Browsing "Older Posts"

  • Gunakan Ijazah Orang Lain untuk Nyaleg, Anggota DPRD Pelalawan Ini Ditahan

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 28 Februari 2026


     

    KORANRIAU.co,PELALAWAN – Penyidik Unit III Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan menahan anggota DPRD Pelalawan, Sunardi alias SU, karena sebagai tersangka kasus dugaan menggunakan ijazah milik orang lain.

    Sunardi datang memenuhi panggilan penyidik didampingi tim kuasa hukumnya. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri Pelalawan, penyidik memutuskan melakukan penahanan.

    Pantauan di Polres Pelalawan, Sunardi yang mengenakan baju kuning dan masker langsung digiring ke ruang tahanan seusai pemeriksaan.

    Kuasa hukum Sunardi dari kantor Tatang Suprayoga dan Rekan membenarkan penahanan tersebut. “Ya, beliau ditahan hari ini. Untuk langkah selanjutnya, kami menunggu arahan lebih lanjut. Pelapor dalam perkara ini sudah berdamai dan mencabut laporannya,” ujar kuasa hukum Sunardi singkat, Jumat (27/2/26).

    Kepala Polres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP I Gede Eka Yoga Pranata, ia menyatakan belum dapat memberikan penjelasan karena sedang berada di Taman Nasional Tesso Nilo.

    Adapun Kepala Seksi Humas Polres Pelalawan AKP Thomas Bernandes Siahaan mengatakan keterangan resmi terkait penahanan tersebut akan disampaikan pada Senin, 2 Maret 2026.

    Sunardi ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan Januari 2026 setelah melalui proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Pelalawan.

    Dalam kasus ini, penyidik menjerat Sunardi dengan Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang penggunaan surat palsu atau Pasal 391 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengatur penggunaan surat palsu atau surat yang dipalsukan seolah-olah asli.

    Setelah penahanan, penyidik berencana kembali melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Pelalawan. rtc
  • BRI Peduli, Bagikan 700 Paket Sembako Bagi Warga Sri Meranti Rumbai

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Dalam setiap momen Bulan Ramadan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat yang berada dilingkungan BRI, dengan menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI, dengan menyalurkan 700 paket sembako kepada warga di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.


    Program TJSL ini sebagai bentuk komitmen sosial perusahaan kepada masyarakat, yang bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, serta mempererat hubungan harmonis antara BRI dan masyarakat sekitar wilayah operasional.

    Regional CEO BRI Region 2 Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian BRI terhadap masyarakat, khususnya di wilayah operasional BRI di Riau.

    “Melalui Program BRI Peduli, kami berharap bantuan 700 paket sembako ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kelurahan Sri Meranti. BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, namun juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung kesejahteraan sosial dan pembangunan daerah,” ujar Dian, Sabtu (28/2).

    Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis dan diterima langsung oleh Lurah Sri Meranti, Irhamdi, yang mewakili masyarakat penerima manfaat. Lurah Sri Meranti, Irhamdi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh BRI kepada warganya.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Sri Meranti. Bantuan ini tentu sangat membantu warga kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjadi bukti sinergi yang baik antara dunia usaha dan pemerintah kelurahan,” kata Irhamdi.

    Sementara itu, salah seorang perwakilan warga Rumbai, Syafaruddin menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ditengah-tengah kesulitan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, BRI hadir dengan memberikan bantuan sembako di bulan Ramadan ini. 

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BRI atas bantuan sembako ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga BRI semakin maju dan terus peduli kepada masyarakat,” ungkap pria berusia 55 tahun ini. 

    Untuk diketahui, program BRI Peduli secara konsisten dilaksanakan di berbagai wilayah sebagai bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. rls/nor
  • Viral Istri TNI Selingkuh dengan 13 Prajurit, Kodam XVII Bersuara

    By redkoranriaudotco →

     


    KORANRIAU.co- Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto merespons informasi yang beredar terkait istri anggota TNI yang berselingkuh dengan 13 prajurit. 

    Pomdam Cenderawasih mengonfirmasi bahwa pihaknya saat ini tengah mengusut dugaan perselingkuhan tersebut.

    "Terkait viralnya berita tentang kejadian tersebut, saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan di tingkat Pomdam XVII/Cenderawasih," kata Tri, dilansir dari detikSulsel, Jumat (27/2/2026).

