Polisi Sikat Dua Sindikat Curanmor di 7 TKP Pekanbaru
KORANRIAU.co,PEKANBARU - Tim Opsnal Polsek Sukajadi
menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan
bermotor (Curanmor) di wilayah Kota Pekanbaru.
Kedua pelaku berinisial I dan J
disebut merupakan bagian dari komplotan yang diduga telah beraksi di tujuh tempat
kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Sukajadi Kompol Romi
Irwansyah mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban
bernama Tito Fernando yang kehilangan sepeda motor Honda Beat Deluxe warna biru
di Jalan Fajar, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu
(22/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Saat itu korban memarkirkan
sepeda motornya di halaman ruko. Ketika keluar, kendaraan tersebut sudah tidak
ada. Korban kemudian mengecek rekaman CCTV dan terlihat seorang pria membawa kabur
sepeda motor miliknya," kata Romi, Minggu (26/7/2026).
Usai menerima laporan, Kanit Reskrim
Polsek Sukajadi AKP Leo Putra Dirgantara bersama Tim Opsnal melakukan
penyelidikan hingga memperoleh informasi keberadaan para pelaku di Jalan Bangau
Ujung, Kecamatan Sukajadi.
Atas perintah Kapolsek Sukajadi, tim
langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan Irwan dan Junaidi sekitar pukul 23.10 WIB beserta barang bukti
berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe milik korban.
"Dari hasil interogasi awal,
kedua pelaku mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor tersebut.
Saat ini keduanya telah diamankan di Polsek Sukajadi untuk menjalani proses
hukum lebih lanjut," ujar Romi.
Selain mengamankan barang bukti,
polisi juga telah melakukan olah TKP, memeriksa pelapor dan saksi, serta
melengkapi administrasi penyidikan.
"Berkas perkara selanjutnya
akan dilengkapi sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp22 juta. Polisi
menjerat kedua tersangka dengan Pasal 477 KUHP," ungkapnya.
Kapolsek Sukajadi juga mengungkapkan
bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, kedua pelaku diduga telah melakukan aksi
pencurian kendaraan bermotor di tujuh lokasi berbeda di wilayah Kota Pekanbaru.
"Kasus masih dalam penyidikan
dan oengem lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP lain maupun
pelaku lainnya yang terlibat," pungkas Romi. rac




