Browsing "Older Posts"

  • Asisten III Kota Pekanbaru Resmikan Program Pipanisasi Sarana Air Bersih

    By redkoranriaudotco → Jumat, 30 November 2018
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - YBM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau meresmikan program pipanisasi sarana air bersih di wilayah RW 06 Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru pada jumat (30/11).

    Turut hadir  pada kesempatan tersebut diantaranya Assisten III walikota Pekanbaru Burhanudin, Camat Tenayan Raya Abdimas Putra, Lurah Bencah Lesung Zakir, Ketua YBM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Firdaus Muhammad Nur, Kepala Cabang PKPU Human Initiative Riau Afrizal Mushavi serta Tokoh masyarakat di RW 06 Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayan Raya.

    Peresmian program tersebut dilakukan oleh Asisten III kota Pekanbaru Burhanudin dan Ketua YBM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Firdaus Muhammad Nur ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan penyerahan bantuan program secara simbolis oleh YBM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau kepada masyarakat RW 06 Bencah Lesung.

    Program pipanisasi sarana air bersih ini diberikan oleh YBM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau kapada masyarakat RW 06 Bencah Lesung yang selama ini mengalami kendala untuk air bersih. sumber air masyarakat yang sebelumnya mengandalkan sumur bor dan sumur gali  kondisinya air tersebut masih berwarna kuning dan kurang bagus. 

    Adanya program ini agar masyarakat mudah memperoleh air bersih melalui pipa-pipa yang sudah langsung sampai disetiap penerima manfaat. Program ini merupakan bentuk pendampingan kepada masyarakat untuk mengelola air bersih.

    Ketua YBM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Firdaus mengucapkan terima kasih atas kerjasama masyarakat bencah lesung dalam mendukung pelaksanaan program ini. Semoga air ini benar benar bermanfaat bagi masyarakat disini, ujarnya.

    “terimakasih kepada PKPU Human Initiative Riau dan YBM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau karena telah memberikan perhatiannya kepada masyarakat disini. harapannya program yang diberikan tidak hanya sebatas ini, sebab kita memang membutuhkan bantuan dalam membangun kesejahteraan masyarakat” ungkap Abdimas selaku Camat Tenayan Raya.


    sementara itu Asisten III kota Pekanbaru Burhanuddin menyampaikan, “kota pekanbaru selalu mendukung semua pihak yang mau ikut membantu pemerintah untuk melakukan program - program pendampingan masyarakat. terima kasih kami ucapkan kepada YBM PLN dan PKPU yang sudah memberikan bantuan ini” tutupnya. (Rilis)
  • Petani Binaan social Corner, Panen Raya Untuk Pertama Kalinya

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Komunitas social corner melakukan panen pertamanya bersama petani  hasil binaannya di kelurahan sungai sibam, pekanbaru pada kamis (29/11).

    Petani yang dibina oleh Social Corner dikelurahan sungai sibam ini menanam mentimun dan berhasil melakukan panen pertamanya.

    "hasil dari panen ini mencapai 300 kg," kata Robi selaku koordinator umum social corner kepada awak media baru - baru ini.

    kemudian dia mengatakan, "bahwa panen ini merupakan hasil dari program pendampingan dan pembinaan terhadap petani yang dilakukan oleh Social Corner," katanya.

    "social corner akan terus melakukan pendampingan kepada banyak petani lainnya terkhusus yang ada di Riau," tutup Robi (Rasid)
  • PKPU HI Riau bersama YBM PT PLN Wilayah Riau Kepri kembangkan Dapur Bisnis

    By redkoranriaudotco →
    Permberdayaan Tim PKPU HI Riau bersama Masyarakat ( Foto : Dok. PKPU HI Riau)
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - masyarakat rumah produksi kelurahan Bencah Lesung kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru binaan PKPU HI Riau bersama YBM PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau melakukan kegiatan Dapur Bisnis pada kamis (29/11).

    Kegiatan Dapur bisnis merupakan pengembangan dari program Desa Cahaya. pada kegiatan produksi dapur bisnis mengolah makanan berbahan dasar ikan patin, adapaun hasil olahan yaitu OPPA ( Opak Ikan Patin), Nugget ikan patin, Bakso Pelangi ikan Patin.
    .
    Cara memproduksi ikan patin menjadi produk diatas dibimbing oleh pemateri yang merupakan dosen jurusan Teknik Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Universitas Riau yaitu Ir Syahrul MS.
    .
    Menurut syahrul, kegiatan ini sangat bagus dan harus diseriuskan untuk membantu memberdayakan masyarakat terutama dalam bidang ekonomi. Selain itu kegiatan ini mampu mendukung gerakan nasional yaitu gerakan makan ikan (GEMARIKAN). Pada kegiatan kali ini turut hadir pimpinan cabang PKPU HI Riau (Afrizal), Perwakilan YBM PT PLN  wilayah Riau dan Kepulauan Riau Serta masyarakat pengelola rumah produksi, ujarnya

    Salah satu perwakilan YBM PT PLN Riki Bagus menuturkan program ini diupayakan untuk dilanjutkan guna memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pembinaan dalam membangun sebuah usaha yang bernilai ekonomi yang ramah dan terjangkau oleh masyarakat menengah Kebawah terutama untuk jajanan anak-anak, tuturnya.
    .
    Ningsih selaku  masyarakat pengelola rumah produksi menambahkan, program ini diharapkan dapat dilanjutkan dan benar-benar difokuskan dalam memaksimalkan pemberdayaan masyarakat terutama bagi pengelola Rumah Produksi program desa cahaya, tambahnya.

    "pihak PKPU HI Riau siap membersamai program ini bersama masyarakat dan YBM PT PLN," tutup Afrizal selaku Kepala Cabang PKPU Riau. (Rasid)
  • KNKT Desak Lion Air Agar Perbaiki Budaya Safety

    By redkoranriaudotco → Rabu, 28 November 2018
    Ilustrasi Pesawat Terbang Lion Air ( foto : internet)
    KORANRIAU.co, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendesak Lion Air untuk melakukan perbaikan atas budaya keselamatan di maskapai itu. hal itu disampaikan KNKT saat menyampaikan laporan awal investigasi KNKT dalam jumpa pers Rabu (28/11), sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Silvano Hajid dan Rebecca Henschke.

    Laporan awal mengungkap menit-menit terakhir sebelum pesawat Lion Air JT610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober lalu, namun disebutkan mereka belum sampai kesimpulan, dan baru pada tahap pemaparan fakta.

    Menurut laporan itu ada perbedaan data sensor Angle of Attack (AoA).

    "Data Flight Data Recorder (FDR) merekam adanya perbedaan antara AoA kiri dan kanan sekitar 20 derajat, yang terjadi terus menerus sampai dengan akhir rekaman," ungkap Kapten Nurcahyo Utomo, Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, di hadapan wartawan dilansir dari laman pemberitaan bbc.com

    Sensor yang disebut angle of attack ini memberikan data tentang sudut terkait hembusan angin melalui sayap, sehingga pilot bisa mengetahui daya angkat pesawat saat itu.

    AOA adalah parameter penting yang membantu sistem pesawat mengetahui apakah posisi bagian hidung pesawat terlalu tinggi. Jika terlalu tinggi pesawat bisa mengalami apa yang disebut aerodynamic stall dan jatuh.


    Budaya keselamatan Lion Air
     

    Di ujung laporan awal itu, KNKT menyebut bahwa ada beberapa isu keselamatan yang masih perlu menjadi perhatian, karenanya memberikan dua rekomendasi kepada Lion Air.

    Yang pertama, menjamin implementasi dari manual operasi yang baru diberikan oleh Boeing 'dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan dan untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk meneruskan atau tidak meneruskan penerbangan.

    Yang kedua, menjamin semua dokumen operasional diisi dan didokumentasikan secara tepat. Karena "dalam penerbangan JT 610 itu dicatat pramugarinya ada lima orang, padahal sebetulnya ada enam orang," kata Nurcahyo Utomo pula. Hal itu sempat menyebabkan kesimpangsiuran.


    Tarik menarik pilot dan mesin




    Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, data penerbangan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh itu menunjukkan pilot dan kopilot kerepotan dalam menerbangkan pesawat sesaat setelah lepas landas.
    Hal ini terjadi karena hidung Boeing 737 Max 8 terus-menerus menukik akibat dipicu sistem kendali otomatis yang menerima data keliru dari sensor.

    Rekaman data tersebut, yang dirilis Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menunjukkan bahwa dalam 11 menit terakhir penerbangan, pilot bekerja keras untuk mengarahkan pesawat berpuluh kali, untuk mengambil alih kendali pesawat yang menukik akibat sistem otomatis yang keliru.

