Browsing "Older Posts"

  • Hasil RUPS-LB, Asesmen Ulang Calon Direksi dan Komisaris BRK Syariah

    By redkoranriaudotco → Selasa, 31 Maret 2026

    Foto: SF Hariyanto.

    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Bank Riau Kepri (BRK) Syariah memastikan akan melakukan asesmen ulang terhadap sejumlah posisi strategis, termasuk Komisaris Utama dan jajaran direksi.


    Keputusan ini diambil usai digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Selasa (31/3/26).
    Rapat yang berlangsung di Ballroom Dang Merdu, Lantai 4, Jalan Sudirman, Pekanbaru tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta para pemegang saham lainnya.

    Dalam forum tersebut, salah satu agenda utama yang dibahas adalah tindak lanjut hasil asesmen Komisaris Utama dan direksi yang sebelumnya telah diusulkan.

    "Yang kita bahas yaitu terkait surat dari OJK mengenai usulan Komisaris hasil RUPS di Batam. Dan kita sepakati untuk kita batalkan (hasil usulan)," kata SF Hariyanto.

    Ia menjelaskan, pembatalan tersebut merujuk pada hasil RUPS-LB sebelumnya yang digelar pada 23 Oktober 2025 di Batam. Usulan yang diajukan dinilai tidak memenuhi ketentuan prosedur yang berlaku.

    Menurutnya, dalam persyaratan khusus, calon Komisaris Utama harus berasal dari Pejabat Tinggi Madya atau Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Namun, nama yang diajukan justru tidak sesuai dengan kriteria tersebut.

    "Syaratnya harus pejabat Pemprov, tapi yang diusulkan ke OJK malah bukan pejabat. Kan ini menyalahi aturan, jadi itu kita batalkan dan akan diasesemen ulang," tegasnya.

    Selain itu, untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur Utama, posisi tersebut sementara akan diemban oleh Pelaksana Tugas (Plt) hingga proses asesmen rampung.

    SF Hariyanto menyebutkan, penunjukan Plt Direktur Utama dipercayakan kepada Helwin Yunus guna memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal.

    Sebagai informasi, RUPS-LB sebelumnya telah menghasilkan sejumlah nama untuk mengisi posisi komisaris dan direksi. Nama-nama tersebut kemudian diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Irwan Nasir sebagai Komisaris Utama.

    Adapun untuk Komisaris Independen diusulkan nama Tatang Yudiansyah, Suryo Kuncoro, dan Eka Afriadi. Sementara posisi Direktur Utama sebelumnya juga diusulkan diisi oleh Helwin Yunus.

    Untuk jajaran direksi lainnya, calon Direktur Operasional diusulkan Wan Mukhlis dan As’yari. Sedangkan untuk posisi Direktur Dana dan Jasa diajukan Muhammad Jazuli dan Andri Satria.

    Dengan keputusan asesmen ulang ini, diharapkan proses pengisian jabatan strategis di BRK Syariah dapat berjalan sesuai aturan serta menghasilkan figur yang kompeten dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. rm/nor
  • RSUD Arifin Achmad Luncurkan Poliklinik Utama dan Unit Darah Mandiri

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Menjelang hari ulang tahun (HUT) ke-50 tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad melakukan lompatan besar dengan meluncurkan sejumlah pelayanan baru.


    Diantaranya, Poliklinik Utama khusus pasien non-BPJS. Hal ini sebagai bagian dari program “Road to 50 Years” yang bertujuan meningkatkan kemandirian rumah sakit sekaligus memperluas akses layanan medis premium bagi masyarakat secara luas.

    Poliklinik Utama tersebut menyediakan berbagai layanan spesialis, mulai dari poli penyakit dalam, anak, saraf, gigi dan mulut, hingga layanan medika estetika.

    Tak hanya fokus pada poli eksekutif, RSUD Arifin Achmad juga memperkuat fasilitas vital dengan menambah kapasitas ruang rawat inap penyakit dalam dan merencanakan penambahan hingga 50 unit fasilitas hemodialisa (cuci darah) untuk memangkas daftar tunggu pasien.

    Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, drg. Yusi Prastiningsih menegaskan, bahwa berbagai pembenahan infrastruktur dan sistem tengah digesa secara simultan. Salah satu terobosan paling signifikan adalah pembangunan unit pengelolaan darah mandiri guna mengurangi ketergantungan pada pihak luar.

    “Berbagai pembenahan dan pengembangan layanan tengah dilakukan sebagai bagian dari program road to 50 tahun rumah sakit tersebut,”katanya, Selasa (31/3/26).

    Sementara itu, terkait efisiensi layanan bedah, RSUD Arifin Achmad kini memperpanjang jam operasional kamar operasi. Dari 14 unit yang tersedia, empat kamar operasi disiagakan untuk melayani tindakan medis hingga pukul 24.00 WIB.

    Yusi menegaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk mengatasi antrean operasi yang selama ini menjadi keluhan pasien. Di sisi lain, tata kelola keuangan juga diperkuat melalui percepatan klaim BPJS sebanyak empat kali setahun guna menjaga arus kas dan ketersediaan obat-obatan.

    Selain itu, transformasi tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga sektor pelayanan umum dan pendidikan. RSUD Arifin Achmad akan menerapkan sistem parkir satu arah untuk kenyamanan pengunjung yang mencapai 3.000 orang per hari.

    Selain itu, Unit Pelatihan RSUD telah terakreditasi sejak Januari 2026, sehingga mampu menyelenggarakan pelatihan mandiri bagi tenaga kesehatan untuk kebutuhan angka kredit dan kenaikan pangkat.

    Dalam kesempatan itu, Yusi menyampaikan bahwa tingkat kemandirian keuangan rumah sakit yang pada 2025 mencapai 77,47 persen, ditargetkan melonjak ke angka 87,55 persen pada tahun 2026.

    “Meskipun tantangan anggaran tetap ada, kami tetap komit untuk tidak menolak pasien selama fasilitas dan sumber daya manusia tersedia,”ulasnya.

    Sebagai salah satu dari 4 pilot project Kementerian Kesehatan untuk layanan farmasi hingga radiologi, rumah sakit plat merah ini berupaya mematangkan konsep “50 Tahun RSUD Arifin Achmad: Emas Pengabdian, Emas Pelayanan.”

    Peningkatan jumlah pasien di kelas I hingga VIP menjadi indikator tingginya kepercayaan publik, yang ke depannya akan dijawab dengan pengembangan ruang layanan premium yang lebih luas. rls/nor
     

  • Plt Gubri Apresiasi Kinerja Satgas Karhutla

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla atas dedikasi luar biasa dalam menjaga ruang udara Riau dari ancaman asap.


    Dalam pernyataannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa kerja keras tim di lapangan, bahkan selama masa libur Lebaran dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, menjadi faktor penentu terkendalinya titik api di beberapa lokasi rawan. Kehadiran fisik petugas di tengah cuaca ekstrem menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan amanah negara demi keselamatan masyarakat luas.

    "Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Satgas Karhutla, jajaran Forkopimda, dan personel di lapangan. Meskipun dalam suasana Lebaran, mereka tetap berjibaku tanpa henti di lokasi kebakaran untuk memastikan api tidak meluas,"kata SF Hariyanto saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Selasa (31/3/26).

    Apresiasi tersebut ditujukan kepada berbagai elemen yang terlibat aktif, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta Kementerian Kehutanan. Tak lupa, ia juga memuji keberanian pasukan Manggala Agni, BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemangku kepentingan lainnya yang menjadi garda terdepan di area gambut.

    Guna memperkuat kekuatan di lapangan, SF Hariyanto mengungkapkan bahwa Pemprov Riau telah bergerak cepat mengajukan bantuan tambahan ke pemerintah pusat. Dukungan ini sangat krusial mengingat keterbatasan armada daerah dalam menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama di wilayah pesisir.

