BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Mengakhiri Kesombongan dan Prasangka

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 31 Juli 2021


    KORANRIAU.co- Saat kuliah English Literature oleh Barbara Hopwood, dosen kami, saya dianjurkan untuk membaca novel Pride and Prejudice karya Jane Austin. Novel klasik yang sudah dicetak lebih dari 20 juta eksemplar dan masuk "most-loved books" ini belum lama ini diputar di Netflix. Novel yang terbit pada 1813 ini tetap apik dan ciamik diikuti di zaman sekarang. Bukankah kisah cinta senantiasa up to date?

    Antara Kesombongan dan Prasangka


    Kisahnya sebenarnya hanya seputar kehidupan orang-orang kaya di Inggris pada tahun 1800-an. Keluarga kaya dengan lima anak gadis ini mencari menantu kaya agar keturunan mereka bisa sejahtera. Di sinilah konflik terjadi. Elizabeth Bennet, putra kedua keluarga Bennet, tokoh sentral dalam novel ini dikenal sebagai gadis yang bukan saja menarik penampilannya melainkan juga jenaka dan cerdas. Dia ketemu lawan yang tangguh dalam diri Fitzwilliam Darcy pengusaha kaya pemilik perkebunan yang sangat luas dengan penghasilan selangit.



    Elizabeth, tokoh protagonis, awalnya alergi terhadap Darcy karena sikapnya yang angkuh. Meskipun demikian, setelah mengenalnya lebih jauh, ternyata Darcy tidak seperti yang dia duga. Keangkuhannya bisa jadi dipengaruhi oleh penghasilannya yang jika dihitung uang sekarang membuat orang tercengang. Para pelayannya bahkan menganggap tuannya sebagai orang yang baik hati dan sopan. Kisahnya berakhir dengan happy ending. Kelima gadis itu mendapatkan jodoh masing-masing.



    Meskipun Jane Austin hanya ingin menggambarkan kehidupan masyarakat Inggris pada zaman itu, khususnya orang-orang kaya yang bisa saja terkesan snob dan "semau gue", tampaknya kisah ini juga bisa kita pakai untuk belajar saling memahami sesama anak bangsa. Bukankah saat ini kesombongan dan prasangka terus-menerus diumbar di media sosial sehingga terjadi riak kecil sampai benturan keras yang jika tidak segera diatasi membuat perahu Indonesia bukan saja bocor, melainkan tenggelam? Failed nation, kata Ibas, bisa terjadi jika kita sendiri yang menggenapinya dengan terus-menerus membuat kegaduhan.


    Kesombongan


    Orang-orang yang hidup serba berkecukupan seringkali tanpa sadar menyakiti hati orang lain baik lewat ucapan, sikap maupun tindakan. Di sebuah sekolah internasional, seusai liburan, para murid kelas atas itu dengan enteng berkata, "Rasanya bosan pergi ke Eropa melulu. Itu sebabnya kemarin saya minta Papa untuk berlibur ke Maldives."


    Teman-temannya yang sesama anak orang kaya memakluminya, bahkan menambahkan, "Saya juga bosan ke Amerika. Papa selalu mengajak kami ke sana sih. Tahun ini saya minta berlibur ke Islandia." Apa yang mereka tidak ketahui bahwa di kelasnya ada anak-anak orang biasa yang bisa masuk ke sekolah elit itu karena beasiswa. Jangankan keluar negeri, untuk mencukupi makan mereka sehari-hari saja ortunya harus membanting tulang.


    Snobisme semacam itu yang tanpa sadar --atau dengan kesadaran penuh untuk konten YouTube-nya-- memamerkan pola hidup mewah di media sosialnya. Mungkin karena terlalu sibuk dengan dunia glamour-nya sehingga lupa bahwa masih banyak saudaranya yang terpaksa harus menutup lapaknya karena PPKM darurat. Work from home bagi mereka yang punya tabungan berjibun dan penghasilan tetap setiap bulan masih bisa ditanggung, namun bagaimana mereka yang kerja hari ini untuk makan hari ini atau istilah kerennya "from hand to mouth"?