    Pada akhirnya, pilot dan kopilot kehilangan kendali sehingga pesawat itu menukik ke laut dengan kecepatan 724 kilometer per jam dan menewaskan 189 orang di dalamnya.

    "Kedua pilot terus berjuang sampai akhir penerbangan," kata Kapten Nurcahyo Utomo selaku Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, sebagaimana dikutip harian nytimes.com

    Data penerbangan Lion Air JT610 konsisten dengan penilaian sejumlah pakar bahwa sistem komputer Boeing yang dipasang pada model 737 Max, bermasalah.

    Sistem yang dikenal dengan sebutan maneuvering characteristics augmentation system (MCAS) itu berfungsi mencegah pilot menaikkan hidung pesawat terlalu tinggi dengan cara menukikkan pesawat secara otomatis.

    Dalam kasus Lion Air JT610, MACS tidak bekerja dengan baik sehingga setiap kali pilot menaikkan hidung pesawat, MCAS aktif kembali dan menurunkan hidung pesawat.

    Itu akibat sensor AoA yang terpasang pada badan pesawat menampilkan data yang keliru. Data ini berperan penting dalam pengaktifan MCAS.

    Sebagaimana laporan KNKT, sensor tersebut sebetulnya telah diganti dan diuji pada 28 Oktober, setelah dalam penerbangan sebelumnya dari Denpasar ke Jakarta masalah itu juga muncul berulang kali. Namun dalam penerbangan Denpasar-Jakarta itu, pilot berhasil mengendalikan dan mendaratkan pesawat dengan selamat.

    Belum jelas apakah data yang keliru itu ditimbulkan dari sensor atau dari komputer yang memproses informasi sensor.

    Untuk itu, akan dilakukan CT scan terhadap komponen AoA di Chicago, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Rosemount Aerospace Inc, Minnesota, dengan pengawasan dari KNKT.

    Sampai Rabu (28/11) bagian lain dari kotak hitam, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit, belum ditemukan. Sementara itu, pengumpulan data terkait perawatan pesawat, komponen sensor AoA yang terpasang, pelatihan awak pesawat, bahkan prosedur perawatan dan pengoperasian masih dilakukan, juga dengan wawancara pihak-pihak terkait.

    Rencananya, dalam waktu dekat rekonstruksi penerbangan akan dilakukan melalui simulasi penerbangan Boeing 737 - 8 MAX di pusat fasilitas Boeing, di Seattle, Amerika Serikat.


    Masih 64 korban belum ditemukan
     
    Sehari sebelum paparan laporan investigasi awal penyebab kecelakaan, KNKT menyampaikan ringkasannya kepada para keluarga korban, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Selasa (27/11).

    Para sanak keluarga duduk di ruang makan itu. Beberapa orang perwakilan dari Lion Air tampak membaur. Sebagian keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, masih menunggu kepastian, padahal di Rumah Sakit Polri sudah tidak ada lagi jenazah yang harus diidentifikasi.

    Tanggal 23 November, sebanyak 125 jenazah sudah berhasil diidentifikasi. Para keluarga korban membentuk grup whats app, saling mengabari satu sama lainnya seputar identifikasi jenazah, bahkan mendesak pihak-pihak terkait untuk terus mencari jenazah sembari mencari CVR.

    Perwakilan keluarga korban juga sempat diajak menuju perairan Tanjung Karawang, untuk melihat bahwa pencarian masih berlangsung, meski dengan tim yang lebih sedikit dibanding pencarian pada pekan pertama setelah kecelakaan.

    "64 penumpang dan awak belum teridentifikasi dan dievakuasi, CVR belum ketemu, kita akan terus kawal dan monitor, berikan dukungan moril, setidaknya kita tahu, publik juga agar bisa mendoakan, dalam proses satu bulan ini," kata Rini Soegiono salah satu keluarga korban.

    Menurut Rini, investigasi yang saat ini dikaukan KNKT harus terus dikawal karena akan penting bagi dunia penerbangan di Indonesia bahkan dunia. "Ini adalah investigasi kemanusiaan," tambahnya.

    Selama sebulan ini, Dian Anggraini, seorang ibu yang kehilangan anaknya, Muhammad Ravi Andrian, selalu cemas dengan kabar yang beredar.

    Pada tiga hari pertama setelah kecelakaan, dirinya masih berharap ada keajaiban yang terjadi, dan anak sulungnya bisa kembali.

    Tetapi, dua pekan kemudian, dirinya memakamkan jenazah anaknya itu, setelah teridentifikasi.
    Meski jenazah anaknya sudah teridentifikasi, Dian masih hadir dalam setiap pertemuan keluarga korban, karena jenazah keponakannya belum bisa ditemukan.

    "Sekalipun anak kami tak teridentifikasi, bahwa saya hanya dapat surat kematian saya siap," Kata Dian. Dirinya menambahkan bahwa harapan semua keluarga korban itu pada dasarnya bisa memakamkan jenazah korban.

    "Sangat penting itu, kita bawa pulang jenazahnya (Ravi) kita bisa ziarah." tutup Dian.

    artikel telah tayang dengan judul https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46357109
  • Jika Tidak Aral Melintang Social Corner Datangkan Motivasinger Nasional

    By redkoranriaudotco →
    Kang Abay
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - komunitas social corner mengadakan event charity untuk penggalangan dana membangun sekolah di Lombok dan palu dengan mengundang motivasinger ternama yang bernama kang abay dalam acara talk show pra nikah dan bedah buku hijrah itu cinta.

    berdasarkan informasi yang diperoleh kegiatan tersebut digelar dimasjid Al-falah Darul Muttaqin jalan sumatera pekanbaru, Riau pada (30/11) mendatang.








    Robi Armilus selaku koordinator umum social corner ketika dikonfirmasi senin (26/11) menuturkan, "bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggalang donasi dari para singlelillah di Pekanbaru," tuturnya.

    untuk diketahui kang abay sendiri adalah seorang motivasinger, penulis dan creator Muslim yang memiliki banyak  penggemar di seluruh Indonesia. hasil dari penggalangan dana nantinya akan disalurkan melalui akademi singlelillah milik kang abay untuk mendirikan sekolah di Lombok dan palu.(Rasid)
  • Social Corner Rekrut Relawan Peduli Sampah

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - "komunitas social corner kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengambil peran terhadap permasalahan sampah di kota Pekanbaru. Komunitas social corner membuka kesempatan kepada mahasiswa dan pemuda untuk ikut ambil bagian dengan menjadi relawan peduli sampah," demikian disampaikan oleh koordinator umum  social corner Robi Armilus kepada awak media pada Rabu.

    Robi mengungkapkan, "bahwa Relawan sampah adalah gerakan pemberdayaan pemuda yang peduli dengan permasalahan sampah dan bertugas melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah," ungkapnya.

    lebih lanjut dia mengatakan, para relawan nantinya akan dilatih dan dibekali pengetahuan mengenai sampah dan pengelolaannya. Setelah itu relawan peduli sampah akan menjadi edukator dan fasilitator bagi masyarakat dalam mengelola sampah, katanya.

    "targetnya adalah para relawan ini akan melakukan edukasi tentang sampah di sekolah, kampus dan masyarakat ditingkat RT, " sambungnya.

    Robi juga menyebut, "Gerakan ini merupakan bentuk nyata dari upaya pengatasan permasalahan sampah di kota Pekanbaru, sebutnya lagi

    Bagi yang ingin mendaftar cukup isi formulir yang bisa dilihat dilaman media sosial Instagram socialcorner.riau.








    A post shared by Social Corner (@socialcorner.riau) on
    .

    Social Corner Gagas Digitalisasi Bank Sampah

    Komunitas social corner yang diwakili oleh koordinator umum nya Robi Armilus mengikuti workshop pencarian solusi permasalahan sampah rumah tangga di kota Pekanbaru. bersama stakeholder lainnya selama 3 hari mereka merumuskan solusi permasalahan sampah di kota Pekanbaru.

    Seluruh peserta diminta untuk merumuskan strategi penyelesaian permasalahan sampah yang dibagi kedalam 6 kelompok.

    Robi yang ditunjuk sebagai ketua kelompok recycle menyampaikan gagasan kelompoknya yaitu Digitalisasi Bank Sampah.

    dalam paparannya Robi mengatakan, "konsep ini bertujuan untuk menarik minat masyarakat dalam menabung di bank sampah. Minat masyarakat yang rendah disebabkan oleh 2 faktor yaitu harga sampah yang tidak seberapa dan faktor biaya dari rumah menuju bank sampah, " katanya.

