BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Lagi, Polda Riau Ungkap Penimbun 1.200 Liter BBM Subsidi di Kuansing

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 11 April 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Polda Riau kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas praktik culas penyalahgunaan energi bersubsidi. Polisi kembali membongkar mafia penyalahgunaan bio solar subsidi.


    Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kombes Ade Kuncoro Ridwan mengatakan pihaknya berhasil membongkar sindikat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar yang dialirkan secara ilegal untuk menyokong aktivitas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

    "Dalam operasi penggerebekan tersebut, petugas mengamankan seorang pria paruh baya berinisial HC (54), warga Dusun Batang Moncak, Desa Pasar Baru Pangean," ujar Ade Jumat (10/4/2026).

    Ade mengtakaan pelaku HC diduga kuat menjadi aktor intelektual di balik distribusi solar ilegal yang selama ini menjadi "napas" bagi operasional mesin-mesin dongfeng di lokasi tambang emas ilegal yang kian meresahkan masyarakat di wilayah Pangean.

    Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat pada Kamis (9/4/2026) pagi yang mencurigai adanya aktivitas pengangkutan BBM secara tidak wajar. 
    Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Subdit IV Ditreskrimsus bergerak cepat melakukan penyelidikan di kawasan Jembatan Tepian Rajo, Desa Pulau Tonga, Kecamatan Pangean, guna memastikan kebenaran praktik menyimpang tersebut.

    "Saat penggerebekan berlangsung, pelaku tertangkap basah tengah memindahkan solar di halaman belakang sebuah rumah. Sebuah unit mobil pick up Chevrolet bernomor polisi BA 8082 L ditemukan di lokasi dalam kondisi sedang digunakan untuk memobilisasi puluhan jerigen berisi solar subsidi," jelas Ade.

    Tak tanggung-tanggung, polisi menyita total sekitar 1.200 liter solar dari tangan pelaku. Barang bukti tersebut terdiri dari 300 liter yang disimpan dalam tangki kendaraan yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, serta 900 liter lainnya yang sudah terisi penuh di dalam 30 buah jerigen, lengkap dengan peralatan mesin hisap untuk mempermudah pemindahan bahan bakar.

    Kasubdit IV Tipidter AKBP Teddy Ardian menjelaskan modus operandi pelaku adalah dengan membeli solar di SPBU menggunakan harga subsidi pemerintah yang murah. 

    Solar tersebut kemudian ditimbun sementara sebelum dijual kembali dengan harga selangit kepada para pelaku tambang emas ilegal di Kuansing demi meraup keuntungan pribadi yang berlipat ganda. Atas tindakan egois yang merugikan rakyat kecil dan negara tersebut, HC kini harus mendekam di sel tahanan. 

    "Pelaku HC dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang membawa ancaman hukuman pidana serius bagi para mafia BBM," ucap Teddy.

    Teddy menegaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan BBM subsidi, terutama yang berkaitan dengan aktivitas ilegal yang merusak lingkungan. Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi oknum lainnya agar tidak lagi bermain-main dengan hak masyarakat dan kelestarian ekosistem di Riau. mcr
  • Sempat Kabur, Penambang Emas Ilegal Kuansing Ditangkap Polisi

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- HE, pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) asal Desa Seberang Pulau Busuk Kecamatan Inuman yang diamankan Polsek Kuantan Hilir, dan sempat kabur dengan cara memanfaatkan situasi aksi massa yang demo Selasa (7/4/2026) malam.


    Kini HE kembali berhasil ditangkap Polres Kuansing di Kecamatan Gaung, Inhil, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di rumah kerabatnya.

    "HE diamankan Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB di rumah kerabatnya Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil," ujar Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, SH. SIK. MH, Jumat (10/4/2026) di Mapolres Kuansing.

    Dikatakan Hidayat Perdana, pasca penangkapan oleh Polsek Kuantan Hilir Selasa (7/4/2026) sore, malamnya Polsek didatangi massa.

    Personel Polsek Kuantan Hilir melihat aksi massa yang sudah mulai gaduh lalu keluar. Begitu pula dengan penyidik yang tengah memeriksa HE untuk dimintai keterangan, juga keluar.

    Sedangkan HE tinggal sendiri di dalam ruangan. Melihat personel Polsek Kuantan Hilir yang lengah dan fokus pada antisipasi aksi massa yang mulai gaduh, dimanfaatkan HE untuk keluar dari Polsek Kuantan Hilir.

    "HE manfaatkan situasi ini. Dia keluar sendiri dari Polsek Kuantan Hilir tanpa diketahui personel. Dan bukan sengaja dilepaskan atau dijemput ke dalam oleh massa," terang Hidayat Perdana.

    Massa yang melihat HE sudah keluar lalu membubarkan diri. Dari keterangan HE, saat keluar Polsek Kuantan Hilir, malam itu juga dia lari ke Kecamatan Gaung Kabupaten Inhil menggunakaan travel.

