Browsing "Older Posts"

  • Buaya Serang Warga Meranti, Kaki dan Tangan Zaini Lenyap

    By redkoranriaudotco → Rabu, 31 Oktober 2018


    KORANRIAU.co, Pekanbari -- Setelah hilang selama tiga hari, Zaini (35), warga Desa Mekar Sari, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau akhirnya ditemukan dengan kondisi tubuh tidak utuh. Kaki dan tangannya terpotong karena dimakan buaya.


    Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Laode Proyek memastikan korban diserang buaya saat bekerja sebagai buruh perkebunan sagu. ‎Tak ada yang mengetahui kejadian itu karena korban bekerja sendirian.


    “Korban berada di atas rakit sedang mengikat tual sagu, tak lama kemudian teman korban datang dan tak melihatnya lagi, hingga akhirnya ditemukan mengapung di pinggir sungai,” ujar Laode, Rabu (31/10/2018).


    Sementara itu, Kepala Desa Mekar Sari, Erman menjelaskan, Zaini sempat hilang diseret buaya tersebut ke muara sungai selama tiga hari. Hingga akhirnya mayat buruh sagu itu ditemukan mengapung warga dan kepolisian di punggir sungai. 


    Sebelum kejadian, pria lajang itu hendak mengikat dan membawa batang dengan rakit untuk dibawa ke pabrik. 


    Peristiwa itu insiden serangan buaya yang untuk pertama kalinya terjadi di Desa Mekar Sari itu terjadi pada Ahad (28/10). “Saat itu, warga lainnya mengetahui bahwa korban sedang mengikat batang-batang sagu di sungai Desa Mekar Sari. Namun saat temannya datang, korban hilang dari rakitnya,” kata Erman.


    Awalnya masyarakat tidak mengetahui korban diserang buaya. Namun  keesokan harinya warga melihat seekor buaya berukuran besar sedang menggigit potongan tubuh manusia, tepatnya pada bagian kaki. Tentu hal itu membuat warga kaget, namun tidak berani mendekati predator melata tersebut.


    “Karena buaya itu sedang memakan daging manusia, kami semakin yakin bahwa korban hilang akibat diserang hewan tersebut. Dan potongan tubuh tadi kami duga milik korban,” kata Erman.


    Temuan itu dilaporkan ke pihak kepolisian. Lalu proses pencarian selanjutnya semakin ditingkatkan. Hasilnya, warga dan polisi menemukan jasad korban terapung pada Selasa (30/10) tidak jauh dari lokasi hilangnya. 


    “Kami menemukan korban dengan kondisi mengenaskan. Beberapa bagian tubuh korban hilang. Kedua tangannya sudah tidak ada lagi. Kemudian kaki kiri terpotong hingga lutut,” terang Erman.


    Jenazah korban langsung dibawa ke daratan. Kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dilanjutkan pemakaman.


    Atas insiden ini, Erman berharap ada tindakan dari pihak berwenang sehingga tidak menimbulkan korban lagi. “Almarhum Zaini merupakan tulang punggung keluarga. Dia bekerja sebagai buruh tebang perkebunan sagu tersebut,” ujar Erman. (Sani)
  • Pembangunan Riau 2019 Diarahkan ke Kabupaten/Kota

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Pekanbaru  -- Tahun ini kegiatan pembangunan lebih dominan dilakukan di Ibu Kota Provinsi Rias, Kota Pekanbaru yang menyedot anggaran mencapai sekitar Rp700 miliar. Untuk 2019, kegiatan pembangunan akan 'digilir' lebih diarahkan ke Kabupaten/Kota lain di Riau.


     
    Hal tersbeut disampaikan anggota Komisi IV DPRD IV Riau Asri Auzar, Rabu (31/10/2018). “Jangan Kota Pekanbaru terus, kabupaten/kota juga perlu pembangunan. Ini nanti akan diupayakan merata,” sebutnya.

    Saat disinggung mengenai anggaran 2019 minim, Asri mengakui itu. Tapi menurutnya, hal itu tetap bisa dilakukan karena dari sekitar Rp8,4 triliun prediksi anggaran 2019, kegunaannya ada untuk biaya langsung dan tidak langsung.

    “Ini dilakukan secara bersamaan sekitar perbandingan 50:50, tidak hanya untuk belanja pegawai semua. Sekitar setengahnya digunakan untuk pembangunan, inilah yang 'dibagi-bagi' untuk kabupaten kota,” terangnya.

    Diakui jugaoleh politikus Demokrat ini, untuk anggaran 2019 memang mengalami penurunan jika dibandingkan 2018.   Turunnya mencapai 20 persen, di mana APBD 2018 nencapai Rp10,8 triliun. Hal itu disebabkan dana bagi hasil yang jadi hak daerah masih 'ditahan' oleh Pemerintah pusat. (Ismet)
  • Empat Kepala OPD Temui Sekdaprov Riau

    By redkoranriaudotco →

     
    Ahmad Hijazi 


    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengakui baru empat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) datang menemuinya terkait surat intruksi rasionalisasi yang sebelumnya dilayangkan Sekdaprov Riau kepada seluruh OPD di lingkungan Pemprov Riau. Empat OPD itu adalah Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, DPM Bangdes, dan Biro Humas Protokol dan Kerjasama Setdaprov Riau.

    Sekda mengklarifikasi, surat intruksi yang dikelurkan pada 29 Oktober 2018 itu, di antara langkah-langkah untuk menyiasati kondisi defisit kas daerah, agar tidak menimbulkan masalah dengan pihak rekanan terhadap kontrak-kontrak kegiatan yang sudah dilaksanakan.

    “Kita hanya ingin agar OPD mencermati, masih memungkinkankah ada hal yang tidak prioritas, dan itu bisa ditahan dulu,” katanya, Rabu (31/10/2018).

    Misalnya, dari sisi belanja yang sifatnya tidak wajib dan tidak meningkat, sebaiknya dilakukan penyisiran kembali, terutama kegiatan yang sifatnya memungkinkan untuk ditahan pembayarannya. Hal ini di luar belanja wajib (kontrak beban, bayar telpon, listrik, air, termasuk gaji dan tunjangan).

    “Kami melihat masih ada potensi belanja langsung yang tidak wajib, atau belum ada komitmen apapun yang harus dilaksanakan. Kalau memang bisa disisihkan, disisihkanlah dulu supaya yang wajib ini bisa kita bayarkan,” terangnya.

    Dia menambahkan, dari empat OPD yang datang dan duduk bersama untuk berembuk dengan kepala dingin sudah ditemukan beberapa potensi tunda bayar walaupun secara estimasi belum bisa dipublikasikan, lantaran masih dalam proses. “Saya belum bisa ekspos dalam waktu dua bulan ini harus diseselsaikan,” tukasnya. (Desma)
  • Hari Ini Tujuh Desa Laksanakan Pilkades di Kecamatan Bengkalis

    By redkoranriaudotco →

    Sekda Bengkalis H. Bustami HY, didampingi istri memasukkan surat suara usai mencoblos di TPS 17 Desa Kelapapati, Rabu, 31 Oktober 2018. (foto: Junaidi/Koran Riau)


    KORANRIAU.co, Bengkalis -- Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau yakni Desa Kelapapati, Senderak, Teluk Latak, Air Putih, Penebal, Temeran dan Desa Ketam Putih,  Rabu, 31 Oktober 2018 ini, melakukan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2018-2024.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis H Bustami HY, bersama istri Hj Akna Juita, yang merupakan warga Desa Kelapapati turut menyalurkan hak suaranya untuk memilih salah satu dari lima calon Kades yang nantinya akan memimpin untuk enam tahun ke depan.

    "Sebagai warga desa Kelapapati, kami sudah menyalurkan hak suara kami untuk memilih salah satu dari lima calon Kades. Tentunya kita berharap pemilihan Kades secara demokrasi ini dapat melahirkan pemimpin desa yang mampu memajukan desa dengan sebaik-baiknya," ujar Bustami, usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 Desa Kelapapati.

    Kepada seluruh masyarakat yang pada hari ini melakukan Pilkades, Sekda berharap untuk menggunakan hak suaranya masing-masing dengan mendatangi TPS. Sehingga tidak ada istilah tidak memilih dan ikut menentukan pemimpin desa.

    “Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena semua keputusan di tangan pemilih. Jangan sampai salah dalam memilih,” pinta Sekda.

    Meski telah menyalurkan hak suara dan ternyata pilihan yang dicoblos tidak menang, Bustami mengimbau agar hal itu tidak menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Jika memang protes tidak dapat dielakkan, lakukan dengan tetap mengedepankan sikap santun dan bijak.

    “Kita tidak menginginkan perpecahan terjadi di tengah-tengah masyarakat desa. Mudah-mudahan semua desa yang melakukan Pilkades hari ini dalam keadaan aman dan kondusif,” harap Bustami.

    Usai menyalurkan hak suara, Sekda kemudian melakukan peninjauan di sejumlah TPS yang ada di desa-desa yang menggelar Pilkades, seperti Desa Air Putih, Senderak, Teluk Latak dan desa-desa lainnya.

