Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Kepulauan Meranti"
  • Gubri Syamsuar Resmikan Masjid An-Nur Desa Semukut Meranti

    By redkoranriaudotco → Minggu, 24 September 2023




    KORANRIAU.co,MERANTI - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar bersilaturahmi sekaligus meresmikan Masjid An-Nur Desa Semukut, Kec. Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (23/9/23). 


    Gubri Syamsuar menyambut baik ada pembangunan masjid tersebut, apalagi dengan adanya rencana tempat pembelajaran Al-Quran di masjid tersebut. 





    Menurut Gubri, memang perlu dibangun kegiatan keagamaan sekaligus pembelajaran Al-Quran untuk memakmurkan masjid. Sehingga kedepannya kedepannya semakin banyak anak-anak di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi Hafizh Quran dan menjadi ulama besar.

    "Tentu kami menyambut baik acara hari ini, kalau kami ada kesempatan jika diundang meresmikan masjid atau pondok pesantren kami pasti datang,"katanya. 





    Gubri juga mengharapkan agar nantinya di Masjid An-Nur Desa Semukut Kepulauan Meranti ini ada gerakan remaja masjid. Sehingga masjid menjadi ramai, banyak kegiatan, dan generasi penerus Riau khusunya di Kepulauan Meranti menjadi remaja cinta masjid.

    "Tolong remaja masjidnya di gerakkan, agar banyak kegiatan di masjid," harapnya. 




    Selain itu, dia juga mengajak masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti agar menggerakkan wakaf dan sedekah untuk pembangunan ummat. Karena menurutnya, kegiatan wakaf dan sedekah ini jika dilakukan secara masif akan dapat membantu banyak masyarakat dan ekonomi ummat. 





    "Kegiatan wakaf, sedekah maupun zakat bisa kita gerakan, kalau ini bisa kita gerakkan tidak akan sulit untuk membangun. Sudah banyak contohnya, ada yang sukses membangun masjid karena uang wakaf dari masyarakatnya,"terangnya. rls/nor
  • Gubri Syamsuar Serahkan SK 120 Guru PPPK Meranti

    By redkoranriaudotco → Rabu, 30 Agustus 2023



    KORANRIAU.co,MERANTI - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyerahkan Surat Keputusan (SK) tenaga guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (30/8/23).


    Ratusan guru PPPK iut merupakan tenaga pendidik SMA/SMK/SLB. Penyerahan SK dipusatkan di SMA 1 Tebing Tinggi.

    Gubri Syamsuar mengatakan, sebanyak 5.851 peserta telah dinyatakan lulus seleksi PPPK fungsional guru Pemprov Riau tahun 2022. Untuk di wilayah kerja Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 120 SK PPPK tenaga pendidik.

    Hingga saat ini Pemprov Riau telah menyerahkan 4.639 SK PPPK guru. Sehingga menyisakan tiga kabupaten yang belum menerima SK PPPK di antaranya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 410 SK, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 372 SK, dan Indragiri Hilir (Inhil) 389 SK.

    "Kita harus melakukan perbaikan pada tiap sekolah. Mengapa kita menyerahkan SK ini secara langsung?, karena saya ingin bercakap kepada kepala sekolah dan pengawas untuk sampaikan pesan terkait dengan perbaikan sekolah-sekolah. Saya juga ingin sampaikan pesan sebagai bekal bagi para guru untuk meningkatkan kualitas para murid-murid kita," sebutnya.

    "Sebab masa depan kita berada ditangan para murid-murid ini. Maka, perlu disiapkan agar berkualitas, agar mereka berdaya saing. Bersaing bukan hanya dengan sesama negara kita, namun juga dengan negara negara luar," imbuhnya.

    Mantan Bupati Siak dua periode itu berujar, Riau sangat berpotensi melahirkan generasi yang besar. Hal tersebut, kata Gubri, tergantung bagaimana para guru membentuk tiap murid dengan kemampuan yang mereka miliki.

    "Karena itu saya minta bapak ibu mengajar dengan maksimal, para guru harus meningkatkan kemampuannya juga dalam menghadapi murid untuk sebuah perubahan. Jika dengan ikhlas melakukan perubahan maka saya yakin pasti tercapai, saya akan tunggu siswa-siswa berprestasi lahir dari kepulauan Meranti ini," ucapnya.


    Lebih lanjut disampaikan, pendidikan adalah suatu hal yang tidak dapat diabaikan. Menurut Gubri, pendidikan merupakan suatu gerbang yang akan membentuk dan mengasah generasi penerus untuk dapat bersaing dimanapun.

    "Jika kualitas pendidikan kita abaikan, maka anak-anak kita akan kalah, karena mereka tidak memiliki potensi untuk bersaing. Dimasa yang akan datang, saya berharap dari Kabupaten Kepulauan Meranti banyak lahir anak-anak cerdik, anak anak berkualitas. Jika hal tersebut terwujud, tentunya ini berkat upaya para guru yang begitu hebat," tandasnya. rls/nor 
  • Bupati Meranti Minta PT RAPP Hentikan Operasi Sampai Konflik Lahan Tuntas

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 24 September 2022



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Setelah mengetahui persoalan konflik lahan antara pihak PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) belum juga selesai, Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH MM langsung meradang saat dikonfirmasi, Jum'at (23/9/2022). Secara tegas orang nomor satu di Meranti itu mengatakan sejak dirinya belum menjadi bupati telah konsen berjuang untuk memperjuangkan hak masyarakat tersebut.


    Usai shalat Jum'at kepada wartawan ia dengan tegas meminta agar pihak perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di Pulau Padang tersebut dihentikan sementara dulu sampai konflik lahan dengan masyarakat selesai. Karena idealnya kehadiran perusahaan harus mendatangkan manfaat, bukan kesusahaan bagi masyarakat.


    "Kalau belum selesai masalah lahan RAPP tidak boleh beroperasi. Jadi harusnya dihentikan sementara dulu, sampai masalah konflik lahan selesai," tegas H Adil.


    Dia mengungkapkan permasalahan lahan ini bukan pertama kalinya, bahkan sudah sering terjadi. Untuk itu, dia meminta pihak perusahaan agar menyelesaikan permasalahan lahan sebelum beroperasi.


    “Sebetulnya RAPP dari dulu sama saya memang begitu. Jadi sebetulnya sebelum clear tidak boleh beroperasi,” kata bupati, Jumat (23/9/22).


    Surati Jokowi Agar RAPP Berhenti Beroperasi


    Tak hanya itu, Bupati Adil menegaskan jika tidak segan-segan akan menyurati Presiden Jokowi untuk mengusulkan agar melakukan penghentian oprasional di wilayah yang masih bermasalah.


    “Makanya kalau belum clear juga, saya akan mengeluarkan surat ke Pak Jokowi untuk melakukan penghentian sementara,” tagasnya.


    Sebelumnya, Ketua Tim penyelesaian konflik lahan RAPP dengan masyarakat, Drs H Irmansyah MSi menjelaskan, Senin (12/9/22) lalu, bahwa saat tim turun ke lapangan ditemukan 2 persoalan utama. Tim yang turun diantaranya, Pemkab Meranti, camat, kades, BPN dan pihak RAPP.


