Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Kepulauan Meranti"
  • Gubri Syamsuar Resmikan Masjid An-Nur Desa Semukut Meranti

    By redkoranriaudotco → Minggu, 24 September 2023




    KORANRIAU.co,MERANTI - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar bersilaturahmi sekaligus meresmikan Masjid An-Nur Desa Semukut, Kec. Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (23/9/23). 


    Gubri Syamsuar menyambut baik ada pembangunan masjid tersebut, apalagi dengan adanya rencana tempat pembelajaran Al-Quran di masjid tersebut. 





    Menurut Gubri, memang perlu dibangun kegiatan keagamaan sekaligus pembelajaran Al-Quran untuk memakmurkan masjid. Sehingga kedepannya kedepannya semakin banyak anak-anak di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi Hafizh Quran dan menjadi ulama besar.

    "Tentu kami menyambut baik acara hari ini, kalau kami ada kesempatan jika diundang meresmikan masjid atau pondok pesantren kami pasti datang,"katanya. 





    Gubri juga mengharapkan agar nantinya di Masjid An-Nur Desa Semukut Kepulauan Meranti ini ada gerakan remaja masjid. Sehingga masjid menjadi ramai, banyak kegiatan, dan generasi penerus Riau khusunya di Kepulauan Meranti menjadi remaja cinta masjid.

    "Tolong remaja masjidnya di gerakkan, agar banyak kegiatan di masjid," harapnya. 




    Selain itu, dia juga mengajak masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti agar menggerakkan wakaf dan sedekah untuk pembangunan ummat. Karena menurutnya, kegiatan wakaf dan sedekah ini jika dilakukan secara masif akan dapat membantu banyak masyarakat dan ekonomi ummat. 





    "Kegiatan wakaf, sedekah maupun zakat bisa kita gerakan, kalau ini bisa kita gerakkan tidak akan sulit untuk membangun. Sudah banyak contohnya, ada yang sukses membangun masjid karena uang wakaf dari masyarakatnya,"terangnya. rls/nor
  • Gubri Syamsuar Serahkan SK 120 Guru PPPK Meranti

    By redkoranriaudotco → Rabu, 30 Agustus 2023



    KORANRIAU.co,MERANTI - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyerahkan Surat Keputusan (SK) tenaga guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (30/8/23).


    Ratusan guru PPPK iut merupakan tenaga pendidik SMA/SMK/SLB. Penyerahan SK dipusatkan di SMA 1 Tebing Tinggi.

    Gubri Syamsuar mengatakan, sebanyak 5.851 peserta telah dinyatakan lulus seleksi PPPK fungsional guru Pemprov Riau tahun 2022. Untuk di wilayah kerja Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 120 SK PPPK tenaga pendidik.

    Hingga saat ini Pemprov Riau telah menyerahkan 4.639 SK PPPK guru. Sehingga menyisakan tiga kabupaten yang belum menerima SK PPPK di antaranya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 410 SK, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 372 SK, dan Indragiri Hilir (Inhil) 389 SK.

    "Kita harus melakukan perbaikan pada tiap sekolah. Mengapa kita menyerahkan SK ini secara langsung?, karena saya ingin bercakap kepada kepala sekolah dan pengawas untuk sampaikan pesan terkait dengan perbaikan sekolah-sekolah. Saya juga ingin sampaikan pesan sebagai bekal bagi para guru untuk meningkatkan kualitas para murid-murid kita," sebutnya.

    "Sebab masa depan kita berada ditangan para murid-murid ini. Maka, perlu disiapkan agar berkualitas, agar mereka berdaya saing. Bersaing bukan hanya dengan sesama negara kita, namun juga dengan negara negara luar," imbuhnya.

    Mantan Bupati Siak dua periode itu berujar, Riau sangat berpotensi melahirkan generasi yang besar. Hal tersebut, kata Gubri, tergantung bagaimana para guru membentuk tiap murid dengan kemampuan yang mereka miliki.

    "Karena itu saya minta bapak ibu mengajar dengan maksimal, para guru harus meningkatkan kemampuannya juga dalam menghadapi murid untuk sebuah perubahan. Jika dengan ikhlas melakukan perubahan maka saya yakin pasti tercapai, saya akan tunggu siswa-siswa berprestasi lahir dari kepulauan Meranti ini," ucapnya.


