Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Edukasi"
  • PGN Pekanbaru Sosialisasi Safety PRT di Perawang Siak

    By redkoranriaudotco → Selasa, 03 November 2026



    KORANRIAU.co,PERAWANG – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Pekanbaru terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan energi yang aman, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Safety Pelanggan Rumah Tangga (PRT).

     

    Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (3/11), bertempat di Jalan Raya Pertiwi, Gang Niaga, Kelurahan Pinang Sebatang Timur, Perawang. Kabupaten Siak.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PGN dalam meningkatkan kesadaran (awareness) pelanggan terhadap aspek keselamatan penggunaan gas bumi di lingkungan rumah tangga. Lebih dari sekadar penyampaian informasi teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi dua arah antara PGN dan pelanggan untuk membangun pemahaman, kepercayaan, serta keterlibatan (customer engagement) dalam pemanfaatan energi gas bumi secara aman dan bertanggung jawab.

    Dalam sosialisasi tersebut, pelanggan diberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip keselamatan penggunaan gas bumi, pengenalan kondisi instalasi, pentingnya menjaga dan merawat peralatan gas, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan indikasi gangguan atau kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan penggunaan gas bumi yang aman sebagai bagian dari budaya keselamatan keluarga.

    Area Head PGN Pekanbaru, Charly Simanullang, menyampaikan bahwa keselamatan pelanggan merupakan prioritas yang melekat dalam penyelenggaraan layanan PGN. Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan gas bumi tidak hanya diukur dari ketersediaan pasokan dan kemudahan layanan, tetapi juga dari sejauh mana pelanggan memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menggunakan energi tersebut secara aman.

    "PGN memandang bahwa keselamatan pelanggan merupakan tanggung jawab yang harus dibangun bersama. Karena itu, kami tidak ingin hubungan dengan pelanggan berhenti pada penyediaan dan pemanfaatan gas bumi semata. Kami ingin hadir melalui edukasi, komunikasi, dan pendampingan agar masyarakat semakin memahami cara menggunakan gas bumi dengan benar, mengenali potensi risiko, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi yang tidak normal," ungkap Charly.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi secara langsung menjadi salah satu pendekatan penting untuk membangun kedekatan perusahaan dengan pelanggan. Melalui interaksi tersebut, PGN dapat mendengar pengalaman, memahami kebutuhan, sekaligus memperoleh masukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

    "Kepercayaan pelanggan tumbuh ketika perusahaan hadir, mendengarkan, dan memberikan solusi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan PGN dengan masyarakat sekaligus meningkatkan keyakinan bahwa gas bumi merupakan pilihan energi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas rumah tangga secara praktis, efisien, dan aman apabila digunakan sesuai ketentuan keselamatan," tambahnya.

    Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi pelanggan rumah tangga yang mengikuti kegiatan dan berinteraksi langsung dengan tim PGN. Salah seorang pelanggan, Masrawati Siregar, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan sosialisasi tersebut.

    "Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi pelanggan rumah tangga. Kami mendapatkan penjelasan yang lebih jelas mengenai bagaimana menggunakan gas bumi dengan aman, hal-hal yang perlu diperhatikan, serta apa yang harus dilakukan jika menemukan kondisi yang tidak biasa. Dengan adanya sosialisasi langsung seperti ini, kami merasa lebih diperhatikan dan lebih memahami pentingnya keselamatan bagi keluarga," ujarnya.

    Hal senada disampaikan oleh Afriza, pelanggan rumah tangga yang turut mengikuti kegiatan. Ia menilai sosialisasi tersebut memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk memperoleh informasi secara langsung sekaligus menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman selama menggunakan gas bumi.

    "Kami sangat mengapresiasi PGN yang datang langsung ke lingkungan pelanggan. Informasi yang disampaikan menambah pengetahuan kami, terutama mengenai keselamatan penggunaan gas bumi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat sekaligus cara penggunaan gas bumi yang benar," ungkap Afriza.

    Bagi PGN, kegiatan ini juga memiliki dimensi strategis dalam membangun komunikasi dan keterlibatan pelanggan. Interaksi langsung memungkinkan perusahaan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memahami persepsi, pengalaman, dan ekspektasi masyarakat terhadap layanan gas bumi. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat, meningkatkan kepercayaan, serta mendorong keberlanjutan pemanfaatan gas bumi.