    Solusi untuk permasalahan ini yaitu :

    1. Diperlukannya adanya mesin pencacah yang membuat nilai sampah yang ditabung masyarakat menjadi lebih tinggi.
    2. Diperlukan upaya penjemputan di setiap rumah penduduk yang telah melakukan proses pemilahan sampah, dengan menggunakan metode aplikasi seperti Go-Jek.
    3. Nilai tambah lain dari menabung di bank sampah yaitu dengan memberikan pilihan jenis transaksi kepada nasabah nya, bahwa sampah yang ditabung bisa ditukarkan dengan kebutuhan sembako, fashion, bayar listrik, pulsa, BPJS dan iyuran lainnya.
    4. Memberikan social value dengan program sedekah sampah dan program sosial lainnya.
    5. Membantuk relawan sampah di setiap RT di kota Pekanbaru untuk mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menabung sampah.

    "Jika konsep ini berjalan maka kita akan turut berkontribusi dalam pengurangan sampah di kota Pekanbaru. Karena 70 % sampah di kota Pekanbaru itu dihasilkan oleh rumah tangga," tutup Robi. (Rasid)


  • Soal Prabowo atas Palestina, Dradjad: Itu Hoaks

    By redkoranriaudotco → Selasa, 27 November 2018
    Politikus Senior PAN Dradjad Wibowo
    KORANRIAU.co, Jakarta - Politikus senior PAN Dradjad Wibowo menyebut bahwa berita tentang Prabowo mengatakan “tidak masalah” terhadap rencana Australia memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem adalah hoaks. Menurutnya, yang pertama menulis adalah salah satu media online yang berafiliasi ke kantor berita asing.

    “Setelah saya telusuri, ternyata media online tersebut salber (salah berita). Salah berita. Yang benar adalah Prabowo ditanya dalam bahasa Inggris tentang dua isu. Pertama, tentang pangkalan AL Bersama antara Australia dan PNG. Kedua, tentang rencana Australia memindahkan kedubes ke Yerusalem,” kata Dradjad, Selasa (27/11/2018) dilansir republika.co.id

    Dradjad menyebut bahwa kutip jawaban Prabowo sebenarnya adalah: Regarding the moving of the embassy, I haven’t read about Australia's [final] decision on moving its embassy to Jerusalem. As Palestine’s supporter, we of course have our own opinion. But Australia is also an independent and sovereign state so we must respect their sovereignty.

    Menurut Dradjad, jelas tidak ada sama sekali kata-kata no problem dalam jawaban Prabowo tersebut. “Jelas juga Prabowo mengatakan kita ini pendukung Palestina, punya pandangan (dan sikap) sendiri. Tapi kita menghormati kedaulatan Australia,” kata anggota Dewan Kehormatan PAN tersebut.

    Menurut Dradjad, kata “tidak masalah” itu ternyata dari jawaban Prabowo untuk pertanyaan tentang pangkalan AL Australia-PNG. Prabowo menyebut, PNG dan Australia sangat dekat.

    “Pangkalan itu urusan AS, Australia dan PNG. Itu “no problem” bagi Indonesia,” papar Dradjad menirukan pernyataan Prabowo.

    Dradjad mengaku tidak tahu salber tersebut karena sengaja atau karena wartawannya saldeng (salah dengar). Yang jelas, kata dia, hoaks ini menjadi fitnah ke seluruh Indonesia. "Mereka berhutang maaf ke Prabowo dan Palestina," kata dia.

    Sebagai bandingan, Dradjad menyebut meng-copy-kan link ke the Sydney Morning Herald (SMH). Kata Dradjad, mereka secara profesional dan ksatria mengoreksi kesalahannya. "Saya tidak tahu apakah mereka merujuk ke media online tadi dan kemudian menyadari ada kesalahan. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi pers Indonesia,” papar Dradjad. (Daring)
  • Birokrasi idealnya Mampu Melayani Masyarakat

    By redkoranriaudotco →
    Asisten Pemerintahan Hj. Umi Kalsum saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis
    KORANRIAU.co, Bengkalis - Birokrasi idealnya mampu melaksanakan tugas dan melayani masyarakat bukan sebaliknya dilayani oleh masyarakat, konsekuensinya adalah pemerintah harus meningkatkan kinerja birokrasi yang bersih, kompeten dan memiliki kemampuan dalam melayani.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin melalui Asisten Pemerintahan Hj. Umi Kalsum pada pembukaan Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bertempat di ruang rapat lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Selasa 27 November 2018.

    Selanjutnya Bupati menambahkan perjalanan panjang pemerintah dalam memperbaiki birokrasi dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, baik dari aspek perencanaan maupun aspek pelaksanaannya di lapangan.

    ”Dari aspek pelaksanaan, hari ini pemerintah baik itu di instansi pusat  maupun daerah berupaya melakukan berbagai perbaian-perbaikan terhadap pelayanan dan efisiensi birokrasi,” kata Bupati Amril Mukminin.

    Bupati menambahkan  bahwa birokrasi hari ini perlu loncatan perbaikan, baik dari segi regulasi, proses dan penilaian.

    “Hal  ini perlu dilakukan mengingat masih tingginya resistensi terhadap perubahan yang positif,”ungkapnya.

    Selanjutnya, beberapa permasalahan strategis yang masih harus diperbaiki melalui pelaksanaan reformasi birokrasi yakni, pertama birokrasi belum sepenuhnya bersih dan akuntabel, kedua birokrasi belum efektif dan efisien dan ketiga pelayanan publik masih belum memiliki kualitas yang diharapkan.

    Acara yang mendatangkan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Riau H. Jonli diikuti oleh Camat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis ( KR-18 )

  • Heri Indra Putra Membuka Kegiatan Bimbingan Teknis

    By redkoranriaudotco →
    Asisten II saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bengkalis
    KORANRIAU.co, Bengkalis - Bupati Bengkalis diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Bengkalis H. Heri Indra Putra secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Program/Kegiatan Lingkup Sekretariat Daerah Bengkalis, di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Selasa (27/11/2018) pagi.

    Rapat tersebut diikuti oleh sejumlah Kepala Sub Bagian dan Staf di lingkungan Sekretariat Daerah Bengkalis dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Bengkalis terkait tahapan dan penyusunan dalam perencanaan program kegiatan.

    Bimtek yang ditaja oleh Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina  Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Rega Tadeak Hakim, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Riau Desmil Faneni.

    Pada kesempatan itu, Asisten II Sekretariat Daerah Bengkalis saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bengkalis mengatakan, evaluasi merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari perencanaan untuk menjamin keberhasilan pencapaian rencana pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

    “Tujuannya adalah untuk mewujudkan konsistensi antar dokumen rencana pembangunan daerah dan penganggaran dengan pelaksanaannya serta memastikan agar keberhasilan pembangunan daerah dapat dicapai sesuai dengan indikator dan target kinerja yang telah ditetapkan,” ungkap Heri.

    Dikatakan Heri, suatu program/kegiatan harus senantiasa dievaluasi untuk melihat sejauh mana implementasi programtersebut telah berhasil mencapai tujuan pelaksanaan program yang telah ditetapkan sebelumnya.

    “Keefektifan program yang berjalan tidak dapat dilihat jika tidak dilakukan evaluasi program. Karenanya, evaluasi program bertujuan untuk menyediakan informasi dan data, serta rekomendasi bagi pengambil kebijakan (decision maker) untuk
    memutuskan apakah akan melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan sebuah program,” ungkapnya.

    Pada akhir sambutannya, Heri berharap Bimtek ini mampu menyatukan pemahaman dalam mengaplikasikan evaluasi pelaksanaan perencanan program/kegiatan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis guna memperoleh hasil kinerja yang sesungguhnya dengan mempertimbangkan berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh sekretariat daerah.

    “Yang tak kalah pentingnya lagi melalui bimtek ini dapat meningkatnya pemahaman dalam mengaplikasikan pengendalian dan evaluasi, memperoleh solusi dalam memecahkan permasalahan dalam pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah,” pungkasnya. ( KR 18 )
  • Sidang Terbuka Senat Akademik di Hotel Comfort, AKRI Mewisuda 100 Mahasiswa Pada Tahun Ini

    By redkoranriaudotco →
    Kampus Akri Dumai ( Foto : daring)
    KORANRIAU.co, Dumai - Acara sidang terbuka senat Akademik  dalam rangka Wisuda ke-XI tahun 2018 AKRI Dumai dilaksanakan di Ballroom hotel Comforta Dumai, Sabtu (25/11) kemarin.

    Wisuda terhadap 100 mahasiswa/i tersebut merupakan program terakhir kalinya dilaksanakan  karena AKRI Dumai sudah ditingkatkan  menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE).

