BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Bocah di Kuansing Ini Kaget Lihat Ayahnya Tewas Tergantung

    By redkoranriaudotco → Senin, 26 Oktober 2026



    KORANRIAU.co,KUANSING- Warga Desa Sungai Keranji, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi digegerkan dengan peristiwa dugaan bunuh diri, Ahad (26/10/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.


    Korban diketahui bernama Amrullah (31), seorang wiraswasta, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak kandung korban yang masih berusia 5 tahun.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak korban terbangun di ruang tamu dan mendapati ayahnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area pintu kamar. Bocah tersebut terkejut kemudian berlari keluar rumah meminta pertolongan kepada tetangga bernama Suparno.

    Laporan itu kemudian diteruskan kepada Ketua RT setempat dan warga. Warga yang datang ke lokasi kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.

    Kapolsek Singingi, Iptu Edi Winoto membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima informasi dari masyarakat, pihaknya langsung memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    "Begitu mendapat informasi ada peristiwa gantung diri, kita langsung memerintahkan Bhabinkamtibmas agar meluncur ke TKP," ujar Kapolsek Singingi.

    Personel Polsek Singingi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Jastro Sahat Samosir kemudian melakukan olah TKP, pendataan identitas, dan meminta keterangan sejumlah saksi.

    Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani pihak keluarga.

    Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan pada Senin (27/10/2026) di Pemakaman Umum Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir.

    Dari keterangan sang istri, Khairun Nisa (26), korban diketahui memiliki riwayat penyakit yang belakangan ini dikeluhkan. Kondisi tersebut diduga menjadi beban tersendiri bagi korban.

    Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama bagi istri dan anak korban yang masih belia. rtc
  • Polsek Kateman Inhil Ringkus Tiga Pengedar 2 Kg Sabu

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,INHIL- Jajaran Polsek Kateman, Polres Indragiri Hilir (Inhil), berhasil mengungkap dugaan jaringan peredaran narkotika jenis sabu dengan total barang bukti diperkirakan mencapai 2 kilogram. Tiga pria diamankan dalam serangkaian operasi di Kecamatan Kateman, Ahad (25/10/26).


    Menariknya, pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada penangkapan terduga pengedar di lapangan. Polisi terus melakukan pengembangan hingga berhasil menemukan dua kemasan besar berisi kristal putih yang diduga sabu di sebuah rumah kontrakan.

    Ketiga pria yang diamankan masing-masing berinisial R alias A (40), I alias K (50), dan E alias J (44). Mereka ditangkap di lokasi berbeda setelah polisi menelusuri sejumlah petunjuk yang diperoleh selama penyelidikan.

    Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman.

    Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kateman.

    Kapolsek Kateman selanjutnya memerintahkan Panit I Opsnal Unit Reskrim, Ipda Agus Tito Tampubolon, S.H., bersama anggotanya untuk melakukan penelusuran terhadap aktivitas yang dicurigai tersebut.

    Pada Minggu (25/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan personel BKO Brimob PT Pulau Sambu untuk mendukung pelaksanaan operasi.

    Setelah memperoleh informasi mengenai lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkotika, tim bergerak menuju sebuah rumah di Jalan Daeng Matutu, Parit 12, Desa Air Tawar.

    Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas berhasil mengamankan R alias A. Dalam penggeledahan yang disaksikan warga, polisi menemukan empat paket plastik berisi kristal putih yang diduga sabu dengan ukuran berbeda.

    Petugas juga menyita dua unit telepon genggam, dua timbangan digital, gunting, pipet, serta sejumlah perlengkapan lainnya yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

    R kemudian dibawa ke Mapolsek Kateman untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Polisi Tak Berhenti pada Penangkapan Pertama. Penangkapan R ternyata menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengungkap dugaan jaringan peredaran sabu yang lebih luas.

    Dari pemeriksaan awal, petugas memperoleh informasi bahwa barang yang diduga sabu tersebut berasal dari seorang pria berinisial E alias J.