    "Kita kemarin turun ke dua wilayah yakni, Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Kecamatan Merbau. Dua kecamatan tersebut berada di Pulau Padang yang menjadi lokasi HTI PT RAPP di Meranti. Dua kriteria temuan kita di lapangan diantaranya, lahan yang sudah clean dan clear dan siap di sagu hati. Kemudian, lahan yang tumpang tindih," ungkapnya.


    Irmansyah yang juga Asisten I Setdakab Meranti itu merincikan bahwa lahan yang sudah clean dan clear serta tidak ada masalah tinggal disagu hati saja. 


    "Soal sagu hatinya dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemilik lahan dan pihak perusahaan. Kita (tim), hanya memfasilitasi saja," ujarnya.


    Dilanjutkan pejabat Meranti itu, terkait persoalan lahan yang tumpang tindih ditemukan persoalan, lahan yang sudah pernah di klem dan sudah diganti rugi perusahaan, namun kembali di klem oleh pihak lain. 


    "Kita mediasikan antara pihak yang meng klem dengan pihak perusahaan. Bagaimana persoalannya. Jika tak kunjung selesai, maka kita serahkan ke dua belah pihak. Kalau tidak ada kesepatan silahkan tempuh jalur hukum," ucap Irmansyah.


    Ditegaskannya, total lahan yang masih bermasalah dengan pihak perusahaan seratusan hektar. Sementara jumlah persil lahan yang menjadi persoalan sebanyak 50-an persil.


    "Secara umum, pendataan dan verifikasi sudah kita lakukan. Yang sudah clear dan clean sekitar 20-an persil dan yang tumpang tindih 20-an persil atau luasannya puluhan hektar. Kita juga akan segera melaporkannya kepada Pak Bupati. Sehingga bisa kita tindak lanjuti," terang Irmansyah. 


    Humas PT RAPP yang dikonfirmasi terpisah, Jumat (23/9/22) mengaku belum update dan mendapatkan info terbaru terkait penyelesaian konflik lahan di Pulau Padang yang difasilitasi Pemkab Meranti tersebut. Mereka bahkan meminta waktu untuk menjawab persoalan tersebut.Ahmad


  • Ratusan Hektar Lahan RAPP di Pulau Padang Masih Bermasalah

    By redkoranriaudotco → Senin, 12 September 2022
    Foto: Ketua tim, Drs H Irmansyah MSi bersama tim saat melakukan pengecekan tapal batas RAPP di Desa Lukit, Kecamatan Merbau.



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Seratusan hektar lahan yang dikuasai, bahkan sebagiannya sudah digarap oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau masih bermasalah. Hal itu terungkap setelah tim penyelesaian konflik lahan PT RAPP dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti memfasilitasi penyelesaian konflik lahan tersebut.


    Ketua Tim penyelesaian konflik lahan RAPP dengan masyarakat, Drs H Irmansyah MSi menjelaskan saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2022) bahwa setelah tim turun ke lapangan ditemukan 2 persoalan utama. Tim yang turun diantaranya, Pemkab Meranti, camat, kades, BPN dan pihak RAPP.


    "Kita kemarin turun ke dua wilayah yakni, Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Kecamatan Merbau. Dua kecamatan tersebut berada di Pulau Padang yang menjadi lokasi HTI PT RAPP di Meranti. Dua kriteria temuan kita di lapangan diantaranya, lahan yang sudah clean dan clear dan siap di sagu hati. Kemudian, lahan yang tumpang tindih," ungkapnya.


    Irmansyah yang juga Asisten I Setdakab Meranti itu merincikan bahwa lahan yang sudah clean dan clear serta tidak ada masalah tinggal disagu hati saja. "Soal sagu hatinya dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemilik lahan dan pihak perusahaan. Kita (tim), hanya memfasilitasi saja," ujarnya.


    Dilanjutkan pejabat Meranti itu, terkait persoalan lahan yang tumpang tindih ditemukan persoalan, lahan yang sudah pernah di klem dan sudah diganti rugi perusahaan, namun kembali di klem oleh pihak lain. "Kita mediasikan antara pihak yang meng klem dengan pihak perusahaan. Bagaimana persoalannya. Jika tak kunjung selesai, maka kita serahkan ke dua belah pihak. Kalau tidak ada kesepatan silahkan tempuh jalur hukum," ucap Irmansyah.


    Ditegaskannya, total lahan yang masih bermasalah dengan pihak perusahaan seratusan hektar. Sementara jumlah persil lahan yang menjadi persoalan sebanyak 50-an persil.


    "Secara umum, pendataan dan verifikasi sudah kita lakukan. Yang sudah clear dan clean sekitar 20-an persil dan yang tumpang tindih 20-an persil atau luasannya puluhan hektar. Kita juga akan segera melaporkannya kepada Pak Bupati. Sehingga bisa kita tindak lanjuti," terang Irmansyah. 


    Humas PT RAPP yang dikonfirmasi terpisah, Senin (12/9/2022) mengaku belum update dan mendapatkan info terbaru terkait penyelesaian konflik lahan di Pulau Padang yang difasilitasi Pemkab Meranti tersebut. Mereka bahkan meminta waktu untuk menjawab persoalan tersebut.Ahmad

     

  • Kapolda Riau Iqbal Puji Rasa Mie Sagu Meranti

    By redkoranriaudotco → Jumat, 02 September 2022



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjend Pol Muhammad Iqbal SIK MH mengakui kunjungannya ke Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau sudah merasakan makanan khas Meranti, yakni, mi sagu. Menurutnya, rasa mi sagu di daerah asalnya (Meranti) sangat enak dan luar biasa.


    "Saya sudah mencoba mi sagu. Rasanya sangat enak dan luar biasa dari mi sagu lainnya yang pernah saya rasakan di Pekanbaru," ungkapnya.


    Bahkan, jendral bintang dua tersebut mengungkapkan bahwa jajarannya yang turun mendampinginya ke Meranti sampai nambah sampai tiga kali. Hal itu menjadi bukti bahwa mi sagu Meranti bisa bersaing dengan jenis makanan lainnya.


    "Mi sagu luar biasa dan sangat enak. Bahkan adik saya Direktur Reserse Narkoba (Kombes Pol Yos Guntur Yudi Fauris Susanto SH, SIK MH) tambah tiga kali saking enaknya mi sagu Meranti," kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.


    Ia menyebutkan tidak hanya mi sagu, sejumlah kuliner kota sagu juga sangat enak. Bahkan mendapatkan apresiasi oleh Kapolda Riau dan jajaran yang turun ke Selatpanjang.


    Untuk diketahui, Kapolda Riau turun melakukan kunjungan kerja dan bersilaturahmi di Kabupaten Kepulauan Meranti selama dua hari yakni, Selasa (30/8) dan Rabu (31/8). Selain mengunjungi Ponpes Darul Fikri, juga meresmikan pembangunan lapangan tembak di Mapolres Meranti dan juga melakukan silaturahmi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kepulauan Meranti. 