    Lebih lanjut disampaikan, pendidikan adalah suatu hal yang tidak dapat diabaikan. Menurut Gubri, pendidikan merupakan suatu gerbang yang akan membentuk dan mengasah generasi penerus untuk dapat bersaing dimanapun.

    "Jika kualitas pendidikan kita abaikan, maka anak-anak kita akan kalah, karena mereka tidak memiliki potensi untuk bersaing. Dimasa yang akan datang, saya berharap dari Kabupaten Kepulauan Meranti banyak lahir anak-anak cerdik, anak anak berkualitas. Jika hal tersebut terwujud, tentunya ini berkat upaya para guru yang begitu hebat," tandasnya. rls/nor 
  • Bupati Meranti Minta PT RAPP Hentikan Operasi Sampai Konflik Lahan Tuntas

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 24 September 2022



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Setelah mengetahui persoalan konflik lahan antara pihak PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) belum juga selesai, Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH MM langsung meradang saat dikonfirmasi, Jum'at (23/9/2022). Secara tegas orang nomor satu di Meranti itu mengatakan sejak dirinya belum menjadi bupati telah konsen berjuang untuk memperjuangkan hak masyarakat tersebut.


    Usai shalat Jum'at kepada wartawan ia dengan tegas meminta agar pihak perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di Pulau Padang tersebut dihentikan sementara dulu sampai konflik lahan dengan masyarakat selesai. Karena idealnya kehadiran perusahaan harus mendatangkan manfaat, bukan kesusahaan bagi masyarakat.


    "Kalau belum selesai masalah lahan RAPP tidak boleh beroperasi. Jadi harusnya dihentikan sementara dulu, sampai masalah konflik lahan selesai," tegas H Adil.


    Dia mengungkapkan permasalahan lahan ini bukan pertama kalinya, bahkan sudah sering terjadi. Untuk itu, dia meminta pihak perusahaan agar menyelesaikan permasalahan lahan sebelum beroperasi.


    “Sebetulnya RAPP dari dulu sama saya memang begitu. Jadi sebetulnya sebelum clear tidak boleh beroperasi,” kata bupati, Jumat (23/9/22).


    Surati Jokowi Agar RAPP Berhenti Beroperasi


    Tak hanya itu, Bupati Adil menegaskan jika tidak segan-segan akan menyurati Presiden Jokowi untuk mengusulkan agar melakukan penghentian oprasional di wilayah yang masih bermasalah.


    “Makanya kalau belum clear juga, saya akan mengeluarkan surat ke Pak Jokowi untuk melakukan penghentian sementara,” tagasnya.


    Sebelumnya, Ketua Tim penyelesaian konflik lahan RAPP dengan masyarakat, Drs H Irmansyah MSi menjelaskan, Senin (12/9/22) lalu, bahwa saat tim turun ke lapangan ditemukan 2 persoalan utama. Tim yang turun diantaranya, Pemkab Meranti, camat, kades, BPN dan pihak RAPP.


    "Kita kemarin turun ke dua wilayah yakni, Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Kecamatan Merbau. Dua kecamatan tersebut berada di Pulau Padang yang menjadi lokasi HTI PT RAPP di Meranti. Dua kriteria temuan kita di lapangan diantaranya, lahan yang sudah clean dan clear dan siap di sagu hati. Kemudian, lahan yang tumpang tindih," ungkapnya.


    Irmansyah yang juga Asisten I Setdakab Meranti itu merincikan bahwa lahan yang sudah clean dan clear serta tidak ada masalah tinggal disagu hati saja. 


    "Soal sagu hatinya dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemilik lahan dan pihak perusahaan. Kita (tim), hanya memfasilitasi saja," ujarnya.


    Dilanjutkan pejabat Meranti itu, terkait persoalan lahan yang tumpang tindih ditemukan persoalan, lahan yang sudah pernah di klem dan sudah diganti rugi perusahaan, namun kembali di klem oleh pihak lain. 


