BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Videonya Viral, Bupati Siak Ditemui Tim Khusus Wapres Gibran

    By redkoranriaudotco → Minggu, 04 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU— Video Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si saat mengunjungi wilayah 3T di Kampung Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau, viral di sejumlah platform media sosial. Video tersebut ditonton jutaan orang dan telah direpost 8.489 akun hingga menyebar secara nasional.


    Viralnya video itu ternyata mendapat perhatian Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Sehari setelah video tersebut ramai di media sosial, pihak Sekretariat Wakil Presiden menghubungi staf Bupati Siak dan menyampaikan rencana peninjauan langsung kondisi wilayah 3T di Siak.

    Dikonfirmasi terkait hal itu, Afni membenarkannya. Disebutkan, tim khusus dari Sekretariat Wakil Presiden dijadwalkan turun langsung ke wilayah 3T Siak dengan jumlah delapan orang.

    "Entah bagaimana caranya, tahu-tahu satu hari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyatakan video itu mendapat atensi dari Bapak Wakil Presiden dan meminta segera turun tim melihat kondisi di wilayah 3T Siak. Ini saya dapat info tim sudah di Pekanbaru, kami janjian ketemu di Bandara karena saya harus ke Jakarta berjuang soal DBH Migas siak," ungkap Afni, Ahad (04/10/26).

    Menurut Afni, komunikasi dengan tim tersebut bahkan masih berlangsung hingga Sabtu malam. Tim menanyakan akses menuju lokasi, termasuk transportasi dan penginapan.

    "Semalam masih berkomunikasi. Mereka menanyakan bagaimana menuju lokasi. Kami jawab, ke sana hanya bisa dilalui kapal. Itupun status kapalnya kami sewa untuk akses satu-satunya rakyat 3T dan juga tidak setiap hari ada, hanya tiga kali seminggu," jelas Afni.

    Kondisi tersebut sekaligus menggambarkan tantangan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah 3T Siak. Selain akses transportasi, kawasan tersebut juga belum memiliki fasilitas penginapan yang memadai.

    Afni menyambut positif respons cepat pemerintah pusat tersebut. Mantan wartawan itu berharap kedatangan tim tidak sekadar melihat kondisi secara administratif, tetapi benar-benar menyaksikan langsung persoalan masyarakat di lapangan.

    "Syukur-syukur dengan kedatangan tim ini bisa melihat langsung kondisi wilayah 3T dan memberikan solusi konkrit. Misalnya bantu pengadaan kapal, pelayanan pendidikan bus sekolah, dan lain-lain,"harap Afni.

    Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Wapres dalam video itu, jelas Afni, adalah belum beroperasinya layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah 3T. Afni menyebutkan, dapur SPPG sebenarnya sudah ada, namun hingga kini belum kunjung beroperasi.

    "Di video saya sampaikan permintaan anak-anak. MBG memang belum ada yang buka di wilayah 3T. Baru ada dapurnya saja, tapi tidak buka-buka. Belum ada dapur MBG yang buka di wilayah 3T ini," ungkap Afni.

    Selain MBG, Afni juga menyoroti persoalan akses jalan, sarana pendidikan, kesehatan hingga sektor pertanian. Khusus menuju Teluk Lanus, sebelum tiba ke Dusun Mungkal, misalnya, perjalanan menggunakan kapal dapat memakan waktu sekitar enam jam.

    Afni sendiri mohon maaf tidak dapat mendampingi tim khusus dari Wapres secara langsung karena harus berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD Siak dan Badan Anggaran DPRD Siak. Mereka dijadwalkan mempertanyakan proyeksi Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas untuk 2027.

    "Saya tidak bisa menerima mereka hari ini karena saya berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Banggar DPRD Siak. Besok kami diterima Bapak Dirjen perimbangan keuangan untuk mempertanyakan proyeksi APBN 2027 yang menurunkan DBH Migas. Kami mau mempertanyakan apa dasar perhitungannya. Pusat harus transparan pada daerah," ujar Afni.

    Afni menyebut, berdasarkan proyeksi yang mereka terima, DBH migas Siak pada 2027 berpotensi dipangkas sekitar 70 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan penjelasan utuh dari Kementerian Keuangan. Karena itu kedatangan tim Wapres akan didampingi oleh Wakil Bupati Syamsurizal.

