BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Tabrakan Bus TAM vs Calya di Pekanbaru, 1 Tewas 9 Luka-luka

    By redkoranriaudotco → Selasa, 24 Maret 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Yos Sudarso Km 15, tepatnya di depan SMKN 5, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.25 WIB. Akibatnya satu orang tewas dan 9 orang luka-luka.

    Peristiwa ini melibatkan satu unit bus Volvo TAM BM 7438 TU yang dikemudikan Afri Muhardi (52) bersama kernet Fajry Sadrio Pulungan (19), serta satu unit mobil Toyota Calya BM 1718 IB yang dikemudikan Muhammad Habib Yusra (25).

    Bus Volvo membawa lima penumpang yang semuanya duduk di bagian atas, yakni Soni Armani (42), pekerja swasta, Maria (38), ibu rumah tangga, Zulaikha Putri (9), pelajar, Syahry Ramadhan (14), pelajar, dan Aisyah Leman (18), pelajar.

    Sementara itu, mobil Toyota Calya membawa empat penumpang, yaitu Miswal Yetri (50), pekerja swasta, Afiqah Mishabus Suduri (19), mahasiswa, Zahara Hanifa Fadhillah (18), pelajar, dan Dian Restuti (20), pekerja swasta.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio WB Wicaksana, mengatakan kecelakaan itu mengakibatkan satu orang penumpang bus meninggal dunia.

    "Akibat benturan, satu penumpang bus, Zulaikha Putri, meninggal dunia. Dua penumpang lainnya mengalami luka berat, sedangkan tujuh korban lainnya mengalami luka ringan," ujar Satrio

    Selain korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan ini juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp50 juta. Termasuk kerusakan pada kedua kendaraan dan dua warung di pinggir jalan yang hancur akibat tertabrak bus.

    "Bus Volvo mengalami kerusakan di bagian depan kanan dan kiri, termasuk kaca depan pecah, sementara mobil Toyota Calya rusak parah di bagian depan," ungkap Satrio.

    Satrio menjelaskan, kecelakaan bermula ketika mobil Toyota Calya yang datang dari arah selatan menuju utara hendak mendahului kendaraan di depannya.

    Saat melewati marka jalan, kendaraan tersebut melebar ke kanan sehingga bersinggungan dengan bus Volvo yang melaju dari arah berlawanan. "Benturan keras terjadi di badan jalan dan membuat bus kehilangan kendali," ucap Satrio.

    Bus kemudian keluar dari badan jalan ke sisi kiri dan menabrak dua warung di pinggir jalan. Material dari warung tersebut masuk ke bagian atas bus dan mengenai penumpang yang duduk di lantai atas.

    “Diduga pengemudi Toyota Calya kurang memperhatikan jarak aman dan marka jalan saat mendahului kendaraan di depannya. Jangan melewati marka jalan, perhatikan jarak aman, dan tetap fokus di jalan,” jelas Satrio.

    Berdasarkan keterangan saksi, bus dan mobil Calya bertabrakan setelah mobil Toyota Calya mendahului kendaraan di depannya dan melebar ke kanan hingga bersinggungan dengan bus.

    Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan menindaklanjuti prosedur hukum yang berlaku.

    Polisi juga mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, khususnya di jalur rawan kecelakaan seperti Jalan Yos Sudarso, untuk mencegah insiden serupa.

    Kompol Satrio menegaskan bahwa keselamatan di jalan bergantung pada kedisiplinan dan kewaspadaan setiap pengendara.

    “Kami mengimbau seluruh pengendara agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, dan tidak mendahului kendaraan lain di lokasi marka jalan utuh. Keselamatan dimulai dari kesadaran pengendara,” imbau Satrio. ck

     

     

     

     

  • Eks Bos CIA Salahkan Trump atas Krisis Timteng: Naif seperti Bocah

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Mantan menteri pertahanan sekaligus direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), Leon Panetta, menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan krisis energi global.


    Ia berujar Trump telah salah langkah karena bertindak naif layaknya bocah.

    Dalam percakapan telepon dengan The Guardian, Panetta mengatakan Trump bertanggung jawab sepenuhnya atas krisis energi dunia buntut ditutupnya Selat Hormuz. Ia menegaskan Selat Hormuz tak akan menjadi medan panas seperti sekarang jika bukan karena keputusan kekanak-kanakan Trump.

    "Dia cenderung naif tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi. Jika dia mengatakannya dan terus mengatakannya, dia berharap apa yang dia katakan akan menjadi kenyataan. Tapi itu yang dilakukan anak-anak. Itu bukan yang dilakukan seorang presiden," kata Panetta kepada The Guardian.


    Perang antara AS-Israel vs Iran yang dimulai pada 28 Februari telah menunjukkan tanda-tanda kekalahan bagi AS. Serangan yang awalnya diharapkan menjadi pukulan telak bagi rezim Iran itu kini berubah menjadi lepas kendali.

    Tiga belas anggota militer AS tewas dalam pertempuran ini. AS memang berhasil membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, namun siapa sangka pembunuhan itu bukannya mengubah rezim malah memperkuat pemerintahan teokratis Iran.

