BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Polisi Tahan MC dan Pembuat Challenge Hafalan Al-Qur'an Ditukar Miras

    By redkoranriaudotco → Kamis, 13 Agustus 2026



    KORANRIAU.co-- Polisi menahan dua dari empat tersangka kasus dugaan tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan terkait tantangan hafalan Al-Qur'an untuk ditukar dengan minuman keras (miras) di The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.


    Kedua tersangka yang ditahan itu yakni REK selaku MC dan AK selaku pembuat tantangan. Keduanya ditahan di Rutan Polda Metro Jaya mulai Kamis (13/8) hari ini.

    "RES dan AK ditangkap pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah penanganan perkara dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Utara. Keduanya telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya terhitung mulai hari ini," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam keterangannya, Kamis.

    Iman menyebut untuk proses hukum terhadap dua tersangka lainnya juga masih terus berjalan. Namun, polisi belum memutuskan untuk menahan dua tersangka lainnya tersebut.

    Dua tersangka itu yakni I selaku pembuat tantangan dan M selaku pihak yang tampil serta melafalkan surah Ad-Dhuha melalui pengeras suara.

    "Proses hukum terhadap dua tersangka lainnya terus dilakukan sesuai prosedur," ucap dia.

    Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 300 dan/atau Pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

    Sebelumnya, acara promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan hafalan Al-Qur'an dalam festival musik The Sounds Project yang digelar akhir pekan lalu, Minggu (9/8), di Jakarta Utara viral di media sosial.

    Dalam video viral, pengunjung merekam momen sebuah booth produk miras yang gelar tantangan (challenge) hafalan salah satu surah dalam kitab suci Al-Qur'an yakni Ad-Duha bagi pengunjung, dengan imbalan diduga sebotol miras yang dipromosikan.

    Pada unggahan di akun media sosial Instagram resmi The Sounds Project selaku penyelenggara pun buka suara terkait peristiwa itu.

    "Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram The Sounds Project.

    "Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," imbuhnya.

    Sementara itu, pemandu acara atau MC di booth Newport dalam acara The Sounds Project juga telah meminta maaf secara terbuka. Hal itu disampaikan lewat akun media sosial Threads, aqueer_, yang dimiliki Revnaldo Ega.

    "Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," kata dia.

    "Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya.

    Kemudian, manajemen Newport juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan buntut kasus promosi miras tersebut.

    "Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," kata Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam keterangannya, Rabu (11/8).

    Handoko menyatakan bahwa aktivitas itu bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Ia pun mengklaim aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi.

    "Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucap dia.
    cnnindonesia

  • DPRD Riau Umumkan 12 Komisioner KI dan KPID Terpilih

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau resmi mengumumkan hasil uji kelayakan dan kepatutan komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau periode 2026-2030 dan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau 2026-2029.

    Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Komisi I DPRD Riau, Amal Fathullah dalam rapat paripurna penyampaian hasil uji kelayakan dan kepatutan anggota komisioner KI dan KPID.

    Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau Budiman Lubis dan Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Syahrial Abdi itu, Amal Fathullah menyampaikan ada 5 anggota komisioner KI dan 7 anggota komisioner KPID Riau yang lulus seleksi uji kelayakan dan kepatutan.

    Lima anggota komisioner KI yang terpilih yakni, Ahmad Royhan Qadri, Hasnah Gazali, Jamadi Sipahutar, Muhammad Nefos, dan Yulianti.

    Sementara 5 anggota komisioner cadangan yakni Asril Darma, Imam Munandar, Teddy Niswansyah, Novyandre, dan Witrayeni.

    Sedangkan 7 orang komisioner KPID Riau periode 2026-2029 yang terpilih yakni, Al Qusairi, Bambang Suwarno, Dian Citra Andriyani, Ferlan Nico, Mario Abdillah Khair, Prima Ermad Suhaemi, dan Sherly Arianty.