    Sebelum dilakukan pelantikan wisudawan terlebih dahulu dilaksanakan sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Direktur AKRI Drs Zulkifli Z MM.

    hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Ketua Yayasan Tuah Nageri Zulkifli AS MSi, ketua Yayasan Tuah Negeri Haslinar S.Sos ketua  wilayah X Dumai. tamur dari Univesitas Malaysia Edy Haryanto, unsur Forkompimda Dumai dan para orang tua wisudawan/ti.

    Direktur AKRI Dumai DR Zulkifli dalam laporannya mengatakan, kegiatan Wisuda ke IV AKRI Kota Dumai juga didukung perusahaan di Dumai dengan telah menyumbangkan konsumsi pada acara tersebut.

    "Selama 3  tahun kami mendidik anak-anak minta maaf jika terdapat kesalahan. Sekali  kami minta maaf. dan kepada perusahaan kami juga ucapkan terimakasih, " tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, Zulkifli berpesan agar para mahasiswa/i mempergunakan ilmu yang diperoleh untuk pembangunan NKRI, ujarnya.

    "Jumlah mahasiswa/i AKRI yang lulus tahun 2018  sebanyak 100 orang terdiri 19 laki-laki dan 81 perempuan. mahasiswa yang sudah menyelesaikan pendidikan selama 3 tahun diwisuda dengan baik dengan nilai memuaskan," terang zulkifli

    Dalam kesempatan itu seorang mahasiswa atas nama Weni Oktavia didampingi kedua orangtuanya menerima piagam penghargaan dari Direktur AKRI didampingi Ketua Yayasan atas nilai tertinggi yang diraihnya.

    Sementara itu, Walikota Dumai Drs Zulkifli AS MSi mengucapkan tahniah dan selamat kepada seluruh mahasiswa yang sudah diwisuda.

    Tak lupa kepada orang tua wisudawan/ti Wako Dumai tersebut mengucapkan selamat atas pengorbanan sehingga anak-anak  dapat menyelesaikan pendidikan, ujarnya.

    Dalam kesempatan itu juga, Zul As curhat masalah air di Dumai. Menurutnya  ada dua masalah menyangkut air di Dumai. Kalau musim hujan Dumai  banjir dan belum dapat diatasi, ujarnya.

    Sementara untuk air bersih tambahnya, sudah dikerjakan Dirolis dengan sumber air dari Sungai Rokan. Sebanyak 12 ribu sambungan rumah tangga segera tersambung.

    Direktur Yayasan Tuah Negeri yang juga wakilota dumai ini menjelaskan bahwa sumber air Dumai ada dari dua lokasi, sungai Mesjid dan Sungai Rokan Hilir yang mampu menyalurkan air terhadap sebanyak 24 ribu sambungan rumah pada tahun 2019, jelasnya.

    Selain air, Dumai berhadapan dengan persoalan pemasangan pipa PGN, masyarakat ada menolak penggalian di depan rumahnya. yang rugikan masyarakat, papar Zul As.

    Begitu juga masalah lampu listrik dan kawasan industri di Dumai kata Zul AS juga persoalan yang menjadi prioritas diselesaikan dan panangannya harus segera. Ditambah lagi masalah pendidikan dan kesehatan di Dumai, katanya lagi.

    "dalam hal pendidikan kita berupaya sebaik mungkin untuk menciptakan pelayanan di bidang mutu pendidikan, sehingga para mahaiswa dapat dibekali dengan ilmu pengetahuan dan berakhlak yang baik," kata Zul As

    "Kita (yayasan,red) berusaha untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan mutu pendidikan dikampus AKRI tersebut, dimana tujuan tersebut untuk menciptakan mahasiswa yang berkualitas dan handal di Kota Dumai,” tutur Walikota Dumai.

    Selain itu, Walikota Dumai  menyatakan, wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan sebagai langkah awal untuk menatap masa depan yang baik dan menunjukkan jati diri seorang intelektual muda. Selepas diwisuda, para mahasiswa hendaknya dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan untuk berkontribusi bagi kemajuan diri dan daerah.

    "Kemajuan suatu daerah sangat berbanding lurus dengan kemajuan pendidikan di daerah tersebut. bila daerah itu memiliki sumber daya alam dan manusia yang handal, maka akan berkembang dan majulah daerah itu. Inilah yang kita harapkan dari wisudawan yang harus siap menatap ke dunia kerja yang kompetitif saat ini,” harapnya. (KR 10)
  • Kemenkeu Sisihkan Rp33 Miliar Pajak Rokok untuk BPJS Kesehatan

    By redkoranriaudotco →
    Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyisihkan dana Rp33 miliar dana bagi hasil dari pajak rokok untuk Provinsi Riau untuk memperkuat kondisi keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemotongan 37,5 persen dana bagi hasil (DBH) pajak rokok itu langsung diterapkan pada triwulan III-2018.

    Data Bapenda Riau, total DBH pajak rokok pada triwulan III nilainya sekitar Rp87 miliar, dan langsung dipotong Rp33 miliar atau 37,5 persen.

    Hal ini terungkap pada Sosialisasi Kebijakan Pemotongan Pajak Rokok berdasarkan Peraturan Presiden 82 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) 128 Tahun 2018 di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau di Pekanbaru, Senin (26/11/2018) kemarin.

    Sisanya sekitar Rp54 miliar atau 62,5 persen dari DBH tersebut masuk ke kas daerah Riau, yang akan dibagi lagi ke kabupaten/kota dengan rasio 30 persen pemerintah provinsi dan 70 persen untuk pemerintah kabupaten/kota.

    Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi dalam sambutannya mengatakan, Undang-Undang No. 28/2009 tengang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyebutkan bahwa pajak rokok adalah cukai rokok yang dipungut oleh pemerintah.

    Pajak rokok merupakan pajak provinsi yang besaran tarifnya ditetapkan sebesar 10 persen dari cukai rokok. Penerimaan pajak rokok yang menjadi bagian provinsi selanjutnya dibagi kepada kabupaten/kota untuk mendanai pelayanan kesehatan dan penegakan hukum.

    "Pada awalnya Pemerintah Provinsi Riau dan kabupaten/kota se-Riau berkeberatan bila pajak rokok dipotong sebab akan mengurangi pendapatan asli daerah 37,5 persen ataupun masih kurang dari bagi hasil pajak rokok yang diterima daerah," katanya. (MG12)
  • Beli Rotte Sekaligus Beramal

    By redkoranriaudotco →
    Usaha Kue Rotte Bakery
    KORANRIAU.co, Pekanbaru  - Memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk bakery berkelas, Rotte Bakery di bawah perusahaan PT Rotte Ragam Rasa memproduksi aneka varian roti yang terjangkau masyarakat kebanyakan. Konsep produk dengan tagline 'Ada di Semua Suasana' itu kini menyediakan lebih 100 varian roti bermutu dan halal.

    CFO PT Rotte Ragam Rasa, Mardika kepada Harian Koran Riau mengatakan, konsep usaha bisnis yang berawal dari usaha kue kering tahunan Kampoeng Kukis ini mengusung konsep tidak hanya bisnis oriented saja, tetapi bagaimana produknya bisa dinikmati masyarakat banyak harga terjangkau. "Kita sediakan produk roti dengan harga terjangkau, untuk beberapa jenis varian roti yang disenangi masyarakat," ujar Mardika di kantor pusat Jalan Bukit Barisan, Pekanbaru kepada awak media

    Artinya, produk aneka varian roti yang disajikan kepada masyarakat lebih terjangkau, dengan mutu dan rasa bersaing dengan produk lain. Di sisi lain, keuntungan perusahaan sebesar 20 persen disisihkan untuk disalurkan kepada sosial, kaum huafa terutama sekitar tempat produksi roti. Konsep ini sesuai pula dengan lingkungan pabrik Rotte yang didominasi kaum dhuafa.





    Konsep Bisnis Usaha Rotte Bakery 


    "Kita menyisihkan keuntungan kita untuk sosial sebesar 20 persen. Ibaratnya yang berbelanja di sini sambil beramal lah gitu. Selain itu kita juga ingin mensejahterakan team dengan standar gaji diatas UMR," ujar Mardika sembari menambahkan kalau perusahaan juga mendidik akhlak dan spiritualitas karyawan secara company.

    Untuk pemasaran memang diakuinya belum maksimal, namun pertumbuhan produksi dan keuntungan sudah bisa disisihkan untuk membantu kaum dhuafa. Dengan dibentuknya manajemen khsus marketing nanti, diharapkan pemasaran Rotte akan masuk ke semua lini masyarakat. "Kita ingin ketika snack boks, ada Rotte, kumpul sama keluarga ada produk Rotte maupun acara lainnya," pungkas Mardika lagi.