    Melalui kegiatan ini, PGN Area Pekanbaru menegaskan bahwa pengembangan pemanfaatan gas bumi perlu berjalan beriringan dengan edukasi keselamatan dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan. Gas bumi bukan hanya tentang energi yang mengalir ke rumah, tetapi juga tentang kenyamanan, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama dalam memastikan setiap pemanfaatannya berlangsung secara aman.

    PGN, Energi Baik untuk Kehidupan. Bersama pelanggan, membangun budaya keselamatan dan masa depan energi yang lebih baik. Rls/nor

  • Bupati Pertama Siak Arwin AS Wafat

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 31 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Bupati definitif pertama Kabupaten Siak meninggal dunia pada Sabtu (31/10/26) pagi di Pekanbaru dalam usia 73 tahun.

    Sebelum wafat, tokoh masyarakat Riau itu sempat menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau akibat kondisi kesehatan yang menurun.

    "Telah berpulang ke Rahmatullah Tokoh Riau Bapak H. ARWIN BIN AHMAD SARUJI (Bupati Siak pada masanya) pada hari ini Sabtu 31 Oktober 2026 sekitar jam 07.28 wib di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru," demikian pesan yang diterima redaksi.

    Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di jalan Thamrin, Gobah, Pekanbaru untuk disemayamkan.

    Kabar duka tersebut juga dibagikan oleh Bupati Siak Afni Zulkifli. Dalam akun media sosialnya Afni mengatakan Arwin AS merupakan figur yang membimbingnya sejak muda dan mendukung dia maju sebagai bupati Siak ketika tidak banyak yang percaya bisa menang.

    "Innalillahi wainna ilaihirojiun. Dunia seketika sejenak berhenti, dan bumi terasa tidak bertapak pagi ini." tulis Afni.

    "Tangan beliau yang membimbing saya sedari muda, memberi asa pada si miskin ini, hingga setia sepenuh jiwa raga memberi dukungan maju sebagai Bupati, di saat tak banyak orang percaya," kata Afni lagi.

    Afni mengatakan Arwin AS selalu yakin dan memberi keyakinan dan tidak pernah meninggalkannya berjuang sendirian. "Bahkan dalam sakitnya, beliau memberi saya semangat untuk kuat, kuat, kuat dan jangan menyerah," katanya.

    Arwin AS merupakan tokoh masyarakat Riau. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Siak dua periode sekaligus bupati definitif pertama di Siak pasca pemekaran dari Kabupaten Bengkalis tahun 1999.

    Ia menjabat sebagai Bupati Siak periode pertama tahun 2001-2006 bersama wakilnya Syamsuar. Selanjutnya pada periode kedua tahun 2006-2011 ia kembali maju dan terpilih bersama wakilnya OK Fauzi Jamil.

    Saat memimpin Siak pada awal-awal pemekaran pria yang dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap musik-musik legendaris The Beatles itu membangun 'pondasi' Negeri Istana tersebut. Salahsatu karyanya adalah pembangunan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang membentang di atas Sungai Siak.

    Maka tidak heran kalau Arwin AS disebut sebagai Bapak Pembangunan Siak. “Beliau adalah tokoh besar pembangunan Siak. Ayahanda Arwin AS, Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis,” kata Bupati Siak Afni, saat menjenguk Arwin AS di rumah sakit baru-baru ini.

    Dalam pertemuan itu, Arwin kembali bercerita mengenai perjalanan pembangunan Siak sejak daerah tersebut resmi menjadi kabupaten pada 1999. Pesan Arwin kepada Afni pun menjadi bekal sebelum menghadapi pertemuan dengan pemerintah pusat.

    “Berjuanglah, jangan menyerah. Berjuanglah. Diiringi dengan doa,” kata Afni menirukan pesan Arwin sebelum berangkat ke Jakarta membahas Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) Siak dengan pemerintah pusat.

    Selamat jalan Tokoh Masyarakat Riau. Semoga Allah menerima segala amal dan ibadah serta diampuni segala dosanya. ck

  • Ketua KONI Riau Wafat, Plt Gubri: Beliau Sosok Pejuang Olahraga

    By redkoranriaudotco → Rabu, 28 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Kabar duka menyelimuti Provinsi Riau. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau Periode 2022 - 2026, Iskandar Hoesin berpulang ke Rahmatullah.

     

    Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 08.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Kota Pekanbaru.

     

    Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menyampaikan ungkapan belasungkawa mendalam atas kepergian sosok yang dikenal berdedikasi tinggi dalam memajukan olahraga di Bumi Lancang Kuning.

     

    "Innalillahi Wainnailaihi Rajiun. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Bapak Iskandar Hoesin. Riau kehilangan salah satu putra terbaiknya," ujar SF Hariyanto.

