BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Kapolda Riau Pastikan Pelaku Pembunuhan Lansia akan Ditangkap

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 02 Mei 2026




    PEKANBARU (CAKAPLAH) - Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, menegaskan bahwa pelaku pembunuhan terhadap Dumaris Denny Wati br Setio (60) di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, akan segera ditangkap.

    A

    "Insyaallah saya pastikan segera ditangkap," ujar Irjen Pol Herry Heryawan dalam keterangan tertulisnya.

    Herry menegaskan, tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Riau. Saat ini tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru bersama Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau tengah bekerja di lapangan melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku.

    Kasus pembunuhan tersebut, lanjutnya, menjadi atensi serius kepolisian guna memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

    "Kejahatan yang menghilangkan nyawa orang lain menjadi atensi kami. Mohon doanya," kata Herry.

    Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol. Hasyim Risahondua, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua guna memperdalam penyelidikan.

    "Olah TKP kedua ini bertujuan memastikan tidak ada fakta yang terlewat serta memperkuat alat bukti guna mengungkap kronologi kejadian maupun mengidentifikasi pelaku," ujarnya, Jumat (1/5/26).

    Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Keterangan para saksi tersebut membantu polisi dalam menelusuri pergerakan pelaku dan merangkai peristiwa yang terjadi.

    Berdasarkan hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku diduga merupakan mantan menantu korban. Perempuan tersebut terekam berada di lokasi saat kejadian dan tidak beraksi seorang diri, melainkan bersama tiga orang lainnya.

    “Kami terus melakukan pengejaran. Tim bekerja maksimal untuk segera mengungkap kasus ini,” kata Hasyim.

    Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Rabu (29/4/2026) di rumah korban di Jalan Kurnia 2 Nomor 20, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai.

    Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, Salmon Meha (65), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat tiba di rumah, saksi mendapati pintu dalam keadaan terbuka dan kondisi kamar berantakan.

    Setelah melakukan pencarian di dalam rumah, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di lantai dapur dengan bercak darah di sekitarnya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada pagi hari sebelum kejadian, korban sempat diajak suaminya untuk mengurus pajak kendaraan bermotor sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, korban memilih tetap berada di rumah seorang diri.

    Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Tim Inafis Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP awal pada hari yang sama untuk mengumpulkan barang bukti, termasuk sidik jari yang diduga ditinggalkan pelaku.

    Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani visum et repertum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

    Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Rumbai, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dodi Vivino, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif.

    “Kami masih mendalami seluruh temuan di lapangan,” ungkap Dodi.

    Hingga saat ini, motif pembunuhan serta kerugian materiil yang ditimbulkan masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas. ck

  • Presiden Meksiko Minta AS Beri Bukti atas Gubernurnya Jaringan Narkoba

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum 'menantang' Amerika Serikat (AS) memberikan bukti 'tak terbantahkan' yang mendukung tuduhan gubernur di negara itu terlibat jaringan perdagangan narkoba.


    Hal itu disampaikan Sheinbaum menjawab permintaan ekstradisi dari AS atas Gubernur Sinaola, Ruben Rocha Moya, dan sembilan orang lain termasuk sejumlah pejabat di negara itu.

    "Jika Kantor Kejaksaan Agung... menerima bukti yang kuat dan tak terbantahkan sesuai dengan hukum Meksiko, atau jika, dalam penyelidikannya sendiri, menemukan unsur-unsur yang merupakan kejahatan, maka harus mematuhi permintaan ekstradisi AS," kata Sheinbaum dalam konferensi pers, Kamis (30/4) seperti dikutip dari AFP.

    Sehari sebelumnya, Rabu (29/4), Departemen Kehakiman AS mengungkap tuduhan terhadap Ruben Rocha Moya dan sembilan orang lainnya. Mereka dituduh bekerja sama dengan kartel untuk mendistribusikan "sejumlah besar" narkotika ke Amerika Serikat.

    Menurut Sheinbaum jika bukti tidak diberikan atau ditemukan, akan jelas bahwa "tujuan dari tuduhan Departemen Kehakiman ini adalah politis."

    Dia menerangkan ini adalah pertama kalinya AS memublikasikan tuduhan perdagangan narkoba terhadap seorang gubernur yang sedang menjabat atau pejabat tinggi lainnya di negara lain.

    "Kami tidak akan melindungi siapa pun," tegasnya.

