BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Pemprov Riau Tidak Gelar Open House

    By redkoranriaudotco → Jumat, 20 Maret 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU -  Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 400.6/3245/SJ Tanggal 17 Maret, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau memutuskan untuk tidak menggelar open house pada Idul Fitri 1447 H. 

    Kadis Kominfo Riau Supriyadi menerangkan, meskipun Plt Gubri tidak menggelar kegiatan open house, namun untuk menghargai dan menghormati tradisi dan budaya masyarakat terutama yang melakasanakan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri, maka Plt Gubri tetap menerima secara terbuka dan sederhana bagi masyarakat yang ingin bersilaturahim dikediaman pada hari raya pertama Idul Fitri 1447 H

    Supriyadi menekankan, Plt Gubri menerima silaturahmi secara sederhana hanya satu hari saja, yakni pada Hari Raya Pertama Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 

    "Untuk open house tidak ada sesuai edaran Mendagri, namun Plt Gubri tetap menerima secara terbuka bagi masyarakat yang ingin bersilaturahim dikediaman hanya satu hari saja yaitu pada Hari Raya pertama Idul Fitri 1447," ujarnya, Kamis (19/03/26). 

    Sebagaimana diketahui, Mendagri telah mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada gubernur, bupati/wali kote se Indonesia terkait imbauan halal bihalal dan open house hari raya Idul Fitri 1447.

    Dalam edaran tersebut dijelaskan, sehubungan dengan surat Menteri Sekretariat Negara nomor B-40/MS/HL.00/03/2026 H bawaan terkait halal bihalal dan open house hari raya Idul Fitri 1447.

    Berkenan dengan masih adanya musibah bencana alam terjadi di berbagai wilayah tanah air yang berdampak pada kehidupan masyarakat, serta mewaspadai dampak yang mungkin timbul akibat dinamika global, maka dengan ini Mendagri menghimbau Pemda dan seluruh jajarannya untuk dapat mengurangi kegiatan seremonial halal bihalal dan open open house dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 

    Serta mengutamakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat antara lain melalui pemberian santunan, kegiatan sosial dan kegiatan produktif lainnya. 

    "Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H semoga ibadah yang kita jalani membawa keberkahan serta semakin memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara," ujar Mendagri melalui edaran tersebut. mcr

     

  • Gubri Beri Apresiasi Semangat Polda Dukung Pelayanan Infrastruktur Publik

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co,,PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mendukung dan mengapresiasi langkah Polda Riau yang menginisiasi program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Langkah ini dinilai sejalan dan bersinergi dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam memaksimalkan pelayanan publik dari aspek infrastruktur.

     

    Apalagi dalam implementasinya, pihak Polda Riau mengedepankan semangat kolaborasi dalam melibatkan berbagai stakeholder terkait. Semangat bahu membahu ini diyakini menjadi salah satu alternatif solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dari sisi layanan akses transportasi publik di Bumi Melayu Lancang Kuning.

     

    Kendati demikian, seiring waktu berjalan keterlibatan pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menimbulkan pro dan kontra. Alhasil, dengan berbagai pertimbangan positif, kontribusi lembaga Baznas diputuskan untuk tidak diliabatkan.

     

    Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menilai, langkah positif dan dukungan pihak Polda Riau sejatinya perlu didukung dan diapresiasi serta disikapi dengan bijak. Apalagi pendekatan yang dilakukan Polda Riau justru menjadi contoh baik dalam membangun infrastruktur berbasis kolaborasi lintas sektor, tanpa membebani anggaran pemerintah maupun dana sosial masyarakat.

     

    “Inikan langkah positif dan perlu kita dukung. Selain itu sejak awal, Polda Riau tidak pernah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Riau maupun Baznas terkait pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Ini murni gerakan kolaboratif yang dibangun atas semangat gotong royong dan kebersamaan,” papar Plt Gubri SF Hariyanto.

     

    Dalam penerapannya, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang berangkat dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

     

    “Yang dibangun adalah semangat kebersamaan. Ada kontribusi dari dunia usaha melalui CSR, ada partisipasi masyarakat, dan ini menjadi model pembangunan yang sangat positif,” lanjutnya.

