Denpom Buka Suara soal Warga Tertembak Saat Gerebek Pengoplos Gas
KORANRIAU.co- Sebuah video viral di media sosial menarasikan seorang warga terkena tembakan dari anggota TNI terkait penggerebekan tempat pengoplosan gas bersubsidi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam video viral itu korban dinarasikan mengalami
luka di bahu.
Merespons video viral tersebut, Komandan Detasemen
Polisi Militer III/1 Bogor Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto mengatakan
peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/5) dini hari lalu. Kala itu,
katanya, Pomdam Siliwangi menggerebek pengoplosan gas subsidi
yang diduga dibekingi prajurit TNI AD.
Sementara soal kabar warga tertembak, dia
mengatakan terkena rekoset saat anggota pomdam melepas tembakan
peringatan. Korban telah dirawat, dan persoalan itu diselesaikan secara
kekeluargaan.
Adapun kasus pengoplosan gas dibekingi TNI AD itu,
katanya, kini telah ditangani jajaran Pomdam Siliwangi.
"Yang pasti (kasus) itu sudah ditangani
Pomdam Siliwangi di Bandung. Anggotanya pun (yang ada di lokasi saat kejadian),
anggota Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi," kata Letkol Anggi, Rabu
(20/5) dikutip dari detik.com.
Dia menerangkan peristiwa penggerebekan pengoplos
gas subsidi itu terjadi pada Selasa dini hari lalu.
Awalnya, kata dia, anggota Pomdam III/Siliwangi
menindaklanjuti laporan terkait dugaan oknum TNI AD menjadi pelindung dari
praktik pengoplosan gas.
Dia mengatakan, saat di lokasi, anggota Pomdam
Siliwangi mendapat perlawanan hingga dikeroyok warga.
"Singkatnya gini, jadi mereka (anggota Pomdam
III/Siliwangi) ini dapat informasi dari masyarakat juga, dari jaringan juga,
ada pengoplos gas subsidi diduga dibekingi oknum TNI AD, makanya (anggota
Pomdam) langsung bergerak ke sana," kata Anggi.
"Begitu sampai ke sana, tiba-tiba masyarakat
muncul keluar, dikeroyok lah mereka (anggota Pomdam)," sambungnya.
Anggi mengatakan anggota Pomdam Siliwangi kemudian
mengeluarkan tembakan peringatan karena merasa terdesak. Imbasnya, seorang
warga terluka di bahu akibat terkena pantulan rekoset peluru milik anggota
Pomdam.
"Namun terdapat satu warga sipil yang terkena
rekoset (pantulan) atau dampak dari tembakan tersebut pada bagian bahu sebelah
kanan," kata Anggi.
Dia menjelaskan, korban yang terkena tembakan saat
ini telah mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Insiden itu juga sudah
diselesaikan secara kekeluargaan.
"Yang pasti sudah selesaikan kekeluargaan
juga, sudah diobati juga, tanggung jawab juga anggota TNI untuk masyarakat yang
tertembaknya juga," kata Anggi.
cnnindonesia