    "Kita sudah berkoordinasi dan meminta bantuan dari pusat, terutama untuk pengadaan armada water bombing dan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Alhamdulillah, dukungan tersebut langsung direspon cepat dan saat ini bantuan sudah mulai bekerja secara maksimal di wilayah Riau,"harapnya.

    Efektivitas penanganan Karhutla kali ini juga didukung oleh keberhasilan operasi hujan buatan. Melalui skema TMC yang dilaksanakan bersama BMKG dan BNPB, curah hujan di beberapa wilayah terdampak mulai meningkat. Hal ini sangat membantu proses pendinginan lahan (cooling) pasca pemadaman darat guna mencegah api kembali muncul dari bawah permukaan gambut.

    Plt Gubri berharap sinergitas lintas instansi ini tetap terjaga hingga status siaga darurat berakhir. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan Riau bebas asap tahun 2026, meskipun tantangan perubahan iklim terus membayangi. mcr/nor
  • OMC Karhutla Riau Fokus Daerah Pesisir

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau. Kali ini, difokuskan di wilayah pesisir.


    Kegiatan OMC tersebut untuk menciptakan hujan buatan guna membasahi lahan di provinsi Riau yang sudah memasuki musim kemarau, sebagai langka antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau, M Edy Afrizal mengatakan, kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya kegiatan serupa dilakukan pada awal Februari 2026 lalu. 

    "OMC kembali dilaksanakan di Riau, kali ini kegiatan OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai," kata Edy. 

    Dia menjelaskan, hingga saat ini sudah sebanyak 4 ton garam disemai dilangit wilayah Riau. Di mana dalam setiap kali kegiatan OMC, total garam yang disemai sebanyak 1 ton.

    "Satu kali kegiatan OMC itu ada sebanyak 1 ton garam disemai di langit Riau, hingga saat ini total sudah 4 ton garam yang disemai," sebutnya. 
    Selain adanya bantuan pesawat untuk kegiatan OMC, Riau juga sudah terdapat satu unit helikopter untuk kegiatan water bombing. 

    Kendari begitu, BPBD dan Damkar Riau sedang mengajukan untuk penambahan helikopter water bombing karena luasan Karhutla di Riau terus bertambah. 

    "Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang di proses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang,"terangnya. ck/nor
  • Kabur ke Malaysia, Kejari Bengkalis Tangkap Terpidana Korupsi Lahan Hutan Rp4,29 Miliar

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menangkap buronan (DPO) terpidana kasus korupsi jual beli lahan Hutan Produksi Terbatas (HPT), Surya Putra, Senin (30/3/26).

    Penangkapan dilakukan di sebuah kedai kopi di Jalan Hang Tuah, Kabupaten Bengkalis.

    Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis, Wahyu Ibrahim, mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

    "Terpidana Surya Putra sebelumnya telah dipanggil secara patut, tetapi tidak kooperatif dan melarikan diri hingga ke Malaysia. Setelah dilakukan pemantauan, yang bersangkutan berhasil diamankan di salah satu kedai kopi di Bengkalis," ujar Wahyu, Senin (30/3/26) malam.

    Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 59/Pid.Sus-TPK/2025/PN Pbr, Surya Putra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

    Ia dijatuhi hukuman penjara empat tahun dan denda Rp50 juta, dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti kurungan selama empat bulan.

    Kasus ini bermula pada awal 2021, ketika kelompok tani di Dusun Mekar dan Dusun Pembangunan, Desa Senderak, menawarkan lahan HPT kepada pihak pembeli melalui perantara. Lahan dibeli seharga Rp20 juta per hektare.

    Pengurusan dokumen dilakukan oknum aparatur desa dengan hanya bermodalkan fotokopi KTP warga. Kepala Desa Senderak menerbitkan 58 Surat Pernyataan Ganti Rugi (SPGR), terdiri dari 23 SPGR untuk Dusun Mekar dan 35 SPGR untuk Dusun Pembangunan, dengan total luas lahan mencapai 73,29 hektare.