    Saya baca di media mainstream seorang pemilik warung kopi menyegel tempat usahanya sendiri dengan tulisan seperti ini: "Kami bukan kriminal Kami hanya menjual kopi. Tapi karena peraturan yang selalu menyudutkan kami bahkan berpatroli setiap hari dan akhirnya tempat ini kami segel sendiri..." Pengumuman selanjutnya ditulis dengan huruf besar dengan tinta merah: "SEMOGA KARYAWAN KAMI TIDAK MENJADI KRIMINAL SETELAH DIRUMAHKAN."


    Ada dua poin yang terbaca jelas. Pertama, mereka merasa keberatan kalau warung kopinya ditutup. Kedua, ada semacam peringatan bahwa orang yang lapar bisa melakukan apa pun, termasuk tindakan kriminal. Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Christine Lee, MD, seorang gastroenterologist: "There is a physiological reason why some people get angry when they're hungry."


    Hal inilah yang seharusnya sudah menjadi pertimbangan yang matang bagi para pembuat peraturan agar pelaksanaannya di lapangan bisa fleksibel dengan pendekatan yang humanis. Polisi memborong nasi jinggo sebelum meminta pedagang untuk menutup warugnya di Gianyar, Bali patut diapresiasi ketimbang menyemprotkan air ke warung makan dan warung kopi.


    Kesombongan lain yang patut disayangkan adalah penghinaan lewat media sosial. Misalnya, mengolok-olok netizen yang dianggap tidak bisa berbahasa asing, bahkan diminta belajar dari anak kecil. Cuitan semacam ini jelas membuat warganet marah dan justru mengungkit kembali bahwa yang bersangkutan juga bukan orang yang tanpa cela. Bisa jadi karena kejengkelan mereka tidak hanya menjadi hater bagi yang bersangkutan, melainkan menyasar ke orang-orang terdekatnya baik garis lurus ke atas --ortu-- maupun garis lurus ke bawah --anaknya.


    Jane Austin dalam Pride and Prejudice menulis dengan sangat apiknya: "For what do we live, but to make sport for our neighbors, and laugh at them in our turn?" Apa sih untungnya memamerkan Ferrari, Maserati dan Lamborghini di garasi sementara 'tetangga' susah mencari sesuap nasi di warung sendiri?


    Prasangka


    Kata ini sungguh berbahaya. Tanpa sadar, atau dengan kesadaran penuh, bisa jadi kita seperti yang diungkapkan Jane Austin, "I have not the pleasure of understanding you." Senang tidak senang, suka tidak suka, mau tidak mau, "no man is an island," ujar John Done, sebagai makhluk sosial kita perlu berusaha memahami orang lain. Bukankah Stephen R. Covey pun menganjurkan kita untuk "seek first to understand, then to be understood"?


    Alangkah konyolnya kita jika berharap, bahkan memaksakan kehendak, agar 'kamu' memahami 'aku' tanpa mencoba memahami 'kamu' lebih dulu ketimbang menuntut 'kamu memahami aku'. Pemahaman bersama membuat polarisasi antara 'kamu' dan 'aku' bertransformasi menjadi 'kita'.


    Pemerintahan Jokowi, sejak awal pandemi, terkesan menutup-nutupi wabah Covid-19 dan bahayanya. Alasannya sangat masuk akal, yaitu agar rakyat tidak panik dan melakukan hal yang justru merugikan. Misalnya saja, panic buying, sehingga terjadi mark up gila-gilaan untuk produk obat, vitamin, dan tabung oksigen. Karena barang-barang yang dicari --misalnya saja masker pada awal pandemi-- langka, atau bahkan habis, ada orang-orang yang justru menimbun untuk menaikkan harga jualnya.