    "Kita mediasikan antara pihak yang meng klem dengan pihak perusahaan. Bagaimana persoalannya. Jika tak kunjung selesai, maka kita serahkan ke dua belah pihak. Kalau tidak ada kesepatan silahkan tempuh jalur hukum," ucap Irmansyah.


    Ditegaskannya, total lahan yang masih bermasalah dengan pihak perusahaan seratusan hektar. Sementara jumlah persil lahan yang menjadi persoalan sebanyak 50-an persil.


    "Secara umum, pendataan dan verifikasi sudah kita lakukan. Yang sudah clear dan clean sekitar 20-an persil dan yang tumpang tindih 20-an persil atau luasannya puluhan hektar. Kita juga akan segera melaporkannya kepada Pak Bupati. Sehingga bisa kita tindak lanjuti," terang Irmansyah. 


    Humas PT RAPP yang dikonfirmasi terpisah, Jumat (23/9/22) mengaku belum update dan mendapatkan info terbaru terkait penyelesaian konflik lahan di Pulau Padang yang difasilitasi Pemkab Meranti tersebut. Mereka bahkan meminta waktu untuk menjawab persoalan tersebut.Ahmad


  • Ratusan Hektar Lahan RAPP di Pulau Padang Masih Bermasalah

    By redkoranriaudotco → Senin, 12 September 2022
    Foto: Ketua tim, Drs H Irmansyah MSi bersama tim saat melakukan pengecekan tapal batas RAPP di Desa Lukit, Kecamatan Merbau.



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Seratusan hektar lahan yang dikuasai, bahkan sebagiannya sudah digarap oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau masih bermasalah. Hal itu terungkap setelah tim penyelesaian konflik lahan PT RAPP dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti memfasilitasi penyelesaian konflik lahan tersebut.


    Ketua Tim penyelesaian konflik lahan RAPP dengan masyarakat, Drs H Irmansyah MSi menjelaskan saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2022) bahwa setelah tim turun ke lapangan ditemukan 2 persoalan utama. Tim yang turun diantaranya, Pemkab Meranti, camat, kades, BPN dan pihak RAPP.


    "Kita kemarin turun ke dua wilayah yakni, Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Kecamatan Merbau. Dua kecamatan tersebut berada di Pulau Padang yang menjadi lokasi HTI PT RAPP di Meranti. Dua kriteria temuan kita di lapangan diantaranya, lahan yang sudah clean dan clear dan siap di sagu hati. Kemudian, lahan yang tumpang tindih," ungkapnya.


    Irmansyah yang juga Asisten I Setdakab Meranti itu merincikan bahwa lahan yang sudah clean dan clear serta tidak ada masalah tinggal disagu hati saja. "Soal sagu hatinya dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemilik lahan dan pihak perusahaan. Kita (tim), hanya memfasilitasi saja," ujarnya.


    Dilanjutkan pejabat Meranti itu, terkait persoalan lahan yang tumpang tindih ditemukan persoalan, lahan yang sudah pernah di klem dan sudah diganti rugi perusahaan, namun kembali di klem oleh pihak lain. "Kita mediasikan antara pihak yang meng klem dengan pihak perusahaan. Bagaimana persoalannya. Jika tak kunjung selesai, maka kita serahkan ke dua belah pihak. Kalau tidak ada kesepatan silahkan tempuh jalur hukum," ucap Irmansyah.


    Ditegaskannya, total lahan yang masih bermasalah dengan pihak perusahaan seratusan hektar. Sementara jumlah persil lahan yang menjadi persoalan sebanyak 50-an persil.


    "Secara umum, pendataan dan verifikasi sudah kita lakukan. Yang sudah clear dan clean sekitar 20-an persil dan yang tumpang tindih 20-an persil atau luasannya puluhan hektar. Kita juga akan segera melaporkannya kepada Pak Bupati. Sehingga bisa kita tindak lanjuti," terang Irmansyah. 


