Browsing "Older Posts"

  • Komnas HAM Belum Tetapkan Kasus Andrie Yunus sebagai Pelanggaran HAM

    By redkoranriaudotco → Selasa, 31 Maret 2026



    KORANRIAU.co- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) belum menetapkan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai pelanggaran HAM.


    Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian menjelaskan secara logika hukum dan akal sehat, insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut sebenarnya sudah masuk dalam kategori kejahatan hak asasi.

    "Kami belum tetapkan, tapi kan semua common sense mengatakan, termasuk norma hak asasi manusia dan definisi hak asasi manusia dan pelanggaran hak asasi manusia dalam Undang-Undang 39 memenuhi sebagai pelanggaran HAM," ujar Saurlin di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (30/3).

    Saurlin menekankan bahwa pihaknya masih harus menempuh tahapan prosedural secara formal melalui musyawarah pimpinan sebelum bisa mengeluarkan keputusan final.

    "Kami kan harus rapat dulu. Itu secara norma begitu, tapi secara prosedur kami kan harus tetapkan dalam suatu rekomendasi," ujarnya.

    Andrie menjadi korban penyerangan orang tak dikenal yang menyiramkan air keras pada Jumat (13/3) malam lalu.

    Penyiraman air keras itu mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

    Beberapa hari berselang, empat orang anggota BAIS TNI yakni Kapten TNI NDP, Letnan Satu (Lettu) TNI SL, Lettu TNI BHW, dan Sersan Dua TNI ES telah ditetapkan sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie.

    Hingga saat ini, keempat terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan tim penyelidik internal TNI. Imbas pengusutan kasus itu, Kepala BAIS TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatannya.

    Selain itu, Komnas HAM sejauh ini baru menetapkan Andrie Yunus sebagai pembela HAM.

    Penyelidikan kasus penyiraman air keras yang melibatkan anggota TNI juga masih berproses. Banyak pihak yang mendesak kasus tersebut dibawa ke peradilan umum, bukan peradilan militer.
    cnnindonesia

  • Daftar 10 Pemimpin & Komandan Iran yang Habis Kena Bom AS-Israel

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Peperangan antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari telah memasuki bulan kedua dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.


    Meski Iran masih melancarkan perlawanan sengit dengan melakukan rentetan serangan udara ke Israel, pangkalan militer serta aset AS lainnya di Timur Tengah, negara tersebut juga kehilangan sejumlah pejabat tinggi hingga komandan militer selama perang berlangsung.

    Berikut daftar komandan Iran yang gugur akibat serangan Israel per Selasa (31/3),

    Ayatollah Ali Khamenei

    Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang menyasar kompleks tempat tinggalnya di Teheran.

    Khamenei berkuasa selama lebih dari tiga dekade. Ia memperkukuh kekuasaannya lewat penguatan angkatan bersenjata dan dewan keamanan Iran, serta memperluas pengaruh Iran di kawasan.


    Di bawah Khamenei, Iran juga terus melangsungkan program pengembangan nuklirnya dan pengayaan uraniumnya meski diganjar sanksi AS dan diisolasi dari pasar global.

    Ali Larijani
    Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, tewas pada usia 67 tahun dalam serangan udara di Pardis pada 17 Maret, bersama putranya dan salah satu deputinya.

    Mantan komandan IRGC dan negosiator nuklir ini adalah penasihat dekat Khamenei dan berperan penting dalam kebijakan keamanan dan luar negeri Iran.

    Esmail Khatib
    Menteri intelijen Iran, Esmail Khatib, tewas dalam serangan Israel pada 18 Maret. Ia seorang politisi dan ulama garis keras yang sebelumnya bekerja di kantor Khamenei dan menjadi muridnya, sebelum memimpin intelijen sipil pada Agustus 2021.

    Ali Shamkhani
    Penasihat dekat Khamenei dan tokoh kunci dalam kebijakan keamanan dan nuklir, Ali Shamkhani, tewas dalam serangan di Teheran pada 28 Februari.

    Sebelumnya, ia selamat dari serangan di rumahnya saat perang 12 hari dengan Israel pada Juni.

    Mohammad Pakpour
    Panglima tertinggi IRGC, Mohammad Pakpour, tewas dalam serangan 28 Februari di Teheran.

    Ia naik pangkat memimpin IRGC setelah pendahulunya, Hossein Salami, tewas dalam perang 12 hari pada Juni.

    Aziz Nasirzadeh
    Menteri pertahanan dan perwira angkatan udara, Aziz Nasirzadeh, tewas dalam serangan yang sama pada 28 Februari. Ia berperan penting dalam perencanaan militer dan kebijakan pertahanan Iran.

    Abdolrahim Mousavi
    Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, tewas saat rapat kepemimpinan senior di Teheran pada 28 Februari.

    Ia bertanggung jawab mengoordinasikan cabang militer Iran dan mengawasi pasukan konvensional.

    Gholamreza Soleimani
    Komandan pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, tewas pada 17 Maret. Sebagai perwira senior IRGC, ia memimpin pasukan penting untuk keamanan internal dan penegakan aturan negara.