    Sukses yang diraih Rotte kini, berawal pada tahun 2015 lalu dengan konsep titip ke warung-warung. Lalu pada tahun 2016 baru dengan konsep outlet Toko. Sehingga disempurnakan pada tahun 2017 dengan mengusung konsep sosial sekaligus dengan membuka cabang di 17 toko yang ada di Pekanbaru dan sekitarnya, termasuk di Pangkalan Kerinci dan daerah Pasir Putih serta Kubang.

    Sesuai dengan prestasi produksi yang dicapai, tak heran Rotte Bakery telah banyak memperoleh penghargaan seperti dari Mark Plus, mendapat Wow UKM Riau, dari Bank Indonesia meraih penghargaan juara pertama Wira Usaha Muda Syariah Regional Sumatera yang sebelumnya menjuarai tingkat Riau.

    "Baru baru ini kita juga mendapat penghargaan dari Dinas Tenaga Kerja tentang perusahaan lokal yang perkembangannya bagus yang akan diterima pada hari Kamis nanti," tambahnya lagi. (MG12)
  • Diduga Tercemar Limbah Banyak Ikan Mati dan Air Berbau Busuk

    By redkoranriaudotco →
    Ikan Mati Diduga Tercemar Oleh Limbah
    KORANRIAU.co, Siak - Air sungai siak sepanjang hilir berbau busuk diduga tercemar limbah Perusahaan  menyebabkan banyak ikan mati, air sungai tampak keruh dan hitam, ikan-ikan seperti patin, pantau, juaro, udang dan sebagainya banyak yang mabuk bahkan mati.

    "Seminggu ini kami lihat banyak ikan mati, mungkin airnya tercemar," kata salah seorang warga Kampung Rempak Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak Alven Febri, saat dijumpai di pelabuhan Rempak, Minggu(25/11/18).

    Ia mengatakan banyaknya ikan mati di sungai terdalam di Indonesia tersebut, karena limbah-limbah perusahaan yang membuang limbahnya di Sungai Siak.

    "Kita menduga ini limbah perusahaan dan kami minta pihak berwenang, agar merespon cepat atas kejadian ini, karena kalau dibiarkan, Banyak lagi ikan-ikan yang mati, selain itu juga merusak ekosistem sungai kita ini," katanya.

    Ikan yang mati itu juga ditangkapi masyarakat dengan jala dan jaring untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.

    Banyaknya ikan mati dengan kondisi air yang berbau busuk itu terjadi  saat kondisi air sungai sedang surut. Diduga air tersebut tercemar di daerah hulu sungai.

    "Pas air surut kami mencari ikan, karena pas pasang ikan tidak ada. Mungkin faktor ikan mati ini karena bersumber dari arah Siak sana," jelas Agus, salah seorang warga yang saat itu mencari ikan.

    Menanggapi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak berjanji akan mengecek ke lapangan terkait keluhan masyarakat tersebut.

    "Kami baru mendengar hari ini. Insya Allah besok kita akan cek airnya," kata Kabid  pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Hidup (P2KLH) Ardayani, saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (26/11/18).

    Arda mengatakan, pihaknya akan mengambil sampel air tersebut untuk diuji ke laboratorium. Apakah air tersebut benar-benar tercemar karena limbah.

    "Kita akan cek airnya nanti. Setelah itu kita uji ke labor, apakah hasilnya positif limbah nanti kita kabari," jelasnya.

    Lanjutnya, pihaknya juga akan meninjau dan memgecek sepanjang sungai di daerah tersebut, apakah ada perusahaan yang membuang limbah.

    "Setahu kami, di Sabak Auh tersebut, ada perusahaan Aspal yang beroperasi di daerah sungai. Nantilah kita cek lagi," terangnya. (KR21).
  • Memprihatinkan Saat Musim Hujan Sekolah Digenangi Air

    By redkoranriaudotco →
    Banjir
    KORANRIAU.co, Siak - Di Kabupaten Siak ditengah - tengah euforia Hari Ulang Tahun ( HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia  (PGRI) ke 73 dan Hari Guru Nasional (HGN) ke 24 tahun 2018 masih terdapat sekolah yang jauh dari perhatian pemerintah daerah, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 yang betempat di Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura itu kondisi nya sangat memprihatinkan.

    Pendidikan yang seharusnya menjadi  tanggung jawab negara hanya menjadi isapan jempol belaka, pasalnya SD yang di dalamnya terdapat 124 murid itu masih sangat banyak kekurangan dimana - mana.

    " Kemaren dilanda hujan 2 hari, SD kami ini banjir sedalam lutut, saat itu kami khawatir anak - anak didik kami jatuh kedalam parit tepi jalan, karna jalan dan halaman sekolah rata dengan genangan air " Kata Kepala Sekolah SD,Dahlina Ermaneli, S.Pd. SD , Selasa (27/11/2018).

    Tidak hanya itu,lanjut Lina, Sekolah yang berjumlah hanya 6 ruang belajar dan 1 ruangan kantor itu juga masih minim mobiler sekolah sehingga semua guru harus bolak balik ambil dan antar buku, sehingga efektifitas proses belajar mengajar terganggu.

    "Sejak sekolah ini di bangun, cuma diawal itulah masuk mobiler dan sampai sekarang tak ada bantuan lagi, dulu katanya mau dibangun pagar dan drainase tapi belum dibangun juga" Imbuhnya.

    Saat ini, pihak sekolah mengajukan pembangunan Box Culvert dan Paving blok kepada pemerintah daerah untuk halaman sekolah yang digunakan sebagai tempat upacara pagi.

    "Dilanda  hujan sedikit aja lapangan sangat lecah,jadi kadang kami tak lakukan upacara bendera. Kasian anak-anak didik kami,terkadang mereka harus melepas sepatu karna halaman sangat becek dan kotor" Kata Lina.

    Pihak sekolah berharap SD ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah, mengingat SD yang baru 2 tahun didirikan itu sudah memiliki akreditasi B.

    "Sekolah ini sudah di akreditasi dengan nilai B,mudah mudahan tahun depan ini bantuan segera masuk, agar proses belajar anak didik tidak lagi terganggu" Pinta Kepala Sekolah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Lukman mengatakan memang belum ada anggaran khusus untuk SD tersebut, bahkan untuk anggaran 2019 juga belum ada dianggarkan.

    " Dikarenakan kondisi keuangan daerah memang belum ada dana yang di alokasi khusus ke SD itu, tapi Kita berharap semua stake holder yang ada disitu turut berperan serta, seperti pihak Pemerintahan Kampung dan Kecamatan Mempura" Terang Lukman.

    Ia juga mengatakan, pihak pemerintah kampung ataupun Kecamatan Mempura dapat melakukan pendalaman parit yang ada di depan sekolah itu, pasalnya sekolah itu tergenang banjir juga karna halaman sekolah lebih rendah dari pada parit yang ada.

    " Parit sekolah itu lebih tinggi dari halaman sekolah,jadi asal pasang besar ditambah hujan maka banjirlah sekolah itu, tapi kita akan upayakan adanya penimbunan dihalamam sekolah itu" tutup Kadisdik.(KR21).
  • Pembangunan Pesat Tokoh Warga Tandun Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

    By redkoranriaudotco →
    Ilustrasi ( Foto : internet)
    KORANRIAU.co, Rokan Hulu - Tokoh masyarakat Tandun Rokan Hulu (Rohul), Riau mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah, atas berbagai program pembangunan yang dilaksanakan di wilayah itu, khususnya selama tahun 2018.

    Menurut Tokoh Masyarakat Tandun, Patrun Rahman, setidaknya ada anggaran sekitar Rp.20 Milyar lebih yang dikucurkan pemerintah untuk kecamatan Tandun dalam berbagai bentuk kegiatan pembangunan fisik.

    “Dengan ini kami masyarakat Tandun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Rohul, Pemprov Riau dan pemerintah pusat,” kata Patrun yang juga mantan Ketua BPD Tandun kepada Awak media , Selasa (27/11/2018).

    Disebutkan Patrun, beberapa program pembangunan selama tahun 2018 yang dialokasikan di kecamatan Tandun itu yakni, pemasangan 70 buah lampu jalan untuk seluruh desa yang ada di Tandun.

    Selain itu, lanjutnya, pembangunan pasar desa Puo Raya, pembangunan Box culver desa Kumain, pembangunan jalan Desa Tapung Jaya, Pengaspalan Jalan lanjutan Simpang Pir ke Pendalian serta pembangunan Kantor Kepala Desa Tandun.

