BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Dukung Tiga Jalur Wilayah Operasional, RAPP Perkuat Pelestarian Tradisi

    By redkoranriaudotco → Rabu, 19 Agustus 2026



    KORANRIAU.co,TELUK KUANTAN– Dukungan terhadap pelestarian budaya lokal kembali diwujudkan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari APRIL Group, dengan mendukung tiga jalur dari wilayah operasional perusahaan yang akan berlaga pada Festival Pacu Jalur Nasional 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.


    Ketiga jalur tersebut yakni Jalur Limbago Sati Rantau Kuantan dari Desa Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah; Jalur Sari Jadi Gementar Alam dari Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang; serta Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti.

    Dukungan terhadap ketiga jalur tersebut menjadi bagian dari keterlibatan RAPP dalam mendukung keberlangsungan tradisi Pacu Jalur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi ajang perlombaan, Pacu Jalur juga mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah.

    General Manager Stakeholder Relations (GM SHR) RAPP Wan Moh Jakh Anza mengatakan, dukungan terhadap ketiga jalur tersebut merupakan bentuk keterlibatan perusahaan bersama masyarakat di wilayah operasional, khususnya dalam menjaga tradisi dan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Kuansing.

    “Pacu Jalur memiliki nilai yang sangat kuat bagi masyarakat Kuantan Singingi. Tradisi ini tidak hanya tentang perlombaan, tetapi juga tentang kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, kami ingin terus mengambil bagian dalam mendukung masyarakat, termasuk tiga jalur dari wilayah operasional yang berpartisipasi pada Festival Pacu Jalur Nasional tahun ini,” ujar Wan Jakh.

    Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut terlihat sejak proses persiapan hingga pelaksanaan Pacu Jalur. Pembuatan jalur, persiapan tim hingga penyelenggaraan perlombaan melibatkan banyak unsur masyarakat sehingga Pacu Jalur menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, bukan sekadar kegiatan tahunan.

    Selain memberikan dukungan kepada tiga jalur, RAPP juga turut mendukung penyelenggaraan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 secara keseluruhan. Dukungan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wan Moh Jakh Anza kepada Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Drs. Muradi, M.Si.

    Penyerahan turut disaksikan Ketua Panitia Pacu Jalur 2026 Andi Cahyadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing Dody Fitrawan, S.A.P., M.M., Camat Kuantan Tengah Eka Putera, Deputy GM SHR Hendra Huang, SHR Manager RAPP Raja Elwan Jumanri, serta Community Development (CD) Manager RAPP Amal Fathullah Randy.

    Pada kesempatan yang sama, CD RAPP juga menyerahkan bantuan 100 unit sarana kebersihan kepada DLH Kuansing untuk digunakan di area gelanggang Pacu Jalur selama rangkaian kegiatan berlangsung.

    Pj Sekda Kuansing Drs. Muradi, M.Si. menyampaikan apresiasi atas dukungan yang secara konsisten diberikan RAPP terhadap pelaksanaan Pacu Jalur, termasuk dukungan kepada jalur-jalur yang ikut berkompetisi.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih, penghargaan dan apresiasi kepada PT RAPP yang konsisten memberikan dukungan bagi keberlangsungan event nasional Pacu Jalur,” ujar Muradi.

    Menurut Muradi, dukungan RAPP tidak hanya membantu penyelenggaraan event, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dan sejumlah jalur yang berpartisipasi dalam perlombaan. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus mendorong penyelenggaraan Pacu Jalur menjadi semakin baik dari tahun ke tahun.

    “Kami juga melihat dukungan RAPP tidak hanya diberikan kepada panitia penyelenggara, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dan sejumlah jalur yang ikut berpacu. Kami berharap kepedulian ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk turut mendukung Pacu Jalur,” katanya.

    Muradi juga mengapresiasi bantuan 100 unit sarana kebersihan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan penyelenggaraan Pacu Jalur yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

    Selain dukungan terhadap tiga jalur dan penyelenggaraan event nasional, RAPP juga memberikan dukungan untuk penyelenggaraan Pacu Jalur tingkat rayon yang dilaksanakan menjelang event nasional. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk turut mendukung tahapan Pacu Jalur di tingkat masyarakat.