    Kemudian DPRD Riau juga menetapkan tujuh anggota komisioner KPID Riau cadangan berdasarkan peringkat. Anggota komisioner KPID Riau cadangan itu yakni Lutfi Arifiandy, M Asrar Rais, Dolly Ichsan, Syarifah Dian Eka Sari, Putri Poppy Nirmala, Romi Ainur, dan Jelprison.

    Dengan telah diumumkannya anggota komisioner KI periode 2026-2030 dan KPID Riau periode 2026-2029, DPRD Riau berharap mereka yang terpilih dapat segera menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal.

    "Anggota komisioner KI dan KPID Riau diharapkan dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Riau, DPRD, lembaga penyiaran, badan publik, insan pers, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Amal Fathullah, dalam pengumumannya. ck/nor

     

  • 52 Jembatan Garuda Rampung, Akses 155 Desa Makin Terbuka di Riau

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Sebanyak 52 Jembatan Garuda telah rampung dari total 118 titik yang ditargetkan di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Peresmian salah satu jembatan tersebut berlangsung di Jembatan Garuda Armco, Jalan Fajar Gang Poncosari, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Kamis (13/8/26), dalam rangkaian launching ribuan jembatan dan titik air bersih secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

    Presiden Prabowo secara virtual meresmikan 3.395 titik jembatan yang dibangun TNI dan Polri serta 3.000 titik sumber air bersih. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dan pengabdian TNI serta Polri kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil.

    “Negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” ujar Presiden Prabowo.

    Di lokasi kegiatan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda diarahkan untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintahan, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian.

    “Pembangunan jembatan pada hakikatnya adalah pembangunan konektivitas. Yang kita hubungkan bukan hanya dua sisi sungai, tetapi juga masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintah, pasar, kesempatan ekonomi, serta harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Pangdam.

    Dari 118 titik yang ditargetkan di Riau dan Kepulauan Riau, sebanyak 52 titik telah selesai. Sedangkan 66 titik lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres rata-rata di atas 50 persen. Pembangunan tersebut terdiri atas 23 jembatan perintis, 16 jembatan Armco, dan 79 jembatan beton.

    Hingga saat ini, keberadaan Jembatan Garuda telah memperkuat konektivitas sekitar 155 desa dan kelurahan serta memberikan manfaat kepada kurang lebih 119.592 jiwa. Akses menuju 138 sekolah, 53 fasilitas kesehatan, dan 33 fasilitas ekonomi juga semakin terbuka.

    Dari sisi mobilitas, keberadaan jembatan mampu menghemat waktu tempuh masyarakat rata-rata 50–60 menit. Akses yang lebih baik turut memperlancar pelayanan kesehatan, kegiatan pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan menuju pasar.

    Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sembako secara simbolis, pemotongan pita, foto bersama, dan doorstop. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

    Jembatan Garuda menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih aman dan cepat bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. mcr

     

  • Polisi Amankan 35 Paket Sabu dari Pengedar dan Kurir di Kampar

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU-Satresnarkoba Polres Kampar membongkar peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Kampa. Dua pria yang diduga terlibat sebagai pengedar dan kurir diamankan.


    Dari penangkapan pada, Selasa (11/8/26) malam tersebut, polisi mengamankan 35 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor mencapai 37,37 gram. Kedua tersangka masing-masing berinisial FR (35), warga Dusun I Pulau Birandang, yang diduga berperan sebagai kurir, dan RH (30), warga Dusun IV Karangan Tinggi, Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, yang diduga sebagai pengedar.

    Penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.40 WIB di sebuah rumah warga di Dusun II, RT 002/RW 002, Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa. Saat petugas tiba di lokasi, FR diamankan di luar rumah. Sementara RH ditemukan berada di dalam kamar.
     
    Petugas kemudian melakukan penggeledahan dengan disaksikan perangkat desa. Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan 31 paket diduga sabu yang berada di atas tempat tidur, tepat di depan RH.