    Tuduhan yang mengejutkan ini menambah ketegangan hubungan diplomatik dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, menyusul kematian dua agen AS baru-baru ini -- yang dilaporkan sebagai personel CIA -- terkait dengan operasi penangkapan narkoba.

    Para agen tersebut, yang meninggal dalam kecelakaan mobil di negara bagian perbatasan Chihuahua, belum menerima izin dari pemerintah Sheinbaum untuk beroperasi di wilayah Meksiko.

    Rocha Moya adalah anggota partai Morena yang berhaluan kiri--partai yang dipimpin Sheinbaum. Moya telah menjadi pemimpin di negara bagian Sinaloa yang dilanda kekerasan tersebut sejak 2021.

    Perempuan berusia 76 itu memiliki sejarah panjang dalam kehidupan pemerintahan di Meksiko. Dia di antaranya pernah menjadi anggota legislatif negara bagian pada tahun 1980-an, kepala Universitas Sinaloa pada tahun 1990-an, penasihat dua gubernur pada tahun 2000-an, dan kemudian pemimpin negara bagian untuk Morena.

    Lewat akun media sosialnya pada Rabu lalu, Rocha Moya  menolak tuduhan AS tersebut. Dia menyebutnya sebagai serangan terhadap gerakan politik populis Morena yang didirikan pendahulu Sheinbaum, Andres Manuel Lopez Obrador.

    Para pejabat lain yang menghadapi tuduhan AS juga merupakan bagian dari Morena.
    cnnindonesia

  • Ronaldo Gerah, Respons Tudingan Dibantu Wasit di Liga Arab Saudi

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Cristiano Ronaldo merespons tudingan yang ramai menyebutkan Al Nassr menang di Saudi Pro League karena dibantu wasit.

    Sorotan negatif mengarah ke Ronaldo dan Al Nassr, khususnya setelah pertandingan melawan Al Ahli yang berlangsung Kamis (30/4).

    Sederet pemain Al Ahli menyatakan wasit berat sebelah dan seolah-olah sudah mempersiapkan gelar juar untuk 'seseorang'.

    Ivan Toney dan Galeno merupakan dua pemain yang cukup keras melontarkan kritik. Toney menyebut ada seseorang yang diuntungkan dengan keputusan wasit. Meski tanpa menyebut nama, komentar Toney dipersepsikan mengarah kepada Ronaldo.


    Sementara Galeno menyatakan pihak ofisial pertandingan seperti ingin menyerahkan trofi kepada seseorang. Sama seperti komentar Toney, Galeno tidak menyebut nama.

    Ronaldo pun merasa gerah dan memutuskan buka suara menanggapi tudingan-tudingan yang mengarah kepadanya.

    "Saya pikir ini tidak baik untuk liga. Semua orang mengeluh. Ini sepak bola, ini bukan perang. Kita tahu kita harus berjuang, semuanya mau menang, tetapi tidak semua bisa," ucap Ronaldo dilansir dari ESPN.

    Bintang gaek itu menyatakan bakal memberi komentar lebih lanjut pada akhir musim. Menurutnya apa yang terjadi saat ini tidak mencerminkan liga yang apik dan bisa bersaing.

    "Saya akan bicara pada akhir musim karena saya telah melihat banyak hal buruk. Banyak pemain mengeluh, mengunggah materi di Instagram, di Facebook, berbicara tentang wasit, berbicara tentang liga, berbicara tentang proyek ini. Ini tidak baik. Ini bukan tujuan liga," katanya.

    "Kita harus memberi contoh, tidak hanya di sini tetapi juga untuk Eropa, bahwa kita ingin bersaing dengan mereka untuk menjadi salah satu liga terbaik di dunia. Tetapi saya pikir kita harus menganalisis dan menghentikan [kritik] itu... karena bagi saya, ini bukan sepak bola," ujar Ronaldo melanjutkan.

    Ronaldo menegaskan keinginan membantu Al Nassr meraih gelar untuk kali pertama sejak 2019 sekaligus memastikan trofi liga pertama di Arab Saudi setelah hijrah dari Inggris pada akhir 2022.

    "Perjuangan [meraih gelar] akan berlangsung sampai akhir," tukasnya.
    cnnindonesia

  • Polisi Tangkap Pengedar Sabu dan Ganja di Kampar

    By redkoranriaudotco → Jumat, 01 Mei 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Polisi mengamankan narkotika jenis sabu dan ganja kering di Kabupaten Kampar, setelah menerima laporan masyarakat melalui Nomor Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau terkait dugaan peredaran narkoba di kawasan permukiman.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan laporan warga menjadi dasar pengungkapan kasus yang terjadi di Perumahan Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

    “Informasi dari masyarakat kami tindak lanjuti melalui Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau,” ujarnya, Jumat (1/5/26)

    Penindakan dilakukan oleh tim Satuan Reserse Narkoba Polres Kampar pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 21.30 WIB dengan menyasar sebuah rumah yang dihuni pria berinisial YF di kawasan tersebut.