    Bahkan mantan Kasat Lantas Polresta Pekanbaru ini juga sempat mengunjungi pariwisata jembatan pelangi di Desa Banglas dan mencicipi sejumlah kuliner andalan yang disiapkan Kapolres, AKBP Andi Yul lapawesean TG SIK MH.Ahmad


  • Jadi Kurir 4.000 Butir Ekstasi, Pria Asal Mengkopot Terancam Hukuman Mati

    By redkoranriaudotco → Jumat, 19 Agustus 2022
    Foto: Wakapolres Kompol Robert Arizal saat memusnahkan 4.000 butir pil ekstasi dengan cara memblender.



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Entah apa yang difikirkan oleh Z (47) warga Desa Mengkopot,  Kecamatan Tasikputri Puyu,  Kabupaten Kepulauan Meranti,  Riau hingga nekat menjadi kurir narkoba jenis pil ekstasi. Ia diamankan di rumahnya dan kedapatan menyimpan pil setan tersebut sebanyak 4000 butir. 


    Atas apa yang telah dilakukannya itu,  pria kurus ini terancam hukuman mati. Kini ia telah diamankan dan mendekam di penjara Polres Meranti.


    Dalam konferensi pers yang dilakukan, Jum'at (19/8/2022),  disebutkan bahwa tersangka berhasil diamankan di rumahnya pada, Selasa (9/8/2022). "Saat diamankan di rumahnya,  juga disaksikan oleh ketua RW setempat, " ungkap Wakapolres Meranti,  Kompol Robert Arizal.


    Saat konferensi pers yang digelar di Mako Polres Meranti itu juga dihadiri Kasat Narkoba,  AKP Saharudin Pangaribuan,  perwakilan dari Kejari Meranti,  Imigrasi,  tokoh masyarakat,  tokoh agama dan lainnya. Setelah konferensi pers langsung dilakukan juga pemusnahan barang bukti 4000 pil ekstasi tersebut.


    Pengungkapan ribuan pil ekstasi ini berawal ketika adanya informasi dari masyarakat. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim Ops Narkoba Polres Meranti langsung turun ke Desa Mengkopot.


    Saat digeledah, terdapat tiga orang di dalam rumah. Namun dua orang berhasil kabur. Namun Z berhasil diamankan bersama barang bukti 4000 butir pil ekstasi. Ia akhirnya pasrah saat digelandang ke Mapolres Meranti.


    Z mengaku mendapatkan pil setan tersebut dari H yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Ekstasi itu dari Pambang, Bengkalis.


    Rencananya pil yang dikemas dalam dua kantong plastik bening tersebut kepada seseorang berinisial S di wilayah Meranti. "Rencananya pil ekstasi ini nantinya akan dijual lagi kepada S dengan harga per butirnya sebesar Rp40 ribu," ujar Kompol Robert.


    Saat ditanya apakah ekstasi tersebut produksi sendiri di Bengkalis atau didatangkan dari Malaysia,  Wakapolres Meranti itu mengaku bahwa informasi tersebut masih dalam proses penyelidikan mereka. Termasuk berapa harga pil tersebut akan dijual kepada konsumen diakui juga masih dalam pengembangan.


    "Kalau informasi asal produksi ekstasi dan berapa harga yang dijual ke pasaran nantinya masih dalam pengembangan,"tambahnya.


    Dalam hal ini,  tersangka Z dikategorikan sebagai kurir dan pengedar. Sehingga ia dijerat pasal 114 jo pasal 112 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.


    "Ia (tersangka red) diancam hukuman mati atau seumur hidup," tegasnya.


    Kasat Narkoba Polres Meranti,  AKP Saharudin Pangaribuan menambahkan bahwa sejak Juli 2022 sudah berhasil diungkap 12 kasus dengan 24 tersangka. Dimana diantaranya terdapat satu orang wanita dan satu orang tersangka masuk kategori anak di bawah umur.


    "Sejak Juli,  barang bukti yang sudah berhasil kita sita sebanyak 11, 5 gram sabu-sabu dan 4.565 butir pil ekstasi," rinci kasat.


    Dari pantauan wartawan dalam pemusnahan 4000 butir pil ekstasi yang disaksikan bersama tersebut dilakukan dengan cara memblender pil yang dicampur menggunakan air putih dan cairan pembersih kamar mandi. Setelah itu dimasukkan ke dalam kloset kamar mandi.Ahmad

  • Jalan Pelantar Tanah Kuning Rubuh, Anak Sekolah Terpaksa Libur

    By redkoranriaudotco → Kamis, 14 Juli 2022
    Kondisi jalan pelantar di Dusun Manggis,  Tanah Kuning,  Desa Bokor saat ditinjau Anggota DPRD Meranti,  Sopandi S Sos

    KORANRIAU.co, BOKOR - Jembatan Tanah Kuning atau jalan pelantar menuju ke dermaga Dusun Manggis, Tanah Kuning, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, rubuh akibat air pasang malam yang menghantam sangat deras. Kondisi itu membuat anak sekolah yang tinggal di Tanah Kuning terpaksa libur sekolah. Bahkan menghambat aktivitas masyarakat setempat.


    Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti Sopandi, S Sos yang mendengar kejadian tersebut langsung terjun ke lokasi. Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dapat segera tanggap dalam membantu masalah tersebut.


    "Sebelum bangunannya permanen kami minta agar jembatan tersebut diswakelola terlebih dahulu, mengingat ramainya  aktivitas masyarakat yang membutuhkan jembatan tersebut. Baik dari segi kesehatan, Pendidikan dan sosial. Kalau tidak diswakelolakan maka akan bertambah parah nantinya," katanya.


    Bahkan diketahui Guru SDN 17 Bokor dan siswa SMPN 1 Rangsang Barat, MTS N sungai Cina, MTs Al Huda Bokor  dan SMA Pemda Peranggas Dan SMAN 1 Rangsang Barat yang tinggal di Dusun Manggis Bokor harus meliburkan sekolah.


    Saat ini, dijelaskan Sopandi, kondisi jembatan hanya ditopang oleh sebatang kayu, masih mengkhawatirkan dan beresiko dilewati. Walaupun mau tidak mau sebagian masyarakat tetap menggunakannya karena tidak punya pilihan lain.


    Sementara itu Kepala Desa Bokor Irianto yang dikonfirmasi membenarkan jembatan tersebut memang roboh malam sebelumnya karena dihempas air pasang.


    Dirinya juga mengatakan saat ini pihak dusun dan masyarakat tengah melakukan perbaikan secara swadaya agar bisa dilewati. Karena kondisi tersebut juga membuat sekolah yang terdampak menjadi libur.


    "Saat ini memang sedang diperbaiki seadaya oleh pihak dusun dan masyarakat. Paling tidak agar bisa dulu dilewati. Karena sekolah juga jadi libur karena rubuhnya jembatan itu," kata Irianto.


    Irianto mengaku pihak desa sempat akan menganggarkan pembangunan jembatan tersebut melalui APBDes, hanya terkendala karena pandemi Covid-19. Walaupun demikian dirinya juga berharap Pemkab Meranti juga ikut membantu membangun jembatan tersebut, dengan harapan jembatan yang ada bisa lebih dibuat lebih baik dan terjamin.