    Polisi juga mendapatkan petunjuk mengenai dugaan pembayaran transaksi narkotika melalui rekening bank atas nama I alias K.

    Berbekal informasi tersebut, Tim Opsnal Polsek Kateman langsung melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan kedua pria itu.

    Sekitar pukul 12.30 WIB, petugas memperoleh informasi bahwa E berada di wilayah Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman.

    Tim yang dipimpin Ipda Agus Tito Tampubolon kemudian bergerak menuju lokasi.

    Dalam perjalanan, polisi menemukan E bersama I yang sedang mengendarai sepeda motor. Keduanya langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Kateman untuk menjalani pemeriksaan.

    Meski telah mengamankan tiga pria, polisi tidak menghentikan pengembangan perkara.

    Penyidik terus menggali keterangan untuk menelusuri kemungkinan adanya barang bukti lain serta mendalami peran masing-masing pria yang diamankan.

    Pengembangan Berbuah Hasil, Dua Kemasan Besar Diduga Sabu Ditemukan

    Upaya pengembangan yang dilakukan polisi akhirnya membuahkan hasil.

    Dalam pemeriksaan awal, E dan I disebut belum mengakui dugaan keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika.

    Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, petugas memperoleh keterangan dari I mengenai keberadaan barang yang diduga narkotika di sebuah rumah kontrakan.

    Lokasi tersebut berada di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Tunas Bakti, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman.

    Mendapat informasi itu, Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar bersama Tim Opsnal langsung bergerak menuju rumah kontrakan tersebut.

    Penggeledahan yang dilakukan dengan disaksikan sejumlah saksi kembali membuahkan hasil.

    Petugas menemukan dua bungkus kemasan plastik bertuliskan QING SHAN yang berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu.

    Selain itu, polisi mengamankan sebuah tas berwarna biru bertuliskan Ultraman serta empat unit telepon genggam dari berbagai merek.

    Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Kateman untuk kepentingan penyidikan.

    Dari rangkaian pengungkapan tersebut, total barang bukti yang diduga sabu diperkirakan mencapai kurang lebih 2 kilogram.

    Meski demikian, jumlah tersebut masih merupakan perkiraan awal. Berat bersih serta kandungan barang bukti masih harus dipastikan melalui penimbangan dan pemeriksaan laboratorium.

    Temuan dua kemasan besar tersebut menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan perkara yang awalnya bermula dari informasi dugaan transaksi narkotika di Desa Air Tawar.

    Pengungkapan dugaan peredaran sabu dalam jumlah besar ini menjadi langkah penting dalam upaya pemberantasan narkotika di Kabupaten Indragiri Hilir.

    Namun, penanganan perkara diharapkan tidak berhenti pada tiga pria yang telah diamankan.

    Penelusuran terhadap asal barang, jalur distribusi, dugaan aliran dana, hingga kemungkinan keterlibatan pemasok menjadi bagian penting untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

    Terlebih, dalam pengembangan kasus ini, polisi telah memperoleh sejumlah petunjuk mengenai dugaan transaksi melalui rekening bank serta mengamankan beberapa telepon genggam.

    Barang bukti elektronik dan petunjuk transaksi tersebut berpotensi membantu penyidik menelusuri hubungan antarpihak, sepanjang didukung hasil pemeriksaan dan alat bukti yang sah.

    Pengembangan hingga ke tingkat pemasok dinilai penting agar pemberantasan narkotika tidak hanya menyasar pihak yang diduga terlibat dalam transaksi di lapangan.

    Sebab, penangkapan pengedar di tingkat bawah belum tentu mampu memutus mata rantai peredaran apabila sumber pasokan dan pihak yang mengendalikan distribusinya belum terungkap.

    Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai identitas pemasok utama maupun pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan tersebut.

    Karena itu, pengembangan perkara menjadi langkah penting untuk memastikan apakah ketiga pria yang diamankan merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika yang lebih besar.