     

    Plt Gubernur mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang visioner, tegas, namun sangat dekat dengan para atlet dan pengurus cabang olahraga.

     

    "Beliau adalah sosok pejuang olahraga. Di bawah kepemimpinan beliau, prestasi olahraga Riau terus menunjukkan tren positif. Komitmen dan kerja keras beliau dalam mempersiapkan atlet-atlet Riau menuju PON dan berbagai event nasional tidak perlu diragukan lagi," katanya.

     

    SF Hariyanto menyebut, dedikasi almarhum selama menjabat telah memberikan pondasi kuat bagi pembinaan olahraga berprestasi di Riau.

     

    "Semoga segala amal ibadah, pengabdian dan jasa-jasa almarhum selama ini diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," tuturnAceh

     

    Untuk diketahui, Almarhum merupakan putra daerah Pidie, Aceh, yang lahir pada 11 Mei 1949 di Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng.

     

    Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Provinsi Sumatera Barat, dan Ketua DPW Provinsi Riau dari Partai NasDem.

     

    Iskandar Hoesin juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Menteri Negara Hak Asasi Manusia (HAM).

     

    Rekam Jejak di dunia olahraga, pernah menjadi Ketua Umum klub sepak bola Persiraja Banda Aceh dan mantan manajer PSPS Riau (membawa PSPS dan Persiraja menembus divisi utama). Rls/nor

     

  • Momen Sumpah Pemuda, Sekdaprov Riau Tekankan Pentingnya Sikap Empati

    By redkoranriaudotco →




    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk kembali memperkuat karakter generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.


    Selain menumbuhkan jiwa patriotik dan kegigihan, generasi muda juga dituntut memiliki kepedulian serta empati terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.

    Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda merupakan bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap ikrar persatuan yang lahir hampir satu abad lalu. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dinilai tetap relevan untuk menjadi pijakan generasi muda dalam menjalani kehidupan berbangsa.

    "Hari ini kita melaksanakan upacara Sumpah Pemuda untuk mengingatkan kembali peristiwa 98 tahun yang lalu. Tidak terasa, sudah hampir seratus tahun Sumpah Pemuda berlangsung dan selalu kita peringati dari masa ke masa," kata Sekda Syahrial Abdi di Halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu (28/10/26).

    Dijelaskan, perjalanan panjang peringatan Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 tetap memiliki arti penting hingga saat ini. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda kini membutuhkan bentuk pengamalan nilai kebangsaan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

    "Pesan kami untuk pemuda Riau, selaras dengan tema Sumpah Pemuda tahun ini yaitu Patriotik, Gigih, dan Berempati. Menghadapi tantangan zaman hari ini, anak-anak muda kita harus memiliki kegigihan. Namun, ada satu hal yang sangat menarik dan penting untuk digarisbawahi, yaitu berempati," jelasnya.

    Diungkapkan, empati menjadi salah satu karakter penting yang harus diperkuat di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Kemampuan memahami kondisi orang lain dan lingkungan sekitar diperlukan agar generasi muda tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi.

    "Empati berarti membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan orang-orang di sekeliling kita. Jadi, di samping semangat pemuda yang memiliki jiwa patriotik dan harus gigih, pesan utama Sumpah Pemuda tahun ini adalah pentingnya rasa empati," ungkapnya.

    Diterangkan, semangat patriotisme harus berjalan beriringan dengan kegigihan dan kepedulian. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan, tetapi juga harus mampu melihat persoalan sosial dan mengambil bagian dalam memberikan solusi.

    Kondisi masyarakat yang terus berkembang, kata Syahrial, menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kontribusi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

    "Kita tahu bahwa kondisi hari ini menghadirkan banyak kesulitan di tengah masyarakat, sehingga menuntut kita untuk terus berkolaborasi dan bersinergi," terangnya.

    Ia menuturkan, momentum Sumpah Pemuda dinilai tepat untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan di kalangan generasi muda Riau. Kolaborasi menjadi penting agar energi dan kreativitas pemuda dapat diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    "Oleh karena itu, melalui tema Sumpah Pemuda tahun ini, saya rasa sangat tepat bagi kita untuk bersama-sama membangun kebersamaan di dalam jiwa pemuda kita," pungkasnya. mcr
  • Peduli Masyarakat akan Kabut Asap, IKA FH Unand Riau Bagikan Masker

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 24 Oktober 2026

    Foto; Sekretaris IKA UNAND Riau  DR H Adli Taher SH MH saat membagikan masker.

