BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Komisi V DPRD Riau dan Disnakertrans Kawal Sampai Tuntas dan Pastikan Seluruh Hak Eks Karyawan RPG Dibayarkan

    By redkoranriaudotco → Kamis, 20 Agustus 2026

    Eks Karyawan Riau Pos Group dihadirkan saat RDP di komisi V DPRD Riau bersama Disnakertrans


    KORANRIAU.co, PEKANBARU  – Bentuk kesriusan para wakil rakyat, puluhan eks karyawan Riau Pos Grup (RPG) dihadirkan oleh Komisi V DPRD Riau ke ruang komisi untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau, Kamis pagi (20/8/2026).


    Kehadiran para eks karyawan RPG tersebut untuk mencari solusi terkait hak mereka, seperti pesangon dan hak-hak eks karyawan dalam bentu lain, yang belum dibayarkan oleh manajemen Riau Pos Grup yang baru.


    Para eks karyawan RPG tersebut diterima oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau Abdul Kasim, Sekretaris Komisi V Robin Hutagalung, bersama anggota Komisi V Septina Primawati dan Magdalisni. Dari Disnakertrans Provinsi Riau langsung hadir kepala dinas Roni Rakhmat.


    Pada kesempatan itu, Robin Hutagalung mengatakan, apa yang menjadi hak eks karyawan itu memang harus dibayarkan. Komisi V akan mengawal dan memastikan hak-hak itu sampai tuntas dibayarkan oleh Manajemen RPG.


    Kemudian, ia juga memberikan sejumlah solusi, salah satunta adalah melapor secara resmi ke Disnakertrans Provinsi Riau.


    “Kita sangat menyayangkan sikap manajemen Riau Pos Grup tersebut. Kita berharap pihak Disnaker Riau segera merespon apa yang menjadi permasalahan karyawan RPG ini. Kami sarankan, buat surat resmi ke Disnaker Riau. Nanti Komisi V akan terus kawal sampai tuntas,” tegas Robin.


    Kepada para eks karyawan RPG, Robin juga meminta agar segera membuat surat laporan resmi terkait hak dan pesangon yang belum dibayarkan tersebut. Buatkan sekaligus kronologis, seperti apa upaya yang sudah dilakukan. Sehingga Disnaker Riau bisa segera memanggil Manajemen RPG.


    “Kita sama-sama gerak cepat, buat surat laporan resminya dan sampaikan ke Disnaker agar segera bisa diproses dan disampaikan juga ke pihak perusahaan. Kami juga akan terus mengawal persoalan ini,” kata Robin lagi.


    Roni Rakhmat: Manajemen RPG, Bayar Hak Eks Karyawan


    Sementara itu, Kadisnakertrans Riau Roni Rakhmat menegaskan, pihak perusahaan harus membayarkan apa yang menjadi hak para mantan karyawannya.


    “Kita tegaskan, pihak manajemen Riau Pos Grup harus membayarkan apa yang sudah menjadi hak para mantan karyawan itu. Apa yang jadi hak orang, ya harus dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku, jangan ditunda-tunda,” tegas Roni.


    Disnakertrans Riau akan segara memroses masalah ini sesuai aturan. Begitu laporan resmi masuk, langsung akan kita proses. Tak akan ditunggu lama-lama dan gerak cepat.


    “Kita respon dan kita proses segera setelah surat laporan resminya masuk. Minggu depan kita periksa semuanya dan kita minta perusahaan juga memberikan data yang diperlukan,” lanjut Roni menjelaskan.


    Salah satu perwakilan eks karyawan RPG Khairul Amri mengatakan, sejauh ini ia dan eks karyawan RPG lainnya, lewat kuasa hukum di LBH Tuah Negeri Nusantara, sudah melayangkan somasi ke perusahaan. Namun, sejauh ini menurut Khairul, perusahaan tidak menunjukkan itikad baiknya.


    “Ini adalah kelanjutan dari perjuangan saya dan teman-teman untuk mendapatkan hak-hak yang belum diberikan oleh perusahaan. Kita sudah layangkan somasi, lewat LBH, dan itu dibalas seadanya.


    Nampak jelas, kalau Manajemen RPG yang baru ini, tidak ada itikad baik. Oleh karena itu, kita kemari untuk meminta agar DPRD Riau sebagai rumah para wakil rakyat mengawal kasus ini,” tegas Khairul Amri. (IR)

  • Catat Sejarah Keinsinyuran Indonesia, SF Hariyanto Gubernur Pertama Raih IPU

    By redkoranriaudotco →

     



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto, MT resmi memperoleh predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). 

