BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • KPK Ungkap Kronologi Kejar-kejaran OTT yang Libatkan Ketua PN Depok

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 07 Februari 2026

     



    KORANRIAU.co- KPK mengungkap rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, sempat diwarnai kejar-kejaran menggunakan mobil.

    Pihak KPK menyebut Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta (EKA) dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (BBG) meminta uang sebanyak Rp1 miliar sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan.

    Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan permintaan tersebut dilakukan melalui perantara Juru Sita PN Depok Yohansyah Maruanaya (YOH) untuk disampaikan kepada perwakilan anak usaha Kementerian Keuangan, yakni PT Karabha Digdaya (KD).


    Pihak Karabha Digdaya kemudian menyatakan keberatan atas besaran Rp1 miliar tersebut, sehingga terjadi tawar-menawar. Dalam prosesnya, kesepakatan besaran fee untuk percepatan eksekusi menjadi sebesar Rp850 juta.

    Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo, dalam konpers Jumat (6/2) malam, mengatakan awalnya penyerahan uang dalam kasus ini diduga akan dilakukan pada Kamis (5/2) pagi. Namun, pergerakan penyerahan uang baru dimulai pada siang.

    "Pada siang hari sekitar pukul 13.39 WIB, tim juga memantau pergerakan saudara ALF yang merupakan staf keuangan dari PT KD, mengambil uang senilai Rp 850 juta sesuai dengan kesepakatan dari pihak PT KD dengan pihak PN, yang itu sudah dinego dari semula harga atau senilai Rp 1 miliar," kata Budi dalam konferensi pers di Gedung KPK.

    Tim KPK terus memantau pergerakan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Selain itu, Tim KPK juga memantau ada dua mobil dari pihak PT KD keluar dari PN Depok.

    "Jadi nanti ada tiga mobil, kemudian dipantau oleh tim dan ketiga mobil tersebut terpantau berada di lokasi yang sama, yaitu di Emerald Golf Tapos," ucap Budi.

    Kemudian sekitar pukul 19.00 WIB, penyerahan uang dari pihak PT KD dilakukan ke pihak PN Depok. Tim KPK sempat melakukan kejar-kejaran karena kehilangan mobil yang dikendarai pihak Jurusita PN Depok, Yohansyah Maruanaya.

    "Jadi tim memantau pergerakan tiga mobil, kemudian terjadi pertemuan, dan sekitar pukul 19.00 terjadi penyerahan uang yang kemudian uang yang diserahkan dari pihak PT KD kepada pihak PN Depok dalam hal ini YOH, lalu diamankan oleh tim."

    "Ini sebelum diamankan juga sempat terjadi pengejaran. Jadi karena mungkin memang sudah cukup gelap. Jadi tim sempat kehilangan kendaraan dari PN Depok, yang kemudian berhasil diamankan setelah beberapa menit dilakukan pengejaran," ucap Budi menambahkan.

    Pada akhirnya tim KPK berhasil mengamankan para pihak yang terlibat dalam kasus ini. Selain itu turut diamankan barang bukti uang sekitar Rp 850 juta.

    Dalam kasus ini KPK telah menetapkan lima tersangka:
    I Wayan Eka Mariarta (EKA) selaku Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok
    Bambang Setyawan (BBG) selaku Wakil Ketua PN Depok
    Yohansyah Maruanaya (YOH) selaku Jurusita di PN Depok
    Trisnadi Yulrisman (TRI) selaku Direktur Utama PT KD
    Berliana Tri Ikusuma (BER) Selaku Head Corporate Legal PT KD
    cnnindonesia
  • Seorang Penambang Emas Ilegal di KuansingTewas

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kuansing, kembali makan korban, Jumat (6/2/26). Kali ini menimpa warga Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah.


    Korban adalah P, diketahui menambang menggunakan alat jenis stingkay, dinyatakan meninggal dunia saat kejadian.

    Kepala Desa Pulau Aro, Yanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban melakukan aktivitas penambangan di lokasi kebun milik pribadi.

    "Benar, korban bekerja di kebun milik sendiri," kata Yanto.

    Atas peristiwa tersebut, Yanto mengimbau seluruh warga Desa Pulau Aro agar bersabar dan menunggu proses legalisasi tambang rakyat yang tengah diupayakan pemerintah.

