Browsing "Older Posts"

  • Pemprov Riau Tunggu Instruksi Pusat Soal Pengangkatan PPPK

    By redkoranriaudotco → Minggu, 02 Agustus 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau hingga saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat, guna mengangkat tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh.

     

    Kepala BKD Riau Budi Fakhri mengatakan, terkait rencana pengangkatan tenaga PPPK tersebut pihaknya masih bersifat menunggu kebijakan. Karena hingga saat ini petunjuk teknis untuk pengangkatan tersebut juga belum ada.

     

    “Kebijakan terkait PPPK inikan semua ada di pemerintah pusat. Kami sifatnya menunggu arahan saja,” katanya.

     

    Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan data yang pihaknya himpun, saat ini jumlah tenaga PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Riau mencapai 2.400 an orang. Karena sebelumnya para tenaga honorer yang tidak lulus seleksi PPPK, sudah dimasukkan dalam tenaga PPPK paruh waktu.

     

    “Jumlah tenaga PPPK paruh waktu kita cukup banyak juga, ada 2.400 an. Itu berasal dari tenaga honorer yang tidak lulus seleksi PPPK sebelumnya,” ujarnya. 

     

    Karena itu, pihaknya saat ini hanya bersifat menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Jika memang harus dilakukan pengangkatan menjadi tenaga PPPK penuh, pihaknya juga siap.“Kami saat ini sifatnya hanya menunggu keputusan dari pemerintah pusat saja,” sebut. rpc

     


  • Hadapi Tekanan Mental, 16 Tentara Israel Bunuh Diri

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co- Sejak Januari lalu hingga akhir Juli, tercatat 16 tentara Israel (IDF) bunuh diri, dua di antaranya tentara wanita.

    Seperti dilaporkan media Israel Haaretz, dua tentara wanita Israel yang bunuh diri terjadi di tengah krisis kesehatan mental yang memburuk di IDF.


    Dua tentara wanita itu terdiri dari prajurit tempur dari Batalyon Bardelas, yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Mesir-Israel. Dia ditemukan mati bunuh diri pada Selasa pagi (28/7) di sebuah pangkalan militer di Israel selatan.

    Yang kedua, tentara wanita yang bertugas di intelijen militer di pangkalan militer Glilot dekat Ramat Hasharon di Israel tengah, Minggu (26/7). Laporan tersebut menyebutkan bahwa ia memegang posisi rahasia.

    Data yang dikumpulkan oleh surat kabar tersebut menunjukkan bahwa jumlah tentara Israel yang masih aktif bertugas dan meninggal karena bunuh diri sejak awal tahun ini telah meningkat menjadi 16 orang.

    Laporan itu menambahkan bahwa setidaknya sembilan tentara lainnya, termasuk personel reguler dan cadangan yang telah ikut serta dalam perang, juga bunuh diri saat tidak bertugas.

    Menurut laporan Haaretz sebelumnya , 22 tentara Israel yang masih aktif bertugas meninggal karena bunuh diri pada tahun 2025, menandai angka tahunan tertinggi yang tercatat oleh militer Israel dalam 15 tahun terakhir.

    Tekanan Mental

    Polisi Militer Israel (Military Police Criminal Investigation Division) telah membuka penyelidikan resmi atas kedua kasus kematian tersebut.

    Kasus bunuh diri di kalangan tentara Israel terus terjadi pascaserangan ke Jalur Gaza 2023 silam. Investigasi militer Israel menemukan bahwa mayoritas kasus bunuh diri di kalangan tentara mereka baru-baru ini secara langsung terkait dengan trauma dan kondisi ekstrem yang dialami selama perang di Jalur Gaza.


    Dilaporkan hampir 50 tentara Israel bunuh diri sejak Tel Aviv melancarkan agresi brutalnya ke Jalur Gaza Palestina pada Oktober 2023. Harian Haaretz melaporkan ada 17 tentara bunuh diri sepanjang 2025 ini, sementara 24 kasus lainnya terjadi pada 2024, dan 17 kasus pada 2023, termasuk tujuh tentara yang bunuh diri setelah pecahnya agresi di Gaza.

    Menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, 16 tentara telah mengakhiri hidup mereka sejak awal tahun 2025. Setiap kasus bunuh diri diselidiki, termasuk analisis surat perpisahan dan wawancara dengan orang-orang terdekat para tentara.

    Hasil temuan menunjukkan bahwa sebagian besar kasus bunuh diri berasal dari paparan pertempuran yang berkepanjangan, pengalaman traumatis di medan perang, dan tekanan psikologis akibat kehilangan rekan.


    "Sebagian besar kasus bunuh diri ini adalah akibat dari realitas kompleks yang diciptakan oleh perang di Gaza. Perang memiliki konsekuensi," kata seorang pejabat senior militer Israel kepada KAN, seperti dilansir Anadolu Agency.
    cnnindonesia
  • Hasil Piala AFF 2026: Thailand Hajar Malaysia 2-0

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co-- Thailand mengalahkan Malaysia pada laga Grup B Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (1/8) malam.


    Thailand mengambil inisiatif menguasai bola setelah kick off. Ada serangan yang berujung tembakan, namun tidak terlalu mengancam gawang Harimau Malaya.

    Sementara tim tamu berupaya memaksimalkan serangan balik dan mencoba memainkan sepak bola efektif. Hasilnya jumlah tembakan Malaysia tidak berbeda jauh dengan Thailand.


    Pada menit ke-34 Ubaidillah Shamsul melakukan pelanggaran yang membuat Kakana Khamyok terjatuh di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih. Yotsakorn Burapha yang menjadi eksekutor membuat kiper Azri Ghani terkecoh dan bola masuk ke gawang.


    Skor 1-0 untuk skuad Gajah Perang bertahan hingga wasit meniup peluit tanda turun minum.

    Kedudukan berubah ketika babak kedua berjalan sepuluh menit. Teerasak Poeiphimai mencetak gol setelah menerima umpan dari Woorachit Kanitsribampen. Poeiphimai yang ada di kotak penalti dan tidak mendapat kawalan dengan mudah membobol gawang Malaysia.

    Setelah keunggulan dua gol, serangan Thailand mengendur. Sementara Malaysia juga kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah.

    Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Malaysia memiliki kans menjaringkan gol pertama dalam laga ini. Penyelamatan kiper Kampon Phatomakkakul membuyarkan harapan Malaysia.

    Skor 2-0 untuk Thailand bertahan hingga laga bubar. Thailand pun menjadi pemuncak klasemen Grup B dengan enam poin menggeser Malaysia yang menempati peringkat kedua dengan poin serupa.
    cnnindonesia
  • Hakim Vonis Berbeda Lima Terdakwa Korupsi KUPEDES Siak, Tiga Diantaranya Sama dengan Tuntutan Jaksa

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 01 Agustus 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Tiga dari lima terdakwa  korupsi Pemberian  kredit umum pedesaan (KUPEDES)  di PT.Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Koto Gasib dan Lubuk Dalam, Cabang Perawang, Kabupaten Siak divonis 2 tahun 6 bulan penjara. Vonis itu, sama (conform-red) dengan tuntutan  jaksa penuntut umum  (JPU).

     

    Ketiga terdakwa yang divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Jonson Parancis SH MH ini adalah, Waris selaku Ketua Kelompok Tani MSKB, Wagiran  sebagai Sekretaris Kelompok Tani MSKB,. Kemudian, Sanito sebagai Pengawas Kelompok Tani MSKB.

     

    Sementara dua terdakwa lainnya,  Edi Mulyadi  selaku asisten manajer pemasaran mikro (AMPM) BRI Cabang Perawang Tahun 2022 dan  Dwi Ristiono sebagai Ketua KUD BM, masing-masing divonis selama 1 tahun penjara.

     

    Dalam amar putusannya yang dibacakan pada sidang Jumat (31/7/26)  petang hakim menyatakan, para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3, Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

     

    Hakim menghukum para terdakwa membayar denda sebesar Rp200 juta. Dengan ketetuan, jika denda tidak dibayar maka diganti dengan subsider 90 hari kurungan.