    Saat dimintai keterangan, RH mengakui barang tersebut merupakan miliknya. Ia juga mengaku masih menyimpan narkotika lainnya di rumahnya. Petugas kemudian membawa RH ke kediamannya di Kecamatan Tambang untuk dilakukan penggeledahan lanjutan.

    Di rumah tersebut, polisi menemukan sebuah kaleng rokok merek Gudang Garam yang berada di atas meja kamar. Setelah diperiksa, kaleng tersebut ternyata berisi empat paket tambahan diduga sabu. Dengan temuan tersebut, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 35 paket dengan berat kotor 37,37 gram.

    Selain sabu, polisi turut menyita tiga unit telepon seluler, alat penimbang, perlengkapan pembungkus narkotika, uang tunai Rp600.000 yang diduga hasil penjualan, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dengan nomor polisi BM 5777 ZN.

    Polisi juga melakukan tes urine terhadap kedua tersangka. Hasilnya, FR dan RH dinyatakan positif mengkonsumsi sabu.

    Dalam pemeriksaan awal, RH mengaku mendapatkan pasokan narkotika dari seseorang yang dikenal dengan nama panggilan Adi, yang disebut berdomisili di wilayah Air Tiris, Kecamatan Kampar.
     
    Kasat Resnarkoba Polres Kampar Iptu Rifles Bagariang mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok narkotika tersebut.

    “Kasus ini membuktikan bahwa peredaran narkoba tidak mengenal status sosial. Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap sumber barang dan memutus jaringan peredarannya,” kata Rifles, Kamis (13/8/26).
     
    Menurutnya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Narkotika beserta ketentuan hukum yang berlaku.

    “Kami masih mendalami kasus ini dan melacak sosok Adi yang disebut sebagai pemasok. Kami tegaskan, kami tidak akan berhenti melakukan pemberantasan narkoba selama masih ada peredaran yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.
    Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kampar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. rpc
     
  • 158 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Paling Banyak Inhu

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 158 titik panas di wilayah Riau, Kamis (13/8/26). Paling banyak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).


    Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, sebanyak 158 hotspot yang terdeteksi tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau.

    Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 23 titik. Artinya, terjadi penambahan 135 titik panas dalam sehari.

    Sementara itu, secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera juga meningkat menjadi 1.097 titik yang tersebar di sejumlah provinsi diantaranya, Provinsi Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak, yakni 432 titik, disusul Riau (158), Jambi 157 titik, Lampung 121 titik, Bangka Belitung 84 titik, Kepulauan Riau 42 titik, Sumatera Barat 31 titik, Sumatera Utara 29 titik, Aceh 25 titik dan Bengkulu 18 titik.
     
    Untuk sebaran titik panas di Provinsi Riau terbanyak ada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 36 titik. Disusul Kabupaten Bengkalis mencatat 35 titik panas. Berikutnya Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 25 titik, Pelalawan 20 titik,Kuantan Singingi 10 titik., Rokan Hilir 8 titik, Rokan Hulu 7 titik, Siak 6 titik, Kampar 5 titik, Kepulauan Meranti 4 titik,dan Kota Dumai 2 titik .

    "Peningkatan hotspot di Riau ini perlu menjadi perhatian, terutama karena titik panas tersebar di sejumlah wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya karhutla,"katanya.

    Di sisi lain, untuk prakirakan cuaca di Provinsi Riau sejak pagi hari kondisi cuaca diprakirakan berupa udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan.

    Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi pada malam hari. Namun terdapat hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Bengkalis.

    Sementara pada dini hari, kondisi cuaca diprakirakan udara kabur hingga berawan. Suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50 hingga 98 persen.

    Angin diprakirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam. Tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah.

    "BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini namun masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca BMKG, khususnya warga yang beraktivitas di luar ruangan dan wilayah pesisir,"tegasnya. rpc 
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com