    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang terkena imbas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas (IKA FHUA) Provinsi Riau, melakukan aksi sosial pembagian masker di Kota Pekanbaru, Sabtu (24/10/26).




    Kegiatan sosial yang melibatkan sejumlah pengurus IKA FHUA Riau tersebut berlangsung di tiga lokasi strategis. Antara lain di Simpang Sudirman–Nangka, kawasan SPBU Arifin Ahmad–Sudirman, serta Simpang Arifin Ahmad–Soekarno Hatta.



    Ketua DPD IKA FHUA, H Efendi SH didampingi Sekretaris, Dr Adli Tahir, SH MH mengatakan, selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, aksi tersebut menjadi momentum bagi IKA FHUA Riau untuk mengingatkan pemerintah dan aparat terkait agar lebih serius dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya mengandalkan faktor alam, melainkan membutuhkan langkah pencegahan yang terencana dan berkesinambungan.

    "Pencegahan Karhutla harus dilakukan secara serius dan berkesinambungan. Jangan hanya berharap kepada datangnya musim hujan," tegas Efendi.

    Dia menegaskan, persoalan Karhutla telah menjadi perhatian internasional karena dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan, penerbangan, dan sektor transportasi lainnya.

    "Karhutla sudah menjadi isu internasional. Dampaknya dapat mengganggu aktivitas sekolah, penerbangan, dan transportasi," tambah Adli Tahir.

    Menurut Adli, kegiatan yang melibatkan sejumlah pengurus organisasi alumni lintas profesi tersebut. IKA FHUA Riau merupakan wadah berhimpunnya alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas yang berkiprah di berbagai institusi dan bidang profesi, antara lain lingkungan pengadilan, kejaksaan, pemerintahan, notaris, advokat, akademisi dan dosen, serta kalangan pengusaha dan wiraswasta.

    Keberagaman latar belakang profesi tersebut menjadi kekuatan organisasi dalam membangun solidaritas, memperluas jejaring, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

    Fakultas Hukum Universitas Andalas sendiri memiliki sejarah panjang sebagai fakultas hukum tertua di Sumatera dan fakultas tertua di lingkungan Universitas Andalas. Berdiri sejak 17 Agustus 1951, fakultas ini telah melahirkan alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Riau.

    Melalui kegiatan sosial tersebut, IKA FHUA Riau menunjukkan bahwa organisasi alumni tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Aksi pembagian masker ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla membutuhkan tanggung jawab bersama, komitmen berkelanjutan, dan langkah nyata untuk melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat. rls/nor

  • Kejari Kuansing Menangkan Gugatan Pencabutan Hak Asuh Anak atas Ayah Kasus Cabul

    By redkoranriaudotco → Jumat, 23 Oktober 2026




    KORANRIAU.co,KUANSING- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melalui bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara (Datun) telah memenangkan Gugatan pencabutan hak kekuasaan anak dari seorang ayah yang melakukan kasus pencabulan, Kamis (22/10/26).

     

     

    Hal ini merupakan langkah penting yang diwujudkan oleh Datun Kejari Kuansing, melalui penegakan hukum yang telah dilakuka. Ini dikarenakan ayah dari seorang anak dibawah umur telah melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri.

     

    Bahkan sang Ayah telah dipidana berdasarkan putusan hakim yang sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap (inkracht van gewijsde). Sehingga atas dasar putusan dari hakim pidana tersebut Jaksa Pengacara Negara pada Kejarii Kuansing melakukan pencabutan hak asuh ayah kandungnya terhadap anak kandungnya tersebut.

     

    Tujuan pecabutan kuasa hak asuh itu, agar anak tersebut tidak mengalami kerusakan mental dan menghilangkan rasa traumatic psikologis dari kejadian yang pernah dialaminya. Sehingga anak tersebut nantinya dapat bertumbuh kembang sama seperti anak-anak lainnya.

     

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing Andre SH MH, mengatakan, penegakan hukum yang dilakukan oleh pihaknya melalui Bidang Datun yang didalamnya terdapat Jaksa Pengacara Negara langkah yang sangat penting untuk menjamin keselamatan, perlindungan hukum, dan pemulihan anak. Ini dikarenakan orang tua telah melakukan pelanggaran berat yang merusak fungsi pengasuhan dan membahayakan anak tersebut kedepannya. 

