BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Abrasi di Inhil, Tujuh Rumah Rusak dan Lansia Nyaris Terseret Arus

    By redkoranriaudotco → Minggu, 19 Juli 2026


    KORANRIAU.co,PEKANBARU-
    Bencana abrasi kembali terjadi di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (18/7/26). Kali ini, tujuh rumah warga, satu pelabuhan tambat kapal, serta sekitar 200 meter jalan jerambah kayu di Kelurahan Kuala Enok mengalami kerusakan akibat terkikisnya tanah oleh hantaman ombak laut.


    Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.50 WIB itu berlangsung di Jalan Almujahiddin RT 002/RW 004 dan Jalan Nirwana RT 001/RW 005. Selain merusak permukiman dan fasilitas umum, seorang warga lanjut usia bernama Hj Marwiyah (65) nyaris menjadi korban setelah tidak sempat keluar dari rumah saat tanah longsor terjadi dan sempat terbawa arus.Beruntung, korban berhasil diselamatkan warga sekitar.

    Kalaksa BPBD Kabupaten Inhil Raja Arliansyah mengatakan sebanyak tujuh rumah yang dihuni delapan kepala keluarga (KK) atau 25 jiwa terdampak dalam bencana tersebut. 

    Selain itu, satu pelabuhan tambat kapal dan sekitar 200 meter jalan jerambah kayu juga mengalami kerusakan. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

    "Tim Reaksi Cepat BPBD telah melakukan kaji cepat di lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta mendata seluruh dampak yang ditimbulkan akibat abrasi," ujar Raja Arliansyah.

    Ia menambahkan, abrasi dipicu hantaman ombak laut yang terus mengikis bibir pantai ditambah kondisi kontur tanah yang labil. Karena itu, potensi abrasi susulan masih tetap ada apabila kondisi gelombang laut terus terjadi.

    "Kami merekomendasikan pengamanan lokasi, percepatan penyaluran bantuan kepada warga terdampak, serta kajian teknis penanganan abrasi agar kejadian serupa tidak semakin meluas. Untuk keselamatan, aliran listrik di rumah yang terdampak juga diputus sementara," tambahnya. rpc
  • Hanya Agustus Ini, Bapenda Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau kembali memberikan keringanan bagi masyarakat Riau melalui penghapusan denda pajak kendaraan bermotor (PKB). 



    Masyarakat yang menunggak pajak kendaraannya cukup membayar pajak pokok tanpa dikenai denda satu rupiah pun.


    Program penghapusan denda pajak tersebut digulirkan kembali dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau yang jatuh pada 9 Agustus mendatang.


    Meski program tersebut sempat tidak diwacanakan kembali oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), namun Plt Gubernur Riau kembali membuka program tersebut demi meringankan beban masyarakat Riau.

    Kepala Bapenda Provinsi Riau Ninno Wastikasari mengatakan, program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor tersebut digulirkan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.

    Ia menyebut, program itu akan berlangsung selama satu bulan penuh pada Agustus mendatang.

    "Dalam rangka HUT Riau ke-69, Insya Allah direncanakan bulan Agustus, cuma 1 bulan," sebut Ninno, Ahad (19/7/2026).

    Dengan adanya program penghapusan denda PKB tersebut, tentunya ini menjadi angin segar bagi masyarakat Riau.
    Terutama pemilik kendaraan yang selama ini masih memiliki tunggakan pajak bertahun-tahun.

    Melalui program tersebut, denda yang harus dibayar masyarakat akibat keterlambatan pembayaran pajak akan dihapuskan. Pemilik kendaraan nantinya cukup membayar pajak pokok kendaraan yang menjadi kewajibannya. ck
     
  • Polres Pelalawan Amankan 10 Kubik Kayu Hasil Illegal Logging

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan mengamankan sekitar 10 kubik kayu olahan yang diduga berasal dari aktivitas illegal logging di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan. Kayu tersebut ditemukan di Dermaga Tasik, Dusun Pematang Tengah, Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

    Penemuan itu bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya tumpukan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan lindung. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Pelalawan melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) berkoordinasi dengan Polsek Kerumutan dan mendatangi lokasi pada Kamis, 16 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

    Tim yang dipimpin Kanit Tipidter Satreskrim Polres Pelalawan IPTU Asbon Mairizal, S.Psi., M.H., bersama personel Polsek Kerumutan menemukan tumpukan kayu olahan dengan volume sekitar 10 kubik di sekitar kawasan dermaga.

    Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai untuk mencari pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas pengolahan maupun pengangkutan kayu tersebut. Namun, saat pemeriksaan dilakukan tidak ditemukan adanya pelaku di lokasi.

    Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Pelalawan AKP Thomas B. Siahaan, S.Sos., mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberantas praktik perusakan hutan di wilayah hukum Polres Pelalawan.

    "Polres Pelalawan tidak akan memberi ruang bagi pelaku illegal logging. Saat ini barang bukti telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pemilik dan jaringan yang terlibat," ujar Thomas.

    Barang bukti berupa kayu olahan tersebut kini diamankan di Mapolres Pelalawan. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan aktivitas pembalakan liar tersebut.

    Polres Pelalawan juga akan meningkatkan patroli di sejumlah kawasan rawan illegal logging serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi SM Kerumutan. rtc



  • Basarnas Cari Pemuda Diterkam Buaya di Sungai Mampu Dumai

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Tim Basarnas Pekanbaru menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia berupa satu orang diduga diterkam buaya di Muara Sungai Mampu, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Sabtu (18/7/26).


    Berdasarkan informasi yang diterima dari anggota Polsek Sungai Sembilan, peristiwa tersebut  terjadi saat Korban sedang memancing bersama rekannya di kawasan Muara Sungai Mampu, dekat PT SDO, dalam kondisi air pasang.

    Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, Saat hendak menyeberangi sungai, korban sempat diperingatkan oleh rekannya agar tidak menyeberang. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.

    Ketika berada di tengah penyeberangan, seekor buaya tiba-tiba muncul dari semak-semak di tepi sungai dan diduga menerkam korban. Korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya menghilang.

    “Rekan korban langsung berusaha memberikan pertolongan dengan terjun ke sungai, namun korban tidak berhasil ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga korban dan Polsek Sungai Sembilan. Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian oleh masyarakat bersama aparat kepolisian,” katanya.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Basarnas Pekanbaru melalui Unit Siaga SAR Dumai memberangkatkan 5 personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar ±18 kilometer untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

    Selama operasi berlangsung, Tim SAR akan melakukan pemantauan dan analisis kondisi di lapangan, melaksanakan pencarian bersama unsur SAR gabungan, serta mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat apabila berhasil ditemukan.

    Tim juga mengimbau seluruh masyarakat dan unsur yang terlibat dalam pencarian agar selalu mengutamakan keselamatan mengingat lokasi kejadian merupakan habitat satwa liar dan memiliki potensi bahaya.

    “Adapun data korban adalah IK alias Ajib (21), beralamat di Jalan Bambu RT 18, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai,” paparnya.

    Pihaknya juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan upaya pencarian bersama seluruh unsur SAR gabungan hingga korban berhasil ditemukan. Dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar. mcr
  • Lepas Peserta Riau Bhayangkara Run, Ini Kata Plt Gubri

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai pelaksanaan Riau Bhayangkara Run 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Tahun 2026. Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, di depan Kantor Polda Riau, Minggu (19/7/26).


    Ajang olahraga ini tidak sekadar menjadi wadah untuk membangun pola hidup sehat, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mengusung tema "Riau Melawan Karhutla", Riau Bhayangkara Run 2026 menjadi simbol sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau, Polda Riau, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengajak seluruh peserta menjadikan Riau Bhayangkara Run sebagai momentum mempererat persatuan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
    Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga Riau dari ancaman karhutla.

    "Semoga peringatan ini dapat kita laksanakan dengan sukses dan lancar. Pada hari ini, kita memperingati Hari Bhayangkara dengan mengusung tema 'Riau Melawan Karhutla' sebagai bukti nyata komitmen dan semangat bersama dalam mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau," ujarnya.

    Ia menilai keberhasilan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kegiatan yang melibatkan berbagai unsur seperti Riau Bhayangkara Run menjadi simbol kuatnya sinergi dalam menjaga keamanan dan kelestarian daerah.

    "Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2026. Semoga sinergi yang telah terjalin ini terus terjaga demi mewujudkan Riau yang aman, nyaman, dan bebas dari bencana karhutla," tutupnya.

    Sementara itu, Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan Riau Bhayangkara Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara Polri, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun kepedulian kolektif dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di Provinsi Riau.

    "Riau Bhayangkara Run merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara yang kami kemas sebagai ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen untuk terus menumbuhkan budaya hidup sehat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan," jelasnya.

    Ia menjelaskan, tema "Riau Melawan Karhutla" dipilih sebagai pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan memerlukan perhatian serta keterlibatan semua pihak. Oleh karena itu, Polda Riau terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Riau, TNI, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla.

    "Kami mengajak seluruh masyarakat Riau untuk bersama-sama menjaga alam dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis Riau dapat tetap aman, hijau, serta terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. mcr
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com