     

    Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolri kepada seluruh jajaran Polda di Indonesia, termasuk Polda Riau, untuk bergerak aktif mengeksekusi pembangunan infrastruktur sederhana yang mampu membuka akses wilayah, meningkatkan konektivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.


    Dalam konteks tersebut, Plt Gubri menilai Polda Riau hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam mempercepat pemerataan pembangunan dari sisi infrastruktur. Khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur dasar dalam bentuk akses jembatan.

     

    Sementara itu, Polda Riau mengapresiasi niat baik dan kepedulian Baznas Provinsi Riau yang sempat berencana ikut berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.

     

    Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau Kombes Pol Daniel Muharam menegaskan bahwa semangat kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

     


    “Pada prinsipnya, kami sangat mengapresiasi niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat,” ujar Daniel.

     

    Namun demikian, Daniel menjelaskan bahwa Polda Riau saat ini telah memiliki skema pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

     

    “Pembangunan jembatan ini sejak awal kami dorong melalui pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, dunia usaha melalui CSR, akademisi, masyarakat, serta media. Alhamdulillah, kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi,” jelasnya.

     

    Ia menambahkan, sebagian besar pembangunan jembatan didukung oleh CSR perusahaan serta partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.

     

    Seiring dengan dinamika yang berkembang, Baznas Provinsi Riau secara resmi memutuskan untuk membatalkan rencana kontribusi bantuan sebesar Rp3 miliar dalam pembangunan tersebut.

     

    Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan menyampaikan bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk evaluasi atas situasi dan respons publik yang muncul.

     

    “Melihat dinamika yang berkembang saat ini, Baznas mengevaluasi kembali keikutsertaan dalam program ini,” ujar Masriadi.

     

    Ia menegaskan bahwa sejak awal keterlibatan Baznas didasari oleh niat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

     


    “Program ini kami pandang memiliki manfaat besar bagi masyarakat,” jelasnya.

     

    Masriadi juga menegaskan bahwa dana yang direncanakan berasal dari infak masyarakat yang penggunaannya bersifat fleksibel untuk kepentingan umum.

     

    “Kami sangat memahami dan menghormati keputusan Polda Riau. Prinsip kami di Baznas adalah memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun, baik zakat, infak, maupun sedekah, disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Masriadi.

     

    Namun demikian, Baznas memilih untuk tidak melanjutkan kontribusi tersebut demi menjaga kepercayaan publik.

     

    “Kami tidak ingin merusak kepercayaan masyarakat. Dalam kaidah yang kami pegang, menghindari mudarat lebih diutamakan daripada mengambil maslahat,” terangnya. rls/nor 

    ­­

  • Momen Idul Fitri 1447 H, PGN Pekanbaru Hadir Layani Pelanggan Setulus Hati

    By redkoranriaudotco → Kamis, 19 Maret 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Dalam semangat kebersamaan dan kehangatan Hari Raya Idulfitri, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Area Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pelanggan yang tetap optimal, bagi pelanggan Energi Baik Gas Bumi.

     

    Momentum Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner menjadi perhatian utama PGN. Layanan energi tidak hanya dipastikan tetap mengalir, tetapi juga dihadirkan dengan respons cepat, kepedulian tinggi, dan standar keselamatan yang terjaga.

     

    Bagi pelanggan rumah tangga, keandalan gas bumi menjadi penopang utama aktivitas memasak selama perayaan. Sementara itu, bagi pelaku usaha kuliner, keberlangsungan pasokan energi menjadi faktor krusial dalam memenuhi lonjakan permintaan.

     

    PGN mengoperasikan layanan siaga 24 jam dengan dukungan tim teknis yang tersebar di titik strategis, memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat. Sistem monitoring distribusi gas juga diperkuat untuk menjaga stabilitas tekanan dan aliran selama periode puncak konsumsi.

     

    "Idulfitri adalah momen istimewa bagi masyarakat. Karena itu, kami hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi sebagai bagian dari kenyamanan dan ketenangan pelanggan dalam merayakan hari kemenangan," ujar Area Head PGN Area Pekanbaru, Charly Simanullang.

     

    Selain aspek keandalan layanan, PGN juga terus mengedukasi pelanggan terkait penggunaan gas bumi yang aman, termasuk pentingnya pengecekan instalasi, ventilasi yang memadai, serta kewaspadaan terhadap potensi kebocoran bagi pelanggan yang melaksanakan mudik lebaran.