    Secara keseluruhan, dukungan RAPP untuk Festival Pacu Jalur Nasional 2026 mencapai Rp350 juta. Dukungan tersebut mencakup kontribusi penyelenggaraan Pacu Jalur, penyediaan seragam panitia, bantuan 100 unit sarana kebersihan melalui CD RAPP kepada DLH Kuansing, dukungan kepada tiga jalur di wilayah operasional yang mengikuti Festival Pacu Jalur Nasional 2026, serta dukungan dana untuk penyelenggaraan Pacu Jalur tingkat rayon.

    Wan Jakh menambahkan, dukungan tersebut sejalan dengan filosofi 5C APRIL Group, yakni Good for Community, Good for Country, Good for Climate, Good for Customer, dan Good for Company.

    “Melalui dukungan ini, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga Pacu Jalur sebagai tradisi yang memiliki nilai budaya sekaligus memperkuat kebersamaan. Semangat gotong royong yang ada di dalamnya diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutupnya. rls/nor
  • Plt Gubri: Pacu Jalur, Momen Peningkatan Ekonomi Melalui Produk Lokal

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,KUANSING- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengenakan batik khas Kuansing saat membuka event Pacu Jalur, di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Rabu, (19/8/26).


    Menurutnya, event ini menjadi salah satu ajang yang pas untuk mengangkat produk lokal, seperti batik Kuansing, agar dikenal lebih luas. “Ini baju yang saya kenakan Kuansing punya (batik Kuansing). Kualitasnya bagus,” katanya.

    Dia menyebut, event Pacu Jalur Kuansing 2026 bukan hanya sebatas ritual budaya, tapi juga harus menjadi ajang promosi untuk memperkenalkan dan memperluas cakupan pasar produk lokal seperti batik Kuansing.

    “Salah satu yang tak bisa dipungkiri dari kegiatan budaya pacu jalur ini adalah perputaran ekonomi yang sangat tinggi. Setiap tahun. Momentum seperti ini lah yang ditunggu–tunggu. Makanya event seperti ini harus dimanfaatkan untuk menonjolkan produk lokal,” tambahnya.

    Ia menambahkan, produk lokal yang melambangkan ciri khas Kuansing tidak hanya soal batik. Masih banyak jenis produk UMKM lainnya yang perlu perhatian serius untuk dipromosikan melalui iven-iven seperti ini.

    Oleh sebab itu, SF Hariyanto mengajak semua pihak agar terlibat aktif untuk memperkenalkan produk lokal di momentum seperti ini, agar UMKM daerah semakin hidup dan perputaran ekonomi jadi lebih menggeliat.

    Sebagaimana diketahui, hari ini, Rabu, 19 Agustus 2026, Plt Gubernur Riau dijadwalkan akan membuka event nasional Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Acara pembukaan dijadwalkan pada pukul 09.30 WIB. Sedangkan rangkaian acara lainnya seperti pawai, akan digelar sekitar pukul 14.00 WIB nanti. nor
  • Kasus SPPD Fiktif Setwan Pekanbaru Tunggu Audit Kerugian Negara

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU– Penyidikan dugaan korupsi terkait Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif dan kegiatan makan minum di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Pekanbaru memasuki tahapan penghitungan kerugian negara.


    Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru masih menunggu hasil penghitungan tersebut sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. Pemeriksaan terhadap para saksi yang diperlukan dalam penyidikan disebut pada prinsipnya telah selesai.

    Kepala Seksi Intelijen Mey Ziko mengatakan, penghitungan kerugian negara masih dilakukan. "Masih penghitungan KN (kerugian negara, red)," kata Mey, Selasa (18/8/26).

    Dalam proses penyidikan, sekitar 100 saksi telah dimintai keterangan. Sebagian besar saksi berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru.

    Meski pemeriksaan terhadap saksi yang dibutuhkan telah dilakukan, penyidik masih melakukan pemeriksaan tambahan untuk melengkapi berkas penyidikan.

    Mei mengatakan, setelah angka kerugian negara diketahui, penyidik akan melakukan ekspose atau gelar perkara untuk menentukan perkembangan penanganan perkara.