    "Tujuan pemerintah melegalkan tambang rakyat agar masyarakat bisa bekerja sesuai aturan dan standar keselamatan, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang," katanya. rtc

  • Hasil Labfor: Ditemukan Dua Proyektil Peluru di Kepala Gajah Mati di Pelalawan

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Penyebab kematian seekor gajah Sumatera yang ditemukan tak bernyawa di kawasan hutan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, dari penyelidikan awal menguatkan dugaan bahwa gajah tersebut mati akibat luka tembak, bukan karena faktor alami. Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar di ruang media center Polda Riau, Jumat (6/2/26).

     

    Dokter hewan Rini mengungkapkan bahwa kematian gajah tidak disebabkan oleh faktor alami. Berdasarkan bedah bangkai, ditemukan cedera parah pada bagian kepala akibat luka tembak.

    “Bagian depan kepala mengalami kerusakan berat. Gading hilang, dan bagian dahi diduga menjadi titik tembakan. Tengkorak kepala masih tersisa, namun bagian depan dipotong. Ini jelas kematian tidak wajar,” terang Rini, Jumat (6/2/2026).

    Sementara itu, Kabid Labfor Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan mengungkapkan, timnya menemukan dua potongan logam yang diduga kuat merupakan proyektil peluru senjata api.

     

    “Barang bukti berupa dua proyektil berbahan logam tembaga kuningan. Senjata yang digunakan masih dalam proses pendalaman karena diduga senjata rakitan,” jelasnya.

    Selain itu, tim Labfor juga mengambil sejumlah sampel tanah dan genangan air di sekitar bangkai gajah. Hasil uji pendahuluan menunjukkan tidak ditemukan kandungan sianida maupun merkuri, sehingga kematian akibat racun dapat dikesampingkan.

    "Berdasarkan hasil proyektil, senjata yang digunakan merupakan rakitan," imbuhnya.

     

    Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Yudha, menegaskan bahwa kematian gajah tersebut merupakan kejahatan serius terhadap sumber daya alam hayati. Hilangnya bagian wajah dan gading gajah mengindikasikan kuat adanya praktik perburuan liar.

    “Negara tidak mentolerir kejahatan terhadap satwa dilindungi. Setiap bentuk perburuan, pembunuhan, penguasaan, pengangkutan, hingga perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati,” tegas Yudha.

    Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra menjelaskan, kematian gajah tersebut ditindaklanjuti setelah adanya laporan masyarakat pada 3 Februari 2026 terkait penemuan bangkai gajah di kawasan hutan yang berada di areal konsesi PT RAPP, Kecamatan Ukui. 

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Ukui bersama Satreskrim Polres Pelalawan, serta Polda Riau langsung mendatangi lokasi temuan.

    “Sejak tanggal 3 Februari, kami telah melakukan penyelidikan intensif dan memperkuat penanganan perkara ini dengan dukungan Ditreskrimsus Polda Riau serta berkolaborasi dengan BKSDA. Penanganan dilakukan secara profesional dan berbasis bukti ilmiah agar kasus ini terang benderang,” ujar Pandra.

    Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro menambahkan, pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi setelah menerima informasi awal. Pada 4 Februari pagi, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) diterjunkan untuk bergabung dengan Polres Pelalawan.

    “Hingga saat ini kami telah memeriksa lima orang saksi. Kami juga masih menunggu hasil analisis lanjutan dari nekropsi dan pemeriksaan Labfor. Perlu kami sampaikan, gajah ini merupakan gajah liar yang melintas di jalur alami kawanan, bukan gajah dalam pengawasan,” jelas Ade.

    Dari kesimpulan ekspos hasil uji Labfor, Polda Riau bersama BKSDA Riau memastikan penanganan perkara ini berjalan tegas, profesional, dan transparan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam perburuan maupun perdagangan satwa liar serta segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas ilegal terkait satwa dilindungi.

    “Penyelidikan sedang berlangsung dan kami mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini agar segera melapor kepada pihak kepolisian,” kata Kombes Ade. mcr/nor

     

  • Presiden Nigeria Kirim Pasukan usai 170 Warga Tewas Ditembak Ekstremis

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu mengirim prajurit ke dua negara bagian setelah 200 warganya tewas ditembak kelompok bersenjata.


    Al Jazeera melaporkan sekelompok orang menyerbu komunitas Woro di negara bagian Kwara pada Selasa (3/2) malam hingga menewaskan setidaknya 170 orang.

    Di negara bagian Katsina, 21 orang juga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan oleh kelompok bersenjata.

    Dalam pernyataan resmi pada Rabu (4/2), Tinubu mengatakan komando militer akan memburu kelompok-kelompok bersenjata tersebut dan melindungi warga sipil.