    Namun, pihak kepolisian mengantongi informasi. Makanya personel langsung mengejar pelaku ke Gaung.

    "Aktivitas PETI adalah pelanggaran hukum, dan kita akan tetap tindak tegas," tegasnya.

    Saat ini, HE sudah diamankan di Mapolres Kuansing untuk pemeriksaan lebih lanjut. rtc
  • Polisi Selidiki Kasus Tewasnya Siswa SMP di Siak saat Praktik Sains

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Seorang siswa SMP Islamic Center, M Aqil (15) tewas saat memperagakan senapan rakitan 3D yang merupakan bagian dari praktik sains di sekolah. Korban dikenal sebagai sosok siswa cerdas yang kerap mengikuti sejumlah lomba robotic.


    "Muhammad Aqil ini pernah menjuarai atau mengikuti beberapa kompetisi robotic dari Universitas Riau," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

    Nama M Aqil cukup dikenal karena karya-karyanya dalam biang sains. Pandra menyebut Aqil bukan kali ini melakukan uji coba terhadap temuan-temuannya.

    "Cukup dikenal dalam bidang science dan teknologi dan ini sekian kalinya diuji coba," katanya.

    Polda Riau menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya M Aqil dalam insiden ledakan tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan tersebut.

    Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan peristiwa terjadi saat korban menjalani praktik sains di sekolah. Korban dan teman-temannya mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan rakitan 3D.

    "Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan," katanya

    Korban dan rekan-rekan lainnya sedang dalam kegiatan ujian praktek sains pelajaran IPA. Masing-masing kelompok memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.

    Ketika giliran kelompok korban MA, dia menyuruh teman kelompoknya menjauh dari titik TKP. Korban hendak memperagakan ujian praktiknya berupa senapan 3D rakitan.

    MA mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senapan yang dibuatnya. Akan tetapi pada saat ditembakkan terjadi ledakan di senapan rakitan tersebut. Ledakan itu menyebabkan kepulan asap disusul berhamburannya sejumlah material.

    "Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut," ujarnya.

    Korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

    "Sejumlah barang bukti terkait proyek sains tersebut turut diamankan untuk keperluan penyelidikan," tandasnya. rtc
  • Wako Agung Nugroho Instruksikan LPS Kelurahan Angkut Sampah Setiap Hari

    By redkoranriaudotco → Jumat, 10 April 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya membenahi sistem pengelolaan limbah rumah tangga guna menciptakan lingkungan kota yang bersih dan sehat. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara tegas mendorong Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang berada di setiap kelurahan untuk mengoptimalkan kinerja mereka. Fokus utama yang ditekankan adalah memastikan pengangkutan sampah dari lingkungan masyarakat menuju trans depo dilakukan secara rutin setiap hari.

     

     

    Selain memperketat pengawasan terhadap pengelola, Agung juga mengingatkan masyarakat Pekanbaru untuk meningkatkan disiplin dalam membuang sampah. Warga diminta untuk menaati ketentuan waktu buang sampah yang telah ditetapkan agar selaras dengan jadwal pengangkutan armada LPS. Ketertiban masyarakat dianggap sebagai kunci pendukung keberhasilan sistem pengangkutan yang tengah dioptimalkan.

    Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap potensi penumpukan sampah di pemukiman warga. Agung menjelaskan bahwa pihak pemkot saat ini tengah melakukan pengawasan ketat serta evaluasi mendalam terhadap kinerja seluruh LPS. Ia tidak ingin adanya keterlambatan pengangkutan yang seringkali menjadi pemicu utama keluhan masyarakat terkait aroma tidak sedap dan pemandangan kumuh di sudut-sudut kelurahan.

    "Ini sedang kita evaluasi. Kita dorong dan kita targetkan terus bagaimana LPS bisa meramu skema yang tepat agar sampah ini benar-benar bisa diangkat setiap harinya dari rumah warga," ujar Agung Nugroho saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Jumat (10/4/2026).

    Ia berharap setiap pengelola memiliki manajemen armada dan personel yang solid demi pelayanan maksimal. Lebih lanjut, Agung menyebutkan bahwa sejatinya sudah ada komitmen bersama yang disepakati antara Pemko Pekanbaru dengan para pengelola LPS.

    Komitmen tersebut menitikberatkan pada tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan itu adalah kewajiban memastikan tidak ada sampah yang mengendap lebih dari 24 jam di lingkungan warga sebelum dibawa ke tempat penampungan sementara.

    Namun demikian, Wali Kota tidak menampik bahwa di lapangan masih ditemukan kendala serius, salah satunya adalah keberadaan angkutan sampah mandiri ilegal. Oknum pengelola angkutan tanpa izin ini seringkali mengatasnamakan pemerintah saat memungut iuran dari warga. Hal ini dinilai merusak sistem tata kelola sampah yang sedang dirapikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pekanbaru.