    "Setelah SPGR terbit, masyarakat diminta membayar Rp2 juta per surat. Terpidana Surya Putra berperan mengumpulkan uang dari dua kelompok tani hingga terkumpul Rp45 juta. Uang itu kemudian diserahkan melalui perantara ke kepala desa, dan sebagian dibagikan kepada oknum perangkat desa lainnya," jelas Wahyu.

    Perbuatan tersebut bertentangan dengan sejumlah peraturan perundang-undangan, termasuk ketentuan pengelolaan kawasan hutan yang tidak dapat diperjualbelikan tanpa izin resmi pemerintah pusat.

    Akibat praktik ilegal ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp4.296.945.000 berdasarkan hasil audit per 30 Desember 2022.

    Setelah diamankan, Surya Putra diperiksa kesehatannya di Kantor Kejari Bengkalis sebelum diserahkan kepada jaksa eksekutor. Pada hari yang sama, terpidana dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis untuk menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan.

    "Kami menegaskan komitmen untuk terus memburu dan menangkap buronan lainnya. Tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan," tegas Wahyu.

    Ia juga mengimbau buronan yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri demi kepastian hukum dan tegaknya keadilan. Rls/nor

     

     

     

     

  • Komnas HAM Belum Tetapkan Kasus Andrie Yunus sebagai Pelanggaran HAM

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) belum menetapkan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai pelanggaran HAM.


    Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian menjelaskan secara logika hukum dan akal sehat, insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut sebenarnya sudah masuk dalam kategori kejahatan hak asasi.

    "Kami belum tetapkan, tapi kan semua common sense mengatakan, termasuk norma hak asasi manusia dan definisi hak asasi manusia dan pelanggaran hak asasi manusia dalam Undang-Undang 39 memenuhi sebagai pelanggaran HAM," ujar Saurlin di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (30/3).

    Saurlin menekankan bahwa pihaknya masih harus menempuh tahapan prosedural secara formal melalui musyawarah pimpinan sebelum bisa mengeluarkan keputusan final.

    "Kami kan harus rapat dulu. Itu secara norma begitu, tapi secara prosedur kami kan harus tetapkan dalam suatu rekomendasi," ujarnya.

    Andrie menjadi korban penyerangan orang tak dikenal yang menyiramkan air keras pada Jumat (13/3) malam lalu.

    Penyiraman air keras itu mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

    Beberapa hari berselang, empat orang anggota BAIS TNI yakni Kapten TNI NDP, Letnan Satu (Lettu) TNI SL, Lettu TNI BHW, dan Sersan Dua TNI ES telah ditetapkan sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie.

    Hingga saat ini, keempat terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan tim penyelidik internal TNI. Imbas pengusutan kasus itu, Kepala BAIS TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatannya.

    Selain itu, Komnas HAM sejauh ini baru menetapkan Andrie Yunus sebagai pembela HAM.

    Penyelidikan kasus penyiraman air keras yang melibatkan anggota TNI juga masih berproses. Banyak pihak yang mendesak kasus tersebut dibawa ke peradilan umum, bukan peradilan militer.
    cnnindonesia

  • Daftar 10 Pemimpin & Komandan Iran yang Habis Kena Bom AS-Israel

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Peperangan antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari telah memasuki bulan kedua dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.


    Meski Iran masih melancarkan perlawanan sengit dengan melakukan rentetan serangan udara ke Israel, pangkalan militer serta aset AS lainnya di Timur Tengah, negara tersebut juga kehilangan sejumlah pejabat tinggi hingga komandan militer selama perang berlangsung.

    Berikut daftar komandan Iran yang gugur akibat serangan Israel per Selasa (31/3),

    Ayatollah Ali Khamenei

    Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang menyasar kompleks tempat tinggalnya di Teheran.

    Khamenei berkuasa selama lebih dari tiga dekade. Ia memperkukuh kekuasaannya lewat penguatan angkatan bersenjata dan dewan keamanan Iran, serta memperluas pengaruh Iran di kawasan.


    Di bawah Khamenei, Iran juga terus melangsungkan program pengembangan nuklirnya dan pengayaan uraniumnya meski diganjar sanksi AS dan diisolasi dari pasar global.

