BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • 12 Rumah di Pemukiman Padat Jalan Nilam Pekanbaru Terbakar

    By redkoranriaudotco → Selasa, 20 Oktober 2026




    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kebakaran melanda bangunan rumah tinggal semi permanen sebanyak 12 petak di Jalan Nilam, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Ramayana, Kota Pekanbaru, Selasa (20/10/26) siang.


    Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru berjibaku selama kurang lebih tiga jam hingga api berhasil dipadamkan.

    Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan penanganan kebakaran dilakukan dengan mengerahkan belasan armada untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya.

    "Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan," ujar Zarman,

    Baca JugaSempat Kabur, Kurir 1,1 Kg Sabu Ditangkap Polres Kampar
    Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa. Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka.

    Sementara itu, penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan rumah tinggal semi permanen tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.

    "Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman dengan bangunan semi permanen yang berisiko membuat api cepat merambat," tutup Zarman. rac
  • Oknum TNI Kurir 47 Kg Sabu Asal Malaysia Dijanjikan Upah Rp50 Juta

    By redkoranriaudotco →


    Foto: DirekturDitresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha.


    KORANRIAU.co,PEKANBARU– Dua kurir narkotika jenis sabu seberat 46,93 kilogram (Kg) berinisial AF (32) dan NS (32) dijanjikan upah sebesar Rp50 juta.


    Direktur Ditresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, kedua kurir tersebut telah 15 kali melakukan penjemputan sabu dengan jumlah bervariasi. Upah diberikan berkisar Rp50 juta sampai Rp150 juta.

    "Untuk 46,9 kilogram sabu, dijanjikan upah Rp50 juta," ujar Putu saat ekspos penangkapan di Ruang Tribata Mapolda Riau, Selasa (20/10/26). 

    Menurut Putu, uang itu rencananya dibagi, masing-masing Rp35 juta dan Rp15 juta, setelah barang sampai di tujuan. "Mereka berbagi yang satu Rp35 juta, yang satu Rp15 juta, tapi setelah barang tersebut sampai di tujuan," kata Putu.

    Namun, harapan mendapatkan upah besar itu tidak kesampaian. Polisi lebih dahulu menghentikan perjalanan mereka di wilayah Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

    Penangkapan dilakukan Polda Riau saat operasi bersama gabungan BNNP Riau, TNI, pemerintah daerah, dan Bea Cukai, tim berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional pada 10 Oktober 2026.

    Putu menjelaskan, kedua tersangka berasal dari Sumatera Utara dan datang ke Dumai khusus untuk menjemput barang tersebut. Sabu itu kemudian dibawa menuju Pekanbaru dan Sumatera Utara.

    "Barang dijemput dari Dumai kemudian akan dibawa ke Pekanbaru dan mungkin sebagian diteruskan ke Medan," ujarnya.

    Dari hasil pemeriksaan, penjemputan tersebut dilakukan atas perintah seseorang yang kini berstatus DPO. Polisi masih menelusuri pemilik sabu dan pihak yang mengendalikan pengiriman itu.

    "Ah, ini masih kami kembangkan, ya, mohon waktu, mohon doanya, mudah-mudahan kami bisa segera mendapat atau menangkap bos di atasnya ini," tegas Putu.

    Oknum TNI AD

    Diketahui, tersangka AF merupakan prajurit TNI yang bertugas sebagai Babinsa di Langkat, Sumatera Utara. Penyidikan dilakukan secara koneksitas dengan melibatkan Pomdam dan Denpom Pekanbaru.

    Danpomdam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Cpm Yudi Wahyudi memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang atau toleransi sedikit pun bagi prajurit yang mencoreng nama baik institusi dengan terlibat dalam jaringan narkoba.

    "Tidak ada toleransi terhadap anggota TNI yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Yudi.

    Ia menambahkan, sanksi terberat berupa pemecatan dari dinas militer menanti oknum prajurit tersebut apabila terbukti bersalah secara hukum. 

