar Unilak Prof Dr Syafrani, Wakil Rektor II Erminasari STP MSc, Direktur Pascasarjana Prof Dr Sudi Fahmi, Wakil Rektor III Dr Eddy Asnawi, jajaran dekan,wakil dekan, kepala badan lembaga, dan para mitra Unilak di antaranya Bank RiauKepri, Bank BTN, Bank BNI, Telkomsel, RAPP, Indah Kiat dan sebagainya.

    Gerak jalan di mulai 7.30 pagi. Usai rektor melepas bendera start, seluruh peserta semangat berjalan sejauh 3 Km dengan rute komplek Unilak, Jalan Umban Sari, kemudian ke Jalan Yos Sudarso, dan berlanjut masuk ke kompleks Unilak.

    Sesampainya kembali ke kampus, peserta disuguhkan dengan beranekaragam jajanan tradisional yang disediakan secara gratis, di antaranya nasi goreng, soto, roti jala, nasi kuning, mie goreng dan lainnya. Jajanan tradisional ini di bawah naungan Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (P2K2) yang juga melibatkan mahasiswa dengan tujuan membangun semangat kewirausahaan mahasiswa

    Hari jadi ke-36 Unilak tahun 2018 ini diperingati dengan semarak oleh keluarga besar Unilak. Milad Unilak jatuh pada tanggal 9 Juni, namun puncak rangkaian acaranya pada tahun ini diperingati dengan kegiatan gerak jalan sehat, Ahad pagi.

    Rangkaian acara pada milad ini telah dilakukan sejak bulan Juni dengan melakukan berbagai perlombaan, di antaranya lomba kebersihan tingkat fakultas.

    Rektor Unilak Dr Hj Hasnati dalam sambutannya menyebutkan, lebih dari 150 hadiah disediakan panitia untuk peserta gerak jalan santai. Milad Unilak jatuh pada bulan Juni, namun dikarenakan Juni itu mahasiswa libur dan berdekatan dengan puasa dan hari raya maka diadakan di bulan September,” ujar Rektor.

    Sementara itu ketua panitia milad Erminasari STP MSc mengatakan, jalan sehat ini diikuti oleh lebih dari 2000 orang lebih banyak dibandingkan tahun lalu, dan jumlah hadiah tahun ini meningkat. “Jika tahun lalu hadiah berjumlah sekitar 95 maka di tahun ini ada 150 hadiah yang disediakan panitia. Seluruh fakultas dan lembaga/unit di lingkungan Unilak juga memberikan hadiah doorprize. Selain  hadiah-hadiah ini, juga ada yang diberikan mitra Unilak.

    “Terimakasih kepada mitra kerja, semoga kerjasama ini dapat ditingkatkan,” tutup Erminasari. (Humas Unilak)

  • Hingga Sabtu Siang, BNPB Sebut Korban Gempa Sulteng 384 Orang

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 29 September 2018

    KORANRIAU.co, Jakarta ‐‐ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban gempa Palu sudah mencapai 384 orang terhitung Sabtu (29/8) siang.

    "Jumlah 384 orang meninggal dunia, ini hanya yang di Palu, belum yang di Donggala," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/9.

    Sutopo menyebut saat ini para korban ditangani oleh beberapa rumah sakit si Palu, seperti Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Samaritan, dan Rumah Sakit Wirabuana.

    Saat ini proses evakuasi masih dilakukan oleh BNPB dan Tim Sar Gabungan. BNPB memperkirakan jumlah korban masih akan terus bertambah, kata Sutopo.

    "Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih dalam proses evakuasi. Belum semua korban yang ditemukan bisa diidentifikasi di rumah sakit," lanjutnya.

    Puluhan hingga ratusan orang diperkirakan belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa berkekuatan 7,4 skala Richter yang memicu Tsunami di Sulawesi Tengah.

    BNPB mencatat kebanyakan orang yang meninggal itu adalah korban gempa. Hotel Roa-Roa di Palu juga ambruk hingga rata dengan tanah akibat gempa 7,4 skala Richter itu.

    Sementara itu, BNPB belum dapat memastikan informasi mengenai kerusakan dan korban gempa di Donggala karena akses yang masih sulit.***

    Sumber: CNN Indonesia
  • Kondisi terkini Gempa Di Donggala dan Palu

    By redkoranriaudotco →
    Korban Terdampak Gempa ( Foto : Daring) 
    KORANRIAU.co, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, kondisi terkini bencana gempa dan tsunami dikota Palu.