    Untuk diketahui, selain tujuh desa di Kecamatan Bengkalis, empat desa di Kecamatan Bantan juga melakukan Pilkades, yakni Desa Desa Selatbaru, Desa Muntai, Desa Kembung Luar dan Desa Teluk Lancar. Kecamatan Pinggir terdapat satu desa yakni Desa Muara Basung.

    Kemudian di Kecamatan Siak Kecil ada Desa Sepotong, Desa Langkat, Desa Lubuk Gaung, Desa Jaya. Kecamatan Bukit Batu, Desa Sejangat yang melaksanakan Pilkades. Kecamatan Bathin Solapan ada Desa Bumbung dan Balai Makam.

    Selanjutnya tiga desa di Kecamatan Talang Muandau, Desa Tasik Serai Timur, Melibur dan Desa Kuala Penaso. Di Kecamatan Rupat, Desa Pangkalan Nyirih dan Parit Kebumen. Kecamatan Rupat Utara lima desa, yakni Desa Tanjung Medang, Kadur, Tanjung Punak, Titi Akar dan Desa Suka Damai. (junaidi)

  • Pelajar SMPN 2 Bengkalis Ikuti Kejurnas Anggar Jakarta

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co, Bengkalis -- Rofi Syarma, pelajar kelas IX di SMPN 2 Bengkalis, Provinsi Riau adalah seorang atlet anggar di antara 30 atlet anggar di bawah binaan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Pengurus Kabupaten Bengkalis yang akan mengikuti Kejuaraan Nasional Anggar tahun 2018 di Jakarta.

    Kejuaraan yang akan berlangsung selama sepekan ini, bermula pada Kamis, 1 November dan berakhir pada Rabu, 7 November 2018. Ketigapuluh atlet tadi berangkat dari Bengkalis pada Rabu, 31 Oktober menuju Pekanbaru dan langsung terbang ke Jakarta pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama.

    "Kami gembira sekali, tak terfikirkan oleh kami ada pelajar SMPN 2 Bengkalis ini yang bisa mewakili Provinsi Riau ke kancah nasional. Kami sebagai pimpinan tentunya merasa gembira, bersyukur kepada Allah SWT. Mudah-mudahan anak ini bisa membawa prestasi membawa nama Riau umumnya dan SMPN 2 khususnya," kata Kepala SMPN 2 Bengkalis, Tukimin SPd MPd kepada Koran Riau, Rabu (31/10/2018).

     

    Kapala SMPN 2 Bengkalis Tukimin dan Rofi Syarma
    Atas kesempatan seorang Rofi Syarma anak didiknya ini, Tukimin mengaku di sekolahnya tidak ada guru olahraga yang dasarnya olahraga. "Kalau memang anak-anak kita belajar cabang olahraga dan lainnya di luar sekolah, kami mempermudahkan urusannya. Selagi positif, kami dukung sebab semuanya untuk diri mereka sendiri kedepannya. Dan hal-hal positif ini sangat bagus apalagi sekarang banyak pengaruh misalnya main game di warnet-warnet," terang Tukimin.

    "Harapan kami, mudah-mudahan anak ini bisa mengukir prestasi kedepannya. Dengan prestasi ini, bisa diangkat menjadi pegawai negeri kalau mengukir nama baik Indonesia yang tentunya akan membuat kami semua bangga," tutup Tukimin.

    Sementara, orangtua Rofi mengaku bangga kepada anaknya. "Pokoknye sangat gembira, die (Rofi Syarma) kan baghu (kali ini bertanding) jadi awak sangat gembira. Kami mendukung die sampai mengukir prestasi," ungkap ayah Rofi Syarma, Kuswanto, PNS di DPRD Bengkalis.

    Rofi Syarma, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Kuswanto dan Syarifah kelahiran Bengkalis, 17 Oktober 2013, alumni SDN 5 Bengkalis (sekarang SDN 4). Ia sejak kelas 2 SD telah tercatat sebagai atlet anggar.

    Dalam Kejurnas yang pertama kali diikutinya ini, Rofi akan bertanding di kelas Floret Cadet Putra. "Kami mohon do'a restu dari masyarakat Bengkalis maupun Riau, semoga anak kami Rofi Syarma akan membawa nama baik bagi kita semua," tutup Kuswanto. (junaidi)

  • DPK Dumai Kunjungan Kerja ke Sumatera Utara

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Dumai -- Dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke perusahaan di Medan, Sumatera Utara, Dewan Pengupahan Kota (DPK) Dumai mendatangi ke PT Permata Hijau Palm Oleo Medan, Rabu (31/10/2018). Sejumlah staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumut turut mendampingi.

    Studi banding  DPK Dumai ke Sumut yang diikuti anggota Kadin Dumai, Apindo Dumai, pengurus SP/SB serta akademisi dipimpin Sekretaris Disnakertrans Kota  Dumai MT Parulian Siregar SE, didampingi Kabid HI dan Ketenagakerjaan Muhammad Fadhly SH.

    Sesuai agenda yang diterima Koran Riau, DPK Dumai berkunjung ke kantor Disnakertrans Provinsi Sumut. Selanjutnya menuju PT Permata Hijau Palm Oleo Medan.

    Sedangkan pada Selasa (30/10/2018), Disnakertrans Sumut mendampingi DPK Dumai  berkunjung  ke PT Musim Mas, Kawasan Industri Modern (KIM) Group Medan

    "Hari ini kita berangkat ke PT Permata Hijau Palm Oleo, pukul 09.00 WIB,"  kata Staf Bidang HI dan Ketenagakerjaan Disnakertrans Dumai Gurniawan  di Hotel Swiss Bellin Medan, Rabu pagi.

    Sebelumnya, saat kunjungan ke PT Musim Mas pada Selasa, Sekretaris Disnakertrans Dumai MT Parulian Siregar memaparkan bahwa dewan pengupahan terdiri dari berbagai komponen. Di antaranya Apindo, Kadin, SP/SB serta akademisi dari perguruan tinggi Dumai

    Menurut Parulian, pemerintah berupaya keras meningkatkan sumberdaya manusia agar lebih berkualitas dan dapat diterima bekerja di perusahaan. 

    Seperti diketahui, PT Musim Mas Group  juga ada beroperasi di Dumai. Untuk itu diharapkan warga Dumai juga bisa magang di PT Musim Mas dan diharapkan dapat diterima menjadi karyawan.

    Parulian mengapresiasi PT Musim Mas yang telah memproduksi  turunan kelapa sawit  menjadi  bahan makanan yang bisa dinikmati masyarakat. Dia berharap PT Musim Mas dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Dumai juga pemerintah Sumatera Utara.

    "Kami berharap kerjasama pemerintah dan perusahaan tetap terjalin dengan baik," pintanya.

    Sementara Ir FA Aritonang, pengurus Kamiparho SBSI berharap PT Musim Mas memprakarsai  pemberlakuan upah sektor di perusahaan. "Kami berharap PT Musim Mas memprakarsai hal ini," ujarnya.

    Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini protes menyangkut Amdal perusahaan (PT IBP) di Dumai yang hanya akan menguntungkan pihak-pihak lain. Tidak itu saja, PT Musim Mas juga diharapkan peduli terhadap pendidikan Kota Dumai.

    "Kami dengar tadi PT Musim Mas memberi beasiswa di sini, kami berharap mahasiswa di Dumai juga dapat diperhatikan," ucapnya.

    Ketua DPC FSPTI-KSPSI Dumai Nurdin Budin berharap PT Musim Mas memiliki aksi, khususnya menyangkut lingkungan. Begitu juga menyangkut pencemaran (minyak tumpah ke laut) hendaknya dikurangi.

    "Kehadiran PT Musim Mas kami sambut positif," katanya.

    Rombongan DPK Dumai yang berjumlah 20 orang berkunjung ke PT Musim Mas di KIM Medan. Dalam kesempatan itu, manajemen PT Musim Mas memaparkan keberadaan perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1932.

    Manajemen Musim Mas menjelaskan bahwa perusahaan tersebut memiliki  30 ribu ha perkebunan kelapa sawit  di seluruh Indonesia. Perusahaan yang sudah beroperasi di hampir seluruh dunia tersebut memproduksi berbagai produk kelapa sawit dan turunannya yang siap dipasarkan ke masyarakat.

    PT Musim Mas telah beroperasi sejak 1932 dan  mendapat sertifikasi ISPO. Bahkan juga memiliki perkebunam di Tanjung Langsat. Dan juga memiliki  pabrik terbesar di Belanda dan Spanyol. Produk terbaru PT Mudim Mas adalah  MICT OIL.

    Sementara menyangkut upah, disampaikan PT Musim Mas juga mematuhi ketentuan yang berlaku sesuai keputusan dewan pengupahan. Dan perusahaan pasti peduli terhadap pekerja yang senantiasa komitmen meningkatkan produktifitas.

