BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Listyo Sigit dkk Sadap Prabowo, Menko Yusril: Indikasi Makar

    By redkoranriaudotco → Rabu, 04 November 2026



    KORANRIAU.co - Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, salah satunya eks KSP Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP). Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyebutkan terdapat indikasi makar dalam kasus itu.


    "Dari perkembangan penyelidikan dan penyidikan itu dapat ditarik kesimpulan sementara atau kesimpulan final bahwa terdapat tanda-tanda atau indikasi-indikasi yang mengarah kepada tindakan makar seperti yang disebutkan di dalam Pasal 191 dan 193 KUHP," kata Yusril dalam konferensi pers di Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh, Rabu (4/11/26).

    Menurut dia, kasus itu sedang dilakukan pendalaman secara terus-menerus oleh penyidik Bareskrim Polri. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal hingga penetapan tersangka, penyidik sudah mengantongi dua alat bukti permulaan yang cukup hanya untuk kasus tindak pidana penyadapan dan tindak pidana intersepsi.



    "Nah, ketika mulai dikembangkan, kan akan ketahuan ini motifnya untuk apa melakukan penyadapan, ke mana tujuan dari penyadapan itu, dan mulai ditemukan indikasi-indikasi bahwa tindakan ini mengarah kepada satu tindakan makar, paling tidak seperti yang diatur di dalam Pasal 193 dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional," jelas Yusril.

    Sebelumnya, Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik dan illegal access. Salah satu tersangka adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP).


    "Penyidik telah menetapkan terhadap tiga orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH," ujar Kabareskrim Komjen Asep Safrudin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).


    Sigit merupakan mantan Kapolri. Tersangka lain ialah Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta (AHN) dan Irjen Eko Hadi Santoso (EH). Salah satu yang disadap ialah Presiden Prabowo Subianto.

    "Diduga telah melakukan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Republik Indonesia," ujarnya. detik.com
  • Buruh di Pelalawan Ini Nyambi Edarkan Sabu

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU– Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan menangkap seorang pria berinisial JL, 30 tahun, dalam kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Senin (2/11/26).


    Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 39 paket sabu dengan berat total 19,81 gram. Barang bukti ditemukan di belakang sebuah rumah warga sekitar pukul 18.30 WIB.

    Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan, Inspektur Polisi Satu Rudi Syahputra, SH.,MH mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi sabu yang kerap berlangsung di lokasi tersebut.

    Menindaklanjuti informasi itu, tim operasional Satresnarkoba melakukan penyelidikan untuk memastikan dugaan peredaran narkotika. Setelah memperoleh informasi yang dinilai cukup, petugas kemudian melakukan penggerebekan dan mengamankan JL.

    Dalam penggeledahan, polisi menemukan 39 paket yang diduga berisi sabu di dalam sebuah kotak kaleng rokok berwarna hitam. Petugas juga menyita satu sendok sabu, satu bal plastik bening berklip merah, serta sebuah toples.

    Selain itu, polisi mengamankan dua telepon seluler Android, masing-masing merek Samsung dan Oppo, keduanya berwarna hitam.

    Kepada polisi, JL mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang identitasnya masih dalam penyelidikan polisi.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, JL diketahui bekerja sebagai buruh dan merupakan warga Desa Teluk Binjai. Hasil tes urinenya juga menunjukkan positif mengandung methamphetamine.

    Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    " Tersangka dan barang bukti 19,81 gram sabu sudah diamankan di Polres Pelalawan. Kami kembangkan jaringan pemasoknya untuk pemberantasan narkoba," kata Rudi.

    Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap pihak yang diduga memasok narkotika kepada tersangka.  rtc
  • Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8,9 Kg Sabu dari Malaysia

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,BENGKALIS - Jajaran Kepolisian Resor Bengkalis bersama tim gabungan berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat hampir 8.998 gram di wilayah Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (4/11/2026). Pengungkapan jaringan lintas negara tersebut berujung pada penangkapan tiga orang tersangka berinisial OS, T, dan SB.


    Konferensi pers pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Eko Rubiyanto, di Mapolres Bengkalis. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Satuan Narkoba AKP Tidar Laksono, Kapolsek Bantan Iptu Muhammad Iskandar, serta Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Novryansyah.

    Penyelidikan bermula dari laporan masyarakat pada Minggu (1/11/2026) mengenai adanya aktivitas peredaran gelap narkotika di kawasan pesisir. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak melakukan pengintaian di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Bantan Timur.
    Petugas mencurigai dua orang pria yang mengendarai sepeda motor tanpa nomor polisi di lokasi kejadian.

    "Tim gabungan langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan dua pria yang kemudian diketahui bernama Oki Suwandi dan Taufik," ucap AKBP Eko Rubiyanto.

    Dari penggeledahan badan dan barang bawaan, petugas menemukan satu tas ransel biru berisi delapan bungkus besar sabu serta satu bungkus kecil dengan total berat 8.998 gram. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan barang haram tersebut dikendalikan oleh seorang buron berinisial M yang berada di Malaysia.

    Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada penangkapan tersangka ketiga berinisial SB yang berperan mengatur aliran dana operasional. Tersangka SB diketahui menerima perintah dari warga negara Malaysia berinisial A untuk menyalurkan upah kepada para kurir melalui rekening perantara.