    Dalam akun twitternya Sutopo menjelaskan, Kondisi pantai di Kota Palu pascatsunami. Kerusakan cukup parah. Bangunan hancur dan rata tanah. Beberapa korban meninggal ditemukan akibat gempa dan diterjang tsunami. Evakuasi terus dilakukan, jelasnya. https://t.co/hQdJCr6ioB

    Kemudian kata dia, 83 personel TNI dan bantuan barang seberat 6.943 Kg dikirim ke Palu menggunakan pesawat Hercules. Barang yang diangkut diantaranya Tenda Pleton sebanyak 3 Unit, Velbed sebanyak 83 Unit, Alat Operasi, dan Genset sebanyak 1 Unit, katanya 

    Sementara itu, "Kondisi kerusakan di pesisir dan rumah sakit di Kota Palu. Jumlah korban terus bertambah. Evakuasi terus dilakukan. Potensi nasional digerakkan membantu penanganan darurat di Palu dan Donggala", tutupnya. 
  • Buwas Pimpin Kwarnas Pramuka

    By redkoranriaudotco → Jumat, 28 September 2018
    Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Terpilih Kak Budi Waseso ( Foto : daring) 
    KORANRIAU.co, Kendari – Kak Budi Waseso yang biasa akrab disapa Buwas terpilih menjadi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023. Pemilihan itu dilaksanakan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka di Hotel Grand Clarion Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9/2018).
    Budi Waseso meraih 19 suara dari 35, dalam pemungutan suara. Dia mengalahkan Adhyaksa Dault yang memperoleh 14 suara. Calon yang lain, Jana Anggadireja mendapatkan 2 suara. Adapun Susi Yuliati mengundurkan diri setelah menyampaikan gagasannya untuk menjadi Ketua Kwarnas masa bakti 2018-2023.
    Sebelumnya, terdapat 11 nama yang diusung Kwarda Gerakan Pramuka se-Indonesia. Namun, dalam perjalanan yang lain menyatakan mundur dan tidak memenuhi syarat. Salah satunya, adalah Dede Yusuf, yang merupakan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat dan Ketua Komisi X DPR RI.
    “Hari ini saya mendapat kepercayaan jadi Ketua Kwarnas untuk masa bakti 2018-2023. Ke depan saya ingin membangun Pramuka yang lebih baik. Hari ini sudah baik. Tentunya semuanya harus berbuat yang terbaik untuk gerakan Pramuka yang lebih baik,” ujar Budi Waseso usai pemilihan, Jumat (28/9/2018).
    Bos Bulog ini mengajak semua pihak bergotong-royong untuk membangun Gerakan Pramuka. Menurut dia, Pramuka juga bisa menjadi agen swasembada pangan.
    “Satukan visi-misi kita ke depan, Pramuka Indonesia yang begitu besar, kita harus bisa menjadi andalan, motor, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pramuka bisa jadi agen swasembada pangan. Itu yang saya harapkan,” ungkapnya. 
    Munas X Gerakan Pramuka diikuti oleh delegasi Kwarnas dan 34 delegasi Kwarda seluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan adalah 280 orang. Peserta peninjau dari Kwarda berjumlah 58 orang, ditambah peserta peninjau dari Kwarnas yakni Andalan Nasional, Pimpinan Saka Tingkat Nasional 11 orang, dan Pimpinan Sako Tingkat Nasional sebanyak 5 orang. *



  • Harga Makanan dan Minuman Kemasan Akan Merangkak Naik

    By redkoranriaudotco →
    Ilustrasi makanan dan minuman (Foto : wowkeren.com) 
    KORANRIAU.co, Jakarta - Pelaku industri makanan dan minuman (mamin) masih mempertimbangkan kenaikan harga di kisaran 5 persen pada tahun depan. Kenaikan harga ini dilakukan karena adanya kenaikan biaya modal dan produksi, seiring mekarnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), serta tekanan dolar terhadap rupiah. 

    Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi S Lukman menyebut, kenaikan suku bunga acuan berdampak pada mahalnya biaya dana untuk modal kerja. Ditambah lagi, depresiasi nilai tukar rupiah yang memaksa pelaku usaha menelan pil pahit dari penurunan margin. 

    "Situasi dilematis. Terus terang, kami menaikkan harga juga berat dengan melihat kondisi saat ini," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/9/2018). 

    Namun demikian, ia memastikan kenaikan tidak akan dilakukan tahun ini. Ia memproyeksi pelaku usaha masih mampu menahan diri untuk menaikkan harga sampai Desember. 