    "Perusahaan milik kita begitu juga pekerja adalah milik kita," ujar perwakilan PT Musim Mas Syafruddin Tarigan.

    Usai  acara ramah tamah, Manajemen PT Musim Mas menyerahkan bingkisan kepada seluruh anggota Dewan Pengupahan Kota Dumai dan Disnakertrans Sumut.

    Dalam kesempatan itu Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini juga menyerahkan plakat Kadin kepada Manajemen PT Musim Mas Medan. (Jly)
  • Sebelas Mahasiswa UTHM Malaysia Kunjungi Unilak

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co, PEKANBARU -- Sebanyak sebelas mahasiswa asal Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan satu dosen pembimbing, melakukan kunjungan ke Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, Riau, Rabu (31/10/2018). Kunjungan langsung disambut oleh Rektor Unilak Dr Hj Hasnati, Wakil Rektor II Erminasari STP MSc, serta Kepala Bidang Kerjasama Ir Masnur Putra Halilintar MT.

    Pertemuan berlangsung hangat di gedung rektorat lantai III. Hampir satu jam berdialog, kedua universitas ini membicarakan berbagai peluang kerjasama khususnya bidang budaya Melayu.

    Rektor Unilak Dr Hj Hasnati saat ditemui menyebut merasa senang atas kunjungan itu. Beberapa hal telah didiskusikan untuk melakukan berbagai kegiatan, dan sangat terbuka dilakukan dengan Fakultas Ilmu Budaya Unilak. Selain itu juga dibicarakan rencana menggelar seminar kebudayaan.

    Kunjungan rombongan mahasiswa dan dosen pembimbing ini juga melakukan studi banding ke Siak, Pelalawan, dan Inderagiri Hilir. Di Siak mereka akan mengkaji dan memelajari berbagai khazanah budaya, Istana Siak dan bertemu tokoh tokoh Lembaga Adat di Siak.

    Dosen pembimbing UHTM Dr Mohk Akbal  mengatakan, kesebelas mahasiswa yang dibawa berasal dari berbagai program studi. Di antaranya tata boga, desain menggambar dan lain-lain. Mereka akan belajar tentang kebudayaan Melayu seperti makanan tradisional Melayu, arsitektur Melayu, pantun, dan bertemu dengan beberapa tokoh Melayu di Siak. (Humas Unilak)
  • Prodi Pendidikan Matematika UIR Adakan Khatam Qur’an

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memedomani Alqur’an. Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR), Drs Alzaber MSi, Rabu (31/10/2018).

    Menurut Dekan, Alqur’an merupakan pedoman umat muslim dalam menjalani kehidupan. Terutama mahasiswa yang menimba ilmu di Universitas Islam Riau (UIR).

    “Kita berharap melalui kegiatan khataman Alqur’an ini mampu memberi pedoman pada mahasiswa terutama dalam menuntut ilmunya sesuai dengan yang benar diajarkan oleh Alqur’an itu,” ungkap Dekan usai membuka kegiatan Khataman Alqur’an Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UIR, yang berlangsung di Masjid Al Munawwarah, kampus UIR.

    Dekan menambahkan, melalui kegiatan khataman, mahasiswa Prodi Matematika khususnya dapat menjadi pribadi pemberani terutama dalam kehidupan sehari-hari senantiasa membaca Alqur’an dan mengamalkannya. “Semoga dapat berprilaku sesuai dengan tuntunan,” sebut Dekan.

    UIR sebagai lembaga pendidikan menyematkan kata Islam dalam lembaganya harus mampu mencerminkan nuansa keislaman terutama pada karakter mahasiswa dan dosennya.

    “UIR tidak hanya mengandalkan mutu keilmuan, tapi juga harus mampu menjadikan Qur’an sebagai tuntunan kehidupan. Kita membekali mahasiswa dengan ilmu keislaman, salah satunya adalah mendalami ilmu Alqur’an. Dengan diadakannya Khatam Alqur’an di Prodi Matematika, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa khususnya mendalami ilmu Alqur’an sebagai kitab suci umat Islam,” papar Dekan.

    Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UIR, Leo Adhar Effendi SPd MPd menuturkan, mahasiswa UIR harus bisa membaca Alqur’an dan mampu mengamalkan dalam kehidupan. “Supaya mahasiswa terbiasa membaca Alqur’an,” sebutnya.

    Di tempat terpisah, Ketua Pelaksana Rezky Khumelta menyebutkan, kegiatan Khatam Alqur’an yang dilakukan Pendidikan Matematika  diikuti sebanyak 368 mahasiswa . Sebelum mengadakan kegiatan, peserta Khatam Qur’an diarak keliling kampus diiringi rebana dan kompang.

    Mahasiswa sebut Rezki, memakai baju putih dan celana hitam, sementara mahasiswi memakai busana muslim warna putih dan jilbab abu-abu.

    “Arak-arakan peserta juga diikuti oleh Dekan FKIP UIR, Presiden Mahasiswa UIR dan Ketua Program Studi Matematika serta para dosen Pendidikan Matematika,” jelas Rezki.

    Hal senada disampaikan Bupati Himatika UIR Fajar Ikhta Gusman. Acara Khatam Qur’an katanya, bertujuan agar mahasiswa dapat membaca Alqur’an dengan baik dan benar.

    “Kita juga mendoakan saudara kita yang terkena musibah di Lombok, Donggala, Palu serta jatuhnya pesawat Lion Air JT610,” sebutnya. (Abs/Rls)
  • Dugaan Pelanggaran Wajib Pajak, Pengamat: Harus Diungkap

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co,Pekanbaru -- Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Islam Riau (UIR) Drs H Zaini Ali MSi menanggapi persoalan dugaan permainan wajib pajak yang memiliki usaha-usaha, seperti restoran, rumah makan dan hotel serta usaha lainnya di Pekanbaru. Keadaan itu sebelumnya dikeluhkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, karena pajak sudah diatur di Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru dan sudah lama dibuat.

    “Kalau adanya dugaan pelanggaran pajak yang dilakukan oleh oknum wajib pajak serta dugaan permainan oknum dinas terkait, maka persoalan ini harus diungkap. Dan bagi pelaku penggelapan pajak diberikan sanksi,” ungkap Zaini Ali kepada Koran Riau, Rabu (31/10/2018).
    Selain itu menurut Zaini, DPRD Kota Pekanbaru selaku pihak pengawasan terhadap peraturan pemerintah, juga harus berani mempertanyakan kepada dinas terkait sejauh mana pencapaian penerimaan pajak di kota ini.

    “Pihak DPRD Kota Pekanbaru jangan hanya diam saja terkait persoalan wajib pajak. Selaku pihak yang mengesahkan dan membuat aturan bersama pemerintah,  mestinya mempertanyakan hal tersebut,” kata dia.

    Selain itu, Zaini Ali mempertanyakan juga wajib pajak yang memiliki usaha sarang burung walet yang semakin menjamur di Kota Pekanbaru, juga tidak pernah dipersoalkan oleh dinas terkait. Padahal Perda tentang usaha burung walet sudah ada, tetapi kenapa didiamkan saja.

    Jadi artinya menurut Zaini, Bapenda Pekanbaru harus berlaku adil terhadap semua wajib pajak yang ada di daerah ini. Kalau persoalan belum adanya pencapaian wajib pajak di Pekanbaru, sementara dinas terkait sudah berusaha keras dalam meningkatkan wajib pajak, itu bisa dimaklumi.

    “Tetapi apabila pencapaian wajib pajak tidak tercapai, sementara pihak terkait tidak bekerja secara maksimal, itu perlu kita pertanyakan,” ujarnya.

    Untuk itu kata dia, solusi yang perlu dilakukan dalam pencapaian wajib pajak usaha  kedepannya, yakni perlunya pengawasan secara bersama, yakni antara DPRD Kota Pekanbaru dan dinas terkait. Kemudian, sistem secara manual dalam urusan wajib pajak harus diganti dengan menggunakan sistem daring atau online agar tidak ada lagi dugaan permainan wajib pajak.

    Kemudian, sosialisasi harus berjalan dan termasuk sosialisasi terhadap persoalan sanksi bagi pelaku usaha yang tidak menjalankan wajib pajak sesuai dengan aturan pemerintah.

    “Bagi pelaku usaha yang tidak mengindahkan aturan pemerintah kota Pekanbaru serta termasuk oknum pihak pemerintah, maka kepala daerah perlu mempertanyakan persoalan ini. Sebab itu sudah menjadi hak kepala daerah untuk meminta kejelasan terhadap kinerja bawahannya,” pungkas Zaini Ali. (Yusuf)
  • Bankeu Dana Desa untuk Kampar dan Inhil Belum Disalurkan

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Desa Provinsi Riau, Syarifuddin membenarkan hingga saat ini masih ada dua kabupaten di Riau yaitu Kampar dan Inhil, yang belum tersalurkan Bantuan Keuangan (Bankeu) dana desa.

    Setelah disalurkan ke kabupaten masing-masing, dana tersebut baru diteruskan ke desa oleh pemerintah kabupaten/kota setempat.

