BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Kisah Lawatan Presiden AS ke China, Kecewa Tak Disambut Meriah

    By redkoranriaudotco → Minggu, 17 Mei 2026



    KORANRIAU.co- Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China menjadi berita internasional.


    Sebab kunjungan terjadi di tengah kondisi dunia yang sedang bergejolak akibat perang Iran. Presiden Donald Trump disambut meriah sejak turun dari pesawat. Dia disambut oleh pasukan juga warga yang bersorak.

    Namun, ada kisah yang membuat rombongan Negeri Paman Sam itu merasa kurang dihormati, yakni ketika Presiden Richard Nixon berkunjung ke China.

    Peristiwa itu terjadi pada 22 Februari 1972, yang merupakan kunjungan pertama Presiden Amerika Serikat ke negeri tirai bambu itu.

    "Tidak ada tempat di planet kecil ini bagi satu miliar orang yang berpotensi paling cakap untuk hidup dalam isolasi yang penuh amarah," kata Richard Nixon, setelah terpilih pada tahun 1968, mendorong hubungan yang lebih baik dengan Tiongkok meskipun ada ketegangan dan permusuhan historis.

    Sebelumnya pada tahun 1971, Penasihat Keamanan Nasional dan calon Menteri Luar Negeri Henry Kissinger melakukan dua perjalanan ke Tiongkok - yang pertama dilakukan secara rahasia - untuk berkonsultasi dengan Perdana Menteri Zhou Enlai.


    Dikutip dari laman Associaton for Diplomatic Studies Training, adst.org, membuka hubungan dengan China memberikan beberapa keuntungan, pertama pembukaan hubungan akan memberi lebih banyak fleksibilitas di panggung dunia secara umum. Tidak hanya akan berurusan dengan Moskow juga dapat berurusan dengan Eropa Timur.

    Kedua, dengan membuka hubungan dengan China akan menarik perhatian Rusia dan mendapatkan lebih banyak pengaruh terhadap mereka melalui permainan kartu Tiongkok yang jelas ini.

    Disepakati bahwa rombongan akan tiba di China pada 22 Februari 1972, dan tinggal hingga tanggal 28 Februari 1972, waktu Tiongkok.

    Presiden Nixon akan pergi terlebih dahulu ke Beijing, kemudian ke Hangzhou untuk menikmati keindahan alamnya dan sekadar mengunjungi tempat lain. Kemudian akan pergi ke Shanghai dan meninggalkan Tiongkok dari sana. Kira-kira akan ada satu hari di Hangzhou dan Shanghai, dan empat atau lima hari di Beijing.

    "Namun, ketika kami mendarat di Bandara Beijing, mungkin secara naif saya agak kecewa dengan apa yang saya anggap sebagai sambutan yang kurang hangat dari pihak Tiongkok. Kami mengharapkan ribuan orang bersorak gembira, setelah 22 tahun permusuhan," kata Winston Lord, anggota staf perencanaan Dewan Keamanan Nasional dan mendampingi Nixon dalam kunjungannya tersebut.

    "Ternyata hanya ada sedikit orang, termasuk pasukan kehormatan Angkatan Darat Tiongkok. Melihat ke luar jendela ke arah upacara penyambutan, saya berpikir bahwa hari itu juga cukup kelabu. Ini tidak tampak seperti peristiwa monumental, sebagaimana seharusnya," ujarnya lagi.

    Ia kemudian menjadi penasihat kebijakan utama untuk Tiongkok, Duta Besar untuk Tiongkok, dan Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik.

    Pada dasarnya, pihak China ingin membuat seolah-olah Nixon ingin datang dan China cukup ramah untuk mengundangnya.

    "Jadi, kami menjalani proses negosiasi pertama kami yang sangat melelahkan mengenai masalah itu. Pada satu titik, kami menghentikan negosiasi, bukan karena marah, tetapi hanya karena menyadari bahwa kami berada di jalan buntu. Kami mengira pihak Tiongkok akan kembali bernegosiasi dalam beberapa jam ke depan," kata Lord.