    Letkol Tri Purwanto belum membeberkan lebih jauh terkait dugaan perselingkuhan tersebut. Namun, dia memastikan pihaknya telah mengusutnya.

    "Saat ini, sudah dalam tahap penyidikan, dan yang berwenang memberikan keterangan adalah pihak penyidik, yaitu Penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih," ujarnya.

    Viral di media sosial kabar mengenai seorang istri anggota TNI di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih yang diduga selingkuh dengan 13 prajurit. Dalam unggahan di media sosial tersebut, disampaikan bahwa istri anggota TNI alias Ibu Persit masih berusia 26 tahun. 

    Kasus tersebut kemudian terbongkar, setelah wanita asal Kota Jayapura itu dilaporkan oleh suaminya yang merupakan anggota Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili.

    Menurut informasi, Pomdam XVII/Cenderawasih telah memulai penyelidikan dugaan perselingkuhan itu sejak pertengahan Februari 2026. Sejumlah saksi dan barang bukti berupa ponsel disebut telah diamankan oleh penyidik.
    cnnindonesia
  • Dua IRT dan PPPK Kementerian di Siak Terseret Jaringan Narkoba

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Satresnarkoba Polres Siak mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, dua ibu rumah tangga (IRT) dan satu Pegawai PPPK Kementerian dinas di Siak.


    Barang bukti yang diamankan dari ketiganya 5,36 gram pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, di sebuah rumah di Jalan Rambutan RT 003 RW 004, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak,Kabupaten Siak.

    Dikatakan Kasat Resnarkoba Satresnarkoba Polres Siak, AKP Benny Afriandi Siregar SH MH, pengungkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/15/II/2026/SPKT.Satresnarkoba/Res Siak/Polda Riau. Dari rumah tersebut, tim mengamankan seorang lelaki berinisial J (36), yang diketahui bekerja sebagai ASN PPPK pada salah satu kementerian.

    “Saat penggeledahan, kami menemukan 7 paket sabu siap edar,” terang Kasat Benny.

    Tak berhenti di situ, hasil interogasi terhadap J mengarah kepada seorang perempuan berinisial S (33), berprofesi sebagai ibu rumah tangga, warga Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Tim bergerak cepat dan berhasil mengamankan S di wilayah Padang Terubuk, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru.

    “Dari pengembangan lebih lanjut, kami kembali menangkap seorang perempuan berinisial B (33), juga ibu rumah tangga, di wilayah Tenayan Raya, Pekanbaru, pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB,” ungkap Kasat Benny, Jumat (27/2/2026) petang.

    Dalam pengungkapan tersebut, tim menyita barang bukti berupa, tujuh paket sabu berat kotor 5,36 gram, dua plastik klip pembungkus, satu kotak rokok, empat unit handphone, satu pipet yang dimodifikasi menjadi sendok.

     “Peran masing-masing tersangka, J sebagai pengedar di wilayah Siak, S berperan sebagai perantara jual beli, dan B sebagai pemasok,” ucap Kasat Benny.

    Seorang pria berinisial ED telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran. Hasil tes urine terhadap ketiga tersangka menunjukkan positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Kasat Benny menjelaskan pengungkapan ini merupakan hasil tindak lanjut dari informasi masyarakat.

    Kapolres Siak Sepuh Ade Irsyam Siregar, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH SIK MH, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terlibat narkotika tanpa pandang bulu.

    “Kami berkomitmen memberanta Narkoba sampai ke akar-akarnya. Tidak ada toleransi, siapa pun yang terlibat narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolres Sepuh. rpc

  • ASN Disnaker Inhu Dibekuk Polisi Karena Edarkan Narkoba

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) ditangkap polisi akibat terlibat Narkoba jenis sabu-sabu.

    Ditangkapnya oknum ASN Pemkab Inhu berinisial MY alias Anto (43), warga Desa Japura yang berprofesi sebagai ASN Disnaker Inhu yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu, dilakukan Satresnarkoba Polres Inhu pada Rabu, 25 Februari 2026 sekira pukul 22.00 WIB, di tepian jalan Desa Japura, Kecamatan Lirik, Inhu.