    “Kalau pengajuannya, sudah masuk semua. Namun untuk penyaluran ke desa memang belum semua. Saat ini masi ada dua kabupaten lagi yang belum disalurkan dana desanya,” katanya, Rabu (31/10/2018).

    Dia menjelaskan, belum disalurkannya Bankeu dana desa kepada dua kabupaten itu karena terkendala masalah teknis. Berkas pengajuan pencairan dana desa itu terlambat masuk ke Provinsi Riau, sementara pihaknya harus melakukan verifikasi sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

    “Mereka terlambat mengajukan dan masih ada beberapa dokumen yang belum lengkap. Sementara Bankeu itu kan tetap harus ada laporan pertanggungjawabannya,” sambung Syarifuddin.

    Untuk diketahui dana desa yang sudah disalurkan sekitar Rp159,1 miliar kepada 1.591 desa di Provinsi Riau dengan besaran bantuan keuangan masing-masing desa sekitar Rp100 juta. (Desma)
  • Zufra : Kunci Integritas Itu Transparansi

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Ombudsman Riau dan Sahabat Ombudsman bersama Komisi Informasi Riau menggelar pertemuan dan diskusi berkala di kantor Ombudsman Jalan Diponegoro Pekanbaru, Riau  pada Rabu (31/10).

    hadir pada kesempatan tersebut ketua Ombudsman RI Perwakilan Riau Ahmad Fitri didampingi Asisten Deny Rendra, Ketua Komisi Informasi Riau Zufran Irwan, dan sahabat ombudsman.

    Ketua Ombudsman RI perwakilan Riau Ahmad Fitri menyebut, "pertemuan ini digelar dalam rangka silaturahmi antara Komisi Informasi bersama Sahabat Ombudsman. tujuan dari pertemuan berkala ini kita ingin mendapatkan tambahan pemahaman tentang keterbukaan informasi terutama informasi mengenai pelayanan publik", sebutnya.

    sementara itu Ketua Komisi Informasi Riau Zufran Irwan mengatakan, " sebetulnya Komisi Informasi ini amat sangat dekat tugasnya dengan ombudsman. untuk tugas Komisi informasi sendiri  memiliki fungsi salah satunya menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi", katanya.

    dia menambahkan, "kita juga mengajak sahabat ombudsman Riau menjadi penggerak keterbukaan informasi. salah satu masalah yang kita hadapi saat ini yakni maraknya korupsi informasi sehingga menyebabkan carut marutnya tata kelola pemerintahan kita selama ini, tambahnya.

    "elemen penting dari integritas itu adalah transparansi. dengan adanya transparansi bisa menyelamatkan perilaku aparatur sipil yang berada di pemerintahan dari praktek korupsi', tegas Zufran

    "diriau sendiri Implementasi keterbukaan Informasi Publik masih perlu pembenahan. adapun yang perlu dibenahi yakni Infrastruktur PPID, teknologi hingga persoalan rendahnya komitmen aparatur terkait hak hak publik akan informasi, tutupnya. (Rasid)



  • Wahyu Widada Dilantik, Riau Punya Wakapolda Baru

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Brigadir Jenderal Polisi Drs Wahyu Widada MPhil dilantik Kapolda Riau Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo sebagai Wakapolda Riau, Rabu (31/10/2018) pagi.


    Pelantikan sekaligus serah terima jabatan ini dilaksanakan di Gedung Bhayangkara Markas Brimobda Polda Riau, yang turut dihadiri pejabat utama Polda Riau dan Kapolres se-Riau.
    Wahyu Widada resmi menggantikan Brigjen Pol Drs He Permadi yang dipromosikan sebagai Karo Binkar SSDM Mabes Polri.

    Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan bahwa Brigjen Pol Drs Wahyu Widada juga merupakan seorang perwira tinggi (Pati) yang berprestasi. "Beliau merupakan lulusan terbaik Akademi Polisi (Akpol) Tahun 1991 atau Adhimakayasa," katanya.

    Untuk diketahui, pria kelahiran Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta ini pernah menjabat sebagai Kapolres Pekalongan pada 2009. Pada tahun yang sama, ia diberikan amanat baru sebagai Sekretaris Pribadi (Sespri) Kapolri. Kemudian pada 2010, Wahyu Widada dimutasi menjadi Kapolres Tangerang Kabupaten.


    Pada 2011, ia menjadi Kapolres Metro Tangerang. Setelah dua tahun menjadi Kapolres Metro Tangerang, pada 2013 Wahyu Widada dipercaya menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Bahkan, Wahyu Widada sudah lama berpengalaman di bidang Reserse.


    Lalu pada 2014, ia ditarik ke Bareskrim Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter.


    Karir Brigjen Wahyu menanjak saat ia ditarik menjadi Staf Kepresidenan (Pamen Bareskrim), kemudian pada 2016 ia menjadi Kabagren Rojianstra SSDM Polri, lalu dilanjutkan sebagai Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Kemahasiswaan STIK/PTIK.


    Selanjutnya pada 2017, perwira tinggi kelahiran tahun 1969 tersebut dipercaya mengisi posisi Karojianstra (Kepala Biro Kajian Strategi) SSDM Polri, dan kini dirinya dipromosikan sebagai Wakapolda Riau. (Jas)


  • Artis Roger Danuarta Masuk Islam

    By redkoranriaudotco → Selasa, 30 Oktober 2018
    KORANRIAU.co, Jakarta - lama tak tampil dilayar kaca, Roger Danuarta dikabarkan sudah menjadi mualaf. Informasi tersebut sudah dikonfirmasi langsung oleh Amru selaku Ketua Mualaf Center Yogyakarta.

    Berdasarkan penuturan Amru, Roger masuk Islam tanpa paksaan dari pihak luar. Aktor berusia 36 tahun tersebut memang berinisiatif sendiri untuk menjadi mualaf.

    “Kurang tahu tapi yang jelas yang saya tahu Ustaz Insan ketika beliau mensyahadatkan dan ditanya mau menjadi mualaf itu tidak ada paksaan dan biasanya kami pun di Jogja kayak gitu, ada paksaan atau tidak,” papar Amru saat dihubungi awak media, Selasa (30/10/2018).

    Roger kabarnya mengucapkan dua kalimat syahadat di kediaman Ustaz Insan Mokoginta di Bekasi. Namun sayangnya, Amru tidak memberikan penjelasan lebih detail terkait apakah Roger datang ke sana seorang diri atau didampingi oleh keluarga.

    “Kurang tahu. Lebih lengkapnya kurang tahu. Kita dikirimin video dan benar itu Roger, kita minta dan kita dapat fotonya juga dan itu benar adanya,” terang Amru dilansir dari okezone. 

    Roger Danuarta rupanya telah mempelajari Islam sejak lama. Ia baru memutuskan untuk memeluk agama Islam per tanggal 29 Oktober 2018.

    Kabar tentang Roger Danuarta menjadi mualaf pertama kali muncul lewat video pendek dari akun @shella_12ahma. Dalam video berdurasi satu menit tersebut, Roger terlihat mengucapkan dua kalimat syahadat sambil menjabat tangan seorang ustaz.








    Dalam prosesi menjadi seorang muslim tersebut, Roger terdengar mengikuti kalimat tauhid yang diucapkan oleh ustadz tersebut. Dengan lancar, pria berdarah Tionghoa tersebut berhasil mengucapkan dua kalimat syahadat.

    berita telah tayang lebih dulu dengan judul https://celebrity.okezone.com/read/2018/10/30/33/1970909/mualaf-center-yogyakarta-roger-danuarta-jadi-mualaf-tanpa-paksaan
  • Kemenkeu Berduka Mulai Dari Pakai Pita Hitam Hingga Pajang Foto

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah dilanda duka yang mendalam terkait insiden jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018. Pasalnya dalam penerbangan tersebut terdapat 21 pegawai Kemenkeu yang turut menjadi korban.
    Ilustrasi Kementerian Keuangan ( Foto : internet)

    Hari ini, Selasa (30/10/2018) tepat menjadi tanggal peringatan Hari Oeang ke-72. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan dilakukan dengan menyelenggarakan upacara yang berlangsung di Lapangan Upacara Kemenkeu, Jakarta.

    Dalam momen upacara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, serta seluruh jajaran Kemenkeu mengenakan pita hitam di sisi lengan kiri. Melambangkan kedukaan Kemenkeu atas insiden pesawat Lion Air tersebut.

    Selain itu, penghormatan juga dilakukan dengan memajang foto dari 21 pegawai Kemenkeu yang menjadi korban. Foto-foto tersebut diletakkan dalam bingkai yang dipasang sejajar.

    Usai upacara berlangsung, Sri Mulyani ditemani Mardiasmo dan pejabat eselon I Kemenkeu pun melihat foto-foto tersebut sebelum kembali ke ruangan. Selain itu, para pegawai Kemenkeu juga silih berganti melihat foto para rekan kerja mereka yang menjadi korban.

