Browsing "Older Posts"

  • Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Kendaraan

    By redkoranriaudotco → Kamis, 02 April 2026


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor transportasi darat. 


    Komitmen ini dijalankan sebagai salah satu solusi energi mandiri, efisien dan ramah lingkungan di tengah dinamika geopolitik global yang fluktuatif dan berdampak pada ketersediaan serta harga energi dunia,

     
    BBG merupakan wujud pemanfaatan gas bumi yang bersumber langsung dari perut bumi Indonesia. Layanan BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) menjadi langkah krusial untuk membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi.
     
    "Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.
     
    Pemanfaatan BBG memberikan banyak keuntungan bagi pengguna maupun negara. Dari sisi harga, BBG cenderung lebih ekonomis dan stabil. Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG dengan harga Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP). Harga ini lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga mampu menekan biaya operasional kendaraan secara signifikan.
     
    BBG lebih ramah lingkungan, karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah hingga 20% lebih bersih dibandingkan BBM. Dengan begitu, pemanfaatan BBG turut mendukung dalam akselerasi penggunaan energi ramah lingkungan dan target pemerintah menuju Net Zero Emission.
     
    “Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.
     
    Dengan merangkul Komunitas Mobil Gas (Komogas) saat tersedia layanan bengkel keliling hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, wilayah Kalimalang Jakarta Timur dan 6 – 10 April 2026 di SPBG Bogor. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, dan mengonversi kendaraan ke BBG dengan mudah dan profesional.
     
    Untuk mewujudkan visi ketahanan energi yang solid melalui pemanfaatan BBG, PGN menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui Anak Perusahaan yaitu PT Gagas Energi Indonesia, PGN mengelola 14 SPBG, 4 MRU dan 1 Mother Station (MS) untuk melayani BBG. PGN berharap dengan sinergi yang solid dapat mendorong pemanfaatan BBG di masyarakat sekaligus memperluas pembangunan SPBG di berbagai wilayah.
     
    “Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah. Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan melangkah maju menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat,” tutup Fajriyah. rls/nor
  • Jalankan Program Peduli Pendidikan di Kampus, BRI Bangun Area Parkir di Unri

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk, kembali menunjukkan kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Riau. Salah satunya dengan memberikan bantuan pembangunan area parkir gedung Integrated Classroom Universitas Riau (Unri)

     

    Dimana kegiatan ini merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Program ini termasuk salah satunya mencakup bantuan sarana prasarana, termasuk pembangunan area parkir di Kampus. 

     

    Serah terima secara resmi dilangsungkan di ruang Kunto Darussalam, Rektorat Unri, yang dihadiri Regional Chief Executive Officer (CEO) BRI Region 2 Pekanbaru Dian Kesuma Wardhana, bersama Rektor Unri Sri Indarti. Pembanguanan Area parkir tersebut merupakan program BRI Peduli TJSL. 

     

    Rektor Unri, Sri Indarti, mengapresiasi kepedulian BRI terhadap dunia pendidikan dengan pembangunan area parkir di Kampus. Area parkir merupakan salah satu tempat dimana kendaraan-kendaraan mahasiswa terpikir dengan aman dan terjaga dengan baik. 

     

    “Unri menyambut gembira Pembangunan area parkir ini, sehingga akan menambah kenyamanan dan rasa aman bagi mahasiswa dalam belajar,” ujar Rektor Unri Sri Indarti, Rabu (1/4).

     

    Dijelaskan Sri Indarti, ia berharap bahwa sinergi serta kolaborasi Unri dan BRI tidak hanya dalam pembangunan fasilitas kampus, akan tetapi bisa dalam bentuk program magang mahasiswa dan praktisi mengajar.

     

    “Dalam program praktisi mengajar, kita berharap para expert dari BRI bisa mengajar, berbagi ilmu dan pengalaman dengan mahasiswa di Universitas Riau,” harap Sri Indarti.

     

    Sementara itu, Regional Chief Executive Officer (CEO) BRI Region 2 Pekanbaru Dian Kesuma Wardhana, menyampaikan bahwa dampak dari program TJSL dari BRI diharapkan bisa dirasakan oleh seluruh sivitas akademika Unri.

     

    “kita berharap Kerjasama ini akan berkesinambungan, dan BRI terbuka untuk kerja sama selanjutnya, baik dalam program magang mahasiswa maupun praktisi mengajar,” kata Dian Kesuma. 

     

    Untuk kapasitas parkir yang dibangun oleh pihak BRI, area parkir bisa menampung sekitar 8.000 kendaraan roda dua. Sehingga para mahasiswa tidak perlu lagi mencari parkir diluar area parkir dan bisa terjaga dengan aman. Turut mendmapingi kegiatan serah terima pembangunan area parkir Unri, Area Head BRI Faisal Erik beserta tim. Adapun pimpinan Unri yang hadir adalah para Wakil Rektor, Kepala Biro beserta jajaran. Rls/nor

     

  • Kodam Gagalkan Penyelundupan Pangan Ilegal 48,39 Ton di Inhil

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai menggagalkan upaya penyelundupan komoditas pangan ilegal di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

    Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf M Faizal Rangkuti mengatakan, penindakan dilakukan oleh Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) terhadap kapal kayu KM Anisa 89 GT 33.