    Ali Larijani
    Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, tewas pada usia 67 tahun dalam serangan udara di Pardis pada 17 Maret, bersama putranya dan salah satu deputinya.

    Mantan komandan IRGC dan negosiator nuklir ini adalah penasihat dekat Khamenei dan berperan penting dalam kebijakan keamanan dan luar negeri Iran.

    Esmail Khatib
    Menteri intelijen Iran, Esmail Khatib, tewas dalam serangan Israel pada 18 Maret. Ia seorang politisi dan ulama garis keras yang sebelumnya bekerja di kantor Khamenei dan menjadi muridnya, sebelum memimpin intelijen sipil pada Agustus 2021.

    Ali Shamkhani
    Penasihat dekat Khamenei dan tokoh kunci dalam kebijakan keamanan dan nuklir, Ali Shamkhani, tewas dalam serangan di Teheran pada 28 Februari.

    Sebelumnya, ia selamat dari serangan di rumahnya saat perang 12 hari dengan Israel pada Juni.

    Mohammad Pakpour
    Panglima tertinggi IRGC, Mohammad Pakpour, tewas dalam serangan 28 Februari di Teheran.

    Ia naik pangkat memimpin IRGC setelah pendahulunya, Hossein Salami, tewas dalam perang 12 hari pada Juni.

    Aziz Nasirzadeh
    Menteri pertahanan dan perwira angkatan udara, Aziz Nasirzadeh, tewas dalam serangan yang sama pada 28 Februari. Ia berperan penting dalam perencanaan militer dan kebijakan pertahanan Iran.

    Abdolrahim Mousavi
    Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, tewas saat rapat kepemimpinan senior di Teheran pada 28 Februari.

    Ia bertanggung jawab mengoordinasikan cabang militer Iran dan mengawasi pasukan konvensional.

    Gholamreza Soleimani
    Komandan pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, tewas pada 17 Maret. Sebagai perwira senior IRGC, ia memimpin pasukan penting untuk keamanan internal dan penegakan aturan negara.

    Behnam Rezaei
    Kepala intelijen angkatan laut IRGC, Behnam Rezaei, tewas dalam serangan di Bandar Abbas pada 26 Maret.

    Ia bertanggung jawab mengumpulkan informasi tentang negara-negara di kawasan.

    Alireza Tangsiri
    Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, meninggal dunia karena luka dari serangan di Bandar Abbas pada 26 Maret.

    Berasal dari Bushehr, ia memimpin Angkatan Laut IRGC sejak 2018 dan mengawasi "kontrol cerdas" Selat Hormuz, membatasi lalu lintas di jalur minyak penting dunia.
    cnnindonesia

  • Kata-kata John Herdman setelah Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Merasakan kekalahan untuk kali pertama sebagai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menilai skuad Merah Putih sudah berada di jalur yang tepat dan sedikit kurang beruntung.


    Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3) malam. Herdman menilai di balik kekalahan ada gaya main yang sudah sesuai keinginannya.

    "Menurut saya, bermain melawan tim Eropa yang memiliki tradisi, kami bermain bagus malam ini, dengan identitas yang kuat, menyerang, dan secara permanen kami terhubung," kata pelatih asal Inggris itu dalam wawancara dengan stasiun televisi pemegang hak siar pertandingan.

    Herdman juga menyoroti kemampuan Indonesia menciptakan peluang yang berujung bola kena mistar. Yang pertama melalui sepakan Ole Romeny pada menit ke-72 dan Rizky Ridho pada menit ke-86.

    "Kami mendapatkan dua peluang membentur mistar dan penalti yang sentuhannya tidak keras [soft penalty]. Kami sedikit kurang beruntung. Kami sudah bermain dengan benar malam ini, tetapi inilah hasilnya," ujar Herdman.


    Pelatih timnas Kanada di Piala Dunia 2022 itu juga memberi apresiasi lantaran skuad Garuda bisa mengurung pertahanan Bulgaria yang terjadi sejak babak pertama. Hanya memang Indonesia tidak bisa leluasa menciptakan peluang.