    Behnam Rezaei
    Kepala intelijen angkatan laut IRGC, Behnam Rezaei, tewas dalam serangan di Bandar Abbas pada 26 Maret.

    Ia bertanggung jawab mengumpulkan informasi tentang negara-negara di kawasan.

    Alireza Tangsiri
    Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, meninggal dunia karena luka dari serangan di Bandar Abbas pada 26 Maret.

    Berasal dari Bushehr, ia memimpin Angkatan Laut IRGC sejak 2018 dan mengawasi "kontrol cerdas" Selat Hormuz, membatasi lalu lintas di jalur minyak penting dunia.
    cnnindonesia

  • Kata-kata John Herdman setelah Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Merasakan kekalahan untuk kali pertama sebagai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menilai skuad Merah Putih sudah berada di jalur yang tepat dan sedikit kurang beruntung.


    Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3) malam. Herdman menilai di balik kekalahan ada gaya main yang sudah sesuai keinginannya.

    "Menurut saya, bermain melawan tim Eropa yang memiliki tradisi, kami bermain bagus malam ini, dengan identitas yang kuat, menyerang, dan secara permanen kami terhubung," kata pelatih asal Inggris itu dalam wawancara dengan stasiun televisi pemegang hak siar pertandingan.

    Herdman juga menyoroti kemampuan Indonesia menciptakan peluang yang berujung bola kena mistar. Yang pertama melalui sepakan Ole Romeny pada menit ke-72 dan Rizky Ridho pada menit ke-86.

    "Kami mendapatkan dua peluang membentur mistar dan penalti yang sentuhannya tidak keras [soft penalty]. Kami sedikit kurang beruntung. Kami sudah bermain dengan benar malam ini, tetapi inilah hasilnya," ujar Herdman.


    Pelatih timnas Kanada di Piala Dunia 2022 itu juga memberi apresiasi lantaran skuad Garuda bisa mengurung pertahanan Bulgaria yang terjadi sejak babak pertama. Hanya memang Indonesia tidak bisa leluasa menciptakan peluang.

    "Kami bisa bermain hingga sepertiga akhir lapangan. Kami bermain melawan Bulgaria, tim Eropa yang memiliki tradisi. Kami mengontrol permainan hingga sepertiga akhir lapangan," terangnya.

    Herdman memastikan bakal memoles kemampuan pemain-pemain Indonesia demi hasil lebih baik pada laga yang akan datang.

    "Dalam 10 menit terakhir, kami memiliki Beckham dan Dony Tri, mereka memiliki sedikit kualitas untuk terus ditingkatkan. Kami akan terus bekerja, kami memiliki kemajuan malam ini. Kami akan terus bekerja," tukasnya.

    Setelah agenda FIFA Series, Herdman ditunggu tugas selanjutnya pada Juli-Agustus mendatang yakni Piala AFF.
    cnnindonesia

  • Polres Bengkalis Gagalkan Penyeludupan 16,3 Kilogram Sabu dan 40 Ribu Ekstasi

    By redkoranriaudotco → Senin, 30 Maret 2026


    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis berhasil mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional yang diduga berasal dari Malaysia. Dua kurir ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 16,3 kilogram dan 40 ribu butir pil ekstasi.

    Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, didampingi Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, di Mapolda Riau, Senin (30/3/26).

    Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, AKP Tidar Laksono, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen terkait rencana masuknya narkotika dalam jumlah besar melalui jalur tidak resmi atau pelabuhan tikus di Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

    “Awalnya, anggota opsnal memperoleh informasi adanya pengiriman narkotika dari Malaysia melalui jalur ilegal di perairan Bengkalis,” ujar Tidar.

    Petugas sempat melakukan pemantauan awal, namun belum menemukan keberadaan barang tersebut. Perkembangan terjadi pada Sabtu (28/3/2026), saat tim kembali menerima informasi bahwa narkotika telah bergerak menuju Pekanbaru melalui Pelabuhan RoRo di wilayah Bukit Batu.

    Mendapatkan informasi lanjutan tersebut, tim langsung bergerak melakukan pengejaran dengan menelusuri jalur yang diduga dilalui pelaku menuju Pekanbaru.

    Dalam proses pelacakan, petugas mencurigai dua pria yang mengendarai sepeda motor sambil membawa satu kardus dan dua tas ransel.

    Gerak-gerik keduanya terpantau mencurigakan saat berputar-putar di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, sebelum masuk ke sebuah gang di Jalan Nurdin, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur.

    Petugas kemudian melakukan penyergapan saat kedua tersangka diduga hendak melakukan transaksi narkotika.“Kedua tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ungkap Tidar.

    Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial YA dan DPG. Dari tangan keduanya, polisi menyita narkotika dalam jumlah besar yang dibawa menggunakan tas dan kardus.