    Dalam pantauan Okezone, tak sedikit pegawai yang memilih untuk mengabadikan foto-foto tersebut. Selain, itu ada juga pegawai yang sekedar melihat dengan mengambil sikap hormat di depan foto-foto korban.

    Sri Mulyani menyampaikan, Kemenkeu akan terus mendoakan para korban. Selain itu, dirinya menyampaikan terima kasih atas dedikasi 21 pegawai Kemenkeu tersebut sebagai abdi negara.
    "Kami ingin menyampaikan terus perasaan (duka) dan doa kita kepada para korban. Juga terima kasih untuk dedikasi mereka karena semua dalam rangka (dalam perjalanan kembali) bertugas ke tempat kerja mereka," kata dia dilansir dari okezone di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

    Dia pun menyatakan, pihaknya akan terus mengawal proses pencarian korban hingga teridentifikasi. "Kita akan mengawal terus sampai teridentifikasi dan kemudian didapatkan kembali jasadnya dan seluruh penumpang, khususnya Kemenkeu," katanya.

    berdasarkan informasi, dari 21 pegawai Kemenkeu terdiri dari 14 orang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Terdiri atas 12 orang pegawai DJP dan dua lainnya adalah pasangan dari pegawai DJP yang merupakan pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
    Kemudian, 6 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) dan 3 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

    berita ini sudah tayang dengan judul https://economy.okezone.com/read/2018/10/30/320/1970905/21-foto-pegawai-kemenkeu-korban-lion-air-dipajang-di-kemenkeu
  • Polisi Mulai Menggelar Operasi Zebra Muara Takus, Catat Jadwalnya

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Mulai hari ini, Selasa (30/10/2018), jajaran Polda Riau secara resmi menggelar Operasi Zebra Muara Takus 2018. operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan pada pukul 07.00 Wib pagi tadi dihalaman Mapolda Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Riau.

    Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo memimpin langsung kegiatan ini. hadir pada apel gelar pasukan tersebut diantaranya Wakapolda Riau, para Pejabat Utama Polda Riau, Kepala Dishub Pekanbaru, Kepala Jasa Raharja Pekanbaru, dan para peserta Ops Zebra Muara Takus 2018 yang terdiri dari jajaran Polri, TNI dan Dinas Perhubungan.

    Kapolda Riau membacakan amanat Korps Lantas Polri. dalam amanat tersebut Kapolda mengatakan, operasi ini dilaksanakan dari tanggal 30 Oktober 2018 sampai dengan 12 November 2018 di seluruh Polda se-Indonesia, katanya.

    Kapolda mengungkapkan, berdasarkan catatan selama ini jumlah kecelakaan (laka) pada Operasi Zebra tahun 2017 terjadi sebanyak 2.097 kejadian. Ini mengalami penurunan sebanyak 863, atau turun sebanyak 41%, sedangkan di tahun 2016 terjadi sebanyak  2.960 kejadian.

    "Penurunan angka laka ini mampu menekan jumlah korban meninggal dunia. Pada tahun 2017, korban meninggal dunia akibat laka adalah sebanyak 388 orang, mengalami penurunan sebanyak 261 org atau turun 67% dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 649 orang", terangnya.

    Menurut data kepolisian, jumlah pelanggaran pada tahun 2017 justru mencapai 1.069.541, sedangkan tahun 2016 hanya sebanyak 356.101. Dengan demikian mengalami peningkatan sebanyak 713.440 atau 200%, dengan jumlah tilang sebanyak 801.525 lembar, teguran 178.016 lembar. Sedangkan tahun 2016 jumlah tilang hanya 228.989 dan teguran 127.112, ujar Kapolda.

    Kapolda Riau menjelaskan, Adapun prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran pada Operasi Zebra Muara Takus 2018 ini adalah para pengemudi yang menggunakan ponsel pintar, pengemudi yang melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi dan penumpang yang tidak menggunakan helm SNI, serta pengemudi yang menggunakan narkoba/mabuk dan pengemudi yang melebihi batas kecepatan sesuai yang ditentukan, jelasnya.

    Usai menyampaikan amanat, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menyematkan pita tanda dimulainya Ops Zebra Muara Takus 2018. (Jason)
  • Pesawat Latih Bandara Japura Senggol Kabel PLN Hingga Putus

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Pesawat latih milik Bandar Udara Japura di Indragiri Hulu, Riau mengalami kecelakaan dengan menabrak kabel listrik di Desa Dusun Tua, Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu, Senin (29/10/3018) sekira pukul 09.00 WIB. 
    Kejadian itu sontak mengakibatkan padamnya sebagian wilayah di Kecamatan Kelayang karena putusnya kabel listrik pascatertabrak pesawat. Hal itu membuat pihak PLN setempat melakukan perbaikan mendadak.



    Saat dikonfirmasi awak media, Manager PLN Area Rengat melalui Humas PLN Boy Wiliam membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Pesawat menyentuh kabel jaringan TM 20 kV milik PLN di Desa Dusun Tua yang mengakibatkan satu kabel putus. Untuk mengatasi kejadian tersebut petugas PLN masih dalam proses pekerjaan,” kata Boy, Senin siang.

    Terkait kerusakan yang terjadi, PLN justru belum menghitung berapa kerugian yang dialami pascainsiden. PLN kata Boy, masih fokus terhadap perbaikan agar pasokan listrik bisa membaik lagi.

    “Belum kita hitung bang, sekarang masih fokus proses perbaikan agar pasokan listrik ke masyarakat tidak terganggu. Nanti kalau pekerjaan sudah selesai akan kita jajaki ke pihak Bandara Japura,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolsek Kelayang AKP Rinaldi Parlindungan SH dikonfirmasi, Selasa (30/10/2018) siang membenarkan insiden penyenggolan pesawat latih dari Bandara Japura. Tidak ada korban jiwa, namun kabel milik PLN sempat terputus.

    “Tidak ada korban jiwa, namun wayar PLN sempat terputus. Dan pascakejadian pihak dari PT PLN Persero langsung melakukan perbaikan,” ujarnya.

    Menurut Kapolsek dirinya terus berkoordinasi dengan pihak Bandara Japura terkait insiden tersebut.

    Terpisah, Kepala Bandara Japura M Kurniawan hingga Selasa siang belum dapat dikonfirmasi. Saat ditelepon tidak diangkat, dan dikirim pesan singkat juga tidak dibalas. (Jason)
  • KNKT : Pesawat Bukan Meledak Diudara

    By redkoranriaudotco → Senin, 29 Oktober 2018
    Ilustrasi Pesawat Lion Air ( Foto : internet)
    KORANRIAU.co, Tangerang - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) Soerjanto Tjahjono menduga pesawat Lion Air JT 610 hancur saat jatuh membentur permukaan air di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

    "Karena kecepatannya tinggi. Waktu impact itu ya kemungkinan besar akan tidak utuh," ujar Soerjanto seperti dilansir dari kompas.com di gedung crisis center Terminal IB Bandara Soetta, Senin (29/10/2018).

    Dia meyakini pesawat tidak meledak di udara karena serpihan pesawat tidak menyebar jauh dari titik jatuhnya pesawat.

    Soerjanto menjelaskan, benturan pesawat dan permukaan air memberikan dampak benturan yang sangat besar. Hal tersebut yang membuat sejumlah potongan tubuh di temukan di sekitar titik jatuhnya pesawat, jelasnya.

    "Kalau pecah di udara, sebarannya berkilo-kilo. Tapi, ini kan cuma di titik itu saja," ujar Soerjanto.

    Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi. Pesawat itu mengangkut 178 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat lainnya.


    berita sudah terbit dengan judul https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/29/22052621/ketua-knkt-duga-pesawat-lion-air-hancur-saat-menyentuh-permukaan-laut

  • Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Ini Penjelasan Manajemen Lion Air

    By redkoranriaudotco →
    Pesawat Lion Air ( Foto : Internet)
    KORANRIAU.co, Tangerang – Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit terbang pesawat tersebut jatuh di perairan karawang pada senin (29/10) pagi.

    Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro melalui pesan elektronik yang diterima menyebut, "Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi", sebutnya.

    "Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi", ujar Danang

    lebih lanjut Danang menjelaskan, "pesawat ini dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan co pilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang, jelasnya.

    "kami dari pihak manajemen sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak sehubungan dengan kejadian ini", tambah Danang

    "Kami akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut", tutupnya.


    crisis center kami di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002
  • Penjelasan Basarnas Terkait Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-160

    By redkoranriaudotco →
    Beberapa serpihan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang.( Foto : Twitter/Sutopo_PN)

    KORANRIAU.co, Jakarta - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menjelaskan kronologi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan dekat Tanjung, Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) yang sempat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.

    "Kronologi kejadian Lion Air JT 610 kami dapat informasi dari air traffic control jam 6.50 pagi bahwa JT 610 lost contact. Lost contact ada di atas sini, ini jaraknya dari kantor Jakarta 34 NM...ketinggiannya kurang lebih masih 2.500-an," jelas M Syaugi  dilansir dari tirto.id pada saat konferensi pers di Kantor Basarnas Pusat, Kemayoran, Jakarta, Senin (29/10/2018).