    "Sebenarnya kita juga berharap kepada Pemda sejak lama, dengan harapan jembatan yang ada nantinya bisa lebih baik dan kokoh," tuturnya.


    Secara terpisah, Kepala Dusun Manggis, Musteris juga meminta agar Pemkab Meranti mau membangun jembatan ini.  "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Sopandi yang sudah membantu kami dan mau datang langsung ke lapangan melihat kondisi jembatan tanah Kuning ini." ujarnya.


    Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Sihazah ST yang dikonfirmasi lewat seluler mengaku akan menampung persoalan tersebut. Dalam wawktu dekat juga akan melakukan survey ke lapangan.


    "Sampai sekarang kita belum dapat informasi dan belum ada laporannya. Jika memang terjadi, kita akan melakukan survey terlebih dahulu," ungkapnya.


    Selain itu, agar pihaknya bisa membantu memperbaikinya, Sihazah mengharapkan agar dibuat usulan secara tertulis dari desa. Sehingga bisa ditindaklanjuti secepatnya.


    "Kita butuh usulan dari desa agar kita bisa turun membantu memperbaikinya," harapnya. (Ahmad)

  • H Adil: "Jika RAPP Hanya Bantu 10 Sepeda, Buat Apa"

    By redkoranriaudotco →

     H Muhammad Adil SH MM

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Riau, H Muhammad Adil SH MM mengingatkan kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) agar dapat menyesuaikan seluruh program Coorporate Sosial Responbility (CSR) dengan visi dan misi daerah. Menurutnya, seluruh program CSR yang digulirkan setiap tahunnya harus sesuai dengan program daerah.


    "Tahun ini saya dapat informasi PT RAPP membantu baju dan sepeda bagi anak sekolah. Tapi, jika bantuan sepedanya hanya 10 unit saja, buat apa. Lebih baik tidak usah," tegas H Adil kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).


    Sebelum menentukan program CSR yang akan digulirkan oleh pihak perusahaan, Bupati Meranti itu menginginkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Jika perlu seluruh kebutuhan daerah menjadi awal pengusulan program CSR perusahaan HTI tersebut.


    "Saya mengharapkan RAPP mengalokasikan program CSR sesuai dengan kebutuhan kita. CSR itu harus ikut program kita, bukan program mereka. Jadi, kita yang menentukan. Kalau mereka yang menentukan bagaimana bisa," terangnya.


    H Adil mengingatkan kembali bahwa program CSR PT RAPP harus ikut visi dan misi daerah. Sehingga peran perusahaan yang beropeasi di daerah bisa membantu mewujudkan visi dan misi Kabupaten Kepulauan Meranti.


    "Mereka harus ikut visi dan misi kita. Jadi apa kebutuhan kita, dan itulah yang harus dipenuhi hendaknya. Yang penting bisa terwujud visi dan misi kita," ujarnya.


    "Kita menginginkan, program CSR dari perusahaan yang beroperasi di Meranti adalah sepeda untuk anak-anak sekolah di Meranti," tambah H Adil. 


    Humas PT RAPP yang dikonfirmasi belum mau menjawab. Karena mereka mengaku akan segera merilis informasi terkait persoalan di Meranti. (Ahmad)


  • Jika RAPP Tak Selesaikan Konflik Lahan, H Adil Akan Rekomendasikan Pencabutan Izin

    By redkoranriaudotco → Rabu, 13 Juli 2022
    H Muhammad Adil SH MM 

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Mendengar masih belum selesainya konflik lahan antara PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), membuat Bupati Kepulauan Meranti, Riau H Muhammad Adil SH MM berang. Bahkan dengan tegas ia menyatakan akan merekomendasikan pencabutan izin terhadap perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di wilayah kabupaten termuda di Riau itu jika tidak memperdulikannya.


    Kepada wartawan, H Adil mengakui ada pembahasan antara pihak Pemkab Meranti dengan pihak PT RAPP terkait persoalan sengeta lahan. Ia menginginkan pihak perusahaan bisa segera membayarkan hak masyarakat yang lahannya sudah digarap oleh perusahaan.


    "Ya nanti kita ada pembahasan sengketa lahan dengan masyarakat dan perusahaan. Kalau memang sengketa bayarkan. kalau tak mau membayarkan, kita cabut aja izinnya. Apa payah-paah. Nanti kita rekomendasikan untuk pencabutan izin kalau neking-neking (bandel red)," tegas bupati.


    Bahkan, orang nomor satu di Meranti itu minta agar pihak perusahaan tidak menunda-nunda pembayaran ganti rugi lahan masyarakat tersebut.


    "Deadline kita secepatnya. Bahkan sudah ada yang sudah masuk ke pengadilan dan sudah ada perintah membayarkan. Jadi buat apa ditunda-tunda. Bayarkan secepatnya," perintah H Adil.


    Menurutnya, pihak perusahaan yang beroperasi di Meranti dapat membantu masyarakat. Bukan malah membuat masyarakat menjadi susah.


    Asisten I Setdakab Meranti yang juga Plt Kepala PMD, Drs H Irmansyah MSi yang ditunjuk sebagai ketua tim penyelesaian konflik antara masyarakat dengan pihak RAPP mengaku akan memfasilitasi persoalan tersebut. Ia juga optimis bisa diselesaikan dengan cepat.


    "Nanti tim teknis akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi di lapangan soal sengeta lahan ini. Kita akan gerak cepat dalam memfasilitasi penyelesaian konflik lahan ini," tambah Irmansyah.


    Humas PT RAPP yang dikonfirmasi belum mau menjawab. Namun disebutkan mereka akan segera merilis update soal sengketa lahan yang terjadi di Pulau Padang,  Kepulauan Meranti. (Ahmad)

  • Ada Pejabat Hasil Asesmen Tak Sesuai Kehendak Bupati, 46 Pejabat Eselon Dilantik

    By redkoranriaudotco → Senin, 11 Juli 2022
    H Muhammad Adil SH MM 

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH MM melantik sebanyak 46 pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Senin (11/7/2022). Pelantikan dilaksanakan di aula kantor bupati.


    46 pejabat tersebut diantaranya, 13 pejabat eselon II, 23 pejabat eselon III dan 10 pejabat eselon IV. Sementara, jabatan yang hasil asesmennya sudah selesai yakni sebanyak 22 jabatan.


    Saat diwawancara, H Adil mengaku sejumlah pejabat hasil asesmen belum dilantik menjadi pejabat eselon II, ada beberapa alasan. Mulai dari belum mendapat rekomendasi dari Gubernur Riau, sampai dengan bupati menilai sejumlah pejabat tersebut tidak sesuai ekspektasinya. 


    "Ada beberapa masih ditunda. Ada yang sengaja saya tunda. Bahkan ada yang jangan dilantik lagi, karena belum memenuhi kendak saya. Karena nilainya dibawah standar saya. Walaupun begitu, proses asesmen oleh panitia sudah bagus," ungkap H Adil menjawab sejumlah wartawan.