    "Karena memang agak sulit menaikkan harga di tengah jalan seperti ini. Biasanya kalau mau naik harga, di Januari," terang dia. 

    Hal senada juga  disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey. Menurutnya, peritel masih akan menahan harga saat ini, mengingat masih ada ketersediaan pasokan. 

    Toh, posisi 'bertahan' dimaksudkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Meskipun, akan memangkas keuntungan yang dikantongi pelaku usaha. 

    Namun begitu, apabila pasokan baru datang, maka dapat dipastikan peritel juga akan melakukan penyesuaian harga. 

    "Kami menjaga tidak ada eskalasi harga, supaya inflasi tidak tinggi. Kalau inflasi tinggi membuat rupiahnya dibelanjakan kurang. Kalau memang sudah tidak bisa ada margin, tidak ada jalan lain, maka tentu akan menyesuaikan," jelasnya. 

    "kenaikan suku bunga acuan akan membuat bank-bank mengerek bunga kredit yang menjadi sumber pendanaan aktivitas usaha ritel", tutupnya.




  • Sebelas Dosen Unilak Terima Sertifikat Serdos

    By redkoranriaudotco →

    Wakil Rektor I Unilak Dr Junaidi menyerang sertifikat serdos kepada dosen Unilak. (Humas Unilak)
    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Sertifikasi dosen (serdos) adalah program meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan sekaligus memperbaiki kesejahteraan dosen. Jalannya dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya.

    Bertempat di aula lantai 3 Hedung Rektorat Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Jumat (28/9/18), Wakil Rektor I Unilak Dr Junaidi menyerahkan secara simbolis sertifikat dosen kepada sebelas dosen Unilak yang lulus sertifikasi belum lama ini. Kesebelas dosen tersebut yaitu Sudaryanto MSi, Azwin MSi, Indarti SEAk MM, Mohd Fauzi M Hum, Indah Muzdalifah MPd, Rismayeti MIP, Dr Ulul Azmi, Herdi MPd, Reswita MPd, Raudah Awal MPd, Herdi MPd, dan Lisnawati MKom

    Dr Junaidi usai penyerahan sertifikat mengucapkan selamat kepada dosen yang telah lulus serdos.

    “Kita berharap dosen yang lulus serdos makin profesional dan mampu meningkatkan kompetensi sebagai dosen dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi. Untuk tahun ini ada 18 dosen Unilak yang lulus serdos, total 187 dosen Unilak telah serdos,” ujar Dr Junaidi.

    Di tempat yang sama, salah satu dosen yang menerima serdos Azwin mengucap syukur setelah melalui proses seleksi dan semua proses dijalani dan dilewati dengan baik dan prosedur akhirnya menerima sertifikat. Ia berharap dirinya dan dosen lain yang terlah tersertifikasi dapat meningkatkan dan mengabdi secara profesional sebagai tenaga pendidik, dengan berkewajiban menjalankan Tri Darma perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Dikti dan Universitas Lancang Kuning. (Humas Unilak)
  • Sutardji Dilamar LAMR, Isi Tepak pun Ditinggalkan

    By redkoranriaudotco →

    Sastrawan ternama Indonesia asal Riau, Sutardji Calzoum Bachri (peci putih) menerima tepak sirih saat peminangan gelar adat kehormatan LAMR, Kamis malam (27/9/2018). (foto: Istimewa)