     

    Melalui kesiagaan penuh dan dedikasi para Perwira di lapangan, PGN memastikan bahwa layanan pelanggan tetap hadir setulus hati untuk mengalirkan energi baik gas bumi, menjaga kenyamanan, dan mendukung kebahagiaan pelanggan setia energi baik gas bumi dalam merayakan hari raya Idulfitri 1447 H. rls/nor 

     

  • Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Pelalawan

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan menggerebek sebuah rumah di Jalan Simpang Pancing, Desa Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, dan menangkap dua pria yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu.


    Penggerebekan dilakukan pada Senin, 16 Maret 2026 sekitar pukul 00.20 WIB, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba di lokasi tersebut.

    Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K melalui Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan IPTU Haryanto Alex Sinaga, S.H., M.H mengatakan, tim opsnal yang dipimpinnya langsung melakukan penyelidikan sebelum akhirnya melakukan penindakan.

    “Setelah mendapatkan informasi yang akurat, tim langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan dua orang laki-laki,” kata Haryanto, Rabu (18/3/2026).

    Dua tersangka tersebut diketahui bernama Faizal dan Riko Santoso. Dari penggeledahan awal, petugas menemukan satu dompet kecil warna coklat yang berisi dua paket diduga sabu dengan berat kotor 1,07 gram, serta satu unit telepon genggam.

    Dari hasil interogasi, Faizal mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial MD yang kini masih dalam penyelidikan polisi.

    Pengembangan kemudian dilakukan terhadap Riko Santoso, setelah Faizal mengaku telah memberikan sebagian sabu kepadanya. Saat dilakukan penggeledahan di kediaman Riko, petugas menemukan empat paket sabu dengan berat kotor 0,83 gram yang disimpan di bawah kasur kamar.

    Selain itu, polisi juga menyita satu unit telepon genggam dari tangan Riko. Dalam pemeriksaan, Riko mengaku mendapatkan sabu tersebut dari Faizal.

    Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Polres Pelalawan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu pemasok berinisial MD yang diduga sebagai sumber barang haram tersebut. rtc

  • Posisi Hilal di Bawah Kriteria, PBNU Prediksi Lebaran Sabtu 21 Maret

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) memprediksi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu (21/3) karena posisi hilal yang masih berada di bawah kriteria imkan rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).


    Data falakiyah menunjukkan pada Kamis (19/3) atau 29 Ramadan, tinggi hilal di Indonesia berkisar antara 0 derajat 49 menit hingga 2 derajat 53 menit.

    Sementara elongasi hilal berada di rentang 4 derajat 36 menit hingga 6 derajat 09 menit.

    Meski secara posisi hilal sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia, kondisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal versi Nahdlatul Ulama. Hal ini menempatkan hilal pada zona istihalah al-rukyah atau secara teoritis tidak mungkin terlihat.

    "Hilal di seluruh Indonesia berada di atas ufuk, tetapi masih di bawah kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), sehingga berada pada zona istihalah al-rukyah," demikian keterangan resmi LF PBNU dikutip dari situs NU Online, Rabu (18/3).

    Dalam kondisi tersebut, rukyatul hilal tetap dilaksanakan pada Kamis petang sebagai bagian dari kewajiban fardlu kifayah.

    Pengamatan dilakukan di berbagai titik di Indonesia oleh jejaring Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) dengan metode mata telanjang maupun bantuan alat optik seperti teleskop dan kamera.

    LF PBNU menegaskan penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah. Keputusan tersebut akan menjadi dasar bagi PBNU dalam menyampaikan ikhbar kepada warga Nahdlatul Ulama.

    Apabila dalam rukyatul hilal tidak terdapat laporan terlihatnya hilal, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu.

    "Apabila hilal tidak terlihat dalam rukyatul hilal, maka Nahdlatul Ulama akan mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan istikmal Ramadan sehingga 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu Pahing 21 Maret 2026," kata LF PBNU.

    Kementerian Agama bakal menggelar sidang isbat besok, Kamis (19/3), untuk menentukan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.

    Sementara itu, Muhammadiyah sudah menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh 20 Maret 2026.

    Penetapan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

    Perbedaan ini sering terjadi setiap tahun karena ketidaksamaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. cnnindonesia

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com