BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Kadishub Siak Tersangka Pemerasan Proyek Transportasi Air

    By redkoranriaudotco → Minggu, 12 Juli 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Siak berinisial JDI alias ANG ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan terhadap rekanan pemenang proyek pengadaan jasa sewa sarana transportasi air untuk Desa Teluk Lanus Tahun Anggaran 2026.

    JDI terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Siak di kediamannya di Jalan Sutomo, Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Jumat (10/7/2026).

    Setelah menjalani pemeriksaan intensif, penyidik menetapkannya sebagai tersangka. JDI mulai dilakukan penahanan sejak Minggu (12/7/2026), untuk kelancaran penyidikan.

    "Penyidik telah menetapkan JDI selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Siak sebagai tersangka dugaan pemerasan terkait proyek pengadaan jasa sewa sarana transportasi air untuk Desa Teluk Lanus Tahun Anggaran 2026," ujar Kapolres Siak, AKBP Sepuh Siregar, melalui Kasatreskrim AKP Dr. Raja Kosmos, Minggu (12/7/2026).

    Raja Kosmos menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, kasus bermula ketika Direktur CV Shift of Marine berinisial AS, selaku pemenang tender proyek pengadaan jasa sewa sarana transportasi air untuk Desa Teluk Lanus, hendak mencairkan uang muka proyek sebesar Rp165 juta.

    Sebelum pencairan dilakukan, tersangka diduga menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp dan meminta uang sebesar Rp25 juta setelah dana proyek dicairkan.

    Setelah uang muka proyek dicairkan di Bank Riau Kepri sekitar pukul 14.30 WIB, AS kembali menghubungi tersangka. Atas permintaan tersebut, korban kemudian menyerahkan uang tunai sebesar Rp15 juta di rumah tersangka.

    Kepada penyidik, korban mengaku merasa terpaksa memenuhi permintaan tersebut karena JDI merupakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Siak yang juga bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan memiliki kewenangan dalam proses penandatanganan pencairan anggaran proyek.

    Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan percakapan WhatsApp antara korban dengan suaminya yang menunjukkan keberatan atas permintaan uang tersebut.

    "Korban menyebut permintaan Rp25 juta berpotensi mengganggu operasional proyek karena mengurangi biaya pelaksanaan kegiatan," ungkap Raja Kosmos.

    Menurut Raja Kosmos, JDI diduga aktif mengikuti proses pencairan dana, mulai dari melengkapi administrasi, mengarahkan korban melakukan pencairan di bank, hingga memastikan dana telah masuk ke rekening.

    Untuk diketahui, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima Unit Tipidkor Satreskrim Polres Siak mengenai dugaan penyerahan uang kepada seorang kepala dinas.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan membuntuti korban sejak berada di Bank Riau Kepri hingga proses penyerahan uang berlangsung.

    Setelah menerima keterangan dari korban, tim mendatangi rumah tersangka. Saat dikonfrontasi dengan korban, tersangka mengakui baru menerima uang Rp15 juta dan menunjukkan uang tersebut kepada penyidik.

    Dalam OTT tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp15 juta yang diduga hasil pemerasan, uang tunai Rp50 juta, satu unit sepeda motor RX King, dua telepon seluler, serta sebuah tas ransel.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. ck

  • Diduga Diterkam Harimau, Karyawan PT Aghi Pelalawan Tewas

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Seorang karyawan kontraktor perkebunan PT Aghi Putra Perdana, Eko Prastio (29), ditemukan meninggal dunia setelah diduga diserang harimau Sumatera di area Camp TPK PT Madukoro Lestari Estate Tasik, Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau.


    Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat malam (10/7/2026). Korban diketahui keluar dari camp sekitar pukul 19.00 WIB menuju area depan camp yang memiliki jaringan telepon seluler. Namun, korban tidak kembali hingga malam hari.

    Rekan kerja korban kemudian melakukan pencarian. Sekitar pukul 21.00 WIB, Rofi Hudzil Affa bersama sejumlah pekerja lain dan pihak manajemen perusahaan menyisir area sekitar camp untuk mencari keberadaan korban.

    Pencarian berlanjut hingga Sabtu pagi. Sekitar pukul 06.00 WIB, tim menemukan bercak darah sekitar 100 meter dari depan camp. Jejak tersebut mengarah ke dalam kawasan hutan dan diduga menyeret korban hingga sekitar 2 kilometer dari lokasi awal.

    Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan hutan Grembel. Jenazah kemudian dievakuasi ke Klinik Estate Tasik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Kampar Kiri Tengah guna proses pemakaman.

    Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K Kapolsubsektor Pelalawan, Ipda Fernando Purba, menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, mengamankan area, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

    Polisi juga mengarahkan pihak perusahaan agar segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau terkait penanganan satwa liar dan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa.

    "Kami mengimbau perusahaan dan pekerja yang beraktivitas di kawasan perkebunan maupun hutan agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian pada malam hari, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar," ujar Ipda Fernando Purba.

    Pihak kepolisian bersama BKSDA Riau dan perusahaan akan melakukan langkah lanjutan, termasuk patroli bersama serta pemasangan imbauan di sejumlah titik yang dinilai rawan.

    Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi layanan kepolisian melalui Call Center 110 apabila menemukan keberadaan satwa buas atau mengalami situasi darurat. rtc

     

  • Audisi Umum PB Djarum 2026 Pekanbaru, Sumatera Cetak Harapan Baru Bulutangkis Lewat 15 Atlet Muda Peraih Super Tiket

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Sebanyak 15 atlet muda menerima Super Tiket pada hari terakhir penyelenggaraan Audisi PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau, Minggu (12/7). Terdapat enam peraih Super Tiket dari jalur turnamen dan sembilan pebulutangkis muda pilihan Tim Pencari Bakat yang mendapat Super Tiket tambahan. Mereka akan melanjutkan perjuangan di tahap karantina yang akan berlangsung selama empat pekan di Kudus pada 14 September - 9 Oktober 2026. 



     

    Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengapresiasi penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru yang dinilainya berlangsung sukses, baik dari sisi pelaksanaan maupun kualitas peserta. Selama enam hari penyelenggaraan, para atlet muda dari berbagai daerah di Pulau Sumatera menunjukkan kemampuan teknis, semangat juang, serta mental bertanding yang menjadi modal penting untuk berkembang ke jenjang lebih tinggi.



     

    Menurut Yoppy, kemunculan sejumlah atlet potensial di Pekanbaru menjadi kabar baik bagi proses regenerasi bulutangkis Indonesia. Ia berharap daerah-daerah di Pulau Sumatera terus melahirkan lebih banyak talenta berkualitas yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Yoppy juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih Super Tiket bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang menuntut kerja keras, disiplin, dan konsistensi untuk menjadi atlet berprestasi.

    "Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di Pekanbaru berjalan dengan baik. Dari Pulau Sumatera bermunculan atlet berkualitas yang nantinya akan menjaga mata rantai bulu tangkis Indonesia. Terima kasih kepada seluruh pebulutangkis muda atas kerja keras selama audisi dan selamat bagi semua atlet yang telah berhasil mendapatkan Super Tiket. Jangan cepat berpuas diri sebab perjalanan menjadi atlet hebat masih sangat panjang. Bagi peserta yang belum berhasil, jangan menyerah, teruslah berlatih dan berkembang karena masih ada kesempatan untuk mengikuti audisi selanjutnya di Makassar dan Kudus," kata Yoppy.

    Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengatakan Tim Pencari Bakat berhasil mendapatkan talenta-talenta yang diharapkan muncul dari penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru. Salah satu hal menarik yang menjadi sorotan tim pencari bakat adalah ditemukannya beberapa pebulutangkis kidal yang memiliki potensi menjanjikan. Bagi PB Djarum, keberagaman teknik dan latar belakang daerah para peserta ini menunjukkan bahwa ekosistem bulu tangkis Indonesia semakin berkembang dan diminati oleh generasi muda secara luas, yang sangat penting bagi keberlanjutan regenerasi atlet nasional.

     

    Kami berhasil menemukan potensi-potensi bagus dan sebagian besar dari Sumatera, termasuk beberapa atlet yang menggunakan tangan kiri, yang tentunya ini sangat menarik bagi kami. Audisi Umum PB Djarum ini memang terlihat semakin diminati dan kami berharap Audisi Umum PB Djarum bisa semakin besar ke depan. Tujuannya tentu agar regenerasi bulu tangkis Indonesia terus berjalan dan ekosistem olahraganya tetap terjaga dengan baik. Dari 15 peserta yang terpilih ini, semuanya sudah sesuai dengan harapan tim pencari bakat. Setelah ini, mereka akan masuk ke tahap karantina di Kudus bergabung dengan peserta dari Makassar dan Kudus untuk digodok selama empat minggu,” jelas Sigit.