    KORANRIAU.co, Jakarta -- Rombongan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sangat terkesan dengan antusiasnya sastrawan terkemuka Indonesia dalam 40 tahun terakhir, Sutardji Calzoum Bachri (SCB), menyambut lamaran LAMR untuk memberikan gelar adat kehormatan padanya, Kamis malam (27/9/2018). “Kami bangga jadinya,” kata salah seorang dari rombongan tersebut, Datuk H Khaidir Akmalmas.
    Bagaimana tidak. Semula SCB mau menemui rombongan LAMR di mana mereka menginap selama di Jakarta. Tetapi kemudian ia diberi tahu bahwa justeru rombongan harus ke rumahnya di Bekasi. Tak pelak lagi, sastrawan yang dijuluki presiden penyair itu menunggu sampai tertidur karena rombongan, sebagaimana biasanya Jakarta, juga diadang macet. Jelang pukul 21.00, baru rombongan tiba di rumah SCB.
    “Peminangan itu pun dilangsungkan antara lain dengan menyuguhkan sirih kepada SCB,” ujar Khaidir Akmalmas yang didampingi Taufik Ikram Jamil, sedangkan Yoserizal Zen berlaku sebagai pendamping SCB. Orang yang disodorkan sirih itu langsung mengambil selembar sirih dan bertanya macam-macam berkaitan dengan sirih tersebut.
    Oleh karena rombongan tidak membawa kacip dengan alasan penerbangan, SCB agak kewalahan memecahkan pinang dan gambir. Tapi dia segera mengambil gunting dari dapur yang dibantu anaknya Nila Seraiwangi. Tak lupa mencolet kapur ke sirih, dia pun cekatan melipat sirih dan menyungamnya ke dalam mulut.
    “Wah, ini sedap ni, segera akan memerah,” kata SCB serius. Tapi tak lama kemudian, dia minta sirih lagi sampai dua kali yang pada akhirnya ia mengatakan, apakah benda-benda dalam tepak bisa ditinggalkan daripada harus dibawa pulang ke Pekanbaru. Secara serentak pula, rombongan LAMR mengiyakan sekaligus merasa bersyukur karena permintaan tersebut.
    Ia juga lalu sibuk memenuhi permintaan rombongan LAMR berkaitan dengan ukuran baju, seluar, dan peci. Ia mematut-matut beberapa baju dan seluar serta memperlihatkannya kepada rombongan LAMR. Dikeluarkannya pula sejumlah peci dan bersama-sama membelik-belik nomor yang tertera di peci tersebut sebagai ukuran untuk tanjak.
    SCB mengatakakan sangat berterima kasih atas keputusan LAMR memberikan gelar adat kehormatan kepadanya. Untuk itu, ia akan membawa anak dan isterinya ke Pekanbaru, mendampinginya dalam penabalan gelar adat itu kelak. “Insya Allah, saya juga akan persiapkan semacam pidato untuk acara itu, berkaitan langsung dengan dunia yang saya geluti, puisi,” katanya.
    Tentu, bagi mereka yang terbiasa dengan pergaulan sastrawan, sikap SCB saat menyambut rombongan LAMR itu sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia menggunakan kemeja dan peci putih maupun hitam, padahal sehari-hari ia dikenal tidak lepas dengan kaos maupun jaket. Ia malahan minta diterangkan prosesi adat yang diberlakukan kepadanya sehingga ia bisa mengikutinya dengan saksama dan tidak salah berbuat.
    Tak lupa ia sedikit menyesalkan LAMR mengapa tidak memberi tahu lebih awal rencana tanggal acara penabalan gelar adat yakni tanggal 24 Oktober. “Wah, saya dah terjanji dan mengiyakan pula acara di Banda Neira. Bagaimana ini ya,” katanya yang kemudian langsung lega setelah dberi tahu bahwa acara penabalan bisa diundurkan.
    Setelah dirundingkan dengan mempertimbangkan berbagai hal, penabalan dilaksanakan hari Rabu, 7 November 2018 di Pekanbaru.
    Gelar adat kehormatan LAMR sudah diberikan kepada tujuh orang sejak tahun 1970 dan Sutardji merupakan orang kedelapan. Terbaru sebelum ini, gelar adat kehormatan LAMR diberikan kepada Ustdz Abdul Somad (UAS). Selain UAS, di antara penerima gelar adat kehormatan ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Hamengkubuwono IX, dan Rida K Liamsi.
    “Sebutan gelarnya yang menunjukkan bidang jasa SCB, masih dibicarakan di LAMR. Tapi jelas pada awal gelar itu memakai Datuk Seri,” kata Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat (Sekum MKA) Datuk H Taufik Ikram Jamil, yang juga ikut dalam rombongan LAMR meminang SCB untuk gelar adat terebut.
    Gelar adat kehormatan diberikan kepada SCB karena ia memberi sumbangan luar biasa bagi kemajuan sastra Indonesia dan khususnya Riau. Lahir di Rengat, 24 Juni 1941, dengan memanfaatkan tradisi Melayu Riau sejak tahun70-an, ia menjadi sastrawan utama Indonesia.
    Ia telah memperoleh berbagai penghargaan termasuk dari pemerintah Indonesia, Thailand, dan perkumpulan sastrawan Asean. Ia mewakili Indonesia dalam berbagai kegiatan sastra di dunia. Buku puisinya yang terkenal adalah ‘O Amuk Kapak’. (Abs)
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com v1IOyZ.jpg v1IbZG.jpg