    “Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, warga melaporkan bahwa di Desa Japura kerap terjadi transaksi jual beli sabu. Menindaklanjuti informasi tersebut, Ps. Kanit I Satresnarkoba AIPTU Nopri, SH melaporkan kepada Kasat Resnarkoba IPTU Rifles Bagariang, SH., MH. Selanjutnya dilakukan penyelidikan intensif di lokasi yang dimaksud,” ujar Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, SH., S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, SH Jumat (27/2/26).

    Dari hasil penyelidikan, tim memperoleh informasi bahwa tersangka Anto kerap melakukan transaksi sabu di wilayah tersebut, berbekal informasi yang didapat Tim segera bergerak melakukan penyergapan. Saat hendak diamankan, tersangka sempat melakukan perlawanan dan membuang sebuah benda dari tangannya.

    “Berkat kesigapan personel Satresnarkoba Polres Inhu, setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi ditemukan satu bungkus narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,66 gram tidak jauh dari tempat tersangka diamankan. Dari penggeledahan badan, polisi juga menemukan empat plastik pembungkus di saku bajunya,” ungkapnya.

    Saat penangkapan tersebut, Tim Satresnarkoba Polres Inhu juga mengamankan satu unit sepeda motor warna hitam dengan nomor polisi BM 3644 VA serta satu unit handphone warna hijau yang diduga digunakan untuk transaksi. Guna pengembangan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Inhu.

    “Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya,” jelasnya.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

    Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkotika dapat menjerat siapa saja, tanpa memandang status sosial maupun profesi dan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkotika, termasuk aparatur sipil negara.

    “Kami berkomitmen memberantas Narkoba tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. rtc

  • 15 Orang Tewas Akibat Pesawat Bermuatan Uang Tunai Jatuh di Bolivia

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Pesawat kargo militer Bolivia yang membawa uang kertas jatuh saat mendarat di dekat Ibu Kota La Paz, Jumat (27/2) waktu setempat. Menurut otoritas setempat, insiden ini setidaknya menewaskan 15 orang.


    Kecelakaan pesawat angkut C-130 Hercules disebut karena keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional El Alto dan jatuh ke jalan raya, menabrak sejumlah mobil dan truk. Puing-puing pesawat juga terlihat berserakan di jalan raya.

    "Kami sedang mengevakuasi jenazah orang-orang yang sayangnya menderita dalam kecelakaan itu," kata Kolonel Pavel Tovar dari Dinas Pemadam Kebakaran Nasional dikutip dari AFP, Sabtu (28/2).

    Belum ada informasi detail korban jiwa, namun korban jiwa tercatat baik di bandara maupun di jalan raya yang menjadi tempat pesawat tergelincir menabrak beberapa kendaraan.

    Otoritas Navigasi Udara dan Bandara Bolivia, NAABOL, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat C-130 tersebut berangkat dari kota Santa Cruz di timur dan jatuh saat mendarat di bandara internasional. Hingga saat ini penyebab kecelakaan masih diselidiki.

    Pesawat C-130 Hercules buatan Lockheed Martin membawa uang kertas Bolivia, yang berhamburan saat benturan terjadi. Polisi langsung menjaga lokasi agar warga tidak berebut mengambil uang.


    Rekaman dari media lokal menunjukkan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan orang-orang yang mendekati lokasi kecelakaan untuk mengumpulkan uang tersebut.
    cnnindonesia

  • Dua Wakil Indonesia di Semifinal German Open 2026

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Sebanyak dua wakil Indonesia akan tampil dalam semifinal German Open 2026 di Westenergie Sporthalle, Sabtu (28/2). Berikut jadwal wakil Indonesia di semifinal German Open.


    Sejumlah wakil Indonesia masih harus berjuang pada German Open 2026 yang merupakan turnamen BWF World Tour kelas Super 300. Babak semifinal German Open 2026 akan dimulai pada pukul 18:00 WIB.

    Pada babak perempat final, Indonesia menempatkan dua wakil, yakni dari sektor ganda putri, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Gregoria Emanuelle Widjaja yang berpasangan dengan atlet Singapura, Hee Yong Kai Terry.

    Dua wakil Indonesia itu meraih hasil gemilang di perempat final German Open. Hee/Gloria menyingkirkan unggulan kelima asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie 21-17, 21-13, sementara Tiwi/Fadia menumbangkan pasangan Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan 21-15, 21-14.