    Agung menyoroti perilaku oknum angkutan mandiri ilegal tersebut yang kerap membuang sampah sembarangan setelah mengambilnya dari rumah pelanggan. Tindakan tidak bertanggung jawab ini memicu munculnya titik-titik tumpukan sampah baru di pinggir jalan protokol maupun area terbuka hijau yang bukan merupakan tempat pembuangan resmi.

    "Sampah yang diambil justru dibuang di pinggir-pinggir jalan. Inilah yang membuat tumpukan sampah baru dan merusak estetika kota," tegasnya.

    Selain memperketat pengawasan terhadap pengelola, Agung juga mengingatkan masyarakat Pekanbaru untuk meningkatkan disiplin dalam membuang sampah. Warga diminta untuk menaati ketentuan waktu buang sampah yang telah ditetapkan agar selaras dengan jadwal pengangkutan armada LPS. Ketertiban masyarakat dianggap sebagai kunci pendukung keberhasilan sistem pengangkutan yang tengah dioptimalkan.

    Sebagai solusi jangka panjang, Wali Kota mengajak masyarakat mulai membudayakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik yang memiliki nilai guna, volume sampah yang dibuang ke TPA diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Transformasi perilaku ini diharapkan mampu menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga cerdas dalam mengelola limbahnya. mcr

     

  • PGN Group Raih 9 Penghargaan PROPER 2025

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,JAKARTA – Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan operasional bisnis yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Atas langkah konkret tersebut, PGN Group berhasil meraih 4 (empat) Emas dan 5 (lima) PROPER Hijau pada Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/26).


    PROPER Emas merupakan peringkat tertinggi dalam Penghargaan PROPER atas pengelolaan dan inovasi sosial – lingkungan (CSR) secara konsisten yang berdampak besar bagi masyarakat dan berkelanjutan.
    Daftar PGN Group yang mendapatkan PROPER Emas:
    1. PGN Stasiun Pagardewa
    2. Pertamina Gas (Pertagas) Operation Kalimantan Area (OKA)
    3. Pertamina Gas (Pertagas) Operation East Java Area (OEJA)
    4. Pertamina Gas (Pertagas) Operation South Sumatera Area (OSSA)

    Sedangkan PROPER Hijau diberikan atas pengelolaan lingkungan yang melampaui dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance). Daftar PGN Group yang mendapatkan PROPER Hijau:
    1. Pertamina Gas (Pertagas) Operation West Java Area (OWJA)
    2. PGN Stasiun Panaran
    3. PGN Stasiun Cimanggis
    4. PGN Sales and Operation Region III
    5. Saka Energi Indonesia

    Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Transformasi ini menjadi pondasi penting bagi masa depan industri nasional, dimana pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat berjalan dalam satu arah yang tidak terpisahkan.

    “PROPER Emas dan Hijau yang didapatkan tahun ini merupakan bukti konsistensi PGN Group tidak hanya fokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga berdedikasi terhadap penurunan emisi, efisiensi energi, pelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis gas bumi harus berjalan selaras dengan kelestarian ekosistem sekitar,” ujar Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto.

    Capaian ini tentunya juga didukung oleh berbagai inovasi unggulan dalam membantu masyarakat agar lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi dengan mengoptimalkan hasil bumi di lingkungan, program pelatihan keterampilan bagi masyarakat serta pengembangan pengembangan ekonomi kreatif berbasis energi bersih.

    Salah satu penghargaan PROPER Emas diberikan kepada Stasiun Kompresor Gas Pagardewa di Sumatera Selatan berkat program inovatif Pesona Tani Dewa (Pertanian Sustainable, Optimal, dan Adaptif Petani Pagardewa) yang dilaksanakan di Desa Pagardewa, Lubai Ulu, Muara Enim, Sumatera Selatan. Program ini hadir sebagai solusi atas rendahnya pendapatan petani karet, produktivitas kebun yang menurun dan ancaman kebakaran lahan.

    Selain itu, Pertagas OKA, salah satu area operasi Pertagas menjalankan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Inovasi yang dilakukan yaitu PERSOFEXT (Personal Fire Extinguisher) yang mampu menurunkan penggunaan air sebesar 4m³, Inovasi Pipa Distribusi WTP desa Karya Jaya yang telah mengurangi timbunan sampah sebesar 0,01038 Ton, serta Industrial Wipes sebagai pengganti kain majun yang dapat mengurangi timbulan limbah B3 sebesar 34,2 kg per tahun.

    “PGN Group berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan hidup dan merangkul masyarakat sebagai mitra strategis dalam menggerakan ekonomi secara lebih inklusif. Hal ini juga menjadi bagian dari kontribusi aktif PGN untuk tumbuh bersama masyarakat seiring dengan keberlanjutan lingkungan yang terjaga untuk generasi masa depan,” tutup Arief. rls/nor
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com