    Barang bukti yang diamankan antara lain satu tas besar berisi tujuh bungkus plastik diduga sabu, delapan bungkus plastik besar yang di dalamnya terdapat puluhan paket, serta satu kardus berisi delapan bungkus besar lainnya yang juga diduga sabu.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka DPG berperan sebagai penerima barang yang dikirim dari Bengkalis untuk diedarkan di wilayah Pekanbaru.

    “Dari pengakuan tersangka, yang bersangkutan bertugas menerima barang kiriman untuk diedarkan,” jelasnya.

    Seluruh barang bukti kemudian diuji menggunakan alat uji laboratorium. "Barang bukti dinyatakan positif mengandung methamphetamine atau sabu," kata Tidar.

    Para tersangka mengaku mendapatkan upah sebesar Rp20 juta. Upah itu diterima setelah barang sampai kepada penerima.

    Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bengkalis untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
    Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk asal barang dan pihak lain yang terlibat.

    “Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya,” pungkas Tidar. Ck
  • Polda Riau Tetapkan Pengembang Perum VKBH Sebagai Tersangka

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Setelah sekian lama penantian perkembangan laporan warga perumahan Villa Karya Bakti Housing (VKBH), akhirnya berbuah manis. Pasalnya, Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan Budi Dermawan selaku pengembang sebagai tersangka. 

     

    "Dari hasil gelar terakhir, Kita tetapkan terlapor sebagai tersangka,"kata Direktur Ditkrimsus Polda Riau melalui Kasubdit 1 AKBP Agus Prihadinika, Senin (30/3/26). 

     

    Dikatakan Agus, ditetapkannya terlapor sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan 11 orang saksi berikut 3 saksi ahli. Selanjutnya dilakukan gelar hingga ditetapkanlah terlapot sebagai tersangka, 

     

    " Dalam minggu ini kita akan lakukan pemeriksaan terlapor sebagai tersangka, " Tambah AKBP Agus. 

     

    Diketahui  pada pemberitaan sebelumnya, Warga Penghuni Villa Karya bakti housing tahap 2 Blok D dan E jalan Karya Bakti (Riau Ujung) Kelurahan Air Hitam RT03/Rw03 kembali mengeluhkan masalah Fasos dan Taman seluas 414,62m yang diduga dihilangkan oleh pengembang,

     

    Aksi ketidaknyamanan tersebut diungkapkan warga dengan memasang spanduk diatas bangunan yang sudah jelas tergambar pada siteplan IMB no: 1026/IMB/DPMPTSP/IX/2018 terbitan tahun 2018 oleh Pemerintah Kota Pekanbaru yang di miliki oleh mayoritas warga perumahan tersebut.

     

    Dikatakan salah satu warga perumahan inisial AI yang ditemui awak media dilokasi. Bahwa masalah Fasos pernah terjadi tahun 2020 dengan warga Villa Karya bakti Housing Tahap Pertama blok ABC belakang sana sambil menunjuk ke arah belakang Blok D.

     

    Diketahui bahwa setelah selesai pembangunan Perumahan Villa Karya Bakti Housing Tahap 2 kemarin pengembang bukannya menyerahkan Sisa tanah yang ada di siteplan sebagai fasos dan taman melainkan muncul lagi pembangunan 5 unit Perumahan 2 lantai yang sedang berlangsung saat ini.

     

    Lebih jauh dibeberkannya, bahkan kepemilikan sudah berganti nama menjadi orang lain hingga tidak ada lagi sisa tanah yang sebagaimana tertulis Fasos dan taman pada IMB yang warga miliki.

    Warga mengelar aksi dengan memasang spanduk pemberitahuan pada lokasi sesuai siteplan Fasos dan Taman berada yang saat ini telah berubah menjadi jalan seluas  7,5mx40m, padahal fasos dan taman pada siteplan IMB luasanya sekitar 10x40m. 5 unit Rumah 2lantai yang di bangun saat ini di duga berdiri diatas lahan Fasos dan taman.

     

    "Anehnya bangunan tersebut dibangun oleh orang lain yang diketahui warga merupakan kakak dari pengembang tahap 2 ini," pungkasnya.

    Dalam permasalahan ini, kepada awak media warga menyatakan keberatan atas di hilangkannya Fasos dan Taman yang dilindungi oleh Undang undang perumahan untuk fasilitas perumahan.

     

    Tidak hanya itu, warga sudah berdiskusi dan akan melaporkan kasus ini Ke Aparat Penegak Hukum, tidak hanya itu warga juga berharap kepada dinas terkait agar lebih berhati hati dalam memberikan izin kepada pengembang apalagi pengembang yang sudah berulang berkasus dengan warganya.

     

    " Dalam kasus ini kami berharap agar Fasos dan Taman seluas 414,62m ini dapat segera di kembalikan oleh pengembang untuk dapat dipergunakan sebagai fasilitas sosial sebagaimana jaminan undang undang perlindungan konsumen, " harap Al.

     

    Sementara Pengembang yang diketahui bernama Budi Darmawan saat dikonfirmasi Via ponsel hingga saat ini tak kunjung memberi jawaban terkait permasalah yang terjadi di Perumahan Villa Karya Bakti Housing. Rls/nor

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com