    Lolos ke babak semifinal German Open 2026, Hee/Gloria kembali akan menghadapi unggulan. Kali ini giliran ganda campuran asal Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, yang merupakan unggulan delapan turnamen ini.

    Sedangkan Tiwi/Fadia bentrok dengan ganda putri China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo pada pertandingan keempat di semifinal nanti.

    Dengan tampilnya Gloria dan Tiwi/Fadia di babak semifinal, hal itu membuka kans Indonesia mengirim wakil ke final dan menjadi juara.

    Sejauh ini Indonesia cukup lama tidak memiliki juara di German Open. Kali terakhir Indonesia juara di German Open adalah saat Flandy Limpele/Eng Hian naik podium pada edisi 2003 silam.
    cnnindonesia

  • By redkoranriaudotco → Jumat, 27 Februari 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pengendara sepeda motor tewas terjatuh dari flyover Pasar Pagi, Arengka, Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Jumat (27/2/2026). Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu, merupakan korban kecelakaan lalu lintas tunggal.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru AKP Satrio BW Wicaksana mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.20 WIB. Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Gear bernomor polisi BM 3146 ABF melintas di atas flyover.

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sepeda motor Yamaha Gear BM 3146 ABF melaju dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan cukup tinggi.

    "Saat menaiki flyover yang menikung ke kanan, korban tidak membelok mengikuti jalur. Akibatnya, sepeda motor menabrak tembok pembatas sebelah kiri flyover, kehilangan kendali, dan korban terjatuh ke bawah," jelas Satrio.

    Korban jatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu menghantam aspal. Akibatnya korban mengalami luka para di kepala dan bersimbah darah.

    "Korban mengalami luka berat pada kepala dan sempat dilarikan ke RS Eka Hospital Pekanbaru, namun meninggal dunia saat menjalani perawatan medis," jelas Satrio.

    Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Berdasarkan dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena korban, tidak fokus saat berkendaraan.

    "Berdasarkan keterangan saksi, korban Ms X, kurang fokus dan tidak berkonsentrasi, ditambah kecepatan kendaraan yang cukup tinggi," ucap Satrio.

    Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab pasti kecelakaan sekaligus mengungkap identitas korban.

    Satrio kembali mengimbau para pengendara sepeda motor agar selalu berhati-hati saat berkendara di jalan raya. “Perhatikan peraturan lalu lintas dan tetap waspada,” pungkasnya. ck

  • 15 Ton Garam OMC Disebar untuk Pancing Hujan di Riau

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini masih melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau. Hingga saat ini, total sudah 15 ton garam di semai di langit wilayah provinsi Riau.

     

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, beberapa daerah yang sudah dilakukan OMC yakni di Kabupaten Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir serta Kota Dumai.

    “OMC masih terus dilanjutkan, saat ini sudah 15 ton garam di semai. Terutama didaerah pesisir Riau,” sebutnya.

    Sementara itu, untuk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan terjadi ditiga daerah di Riau. Namun Karhutla ditiga daerah tersebut saat ini hanya tinggal proses pendinginan. Tiga daerah yang masih terjadi Karhutla tersebut yakni di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Siak. 

    “Untuk di Kota Dumai Karhutla terjadi di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai dan di Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur. Dilokasi tersebut saat ini masih dilakukan proses pendinginan,” katanya. 

    Sementara itu, untuk di Kabupaten Bengkalis dilaporkan di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat. Dan di Kabupaten Siak Karhutla di laporkan terjadi di Kecamatan Kandis. Didua Kabupaten tersebut, Karhutla juga dilaporkan sudah dalam proses pendinginan. 

    “Sementara itu untuk Karhutla di Kabupaten Kampar dilaporkan sudah padam total,” ujarnya. mcr/nor

     

  • Seorang Pencari Kayu Jadi Korban Serangan Harimau di Pelalawan

    By redkoranriaudotco →

     


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Seorang pencari kayu bernama Kohai (32), warga Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, selamat dari serangan harimau Sumatera saat berada di Dermaga PT SPA Distrik Serapung, Rabu (25/2/26) malam. 

    Meskipun selamat, korban yang sempat digigit mengalami luka robek di bagian belakang kepala.

    “Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di area dermaga perusahaan yang berada di Kecamatan Kuala Kampar,” kata Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Onel, SH MH, Jumat (27/2).