     

    Salah satu peraih Super Tiket dari jalur turnamen adalah Jayden Octave Tiolando asal Siak, Riau, yang berhasil mengunci kemenangan 21-14, 21-18 di pertandingan final Audisi Umum PB Djarum 2026 -  Pekanbaru saat berhadapan dengan Nathan Alfariqi Aldyhara di kategori KU-11 putra. Jayden menunjukkan mentalitas yang tangguh meskipun menghadapi lawan yang postur tubuhnya lebih tinggi. Sempat tertinggal di awal laga karena kurang fokus, Jayden berhasil bangkit setelah mengikuti instruksi pelatih untuk mengubah strategi permainan. Ia membuktikan bahwa kecerdasan taktik dan ketenangan di lapangan mampu meredam keunggulan fisik dan power lawan.

     

    Senang banget dan terharu bisa berhasil mendapatkan Super Tiket di Pekanbaru ini. Sejak awal, keinginan saya memang ingin masuk PB Djarum karena fasilitasnya sangat bagus dan saya yakin bisa mengejar mimpi menjadi pemain dunia bersama klub ini.  Lawan saya lebih tinggi dan tenaganya lebih kuat, maka strateginya harus lebih banyak menurunkan bola melalui drop shot, smash, dan netting,” tutur Jayden.

     

    Sementara di sektor KU-12, Super Tiket sukses digenggam Chelsea Amanda asal Deli Serdang, Sumatera Utara usai menundukkan Rayya Aufa Tanjung di partai puncak dengan skor 21-15, 21-13. Bagi atlet dari PB Indocafe Medan ini, kemenangan tersebut bukan kebetulan karena ia sudah cukup sering bertanding di berbagai ajang, termasuk Kejuaraan Provinsi 2025 di Medan. Meski menang, ia tetap bersikap kritis terhadap permainannya sendiri, mencatat bahwa ia masih perlu memperbaiki kecepatan reaksi kaki terutama saat mengambil bola-bola di depan net.

     

    Di pertandingan final tadi, saya merasa permainan saya sudah cukup bagus. Saya juga sering melawan Rayya, mungkin sudah lima kali. Namun, saya merasa masih ada yang kurang, terutama reaksi kaki saya yang harus lebih cepat lagi untuk mengambil bola-bola di bagian depan lapangan,” Chelsea. 

     

    Keberhasilan meraih Super Tiket membawa Chelsea pada tantangan baru, yakni tahap karantina selama empat minggu di Kudus. Ia menyatakan kesiapannya untuk belajar mandiri dan membulatkan tekad untuk menjadi atlet PB Djarum yang kelak menjadi juara dunia, "Saya sudah siap berlatih bulu tangkis lebih giat lagi meskipun harus jauh dari Papa dan Mama.Target saya adalah ingin terus maju, menjadi atlet PB Djarum, dan suatu saat nanti mewujudkan mimpi atlet kelas internasional,” ucapnya penuh harapan.

     

    Super Tiket tidak hanya diberikan kepada juara jalur turnamen di kategori U-11, KU-11, dan KU-12 baik putra dan putri. Tim Pencari Bakat PB Djarum juga memberikan Super Tiket kepada sembilan atlet muda berbakat pilihan yang mampu memperlihatkan perjuangan hebat selama tampil di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru. Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari menjadi salah dari para peraih Super Tiket Tambahan tersebut. Teknik mumpuni dan daya juang yang ditunjukkan atlet yang akrab disapa Bibel ini membuat Liliyana Natsir dan Tim Pencari Putri lainnya memberi kesempatan kepadanya untuk menjalani proses karantina bersama PB Djarum.

     

    "Bibel nggak nyangka bisa mendapatkan Super Tiket, padahal sudah kalah di babak perempat final. Bibel juga sudah siap untuk menjalani karantina bersama PB Djarum meski harus tinggal jauh dari Mama dan Papa. Bibel janji mau kerja keras serta terus berdoa karena ingin jadi atlet yang mengharumkan nama Indonesia," tutur pebulutangkis yang baru berusia 8 tahun ini.

     

    Dari sektor U-11 putra, Ray Ethan Jourell menjadi satu-satunya wakil Jambi yang berhasil mendapatkan Super Tiket Tambahan. Ketangguhan dan sikap pantang menyerah selama bertanding menjadi kunci keberhasilannya meskipun langkahnya terhenti di semifinal tahap turnamen usai mengalami kekalahan tiga gim dengan skor 24-22, 14-21, 18-21 dari Muhammad Azka Al-Fatih. “Saya sempat kecewa karena tidak bisa menjadi juara di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru. Tapi, saya sekarang semangat lagi karena mendapatkan Super Tiket Tambahan dari Tim Pencari Bakat. Artinya saya masih ada kesempatan menjadi atlet PB Djarum. Saya akan berlatih lebih giat dan berusaha semaksimal mungkin,” ucap talenta yang mengidolakan Kevin Sanjaya itu.