    "Kami bisa bermain hingga sepertiga akhir lapangan. Kami bermain melawan Bulgaria, tim Eropa yang memiliki tradisi. Kami mengontrol permainan hingga sepertiga akhir lapangan," terangnya.

    Herdman memastikan bakal memoles kemampuan pemain-pemain Indonesia demi hasil lebih baik pada laga yang akan datang.

    "Dalam 10 menit terakhir, kami memiliki Beckham dan Dony Tri, mereka memiliki sedikit kualitas untuk terus ditingkatkan. Kami akan terus bekerja, kami memiliki kemajuan malam ini. Kami akan terus bekerja," tukasnya.

    Setelah agenda FIFA Series, Herdman ditunggu tugas selanjutnya pada Juli-Agustus mendatang yakni Piala AFF.
    cnnindonesia

  • Polres Bengkalis Gagalkan Penyeludupan 16,3 Kilogram Sabu dan 40 Ribu Ekstasi

    By redkoranriaudotco → Senin, 30 Maret 2026


    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis berhasil mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional yang diduga berasal dari Malaysia. Dua kurir ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 16,3 kilogram dan 40 ribu butir pil ekstasi.

    Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, didampingi Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, di Mapolda Riau, Senin (30/3/26).

    Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, AKP Tidar Laksono, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen terkait rencana masuknya narkotika dalam jumlah besar melalui jalur tidak resmi atau pelabuhan tikus di Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

    “Awalnya, anggota opsnal memperoleh informasi adanya pengiriman narkotika dari Malaysia melalui jalur ilegal di perairan Bengkalis,” ujar Tidar.

    Petugas sempat melakukan pemantauan awal, namun belum menemukan keberadaan barang tersebut. Perkembangan terjadi pada Sabtu (28/3/2026), saat tim kembali menerima informasi bahwa narkotika telah bergerak menuju Pekanbaru melalui Pelabuhan RoRo di wilayah Bukit Batu.

    Mendapatkan informasi lanjutan tersebut, tim langsung bergerak melakukan pengejaran dengan menelusuri jalur yang diduga dilalui pelaku menuju Pekanbaru.

    Dalam proses pelacakan, petugas mencurigai dua pria yang mengendarai sepeda motor sambil membawa satu kardus dan dua tas ransel.

    Gerak-gerik keduanya terpantau mencurigakan saat berputar-putar di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, sebelum masuk ke sebuah gang di Jalan Nurdin, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur.

    Petugas kemudian melakukan penyergapan saat kedua tersangka diduga hendak melakukan transaksi narkotika.“Kedua tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ungkap Tidar.

    Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial YA dan DPG. Dari tangan keduanya, polisi menyita narkotika dalam jumlah besar yang dibawa menggunakan tas dan kardus.

    Barang bukti yang diamankan antara lain satu tas besar berisi tujuh bungkus plastik diduga sabu, delapan bungkus plastik besar yang di dalamnya terdapat puluhan paket, serta satu kardus berisi delapan bungkus besar lainnya yang juga diduga sabu.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka DPG berperan sebagai penerima barang yang dikirim dari Bengkalis untuk diedarkan di wilayah Pekanbaru.

    “Dari pengakuan tersangka, yang bersangkutan bertugas menerima barang kiriman untuk diedarkan,” jelasnya.

    Seluruh barang bukti kemudian diuji menggunakan alat uji laboratorium. "Barang bukti dinyatakan positif mengandung methamphetamine atau sabu," kata Tidar.

    Para tersangka mengaku mendapatkan upah sebesar Rp20 juta. Upah itu diterima setelah barang sampai kepada penerima.

    Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bengkalis untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
    Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk asal barang dan pihak lain yang terlibat.

    “Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya,” pungkas Tidar. Ck
  • Polda Riau Tetapkan Pengembang Perum VKBH Sebagai Tersangka

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Setelah sekian lama penantian perkembangan laporan warga perumahan Villa Karya Bakti Housing (VKBH), akhirnya berbuah manis. Pasalnya, Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan Budi Dermawan selaku pengembang sebagai tersangka. 