    "Kissinger, aku, dan yang lainnya berjalan-jalan di luar, karena kami tahu bahwa kami sedang disadap, dan kami tidak bisa membahas strategi dan taktik kecuali kami berjalan di luar. Mungkin pepohonan juga disadap. Siapa yang tahu? Aku ingat kami menunggu berjam-jam. Pihak Tiongkok mungkin mencoba membuat kami kehilangan keseimbangan dan mungkin sedang merencanakan posisi mereka sendiri. Kemungkinan besar, Zhou En-lai harus berkonsultasi dengan Mao Zedong," ia menambahkan.
    cnnindonesia

  • Ronaldo Gagal Bawa Al Nassr Juara ACL 2

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Cristiano Ronaldo gagal membawa Al Nassr juara AFC Champions League Two (ACL) 2 usai takluk dari wakil Jepang, Gamba Osaka 0-1 pada laga final di Al Awwal Park, Riyadh, Minggu (17/5).


    Kekalahan ini jelas terasa menyakitkan buat Ronaldo dan kawan-kawan. Hal ini lantaran Al Nassr gagal merengkuh gelar juara meski bermain di hadapan publik sendiri.

    Buat Ronaldo kegagalan ini membuat puasa gelarnya bersama Al Nassr masih terus berlanjut. Kapten timnas Portugal itu kembali gagal membawa Al Nassr juara.

    Gamba membuka keunggulan di laga ini pada menit ke-29. Gol Gamba dijaringkan oleh Deniz Hummet.

    Gol ini bermula dari umpan yang dikirimkan oleh Issam Jebali. Hummet yang berada di kotak penalti melepaskan tembakan ke pojok kiri gawang Al Nassr yang tidak bisa diantisipasi Bento.

    Tertinggal 0-1, Al Nassr lebih agresif dalam melancarkan tekanan. Sejumlah peluang didapat anak asuh Jorge Jesus termasuk dari Ronaldo.

    CR7 melepaskan tembakan yang masih bisa diamankan kiper Gamba Osaka, Rui Araki.

    Upaya lainnya kemudian datang dari kompatriot Ronaldo, Joao Felix. Kali ini tembakan Joao Felix menerpa tiang gawang Gamba Osaka.

    Al Nassr terus berupaya untuk bisa mencetak gol penyama kedudukan. Namun, Gamba Osaka bisa bertahan dengan baik untuk menjaga keunggulan 1-0 dan memastikan mereka merengkuh gelar ACL 2.
    cnnindonesia

  • Anggota TNI di Palembang Tewas Diduga Ditembak Rekan, Keluarga Minta Pelaku Dipecat

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 16 Mei 2026



    KORANRIAU.co- Keluarga anggota TNI yang tewas diduga ditembak sesama anggota TNI aktif di Kafe Panhead Palembang, Sumatera Selatan, meminta pelaku dipecat dari institusi. Korban merupakan Pratu F (23) yang berdinas di Denkesyah Palembang.


    Adik korban, Faraditha (19) mengaku sangat terpukul atas meninggalnya sang kakak. Ia mengatakan pertama kali mendapat kabar insiden tersebut saat sedang mengikuti perkuliahan pada Sabtu (16/5) pagi.

    "Saya sempat pergi ke RS Permata, tapi waktu sampai di sana ternyata sudah dibawa ke RS Bhayangkara," kata Ditha mengutip detikcom.

    Keluarga meminta pelaku yang diduga menembak korban hingga meninggal dunia untuk diproses secara tegas.

    "Kami meminta pelaku dihukum seberat - beratnya dan dipecat dari TNI," ujarnya.

    Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di TPU Sematang borang, Palembang. Sementara itu, Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan insiden itu dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

    Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap kejadian tersebut dan telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh di lapangan.

    "Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," kata Yordania.