    Humas PT RAPP yang dikonfirmasi terpisah, Senin (12/9/2022) mengaku belum update dan mendapatkan info terbaru terkait penyelesaian konflik lahan di Pulau Padang yang difasilitasi Pemkab Meranti tersebut. Mereka bahkan meminta waktu untuk menjawab persoalan tersebut.Ahmad

     

  • Kapolda Riau Iqbal Puji Rasa Mie Sagu Meranti

    By redkoranriaudotco → Jumat, 02 September 2022



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjend Pol Muhammad Iqbal SIK MH mengakui kunjungannya ke Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau sudah merasakan makanan khas Meranti, yakni, mi sagu. Menurutnya, rasa mi sagu di daerah asalnya (Meranti) sangat enak dan luar biasa.


    "Saya sudah mencoba mi sagu. Rasanya sangat enak dan luar biasa dari mi sagu lainnya yang pernah saya rasakan di Pekanbaru," ungkapnya.


    Bahkan, jendral bintang dua tersebut mengungkapkan bahwa jajarannya yang turun mendampinginya ke Meranti sampai nambah sampai tiga kali. Hal itu menjadi bukti bahwa mi sagu Meranti bisa bersaing dengan jenis makanan lainnya.


    "Mi sagu luar biasa dan sangat enak. Bahkan adik saya Direktur Reserse Narkoba (Kombes Pol Yos Guntur Yudi Fauris Susanto SH, SIK MH) tambah tiga kali saking enaknya mi sagu Meranti," kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.


    Ia menyebutkan tidak hanya mi sagu, sejumlah kuliner kota sagu juga sangat enak. Bahkan mendapatkan apresiasi oleh Kapolda Riau dan jajaran yang turun ke Selatpanjang.


    Untuk diketahui, Kapolda Riau turun melakukan kunjungan kerja dan bersilaturahmi di Kabupaten Kepulauan Meranti selama dua hari yakni, Selasa (30/8) dan Rabu (31/8). Selain mengunjungi Ponpes Darul Fikri, juga meresmikan pembangunan lapangan tembak di Mapolres Meranti dan juga melakukan silaturahmi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kepulauan Meranti. 


    Bahkan mantan Kasat Lantas Polresta Pekanbaru ini juga sempat mengunjungi pariwisata jembatan pelangi di Desa Banglas dan mencicipi sejumlah kuliner andalan yang disiapkan Kapolres, AKBP Andi Yul lapawesean TG SIK MH.Ahmad


  • Jadi Kurir 4.000 Butir Ekstasi, Pria Asal Mengkopot Terancam Hukuman Mati

    By redkoranriaudotco → Jumat, 19 Agustus 2022
    Foto: Wakapolres Kompol Robert Arizal saat memusnahkan 4.000 butir pil ekstasi dengan cara memblender.



    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Entah apa yang difikirkan oleh Z (47) warga Desa Mengkopot,  Kecamatan Tasikputri Puyu,  Kabupaten Kepulauan Meranti,  Riau hingga nekat menjadi kurir narkoba jenis pil ekstasi. Ia diamankan di rumahnya dan kedapatan menyimpan pil setan tersebut sebanyak 4000 butir. 


    Atas apa yang telah dilakukannya itu,  pria kurus ini terancam hukuman mati. Kini ia telah diamankan dan mendekam di penjara Polres Meranti.


    Dalam konferensi pers yang dilakukan, Jum'at (19/8/2022),  disebutkan bahwa tersangka berhasil diamankan di rumahnya pada, Selasa (9/8/2022). "Saat diamankan di rumahnya,  juga disaksikan oleh ketua RW setempat, " ungkap Wakapolres Meranti,  Kompol Robert Arizal.


    Saat konferensi pers yang digelar di Mako Polres Meranti itu juga dihadiri Kasat Narkoba,  AKP Saharudin Pangaribuan,  perwakilan dari Kejari Meranti,  Imigrasi,  tokoh masyarakat,  tokoh agama dan lainnya. Setelah konferensi pers langsung dilakukan juga pemusnahan barang bukti 4000 pil ekstasi tersebut.


    Pengungkapan ribuan pil ekstasi ini berawal ketika adanya informasi dari masyarakat. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim Ops Narkoba Polres Meranti langsung turun ke Desa Mengkopot.