    "Setelah info pada 6.50 WIB dan kami kroscek dan itu konfirm sehingga kami berangkatkan armada kita. Baik itu kapal, tim BSG dan helikopter kita menuju lokasi," jelas Syaugi.

    Menurut Keterangan Syaugi, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air dari data yang diberikan oleh Air Traffic Controller (ATC) koordinatnya itu 05 derajat 46 menit 15 detik S. 107 derajat.

    "Begitu kita sampai ternyata kita temukan di situ ada puing pesawat, pelampung, handphone, dan ada beberapa potongan. Itu lokasinya hanya berjarak 20 km dari lokasi yang diberikan ATC. Kedalaman laut di situ antara 30-35 meter. Kami masih berusaha menyelam ke sana untuk temukan pesawat tersebut. Kalau di permukaan sudah firm kita," jelas Syaugi.

    Informasi awal pesawat ini penumpang dan krunya 189 orang," tambahnya.

    sementara itu Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto menyebut, "pesawat Lion ini mulai digunakan Agustus 2018 dan jam terbangnya masih kurang lebih 800 flight hours", sebutnya.

    "Pesawat masih bagus dan baru. Pesawat take off jam 06.20 WIB setelah itu jam 06.22 dengan ketinggian 2,5-3,5 ribu pesawat lost contact. Penumpang 178 dewasa 1 anak 2 bayi infant. Kru 2 dan 6 awak kabin," jelasnya.

    "Kami sudah persiapkan [tim] berangkat ke lokasi dan untuk deteksi underwater..ELT (emergency located transmitter)-nya memang tidak aktif karena masuk air sehingga tidak terdeteksi," ujar Soerjanto.


    sumber : tirto.id
  • Kontingen Kwarcab Bengkalis Sudah Berada di Dumai

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 27 Oktober 2018


    71 Pramuka Kwarcab Bengkalis Yang 
    Ikut Raimuna Daerah Riau ke-IV di Dumai Telah Berada di Buper Muda Kirana

    KORANRIAU.CO, DUMAI - Kwartir Cabang (Kwarcab) 0404 Bengkalis yang mengikuti kegiatan Raimuna Daerah Riau-IV tahun 2018 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Muda Kirana, Kota Dumai saat ini, Sabtu 26 Oktober 2018 pukul 18.35 WIB telah siap mendirikan tenda sebagai tempat merajut mimpi beberapa hari kedelapannya.

    Para Pramuka Negeri Junjungan ini terdiri dari 4 tenda putra dan 4 tenda putri yang berasal dari kwartir ranting di Kwarcab Bengkalis, kecuali Kwaran Rupat yang belum bisa bergabung dalam kegiatan yang akan berlangsung selama 6 (enam) hari sampai 1 November 2018 mendatang.


    Dalam perkemahan ini diperkirakan diikuti sekitar 1.500 Pramuka Riau dan turut juga Pengakap Johor, Malaysia.

    Sebelumnya pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, Pelaksana Harian (Plh) Ketua Kwarcab Bengkalis H. Darmawi, sebanyak 20 anggota Pramuka dengan pembina pendamping Kak Junaidi Usman dan Kak Evi dilepas keberangkatan 20 orang Pramuka dari Kwaran Bengkalis dan Bantan, sementara Kwaran lainnya langsung menuju lokasi perkemahan.

    Pada kesempatan itu, Kak Darmawi dalam sambutannya berharap kepada seluruh anggota Pramuka utusan Kwarcab Bengkalis agar dapat memberikan sumbangsih terbaik pada Raimuna Daerah Riau ke-IV ini.

    "Intinya kami berharap seluruh adik-adik harus terus menjaga kekompakan dan kesehatan. Selain itu, kalian juga harus banyak berdo'a dan jangan lupa meminta restu dari orang tua," kata Kak Darmawi.

    "Saya senang bisa ikut Raida ini sebab selain bisa menambah wawasan juga bisa menambah teman," ungkap Lucky Kartika Mayangsari pelajar kelas XI TKJ 2 SMKN 2 Bengkalis yang sebelumnya mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah Riau di Siak Sri Indrapura Desember 2017, kepada Koranriau.co.

    Ketua Kwarcab Bengkalis yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pramuka Peduli dan Abdi Masyarakat dan Keluarga Berencana Kak Muhammad Fadhli dan Kapusdiklat Kwarcab Bengkalis Kak Riza Pahlefi
    hadir dalam acara pembukaan perkemahan pada Ahad, 27 Oktober 2018 esok pagi yang akan dilakukan langsung oleh akan dibuka langsung oleh Ketua Kwarda Riau.

    Keterangan foto
    1. Kak Mira Sekretaris 2 Kwarcab Bengkalis bersama beberapa orang Pramuka Bengkalis bersama tumpukan barang-barang, Sabtu (26/10/2018) petang.
    2&3. Pramuka putra dan Pramuka Putri Kwarcab Bengkalis bekerjasama mendirikan tenda sebelum satuan terpisah di tapak PA.01.02.08, Bumi Perkemahan Muda Kirana, Dumai, Sabtu (26/10/2018) petang.

  • Dua Mahasiswa UIR Raih Juara Pada Entrepreneurship Award II LL Dikti X

    By redkoranriaudotco →

    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Entrepreneurship Award II tahun 2018 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) resmi ditutup, Jumat petang, 26 Oktober 2018. Penutupan dan pengumuman pemenang disampaikan Dewan Juri, Budi Abdivera di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Riau, Jum'at (26/10/2018).

    Dua mahasiswa Universitas Islam Riau yang menjadi finalis di kategori berbeda, kategori bussiness plan dan usaha berjalan, berhasil meraih juara I dan II.

    Rektor UIR Prof Syafrinaldi berharap para finalis dapat menjadi Jefri Van Novis, pengusaha muda sukses yang memberi kuliah umum kepada mahasiswa pada pagi semalam. Ia pun mengimbau mahasiswa supaya tidak malu-malu berusaha termasuk tidak malu menjual produk atau jenis usaha lainnya kepada teman-teman mahasiswa di kampus.

    "Lihatlah pengalaman Adinda Jefri Van Novis bagaimana beliau merintis usahanya ketika masih kuliah, dan sekarang berkembang pesat," kata Rektor saat memberi sambutan.

    Sukses Jefri hendaknya menjadi contoh bagi mahasiswa di Riau juga mahasiswa PTS lain dalam lingkup LL Dikti Wilayah X yang membawahi Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau.

    Penilaian Entrepreneurship Award oleh Dewan Juri dilakukan secara objektif apalagi juri-jurinya berasal dari kalangan profesional yang tidak berafiliasi kepada PTS-PTS para peserta mulai dari babak penyisihan sampai tahap presentasi di babak final.

    "Para pemenang telah menorehkan prestasi luar biasa yang dapat menjadi sejarah hidup bagi mahasiswa," kata Syafrinaldi.

    Di tempat yang sama Kepala LL Dikti X Prof Heri mengatakan, kewirausahaan sangat penting bagi bangsa dan negara. Bangsa yang maju adalah bangsa yang di dalamnya terdapat wirausahawan yang secara kreatif mampu mengkombinasikan sumberdaya alam dengan kreativitasnya. Serta berani menanggung risiko atas apapun yang terjadi terhadap apa yang ia lakukan.

    "Tanpa adanya orang-orang tersebut negara kita akan berkembang lambat," tegas Prof Heri.

    Orang-orang yang saya sebutkan tadi, lanjut Heri, mampu melahirkan nilai tambah, dan sebagai usahawan ia dapat pula meningkatkan utility dari apa yang dia lakukan. Para usahawan akan membuat satu barang yang di satu tempat tidak berharga tetapi dengan resourches yang ia miliki barang tersebut dapat berharga di tempat lain. Bahkan ia bisa membantu orang lain memenuhi kebutuhannya.

    Jadi, tegas Kepala LLDIKTI, kegiatan entrepreneurship ini sangat besar manfaatnya bagi kita.

    Menurut Prof. Heri, Indonesia adalah sebuah negara yang terus berkembang ekonominya. Namun perkembangan tersebut diyakini tidak mampu menyediakan seluruh lapangan kerja terutama bagi tamatan perguruan tinggi yang rata-rata berorientasi menjadi pegawai.

    Sementara negara kita memiliki sumberdaya alam dan resourches yang banyak. Masalahnya sumberdaya itu tidak dikelola secara baik dan kreatif sehingga kesempatan itu lebih banyak diambil orang lain.

    "Kita adalah warga negara yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sumberdaya. Jadi, mari kita pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin," Prof Heri mengajak mahasiswa.

    Dalam konteks ini, lanjutnya, LL Dikti X berupaya mendorong mahasiswa, khususnya di perguruan tinggi swasta, memanfaatkan momen entrepreneurship untuk memulai berusaha supaya nanti setelah kuliah dapat menjadi usahawan yang mandiri.