    Ia menjelaskan Denpom 2/IV Palembang masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti

    TNI juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

    Yordania mengatakan proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta di lapangan.

    "Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif," katanya. cnnindonesia

  • Realisasi Investasi Riau Triwulan I Tembus Rp12,85 Triliun

    By redkoranriaudotco →

    Foto: Vera Angelika.

    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan I (Januari- Maret) mencapai Rp12,85 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp72,5 triliun. Capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Provinsi Riau masih terjaga dengan baik.

    Namun untuk mencapai target tahunan tersebut, dukungan pemerintah pusat melalui penguatan kebijakan investasi, fasilitasi penyelesaian hambatan usaha, dan sinkronisasi pusat-daerah menjadi sangat penting dalam mendorong percepatan realisasi investasi di Provinsi Riau.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau Vera Angelika OK mengatakan, capaian tersebut menempatkan Riau di peringkat ke-15 secara nasional.

    Dia menjelaskan, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Riau berada di peringkat ke-10 dengan nilai Rp9,6 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 197,01 juta dolar AS atau setara Rp3,25 triliun.

    "Realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp12,85 triliun ini menunjukkan bahwa Riau tetap menjadi daerah yang menarik bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terutama di wilayah Sumatera," kata Vera Angelika, Sabtu (16/5/2026).

    Sedangkan di tingkat regional Sumatera, Riau bahkan mencatat posisi yang kuat, yakni peringkat ke-3 untuk PMDN maupun PMA.

    Kontribusi investasi masih didominasi wilayah strategis. Kota Dumai menjadi penyumbang terbesar dengan Rp3,05 triliun (23,70 persen), diikuti Kota Pekanbaru Rp2,55 triliun (19,88 persen).

    Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir Rp1,74 triliun (13,56 persen), Kabupaten Rokan Hilir Rp1,13 triliun (8,82 persen), dan Kabupaten Pelalawan Rp1,04 triliun (8,14 persen).

    Dari sisi investor asing, Singapura masih menjadi mitra utama dengan kontribusi 70,77 persen atau sekitar Rp2,3 triliun. Disusul Malaysia, serta Bermuda, Seychelles, dan Kepulauan Virgin Inggris.

    Sektor usaha yang menjadi penopang utama investasi mencerminkan kekuatan struktur ekonomi Riau, yakni industri makanan Rp2,825 triliun (21,98 persen), tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp2,24 triliun (17,46 persen).

    Kemudian, industri kimia dan farmasi Rp1,83 triliun (14,21 persen), perumahan dan kawasan industri Rp1,12 triliun (8,75 persen), serta pertambangan Rp1,05 triliun (8,17 persen). Kelima sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen total investasi.

    Karena itu, sebut Vera, arah kebijakan ke depan difokuskan pada penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

    “Kami terus mendorong pengembangan industri hilir. Saat ini DPMPTSP bersama perangkat daerah tengah mengidentifikasi produk-produk hilir dari perusahaan PMA dan PMDN, agar Riau semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah dan ekonomi hijau," terangnya.

    Optimisme juga diperkuat dengan sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan. Di antaranya kelanjutan Tol Lingkar Pekanbaru ruas Rengat-Pekanbaru, pengembangan Kawasan Industri Buruk Bakul, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 Gigawatt (GW) di Pulau Rangsang.

    "Proyek-proyek ini akan menjadi pengungkit investasi ke depan, memperkuat konektivitas, menarik industri pengolahan, serta mendukung transisi energi bersih di Riau," tambahnya.

    Pemprov Riau juga terus meningkatkan kualitas layanan publik melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia sesuai arahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.

    "Dengan pelayanan yang semakin prima, kami optimistis iklim investasi akan semakin kondusif, dunia usaha berkembang, dan peluang kerja bagi masyarakat terus terbuka," tutupnya. ck

     

  • Polda Riau Bongkar Sindikat TPPO di Dumai

    By redkoranriaudotco →


     

    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau berhasil menggagalkan upaya pengiriman empat calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural ke Malaysia melalui Pelabuhan Pelindo I Dumai.