    Saat digeledah, terdapat tiga orang di dalam rumah. Namun dua orang berhasil kabur. Namun Z berhasil diamankan bersama barang bukti 4000 butir pil ekstasi. Ia akhirnya pasrah saat digelandang ke Mapolres Meranti.


    Z mengaku mendapatkan pil setan tersebut dari H yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Ekstasi itu dari Pambang, Bengkalis.


    Rencananya pil yang dikemas dalam dua kantong plastik bening tersebut kepada seseorang berinisial S di wilayah Meranti. "Rencananya pil ekstasi ini nantinya akan dijual lagi kepada S dengan harga per butirnya sebesar Rp40 ribu," ujar Kompol Robert.


    Saat ditanya apakah ekstasi tersebut produksi sendiri di Bengkalis atau didatangkan dari Malaysia,  Wakapolres Meranti itu mengaku bahwa informasi tersebut masih dalam proses penyelidikan mereka. Termasuk berapa harga pil tersebut akan dijual kepada konsumen diakui juga masih dalam pengembangan.


    "Kalau informasi asal produksi ekstasi dan berapa harga yang dijual ke pasaran nantinya masih dalam pengembangan,"tambahnya.


    Dalam hal ini,  tersangka Z dikategorikan sebagai kurir dan pengedar. Sehingga ia dijerat pasal 114 jo pasal 112 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.


    "Ia (tersangka red) diancam hukuman mati atau seumur hidup," tegasnya.


    Kasat Narkoba Polres Meranti,  AKP Saharudin Pangaribuan menambahkan bahwa sejak Juli 2022 sudah berhasil diungkap 12 kasus dengan 24 tersangka. Dimana diantaranya terdapat satu orang wanita dan satu orang tersangka masuk kategori anak di bawah umur.


    "Sejak Juli,  barang bukti yang sudah berhasil kita sita sebanyak 11, 5 gram sabu-sabu dan 4.565 butir pil ekstasi," rinci kasat.


    Dari pantauan wartawan dalam pemusnahan 4000 butir pil ekstasi yang disaksikan bersama tersebut dilakukan dengan cara memblender pil yang dicampur menggunakan air putih dan cairan pembersih kamar mandi. Setelah itu dimasukkan ke dalam kloset kamar mandi.Ahmad

  • Jalan Pelantar Tanah Kuning Rubuh, Anak Sekolah Terpaksa Libur

    By redkoranriaudotco → Kamis, 14 Juli 2022
    Kondisi jalan pelantar di Dusun Manggis,  Tanah Kuning,  Desa Bokor saat ditinjau Anggota DPRD Meranti,  Sopandi S Sos

    KORANRIAU.co, BOKOR - Jembatan Tanah Kuning atau jalan pelantar menuju ke dermaga Dusun Manggis, Tanah Kuning, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, rubuh akibat air pasang malam yang menghantam sangat deras. Kondisi itu membuat anak sekolah yang tinggal di Tanah Kuning terpaksa libur sekolah. Bahkan menghambat aktivitas masyarakat setempat.


    Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti Sopandi, S Sos yang mendengar kejadian tersebut langsung terjun ke lokasi. Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dapat segera tanggap dalam membantu masalah tersebut.


    "Sebelum bangunannya permanen kami minta agar jembatan tersebut diswakelola terlebih dahulu, mengingat ramainya  aktivitas masyarakat yang membutuhkan jembatan tersebut. Baik dari segi kesehatan, Pendidikan dan sosial. Kalau tidak diswakelolakan maka akan bertambah parah nantinya," katanya.


    Bahkan diketahui Guru SDN 17 Bokor dan siswa SMPN 1 Rangsang Barat, MTS N sungai Cina, MTs Al Huda Bokor  dan SMA Pemda Peranggas Dan SMAN 1 Rangsang Barat yang tinggal di Dusun Manggis Bokor harus meliburkan sekolah.


    Saat ini, dijelaskan Sopandi, kondisi jembatan hanya ditopang oleh sebatang kayu, masih mengkhawatirkan dan beresiko dilewati. Walaupun mau tidak mau sebagian masyarakat tetap menggunakannya karena tidak punya pilihan lain.


    Sementara itu Kepala Desa Bokor Irianto yang dikonfirmasi membenarkan jembatan tersebut memang roboh malam sebelumnya karena dihempas air pasang.