    “Angka 20 Miliar lebih Itu semua belum termasuk anggaran ADD dan DD ke semua desa, aspirasi Dewan serta program lain oleh OPD terkait di Pemkab Rohul dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik, ” kata Patrun yang juga Caleg nomor urut 1 Partai Gerindra Dapil IV Rohul itu.

    Patrun berkeyakinan dan berharap alokasi anggaran pembangunan untuk kecamatan Tandun pada tahun tahun mendatang akan lebih meningkat lagi dengan kerjasama semua pihak. (KR12)
  • Pengurus PWI Rohul Resmi Dikukuhkan

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Rokan Hulu - Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masa bakti 2018-2021, diketuai Engki Prima Putra ST, resmi dikukuhkan Ketua PWI Provinsi Riau H Zulmansyah Sekedang S.Sos, Senin (26/11/2018), di Hotel Sapadia Pasir Pangaraian.

    Pengukuhan disaksikan Bupati Rohul H. Sukiman, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, unsur Forkompinda Rohul, Sekda Rohul H Abdul Haris S.Sos, M.Si, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri, serta pejabat Forkompinda lainnya, termasuk Sekretaris PWI Rohul Amril Jambak, serta pengurus PWI Provinsi Riau lainnya.

    Juga hadir dikegiatan pengukuhan, para pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, sejumlah pengurus PWI Riau dan kabupaten/ kota di Riau, Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati , perwakilan perusahaan, partai politik, mahasiswa dan pelajar Rohul, serta seluruh mitra kerja PWI Rohul.

    Ketua panitia kegiatan Doni Kesuma Putra S.Sos mengatakan, bahwa pengukuhan pengurus sudah direncanakan sekitar enam bulan lalu, namun terlaksana.

    “Kami berterima kasih ke Pemerintah Daerah dan mitra kerja PWI Rohul, atas dukungannya, hingga terlaksanakannya pelantikan ini,” ujar Doni yang merupakan wartawan Harian Tribun Pekanbaru.

    Usai dikukuhkan, Ketua PWI Kabupaten Rohul 2018-2021, Engki Prima Putra dalam pidatonya menyatakan, visi dan misi dari kepengurusan PWI Rohul yang baru dilantik adalah menjadikan wadah ini sebagai organisasi wartawan yang bermatabat dan santun.

    Tegas Engki lagi, bahwa amanat dan beban diberikan ke dirinya sebagai Ketua PWI Rohul tentunya akan semakin berat ke depannya. Dirinya berharap kekompakan seluruh anggota PWI Rohul, serta dukungan dari PWI Riau, pemerintah daerah, serta mitra kerja.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, serta seluruh mitra kerja yang telah mendukung program PWI Rohul selama,” katanya.

     Kemudian Engki mengajukan ke Ketua PWI Riau agar nama Bupati Rohul Sukiman dimasukkan dalam kandidat penerima pena emas dari PWI pusat di Hari Pers Nasional tahun 2019, karena dinilai mampu bisa merangkul wartawan?dari organisasi yang ada di Kabupaten Rohul.


     Teken MoU Dengan Disparbud dan PT RSI

     

    Saat pengukuhan, PWI Rohul langsung oleh Ketua PWI Rohul Engki Prima Putra, disaksikan Ketua PWI Riau, Bupati Rohul H Sukiman dan perjabat lainnya, dilaksanakan penandatangan MoU ekspos terkait destinasi pariwisata Rohul dengan kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Drs Yusmar.M.Si, juga penandatangan MoU dengan PT RSI terkait peternakan ikan lele pola dana bergulir dengan pihak PT RSI.

    Dalam amanatnya, Ketua PWI Provinsi Riau, Zulmansyah Sekedang mengatakan, bahwa ada tiga organisasi wartawan yang telah diakui atau telah diverifikasi oleh Dewan Pers. Selain PWI, AJI dan IJTI juga telah terverifikasi.

    Zulmansyah juga berpesan ke pengurus PWI Rohul yang baru dikukuhkan agar melaksanakan amanah, sebab amanah merupakan merupakan sebuah kehormatan.

    Dirinya berharap, anggota PWI Rohul mampu membina wartawan di Rohul sehingga tetap patuh terhadap Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

    Sambung Ketua PWI Riau, dirinya juga sudah teken fakta Interigitas Anti Hoax dengan Polda Riau. Menurutnya, menjelang Pemilu biasanya Hoax akan semakin marak, terutama di media sosial, sehingga PWI Rohul harus bisa memberikan pengertian kepada masyarakat luas.

     Diakui Zulmansyah, belakangan menjadi wartawan semakin mudah, bahkan ada oknum sopir angkot yang mengaku wartawan.

     “Namun saat ini tidak sembarangan jadi wartawan, karena harus berkompetensi, harus memiliki kartu yang bisa didapatkan dari Ujian Kompetensi Wartawan atau UKW,” kata Zulmansyah.

    “Bila oknum sopir angkot juga tidak bisa mengaku-mengaku sebagai wartawan. Kemudian harus dibuktikan dengan kartu kompetensi,” ucap Zulmansyah.

    Sedangkan Bupati Rohul Sukiman dalam sambutannya berpesan ke anggota PWI Rohul yang baru dilantik tetap bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam memajukan pembangunan daerah.(ADV/Humas Pemkab Rohul)
  • Zakat Melebihi Target Baznas Bantu Insentif Guru MDTA Se-Rohul

    By redkoranriaudotco →
    Ilustrasi ( Foto : Internet)
    KORANRIAU.co, Rokan Hulu - Pengumpulan dana zakat tahun 2018 over target dari 4 milyar rupiah, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hulu alokasikan dana asnaf fi sabilillah untuk insentif guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) bagi 1894 guru se-Rokan Hulu.

    Dana Fisabilillah senilai Rp 378.800.000 ini diserahkan secara simbolis oleh ketua Basnaz Rohul Armen Za , didampingi Kasi Pendis Kemenag Rohul, Rusly M.Sy, Wakil ketua bidang Pendistribusian Zakat, H.Tarmidzi, kepada ketua FKDT MDTA Rohul Saparudin S.Pd.I, Selasa, 27 November 2018, di aula Kantor Kemenag Rohul. Kemudian dilanjutkan pembagian dana fisabilillah kepada 318 kepala MDTA Se-Rohul.


    Ketua Baznas Rohul, Armen Za menyampaikan bantuan insentif guru madrasah senilai 200 ribu rupiah per guru , untuk 1894 orang guru dari 318 MDTA Se-Rohul ini merupakan alokasi dana fisabilillah perubahan tahun 2018, yang dialokasikan senilai Rp378.800.000 karena pengumpulan dana zakat tahun 2018 mengalami over target dari 4 milyar rupiah ditahun 2018. Bantuan fisabilillah sebelumnya diberikan untuk beasiswa miskin SD,SMP, SMA, S1 dalam dan luar negeri. Namun karena dana berlebih, dialokaiskan pula untuk para guru MDTA yang diketahui 4 thun terakhir tidak menerima insentif dari pemerintah kabupaten Rokan Hulu, ujarnya.

    Ketua baznas Rohul Armen juga menegaskan, bantuan ini tidak dijamin berkelanjutan tiap tahunnya, karena ketergantungan ada kondisi pengumpulan dana zakat di  baznas Rohul, tegasnya.

    Ketua FKDT MDTA Rokan Hulu, Saparudin S.Pd.I, menyampaikan sangat berterimakasih atas perhatian baznas terhadap guru MDTA. Saparudin juga berharap bantuan ini dapat berkesinambungan jika pun tidak dari baznas, maka dari perhatian pemkab Rokan Hulu.

    Kasi pendidikan islam Kantor Kemenag Rohul, Rusli, M.Sy menyampaikan, sejak dana insentif guru MDTA tidak lagi dibantu pemkab Rohul, jumlah MDTA di Rohul mengalami pengurangan dari 340 MDTA menjadi 318 MDTA, sedangkan guru semula berjumlah 2022 orang berkurang menjadi 1894 orang guru yang masih aktif. Dan yang menerima bantuan ini adalah guru yang masih aktif dari madrasah yang masih aktif, pungkasnya. (KR12)
  • Sidang Perkara Korupsi RTH Jilid 3 Majelis Hakim Usir Dua Saksi

    By redkoranriaudotco →
     Sidang kasus korupsi pembangunan RTH dan Tugu Integritas yang digelar pada Selasa (27/11/2018) siang di Pengadilan Tipikor di PN Pekanbaru menghadirkan enam orang saksi untuk diperiksa keterangannya. ( foto : Rahmad Hidayat)
    KORANRIAU, co, Pekanbaru - Enam orang saksi dihadirkan pada perkara korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Tugu Integritas, Jalan Achmad Yani Pekanbaru yang ketiga. Dua saksi dari anggota Pokja diusir majelis hakim.