    Didampingi Kabid Mutasi, Rodiah, Bupati Adil menegaskan akan kembali membuka asesmen sejumlah jabatan yang belum diisi oleh pejabat definitif. Asesmen ulang terhadap sejumlah jabatan dan jabatan yang belum dilelang ditargetkan bupati pada bulan Oktober nanti.


    "Saya mencari orang yang bisa mengerti dan merealisasikan 7 program strategis saya. Makanya akan kembali dibuka pada bulan 10 nanti. Kita mau ada keikutsertaan pejabat dari luar. Kemarin, seluruh pesertanya semua dari pejabat daerah saja. Kalau sedikit juga yang ikut, akan kita buka kembali. Jika perlu satu jabatan dilamar oleh 20 orang. Sehingga banyak pilihan pejabat yang berkualitas," terangnya.


    Orang nomor satu di Meranti itu juga mengakui Meranti mengalami keterbatasan SDM yang berkualitas. Sehingga ia berharap pejabat berkualitas di luar Meranti bisa ikut mendaftar untuk mengikuti asesmen di Meranti.


    Dalam pelantikan pejabat eselon tersebut, juga hadir, Sekda, H Bambang Suprianto SE MM, Asisten I Setdakab, Drs H Irmansyah MSi dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Meranti. 


    Lebih jauh, bupati berharap kepada seluruh pejabat yang baru dilantik bisa menjadi motor penggerak untuk menjadikan Meranti maju, cerdas dan bermartabat. Pelantikan tersebut juga bukan yang terakhir. Artinya pejabat yang baru dilantik akan terus dievaluasi secara berkala sesuai dengan aturan dan ketentuan.


    "Walaupun dilantik hari ini,  bisa saja besok diturunkan lagi. Oleh karena itu saya minta pejabat yang dilantik bisa langsung bekerja. Jangan sampai, sudah dilantik malah tak kerja. Karena hari ini hari kerja, kalau tak kerja,  berarti korupsi waktu," ingatnya.


    "Saya juga minta handphone pejabat harus hidup 24 jam. Klu tak mau,  tidak usah jadi pejabat. Saya saja 24 jam hidup handphone. Kalau pejabat hp nya disuruk-suruk berhenti saja jadi pejabat. Kita sebagai pejabat tidak untuk dilayani,  tapi menjadi pelayan masyarakat. Jadi jangan minta dilayani ketika jadi pejabat. Berikanlah pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Meranti," tambah H adil. (Ahmad)

  • Pejabat Eselon II Hasil Asesmen Segera Dilantik

    By redkoranriaudotco → Jumat, 08 Juli 2022

     

    Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti, Bakharudin MPd 

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Hasil Asesmen pejabat eselon II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sudah keluar dan diserahkan ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Bahkan rekomendasi dari KASN pun juga sudah keluar dan sudah berada di tangan Pemkab Meranti.


    Dalam waktu dekat pelantikan terhadap pejabat eselon II yang jabatannya dilelang kemarin akan segera dilakukan. Sehingga pejabat yang saat ini masih berstatus pelaksana tugas (Plt) akan digantikan dengan pejabat definitif.


    Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti, Bakharudin MPd yang dikonfirmasi, Jum'at (8/7/2022) mengatakan saat ini hasil rekomendasi KASN sudah dikantongi. Rekomendasi tersebut juga sudah dilaporkan kepada bupati.


    "Rekomendasi KASN sudah keluar. Kita juga sudah melaporkan hasilnya ke pimpinan," ungkapnya.


    Terkait jadwal pelantikan, Bakharudin mengungkapkan bahwa belum ada kepastian. Karena semuanya tergantung keputusan pimpinan.


    "Yang jelas, pejabat hasil asesmen hanya tinggal dilantik. Soal jadwal pelantikannya, tergantung Pak Bupati. Tapi, akan dilakukan secepatnya," terangnya.


    Untuk diketahui sebanyak 30 orang pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dinyatakan lolos seleksi dan sudah mengikuti tes kejiwaan dan narkoba sebagai syarat seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). 30 pejabat tersebut bersaing untuk mendapatkan sebanyak 22 jabatan yang saat ini diisi oleh Plt. (Ahmad)

  • Pengecekan Kondisi Sabtu dan Minggu di Kantor Bupati, Selasa Kendaraan Dinas Pemkab Meranti Dilelang Lewat Aplikasi

    By redkoranriaudotco → Minggu, 03 Juli 2022
    Sekda Meranti,  H Bambang Suprianto SE MM didampingi Asisten,  Drs H IRmansyah MSi dan Kabid Ast Wan Rama melihat kondisi kendaraan dinas yang akan dilelang

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Puluhan unit kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti segera dilelang. Pelelangan dilakukan melalui aplikasi lelang indonesia milik KPKNL.


    Puluhan kendaraan plat merah tersebut terdiri dari 42 unit kendaraan roda empat dan 27 unit kendaraan roda dua. Dimana, 39 unit mobil dilelang satuan dan sisanya sebanyak 3 unit dilelang secara paket dengan 27 unit sepeda motor.


    Sekda Kepulauan Meranti, Bambang Suprianto SE MM yang sempat melakukan pengecekan terhadap kendaraan-kendaraan yang akan dilelang tersebut mengatakan bahwa pelelangan dilakukan secara terbuka. Sehingga seluruh masyarakat Meranti memiliki peluang besar untuk bisa mengikutinya. Termasuk berbagai pihak lainnya. 


    "Kendaraan dinas ini kita lelang secara terbuka dengan bekerjasama dengan KPKNL Dumai. Saat ini masyarakat yang akan mengikuti lelang sudah bisa melihat kondisi kendaraan yang diparkirkan di halaman kantor bupati, Jalan Dorak Selatpanjang," ungkapnya.


    Kabid Aset, Wan Rama menambahkan bahwa pengecekan kendaraan bisa dilakukan pada Sabtu (2/7/2022) dan Minggu (3/7/2022). Mulai Pukul 09.00 -15.00 Wib.


    "Sementara batas akhir uang jaminan bisa disetorkan paling lambat sehari sebelum hari pelelangan. Dimana pelelangan akan dilakukan pada Selasa (5/7/2022)," ujarnya.


    "Pelelangan akan dilakukan selama satu jam saja secara terbuka dan online. Mulai pukul 09.00 - 10.00 Wib," tambah Wan Rama. (Ahmad)

  • Dalam Rakerda, DPD PAN Meranti Usulkan Erick Thohir Jadi Capres

    By redkoranriaudotco →

    Ketua DPW PAN Riau, Drs H Alfedri MSi menerima hasil Rakerda II DPD PAN Meranti dati Ketua,  H Fauzi Hasan SE MIKom

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke II, Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kepulauan Meranti, Riau, sepakat mengusulkan Erick Thohir untuk menjadi Calon Presiden (Capres) pada Pemilu 2024. Rakerda yang diikuti oleh seluruh DPC PAN se-Meranti ini dilaksanakan di aula AKA Hotel Selatpanjang, Sabtu (2/7/2022).