    Ada lagi yang 'memanfaatkan' kepanikan sekaligus ketidaktahuan masyarakat terhadap produk sehingga ada spekulan yang menyebarkan kabar yang half truth, sehingga Bear Brand pun diborong orang. Seorang netizen menanggapi rush terhadap "susu beruang" ini dengan membuat meme yang lucu: "Jadi khasiat susu ini membunuh si virus, caranya adalah dengan membuat virus tersebut bingung, ini susu sapi, mereknya beruang iklannya naga, karena bingung virusnya stres lalu imun si virus turun jadinya itu virus bisa dikalahkan oleh antibodi...gini toh cara kerjanya."


    Saya percaya ulah iseng warganet itu justru yang bisa meningkatkan imun kita. Anak saya yang terbiasa minum susu merek ini pun ikut tergelak saat melihat meme ini. Bukannya hati yang gembira adalah obat yang mujarab?


    Kembali ke kesan bahwa pemerintah menutup-nutupi kasus ini. Alasannya, sekali lagi, jika warga panik, Indonesia bisa mengalami masa paceklik. Sebaliknya, saat pemerintah melakukan PSBB sampai PPKM darurat --istilah yang gonta-ganti berkali-kali-- yang tujuannya jelas untuk menghambat penyebaran virus, banyak orang yang menentang. Dasarnya apa? Bisa jadi karena memang terdampak keras usahanya. Bisa juga karena prasangka. Apalagi saat diumumkan bahwa tempat ibadah harus ditutup selama PPKM darurat. Pemerintah dianggap menekan umat beragama.


    Sudah Saatnya Meruntuhkan Kesombongan dan Menghilangkan Prasangka


    Caranya? Bersama-sama melakukan tobat nasional. Bukan yang satu diminta tobat, sedangkan yang lain tetap kumat. Teguran Nabi Yesaya ini perlu kita renungkan: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."


    Pertama, bertobat dari kesombongan. Mari sama-sama merendahkan diri dengan duduk bersama mencari solusi. Bukankah sinergi jauh lebih elok ketimbang adu gengsi? Negara lain yang bahu membahu antara legislatif, eksekutif dan yudikatif plus rakyat sudah lebih dulu bangkit. Mereka yang sudah beradu cepat melakukan tamasya di ruang angkasa, masak kita masih terus saja berkutat di kolam angsa?


    Kedua, bertobat dari prasangka. Banyak hal yang kita yakini benar ternyata tidak seperti itu. Ingat apa yang Goebbels katakan, "Kebohongan yang diulang-ulang akan diterima sebagai kebenaran." Mari sudahi narasi basi yang membuat mati nurani.


    Ketiga, tinggal diam dan tinggal tenang. Orang yang grusa-grusu seringkali justru membuat kekisruhan. Orang yang cepat marah justru jadi orang yang kalah. "Angry people are not always wise," ujar Jane Austin dalam Pride and Prudice. Bukankah 'anger' (amarah) yang diumbar justru menjadi 'danger' (bahaya) yang bukan saja mencelakakan orang lain, tetapi juga diri sendiri.


    Mari belajar untuk merasa puas dengan apa yang kita miliki. Seperti kata Jane Austin, "I must learn to be content with being happier than I deserve."detikcom


    Oleh: Xavier Quentin Pranata pelukis kehidupan di kanvas jiwa

  • Varane: Selamat Tinggal, Real Madrid

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co- Raphael Varane tinggal selangkah lagi diresmikan sebagai pemain Manchester United. Tibalah saatnya bagi Varane untuk mengucap selamat tinggal kepada Real Madrid.


    MU dan Madrid belum lama ini menjalin kesepakatan untuk transfer bek internasional Prancis itu. Varane akan meninggalkan Madrid setelah menghabiskan 10 tahun yang sukses di sana.