    Serangan harimau itu terjadi saat korban sedang beristirahat di atas tabut atau perahu pompong yang bersandar di dermaga setelah tidak dapat melanjutkan perjalanan ke hutan Desa Serapung untuk mencari kayu crocok karena kondisi air surut.

    Menurut keterangan saksi dan korban, sebelum kejadian, persisnya pada Rabu (24/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, Kohai bersama sejumlah rekannya, yakni Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta, berangkat menggunakan tabut menuju kawasan hutan. Namun, karena kondisi air sungai sedang surut, rombongan memutuskan bersandar sementara di Dermaga PT SPA Serapung, menunggu air pasang.

    Saat korban sedang beristirahat sekitar pukul 23.30 WIB di atas pompong, seekor harimau Sumatera tiba-tiba muncul dari arah daratan dan semak-semak di sekitar dermaga dan langsung menerkam bagian belakang kepala korban hingga menyebabkan luka robek cukup serius.

    Harimau tersebut berhenti menyerang setelah rekan korban, Wiwik (41), yang berada di atas pompong lain tidak jauh dari lokasi spontan berteriak meminta pertolongan.

    Mendengar suara teriakan minta tolong, petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung langsung menuju lokasi membantu mengevakuasi korban dari atas pompong. 

    “Saksi-saksi langsung membawa korban ke Pos P3K PT SPA Serapung untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga medis perusahaan. Selanjutnya, dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Rian.

    AKP Rian mengatakan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mendata para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

    “Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi, mendata saksi-saksi, dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis,” ujarnya. mcr/nor
  • Pasutri Ini Tega Aniaya Penjaga Kandang Ayam Sampai Babak-belur

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pasangan suami-istri (Pasutri) di Kota Pekanbaru ini, Ade Kurniawan dan Novi Fransiska, tega menganiaya penjaga kandang ayam hingga babak-belur.


    Peristiwa penganiayaan itu terjadi di kandang ayam potong milik Diola Maharsen Jalan Seroja Ujung, Kecamatan Kulim, Rabu (19/2/25) sekira pukul 17.30 Wib. Dua penjaga kandang ayam yang menjadi korban pengeroyokan yakni, Rudi Martua dan Hijrah Saputra.


    Rudi menceritakan, awalnya mereka sedang istirahan di lantai dua mess kandang ayam tersebut. Tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan kedatangan Ade dan Novi bersama 10 orang pria yang tidak dikenal.

     

    “Mereka datang dengan menggunakan tiga unit mobil dan beberapa sepeda motor ke kandang, saat menjelang magrib,”kata Rudy, saat memberikan kesaksian pada sidang Kamis ( 26/2 26) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.


    Saat itu lanjut Rudi, dia mendengar Novi berteriak- teriak sambil menunjuk ke arah mess agar kedua korban turun. Bahkan, Novi sempat mengeluatkan kata-kata ancaman jika korbaan tidak mau turun dari lantai dua mess itu.

     

    “Terdakwa Novi ini mengatakan, cepat turun kalian, kalau tidak kubunuh kalian,”ungkap Rudi mengulangi perkataan Novi tersebut.

     

    Mendengar ancaman itu, konta kedua kirban menjadi ketakutan. Sehingga mereka tidak berani untuk turun.


    Namun Rudy kembali mendengar perkataan Novi untuk memerintahkan 10 orang pria yang dibawanya itu untuk menarik korban ke bawah. Hingga akhirnya, kedua korban tidak berdaya saat diseret ke bawah oleh orang suruhan Novi.


    Begitu sampai di halaman kandang ayam itu, kedua korban lalu diseret ke hadapan terdakwa Novi dan Ade. Saat itulah, kerah baju Rudi ditarik paksa oelh Novi, hingga korban terjatuh ke tanah.


    “Lalu, Novi ini memerintahkan kepada 10 orang itu dengan mengatakan, injak-injak anak ini dan pukul anak ini,”terang Rudi.


    Atas perintah Novi, 10 pria itu langsung menginjak-injak tubuh kedua korban. Bahkan suami Novi, Ade melemparkan sebuah batu kerikil kearah kepala Rudi.


    Hal yang sama juga diungkapkan saksi korban Hijrah Saputra. Menurutnya, dia mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh kedua terdakwa dan 10 anak buahnya.