    Dirinya juga mengatakan saat ini pihak dusun dan masyarakat tengah melakukan perbaikan secara swadaya agar bisa dilewati. Karena kondisi tersebut juga membuat sekolah yang terdampak menjadi libur.


    "Saat ini memang sedang diperbaiki seadaya oleh pihak dusun dan masyarakat. Paling tidak agar bisa dulu dilewati. Karena sekolah juga jadi libur karena rubuhnya jembatan itu," kata Irianto.


    Irianto mengaku pihak desa sempat akan menganggarkan pembangunan jembatan tersebut melalui APBDes, hanya terkendala karena pandemi Covid-19. Walaupun demikian dirinya juga berharap Pemkab Meranti juga ikut membantu membangun jembatan tersebut, dengan harapan jembatan yang ada bisa lebih dibuat lebih baik dan terjamin.


    "Sebenarnya kita juga berharap kepada Pemda sejak lama, dengan harapan jembatan yang ada nantinya bisa lebih baik dan kokoh," tuturnya.


    Secara terpisah, Kepala Dusun Manggis, Musteris juga meminta agar Pemkab Meranti mau membangun jembatan ini.  "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Sopandi yang sudah membantu kami dan mau datang langsung ke lapangan melihat kondisi jembatan tanah Kuning ini." ujarnya.


    Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Sihazah ST yang dikonfirmasi lewat seluler mengaku akan menampung persoalan tersebut. Dalam wawktu dekat juga akan melakukan survey ke lapangan.


    "Sampai sekarang kita belum dapat informasi dan belum ada laporannya. Jika memang terjadi, kita akan melakukan survey terlebih dahulu," ungkapnya.


    Selain itu, agar pihaknya bisa membantu memperbaikinya, Sihazah mengharapkan agar dibuat usulan secara tertulis dari desa. Sehingga bisa ditindaklanjuti secepatnya.


    "Kita butuh usulan dari desa agar kita bisa turun membantu memperbaikinya," harapnya. (Ahmad)

  • H Adil: "Jika RAPP Hanya Bantu 10 Sepeda, Buat Apa"

    By redkoranriaudotco →

     H Muhammad Adil SH MM

    KORANRIAU.co, SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Riau, H Muhammad Adil SH MM mengingatkan kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) agar dapat menyesuaikan seluruh program Coorporate Sosial Responbility (CSR) dengan visi dan misi daerah. Menurutnya, seluruh program CSR yang digulirkan setiap tahunnya harus sesuai dengan program daerah.


    "Tahun ini saya dapat informasi PT RAPP membantu baju dan sepeda bagi anak sekolah. Tapi, jika bantuan sepedanya hanya 10 unit saja, buat apa. Lebih baik tidak usah," tegas H Adil kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).


    Sebelum menentukan program CSR yang akan digulirkan oleh pihak perusahaan, Bupati Meranti itu menginginkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Jika perlu seluruh kebutuhan daerah menjadi awal pengusulan program CSR perusahaan HTI tersebut.


    "Saya mengharapkan RAPP mengalokasikan program CSR sesuai dengan kebutuhan kita. CSR itu harus ikut program kita, bukan program mereka. Jadi, kita yang menentukan. Kalau mereka yang menentukan bagaimana bisa," terangnya.


    H Adil mengingatkan kembali bahwa program CSR PT RAPP harus ikut visi dan misi daerah. Sehingga peran perusahaan yang beropeasi di daerah bisa membantu mewujudkan visi dan misi Kabupaten Kepulauan Meranti.


    "Mereka harus ikut visi dan misi kita. Jadi apa kebutuhan kita, dan itulah yang harus dipenuhi hendaknya. Yang penting bisa terwujud visi dan misi kita," ujarnya.


    "Kita menginginkan, program CSR dari perusahaan yang beroperasi di Meranti adalah sepeda untuk anak-anak sekolah di Meranti," tambah H Adil. 


    Humas PT RAPP yang dikonfirmasi belum mau menjawab. Karena mereka mengaku akan segera merilis informasi terkait persoalan di Meranti. (Ahmad)


INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com