     

    Andre  juga menegaskan, penegakan hukum ini merupakan kewenangan yang dimiliki oleh Jaksa Pengacara Negara. Hal ini berdasarkan amanat dari Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang lainnya guna menegakkan kepastian hukum dan kewibawaan negara, dalam hal menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

     

    Sementara Kasi Datun Kejari Kuansing Ahmad Syafii Hasibuan SH menambahkan, keberhasilan dalam penegakan hukum ini tidak terlepas dari adanya peran dari Bidang Datun, yang didalamnya terdapat Jaksa-Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang handal. Diantaranya, Jaksa Sunardi SH. Surya Perdana Hendriatmi SH, M Rizkal Al Amin SH MKn, Aditya Try Prasetyo SH. Termasuk peran penting Kasi Datun sebelumnya Dr (C) Raden Muhammad Shandy Meita SH, yang telah berjuang keras dari awal sampai gugatan ini dimenangkan oleh Jaksa Pengacara Negara.

     

    “Nantinya kami akan terus berinovasi melakukan penegakan hukum terhadap hal-hal yang lebih besar lagi dan menunjukkan kehadiran Jaksa Pengacara Negara dalam berbagai lini atau sektor. Baik dipemerintahan ataupun non Pemerintahan nantinya hal ini kami lakukan demi menegakkan kewibawaan Negara dari hal-hal yang bersifat merugikan kepentingan negara. Dibidang Datun Kejari Kuantan Singingi memiliki Kasubsi yang hebat-hebat  serta Staf yang sangat luar biasa yang akan mendukung saya selaku Kasi Datun Kejari Kuansing,”tutupnya. Rls/nor

     

  • Datun Kejari Kuansing Serahkan Dokumen Kependudukan Anak Panti Asuhan

    By redkoranriaudotco → Rabu, 21 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,KUANSING - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) menyerahkan dokumen kependudukan bagi anak-anak di Panti Asuhan Aisyiyah Teluk Kuantan, Rabu (21/10/26).



    Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak anak atas identitas hukum sekaligus upaya mempermudah akses mereka terhadap pelayanan publik. Penyerahan dokumen tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuansing serta melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    Kepala Kejari (Kajari) Kuansing, Andre SH MH hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Seksi (Kasi) Datun Ahmad Syafi’i Hasibuan beserta jajaran.

    Kasi Intelijen Kejari Kuansing Sunardi Ependi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Kejaksaan terhadap pemenuhan hak-hak anak, terutama dalam memperoleh dokumen kependudukan sebagai identitas resmi yang diakui secara hukum.

    "Pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak merupakan hal penting karena berkaitan dengan kepastian identitas dan pemenuhan hak-hak dasar mereka. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan perhatian dan dukungan agar hak-haknya dapat terpenuhi," ujar Sunardi.

    Menurutnya, kepemilikan dokumen kependudukan tidak hanya berfungsi sebagai bukti identitas, tetapi juga menjadi salah satu persyaratan penting dalam mengakses berbagai layanan, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan administrasi pemerintahan.

    Karena itu, kata dia, sinergi antara Kejaksaan, Disdukcapil, dan instansi terkait diperlukan agar pemenuhan hak administrasi kependudukan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

    Sunardi menambahkan, kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat sehingga berbagai kendala administrasi yang berpotensi menghambat pemenuhan hak anak dapat diatasi melalui koordinasi dan pelayanan yang tepat.

    "Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Pemenuhan hak anak membutuhkan perhatian bersama agar mereka memperoleh identitas hukum yang jelas dan memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan dasar," tambah Kasi Intel.

    Melalui kegiatan ini, Kejari Kuansing menegaskan komitmennya untuk menjalankan peran dan fungsi Kejaksaan, khususnya di bidang perdata dan tata usaha negara, melalui pelayanan hukum yang profesional dan humanis serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

    Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung perlindungan hak anak sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar setiap warga negara. rls/nor
  • 82,2 Persen Warga Pekanbaru Puas dengan Kepemimpinan Agung - Markarius

    By redkoranriaudotco → Senin, 19 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU-  Hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Survey Opini Rakyat (LSOR), tingkat kepuasan warga Pekanbaru terhadap kepemimpinan Walikota Agung Nugroho dan Wakilnya Markarius Anwar mencapai 82,2 persen.


    Sementara warga yang menyatakan tidak puas hanya 15,4 persen. Sedangkan 2,4 persen memilih untuk tidak menjawab. Artinya, kepuasan warga terhadap kinerja Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru saat ini hampir seratus persen.

    Selain menyurvei tingkat kepuasan Walikota Pekanbaru, LSOR juga memotret gambaran jika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2031 saat ini. Dari survei tersebut, maka sebanyak 57 persen warga Pekanbaru akan memilih Agung Nugroho kembali.