    Capaian ini sekaligus menempatkan SF Hariyanto sebagai Plt Gubernur pertama yang meraih jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) di Indonesia, sebuah pencapaian penting dalam penguatan profesionalisme keinsinyuran di lingkungan pemerintahan daerah.

    Berdasarkan Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional yang diterbitkan PII, SF Hariyanto ditetapkan sebagai Insinyur Profesional Utama (Executive Professional Engineer) dengan Nomor Sertifikasi 3-15-00-000772-00. Sertifikat ditetapkan di Jakarta pada 14 Agustus 2026 dan berlaku selama 5 (lima) tahun.

    Pencapaian tersebut diperoleh setelah SF Hariyanto mengikuti wawancara calon Insinyur Profesional yang diselenggarakan Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) pada, Jumat (14/8/2026) lalu secara daring melalui video conference. Proses tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan BKS PII Nomor 070/BKS-PII/MUK/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.
    Dalam asesmen tersebut, Majelis Uji Kompetensi terdiri dari Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Wakil Ketua Umum PII; Ir. Habibie Razak, M.M., IPU., FIEAust., ASEAN Eng., Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat; serta Dr. Ir. Aksan Kawanda, S.T., M.T., IPU., ACPE., ASEAN Eng., Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti.

    SF Hariyanto juga didampingi unsur PII Riau, yakni H. Aswandi, S.E., Dewan Pembina PII Riau sekaligus Ketua Umum DPP ASPEKNAS; Ir. H. Irving Kahar Arifin, M.E., IPU., ASEAN Eng., Dewan Penasehat PII Riau; serta Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.

    Pada asesmen tersebut, SF Hariyanto mempresentasikan pengalaman pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Sudirman-Imam Munandar, Pekanbaru. 

    Salah satu tantangan penting yang dipaparkan adalah ketika PT Istaka Karya (Persero) menghadapi proses kepailitan saat progres pekerjaan baru sekitar 63 persen, sehingga masih terdapat sekitar 37 persen pekerjaan yang harus dituntaskan menjelang PON XVIII Tahun 2012. 

    Pengalaman tersebut memperlihatkan kemampuan dalam penyelesaian persoalan teknis, manajemen krisis proyek, koordinasi lintas pihak, pengendalian mutu, waktu dan biaya, serta pengambilan keputusan strategis.

    Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono memberikan apresiasi terhadap pengalaman profesional yang dipaparkan SF Hariyanto. Kemampuan menyelesaikan persoalan yang mencakup aspek teknis, manajemen, administrasi, hukum, koordinasi lintas pihak hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis dipandang sebagai gambaran praktik keinsinyuran yang nyata. 

    Apresiasi juga disampaikan Ir. Habibie Razak, yang menilai perjalanan panjang SF Hariyanto menunjukkan kematangan seorang insinyur dalam menghadapi persoalan lapangan sekaligus kapasitas kepemimpinan keinsinyuran pada tingkat strategis.

    Sementara itu, H. Aswandi, S.E. mengapresiasi capaian tersebut dan berharap keberhasilan SF Hariyanto menjadi motivasi bagi pelaku jasa konstruksi dan generasi insinyur di Riau untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memperkuat profesionalisme.

    Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., pada, Kamis (20/08/2026) menyampaikan, benar Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional Bapak Gubernur sudah keluar dan disampaikan oleh Pengurus Pusat Kepada Kami di PII Wilayah kami tentu sangat mengapresiasi atas pencapaian tersebut.

    "PII Wilayah Riau mengucapkan selamat kepada Bapak S.F. Hariyanto atas diraihnya predikat Insinyur Profesional Utama. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena beliau merupakan Plt. Gubernur pertama di Indonesia yang meraih jenjang IPU. Ini merupakan pengakuan profesional atas kompetensi, pengalaman, kepemimpinan, dan perjalanan panjang beliau dalam bidang keinsinyuran, khususnya pembangunan infrastruktur," katanya. 

    Menurut Ulul Azmi, capaian IPU tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para insinyur, khususnya ASN dan praktisi keinsinyuran di Provinsi Riau, untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme serta melaksanakan praktik keinsinyuran sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

    Semakin banyak Insinyur Profesional di Riau, semakin kuat pula fondasi profesionalisme dalam pembangunan daerah. Insinyur tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut memenuhi standar, menjunjung etika profesi, serta memperhatikan keselamatan dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.