    Selain dihadiri Kepala LL Dikti Wilayah X Prof Dr H Heri MBA, Sekretaris LL Dikti Yandri SH MH, Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL, Rektor Universitas Baiturrahmah Padang Prof Dr H Musliar Kasim, Wakil Rektor I UIR Dr H Syafhendri, Wakil Rektor II Ir H Asrol, Wakil Rektor III Ir H Rosyadi.

    Penganugeran ini turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Riau Yulwiriati Moesa, Ketua Dewan Pembina YLPI Drs H Mukni, Ketua Umum YLPI Dr Nurman, Rektor Universitas Lancang Kuning Dr Hj Hasnati bersama Wakil Rektor II dan III Dr Edy Asnawi, Pimpinan PTS di LL Dikti X, serta Dekan-dekan di Lingkungan UIR.

    sementara, untuk kategori usaha berjalan juara pertama diraih Friedrick Yehezkiel dari Sekolah Tinggi Tekhnologi Industri Padang, disusul Gusfriadi (Universias Islam Riau) dan Yuha Aidil Alifa (Universitas Lancang Kuning).

    Juara harapan satu sampai enam, masing-masing diraih Hengky Pratama Nasution (Universitas Putra Indonesia), Rahmat Zanova (STIKIP PGRI Sumbar), Ajat Kurnia (STIE Muhammadiyah Jambi), Anggia Silfia (Universitas International Batam), Risman Hasibuan (Universitas Batang Hari Jambi) dan Ali Yusra (Universitas Lancang Kuning).

    Sedangkan kategori Bussiness Plan, juara pertama direbut Tengku Said Muhammad Farid (UIR), posisi kedua Devi Alviani (STIE Indragiri Rengat), juara ketiga Rizka Harumanti (Universitas Lancang Kuning).
    Juara harapan satu sampai tujuh, masing-masing Chandra Saputra (Universitas Baiturrahmah), Ma'ruf (Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang), Rozy Seprinalfi (Universitas Dharma Andalas), Azlina Putri Laia (Universitas Universal), Haikal Malik Pranasta (Universitas Dharma Andalas), Gebi Arika Putra (STIKIP PGRI Sumbar) dan Septina Robi (Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang).

    Para  juara meraih uang pengembangan usaha Rp25 juta untuk juara pertama, Rp12 juta untuk juara kedua, dan Rp6,5 juta untuk juara ketiga. (Abs/rilis)
  • Ada Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Kualitas Kesehatan Masyarakat Riau akan Lebih Baik

    By redkoranriaudotco →




    ilustrasi



    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- DPRD Provinsi Riau sudah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Kesehatan jadi Peraturan Daerah (Perda). Keberadaan Perda ini nantinya akan membuat kualitas kesehatan masyarakat Riau akan jauh lebih baik.

    Hal itu disampaikan mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyelenggaraa Kesehatan DPRD Riau, Yusuf Sikumbang. "Jadi ada di pasal-pasal dalam Perda itu mengatur tentang penyelenggaraan kesehatan yang seharusnya untuk dilakukan," jelasnya, Jumat, 26 Oktober 2018.

    Dikatakan politikus PKB ini, Perda itu mengatur bagaimana meningkatkan sumberdaya manusia kesehatan seperti dokter, perawat serta bidan. Kemudian manajemen kesehatan dan upaya-upaya penyelenggaraan kesehatan yang baik dan benar itu bagaimana.
    "Hal itu diatur dalam pasal per pasal. Utamanya bagaimana upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Riau," tambahnya.

    Menurut Yusuf, selama ini Provinsi Riau sudah tertinggal dari daerah lain menyangkut pengaturan masalah penyelenggaraan kesehatan ini. Daerah lain sudah ada empat sampai lima Perda yang mengatur ini.

    "(saat) Kita belum ada Perda tentang kesehatan, daerah lain seperti Jawa Timur dan DKI sudah banyak, ada beberapa buah," katanya, sembari menyebut Perda Penyelenggaraan Kesehatan ini merupakan inisiatif dari DPRD Riau. (Ismet)
  • Aksi Bela Tauhid di Pekanbaru

    By redkoranriaudotco →
    Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) berunjukrasa di Jalan Sudirman, Pekanbaru persis di sekitar Tugu Zapin, Kamis, 25 Oktober 2018. Aksi ini bentuk protes terhadap pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dilakukan oleh Barisan Ansor Serbaguna atau Banser NU dalam acara Hari Santri Nasional yang digelar di Garut, Jawabarat beberapa waktu lalu.

    Fotografer: Wahyu Falatehan/Koran Riau








  • KLHK Desak PN Pekanbaru Eksekusi PT Merbau yang Dihukum Denda Rp16 T

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali mendatangi Pengadilan Negeri Pekanbaru Riau untuk menyegerakan eksekusi terhadap PT Merbau Pelalawan Lestari. Sebab, putusan Mahkamah Agung dinyatakan telah inkrah menghukum perusahaan kayu itu dengan denda Rp16,2 triliun.

    “Kami kembali memohon kepada Ketua PN Pekanbaru untuk mengeksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 460 K/Pdt./2016, tanggal 18 Agustus 2016, terkait gugatan Pemerintah terhadap PT Merbau Pelalawan Lestari yang sudah berkekuatan hukum,” ujar Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani, Jumat,  26 Oktober 2018.

    Rasio mengaku datang ke PN Pekanbaru bersama dengan Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLHK dan Direktur Pertimbangan Hukum Kejaksaan Agung RI, pada Kamis dulu, 25 Oktober 2018.

    “Ketua PN Pekanbaru, YM Bambang Myanto sepakat untuk segera melaksanakan eksekusi terhadap Putusan MA tersebut. Dan mereka akan segera melakukan langkah-langkah eksekusi. Ketua PN Pekanbaru sudah mempelajari berkas-berkas terkait dengan perkara PT MPL,” jelas Rasio.

    Rasio mengatakan eksekusi merupakan kewenangan mutlak dari Ketua PN Pekanbaru. Untuk itu, tidak ada lagi alasan penundaan eksekusi terhadap PT MPL. Dalam putusan MA, kata Rasio, PT MPL terbukti merusak 7.463 ha kawasan hutan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Itu merugikan lingkungan sebesar Rp 16,2 triliun.

    “Langkah eksekusi penting untuk efek jera bagi pelaku kejahatan lingkungan hidup dan untuk mengembalikan kerugian negara serta pemulihan terhadap lingkungan yang rusak. Penundaan eksekusi tentu akan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pencari keadilan dan melanggar hak-hak konstitusi masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, juga menurunkan kewibawaan negara,” kata Rasio. (Sani)
  • 30 Tim Ikuti Turnamen Futsal Sahabat IR

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Direktur Utama Koran Riau, Indra Rukmana membuka Turnamen Futsal Eleven Cup Bersama Sahabat IR, Jumat siang semalam. Sebanyak 30 tim mengikuti turnamen ini, setelah dua tim mengundurkan diri saat pertemuan teknis sehari sebelumnya.

    Indra saat membuka turnamen menyampaikan ajang ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun ini. Menurutnya, semangat olah raga dan pemuda harus selalu dipupuk karena para pemuda merupakan pemimpin bangsa masa depan.

    "Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh sahabat IR ini untuk memperingati sumpah pemuda," katanya.

    "Kegiatan positif ini yang perlu kita adakan karena pemuda adalah pemimpin masa depan. Karena nilai sportivitas dan kejujuran perlu kita tumbuhkan," tambah Indra.

    Karenanyam ia mengimbau kepada peserta untuk berkompetisi dengan sportif, menjunjung kejujuran, dan tentu berani menjadi pemimpin.

    Turnamen Futsal Eleven Cup Bersama Sahabat IR dilangsungkan di Lapangan Fajar Futsal, Jalan Paus, Pekanbaru, mulai Jumat hingga besaok, Ahad 28 Oktober 2018.

    Ketua panitia turnamen, Ponco menjelaskan peserta turnamen ada 30 tim. Semula, kata dia, panitia menyediakan 32 slot peserta dan sudah terpenuhi. Namun pada saat pertemuan teknis, 2 dari 32 tim yang mendaftar mengundurkan diri.

    "Jadi hanya 30 tim yang bertanding di turnamen ini," kata dia, semalam. (Rahmat)
  • Sambut HSP 2018 Majelis Bincang Riau Gelar Diskusi Panel

    By redkoranriaudotco → Jumat, 26 Oktober 2018
    Majelis Bincang Riau ( Foto : Istimewa) 
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Dalam rangka menyambut Hari Sumpah yang Jatuh setiap tanggal 28 Oktober Majelis Bincang Riau akan menyelenggarakan Seminar dan Diskusi Panel pada sabtu (27/10/2018) di gedung daerah Provinsi Riau.

    Seminar dan diskusi panel tersebut akan dihadiri tokoh Nasional diantaranya Wakil Menteri ESDM, Ir. Arcandra Tahar, M.Sc, Ph.D dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, sebagai pembicara utama.