    Selain melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti, polisi juga melaksanakan pemeriksaan urine terhadap ketiga pria yang diamankan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian, ketiganya dinyatakan positif amphetamine dan methamphetamine.

    Meski demikian, hasil tes urine tersebut tidak serta-merta membuktikan keterlibatan seseorang dalam jaringan peredaran narkotika.

    Penyidik masih harus mendalami peran masing-masing berdasarkan keterangan saksi, hasil pemeriksaan barang bukti, serta alat bukti lainnya.

    Dalam laporan kepolisian, R disangkakan melanggar ketentuan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    Sementara itu, I dan E disangkakan melanggar Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 serta Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian.

    Penerapan pasal-pasal tersebut masih perlu dipastikan kesesuaiannya dengan ketentuan hukum yang berlaku dan hasil penyidikan.

    Saat ini, ketiga pria beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kateman untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Pengungkapan ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat kepolisian terkait dugaan peredaran narkotika.

    Dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah desa, polisi berhasil mengembangkan penyelidikan hingga menemukan barang bukti yang diduga sabu dalam jumlah besar.

    Kini, perhatian tertuju pada langkah lanjutan penyidik. Tidak hanya mengungkap siapa yang diduga mengedarkan barang tersebut, tetapi juga menelusuri dari mana pasokannya berasal, bagaimana jalur distribusinya, dan apakah terdapat pihak lain yang berperan sebagai pengendali.

    Sebab, upaya memutus mata rantai peredaran narkotika membutuhkan pengungkapan menyeluruh, mulai dari pelaku di lapangan hingga jaringan pemasok yang berada di belakangnya. rtc 
  • Polres Inhu Tetapkan Dua Tersangka Buka Lahan di Kawasan Hutan

    By redkoranriaudotco →

     



    KORANRIAU.co,INHU - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana pembukaan lahan di kawasan hutan bersebelahan dengan konsesi salah satu perusahaan di daerah itu. 

    Kawasan hutan itu persisnya berada di Compartemen I 989, Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu. Kedua tersangka itu diduga berperan sebagai penjual dan pembeli lahan.

    Diantara kedua tersangka itu masing-masing berinisial ES (53) bersama oknum Kepala Desa (Kades) Pesajian Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Inhu, berinial M (49).

    "Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melaksanakan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara serta memperoleh sekurang-kurangnya dua alat bukti yang dinilai cukup," ujar Kapolres Inhu,  AKBP John Letedara SIK melalui Kasi Humas, Ipda Ade Asnal SH, Ahad (25/10/26).

    Dijelaskannya, perkara itu terungkap berawal pada Senin (6/7/2026) lalu. Dimana saat itu, tim patroli darat dilakukan oleh pihak perusahaan yang tak juah dari areal yang diduga  diperjual belikan tersebut. 

    Ketika berada di kawasan Compartemen I, tim patroli mendengar suara alat berat yang sedang beroperasi. Setelah melakukan pengecekan, petugas menemukan satu unit alat berat jenis excavator yang sedang digunakan oleh seorang operator untuk melakukan kegiatan pembukaan lahan.

    Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak perusahaan melaporkannya kepada Polres Inhu untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Sehingga atas laporan itu, tim Satuan Reskrim Polres Inhu melakukan penyelidikan. 

    Hasil pemeriksaan terhadap operator alat berat, penyidik memperoleh keterangan bahwa kegiatan pembukaan lahan tersebut diduga dilakukan atas perintah ES. Bahkan, pelaku ED juga disebut sebagai pemilik alat berat sekaligus pihak yang mengklaim pemilik lahan tersebut.

    Ketika dilakukan pemeriksaan, ES mengakui bahwa dirinya merupakan pemilik alat berat dan pihak yang memerintahkan operator untuk melakukan pembukaan lahan. Luas lahan yang telah dibuka diperkirakan mencapai kurang lebih empat hektare.