    "Saat ini, tersangka AF telah ditahan di sel Pomdam untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lanjutan," pungkasnya. ck
  • Ratusan Mahasiswa Riau Demo Soal Karhutla

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU-  Ratusan mahasiswa dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Universitas Islam Riau (UIR), melakukan aksi demontrasi di depan kantor gubernur Riau, Selasa (20/10/26). Mereka menuntut penyelesaian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


    Koordinator massa aksi, Ramadhani dalam orasinya mengatakan, pihaknya prihatin saat ini masyarakat Riau masih terus-terusan diselimuti kabut asap akibat Karhutla. Karena ini mereka meminta pemerintah harus hadir dan mengambil langkah tegas agar persoalan ini tidak terus berulang.

    “Hampir setiap tahun masyarakat kita menghirup asap akibat karhutla. Pemerintah bersama aparat kepolisian harus tegas, tangkap para pelaku pembakaran tanpa pandang bulu, terutama para korporasi,” pintanya.
     
    Selain itu, massa juga meminta kepada Pemprov Riau untuk memberikan beasiswa. Pasalnya, beasiswa yang ada saat ini hanya pemberian beasiswa lanjutan dan bukan beasiswa baru.

    “Kami minta beasiswa Pemprov kembali dibuka. Jangan hanya untuk beasiswa lanjutan saja. Kalau alasannya defisit anggaran, kenapa bisa membantu pembangunan rumah sakit Bhayangkara, rumah sakit tentara hingga rumah dinas Kajati,”ungkapnya.

    Karena itu, massa mendesak agar Pemprov Riau menghentikan segara bentuk pembiayaan bagi instansi vertikal yang ada di Riau. Kemudian lebih mementingkan anggaran yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
     
    Kemudian massa juga mendesak pemerintah menegaskan kebijakan terkait LGBT serta pengawasan terhadap generasi muda. Serta menuntut pemerintah Provinsi Riau untuk melakukan penanganan bagi masyarakat yang terdampak Karhutla hingga menderita ISPA.

    Terkait aksi massa ini, perwakilan Pemprov Riau sempat akan menemui massa aksi. Namun massa aksi ingin ditemui langsung Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. rpc
     
  • Catat Sejarah, SF Hariyanto Gubernur Indonesia Pertama Raih ASEAN Engineer

    By redkoranriaudotco →

     



    KORANRIAU.co,BANDUNG - Ir H SF Hariyanto MT, IPU, ASEAN Eng, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) memperoleh pengakuan profesional internasional sebagai ASEAN Engineer (ASEAN Eng), dalam rangkaian kegiatan Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/26).



    Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Provinsi Riau sekaligus menandai semakin kuatnya eksistensi dan daya saing insinyur Indonesia dalam komunitas keinsinyuran tingkat ASEAN.




    Dengan capaian tersebut, SF Hariyanto mencatatkan sejarah. Di mana ia merupakan Gubernur pertama di Indonesia yang mendapat gelar ASEAN Engineer.

    ASEAN Eng merupakan pengakuan profesional keinsinyuran tingkat regional yang diberikan melalui ASEAN Engineering Register (AER) di bawah naungan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO).

    Pengakuan ini diperuntukkan bagi insinyur yang memenuhi persyaratan pendidikan, kompetensi, pengalaman profesional, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta etika keinsinyuran.

    Pengakuan ASEAN Engineer bukan sekadar penambahan gelar profesional, melainkan representasi kredibilitas, kapasitas, dan pengalaman seorang insinyur dalam menjalankan tanggung jawab keinsinyuran. Pengakuan tersebut juga memperluas peluang jejaring profesional dan kolaborasi antarinsinyur di kawasan ASEAN, meskipun tidak secara otomatis menjadi izin praktik di seluruh negara anggota.

    Dalam momentum tersebut, SF Hariyanto didampingi langsung oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ir Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng, bersama Sekretaris PII Wilayah Riau, Ir. Angga Islam Darmawan, jajaran pengurus Cabang PII Se Provinsi Riau, serta Dewan Penasehat PII Wilayah Riau, Ir. H. Irving Kahar Arifin, ME., IPU., ASEAN Eng.

    Ketua PII Wilayah Riau, Ulul Azmi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan SF Hariyanto memperoleh pengakuan ASEAN Engineer merupakan bukti bahwa kepemimpinan pemerintahan dapat berjalan beriringan dengan kompetensi dan profesionalisme keinsinyuran.