    PII Wilayah Riau berharap pencapaian SF Hariyanto sebagai Insinyur Profesional Utama dapat menjadi contoh bagi kepala daerah di Seluruh Indoneusa, ASN berlatar belakang ilmu Rumpun Keinsinyuran, dan para praktisi untuk meningkatkan kompetensi profesi keinsinyuran. 

    Kehadiran seorang pimpinan daerah dengan jenjang IPU juga diharapkan semakin memperkuat penerapan standar, etika, keselamatan, dan profesionalisme keinsinyuran dalam pembangunan Provinsi Riau. rls/nor


  • Polres Bengkalis Tangkap Dua Pembakar Lahan

    By redkoranriaudotco →

      



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Budi Mulya, Dusun Antara, Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

    Kedua tersangka masing-masing berinisial BS (36) dan ZJ (52). Penetapan tersangka dilakukan pada Rabu (19/8/26), setelah penyidik Satreskrim Polres Bengkalis melakukan gelar perkara serta serangkaian pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti.

    Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Yohn Mabel mengatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan kepolisian.

    “Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti serta hasil gelar perkara,” ujar AKP Yohn.

    Peristiwa kebakaran lahan tersebut diketahui pada Sabtu (8/8/26) sekitar pukul 23.00 WIB. Informasi awal diperoleh setelah petugas melakukan penelusuran hotspot melalui Dashboard Lancang Kuning dan dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi.

    Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi menemukan lahan terbakar di Jalan Budi Mulya, Desa Damai. Lahan tersebut diketahui merupakan milik tersangka BS.

    Luas lahan yang digarap diperkirakan mencapai sekitar satu hektare, sementara area yang terbakar sekitar 0,5 hektare. Di lokasi, petugas juga menemukan tanaman kelapa sawit yang baru ditanam sekitar tiga minggu sebelumnya serta sebuah pondok yang digunakan untuk beristirahat saat berkebun.

    Dalam proses penyidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya cangkul, korek gas, parang, pupuk dolomit, tanah dan batang kayu bekas terbakar, tanaman kelapa sawit yang terbakar, ember, jerigen racun rumput, lampu pelita serta dua unit telepon seluler.

    “Kami masih melakukan pendalaman terhadap peran masing-masing tersangka dan akan melengkapi berkas perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelas AKP Yohn.

    Atas perkara tersebut, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 308 ayat (1) juncto Pasal 311 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana kebakaran lahan.

    Penyidik selanjutnya akan melengkapi administrasi penyidikan, mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), serta melakukan pemeriksaan ahli, termasuk ahli laboratorium forensik dan ahli perkebunan. rtc
  • Plt Gubri SF Hariyanto: Kolaborasi Kunci Utama Atasi Karhutla

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni hingga masyarakat bergerak bersama untuk mencegah titik api sekaligus memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.


    Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, mengatakan sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menjaga Riau dari ancaman karhutla. Menurutnya, pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah tetapi membutuhkan keterlibatan elemen masyarakat.

    "Alhamdulillah, kami berkolaboratif antara pemerintah, TNI/Polri, Manggala Agni hingga juga masyarakat di Provinsi Riau terus menggalakkan jangan membakar hutan. Kita terus berkoordinasi untuk menjaga situasi," ujar Plt Gubri SF Hariyanto di Polda Riau, Kamis (20/8/26).

    Dijelaskan, Pemprov Riau bersama forkopimda juga telah mengeluarkan maklumat sebagai bentuk penegasan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Imbauan tersebut diperkuat melalui koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tokoh masyarakat hingga LAMR.

    "Kami telah mengeluarkan maklumat agar tidak membakar hutan. Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota, Pak Kapolda, Pak Pangdam, tokoh masyarakat, dan Lembaga Adat Melayu Riau juga menghimbau masyarakat bahwa kebakaran hutan itu sangat membahayakan," jelasnya.

    Ia menegaskan, maklumat tersebut menjadi komitmen bersama yang harus dipegang oleh pemerintah, lembaga maupun organisasi terkait. Dengan adanya kesepahaman tersebut, setiap persoalan karhutla yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera ditangani tanpa menunggu api meluas.

    "Nah, maklumat inilah yang pemerintah, lembaga, dan organisasi pegang bersama. Kalau misal ada terjadi satu atau dua permasalahan (karhutla) dalam wilayah ini kita langsung menanganinya," tegasnya.

    Dalam penanganan karhutla, dukungan TNI dan Polri hingga Mangga Agni memiliki peran penting. Kesiapsiagaan bersama-sama dinilai mampu mempercepat respons terhadap potensi kebakaran sekaligus memperkuat upaya menjaga kondisi Bumi Lancang Kuning tetap aman.