    Sidang kasus korupsi pembangunan RTH dan Tugu Integritas yang digelar pada Selasa (27/11/2018) siang di Pengadilan Tipikor Kota Pekanbaru, dengan terdakwa Yusrizal selaku PPK, Ichwan Sunardi dan Hariyanto selaku Tim PHO, menghadirkan 6 saksi.

    Keenam saksi tersebut ialah, Desi Iswanti, Dian Mairina, Richa, Dedi Wahyudi, Nurul Ikhsan, dan Dwi.

    Dalam pemeriksaan keterangan saksi tersebut, keenam saksi diperiksa satu persatu secara terpisah. Namun, saat pemeriksaan saksi dari dua anggota Pokja pembangunan RTH dan Tugu Integritas, Desi dan Richa, Ketua Majelis Hakim, Saut Maruli Tua Pasaribu mengusir kedua saksi karena saat diminta keterangan, saksi menjawab tidak ingat dan lupa.

    "Masa ditanya jawabnya et at  et ot aja," ucap hakim Saut.

    Makanya, anda itu kalau dipanggil hakim dalam sidang seperti ini bawa berkas yang lengkap. “Jangan melenggang seperti ini," bentak hakim kepada saksi Desi.

    "Suruh pulang aja dulu, mana saksi lain, dan saksi ini tolong dihadirkan di sidang minggu depan," ucap Hakim kepada Jaksa.

    Hakim Saut pun meminta jaksa untuk menghadirkan saksi Desi kembali pada sidang berikutnya dengan catatan membawa berkas-berkas yang dikerjakannya saat pembangunan proyek RTH.

    Hal yang sama juga terjadi saat pemeriksaan keterangan saksi Richa yang merupakan anggota pokja 41 dalam pembangunan proyek RTH dan Tugu Integritas. saksi juga memberikan keterangan yang tidak jelas didalam persidangan dengan alasan tidak ingat.

    "Ini berkas sebanyak ini tidak mungkin anda ingat semuanya, jangan melenggang saja," bentak hakim Saut kepada saksi Richa.

    Hakim Saut pun juga memerintahkan jaksa untuk menghadirkan saksi Richa kembali dipersidangan selanjutnya. Meski begitu, sidang terus dilanjutkan dengan pemeriksaan keterangan 4 saksi, diantaranya Dwi, Nurul Ikhsan, Dedi Wahyudi, dan Dian Mairina.

    Diketahui sebelumnya, perkara korupsi ini, merupakan perkara tahap yang ketiga disidangkan, dari 6 terpidana yang telah divonis oleh oleh hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Pekanbaru sebelumnya.

    Keenam terpidana yag telah divonis hakim PN Pekanbaru itu ialah, Dwi Agus Sumarno mantan Kadis PUPR Riau, Yuliana, Rinaldi Mugni, Khusnul, Direktur PT Bumi Riau Lestari, serta dua dari tim PHO yakni, Raymon dan Arri Darwin.

    Disidangkannya ketiga terdakwa tersebut, JPU menduga ketiga terdakwa turut serta secara bersama sama dengan keenam terpidana yang telah divonis hakim itu.

    pada pengadaan proyek RTH ini ditemukan adanya rekayasa pengaturan tender dan rekayasa pada pengadaan proyek yang dianggarkan dengan dana APBD sebesar Rp14 miliar lebih.

    Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat Pasal 2, Pasal 3 junto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (KR22)
  • Dituntut Tujuh Tahun Penjara Terdakwa Zali Korupsi Dana UED-SP di Bengkalis Minta Maaf

    By redkoranriaudotco →
    Terdakwa kasus korupsi dana UED-SP Al Barokah, Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis menyampaikan permintaan maaf dalam nota pembelaannya pada sidang lanjutan di PN Kota Pekanbaru, Selasa (27/11/2018). ( foto : Rahmad Hidayat)
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Mantan Ketua UED-SP Al-Barokah Desa Kadur, Zali STh.i yang dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus korupsi dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Al Barokah, Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis tujuh tahun penjara, menyampaikan permintaan maaf. Meski begitu JPU tetap pada tuntutannya.

    Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pekanbaru, Selasa (27/11/2018) pagi, terdakwa Zali menyampaikan nota pembelaannya terhadap kasus korupsi yang menjeratnya.
    Zali yang dituntut 7 tahun penjara oleh JPU, menyampaikan permohonan maafnya didepan majelis hakim melalui kuasa hukumnya. Dalam nota pembelaannya itu disebutkan bahwa terdakwa mengakui dan menyesali perbuatan terdakwa.

    Terdakwa meminta maaf dan sekaligus meminta hakim untuk memutus perkara ini dengan seadil-adilnya serta hukuman yang seringan-ringannya
    .
    Menanggapi pembelaan dari terdakwa, JPU Novaisal SH, MH menyatakan untuk permohonan diterima namun untuk perbuatannya yang melanggar hukum tetap di proses.

    "Sesuai dengan Undang-undang yang dilanggar, kita tetap pada tuntutan yang Mulia," ucap Novaisal kepada Hakim Ketua, Dahlia Panjaitan.

    Perlu diketahui, terdakwa Zali yang juga mantan Kepala Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, tersebut terjerat kasus korpusi UED-SP Al Barokah, Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis pada tahun 2011 hingga 2015 lalu. Pada saat itu Zali menjabat sebagai Ketua UED SP Al- Barokah Desa Kadur, yang merupakan desa induk Puteri Sembilan, telah melakukan pinjaman fiktif terhadap bantuan dana pemerintah Bengkalis pada UED-SP Al Barokah Desa Kadur.‎

    Akibatnya Dana UED-SP yang merupakan dana bantuan desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkalis sebesar Rp5 miliar, telah merugikan negara senilai Rp687.194.718.

    Atas perbuatannya, terdakwa terbukti secara sah menurut JPU telah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 dan Pasal 9 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999.

    Berdasarkan itu juga, terdakwa Zali dituntut JPU dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda Rp200 juta. Jika denda tidak dibayar, maka hukuman diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan. Tidak hanya itu, Zali juga dituntut untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebagai ganti kerugian negara sebesar Rp687.194.718, jika tidak dibayar maka diganti dengan kurungan penjara selama 3 tahun. (KR22)
  • Pemprov Terima Surat Hibah Kepemilikan Rusunawa dari Pusat

    By redkoranriaudotco →
    Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengakui dirinya baru saja menerima surat hibah kepemilikan gedung Rusunawa yang ada di Jalan Mekar Sari, belakang Gedung DPRD Riau. dengan demikian gedung yang disulap jadi asrama haji Riau tersebut sudah jadi milik Provinsi Riau.

    "Yah kita hari Jum’at (23/11/2018) lalu, menerima langsung penyerahan surat hibah kepemilikan gedung Rusunawa eks asrama atlet PON XVIII tahun 2012 yang di belakang gedung DPRD Riau.  Jadi sekarang statusnya tidak lagi pinjam pakai, tapi sudah milik Pemda, yang terdiri dari tiga blok bangunan tersebut," jelasnya memberikan info, Senin (26/11/2018) di DPRD Riau.

    dijelaskannya juga, penyerahan langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI) melalui Menteri Keuangan menyerahkan ke PUPR Riau.  "mengenai berita acara penyerahannya sudah saya tanda tangani.  Jadi gedung yang terdiri dari tiga blok itu sudah jadi milik Pemda. tidak lagi pinjam pakai," jelasnya lagi.

    "dengan telah diserah terimakannya status kepemilikan dari gedung rusunawa tersebut ke Pemprov, maka bertambah satu lagi aset Pemprov.  tinggal lagi bagaimana memanfaatkan dengan baik dan memeliharanya agar bermanfaat guna bagi masyarakat Riau.  Untuk tahun 2019, gedung tersebut akan dijadikan sebagai asrama haji bagi jamaah yang akan menunaikan rukun Islam ke lima tersebut," tutupnya. (KR19)
  • Maksimalkan Bantuan 10 Unit Bus TMP dari Kemenhub

    By redkoranriaudotco →
    Bus Trans Metro Pekanbaru ( foto : wikipedia.org)
    KORANRIAU.co, Pekanbaru  - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memberikan bantuan penambahan 10 unit armada bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tahun ini. dengan harapan, Pemerintah Kota (Pemko) pekanbaru dapat maksimal memberikan pelayanan khususnya kepada masyarakat menggunakan jasa bus Trans Metro Pekanbaru (TMP).

