Foto: SF Hariyanto.
KORANRIAU.co,PEKANBARU- Bank Riau Kepri (BRK) Syariah memastikan akan melakukan asesmen ulang terhadap sejumlah posisi strategis, termasuk Komisaris Utama dan jajaran direksi.
Keputusan ini diambil usai digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Selasa (31/3/26).
Rapat yang berlangsung di Ballroom Dang Merdu, Lantai 4, Jalan Sudirman, Pekanbaru tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta para pemegang saham lainnya.
Dalam forum tersebut, salah satu agenda utama yang dibahas adalah tindak lanjut hasil asesmen Komisaris Utama dan direksi yang sebelumnya telah diusulkan.
"Yang kita bahas yaitu terkait surat dari OJK mengenai usulan Komisaris hasil RUPS di Batam. Dan kita sepakati untuk kita batalkan (hasil usulan)," kata SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, pembatalan tersebut merujuk pada hasil RUPS-LB sebelumnya yang digelar pada 23 Oktober 2025 di Batam. Usulan yang diajukan dinilai tidak memenuhi ketentuan prosedur yang berlaku.
Menurutnya, dalam persyaratan khusus, calon Komisaris Utama harus berasal dari Pejabat Tinggi Madya atau Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Namun, nama yang diajukan justru tidak sesuai dengan kriteria tersebut.
"Syaratnya harus pejabat Pemprov, tapi yang diusulkan ke OJK malah bukan pejabat. Kan ini menyalahi aturan, jadi itu kita batalkan dan akan diasesemen ulang," tegasnya.
Selain itu, untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur Utama, posisi tersebut sementara akan diemban oleh Pelaksana Tugas (Plt) hingga proses asesmen rampung.
SF Hariyanto menyebutkan, penunjukan Plt Direktur Utama dipercayakan kepada Helwin Yunus guna memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal.
Sebagai informasi, RUPS-LB sebelumnya telah menghasilkan sejumlah nama untuk mengisi posisi komisaris dan direksi. Nama-nama tersebut kemudian diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Irwan Nasir sebagai Komisaris Utama.
Adapun untuk Komisaris Independen diusulkan nama Tatang Yudiansyah, Suryo Kuncoro, dan Eka Afriadi. Sementara posisi Direktur Utama sebelumnya juga diusulkan diisi oleh Helwin Yunus.
Untuk jajaran direksi lainnya, calon Direktur Operasional diusulkan Wan Mukhlis dan As’yari. Sedangkan untuk posisi Direktur Dana dan Jasa diajukan Muhammad Jazuli dan Andri Satria.
Dengan keputusan asesmen ulang ini, diharapkan proses pengisian jabatan strategis di BRK Syariah dapat berjalan sesuai aturan serta menghasilkan figur yang kompeten dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. rm/nor

No Comment to " Hasil RUPS-LB, Asesmen Ulang Calon Direksi dan Komisaris BRK Syariah "