    Selama berkostum 'blanco, Varane telah membuat 360 penampilan dengan sumbangan 18 gol. Bek tengah berusia 28 tahun ini membantu Real Madrid memenangi 18 trofi, di antaranya tiga La Liga dan empat Liga Champions.


    Di Madrid pula, Raphael Varane mendapatkan reputasi sebagai salah satu bek tengah terbaik dunia saat ini. Kini jelang kepindahannya ke Manchester United, Varane mengirim salam perpisahan kepada Real Madrid dan penggemarnya lewat Instagram.


    "Hari-hari terakhir ini diisi oleh banyak sekali emosi, perasaan yang sekarang ingin kubagi dengan kalian semua," tulis Varane di media sosial. "Setelah 10 tahun yang luar biasa dan menakjubkan di Real Madrid, klub yang akan selalu ada dalam hatiku, tiba hari untuk mengucapkan selamat tinggal."


    "Sejak aku tiba di 2011, bersama-sama kami telah melebihi seluruh ekspektasi dan mencapai banyak hal yang tidak pernah kuimpikan. Aku ingin berterima kasih kepada semua pelatih dan orang-orang yang bekerja atau pernah bekerja di klub untuk segala hal yang pernah mereka lakukan untukku."


    "Banyak-banyak terima kasiih kepada seluruh Madridistas yang selalu memberiku banyak kasih sayang dan dengan tuntutan besar mereka, mereka mendorongku untuk memberikan yang terbaik dan berjuang untuk setiap kesuksesan," sambung dia dikutip M.E.N.


    "Aku merasa terhormat berbagi ruang ganti dengan para pemain terbaik di dunia. Kemenangan yang tidak terhitung yang tidak akan pernah kulupakan, terutama 'La Decima'. Aku sadar selama ini ada privilese besar sehingga bisa mengalami momen-momen istimewa seperti itu."


    "Pada akhirnya, aku ingin berterima kasih kepada semua warga Spanyol terutama kota Madrid, di mana dua anakku dilahirkan. Negara ini akan selalu istimewa untukku. Ini adalah perjalanan yang luar biasa. Aku pergi dengan perasan telah memberikan segalanya dan aku tidak akan mengubah satu hal pun di dalam cerita kita," pungkas Varane.detikcom/nor


  • Trump Sempat Tekan Plt Jaksa Agung Soal Hasil Pilpres AS

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co-Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat menekan Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Jeffrey Rosen, supaya mau menyatakan pemilihan umum dan presiden pada November 2020 yang dimenangkan Joe Biden sarat kecurangan.


    Dilansir CNN, fakta itu terungkap dari catatan tangan pembicaraan melalui telepon antara Trump, Rosen dan Wakil Jaksa Agung, Richard Donoghue, pada 27 Desember 2020 silam. Di dalam pembicaraan itu terungkap Trump memang berupaya keras untuk membalikkan hasil pemilu dan pilpres AS, demi membantu upaya yang dilakukan oleh fraksi Republik di Senat AS.


    Dalam pembicaraan telepon itu Trump menekan Rosen dan Donoghue supaya segera menyatakan hasil pemilu dan pilpres tidak sah dan sarat kecurangan. Padahal Kementerian Hukum AS sama sekali tidak menemukan bukti kecurangan saat pemungutan suara dari konstituen.


    "Tinggal bilang saja pemilu curang, dan sisanya serahkan kepada saya dan anggota Kongres dari Partai Republik," demikian isi petikan dialog Trump dan Rosen serta Donoghue.


    Catatan pembicaraan Trump dengan Rosen dan Donoghue dipaparkan oleh Komisi Pengawas dari Dewan Perwakilan. Saat itu Rosen dan Donoghue naik menjadi Plt Jaksa Agung dan Wakil Jaksa Agung setelah William Barr mengundurkan diri karena berselisih dengan Trump terkait masalah pemilu.