    Trump saat ini mulai dirundung kesulitan menjual citra perangnya di dalam negeri. Harga minyak naik tajam buntut perang ini, dan jajak pendapat serta koalisi pemilu mulai memperlihatkan penurunan dan perpecahan.

    Panetta yakin betul kondisi ini tak seperti yang dibayangkan Trump sebelumnya. Ia memprediksi Trump dan pemerintahannya sedang kelimpungan mencari cara untuk keluar dari krisis ini.

    "Dia menghadapi masalah yang sangat sulit. Apakah dia akan memperluas perang dengan mencoba membuka Selat Hormuz sehingga bisa menghilangkan pengaruh dan pada akhirnya bernegosiasi dengan Iran? Atau apakah dia hanya akan pergi begitu saja dan menyatakan kemenangan, meskipun semua orang akan jelas memahami bahwa dia sudah gagal?" ucapnya.

    "Dia berada dalam posisi yang sangat sulit saat ini, tapi tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas kondisi ini selain Donald Trump," lanjutnya.

    Menurut Panetta, bukan hal sulit untuk memperhitungkan dampak pada Selat Hormuz apabila suatu pihak memutuskan perang dengan Iran. Masalah ini selalu menjadi topik pembahasan di setiap forum dewan keamanan, sehingga ia heran mengapa pemerintahan Trump tidak terpikirkan tentang ini.

    "Bukan hal yang sulit untuk memahami bahwa jika Anda akan berperang dengan Iran, salah satu kerentanan terbesar adalah Selat Hormuz, dan itu dapat menciptakan krisis minyak yang sangat besar yang dapat mendorong harga bahan bakar melambung tinggi," kata Panetta.

    "Di setiap dewan keamanan nasional yang pernah saya ikuti, di mana kami membahas Iran, topik itu (Selat Hormuz) selalu muncul. Entah karena alasan tertentu, mereka tidak menganggap itu bisa jadi konsekuensi atau mereka mengira perang akan berakhir dengan cepat dan mereka tidak perlu khawatir tentang itu," ujarnya.

    Apa pun alasannya, Panetta percaya bahwa Trump dan pemerintahannya tak siap menghadapi kenyataan saat ini. Apalagi, jika mengingat kepribadian Trump yang cenderung bicara dan bertindak sesukanya.

    "Apa pun itu, mereka tidak siap menghadapinya dan sekarang mereka menanggung akibatnya karena jika ada jalan keluar bagi Trump, itu adalah menyatakan kemenangan dan semuanya sudah berakhir dan kita telah berhasil mencapai semua target militer kita. Masalahnya adalah dia bisa menyatakan kemenangan sesuka hatinya, tapi jika dia tidak bisa mendapat gencatan senjata, semuanya percuma," tutur Panetta.

    "Dan dia tidak akan mendapat gencatan senjata selama Iran terus mengancamnya dengan Selat Hormuz."
    cnnindonesia

  • Veda Ega: Alhamdulillah Sejarah Tercipta di Brasil

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama mengucap rasa syukur usai mencetak sejarah di Moto3 Brasil.


    Veda Ega mengukir sejarah baru usai finis ketiga di Sirkuit Ayrton Senna, Minggu (22/3). Hasil itu membuat Veda Ega menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang grand prix.

    "P3 Indonesia, Alhamdulillah sejarah tercipta di Brasil," tulis Veda Ega di media sosial Instagram miliknya.

    Veda Ega mengucapkan terima kasih kepada timnya, Honda Team Asia atas capaian di Brasil. Pembalap berusia 17 tahun itu pun kini menyambut antusias balapan selanjutnya yakni Moto3 Amerika Serikat, 27-30 Maret mendatang.


    "Terima kasih sebesar-besarnya kepada tim saya atas kerja kerasnya akhir pekan ini dan kepada semua orang yang selalu mendukung saya," tulisnya.

    "Akan ada lebih banyak lagi yang datang, Obrigado Brasil! Selanjutnya Austin [MotoGP AS]."

    Hasil positif di balapan Moto3 Brasil 2026, membuat Veda Ega Pratama kini menghuni peringkat tiga klasemen pembalap.

    Rider Honda Team Asia asal Gunung Kidul itu berhasil mengemas 27 poin, terpaut satu angka dari Marco Morelli yang berada di posisi kedua. Sementara posisi puncak dikuasai Maximo Quiles dengan koleksi 45 poin.
    cnnindonesia

  • Ramai-ramai Kritik KPK Ubah Status Yaqut Jadi Tahanan Rumah

    By redkoranriaudotco → Senin, 23 Maret 2026



    KORANRIAU.co- Sejumlah pihak mengkritik langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengalihan status penahanan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tahanan rumah.


    Yaqut ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi terkait kuota haji untuk Indonesia tahun 2023-2024 oleh KPK pada 9 Januari 2026.

    Pada 12 Maret 2026, KPK menahan Yaqut di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK setelah praperadilannya ditolak pada 11 Maret 2026.