    Dalam penggeledahan, petugas menemukan 15 paket sabu yang dibungkus plastik klip, satu paket ganja kering, serta sisa lintingan ganja yang diduga telah digunakan pelaku. Seluruh barang bukti diamankan di lokasi.

    “Barang bukti bersama terduga pelaku sudah diamankan,” kata Putu.

    Ia menjelaskan, kasus ini masih dalam proses pengembangan untuk menelusuri kemungkinan jaringan peredaran narkotika lainnya di wilayah tersebut. Polisi juga mendalami asal barang bukti yang diamankan.

    Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan melalui nomor Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau di 0813-6306-547.

    Saat ini, terduga pelaku telah dibawa ke Polres Kampar untuk proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. ck

     

  • Alasan Keamanan, Jemaah Haji NTB Ditolak Masuk Arab Saudi

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU..co-Seorang calon jemaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditolak masuk ke wilayah Arab Saudi oleh otoritas keimigrasian setempat.


    Jemaah tersebut dipulangkan karena tercatat pernah melanggar prosedur izin tinggal atau overstay di Arab Saudi di masa lalu.

    Ketua PPIH Embarkasi Lombok, Lalu Muhamad Amin, mengonfirmasi bahwa jemaah yang ditolak tersebut tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5 asal Kota Mataram.

    "Calon jemaah haji bersangkutan berasal dari Kloter 5 Kota Mataram," kata Amin di Asrama Haji NTB, Mataram, seperti dilansir Antara, Jumat (1/5).

    Amin menjelaskan, berdasarkan penelusuran, jemaah tersebut diketahui pernah melaksanakan ibadah umrah pada 2017. Namun, ia tidak langsung kembali ke tanah air dan memilih menetap secara ilegal di Arab Saudi demi menunggu pelaksanaan ibadah haji.

    Aksi tersebut melanggar izin tinggal dan berujung pada sanksi administratif dari Pemerintah Arab Saudi.

    "Saat tiba di Arab Saudi, sistem memindai sidik jarinya dan terdeteksi pernah mendapatkan sanksi. Imigrasi setempat menerapkan pembatasan masuk (blacklist) selama 10 tahun," jelas Amin.

    Ia menegaskan bahwa keputusan penolakan tersebut merupakan otoritas penuh imigrasi Arab Saudi atas alasan keamanan dan kedaulatan negara. Amin juga menjelaskan mengapa masalah ini tidak terdeteksi saat keberangkatan di Indonesia.

    "Sistem pemeriksaan di negara lain dapat mendeteksi riwayat dan sidik jari yang tidak terintegrasi dengan sistem imigrasi kita. Karena tidak terhubung secara otomatis, otoritas lokal tidak mengetahui catatan pelanggaran di luar negeri," tambahnya.

    Saat ini, jemaah tersebut telah tiba di Mataram dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat.

    Pasca-kejadian ini, PPIH mengimbau seluruh jemaah untuk jujur melaporkan riwayat perjalanan atau persoalan hukum di masa lalu kepada penyelenggara. Hal ini penting agar langkah verifikasi dapat dilakukan lebih awal.

    "Setelah masa sanksi berakhir, jemaah dapat melanjutkan proses keberangkatan seperti calon haji biasa tanpa prioritas khusus," kata Amin.

    Namun, jemaah yang dipulangkan tersebut diwajibkan mengembalikan biaya tiket pesawat yang telah dikeluarkan. Selain itu, proses administrasi haji yang bersangkutan akan kembali ke tahap awal, termasuk pelunasan dan perbaikan legalitas.

    "Pembiayaan yang sudah dibayarkan akan diproses ulang sesuai status, apakah batal atau tunda, serta penyusunan ulang paket keberangkatan bila diperlukan," pungkasnya.

    Berdasarkan data PPIH Embarkasi Lombok per 30 April 2026, jumlah jemaah haji asal NTB yang sudah tiba di Arab Saudi mencapai 2.722 orang. Total keberangkatan termasuk petugas pendamping tercatat sebanyak 2.750 orang.
    cnnindonesia

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com