    "Kapal itu kedapatan melakukan aktivitas bongkar muat di jalur tidak resmi di Tembilahan," ujar Faizal, Rabu (1/4/6) malam.

    Petugas kemudian menghentikan kegiatan tersebut dan mengamankan kapal beserta seluruh awaknya. Di dalam kapal ditemukan muatan komoditas pangan ilegal dengan berat 48,39 ton.

    "Dari hasil pemeriksaan, ditemukan muatan berupa bawang merah, bawang putih, bawang bombai, serta cabai kering tanpa dokumen resmi, disertai indikasi manipulasi manifest muatan," jelas Faizal.

    Faizal mengatakan keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya di wilayah Riau.

    “Penindakan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga kedaulatan pangan serta mencegah masuknya komoditas ilegal yang dapat merugikan negara dan petani lokal,” ujarnya.

    Ia menegaskan, pengawasan akan terus ditingkatkan, terutama di jalur-jalur tidak resmi yang rawan dimanfaatkan untuk aktivitas penyelundupan.

    “Kami akan terus memperkuat pengawasan di wilayah pesisir dan meningkatkan sinergi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas pangan dan keamanan wilayah,” tambahnya.

    Sebagai tindak lanjut, pada 1 April 2026, seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Balai Karantina Provinsi Riau untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Ck

     

     

     

     

     

     

     

  • Pansus RUU Bahas soal WNI Nikah Sejenis-Beda Agama di Luar Negeri

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co-- Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Hukum Perdata Internasional (HPI) DPR, I Wayan Sudirta mengungkap anomali dalam hukum Indonesia yang mengatur soal pernikahan beda agama dan pernikahan sejenis.


    Wayan menuturkan undang-undang masih mengakui pernikahan beda agama maupun nikah sejenis yang dilakukan di luar negeri. Dia mengatakan ketentuan itu diatur dalam Pasal 56 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

    "Jadi perkawinan sejenis itu diakui asal dilakukan oleh hukum negara di mana perkawinan itu dilakukan. Bukan hanya diakui, Undang-Undang Perkawinan kita bersedia mencatatkan perkawinan itu, mengakui dan mencatatkan," ujar Wayan dalam rapat Pansus RUU HPI, Jakarta, Rabu (1/4).

    Politikus PDIP itu mengatakan praktik-praktik itu telah banyak dilakukan dan telah menjadi persoalan selama ini. Oleh karenanya, kata Wayan, pembahasan RUU HPI harus menjadi momentum untuk membahas masalah terkait pengakuan pernikahan sejenis dan beda agama di mata undang-undang.

    Sebab selama ini undang-undang melarang atau tak mengakui pernikahan beda agama dan pernikahan sejenis di Indonesia.

    "Dan kami waktu itu belum bisa komentar, tapi ini giliran yang bagus mengangkat persoalan yang sudah lama menahun," ujar Wayan.

    Pria berlatar belakang advokat itu mengaku tak memiliki terminologi yang telat untuk menjelaskan kondisi tersebut. Namun, Wayan menilai anomali itu sebagai penyelundupan hukum.

    "Bukan hanya penyelundupan hukum, itu sangat bertentangan dengan ketertiban umum, sangat bertentangan dengan ketertiban umum," ujar Wayan.
    cnnindonesia

  • PBB Ungkap Hasil Penyelidikan Awal Penyebab 2 TNI UNIFIL Lebanon Tewas

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membeberkan temuan awal penyebab dua prajurit TNI yang bertugas di Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) tewas pada 30 Maret.


    Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (1/4).

    "Temuan awal terkait insiden di Bani Hayyan pada 30 Maret, yang menewaskan dua pasukan penjaga perdamaian, menunjukkan bahwa ledakan di pinggir jalan menghantam konvoi mereka," kata Dujarric.

    Dia lalu berujar, "Kami menegaskan kembali kecaman keras kami terhadap insiden yang menyebabkan kematian pasukan penjaga perdamaian Indonesia tersebut."

    Di kesempatan itu, Dujarric mengatakan situasi di Lebanon memburuk dengan cepat dalam beberapa hari terakhir.

    Eskalasi tersebut, kata dia, menimbulkan dampak buruk yang besar bagi warga sipil dan infrastruktur sipil, khususnya di Lebanon.

    Hal ini juga sangat membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB," kata Dujarric.

    Tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL tewas gegara serangan Israel ke Lebanon.

    Dua anggota TNI yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan tewas mbas ledakan di dekat Bani Hayyan pada Senin.

    Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian Jean Pierre Lacroix sebelumnya juga mengatakan hal serupa.

    "Pagi ini, dua pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan," kata Lacroix.

    Di hari sebelumnya yakni pada 30 Maret, satu anggota TNI Fahrizal Rhomadhon tewas gegara ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr.

    Sejak awal Maret, Israel menggempur habis-habisan Lebanon terutama Lebanon selatan dengan dalih menargetkan aset Hizbullah. Milisi ini tak tinggal diam. Mereka turut meluncurkan serangan ke Israel.
    cnnindonesia

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com