    Penggeledahan Temukan 38 Stempel

    Perkara ini sebelumnya mendapat perhatian setelah penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru pada Jumat (12/12/2025).

    Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan 38 stempel dari sejumlah instansi pemerintahan dalam jok sepeda motor. Di antaranya diketahui berasal dari Sumatra Barat, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Batam.

    Temuan tersebut kemudian berkaitan dengan perkara dugaan perintangan penyidikan yang menjerat mantan tenaga harian lepas (THL) Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, Jhonny Andrean.

    Jhonny, yang merupakan ajudan Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru Hambali Nanda Manurung, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

    Ia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara serta denda Rp100 juta. Jika denda tidak dibayar, hukuman tersebut diganti dengan 50 hari kurungan.

    Putusan itu lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang meminta Jhonny dihukum empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.

    Dalam dakwaannya, JPU menyebut Jhonny sengaja merintangi penyidikan dugaan korupsi kegiatan perjalanan dinas pegawai dan tenaga harian lepas serta kegiatan makan dan minum di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2024.

    Sebelum penggeledahan, penyidik memperoleh informasi mengenai keberadaan stempel sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dari luar daerah yang diduga digunakan dalam pembuatan SPPD fiktif.

    Saat itu, Jhonny memarkirkan sepeda motornya di dekat pos keamanan. Ketika ditanya mengenai kendaraan tersebut, ia sempat tidak mengakui kepemilikannya.

    Namun setelah dilakukan penggeledahan, penyidik menemukan 38 stempel diduga palsu serta uang tunai Rp49,9 juta di dalam jok sepeda motor tersebut. ck
  • Kasus Jembatan Air Hitam Rohil, Polda Riau Kantongi Calon Tersangka

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU– Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Air Hitam di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).


    Penghitungan kerugian negara dalam perkara tersebut dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Hingga Selasa (18/8/2026), hasil pemeriksaan belum diterima penyidik.

    Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Riau, Kompol Yogie Pramagita, mengatakan penyidik masih menunggu hasil penghitungan tersebut. “Belum keluar (hasil PKN). Kami masih menunggu,” kata Yogie.

    Yogie juga belum dapat memastikan kapan hasil penghitungan kerugian negara tersebut akan diterbitkan. “Belum tahu, kami masih menunggu,” ujarnya.

    Hasil penghitungan kerugian negara menjadi bagian penting dalam proses penyidikan karena akan memberikan gambaran mengenai nilai kerugian negara yang timbul dalam proyek tersebut.

    Di sisi lain, penyidik telah mengantongi calon tersangka dalam perkara tersebut. Polisi bahkan mengisyaratkan jumlah tersangka yang akan ditetapkan bisa lebih dari satu orang.

    “Kami sudah mengantongi calon tersangka, namun saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut. Kemungkinannya lebih dari satu orang,” kata Yogie sebelumnya.

    Untuk mendalami dugaan penyimpangan, penyidik telah melakukan penggeledahan di tiga instansi Pemerintah Kabupaten Rohil.

    Penggeledahan dilakukan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kantor Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Rohil.
    Dari tiga lokasi tersebut, penyidik mengamankan 104 dokumen yang berkaitan dengan proyek pembangunan Jembatan Air Hitam. Rinciannya, 65 dokumen disita dari Dinas PUPR Rohil, 20 dokumen dari BPKAD, dan 19 dokumen dari BPBJ.

    Dokumen-dokumen tersebut kini masih didalami penyidik untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam proyek senilai Rp31,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2022.

    Penyidik juga telah memeriksa puluhan saksi dan ahli. Sebelumnya, sebanyak 39 orang telah dimintai keterangan, termasuk mantan Kepala Dinas PUPR Rohil. “Untuk saksi-saksi masih yang kemarin,” ujar Yogie.

    Sementara itu, mantan Bupati Rohil Afrizal Sintong disebut belum diperiksa dalam perkara tersebut. "Belum," kata Yogie.

    Proyek Jembatan Air Hitam dikerjakan PT Tirta Marga Jaya Beton dengan konsultan pengawas PT Sandi Arifa Consultant. Jembatan memiliki panjang sekitar 140 meter dan lebar 7 meter.