    Keluarnya Yaqut dari rutan KPk demi jadi tahanan rumah itu mulanya 'dibongkar' istri tersangka korupsi pemerasan,eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, Silvia Rinita Harefa.

    Silvia menyampaikan kepada para jurnalis yang menunggunya bahwa beredar informasi di antara para tahanan mengenai tidak terlihatnya Yaqut Cholil di rumah tahanan negara atau rutan.

    "Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya. Infonya sih, katanya keluar Kamis (19/3) malam," kata Silvia pada Sabtu (21/3) siang.

    KPK kemudian buka suara soal hal itu. KPK mengalihkan penahanan Yaqut menjadi tahanan rumah. Perubahan status eks menteri agama itu dilakukan sejak Kamis.

    "Benar, Penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka Saudara YCQ, dari penahanan di Rutan KPK menjadi tahanan rumah, sejak hari Kamis (18/3) malam kemarin," kata Jubir KPK Budi Prasetyo.

    Budi mengungkapkan pengalihan status penahanan ini berdasarkan permohonan keluarga tersangka pada 17 Maret lalu.

    "Atas permohonan tersebut kemudian ditelaah dan dikabulkan dengan pertimbangan sesuai Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-undang Nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP," ujarnya.

    Budi memastikan pengalihan status tersebut sesuai prosedur dan sesuai prosedur.

    "Kami pastikan bahwa proses pengalihan penahanan untuk sementara waktu ini sesuai ketentuan dan prosedur penyidikan maupun penahanan terhadap seorang tersangka," ujarnya. cnnindonesia


  • Oknum Wartawan Diduga Peras Kalapas Pekanbaru, Ini Kata Kakanwil Ditjenpas

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Riau, Maizar angkat bicara terkait penangkapan seorang pria yang mengaku wartawan dan diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Minggu, 22 Maret 2026.

    Pria berinisial KS itu diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap pihak Lapas Pekanbaru. Ia disebut meminta sejumlah uang dengan dalih untuk “menurunkan” atau menghapus pemberitaan serta konten di media sosial.

    Maizar menjelaskan, kasus ini bermula dari pemberitaan dugaan peredaran narkotika di dalam lapas yang dinilai tidak berimbang. Pihak lapas telah mengajukan hak jawab, namun tidak kunjung dimuat.

    “Pihak yang terlibat antara lain oknum wartawan bersama beberapa rekannya, jajaran Humas Lapas Pekanbaru, serta Kalapas Pekanbaru. Ada juga pihak organisasi dan media online yang ikut disebut dalam rangkaian peristiwa,” ujar Maizar.

    Ia memaparkan, rangkaian kejadian berlangsung sejak awal Maret 2026 dan mencapai puncaknya pada Kamis, 19 Maret 2026, saat dugaan transaksi pemerasan dilakukan di sebuah kafe di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.

    Menurut Maizar, kasus ini berawal dari pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pengendalian narkotika dari dalam Lapas Pekanbaru oleh seorang warga binaan berinisial AW. Namun, pihak lapas menilai informasi tersebut tidak akurat.

    Pada 4 Maret 2026, dua pria yang mengaku wartawan mendatangi Lapas Pekanbaru untuk mencari narapidana berinisial AW, namun tidak dapat menunjukkan identitas lengkap. Sehari kemudian, sejumlah media mulai memberitakan isu tersebut.

    Pihak lapas kemudian mengirimkan klarifikasi resmi, namun tidak ditayangkan. Situasi memanas ketika oknum wartawan tersebut terus menggencarkan pemberitaan serupa dan diduga mulai meminta sejumlah uang agar konten negatif dihapus.

    Pada 7 Maret 2026, pertemuan antara pihak lapas dan oknum wartawan dilakukan di sebuah kafe. Dalam pertemuan itu, pihak lapas sempat memberikan uang Rp3 juta sebagai bentuk “silaturahmi”. Namun, oknum tersebut kembali meminta tambahan dana.

    Permintaan itu terus berlanjut hingga mencapai Rp15 juta, dengan rincian Rp10 juta untuk menghapus konten dan Rp5 juta untuk dibagikan kepada pihak lain. Pihak lapas menilai permintaan tersebut telah mengarah pada pemerasan.

    Akhirnya, pada 19 Maret 2026, pihak lapas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit Raya. Atas arahan polisi, dilakukan penyerahan uang secara langsung di sebuah kafe sebagai bagian dari upaya penindakan.

    Saat uang diterima, aparat langsung melakukan penangkapan terhadap oknum wartawan tersebut, sementara satu rekannya melarikan diri. Pelaku kini diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

    Maizar menegaskan pihaknya menghormati kerja jurnalistik, namun tidak mentolerir tindakan yang mengarah pada pemerasan.

    “Kami menghargai insan pers, tapi kalau sudah masuk ranah pemerasan dan pengancaman, tentu harus diproses hukum,” tegasnya.

    Ia juga memastikan bahwa Lapas Pekanbaru tetap berkomitmen memberantas peredaran narkotika dan menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku. rol

     

     


INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com