    "Saya sampaikan tim ini nanti akan diterima oleh Bapak Wakil Bupati dan jajaran. Saya juga minta Pak Wakil Bupati menunjukkan bagaimana kondisi riil di lapangan wilayah 3T," ujarnya.

    Afni menegaskan, persoalan wilayah 3T di Siak harus dilihat secara utuh. Sebagai daerah penghasil minyak, industri kehutanan dan perkebunan sawit, masih terdapat masyarakat yang belum menikmati akses dasar secara layak.

    "Di Siak ini meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan, lalu juga sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat," katanya.

    Bupati perempuan pertama di Siak itu berharap kunjungan tim pemerintah pusat tersebut menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar kunjungan seremonial.

    "Kita sama-sama berharap turunnya tim ini bukan cuma seremoni, tetapi betul-betul memberikan solusi untuk persoalan yang ada di wilayah 3T Siak," tegas Afni. mcr
  • Bentrok Masyarakat dan Sekuriti PT STRUM di Muara Basung Bengkalis, Belasan Korban Luka Sajam

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,BENGKALIS- Bentrok fisik yang tak terelakkan antara kelompok masyarakat dengan pihak sekuriti PT STRUM di kawasan perkebunan PT Adei, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, berujung pengrusakandan belasan orang mengalami luka-luka.


    Peristiwa bentrok itu terjadi pada Sabtu (3/10/26) petang. Kejadian bermula saat Korlap Security PT STRUM, Achmad S Boly bersama sejumlah personel melakukan patroli menggunakan mobil di areal perkebunan PT Adei, tepatnya di belakang PKS PT Adei.

    Saat patroli, petugas sekuriti melihat dua pria menggunakan sepeda motor membawa dua janjang buah kelapa sawit menuju Ram milik Pak Indah di Simpang PKS.
     
    Sekuriti kemudian menghentikan dan menanyakan asal-usul buah sawit tersebut. Namun, situasi berubah tegang setelah sekitar 20 orang masyarakat datang ke lokasi. Perselisihan kemudian pecah. Massa diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan alat pertanian berupa parang, tojok, serta cangkul.

    Adanya keributan tersebut, petugas Polsek Pinggir, Polres Bengkalis, langsung turun tangan mengamankan situasi. Polisi telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut. Sementara sejumlah pihak lainnya masih dalam pengejaran dan penyelidikan.

    "Ya, dalam kejadian itu kami sudah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam kejadian. Sementara sejumlah pihak lainnya yang diduga terlibat masih dalam proses pengejaran dan penyelidikan," tegas Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto, melalui Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan, Ahad (4/10/26).

    Ia mengatakan, bahwa kepolisian langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi terkait kejadian tersebut.
     

    “Personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan hingga berhasil mengamankan satu orang yang diduga terlibat,” ujarnya.

    Ia mengatakan, usai kejadian pihak security sempat  kemudian berupaya meninggalkan lokasi. Dalam kejadian tersebut, kendaraan yang digunakan sekuriti mengalami kerusakan pada bagian kaca dan bodi. rpc
  • Pangkat Naik Komjen, Mantan Kapolda Riau Herry Heryawan Dilantik Jadi Kabaharkam Polri

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,JAKARTA - Herry Heryawan resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) dan dipercaya menjabat Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.


    Mantan Kapolda Riau itu dilantik dalam rangkaian pelantikan dan serah terima jabatan Pejabat Utama Mabes Polri dan Kapolda di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/26) malam.

    Kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga sekaligus jabatan baru tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdian Herry di institusi Polri. Sebelumnya, ia menjabat Kapolda Riau dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen).

    Usai pelantikan, Herry menegaskan bahwa perubahan jabatan maupun pangkat tidak mengubah prinsip utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Baginya, setiap penugasan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    “Apa pun jabatan dan di mana pun tempat bertugas, orientasinya tetap sama, menjaga keamanan, hadir di tengah masyarakat, serta menjalankan tugas dengan integritas dan penuh tanggung jawab,” kata Herry.

    Sebagai Kabaharkam Polri, Herry kini mendapat tanggung jawab dalam bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menyebut rotasi jabatan merupakan bagian dari proses regenerasi dan keberlanjutan organisasi Polri.