     

    "Dari hasil gelar terakhir, Kita tetapkan terlapor sebagai tersangka,"kata Direktur Ditkrimsus Polda Riau melalui Kasubdit 1 AKBP Agus Prihadinika, Senin (30/3/26). 

     

    Dikatakan Agus, ditetapkannya terlapor sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan 11 orang saksi berikut 3 saksi ahli. Selanjutnya dilakukan gelar hingga ditetapkanlah terlapot sebagai tersangka, 

     

    " Dalam minggu ini kita akan lakukan pemeriksaan terlapor sebagai tersangka, " Tambah AKBP Agus. 

     

    Diketahui  pada pemberitaan sebelumnya, Warga Penghuni Villa Karya bakti housing tahap 2 Blok D dan E jalan Karya Bakti (Riau Ujung) Kelurahan Air Hitam RT03/Rw03 kembali mengeluhkan masalah Fasos dan Taman seluas 414,62m yang diduga dihilangkan oleh pengembang,

     

    Aksi ketidaknyamanan tersebut diungkapkan warga dengan memasang spanduk diatas bangunan yang sudah jelas tergambar pada siteplan IMB no: 1026/IMB/DPMPTSP/IX/2018 terbitan tahun 2018 oleh Pemerintah Kota Pekanbaru yang di miliki oleh mayoritas warga perumahan tersebut.

     

    Dikatakan salah satu warga perumahan inisial AI yang ditemui awak media dilokasi. Bahwa masalah Fasos pernah terjadi tahun 2020 dengan warga Villa Karya bakti Housing Tahap Pertama blok ABC belakang sana sambil menunjuk ke arah belakang Blok D.

     

    Diketahui bahwa setelah selesai pembangunan Perumahan Villa Karya Bakti Housing Tahap 2 kemarin pengembang bukannya menyerahkan Sisa tanah yang ada di siteplan sebagai fasos dan taman melainkan muncul lagi pembangunan 5 unit Perumahan 2 lantai yang sedang berlangsung saat ini.

     

    Lebih jauh dibeberkannya, bahkan kepemilikan sudah berganti nama menjadi orang lain hingga tidak ada lagi sisa tanah yang sebagaimana tertulis Fasos dan taman pada IMB yang warga miliki.

    Warga mengelar aksi dengan memasang spanduk pemberitahuan pada lokasi sesuai siteplan Fasos dan Taman berada yang saat ini telah berubah menjadi jalan seluas  7,5mx40m, padahal fasos dan taman pada siteplan IMB luasanya sekitar 10x40m. 5 unit Rumah 2lantai yang di bangun saat ini di duga berdiri diatas lahan Fasos dan taman.

     

    "Anehnya bangunan tersebut dibangun oleh orang lain yang diketahui warga merupakan kakak dari pengembang tahap 2 ini," pungkasnya.

    Dalam permasalahan ini, kepada awak media warga menyatakan keberatan atas di hilangkannya Fasos dan Taman yang dilindungi oleh Undang undang perumahan untuk fasilitas perumahan.

     

    Tidak hanya itu, warga sudah berdiskusi dan akan melaporkan kasus ini Ke Aparat Penegak Hukum, tidak hanya itu warga juga berharap kepada dinas terkait agar lebih berhati hati dalam memberikan izin kepada pengembang apalagi pengembang yang sudah berulang berkasus dengan warganya.

     

    " Dalam kasus ini kami berharap agar Fasos dan Taman seluas 414,62m ini dapat segera di kembalikan oleh pengembang untuk dapat dipergunakan sebagai fasilitas sosial sebagaimana jaminan undang undang perlindungan konsumen, " harap Al.

     

    Sementara Pengembang yang diketahui bernama Budi Darmawan saat dikonfirmasi Via ponsel hingga saat ini tak kunjung memberi jawaban terkait permasalah yang terjadi di Perumahan Villa Karya Bakti Housing. Rls/nor

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com