    Pemko pekanbaru melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru merencanakan, bantuan penambahan 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI akan diprioritaskan untuk menambahan koridor di wilayah Rumbai dan Tenayan Raya.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepada Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru, Kendi Harahap saat dikonfirmasikan terkait persoalan itu mengatakan adanya wacana untuk penambahan koridor di wilayah Rumbai dan Tenayan Raya, pihaknya merasa memang sudah sepantasnya untuk dilakukan, karena wilayahnya yang luas dan jauh.

    “Selain itu wilayah Tenayan Raya di tahun 2019 mendatang akan difungsikannya Komplek Perkantoran Walikota Pekanbaru," ungkapnya.

    Kendi juga menambahkan, dengan adanya penambahan koridor dan bus TMP di wilayah Tenayan Raya masyarakat disana serta pegawai yang akan berkantor di Komplek Perkantoran Walikota Pekanbaru dapat terlayanani dengan baik dan tidak perlu menunggu-nunggu lama. Untuk itu perlunya penambahan koridor dan bus TMP di dua wilayah itu, tambahnya.

    "Kami berharap kedepannya, dengan adanya bantuan penambahan 10 unit bus TMP dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI serta penambahan koridor di Rumbai dan Tenayan Raya dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat mengguna jasa bus TMP," tutupnya. (KR2)
  • Sempat Molor, Pemko Kembali Jadwalkan Lelang Motor Dinas

    By redkoranriaudotco →
    Sebanyak 84 unit kendaraan bermotor dinas milik Pemko yang akan dilakukan pelelangan pada 29 November 2018 mendatang. ( foto : istimewa)
    KORANRIAU.co, Pekanbaru  - Setelah sempat molor dari jadwal proses pelelangan yang sebelumnya sudah ditentukan 22 November 2018, Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menjadwalkan proses pelelangan sebanyak 84 unit kendaraan bermotor dinas pada 29 November 2018 mendatang dikarenakan masih adanya persyaratan administrasi yang kurang dan harus dilengkapi.

    molornya jadwal proses pelelangan itu dikarenakan adanya permintaan dari pihak kantor lelang dengan alasan masih ada persyaratan administrasi yang harus dilengkapkan. Dimana pihak kantor lelang sendiri tentunya tidak mau mengambil resiko jika sewaktu-waktu adanya atau terjadi pemeriksaan dikarenakan masih adanya persyaratan administrasi yang diajukan Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru belum lengkap.

    hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKAD Kota Pekanbaru, Syoffaizal melalui Kepala Bidang (Kabid) Aset, Defino Efka saat dikonfirmasikan soal penjadwalan proses pelelangan  84 unit kendaraan bermotor dinas,  "Ya, kami kembali menjadwalkan waktu proses pelelangan kendaraan dinas yang ada dilingkungan Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru tepatnya pada tanggal 29 November 2018 mendatang. Jadwal sebelumnya yang pernah kami sampaikan sempat molor dikarenakan suatu hal," kata Defino.

    Defino juga menjelaskan, molornya jadwal waktu proses lelang sebelumnya dikarenakan adanya permintaan dari kantor lelang, dengan alasan yang disampaikan karena masih adanya persyaratan administrasi yang sebelumnya telah diajukan yang kurang dan harus dilengkapi. selain itu, pihak kantor lelang sendiri tentunya tidak mau mengambil resiko jika sewaktu-waktu adanya pemeriksaan.
    Karena adanya permintaan dari kantor lelang itulah jadwal waktu proses pelelangan yang sebelumnya sudah disampaikan molor. Setelah persyaratan administrasi yang kurang diajukan, pihak kantor lelang menjadwalkan waktu proses pelelangan kendaraan bermotor dina milik Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru, yakni pada tanggal 29 November 2018 mendatang, jelasnya.

    "Untuk kondisi kendaraan dilelang sendiri bisa dilihat langsung nantinya, kalau kita lihat sekilas kondisi kendaraan yang akan dilelang itu sudah bisa dikatakan barang rongsokan. Lebih jelas dan pastinya kondisi kendaraan itu, masyarakat yang ingin mengikuti proses lelang kendaraan bermotor dinas Pemko Pekanbaru silahkan dilihat langsung ke Kantor Walikota Pekanbaru persisnya dibelakang Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru," tutup Defino. (KR2)
  • Pemko Kembali Terima Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik Nasional

    By redkoranriaudotco →
    Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT saat  menerima penghargaan Pelayanan Publik Terbaik Nasional dari Kemenpan RB RI di Jakarta. ( Foto : Istimewa)
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru  kembali untuk kedua kalinya di tahun ini menerima penghargaan Pelayanan Publik terbaik nasional dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). 

    di tahun 2017 lalu, penghargaan Pelayanan Publik terbaik nasional itu juga pernah di raih Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru.

    penghargaan kedua kalinya diterima Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru  tahun ini tertuang dalam surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Nomor B/466/S.PP.02/2018.

    "Alhamdulillah tahun ini untuk kedua kalinya kita menerima penghargaan itu. Insya Allah penghargaan yang kita raih kedua kalinya pada tahun ini itu akan langsung diterima Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT pada hari ini (kemarin,red) di Jakarta," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru, M Jamil saat dikonfirmasi, Selasa (27/11/2018).

    Jamil menambahkan, sebelumnya juga di tahun ini penghargaan Pelayanan Publik terbaik nasional juga pernah diraih Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Nomor B/466/S.PP.02/2018.

    "Penghargaan itu juga langsung diterima Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT, Rabu (24/1/2018) di Jakarta. ditahun yang sama juga, penghargaan itu kembali diterima dan diraih Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru dan Selasa (27/11/2018) ini langsung diterima Walikota Pekanbaru, "tambahnya.

    Lanjut ditambahkan Jamil, pada tahun 2017 lalu Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru juga pernah sekali menerima penghargaan Pelayanan Publik terbaik nasional dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Selasa (5/12/2017).

    pada tahun itu, penghargaan yang diraih dan terima Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru diserahkan bersamaan dengan acara "Penghargaan Predikat Kepatuhan Terhadap Standar pelayanan Publik” yang dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo.

    Juga ditambahkannya, predikat ini dapat dipertahankan tidak terlepas karena komitmen dan dedikasi dari seluruh staf Pemko Pekanbaru dalam hal ini bidang pelayanan yang cukup tinggi. Predikat yang diraih untuk keduanya kali tahun ini merupakan bentuk motivasi baginya dan staf agar lebih baik lagi seterusnya.

    Selain itu pula, DPMPTSP juga telah banyak melakukan perubahan guna meningkatkan pelayanan yang cepat, tertib dan nyaman.

    “Perubahan untuk meningkatkan pelayanan yang cepat, tertib dan nyaman yang kami berikan itu, yakni akan dioperasionalkannya Mall Pelayanan Publik (MPP) pada Januari 2019 mendatang. Dengan harapan kami dioperasionalkannya MPP mendatang akan memancing para investor untuk mau menanam modalnya di Kota Pekanbaru,” tutup Jamil. (KR2)
  • Sisa Tiga Hari Pemutihan Denda Pajak

    By redkoranriaudotco →
    Ilustrasi ( Foto : internet)
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Indra Putra Yana, mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu tiga hari lagi kebijakan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor.

    Penghapusan kebijakan ini dimulai 22 Oktober hingga 30 November 2018. melalui program ini Bapenda Riau menargetkan pendapatan Rp25 miliar. Namun sampai 26 November pendapat sudah melebihi target mendekati angka Rp30 miliar. 

    “Untuk penerimaan sudah over target. Tapi kita tetap imbau masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu tiga hari lagi,” katanya, Selasa (27/11/2018).

    Indra menegaskan pihaknya tidak akan memperpanjang kebijakan pemutihan denda pajak. “Jadi bagi masyarakat yang tidak memanfaatkan kebijakan itu, kedepan kita akan mengejar wajib pajak yang tak melunasi utang pajak,” tegasnya
    .
    Apalagi, lanjut Indra, ada kebijakan dari pemerintah pusat berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas, bahwa masyarakat yang tak melaporkan kendaraannya dua tahun setelah perpanjangan (tujuh tahun), maka datanya bisa dihapus.

    “Kalau kebijakan diberlakukan, masyarakat yang tak bayar pajak tidak ada lagi bukti kepemilikan. Kendaraan itu tak bisa dijual karena dianggap bodong, karena semua bukti kepemilikan sudah ditarik,” jelasnya.

    Dia menambahkan, kebijakan penghapusan data kendaraan itu bisa diterapkan kapan saja. Karena kebijakan tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas.

    “Jadi percuma saja kita punya kendaraan tak bisa diapa-apakan. dijual murah pun orang tak mau, karena dianggap kenderaan bodong. Makanya sekali lagi saya imbau manfaatkan lah siswa waktu yang ada untuk bayar pajak,” sebutnya. (KR4)
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com 8bPIF.jpg