    Artinya, jika maju kembali Pilkada Pekanbaru, maka Agung akan bisa duduk kembali sebagai Walikota Pekanbaru dengan menang satu kali putaran.

    Sementara pesaingnya yakni, Markarius Anwar yang merupakan Wakil Walikota Pekanbaru saat ini hanya mendapatkan suara 17 persen. Kemudian Zulkardi yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Pekanbaru mendapatkan dukungan suara 4 persen.

    Sementara Muflihun, mantan Pj Walikota Pekanbaru sekaligus calon Walikota Pekanbaru periode 2025-2030 hanya mendapatkan suara 3 persen. Kemudian 17 persen warga Pekanbaru memilih calon lain dan 2 persen memilih untuk tidak menjawab.

    Ketua LSOR, Adlin, mengatakan bahwa survei ini dilaksanakan mulai 24 September hingga 15 Oktober 2026. Survei ini melibatkan 41 orang mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau sebagai pengumpul data.

    "Kemudian menjadikan 410 orang warga Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih dengan proporsi 205 laki-laki dan 205 perempuan sebagai responden untuk diwawancarai," ujar Adlin, Senin (19/10/26).

    Adlin menyebut, dalam survei ini, metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Sampling error 5 persen dan margin error 5 persen. ck
  • Lembaga Adat Riau Dukung Gagasan Hukum Melayu Serumpun Soal LGBT

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 17 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Persoalan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dan kedudukannya dalam norma adat menjadi sorotan dalam Bengkel Hukum Acara Adat bertema Pengakuan Living Law dalam KUHP Baru dan Pemetaan Keragaman Adat Melayu Riau, Sabtu (17/10/26) di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.

    Forum yang menjadi rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional itu turut mengemukakan wacana pembentukan hukum adat Melayu serumpun yang dapat bersinergi dengan hukum nasional.

    Perwakilan Lembaga Adat Rumpun Melayu dari Sumatera Barat, Datuk Kayo, dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa LGBT bertentangan dengan adat, meskipun menurut pandangannya persoalan tersebut tidak diatur sebagai tindak pidana dalam hukum pidana nasional.

    Datuk Kayo juga menilai hukum adat perlu menjadi pertimbangan dalam penyelesaian persoalan masyarakat. Menurutnya, Riau telah mengambil langkah awal dengan membahas hukum acara adat dalam kerangka KUHP Nasional.

    “Kita berharap nantinya ada hukum adat serumpun Melayu yang bersinergi,” ucap Datuk Kayo. 

    Wacana tersebut membuka pembahasan lebih luas mengenai bagaimana nilai dan norma adat Melayu dapat diakomodasi dalam sistem hukum nasional, dengan tetap memperhatikan kepastian hukum dan ketentuan perundang-undangan.

    Narasumber Endang Suparta, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR), mengatakan tindak pidana adat perlu dirumuskan secara jelas melalui Peraturan Daerah (Perda), termasuk kriteria pelanggaran, mekanisme penanganan, dan bentuk sanksi berupa pemenuhan kewajiban adat.

    Sementara itu, Guru Besar Universitas Riau, Prof. Dr. Firdaus, S.H., M.H., menyoroti potensi benturan antara hukum adat dan hukum nasional. Menurutnya, penerapan hukum adat yang berbeda-beda di setiap daerah menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan evaluasi dan perumusan aturan yang mampu menjembatani perbedaan tersebut.

    Moderator bengkel Syaiful Anuar menyebutkan, berdasarkan catatannya, kegiatan ini menjadi langkah pertama di Indonesia dalam membahas kemungkinan pengintegrasian hukum adat ke dalam hukum positif melalui forum bengkel hukum adat.

    Pembahasan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi perumusan hukum adat Melayu serumpun yang tetap berakar pada nilai-nilai adat, sekaligus berjalan selaras dengan Pancasila, UUD 1945, dan prinsip hak asasi manusia. mcr

     

  • Sekdaprov Riau Raih Digital Leadership Government Awards

    By redkoranriaudotco → Rabu, 14 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,JAKARTA — Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Presiden LS Ware, Kim Min Soo, mengundang Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, untuk menghadiri seminar peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Korea Selatan. 



    Undangan tersebut disampaikan langsung usai Syahrial Abdi menerima penghargaan Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2026 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/26) petang.



