BERITA TERBARU

Ekonomi Bisnis

Politik & Hukum

Edukasi

Berita Foto

Wisata

Daerah

Student

Nasional

Kolom

Internasional

Olahraga

Recent Posts

  • Jemaah Calon Haji Asal Kampar Wafat di Batam

    By redkoranriaudotco → Minggu, 10 Mei 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kabar duka datang dari jemaah calon haji Provinsi Riau. Azhari Hasan Ahmad, jemaah asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter BTH 05, meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam, Sabtu (9/5/2026) pukul 03.47 WIB.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum saat mendampingi keluarga dalam proses pemulasaran jenazah di RSBP Batam.

    Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia jemaah haji atas nama Azhari Hasan Ahmad, jemaah asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter BTH 05 di Rumah Sakit Awal Bros Batam. Selanjutnya jenazah akan dilakukan proses pemulasaran di RSBP Batam. Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujar Defizon.

    Defizon menjelaskan, almarhum yang beralamat di Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, sejatinya dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada 27 April 2026. Namun, karena kondisi kesehatan yang tidak stabil, almarhum harus menjalani perawatan di RSAW Batam.

    “Jemaah ini seharusnya berangkat pada 27 April dan jika kondisinya membaik akan diberangkatkan pada penerbangan berikutnya. Namun hari ini kita menerima kabar duka tersebut,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Defizon menyampaikan bahwa jemaah yang meninggal dunia di embarkasi tetap mendapatkan hak-haknya, termasuk asuransi jemaah haji.

    “Kami sudah menjelaskan kepada keluarga terkait hak-hak yang akan diperoleh ahli waris berupa asuransi, dan kami juga akan membantu percepatan proses pengurusannya,” tambahnya.

    Terkait proses pemulangan jenazah ke daerah asal, Defizon mengatakan seluruh proses akan difasilitasi oleh PPIH Embarkasi Batam bersama pihak maskapai penerbangan. rpc

     

  • Seorang Pria di Pelalawan Ditemukan Tewas di Kontrakan

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PELALAWAN- Warga Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang sudah tidak bernyawa di dalam rumah kontrakan, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.


    Informasi awal diterima dari masyarakat dan Bhabinkamtibmas Desa Terbangiang terkait adanya seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi terbaring kaku di dalam kamar kontrakan.

    Korban diketahui bernama M. Ridho (28), warga Desa Terbangiang. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Riski alias Ajo, teman korban, yang datang untuk mengajak bekerja namun tidak mendapat respons meski pintu diketuk berulang kali.

    Karena tidak ada jawaban, saksi kemudian masuk melalui jendela yang tidak terkunci dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada tetangga dan perangkat desa hingga diteruskan ke pihak kepolisian.

    Kapolsek Bunut AKP Arinal Fajri SH melalui Kanit Reskrim IPDA Andrinaldi SH bersama personel langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat beberapa kondisi medis yang ditemukan di sekitar korban, seperti obat-obatan dan minuman suplemen.

    Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Bandar Petalangan sekitar pukul 12.30 WIB untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga yang diwakili telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

    Selanjutnya, jenazah korban direncanakan akan dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan ambulans Klinik Dinda.

    Dari hasil keterangan sementara di lapangan, korban diketahui kurang berinteraksi dengan warga sekitar dan diduga memiliki riwayat sakit demam. Polisi juga menyebut tidak ditemukan indikasi kekerasan yang menyebabkan kematian.

    Perkiraan sementara, korban telah meninggal dunia sekitar 8–12 jam sebelum ditemukan, dengan dugaan awal penyebab kematian mengarah pada kondisi kesehatan, seperti serangan jantung.

    Polisi telah melakukan langkah-langkah mulai dari menerima laporan, olah TKP, meminta keterangan saksi, hingga membuat berita acara penolakan autopsi. rtc

  • Ukir Prestasi, RSUD Arifin Achmad Sukses Operasi Bypass Off Pump

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 09 Mei 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil melakukan operasi bypass jantung menggunakan teknik “ Off Pump ”. Operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dr. Hariadi Hatta, Sp.BTKv(K) bersama tim bedah bedah jantung yang disupervisi oleh dr. Wirya Ayu Graha, SpBTKV, Subsp. JD(K) dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Jumat (8/5/25).


    dr Hariadi Hatta, Sp.BTKv menyampaikan Off pump adalah teknik operasi bypass jantung tanpa menggunakan mesin pengganti jantung (Hearth Lung Machine). "Teknik ini kami melakukan operasi bypass saat jantung masih berdetak," jelas dr Hariadi, Sabtu (9/5/26).

    Dengan menggunakan teknik Off Pump, saat operasi, jantung tetap berdetak dan darah tetap mengalir seperti biasa. Pada teknik Off pump ini kita hanya menggunakan alat – alat untuk menstabilkan jantung dan pembuluh darah. Teknik ini membutuhkan keahlian tinggi karena kita menjahit saat jantung masih berdetak. Kelebihannya berdasarkan statistik yang ada, komplikasi yang ditemukan pasca operasi lebih rendah dan proses pemulihan lebih cepat.