    Penganiayaan itu berhenti setelah, Rudi menghubungi via telpon seluler saudaranya bernama Rezki, seorang Anggota TNI AU untuk datang ke lahan kandang ayam itu. Rudi memberitahukan, bahwa dia dikeroyok oleh Ade dan Novi.


    Selang beberapa lama, Rezki pun tiba di lokasi kejadian. Kemudian dia memerintahkan kedua korban untuk pergi. Selanjutnya, korban melaporkan ke Polsek Tenayan Raya dan melakukan visum et refertum.


    Hakim Ketua yang memimpin persidangan Yofistian SH MH sempat menanyakan kepada korban Hijrah Saputra, penyebab masalah terjadinya aksi penyeroyokan tersebut. Saat itu Putra mengatakan, adanya konflik soal kepemilikan kandang ayam antara Diola majikan mereka dengan terdakwa Ade.


    Akibat perbuatannya itu, jaksa penuntut umum (JPU) Sartika Tarigan SH menjerat pasangan suami istri (Pasutri) itu dengan Pasal yang berlapis. Yakni, Pasal 262 ayat (1), Pasal  246 huruf a ayat (1),  Pasal  466 ayat (1) dan Pasal  448 ayat (1)  huruf a Junto Pasal 20 huruf cUndang -Undang Nomor 1 Tahun 2023 Kitab Undang -Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kekerasan Terhadap Orang di Muka Umum. nor

     

  • Kembali Ditemukan Gajah Mati di Kawasan TNTN

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kamis (26/02/26). Keberangkatan orang nomor satu di Kepolisian Daerah Riau itu menyusul penemuan bangkai seekor anak gajah liar di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I.


    Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi Dirkrimum, Dirkrimsus, Kabidlabfor Polda Riau, dan Kepala BKSDA Riau. Hal tesebut untuk memastikan proses penanganan berjalan serius, terukur, dan berbasis pemeriksaan ilmiah.

    Berdasarkan informasi awal, bangkai anak gajah ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi telah mengalami pembusukan dan diperkirakan mati lebih dari satu pekan.

    Dugaan sementara, kematian berkaitan dengan infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jerat. Saat ini tim medis Balai TNTN masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian.

    Irjen Herry mengatakan, kehadirannya bersama unsur reserse dan laboratorium forensik bertujuan memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara profesional serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan lengkap diperoleh.

    “Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama Dirkrimum dan Kabidlabfor turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya serta mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung,” ujar Herry.

    Menurutnya, keterlibatan fungsi reserse dan laboratorium forensik menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum, tanpa mengabaikan proses medis yang dilakukan pihak konservasi.

    “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

    Polda Riau saat ini berkoordinasi Balai TNTN, serta BKSDA Riau guna mendukung pengumpulan data dan analisis di lokasi.

    "Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah tersebut akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh," pungkasnya. rtc

  • Plt Gubri Serahkan Sejumlah Bantuan bagi Warga Bukit Kapur Dumai

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) S Hariyanto menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat saat Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Muqorrabin, Bukit Kayu Kapur Dumai, Kamis (26/2/26) malam.

     

    Bantuan tersebut dibacakan langsung oleh pembawa acara di hadapan jamaah yang hadir. Rinciannya mencakup dukungan untuk rumah ibadah, para dai, anak yatim, hingga program jaminan sosial.

    Melalui program CSR dari BRKS, masjid menerima bantuan sebesar Rp30 juta. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung operasional dan pengembangan fasilitas masjid.

    Selain itu, terdapat program paket santunan Idul Fitri untuk 40 penerima manfaat dengan total bantuan Rp20 juta. Kemudian Program Kado Dai Riau (KADIR) juga disalurkan kepada 10 dai penerima manfaat dengan total bantuan Rp10 juta. 

    Tak hanya itu, santunan anak yatim sebesar Rp500 ribu turut diberikan kepada penerima yang berhak. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai waktu terbaik untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.

    Pemerintah Provinsi Riau juga menyerahkan santunan jaminan kematian dan jaminan hari tua bagi masyarakat yang memenuhi kriteria. Program ini menjadi bagian dari komitmen perlindungan sosial bagi warga.

    Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat.

    “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya. mcr/nor

     

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com