    Menurutnya, tantangan dalam setiap penugasan dapat berbeda. Namun, tujuan utama pelayanan kepolisian tetap sama, yakni menghadirkan rasa aman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Setiap amanah tentu memiliki tantangan dan tanggung jawab yang berbeda. Namun prinsipnya tetap sama, bagaimana kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Herry juga tidak melupakan perjalanan tugasnya selama memimpin Polda Riau.
    Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Riau, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, akademisi, media, serta seluruh elemen masyarakat yang telah menjadi bagian dari pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning.

    Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun di Riau, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, dapat terus berjalan meski dirinya kini mendapat penugasan baru di tingkat Mabes Polri.

    “Mohon doa agar setiap langkah pengabdian ke depan senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan. Jabatan adalah amanah, dan pada akhirnya yang terpenting adalah bagaimana amanah itu dapat dijalankan sebaik-baiknya untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Herry. ck
  • Hotspot Riau Meningkat Jadi 61 Titik, Terbanyak Terdeteksi di Inhil

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, sebanyak 61 titik panas terdeteksi di Riau, Ahad (4/10/26).


    Sebaran hotspot didominasi Kabupaten Indragiri Hilir, yakni sebanyak 51 titik. Hotspot tersebut tersebar di Kecamatan Concong, Kuala Indragiri, Kateman dan Mandah. 

    "Sementara itu, Kabupaten Pelalawan terpantau memiliki 8 titik panas dan Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 2 titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang. 

    Dengan demikian, dari total 61 hotspot yang terdeteksi di Riau, lebih dari 80 persen berada di wilayah Indragiri Hilir.

    Elisa mengatakan, dari 61 titik panas tang terdeteksi di Riau, 32 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi (confidence level)byang diduga kuat sebagai titik api atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara 5 titik di level sedang dan 24 titik di level rendah. 


    Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 2.471 titik panas di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.820 titik.

    Berikut sebaran hotspot di wilayah Sumatera lainnya:

    - Sumatera Selatan: 1.820 titik
    - Bangka Belitung: 408 titik
    - Lampung: 126 titik

    Kategori Sangat Tidak Sehat

    - Jambi: 46 titik
    - Riau: 61 titik
    - Sumatera Utara: 4 titik
    - Kepulauan Riau: 4 titik
    - Bengkulu: 2 titik.
    rac
  • Oknum Kepsek di Kampar Diduga Cabuli Puluhan Siswi SD

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 03 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,KAMPAR- Polres Kampar menangkap mantan kepala sekolah berinisial R (30) yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap sejumlah siswi SD di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.


    Kasat Reskrim Polres Kampar AKP I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, R diduga melakukan perbuatan tersebut saat masih menjabat kepala sekolah. Ia juga diketahui berstatus sebagai ustaz di lingkungan sekolah.

    “Benar adanya kasus kekerasan terhadap anak. Baru melapor tiga orang ke Polres Kampar dan dari pengakuan pelaku, dia sudah melakukan pencabulan ini terhadap lebih dari 20 orang siswinya,” kata I Gede, mewakili Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan, Jumat (2/10/26).

    Kasus terbongkar setelah orang tua seorang siswi mendapat informasi dari wali murid lain. Setelah ditanya, korban mengaku mengalami dugaan tindakan seksual sejak kelas I hingga kelas III.

    Informasi itu kemudian berkembang dan diketahui ada murid lain yang diduga menjadi korban. Tiga orang tua akhirnya melapor ke Polres Kampar.

    Polisi melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi serta mengumpulkan barang bukti. R kemudian terlacak berada di sebuah perumahan di Kecamatan Tambang pada Kamis (1/10/26).

    Kanit II Unit PPA Polres Kampar Aipda Syamsul Bahri bersama tim menangkap R sekitar pukul 19.05 WIB.

    "Pelaku berhasil ditangkap di dekat area perumahan tersebut. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar I Gede.

    Dalam pemeriksaan, R disebut mengakui perbuatannya dan menyebut jumlah korban sekitar 20 orang. Polisi masih membuka kemungkinan adanya korban lain.

    "Kami mengimbau jika ada korban lainnya, dipersilakan mendatangi Polres Kampar untuk melaporkan kejadian tersebut," kata I Gede.

    R dijerat Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. rpc
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com