     

    Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial J yang diduga berperan sebagai calo sekaligus penghubung jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

    Pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas pemberangkatan PMI ilegal di kawasan pelabuhan internasional Dumai. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Intel Air Ditpolairud Polda Riau langsung bergerak melakukan penyamaran dan penyelidikan tertutup di lokasi.

    Saat melakukan pemantauan Senin (11/5/26) sekitar pukul 09.45 WIB, petugas mendapati seorang pria yang sedang membagikan paspor kepada empat calon PMI yang akan diberangkatkan ke Malaysia menggunakan kapal Ferry Indomal. Petugas yang curiga langsung melakukan pengamanan terhadap pria tersebut beserta empat calon PMI untuk dimintai keterangan.

    Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui tersangka J diduga hanya berperan sebagai pelaksana lapangan. Ia mengaku diperintah oleh seseorang berinisial S yang saat ini diduga berada di wilayah Lampung dan disebut sebagai pengendali jaringan.

    “Tersangka J bertugas menjemput para calon PMI dari terminal bus di Dumai, menyediakan tiket penyeberangan, serta mengarahkan mereka agar memberikan keterangan tidak sebenarnya kepada petugas imigrasi dengan alasan hanya berkunjung ke rumah saudara di Malaysia,” ungkap penyidik.

    Selain mengamankan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa empat paspor, empat tiket Ferry Indomal tujuan Malaysia, satu unit handphone Samsung Galaxy A22 warna hitam, serta 108 lembar screenshot percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan perekrutan dan pengiriman PMI ilegal.

    Dir Polairud Polda Riau Kombes Pol. Apri Fajar Hermanto, S.I.K. menegaskan bahwa pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan Polda Riau dalam memberantas praktik perdagangan orang yang memanfaatkan jalur pelabuhan dan perairan di wilayah pesisir Riau.

    “Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga negara Indonesia yang hendak diberangkatkan secara nonprosedural. Para korban sangat rentan mengalami eksploitasi, kekerasan, bahkan kehilangan perlindungan hukum ketika bekerja di luar negeri tanpa dokumen dan mekanisme resmi,” tegas Dir Polairud Polda Riau.

    Ia menambahkan bahwa wilayah perairan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga memang rawan dimanfaatkan jaringan TPPO dan pengiriman PMI ilegal. Karena itu, Ditpolairud bersama instansi terkait akan terus memperketat pengawasan di pelabuhan rakyat maupun pelabuhan internasional.

    “Kami tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga akan memburu aktor utama dan jaringan yang berada di belakangnya. Pengembangan kasus masih terus dilakukan, termasuk pengejaran terhadap pelaku utama berinisial S yang diduga mengendalikan perekrutan dan pemberangkatan calon PMI ilegal ini,” lanjutnya.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau lebih waspada terhadap modus perekrutan tenaga kerja ilegal yang menjanjikan gaji besar dan proses cepat tanpa dokumen resmi.

    “Masyarakat jangan mudah percaya terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak sesuai prosedur. Pastikan seluruh dokumen dan proses penempatan dilakukan secara resmi agar mendapatkan perlindungan hukum dan keselamatan kerja,” imbau Dir Polairud Polda Riau.

    Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Pelaku terancam pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda minimal Rp120 juta hingga maksimal Rp600 juta.

    Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

    Penyidik turut menerapkan Pasal 68 Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia karena proses penempatan dilakukan tanpa memenuhi persyaratan resmi sebagaimana diatur undang-undang. Tidak hanya itu, tersangka juga dipersangkakan Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait turut serta melakukan tindak pidana, serta Pasal 17 ayat (1) KUHP mengenai percobaan tindak pidana.

    Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Riau guna menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara aparat kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan TPPO lintas daerah tersebut. rtc

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com