    Dalam penyidikan, polisi menduga terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis yang berpotensi memengaruhi kualitas dan ketahanan jembatan.

    Jembatan Air Hitam kemudian diresmikan oleh Bupati Rohil saat itu, Afrizal Sintong, pada 18 Juli 2023 dan diharapkan menjadi akses penghubung penting bagi masyarakat di Kecamatan Pujud. ck
  • Plt Gubri SF Hariyanto Salurkan Sagu Hati Total Rp520 Juta untuk Veteran

    By redkoranriaudotco → Selasa, 18 Agustus 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menyerahkan bantuan sosial berupa sagu hati kepada para veteran beserta keluarga, janda, dan duda veteran sebagai bentuk penghormatan atas jasa dalam perjuangan bangsa. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Balai Daerah Pauh Janggi Pekanbaru, Selasa (18/08/26).


    Total bantuan yang diberikan mencapai Rp520.500.000 untuk 347 orang penerima. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud perhatian Pemprov Riau kepada para pejuang dan keluarga veteran yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

    Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan, pertemuan bersama para veteran bukan sekadar agenda seremonial tetapi sebagai bentuk mengenang kembali perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari pengorbanan para pejuang.

    "Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam untuk mengenang jasa para pejuang dan pendahulu kita. Acara ini merupakan bentuk penghormatan kepada para veteran beserta keluarga, sekaligus mengingatkan kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit," ujarnya.

    Dijelaskan, peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali perjalanan bangsa. Jika pada peringatan kemerdekaan masyarakat memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, maka pertemuan dengan veteran menjadi kesempatan untuk memberikan penghormatan langsung kepada orang-orang yang ikut memperjuangkan kemerdekaan.

    "Kemarin, kita baru saja memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita berdiri tegak memberi hormat kepada Sang Saka Merah Putih. Hari ini, kita duduk bersama dengan orang-orang yang telah ikut berjuang dan mengabdi agar Merah Putih itu terus berkibar," jelasnya.

    Diungkapkan, para veteran telah mengabdikan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan kehidupan demi bangsa dan negara. Ia menegaskan, jasa para pejuang tersebut memiliki nilai yang luar biasa.

    "Atas nama Pemerintah Provinsi Riau dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih hingga penghargaan yang setinggi-tingginya atas perjuangan, pengabdian, serta pengorbanan Bapak dan Ibu sekalian untuk bangsa negara. Kami sangat memahami, apa pun yang diberikan pemerintah kepada veteran tentu tidak akan pernah sebanding dengan perjuangan tersebut," ungkapnya.

    Menurutnya, bantuan yang diserahkan Pemprov Riau tidak semata-mata harus dipandang dari besaran nominal. Sagu hati tersebut merupakan simbol kepedulian pemerintah sekaligus bentuk penghormatan kepada para veteran yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

    "Termasuk sagu hati yang kita serahkan tadi. Mohon jangan dilihat dari nilainya semata. Ini adalah bentuk perhatian dan penghormatan Pemerintah Provinsi Riau kepada para veteran serta janda dan duda veteran yang telah memberikan bagian terbaik dalam perjalanan bangsa ini," tutur Plt Gubri SF Hariyanto.

    Sementara itu, Plt Ketua LVRI Riau M Yusuf Sumardi menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Riau atas perhatian yang diberikan kepada para veteran. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap para anggota veteran dan keluarganya.

    "Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami pengurus DPD LVRI Riau beserta seluruh anggota Legiun Veteran RI mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Riau atas perhatian, bantuan, dan apresiasi yang telah diberikan. Semoga seluruh perhatian ini menjadi kebanggaan serta penambah semangat bagi para anggota veteran di Riau," kata Yusuf.

    Ia berharap perhatian pemerintah terhadap veteran dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang. Sinergi antara pemerintah dan organisasi veteran dinilai penting untuk menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

    "Khusus kepada seluruh masyarakat Provinsi Riau marilah kita bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, dan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. Dengan semangat kemerdekaan, marilah kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melangkah bersama menuju Indonesia yang lebih maju, adil, sejahtera, dan bermartabat,"terangya. mcr
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com