    Kegiatan ini mengangkat tema besar yakni“Mengungkap Asa Daerah, Menggugah Kearifan dan Keberpihakan Pusat” yaitu mengambil spirit Hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun.

    Panitia Majelis Bincang Riau ingin menjadikan momentum peringatan 90 tahun Hari Sumpah Pemuda untuk memperkuat jalinan persatuan dan kesatuan masyarakat Riau.

    “Saatnya Riau bangkit, menyatukan langkah dan tindakan untuk Maju dan Sejahtera,” kata Wahyudianto, ketua Panitia Pelaksana dikonfirmasi pada Jumat (26/10/2018)

    lanjut Wahyudianto menyebut, ia juga mengundang Gubernur Riau terpilih, Drs. Syamsuar, M.Si. Dalam diskusi panel, Syamsuar akan berbicara tentang harapan dan perspektif Riau kedepan.


    “Ada sekitar 300 undangan yang kita sebarkan termasuk ke Bupati/Walikota se Provinsi Riau Anggota DPR-RI / DPD-RI Dapil Riau, Pimpinan DPRD Provinsi Riau dan Kab/Kota se- Riau, Pimpinan Perguruan Tinggi se-Provinsi Riau, Tokoh Masyarakat Riau, Organisasi Keagamaan dan Organisasi Profesi, Perusahaan / BUMN / BUMD / Organisasi Dunia Usaha, Organisasi Masyarakat Lintas Etnis di Provinsi Riau, Organisasi Kepemudaan/Kemahasiswaan, Partai Politik, Media,” sebut Wahyudianto. (Rasid) 
  • 32 SMA/SMK se Riau Ikuti Kompetisi Futsal Fasilkom Unilak.

    By redkoranriaudotco →





    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Untuk menjaring bibit altet futsal di Provinsi Riau, dan sebagai kegiatan promosi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menggelar Dekan Cup Futsal SMA/SMK se-Riau. Pertandingan dilangsungkan di gedung basket komplek stadion Rumbai.

    Kompetisi futsal yang diadakan ini berlangsung selama tiga hari, 25-27 Oktober 2018, diikuti oleh 32 sekolah SMA dan SMK se-Riau. Beberapa sekolah bahkan berasal dari luar Pekanbaru, di antaranya SMA 1 Pangkalan Kerinci, SMK 1 Minas, MAN 1 Kuansing, SMA 3 Tualang, dan lain lain. Sementara dari Pekanbaru antaranya SMK 7, SMKN 5 dan SMAN 5.


    Acara dibuka langsung oleh Dekan Fasilkom Unilak dengan melakukan tendangan pertama di lapangan futsal. Partai pembuka mempertemukan sekolah SMA 1 Minas dan SMA 7 Pekanbaru, dan hasil skor 1-1, Kamis (25/10).

    Dekan Fasilkom H Fajrizal SP MKom yang dihubungi menyebutkan bahwa Dekan Cup ini pertama kali diadakan dengan tujuan menjaring bibit atlet futsal yang ada di Riau, mempromosikan Fasilkom ke sekolah yang ada di Riau, menjalin silaturahim antarsekolah, dan meningkatkan semangat sportivitas dari siswa siswa SMA/SMK.

    "Peserta yang ikut 32 sekolah. Antusias sekolah yang ingin ikut sangat banyak, bahkan melebihi kuota. Beberapa sekolah minta sebagai tim cadangan agar dapat ikut kompetisi, tapi memang kita batasi karena persiapan yang hanya tiga minggu. Kedepannya Fasilkom Unilak akan menggelar kompetisi futsal ini tiap tahun," ujarnya.

    Di kompetisi futsal ini panitia menyediakan total hadiah Rp12 juta plus tropi dan juga memberikan penghargaan kepada top skor berupa uang tunai dan tropi. (Humas Unilak)
  • Jalan Riau Mendapatkan Embarkasi Haji Antara

    By redkoranriaudotco →
    Pemprov Riau terus menggesa fasilitas yang diminta agar Embarkasi Haji Antara bisa terwujud pada musim haji tahun depan. Bila itu terwujud, banyak keuntungan yang didapat Riau serta para jamaah calon haji dari daerah ini. 

    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Pascakunjungan tim dari Kementerian Agama Republik Indonesia bersama rombongan dari Kementerian Perhubungan serta Kementerian Koordinator bindab Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ke asrama haji terkait kesiapan Riau jadi Embarkasi Haji Antara, 16 Oktober 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Riau diberi waktu hingga 15 Desember 2018 untuk melengkapi segala kekurangan fasilitas. Sebab, bangunan yang digunakan sebagai asrama haji itu merupakan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang terletak di Jalan Mekar Sari, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.
    ilustrasi jamaah haji

    Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau, Erizon Efendi melalui Kepala Seksi Akomodasi Transportasi dan Kelengkapan Haji, Yuhartati saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan, bila segala persyaratan dan fasilitas lengkap dan dianggap layak maka Riau dapatkan  Embarkasi Antara 2019.  Tapi bila sebaliknya maka Riau kembali gagal lagi memiliki Embarkasi Antara tahun depan.

    Mengenai apa yang harus dilengkapi oleh Provinsi Riau sesuai dengan apa yang diirekom oleh Ditjen PHU setelah melakukan pemantauan, Yuhartati menyebut ada ada beberapa hal. Terutama asrama yang saat ini belum ada gudang tempat penyimpanan kopor atau barang bawaan para jamaah. Selain itu, truk kontainer yang akan membawa barang harus bisa masuk ke asrama.

    Kemudian dapur umum yang ada sekarang belum memadai. Juga harus dibuatkan ruangan kerja atau kantor untuk instansi atau unit kerja terkait seperti Kanwil Kemenag, Dinas Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, pos Kepolisian, dan lainnya.

    “Jadi ini yang harus dilengkapi oleh Provinsi Riau. Sesuai hasil rapat interen antara Kemeneg Riau dan Pemprov, (Pemprov) menyanggupi 15 Desember 2018 sudah tersedia semua,” katanya, Kamis 25 Oktober 2018.

    Setelah tanggal itu, Ditjen PHU kembali lakukan pengecekan layak atau tidak jadi embarkasi antara.

    Saat ini, Yuhartati menjelaskan di asrama itu kamar tidur sudah ada walau diperlukan pembenahan yang akan ditempati oleh jamaah tiga orang dalam satu kamar.  Masjid/mushalla juga sudah ada, tempat parkir sudah walau nanti akan meminjam juga parkir di Gedung DPRD Riau yang kebetulan lokasinya tidak jauh. Kemudian, aula juga sudah ada. 

    Untuk perangkat jaringan seperti listrik dan telkom juga sedang dipersiapkan, juga generator.

    “Asrama haji mampu menampung satu kloter jamaah dengan jumlah 450 orang,” ucapnya.

    Disampaikan juga, kalau nanti Riau mendapatkan embarkasi antara maka segala persiapan administrasi para jamaah cukup atau hanya dipersiapkan di Kota Pekanbaru atau asrama haji. Baik itu paspor dan lain sebagainya, sehingga ke Embarkasi Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau cukup transit saja berganti pesawat yang berukuran besar menuju Arab Saudi. 

    “Segala persiapan nanti sudah di daerah. Jadi fasilitas ini lah yang harus dilengkapi di asrama sekarang,” katanya.

    Ditambahkan, terwujudnya embarkasi antara di Riau merupakan cikal bakal terbentuknya embarkasi penuh. Hanya saja untuk embarkasi penuh, mengenai asrama haji yang dibuat harus permanen baik gedung maupun tanahnya.

    “Saat ini Pemprov sudah persiapkan lahan dengan ukuran sekitar lima hektare di jalan menuju Hotel Labersa. Hanya saja masih menunggu status hibah dari Pemprov ke Kemenag RI. Soal biaya pembangunan sepenuhnya didanai (Pemeirntah) pusat,” ungkap Yuhartati, sembari menyebut runway pesawat di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga harus ditambah dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter.


    Dikawal
    Di tempat terpisah, anggota Komisi II DPRD Riau, Asri Auzar berjanji akan ikut mengawal agar embarkasi antara Riau betul-betul terwujud di tahun 2019. “Kita akan ikut mengawalnya, baik segala persiapan yang dibutuhkan di pusat maupun di daerah.  Sehingga keberadaan embarkasi antara di Riau benar-benar terwujud yang mulai beroperasi 2019 mendatang,” ujarnya.

    Asri menyebut banyak manfaat dan keuntungan yang didapat oleh daerah terkait keberadaan embarkasi antara ini. Antaranya, jamaah calon haji tidak perlu menginap di Batam lagi tapi cukup di asrama haji yang ada di daerah. Begitu juga administrasi keberangkatan cukup disiapkan di asrama haji.

    “Dengan segala kegiatan dilakukan di daerah tentu uang akan berputar di daerah.  Terutama dengan berapa banyaknya jumlah anggota keuarga pengantar calon jamaah haji ke asrama haji yang belanja makan minum bahkan nginap di penginapan yang ada,” katanya. (Ismet Tarmizi)