     

    Berikut daftar peraih Super Tiket baik dari jalur turnamen maupun pilihan Tim Pencari bakat beserta asal kota dan klub mereka:

     

    Super Tiket Babak Turnamen:

     

    U-11 Putri

    Chelsea Amanda - Deli Serdang, Sumatera Utara (PB Indocafe Medan)

     

    KU-11 Putri

    Iffa Hamda Sakhia - Siak, Riau (Permata Perawang Siak)

     

    KU-12 Putri

    Naura Khaira Raya Kharisma - Bekasi, Jawa Barat (Global Pratama)

     

    U-11 Putra

    Muhammad Azka Al-Fatih - Binjai, Sumatera Utara (PB Samudera Binjai)

     

    KU-11 Putra

    Jayden Octave Tiolando - Siak, Riau (PB Fantasi Siak)

     

    KU-12 Putra

                Muhammad Naufal  Hanafi - Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Exos, PDGSIDEMPUAN)


    Super Tiket Babak Tambahan:

     

    U-11 Putri 

    1. Rayya Aufa Tanjung - Deli Serdang, Medan (PB Angsapura Medan)
    2. Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari - Riau, Pekanbaru (Jelang Fajar Badminton Class, Riau)

    KU-11 Putri

    1. Jessy Liberty - Padang, Sumatera Barat (New Binatama)
    2. Errencia Clarista - Kota Tangerang, Banten (Jenna Gozali Badminton Club)

    U-11 Putra 

    1. Ray Ethan Juorell - Jambi (PB Speed Jambi)
    2. Azka Putra Kesuma - Padang, Sumatera Barat (PB Semen Padang)

    KU-11 Putra 

    1. Nathan Alfariqi Aldyhara - Riau, Pekanbaru (Pratama Club Riau)

    KU -12 Putra 

    1. Muhammad Ahsan Pradipta - Tanjung Pinang, Riau (PB Gajah Emas)
    2. Alvaro Wiryawan Andito - Riau, Pekanbaru (Angkasa Prestasi Gemilang)  

     

    Perjalanan Audisi Umum PB Djarum 2026 masih akan berlanjut ke Pulau Sulawesi, tepatnya di kota Makassar pada Agustus 2026. Para pebulutangkis muda bakal menguji kemampuan mereka di GOR Dafest. Pendaftaran online dibuka hingga 28 Juli 2026 pukul 23.59 WIB, dilanjutkan dengan daftar ulang pada 4 Agustus pukul 09.00–15.00 WIB, sebelum memasuki tahap seleksi pada 5–9 Agustus 2026. Rls/nor

     

  • Melaju ke Final, Asyfha Berharap Golden Tiket di Audisi Umum PB Djarum

    By redkoranriaudotco →

    Foto : Asyfha Yusshe Agatha.

    KORANRIAU.co,, PEKANBARU-Audisi Umum PB Djarum 2026 telah memasuki babak final yang akan digelar, Ahad (12/6/26) di GOR Angkasa, Kota Pekanbaru. Salah satu peserta  yang melaju ke finak yakni, Asyfha Yusshe Agatha.


    Asyfha yang turun di kelompok umur 12 tahun ini, merupaka pebulutangkis asal Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dia maju ke final, usai ,mengalahkan pebulutangkis asal Kabupaten Siak, Provinsi Riau.


     Asyfha mengaku sangat senang hingga melaju ke babak final. Dia sangat berharap dewi  fortuna berpihak kepadanya di final nanti dan meraih golden tiket, agar dapat metaih beasiswa karantina pusat pelatihan PB Djarum di Kota Kudus.


    "Saya senang rasanya bisa sampai ke final. Harapan saya semoga bisa menang dan mendapatkan supertiket," kata  Asyfha, Sabtu (11/7/26).


    Asyfha yang mengidolakan Susi Susanti ini, mengaku belum puas dengan penampilan sebelumnya, meski menang dalam dua gim atas lawannya asal Siak. Menurutnya, penampilannya ketika itu masih dibawa performance yang diharapkan pelatih.