    Kepada penyidik, ES juga menyampaikan bahwa, klaim atas lahan tersebut didasarkan pada transaksi jual beli yang disebut terjadi pada tahun 2008 lalu. Dimana, ES membeli seharga Rp 3.500.000 per hektare dan nilai keseluruhan mencapai Rp 280 juta. rpc
  • Peringatan Iran Usai Perang AS: Kawasan Timur Tengah Tak Lagi Sama

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co-- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa peta politik dan lanskap keamanan di kawasan Timur Tengah "tidak akan pernah sama lagi" usai perang terbuka yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, termasuk dalam pengelolaan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.


    "Perang saat ini telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas baru telah muncul," ujar Araghchi dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Iran, melansir laporan Press TV, seperti dilansir Anadolu Agency, Minggu (25/10).

    Araghchi menyoroti secara khusus dampak konflik terhadap tata kelola lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.

    "Rute pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, begitu pula pengelolaan selat tersebut tidak akan dijalankan seperti masa lalu," tegas sang diplomat senior.


    Ia menambahkan bahwa Teheran hanya akan menyambut baik "setiap rencana keamanan yang berasal dan diprakarsai dari dalam kawasan itu sendiri" tanpa campur tangan pihak asing.

    Perselisihan antara Iran dan AS mengenai kendali atas Selat Hormuz terus memanas sejak pecahnya perang yang melibatkan Negeri Paman Sam dan Israel pada Februari lalu.

    Teheran bersikeras mempertahankan otoritas penuhnya untuk mengatur dan mengawasi kapal-kapal yang melintas di selat tersebut. Di sisi lain, Washington menuntut jaminan kebebasan navigasi tanpa pembatasan bagi seluruh kapal internasional.

    Meskipun AS dan Iran sempat menandatangani kesepakatan sementara pada Juni lalu untuk meredam ketegangan, negosiasi diplomatik tingkat lanjut kini mengalami jalan buntu seiring kembali meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan tersebut.
    cnnindonesia
  • Hasil Liga Spanyol: Madrid Hajar Barcelona di El Clasico, Mbappe 2 Gol

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- - Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 yang diwarnai dua gol Kylian Mbappe pada pekan ke-10 Liga Spanyol di Camp Nou, Senin (26/10) dini hari WIB.


    Madrid yang berstatus tamu tampil bagus di babak pertama. Para pemain Los Merengues tampil kompak dan selalu terlihat berbahaya ketika menguasai bola.

    Upaya spekulasi dilakukan gelandang Madrid, Arda Guler pada menit ke-18. Namun, tembakannya dari luar kotak penalti masih tepat dalam pelukan Joan Garcia.

    Tekanan lalu coba dilakukan Barcelona. Kali ini tembakan dari luar kotak penalti dilepaskan Raphinha yang masih berada tipis di samping kiri gawang Madrid pada menit ke-24.

    Madrid lalu bisa unggul lebih dulu 1-0 pada menit ke-41. Sapuan bola dari Gerard Martin yang tidak sempurna di kotak penalti justru mengenai Mbappe lalu bola masuk ke gawang.


    Barcelona bermain lebih baik di babak kedua. Hasilnya gol penyama kedudukan bisa diciptakan Blaugrana pada menit ke-61.

    Tembakan keras Raphinha yang melewati sela-sela kaki Jude Bellingham meluncur deras ke arah gawang dan tidak bisa digagalkan kiper Andriy Lunin.

    Petaka justru menghampiri Barcelona yang terus menekan pada menit ke-87. Penguasaan bola yang hilang dari pemain Barcelona membuat Madrid bisa melancarkan serangan balik.

    Pemain pengganti Madrid, Eduardo Camavinga merangsek ke kotak penalti. Gelandang asal Prancis itu lalu memberikan umpan mendatar yang dengan mudah diselesaikan Mbappe untuk membuat skor menjadi 2-1.

    Madrid berhasil mempertahankan keunggulan ini untuk meraih kemenangan atas tuan rumah Barcelona dalam laga bertajuk El Clasico.
    cnnindonesia
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com