    Catatan pembicaraan itu menjadi bukti terbaru tentang upaya Trump untuk menekan Kementerian Hukum supaya mau mendukung klaim soal indikasi kecurangan dalam pilpres AS, sehingga dia kalah dari Biden.


    Cerita tentang upaya Trump menekan Kejaksaan Agung kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan komisi itu, selain pengusutan pemicu serangan terhadap Gedung Kongres pada 6 Januari lalu yang dilakukan oleh para pendukung Trump.


    Saat itu para pendukung Trump berupaya menghalangi upaya Kongres untuk mengesahkan hasil pilpres dan kemenangan Joe Biden-Kamala Harris.


    Sampai saat ini juga tidak ditemukan bukti-bukti yang mendukung klaim Trump ada indikasi kecurangan pada pilpres 2020 lalu.


    "Catatan tangan ini memperlihatkan Trump secara langsung berupaya menggunakan pengaruhnya untuk mempengaruhi petinggi lembaga penegak hukum untuk membalikkan hasil pemilu yang bebas dan adil di akhir masa jabatannya," kata Ketua Komisi Pengawas Dewan Perwakilan, Carolyn Maloney, dalam pernyataan pers.cnnindonesia/nor


  • Jasad Wanita Mengapung Di Pantai Andam Dewi Teridentifikasi

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Jasad wanita yabg ditemukan mengapung di Pantai Lapangan Pasir Andam Dewi Jalan Jenderal Sudirman, Bengkalis Jumat (30/7/21) sekitar pukul 11.00 WIB dan membuat geger, telah teridentifikasi.


    Korban bernama Peny Moviana berumur 48 tahun, ibu rumah tangga (IRT) beralamat di Jalan Gatot Soebroto Gang Sederhana, Kelurahan Rimbas Sekampung, Kecamatan Bengkalis.


    Korban teridentifikasi setelah anak korban Bagus Topo (24) sekitar pukul 16.30 WIB memperoleh informasi yang beredar adanya penemuan mayat perempuan di Pantai Lapangan Pasir Andam Dewi Jalan Sudirman, Bengkalis.


    Anak korban langsung pergi ke RSUD Bengkalis untuk memastikan video yang beredar tersebut. Sesampainya di RSUD, bahwa perempuan tersebut adalah benar orang tuanya.


    "Ya, sudah teridentifikasi. Anak korban menerangkan ibunya ada mengalami gangguan jiwa atau stress dan sudah sering dibawa berobat. Korban diketahui sudah tidak ada di rumah sejak pukul 10.00 WIB oleh pihak keluarga," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K, M.T melalui Kapolsek Bengkalis AKP Syeh Sarip Hidayatullah, Jumat (30/7/21) malam.


    Selanjut jenazah korban dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan ke rumah duka.


    Informasi tambahan, sebelum ditemukan, sekitar pukul 10.45 WIB korban terlihat sejumlah pengunjung taman jongkok di pinggiran turap pantai.


    Setelah beberapa waktu, korban tidak lagi berada di tempat dan tiba-tiba terdengar suara orang mengatakan ada mayat di lokasi penemuan.rtc/nor


  • Korupsi Dana Desa, Kejari Pelalawan Jebloskan Kades Segamai Ke Penjara

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menjebloskan Kepala Desa (Kades) Segamai, Kecamatan Teluk Meranti, Rizaldi ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, terkait dugaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Segamai Tahun 2019 dan 2020 senilai Rp1 miliar.


    Penahanan terhadap Rizaldi itu dilakukan, Jumat (30/7/21). Dia dititipkan di Rutan Kelas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan.


    "Rizaldi merupakan tersangka dugaan korupsi penyimpangan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Segamai Tahun 2019 dan 2020. Atas perbuatannya, disinyalir negara mengalami kerugian sebesar Rp1 miliar,"kata Kepala Kejari (Kajari) Pelalawan, Silpia Rosalina SH melalui Kasi Pidsus Andre Antonius SH, .