    Ia mengutuk keras serangan ini dan menyebut para pelaku bertindak "pengecut dan barbar" karena menargetkan mereka yang menolak kepercayaan ekstremis.


    "Sungguh terpuji karena anggota komunitas, meskipun Muslim, menolak keyakinan yang mempromosikan kekerasan daripada perdamaian," kata Tinubu, seperti dikutip Al Jazeera.

    Belum ada satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

    Berdasarkan kesaksian warga setempat, para penyerang merupakan pemeluk Islam garis keras yang telah lama menyebarkan ajaran radikal ke penduduk. Mereka mendesak warga meninggalkan negara bagian tersebut.

    Pemerintah Nigeria telah menuduh "sel teroris" sebagai dalang di balik serangan mematikan ini. Tinubu dan para penduduk setempat secara spesifik menyalahkan Boko Haram, sebuah kelompok ekstremis Islam di Nigeria.

    Pembunuhan di Kwara ini menjadi tragedi paling mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Serangan ini menyusul operasi militer di wilayah itu yang menargetkan "elemen-elemen teroris".

    Menurut Ahmed Idris dari Al Jazeera, serangan semacam ini biasa terjadi kapan pun angkatan bersenjata memulai operasi di suatu wilayah yang didiami kelompok bersenjata.

    Juru bicara kepolisian Kwara Adetoun Ejire-Adeyemi mengatakan unitnya dan militer telah dikerahkan untuk bekerja sama dalam melakukan pencarian dan penyelamatan korban luka dan penculikan.

    Menurut anggota parlemen di negara bagian Kwara, para penyerang menyergap warga dan membunuh mereka setelah mengikat tangan mereka ke belakang.

    Warga yang selamat disebut melarikan diri ke semak-semak belukar saat kelompok bersenjata menyatroni dan membakar rumah dan pertokoan.

    Cuplikan gambar dari siaran televisi lokal menunjukkan banyak jenazah tergeletak di tanah dengan tangan terikat serta rumah-rumah terbakar.

    Serangan ini mengakhiri pakta perdamaian antara warga dengan kelompok bersenjata di Nigeria yang telah berlangsung selama enam bulan.


    Peristiwa ini juga menggarisbawahi dilema yang dialami warga setempat, di mana mereka hidup dengan bayang-bayang kekerasan kelompok ekstremis. Warga di daerah terpencil biasanya harus membayar atau memberikan makanan kepada kelompok bersenjata agar mereka bisa hidup aman. cnnindonesia

  • Maarten Paes Batal Debut di Ajax Lawan AZ, Terganjal Izin Kerja

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co-- Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes batal debut bersama Ajax Amsterdam dalam pertandingan pekan ke-22 Liga Belanda di Stadion AFAS, Minggu (8/2) malam.


    Mantan pemain FC Dallas tersebut dilaporkan masih terganjal izin kerja di Belanda. Selain Paes, pemain baru Ajax lain, Maher Carrizo juga tidak bisa debut akhir pekan ini.

    "Ajax akan bermain tanpa Maarten Paes dan Maher Carrizo melawan AZ. Para pemain baru tersebut masih menunggu izin kerja," tulis media Belanda, AD.

    Akan tetapi nasib berbeda dimiliki Oleksandr Zinchenko. Pemain asal Ukraina itu sudah bisa dimainkan.

    Akan tetapi Zinchenko memiliki masalah kebugaran karena 10 hari tidak latihan bersama. Karena itu Zinchenko diragukan melakoni laga perdana bersama Ajax saat melawan AZ Alkmaar.

    Pelatih Ajax, Fred Grim, membeberkan alasan Maarten Paes dan Carrizo tidak bisa diturunkan pekan ini karena persoalan administratif.


    "Saya harap ini akan segera diselesaikan. Itu juga tujuan klub. Tetapi sejauh ini, ketiganya belum berlatih," ujar Grim.

    Menurut Grim, peluang Paes dan Carrizo mendapatkan visa kerja pada akhir pekan ini terbilang kecil. Meski begitu dia berharap persoalan ini bisa diselesaikan manajemen klub secepat mungkin.

    Dalam kesempatan itu Grim mengisyaratkan ketiga pemain barunya tersebut memiliki peluang kecil untuk main lawan AZ. Alasannya karena minimnya persiapan.

    "Mereka belum berlatih selama sepuluh hari karena mereka menunggu izin kerja. Itu bukan alasan untuk memulai pertandingan. Itu sama sekali tidak mungkin," tutur Grim.
    cnnindonesia

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com