    Selain mengusulkan calon presiden, dalam rakerda tersebut DPD PAN Meranti sepakat bagaimana nantinya bisa kembali memenangkan raihan kursi terbanyak di DPRD Meranti pada Pemilu 2024. Untuk meraih dua target tersebut, DPD PAN Meranti akan berupaya all out dalam pertarungan menghimpun suara rakyat.


    Ketua DPD PAN Meranti, H Fauzi Hasan, SE, MIKom mengatakan dari usulan seluruh DPC, muncul lima nama tokoh-tokoh nasional yang akan diusulkan menjadi Capres dari PAN. Diantaranya, Anis Baswedan, Erick Thohir, Ridwan Kamil, Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa.


    "Dari berbagai usulan, mengerucut dan seluruh peserta rakerda sepakat memilih Erick Thohir. Jadi, secara berjenjang ke DPW dan DPP,  kami dari DPD PAN Meranti mengusulkan Erick Thohir menjadi Capres yang akan diusung PAN pada Pemilu 2024 " ungkapnya.


    Kenapa Erick Thohir, menurut Fauzi Hasan, Menteri BUMN tersebut diyakini bisa membantu membangkitkan ekonomi masyarakat sampai ke Meranti. Apalagi pengusaha yang pernah memiliki klub bola Inter Milan tersebut sudah pernah sampai ke Meranti dan telah memberikan gambaran bagaimana membangkitkan ekonomi kabupaten termuda di Riau ini.


    "Ekonomi masyarakat secara nasional saat ini terpuruk akibat pandemi covid-19. Jadi, kami meyakini Erick Thohir nantinya mampu mengangkat kembali perekonomian bangsa. Kita juga melihat beliau (Erick Thohir) sangat bagus dalam mengelola BUMN. Bahkan sangat berani dan tegas dalam membersihkan badan usaha plat merah dari korupsi. Hal ini tentunya patut diapresiasi dan kita dorong agar menjadi presiden nantinya," terang Fauzi.


    Hadir juga dalam rakerda tersebut, Ketua DPRD Meranti, Ardiansyah SH MSi, Anggota DPRD, Sopandi S Sos, seluruh Ketua DPC se-Meranti dan pengurus DPD serta kader lainnya.  


    Lebih jauh, terkait Pileg, PAN mampu menjadi pemenang pada Pemilu pada 2019 lalu di Meranti. Dimana menempatkan 5 orang kader terbaiknya menjadi anggota DPRD Meranti. Bahkan Ketua DPRD Meranti merupakan kader partai berlambang matahari tersebut.


    Oleh karena itu pada Pemilu 2024, DPD PAN Meranti manergetkan bisa kembali menjadi partai pemenang di Meranti. Bahkan jika perlu bisa meningkatkan jumlah raihan kursi.


    "Kita akan berusaha dan manergetkan bagaimana bisa kembali menjadi partai pemenang pemilu nantinya di Meranti. Untuk raihan kursi juga bagaimana bisa ditingkatkan. Upaya ini juga sejalan dengan upaya memenangkan calon presiden yang akan diusung oleh PAN nantinya," optimis Ketua DPD PAN Meranti yang duduk di DPRD ini.


    Dalam Rakerda II DPD PAN Meranti tersebut juga dihadiri, Ketua DPW PAN Riau, Drs H Alfedri MSi. Ia didampingi, Sekretaris Wilayah, H Sahidin, Bendahara, Syamsurizal, Ketua POK DPW PAN, Zukri dan lainnya. 


    Alfredi berpesan agar DPD PAN Meranti bisa semakin solid. Terutama menjelang Pemilu 2024. 


    "Melalui Rakerda ini kami harapkan PAN Meranti bisa semakin solid dan siap untuk menghadapi Pemilu nantinya," pesan Ketua DPW PAN Riau yang juga Bupati Siak ini. (Ahmad)


  • Bawaslu Harapkan Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan

    By redkoranriaudotco → Kamis, 30 Juni 2022



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Walaupun Pemilu baru dilaksanakan pada Februari 2024, namun tahapan sudah mulai berjalan. Untuk mengantisipasi berbagai pelanggaran dan kecurangan nantinya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti sudah mulai melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Agar nantinya seluruh masyarakat bisa secara bersama-sama membantu Bawaslu melakukan pengawasan.


    Ketua Bawaslu Meranti, Syamsurizal didampingi dua komisioner lainnya, Muhammad Zaki dan Romi Indra yang ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2022) mengaku saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi saja. Dimana seluruh lembaga, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi dan berbagai unsur dari seluruh masyarakat akan menjadi sasaran.


    Karena menurutnya, pengawasan yang paling efektif adalah seluruh lapisan bisa berpartisipasi dalam mewujudkan pemilu yang aman, dan bersih. "Kalau hanya kita saja, akan sangat sulit untuk bisa mengawasi seluruh tahapan bisa berjalan lancar. Kita sangat membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat," ungkap Syamsurizal.


    Ia menyebutkan kolaborasi dengan masyarakat sangat dibutukan. Oleh karena itu, Bawaslu Meranti akan mulai melakukan sosialisasi bagaimana tata cara melaporkan jika melihat terjadi pelanggaran pemilu.


    "Paling tidak, jika masyarakat menemukan berbagai pelanggaran bisa melaporkannya kepada kita. Sehingga bisa kita proses," tegasnya.


    Sosialisasi, tambah Romi akan dilakukan secara maraton nantinya. Sosialisasi juga akan dilakukan terhadap seluruh Parta Politik (Parpol). Agar bisa mengantisipasi agar tidak melakukan kesalahan dan pelanggaran Pemilu.Ahmad


  • JCH yang Pulang Dari Tanah Suci Harus Isolasi Mandiri 10 Hari

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kepulauan Meranti yang sudah berangkat ke tanah suci, diminta agar tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah. Setelah kembali nanti, juga dihimbau dapat melakukan isolasi mandiri.


    Karena seluruh JCH tersebut sangat berpotensi terjangkit berbagai penyakit menular. Mulai dari covid, mars-cov (flu unta), manangitis dan penyakit menular lainnya.


    Untuk mengantisipasi hal itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fakhri SKM mengharapkan kepada keluarga dan sanak family dari JCH dapat memahami dan bisa bersama-sama mengantisipasi berbagai ancaman penyakit bisa terjangkit dan menular secara luas nantinya.


    "Setelah pulang ke tanah air dan kembali ke kampung halaman, kami mohon dukungan seluruh keluarga dan kerabat dari masing-masing JCH. Paling tidak seluruh JCH bisa melakukan isolasi mandiri selama lebih kurang 10 hari nantinya," ungkapnya ditemui, Rabu (29/6/20212).


    Fakhri mengatakan pihak puskesmas di masing-masing wilayah tempat tinggal JCH nantinya juga akan ditugaskan untuk bisa melakukan pengawasan dan pemantauan. Sehingga proses isolasi mendiri di rumah masing-masing bisa berjalan dengan baik dan lancar.