    Penghargaan ADLGA 2026 dari Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) tersebut diserahkan oleh Plt Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Raden Gani Muhammad, yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Syahrial Abdi meraih predikat terbaik pertama kategori Sekretaris Daerah dalam ajang apresiasi kepemimpinan digital tersebut.

    Pada momen penyampaian undangan tersebut, Kim Min Soo tampil mengenakan penutup kepala adat tanjak khas Melayu Riau. Pimpinan perusahaan solusi keamanan TIK asal Korea Selatan itu mengapresiasi capaian kepemimpinan digital Pemerintah Provinsi Riau.

    "Saya ucapkan selamat kepada Sekda Provinsi Riau yang telah meraih penghargaan terbaik ADLGA 2026. Terima kasih atas tanjak yang diberikan, kami sangat senang. Untuk itu kami mengundang secara langsung untuk hadir pada seminar digital yang akan diselenggarakan di Korea Selatan," ujar Kim Min Soo.

    Dia menjelaskan bahwa pemerintah daerah di Indonesia makin menyadari pentingnya keamanan siber dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kegiatan seminar dan pelatihan SDM TIK tersebut nantinya meliputi bimbingan teknis hingga lokakarya yang difasilitasi melalui kerja sama dengan ASKOMPSI.

    Kemitraan strategis antara ASKOMPSI dan LS Ware Inc. ditargetkan dapat membangun sistem keamanan siber yang tangguh di daerah. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan SDM TIK yang kompeten sebagai fondasi transformasi digital yang berkelanjutan di Indonesia.

    Merespons undangan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam program pelatihan tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

    "Kami bersyukur karena telah meraih peringkat satu ADLGA 2026. Pemprov Riau juga mendapat undangan seminar dan pelatihan cyber security dari LS Ware Inc. Kegiatan ini sejalan dengan fokus kami yakni memberikan pelayanan publik secara digital dengan baik," kata Abdi.

    Pemerintah Provinsi Riau terus memprioritaskan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan publik. Peningkatan kapasitas SDM di bidang keamanan siber dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga keandalan sistem digital pemerintah daerah untuk pelayanan publik. mcr
  • Pemprov Riau Cairkan Bansos Pendidikan Rp6,7 Miliar untuk 1.138 Mahasiswa

    By redkoranriaudotco → Selasa, 13 Oktober 2026

    Foto: Yan Darmadi.

    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan tinggi kembali dibuktikan. Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan bagi Mahasiswa Tidak Mampu Provinsi Riau Tahun 2026 Tahap I resmi disalurkan.


    Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Yan Dharmadi.


    "Alhamdulillah, Bantuan Sosial Pendidikan bagi Mahasiswa tidak mampu Provinsi Riau Tahun 2026 tahap I telah disalurkan. Dana tersebut dikirim langsung ke rekening penerima," ujar Yan Dharmadi, Selasa (13/10/2026).


    Pada tahap pertama ini, dikatakan Yan, sebanyak 1.138 mahasiswa tidak mampu yang tersebar di 54 Perguruan Tinggi se-Provinsi Riau telah menerima bantuan tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya kuliah bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan studi.


    "Proses penyaluran tidak berhenti di tahap I. Saat ini, Pemprov Riau juga tengah memproses penyaluran untuk tahap selanjutnya," katanya.


    Lebih lanjut, sebanyak 331 mahasiswa atau mahasiswi tidak mampu Provinsi Riau sedang berproses untuk pencairan pada tahap II.


    Yan menyebutkan, untuk menopang program kerakyatan di sektor pendidikan ini, Pemerintah Provinsi Riau pada APBD Tahun Anggaran 2026 telah mengalokasikan anggaran khusus.


    "Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2026 menganggarkan untuk bantuan sosial pendidikan mahasiswa tidak mampu sejumlah Rp6.778.628.000," ungkap Yan.


    Yan menegaskan, program ini merupakan wujud kehadiran negara dan komitmen Gubernur Riau dalam memastikan tidak ada anak Riau yang putus kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi.


    "Bantuan ini bersifat stimulan untuk membantu biaya pendidikan, bukan hanya biaya SPP, tetapi juga untuk menunjang kebutuhan perkuliahan lainnya," ungkapnya.


    Selain Bansos untuk mahasiswa tidak mampu, Pemprov Riau juga menyiapkan program unggulan lainnya yakni Beasiswa Lanjutan Riau Cerdas Provinsi Riau Tahun 2026. Program beasiswa berprestasi tersebut saat ini sedang dalam tahap finalisasi.