    “Dalam kasus ini, modus operandi para pelaku dengan menjemput sabu di pinggir jalan untuk selanjutnya dibawa menuju Pekanbaru menggunakan sepeda motor melalui jalur darat,” terang AKBP Eko Rubiyanto.

    Selain mengamankan para tersangka, polisi menyita sejumlah gawai, kendaraan bermotor, serta barang bukti narkotika bernilai miliaran rupiah. Ketiga tersangka dijerat pasal berlapis Undang-Undang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

    Sebagai catatan tambahan, Polres Bengkalis sebelumnya juga mengamankan 50 tersangka dari 31 perkara sepanjang 15 September hingga 2 November 2026. Total barang bukti yang disita dalam kurun waktu tersebut mencapai 10,14 kilogram sabu serta puluhan ribu pil ekstasi. mcr
  • BRI Region 2 Pekanbaru Bersama Media Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Berkelanjutan

    By redkoranriaudotco →





    KORANRIAU.co,PEKANBARU - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 2 Pekanbaru terus memperkuat hubungan baik dengan insan pers atau media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.


    Komunikasi dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui kegiatan silaturahmi dan pertemuan rutin antara perusahaan dengan awak media, Rabu (4/11/26).







    Regional Business Support Head BRI Region 2 Pekanbaru, Eda Febriyanti menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media atas kerja sama dan dukungan pemberitaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

    "Selama ini rekan-rekan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada nasabah BRI dan masyarakat luas, khususnya mengenai berbagai perkembangan dan produk-produk BRI, baik di tingkat nasional maupun daerah, terutama Pekanbaru dan sekitarnya,"kata Eda, didampingi Departement Head Logistik General Affair &Network Department, Rizki  Nofrianto.


    Oleh karena itu, BRI berharap komunikasi dan hubungan baik dengan rekan-rekan media dapat terus terjaga secara terbuka dan berkesinambungan. "Kami berharap pertemuan dan silaturahmi BRI bersama rekan media seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga terjalin komunikasi yang semakin baik antara perusahaan dan para jurnalis,"jelasnya.

    Menurut Eda, komunikasi yang terjalin dengan baik juga menjadi sarana untuk bertukar informasi dan memperluas wawasan. Melalui pertemuan tersebut, media dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai berbagai perkembangan perusahaan yang dapat menjadi bahan pemberitaan untuk disebarluaskan kepada masyarakat.


    Tidak hanya itu, BRI Region 2 Pekanbaru juga berkomitmen menjaga hubungan kemitraan yang positif dengan insan pers. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus mendukung penyampaian informasi yang bermanfaat sekaligus memperkuat keterbukaan informasi kepada masyarakat.

    "Dengan hubungan kemitraan yang terjaga, BRI dan media diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang harmonis serta memperkuat kerja sama pada masa mendatang,"harapnya. rls/nor
  • Polisi Pekanbaru Geruduk Kampung Narkoba Pangeran Hidayat, Amankan Tiga Pria

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU– Tim gabungan Polresta Pekanbaru bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru menggelar razia di sejumlah lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru. Dalam operasi yang dilakukan pada Selasa (3/11/26) itu petugas mengamankan 4 orang pria.


    Selain pelaku, petugas juga amankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 113,68 gram.

    Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Noki Loviko, menjelaskan operasi menyasar beberapa lokasi di Jalan Pangeran Hidayat tersebut. Seperti Gang Abadi, Gang Assalam dan Gang Bajai.

    "Pelaku yang kita amankan yakni RR, AN, RI dan RH," ujarnya kepada media.

    Di lokasi pertama, tepatnya di Gang Abadi, petugas mengamankan pria berinisial RR. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 25 plastik klip bening berisi diduga sabu dengan berat kotor 8,09 gram.

    Selanjutnya, petugas bergerak ke Gang Assalam dan mengamankan pria berinisial AN. Dari tangan yang bersangkutan ditemukan tiga plastik klip bening diduga sabu dengan berat kotor 15,30 gram. Petugas juga menyita satu bilah senjata tajam dan satu potong kayu.

    Razia kemudian dilanjutkan ke Gang Bajai. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan pria berinisial RI. Dari hasil pemeriksaan ditemukan dua plastik klip bening dan satu plastik warna hitam berisi diduga sabu dengan berat kotor 90,29 gram. Selain itu, petugas turut mengamankan sebuah dompet hitam dan puluhan plastik klip bening.

    Tidak berhenti sampai di situ, tim gabungan kembali menuju Gang Assalam dan mengamankan seorang pria berinisial R-H. Dari tangan pria tersebut, petugas menyita satu unit telepon genggam merek Samsung berwarna biru.

    "Keempat pria yang kita amankan positif narkoba," sambungnya.

    Selanjutnya, seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Satresnarkoba Polresta Pekanbaru.

    "Kita akan uji cepat terhadap barang bukti, gelar perkara, serta koordinasi dengan BNN Kota Pekanbaru dan Jaksa Penuntut Umum (JPU),"ungkapnya. rtc
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com