    "Ini semua kita lakukan untuk mengantisipasi berbagai penyakit menular. Seperti flu unta sangat rawan terjangkit kepada JCH dan penyakit ini lebih berbahaya daripada covid," ujarnya.


    Plt Kadiskes Meranti itu juga mengharapkan dukungan seluruh anggota keluarga dari JCH. Sehingga semuanya bisa aman, dan tetap dalam keadaan sehat.


    "Setelah selesai isolasi mandiri10 hari, baru bisa dikunjungi untuk jaminan kesehatan kita bersama. Terutama JCH itu sendiri," terang Fakhri.Ahmad




  • Rambu One Way Terpasang, Setelah Disosialisasikan Siap-Siap Penilangan

    By redkoranriaudotco → Senin, 27 Juni 2022
    Penerapan one way masih diberlakukan dan masih terus disosialisasikan


    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Kebijakan one way terhadap sejumlah ruas jalan di Kota Selatpanjang masih terus dilaksanakan. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti pun juga sudah memasang tanda one way dengan penjagaan petugas.


    Setelah terpasangnya rambu one way tersebut, Dinas Perhubungan dengan koordinasi dengan Polres Meranti melalui Sat Lantas akan melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat pengguna jalan. Setelah itu, nantinya akan akan dilakukan penindakan.


    "Sosialisasi lanjutan akan kita lakukan lagi selama tiga bulan pasca rambu one way terpasang. Setelah itu akan dilakukan penindakan terhadap pengguna jalan yang melanggar," ungkap Kepala Dishub Meranti, Piskot Ginting SAg ditemui Senin (27/6/2022).


    Didampingi Kabid Lalu Lintas dan Angkutan, Gilang Wana Wijaya Cendickia SSTP MSi, Piskot menegaskan bahwa nantinya penerapan one way pada jam sibuk saja. Dimana pada pagi hari mulai berlaku pada pukul 06.30-09.00 Wib dan pada sore hari berlaku pada pukul 16.00-18.00 Wib.


    "Nanti kewenangan penindakan berada di Sat Lantas Polres Meranti. Kita tetap mem back up di lapangan,"tegasnya.


    Ditambahkan Kabid Lalin dan Angkutan, Gilang bahwa diestimasikan penerapan penilangan bagi pelanggar one way sekitar bulan Oktober tahun ini (2022). Oleh karena itu, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan agar tetap patuh. Karena kebijakan ini dilakukan untuk kebaikan bersama.


    "Apalagi nantinya dengan meningkatnya aktivitas kapal roro akan semakin meningkat pula aktivitas kendaraan di jalan raya. Kebijakan one way ini sebagai antisipasi hal itu. Sehingga penggunaan jalan di Selatpanjang bisa lebih teratur dan tertib," terangnya.


    Gilang juga menyebutkan saat sosialisasi setelah rambu one way terpasang dengan jadwal yang tertera akan diintensifkan kepada seluruh pengguna jalan. Agar saat penerapan nantinya, masyarakat bisa memahami dan mentaatinya. (Ahmad)

  • Lanjutan Asesmen Eselon II, 30 Pejabat Meranti Ikuti Tes Kejiwaan dan Narkoba

    By redkoranriaudotco → Senin, 20 Juni 2022



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Sebanyak 30 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mengikuti tes kejiwaan dan Narkoba di Rumah Sakit Jiwa Tampan, Pekanbaru. Tes ini menjadi tahapan lanjutan dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau proses lanjutan asesmen untuk jabatan eselon II di Pemkab Meranti.


    Sekretaris Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Meranti, Bakharudin MPd, Senin (20/6/2022). Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tes tertulis dan tes wawancara sudah tuntas dilaksanakan. Sehingga seluruh pejabat yang dinyatakan lolos mengikuti tes lanjutan.


    "Ada 30 orang yang dinyatakan lolos seleksi dalam tes tertulis dan tes wawancara oleh Panitia Seleksi (Pansel). Kini seluruhnya diharuskan mengikuti tes kejiwaan dan narkoba mulai hari ini (Senin, 20/6/2022), dan besok (Selasa, 21/6/2022)," ungkapnya siang tadi. 


    Pada kesempatan lain, Sekda Kepulauan Meranti, Bambang Suprianto SE MM menuturkan bahwa tes lanjutan ini menjadi syarat mutlak sebelum seluruh hasil tes diserahkan ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). "Namun sebelum diserahkan ke KASN, seluruh hasil tes juga akan dilaporkan ke bupati terlebih dahulu," tambahnya.


    Bambang mengatakan, sebanyak 30 pejabat yang sudah mengikuti seluruh rangkaian tes memiliki peluang untuk menduduki jabatan eselon II nantinya. Namun siapa yang akan dipilih menjadi hak prerogratif bupati.


    "Kita selesaikan dulu seluruh tahapan pelaksanaan asesmen ini. Setelah itu, baru kita lihat apakah sudah terpenuhi seluruh syarat yang telah ditentukan BKN. Kemudian, baru kita tunggu siapa yang akan dipilih oleh pak bupati. Yang jelas, bupati mau hasil secepatnya," ungkap Bambang.


    Dua Jabatan Kosong


    Lebih jauh, Sekda Meranti menerangkan bahwa dari 24 jabatan yang dilelang, sebanyak 2 jabatan kosong. Diantaranya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). 


    "Untuk BPKAD tidak ada pejabat yang melamar, dan untuk DPMD jumlah pelamar hanya tersisa satu orang. Sehingga proses seleksi untuk Kepala DPMD tidak bisa dilanjutkan," ujarnya.


    Meski begitu, sebut Bambang, walaupun dua jabatan tidak dilanjutkan, tidak mengganggu proses seleksi 22 jabatan lainnya. 


    "Selain dua jabatan tersebut, juga terdapat dua jabatan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain yang tidak dilelang yakni, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang),"katanya.


    "Nanti pada kesempatan lain, kita akan buka kembali untuk asesmen jabatan yang masih belum dilelang. Sehingga semua jabatan eselon II diisi dengan pejabat yang definitif," tambah Sekda.Ahmad


  • Pengurus IKA UNRI Meranti Dilantik Akhir Juli, Dimulai Dengan Seminar Kewirausahaan

    By redkoranriaudotco → Senin, 13 Juni 2022

    Ketua dan Panitia IKA UNRI Meranti, saat rapat persiapan panitia


    KORANRIAU.co, MERANTI - Setelah sukses dalam pelaksanaan Musyawarah Besar Daerah (Mubesda) I IKA UNRI Kepulauan Meranti beberapa waktu yang lalu, kini tim formatur dan panitia tengah mempersiapkan pelantikan pengurus IKA UNRI Kepulauan Meranti masa bakti 2022-2026. Dalam rangkaian pelantikan juga akan dilaksanakan seminar kewirausahan.


    Agar pelaksanaan rangkaian pelantikan nanti berjalan lancar, panitia bersama sejumlah formatur dan Ketua IKA UNRI Daerah Kepulauan Meranti Periode 2022-2026, Dr M Taufikurrohman SPd MSi terus mematangkan persiapan. Apalagi tim formatur juga telah rampung dalam menyusun struktur pengurus IKA UNRI dan telah disampaikan ke Pengurus IKA UNRI Pusat.