    "Ini merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Riau, khususnya keluarga besar Persatuan Insinyur Indonesia. Bapak S.F. Hariyanto telah menunjukkan bahwa seorang pemimpin daerah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga kompetensi profesional yang diakui secara regional. Ini menjadi teladan bagi seluruh insinyur di Provinsi Riau dan Indonesia," kata Ulul Azmi, Selasa (20/10/2026).

    Ulul Azmi menegaskan bahwa pengakuan ASEAN Engineer yang diraih SF Hariyanto memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah, terutama dalam mendorong penguatan sumber daya manusia keinsinyuran, peningkatan kualitas infrastruktur, pengembangan industri, serta percepatan transformasi teknologi.

    "PII Wilayah Riau terus mendorong peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi, pemenuhan legalitas praktik keinsinyuran melalui STRI dan SKIP sesuai ketentuan, serta percepatan Indeks Keinsinyuran Daerah. Dengan semakin banyaknya insinyur Riau yang memperoleh pengakuan nasional dan internasional, kita optimistis kualitas pembangunan dan daya saing daerah akan semakin meningkat," ujarnya.

    Menurut Ulul Azmi, pencapaian tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membangun ekosistem keinsinyuran yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

    Sementara itu, kehadiran Dewan Penasehat PII Wilayah Riau, Ir. H. Irving Kahar Arifin, ME., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran pengurus PII Wilayah Riau menjadi bentuk dukungan organisasi terhadap pengembangan profesionalisme dan pengakuan kompetensi insinyur Riau pada tingkat internasional.

    CAFEO merupakan forum keinsinyuran regional yang mempertemukan organisasi profesi, praktisi, akademisi, serta pemangku kepentingan keinsinyuran dari berbagai negara-negera anggota ASEAN. Forum ini menjadi sarana penguatan kolaborasi, pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, dan pengembangan kompetensi profesional untuk menjawab tantangan pembangunan kawasan.

    PII Wilayah Riau berharap pencapaian SF Hariyanto dapat menginspirasi semakin banyak insinyur di Riau untuk meningkatkan kualifikasi profesi hingga memperoleh pengakuan regional maupun internasional.

    "Insinyur Riau harus naik kelas. Tidak cukup hanya memiliki gelar akademik, tetapi harus memiliki kompetensi, legalitas, integritas, dan pengakuan profesional," tutup Ulul Azmi.

    Sementara itu, SF Hariyanto usai menerima gelar ASEAN Eng menyampaikan terima kasih kepada CAFEO yang telah memberikan gelar ASEAN Engineer tersebut.

    "Tentu capaian ini menjadi semangat diri untuk kemajuan infrastruktur di Riau. Dari Riau untuk Indonesia maju. Inilah semangat yang terus kita bangun untuk kemajuan Riau ke depan," ungkapnya. rls/nor
  • Tujuh Gudang Avian Pekanbaru Terbakar

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Kebakaran melanda kawasan Pergudangan Avian di Jalan Siak II, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Senin (19/10/26). Sebanyak tujuh unit gudang dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.


    Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru menerima laporan kejadian itu pada pukul 18.42 WIB. Dua menit berselang, armada pemadam diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 18.50 WIB.

    Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, S.STP., M.Si., dalam laporan pengendalian operasi pemadaman dan penyelamatan kebakaran menyebutkan, petugas langsung melakukan pemadaman, melokalisasi area yang terbakar, serta melaksanakan pendinginan untuk mengendalikan api.

    Sejumlah mobil pemadam kebakaran dari beberapa pos dikerahkan ke lokasi. Petugas juga berupaya mencegah api merambat ke bangunan gudang lain yang berada di sekitar titik kebakaran.

    Berdasarkan laporan DPKP Pekanbaru, kebakaran melanda area gudang di Blok D dan Blok EE. Luas area terdampak di Blok D diperkirakan mencapai 40 x 30 meter, sedangkan di Blok EE sekitar 30 x 30 meter.

    Beruntung, dalam laporan tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Nilai kerugian material juga belum diketahui.

    Penanganan di lokasi kemudian dilanjutkan melalui pergantian personel dengan Pleton Jaya. DPKP Pekanbaru masih menjadi sumber informasi utama terkait penanganan kebakaran tersebut. rtc
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com