    Dikatakan, sebelum ditahan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Selanjutnya, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes Covid-19, dan hasil menyatakan Rizaldi sehat dan tidak terpapar virus corona.


    Andre memaparkan, penahanan itu dilakukan guna memperlancar proses penanganan perkara. Yakni, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 21 ayat (4) KUHAP, dan memenuhi keadaan-keadaan sebagaimana dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP.


    Pihaknya telah mempersiapkan menjerat tersangka dengan  Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.


    Dugaan korupsi ini berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat terkait adanya kejanggalan pada pelaksanaan pembangunan semenisasi di Desa Segamai. Selain terbengkalai, juga ditemukan tumpukan material semen merek tiga roda sebanyak 200 sak telah membeku di lokasi proyek tersebut.nor


  • Perusahaan Korea Tertarik Kelola Limbah Sampah di Riau Jadi Energi Terbarukan

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pemprov Riau mendapat tawaran bisnis dari perusahaan Korea Selatan (Korsel) Daechan Engineering & Construction (E&C), untuk mengelola limbah sampah menjadi energi terbarukan.


    Pertemuan yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Riau H Masrul Kasmy berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas PMPTSP Lantai 2 Menara Lancang Kuning, Jumat (30/7/2021). Perwakilan Daechan Engineering & Construction (E&C) CO, Jungrok Seo, dalam pertemuan tersebut menyampaikan pendekatan Daehan di Indonesia secara spesifik di Provinsi Riau tidak hanya mengolah sampah yang ada di masyarakat tapi juga mengolah sampah yang ada di TPA atau TPS. 


    Ia menambahkan, pihaknya memiliki target agar bisa mengolah sampah dari kotak dan sampah yang ada di TPA tanpa menggunakan energi tambahan dari luar.


    "Pendekatan ini juga telah di implementasikan di Provinsi Riau secara khusus di TPA Muara Fajar di Kota Pekanbaru, kami telah memasang mesin pilot atau mesin skala kecil dari pengolahan sampah yang berada di TPA maupun sampah diluar TPA," ungkap Jungrok Seo.


    Pada kesempatan tersebut, Pj Sekdaprov Riau Masrul Kasmy menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov Riau) menyambut baik dengan adanya rencana kerjasama dengan Daehan E&C. Namun menurutnya pengelolaan limbah sampah menjadi energi terbarukan ini lebih tepatnya disampaikan ke Pemerintah Kota khususnya Pemerintah Kota Pekanbaru.


    "Kami menyambut baik dengan adanya kerjasama ini, alangkah baiknya kalau merealisasikan manajemen limbah pengelolaan sampah dan energi terbarukan itu dikoordinasikan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru," ujarnya. 


    Sementara itu, setelah mendengar penjelasan dari Jungrok Seo, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau Embiyarman menyampaikan bahwa pihaknya sangat tertarik tentang bagaimana pengelolaan sampah yang telah Daehan Engineering & Construction (E&C) lakukan diseluruh indonesia.


    "Kami sangat tertarik sekali mengenai pengelolaan sampah, terutama sampah bisa diolah subsidi yang sama seperti subsidi batubara dengan 350 kalori," katanya. 


    Penggunaan batubara di Provinsi Riau khusus untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya berjumlah 2000 - 4000 ton perharinya, dengan kilo kalori 4200 kilo kalori.


    "Kalau seandainya memang ada pengelolaan lebih ditingkatkan lagi dari 3500 ini sangat - sangat menarik sekali untuk kita kelola di Provinsi Riau," tambahnya.


    Pertemuan kerjasama ini ditutup dengan foto bersama dan penyerahan simbolis dari Provinsi Riau kepada pihak Daechan Engineering & Construction.


    Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mamun Murod, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Eka Ariefyanto Putra, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Helmi D dan OPD - OPD terkait lainnya.nor

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com yLx3F0.jpg