    Ketua IKA UNRI Meranti terpilih Taufikurrohman melalui menjelaskan rapat panitia sudah beberapa kali dilaksanakan. Agar pelaksanaan berjalan sukses nantinya, koordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah pihak akan dilakukan.


    "Saya bangga seluruh alumni yang tergabung saat ini antusiasnya sangat tinggi apalagi menjelang pelantikan ini," ungkapnya.


    Pelaksanaan pelantikan sendiri akan dilaksanakan pada akhir Juli 2022 mendatang. Walaupun tanggal rinci sekarang masih belum ditentukan karena akan menyesuaikan dengan jadwal ketua IKA UNRI Pusat.


    Bukan tanpa alasan, Taufikurrohman menjelaskan harapan hadirnya Ketua IKA UNRI Pusat nantinya diharapkan membawa motivasi dan penguatan khususnya bagi alumni dan secara umum kepada daerah di bidang wirausaha. Dimana dijelaskan dalam rangkaian pelantikan nantinya akan digelar workshop dan pelatihan kewirausahaan.


    "Nantinya ketua IKA UNRI Pusat kita harapkan hadir dan menjadi narasumber atau pemateri saat pelatihan," tuturnya.


    Dirinya menilai dengan adanya workshop tersebut akan membuka wawasan dan peluang yang lebih besar kepada daerah untuk lebih maju khususnya di bidang wirausaha.


    "Jadi kita berharap kehadiran IKA UNRI ini juga berkontribusi nyata untuk daerah, khususnya membangkitkan ekonomi masyarakat di semua lini." Pungkasnya.


    Sementara itu Ketua Panitia pelantikan Sopandi S Sos menjelaskan pihaknya juga saat ini tengah fokus untuk menyusun rangkaian hingga hal teknis lainnya.


    Selain itu mereka juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait terkait pelantikan tersebut.


    "Kita berharap doa dan dukungan semua pihak agar kehadiran IKA UNRI di Meranti ini dapat berkontribusi yang baik ke depannya," tuturnya. (Ahmad)

  • Harga Tepung Sagu Melambung, Tingginya Harga BBM Subsidi Jadi Salah Satu Pemicu

    By redkoranriaudotco → Jumat, 03 Juni 2022


    KORANRIAU.co, SELATPANJANG -  Harga tepung sagu sedang melambung tinggi. Hal itu menjadi keluhan masyarakat saat ini. Ternyata, salah satu pemicu nya yakni tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar.


    Keluhan tingginya harga tepung sagu dikeluhkan salah satu pengusaha bakso, Ali. Ia mengatakan saat ini harga tepung sagu naik sangat tinggi.


    Jika sebelumnya satu karung kapasitas 50 kilogram tepung sagu dibeli seharga Rp300 ribu, kini tiba-tiba meningkat hingga Rp450 ribu. "Kenapa tiba-tiba naik. Kalau begini, terpaksa harga bakso menjadi naik nantinya. Kalau tidak kita akan rugi," ungkapnya.


    Ali mengaku menggunakan tepung sagu sebagai salah satu bahan untuk mencampur bakso ayam yang menjadi usahanya. Sementara untuk menaikkan harga jual bakso ayam yang diproduksinya sangat sulit.


    "Kalau harga bakso ayam dinaikkan, kami khawatir pelanggan akan kabur dan tidak mau membeli bakso kami. Kami juga berusaha mencari harga tepung sagu yang lebih murah dan terjangkau, namun tidak ada," katanya.


    Kenaikan harga tepung sagu tersebut diakui oleh Kabid Industri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Miftaloit yang dikonfirmasi, Kamis (2/6/2022). Menurutnya kenaikan tersebut terus terjadi akibat sejumlah persoalan. Salah satunya harga BBM jenis Solar subsidi yang dibeli jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).


    "Dari laporan pengusaha kilang yang tergabung di koperasi harga per drum (200 liter) minyak solar subsidi dibeli dengan harga di atas Rp2 juta. Artinya, per liter dibeli dengan harga di atas Rp10 ribu," kata Miftah.


    Selain tingginya harga, sulitnya mendapatkan solar subsidi juga menjadi persoalan. Solar subsidi ini dibutuhkan kilang sagu untuk menghidupkan mesin pengolah sagu menjadi tepung.


    Lebih jauh, pemicu lain yang membuat tingginya harga tepung sagu saat ini yaitu permintaan yang tinggi, dan meningkatnya biaya produksi.


    "Biaya produksi meliputi bahan baku tual sagu yang tinggi, meningkatnya upah pekerja, naiknya harga sembako dan lainnya. Makanya kita terus memantau dan mengawasi bagaimana produksi sagu ini, sehingga momen peningkatan harga sagu ini tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.


    Secara rinci, Miftah menuturkan harga tepung sagu saat ini untuk kualitas biasa Rp8 ribu perkilogramnya. Sementara untuk kualitas premium Rp10ribu perkilogramnya.


    "Sebelumnya untuk harga tepung sagu kualitas biasa cuma Rp6 ribu dan kualitas premium Rp8 ribu," kata Kabid Industri tersebut. (Ahmad)

  • Kegiatan di Seluruh OPD Sudah Bisa Berjalan Kembali

    By redkoranriaudotco →
    Plt Kepala BPKAD,  Fitria Nengsih SE

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Berbagai program kegiatan yang ada pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sudah bisa kembali dijalankan. Hal itu setelah proses penginputan berbagai program pasca perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) sudah tuntas dilakukan pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).


    Seperti yang dikatakan Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Fitria Nengsih SE, Kamis (2/6/2022). Ia mengatakan saat ini, pengelolaan SIPD sudah berjalan baik dan lancar.


    "Memang kemarin berbagai program kegiatan sempat terhambat karena proses penginputan masih dilakukan pasca perubahan sejumlah SOTK baru. Namun, kini sudah bisa kembali normal dan berjalan lancar," ungkapnya.


    Menurutnya, 14 OPD yang mengalami perubahan nama dan penyesuaian SOTK sudah melakukan pencairan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan. Termasuk OPD lainnya.


    "Kita juga melakukan penyempurnaan sistem. Sehingga bisa sejalan dengan pihak Kemendagri selaku pengendali pengelolaan SIPD secara nasional," katanya.    


    Server SIPD Sempat Terbakar


    Lebih jauh, wanita yang akrab disapa Neng ini mengungkapkan juga bahwa beberapa waktu lalu server SIPD di BPKAD sempat terbakar dan meledak. Hal itu juga menjadi pemicu terhambatnya program kegiatan di seluruh OPD.


    Namun hal itu sudah diatasi. Bahkan pihak BPKAD sudah mengganti server dengan kapasitas yang lebih besar lagi.


    "Server sempat meledak, dan sudah kita ganti dengan yang baru. Server ini sudah kita ganti dengan kapasitas yang lebih besar. Setelah itu proses penginputan pun bisa dita tuntaskan sesuai harapan kita," terang Neng. (Ahmad)

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com