    "Yang penting kami di sini semuanya berkolaboratif. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam dan Bapak Kapolda beserta jajarannya ini luar biasa, tanpa dukungan mereka Riau tidak aman," ungkapnya.

    Selain mengandalkan koordinasi langsung di lapangan, Pemprov Riau bersama forkopimda juga memanfaatkan teknologi untuk memantau potensi karhutla. Melalui pemantauan jarak jauh tersebut, dapat digunakan untuk melihat informasi titik panas secara cepat.

    "Kami di sini ada dashboard Lancang Kuning. Jadi di Polda, Kodam, Kantor Gubernur, hingga BPBD ada aplikasi itu sehingga kami bisa memantaunya. Begitu nampak ada hotspot, kami segera mengirim tim ke sana," tuturnya.

    Menurutnya, kecepatan dalam mendeteksi dan merespons titik panas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki kewenangan dan kemampuan penanganan di lapangan.

    Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla. Plt Gubri SF Hariyanto menilai partisipasi masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pencegahan, terutama dalam memastikan tidak ada aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran.

    "Yang penting kami antara TNI, Polri, hingga masyarakat terus melakukan kolaborasi. InsyaAllah Riau ini bisa terjaga dengan baik," pungkasnya. mcr/nor
  • Plt Gubri SF Hariyanto Apresiasi Perusahaan Rigid Jalan Lipat Kain - Lubuk Agung Kampar Kiri

    By redkoranriaudotco → Rabu, 19 Agustus 2026



    KORANRIAU.co,KAMPAR- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto  meninjau perbaikan ruas jalan Lipat Kain– Lubuk Agung, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar Riau, usai menghadiri pembukaan pacu jalur di Teluk Kuantan, Rabu (19/8/26).


    Adapun perbaikan jalan ini sepenuhnya dilakukan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Yuni Bersaudara Sejahtera. Panjang ruas jalan yang diperbaiki 3 kilometer konstruksi rigid (beton) dengan biaya sekitar Rp30 miliar.

    Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, upaya seperti ini merupakan wujud dari kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha.

    Di tengah anggaran pemerintah yang terbatas, pihak swasta hadir membantu, sehingga masyarakat tetap mendapatkan infrastruktur yang layak guna mendorong roda perekonomian di daerah terdampak. Ia menilai perbaikan jalan ini menjadi contoh nyata kontribusi perusahaan terhadap infrastruktur publik.

    “Inilah yang saya maksud bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam perbaikan infrastruktur jalan. Kami berharap perusahaan-perusahaan lain di Riau juga melakukan hal yang sama,” katanya.

    Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha itu diharapkan dapat memicu perusahaan lain untuk melakukan hal serupa.
    Pengerjaan ruas Lipat Kain – Lubuk Agung telah berlangsung sekitar tujuh bulan. Jalan ini merupakan jalur provinsi yang kondisinya sebelumnya banyak berlubang dan rusak.

    “Kalau dalam hitungan 1 kilometer pembangunan jalan rigid itu Rp10 miliar. Dengan panjang 3 kilometer, kita mendapat bantuan perbaikan jalan sekitar Rp30 miliar dari perusahaan tersebut,” ujar SF Hariyanto.

    Menurut dia, kolaborasi semacam ini harus diperluas ke seluruh wilayah Riau. Keterlibatan dunia usaha dalam memperbaiki jalan akan mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur daerah.
    Pemerintah provinsi juga telah menjalin komunikasi dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk perbaikan jalan lintas di Rokan Hulu. Terutama terhadap Ruas jalan yang dilintasi oleh pipa minyak PHR.

    Menurut SF Hariyanto, kerja sama seperti ini menunjukkan peran perusahaan tidak hanya berhenti pada aspek bisnis. Kontribusi terhadap infrastruktur publik memberi dampak langsung bagi mobilitas warga dan distribusi barang.

    Pemerintah provinsi akan terus mendorong kesepakatan serupa dengan pelaku usaha lain. Perbaikan jalan oleh swasta dinilai strategis untuk menutup keterbatasan anggaran daerah.

    “Ke depan, kami akan tetap mendorong kerja sama seperti ini harus lebih banyak lagi,” ucap SF Hariyanto.

    Tujuan utamanya, kata dia, adalah memastikan kontribusi perusahaan terlihat jelas dan bermanfaat bagi masyarakat. Jalan yang mulus akan menurunkan biaya transportasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Kontribusi perusahaan itu jelas dan berdampak kepada masyarakat. Akses jalan yang baik akan menggerakkan ekonomi warga,” tutup SF Hariyanto. nor
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com