    Selain itu, menggunakan teknik off pump tidak menyinggung pembuluh darah Aorta sehingga menurunkan resiko terkena stroke bagi pasiennya dan di negara luar bisa dilakukan pada pasien -pasien berumur 70 tahun keatas. Insya allah kita akan menuju kesana.

    Sedangkan operasi Bypass yang menggunakan Hearth Lung Machine dilakukan untuk kasus - kasus yang sulit dilakukan apabila menggunakan teknik off pump seperti ketika pembuluh darah pasien terlampau kecil atau memiliki sumbatan total dikiri dan kanannya.

    "Dengan Hearth lung Machine ini operasinya jadi lebih mudah karena jantungnya bisa kita berhentikan sementara sehingga pembuluh darahnya bisa kita perbaiki dan kita jahit dengan baik," papar dr Hariadi.

    Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, kita bisa melakukan 2 2 nya baik itu menggunakan off pump ataupun menggunakan hearth lung Machine sesuai dengan kebutuhan kasusnya.

    dr. Wirya Ayu Graha, SpBTKV, Subsp. JD(K) menambahkan operasi bypass jantung menggunakan teknik off pump merupakan teknik yang lebih modern dari yang sebelum sebelumnya. Dengan teknik ini resiko gagal ginjal lebih rendah dan resiko terjadinya stroke pasca operasi menjadi lebih rendah.

    Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, saat melakukan operasi rasa kekeluargaan antar petugas juga lebih kental yang membuat rasa nyaman dan menambah semangat dalam bekerja sehingga bisa memberikan hasil yang terbaik.

    Untuk sarana prasarananya juga sangat lengkap dan oleh karena itu kepada masyarakat dr. Wirda menyampaikan tak perlu jauh – jauh atau bahkan sampai keluar negeri karena pelayanan jantung yang cukup baik dan lengkap sudah bisa didapatkan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. rls/nor
  • Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU— Setahun setelah berbagai elemen masyarakat Riau menyatakan kesepakatan memperjuangkan Daerah Istimewa Riau (DIR), perjuangan itu masih terus berjalan dan belum surut. Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) memastikan langkah menuju status istimewa tetap diperjuangkan sebagai amanah masyarakat luas.


    Ketua BPP DIR yang juga Ketum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengatakan perjuangan tersebut terus dijalankan secara konstitusional dan terukur. Menurutnya, hingga kini dukungan terhadap DIR datang dari sekitar 130 organisasi masyarakat di Riau.

    “Kita tetap berusaha memperjuangkannya, sebab memang amanah berbagai kalangan. Perjuangan DIR adalah perjuangan akal sehat, maka kita memang sengaja tidak menghebohkan-hebohkan,” ujar Datuk Seri Taufik.

    Ia menambahkan, berbagai dokumen penting seperti naskah akademik hingga rancangan undang-undang mengenai DIR telah diserahkan kepada DPR RI. Karena itu, perjuangan saat ini lebih difokuskan pada penguatan substansi dan konsolidasi dukungan masyarakat.

    Meski bergerak tanpa banyak hiruk-pikuk, refleksi perjuangan tetap dilakukan. Dalam waktu dekat, BPP DIR bersama berbagai elemen masyarakat juga tengah mempersiapkan kegiatan untuk menandai setahun deklarasi bersama perjuangan DIR yang pertama kali digaungkan pada 20 Mei 2025 lalu.

    Perjuangan menuju status daerah istimewa itu bermula dari sembang-sembang masyarakat yang ditaja Lembaga Adat Melayu Riau di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada 9 Mei 2025. Saat itu, berbagai organisasi masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, hingga elemen adat duduk bersama membahas masa depan Riau.

    Dalam forum yang berlangsung hampir lima jam tersebut, muncul kesepakatan bahwa Riau dinilai layak menyandang status daerah istimewa. LAMR pun diminta memimpin perjuangan tersebut.

    Berbagai organisasi hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Majelis Ulama Indonesia, FKPMR, FKUB, FPK, DMDI, MDI, Ittihadul Muballighin, ICMI, hingga Muslimat NU. Mereka sepakat bahwa Riau memiliki landasan historis, budaya, dan kontribusi besar terhadap negara.

    Dalam pembacaan berita acara sembang-sembang ketika itu, Datuk Seri Taufik menyampaikan bahwa perjuangan DIR merupakan perjuangan bersama seluruh elemen masyarakat Riau. Salah satu amanah yang lahir dari forum tersebut ialah pembentukan tim khusus serta penyusunan naskah akademik Daerah Istimewa Riau.

    Sekretaris Umum MKA LAMR, Afrizal Alang, saat itu menegaskan perjuangan DIR harus terus digaungkan melalui media dan ruang publik agar menjadi perhatian bersama.

    Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau, Marjohan, menyebut perjuangan tersebut lahir dari kesadaran sejarah panjang Riau terhadap Republik Indonesia.

    Menurutnya, kerajaan-kerajaan Melayu di Riau dahulu bergabung secara sukarela ke dalam NKRI dan turut menyerahkan berbagai aset serta kekayaan, termasuk sumber daya alam yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

    “Kita tak ingin negeri kita terus menjadi daerah perburuan,” ujar Marjohan dalam petuah amanahnya kala itu.

    Perjuangan DIR sendiri membawa sejumlah tujuan utama, mulai dari penguatan marwah Melayu, pengakuan terhadap nilai historis dan budaya Riau, hingga memperjuangkan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berpihak kepada masyarakat daerah.

    Selain itu, status daerah istimewa juga diharapkan memberi ruang kewenangan lebih besar kepada daerah dalam pembangunan dan kebijakan fiskal, mengingat besarnya kontribusi Riau terhadap devisa negara melalui sektor migas dan perkebunan.

    Langkah konkret perjuangan itu terlihat ketika pada 7 Oktober 2025 lalu, Datuk Seri menyerahkan naskah akademik dan draf RUU Daerah Istimewa Riau kepada Ketua DPRD Riau, Kaderismanto.

    Dokumen setebal lebih dari 600 halaman tersebut memuat kajian akademik, draf regulasi, dukungan masyarakat, hingga dokumentasi perjalanan perjuangan DIR.

    Datuk Seri Taufik menegaskan, perjuangan tersebut tidak bertentangan dengan semangat kebangsaan maupun NKRI. Menurutnya, DIR merupakan perjuangan konstitusional untuk memperkuat posisi daerah dalam sistem pemerintahan nasional.

    “Daerah Istimewa Riau ini adalah hak Riau. Ini bukan soal federalisme atau kemerdekaan, tetapi perjuangan yang sah dan bermartabat,” tegasnya.

    Datuk Seri Taufik menyebut substansi utama dalam naskah akademik DIR mencakup penguatan lembaga adat, pelestarian bahasa Melayu, serta pengelolaan ruang hidup berbasis ekologi sebagai bagian dari identitas masyarakat Riau. rls/nor
  • Warga Bakar Gudang Milik Terduga Bandar Narkoba di Rantau Kopar

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kericuhan dipicu maraknya peredaran narkoba kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Warga membakar bangunan yang diduga milik bandar narkoba di Rantau Kopar, Jumat (8/5/26).


    Terkait peristiwa itu, Polda Riau menegaskan aksi pembakaran lokasi penggerebekan narkotika tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap aparat kepolisian.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira mengatakan, peristiwa itu dipicu luapan emosi masyarakat terhadap dugaan aktivitas peredaran narkoba di Rantau Kopar.

    Sebelum kejadian, sekitar pukul 14.00 WIB, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan pengembangan kasus narkotika di Kabupaten Bengkalis.

    Berdasarkan keterangan tersangka yang sebelumnya diamankan di Duri, pasokan narkoba diduga berasal dari seorang pria warga Rantau Kopar.

    Tim kemudian bergerak menuju Jalan Rambutan, Kepenghuluan Bagan Cempedak, Rantau Kopar. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan RP.

    “Tim melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di sebuah gudang yang dilengkapi kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik,” kata Putu, Sabtu (9/5/2026).

    Dalam penggeledahan yang disaksikan ketua RT setempat, polisi menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik besar bekas, alat hisap sabu atau bong, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika.

    Putu menjelaskan, langkah kepolisian itu awalnya mendapat dukungan penuh dari warga yang resah terhadap aktivitas di lokasi tersebut. Warga bahkan berbondong-bondong mendatangi tempat penggerebekan.

    “Ketika penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat mendukung penuh langkah petugas. Mereka senang lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas narkoba ditindak,” jelasnya.

    Namun, situasi berubah setelah petugas meninggalkan lokasi. Sekitar 50 warga diduga terprovokasi dan mendesak polisi segera menangkap bandar besar narkoba di wilayah tersebut.

    Meski pihak Polsek Rantau Kopar telah memberikan penjelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan, massa tetap bergerak menuju lokasi penggerebekan dan membakar bangunan tersebut.

    Sementara itu, polisi membawa RP untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine menunjukkan RP positif methamphetamine.

    “Saat ini masih kami kembangkan,” ungkap Putu.

    Menurut Putu, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar jaringan.

    “Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami memastikan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di Riau,” katanya.

    Saat ini, personel dari Polres Rokan Hilir telah dikerahkan ke lokasi kejadian dan Mapolsek Rantau Kopar untuk memperkuat pengamanan serta memastikan situasi tetap kondusif.

    Putu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum tindak pidana narkotika kepada pihak berwenang demi menjaga kondusivitas wilayah. ck
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com