     "Saya merasa masih banyak yang kurang, terutama masih sering memukul bola keluar. Lawan juga tinggi dan pukulannya cukup kuat,"sebutnya.


    Oleh karena itu, semua arahan pelatih menjadi kunci keberhasilannya mengatasi tekanan pertandingan di final nanti. Pelatih memintanya bermain lebih sabar dengan memastikan shuttlecock masuk ke area permainan sebelum membangun serangan.


    "Pelatih bilang bolanya masuk dulu, jangan terlalu mencari garis. Strateginya dimainkan ke kanan dan kiri supaya lawan bergerak," katanya.


    Asyfha sudah menekuni olahraga tepok bulu sejak duduk di kelas 1 SD atas dorongan sang ayah. Kini ia berlatih setiap hari, pagi dan sore, bersama Klub Gajah Emas Tanjungpinang. Ini bukan kali pertama Asyfha mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Pada tahun 2024


    Dia sempat tampil di Kudus dan mampu menembus babak 16 besar. Pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk kembali mencoba peruntungan di Pekanbaru.


    "Saya ingin masuk klub besar. Karena Pekanbaru lebih dekat dari Tanjungpinang, saya kembali mencoba di sini. Insyaallah saya optimistis bisa memberikan yang terbaik di final,"harapnya.


    Untuk diketahui,  Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru diikuti oleh 306 peserta dan bergulir mulai 7 hingga 12 Juli di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau. nor

  • Cincin Emas 2.000 Tahun Bertuliskan Brahmi Ditemukan di Thailand

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Cincin emas berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan dalam penggalian di sebuah situs arkeologi baru di Thailand. Salah satu cincin bahkan memiliki ukiran aksara Brahmi kuno yang diyakini berasal dari India.


    Penemuan tersebut terjadi di situs arkeologi Don Yai Thong, Provinsi Phetchaburi, sekitar 130 kilometer di barat daya Bangkok. Dua cincin emas itu ditemukan bersama kerangka manusia dalam proses penggalian yang masih berlangsung pekan lalu, menurut Departemen Seni Rupa Thailand.

    Salah satu cincin yang ditemukan pada Kamis (9/7) memiliki ukiran yang diduga menggunakan aksara Brahmi, salah satu sistem tulisan kuno yang berkembang di India. Berdasarkan analisis awal para ahli, tulisan tersebut terbaca sebagai pusarakhitasa, yang berarti 'orang yang dilindungi oleh Pushya'.

    Mengutip VNExpress, dalam astronomi India kuno, Pushya dikenal sebagai salah satu rasi atau tanda zodiak yang dianggap paling membawa keberuntungan. Temuan ini menjadi petunjuk penting mengenai pengaruh budaya India yang telah menjangkau wilayah Thailand sejak ribuan tahun lalu.

    Sementara itu, cincin emas lainnya yang ditemukan bersama kerangka yang sama tidak memiliki motif atau ukiran apa pun. Meski sederhana, keberadaan kedua cincin tersebut dinilai memiliki nilai sejarah yang tinggi.

    Para ahli menduga pemilik cincin kemungkinan merupakan seorang pedagang yang berasal dari kasta Waisya (Vaishya), salah satu golongan dalam sistem kasta India kuno yang identik dengan aktivitas perdagangan dan bisnis.

    Situs baru yang menyimpan banyak artefak

    Situs arkeologi Don Yai Thong baru ditemukan pada awal tahun ini setelah warga setempat menemukan pecahan genderang perunggu kuno di area persawahan. Penemuan tersebut mendorong para arkeolog melakukan penggalian lebih lanjut.

    Hasil penanggalan menunjukkan situs tersebut berasal dari masa prasejarah akhir di Thailand atau dikenal sebagai Zaman Besi, sekitar 1.500 hingga 2.500 tahun lalu.

    Sejak penggalian dimulai pada Februari, tim arkeolog telah menemukan delapan kerangka manusia beserta berbagai artefak lain, seperti perhiasan dari perunggu dan emas, tembikar, hingga benda-benda peninggalan lainnya.

    Rangkaian temuan itu mengindikasikan bahwa lokasi tersebut kemungkinan merupakan area pemakaman seremonial bagi orang-orang kaya atau anggota lapisan elite masyarakat pada masa itu.

    Departemen Seni Rupa Thailand menyatakan proses ekskavasi diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah seluruh penelitian awal rampung, berbagai artefak yang ditemukan, termasuk dua cincin emas tersebut, direncanakan akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan sejarah Thailand.
    cnnindonesia

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com