    "Untuk Program Beasiswa lanjutan Riau Cerdas Provinsi Riau Tahun 2026 untuk 2.426 mahasiswa sedang berproses, baik sinkronisasi dan validasi, InsyaAllah akan segera rampung dan proses penyaluran," kata Yan.


    Untuk program Beasiswa Riau Cerdas lanjutan ini, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran yang jauh lebih besar, yakni mencapai Rp38.896.300.000.


    Dengan dua skema bantuan pendidikan yang berjalan paralel ini, total ribuan mahasiswa Riau akan terbantu. Pemerintah berharap dengan adanya bantuan ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor pendidikan di Riau terus meningkat, serta melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan siap membangun Provinsi Riau ke depan.


    "Kita mengimbau kepada seluruh penerima bantuan agar memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan pendidikan dan meningkatkan prestasi akademik di kampus masing-masing," pungkasnya. nor

     

  • RSUD Arifin Achmad Kembali Ikuti Survei Akreditasi Kemenkes

    By redkoranriaudotco → Senin, 12 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau kembali menjalani survei akreditasi oleh tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Pekanbaru, Senin (12/10/26).

     

     

    Sebagai rumah sakit tipe A, proses penilaian tersebut melibatkan empat surveyor yang terdiri dari dua surveyor bidang manajemen dan dua surveyor bidang keperawatan.

     

    Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, menjelaskan bahwa akreditasi merupakan kewajiban berkala setiap empat tahun sekali sesuai Peraturan Menteri Kesehatan untuk menjamin mutu pelayanan. Menurutnya, penilaian mencakup sistem pelayanan langsung kepada pasien serta kesiapan fasilitas dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana.

     

    "Sesuai dengan Permenkes yang mengatur bahwa RS harus dapat mempertanggungjawabkan mutu dan keselamatan pasien, termasuk bagaimana standar pelayanan. Dan itu yang menjadi bagian dari penilaian agar terstandarisasi melalui Standar Akreditasi dari Kementerian Kesehatan," katanya.

     

    Yusi mengungkapkan bahwa RSUD Arifin Achmad sebelumnya berhasil meraih predikat Akreditasi Paripurna pada tahun 2017 dan 2022. Namun, Kemenkes kini menerapkan sistem penilaian baru yang jauh lebih ketat, termasuk evaluasi konsistensi pelaporan berkala dari tahun-tahun sebelumnya.

     

    Pemeriksaan mencakup 16 bab standar akreditasi yang mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1128/2022. Komponen tersebut meliputi Tata Kelola Rumah Sakit, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien, Manajemen Fasilitas, Hak Pasien, hingga pelaksanaan Program Prioritas Nasional.

     

    "Memang pada 2017 dan 2022, kita mendapatkan Akreditasi Paripurna. Namun, saat ini Kementerian Kesehatan menerapkan sistem yang berbeda. Dilihat pula kekonsistenan dari beberapa tahun sebelumnya, ada kewajiban pelaporan yang harus disampaikan ke Kementerian Kesehatan," ungkap Yusi.

     

    Evaluasi ketat tersebut juga memperhitungkan indikator kepuasan publik seperti ulasan Google serta penanganan laporan perundungan di lingkungan rumah sakit. Saat ini, baru sembilan rumah sakit di seluruh Indonesia yang berhasil meraih predikat paripurna di bawah sistem penilaian baru tersebut.

     

    "Harapan kita paripurna, namun ada beberapa kewajiban yang menjadi tolak ukur. Sampai Google Review juga dinilai, apakah ada laporan perundungan atau laporan lainnya. Dan saat ini, masih dibawah 10 persen RS se-Indonesia yang paripurna, memang agak berat, namun kita usaha," ujarnya.

     

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi selaku Ketua Dewan Pengawas RSUD Arifin Achmad memaparkan progres perbaikan pelayanan medis dan capaian keuangan rumah sakit kepada Tim Surveyor serta Pengampu Asesor Kemenkes RI.

     

    Syahrial menjelaskan bahwa tim surveyor mengapresiasi langkah pembenahan manajemen yang berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kunjungan pasien. Menurutnya, perkembangan positif tersebut mencerminkan keberhasilan RSUD Arifin Achmad dalam menjalankan peran sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

     

    "Alhamdulillah dari yang kita paparkan mereka juga cukup mengapresiasi langkah kita dalam perbaikan pelayanan. Hal itu terbukti dengan berbanding lurusnya angka perbaikan pelayanan, kunjungan pasien dan tergambar dari progres capaian RSUD Arifin Achmad sebagai BLUD," katanya. Rls/nor

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com