     

    Sedangkan untuk tiga terdakwa Waris, Wagiran dan Sanito, mereka mendapatkan hukuman tambahan untuk  membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp3.209.605.058. Apabila UP itu tidak dibayar, naka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

     

    Atas vonis hakim itu, kelima terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan JPU Kejari Siak Rozi Hermansyah SH dan Furqon Roy Alfarizi SH.


    Sebelumnya, JPU menuntut  Wagiran, Sanito dan Waris masing-masing selama 2 tahun 6 bulan penjara. Mereka juga dituntut membayar denda sebesar Rp400 juta atau subisder pidana penjara selama 120 hari.

    Selain itu, JPU menuntut Waris  membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp260.700.000. Apabila UP tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

    Terdakwa  Waris  dituntut membayar UP sebesar Rp9.307.615.175. Jika tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

    Sementara terdakwa Sanito dituntut membayar UP sebesar Rp76 juta. Jika tidak dibayar, diganti engan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

    Untuk terdakwa Edy Mulyadi dan Dwi Ristiono, masing- masing dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara. Keduanya dituntut membayar denda sebesar Rp250 juta atau subsider pidana penjara selama 90 hari.

    Tindak pidana korupsi yang dilakukan para terdakwa terjadi pada tahun 2022 silam. Berawal ketika para terdakwa melalui  kelompok tani mengajukan kredit KUPEDES untuk pembelian lahan sawit.
     
    Para terdakwa selaku pengurus kelompok tani selanjutnya merekrut 117 orang dari Siak dan Pelalawan untuk diajukan sebagai pemohon kredit.


    Mereka dijanjikan akan mendapatkan lahan dalam empat tahun tanpa kewajiban membayar angsuran bulanan. Data para calon nasabah kemudian diserahkan ke pihak bank.


    Namun, data tersebut tidak dapat diverifikasi karena banyak yang tidak memenuhi syarat, seperti ketiadaan NPWP dan domisili di luar wilayah layanan.


    Untuk meloloskan pengajuan, terdakwa diduga memanipulasi data dan menekan bawahannya yang awalnya menolak permohonan tersebut. Sementara agunan dan dokumen pendukung dibuat oleh pengurus kelompok tani meski tidak valid.

     
    Meski tidak layak, kredit tetap disetujui dan setiap nasabah menerima plafon sebesar Rp125 juta dengan jumlah total keseluruhan Rp14.625.000.000., Kemudian setelah dilakukan pemotongan untuk biaya Provisi, Administrasi, Asuransi, (surat keterangan menjual agunan) SKMA dan potongan lainnya oleh pihak BRI Unit Koto Gasib Cabang Perawang dan BRI Unit Lubuk Dalam Cabang Perawang sehingga total uang yang masuk ke rekening penampung adalah sejumlah Rp13.867.912.445. nor

     

  • Sempena HUT ke-69 Riau, RSUD Arifin Achmad Gelar Bakti Kesehatan Operasi THT

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad bekerjasama dengan tim dokter dari Rumah Sakit THT-KL Proklamasi Jakarta, melaksanakan bakti kesehatan melakukan operasi THT kepada 20 pasien. Seluruh biaya kegiatan operasi ini ditanggung BPJS Kesehatan dan BAZNAS.

    Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih mengatakan, pada kegiatan ini diikuti oleh sembilan dokter dari Rumah Sakit THT-KL Proklamasi Jakarta dipimpin oleh dr Soekirman Soekin, Sp.THT-BKL (K), M.Kes. Total pasien yang dilakukan operasi pada kegiatan kali ini berjumlah 20 orang berasal dari kabupaten/kota di Riau.

    “RSUD Arifin Achmad untuk kesekian kalinya melakukan bakti kesehatan operasi THT. Total pasien ada 20 orang yang berasal dari Kuansing, Rokan Hulu, Pelalawan dan juga Pekanbaru,” katanya, Sabtu (1/8/2026).

    Dilanjutkannya, kegiatan bakti kesehatan ini juga dilakukan bersempena peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau. Pasalnya, dari data yang pihaknya terima untuk penderita masalah THT di Indonesia persentase nya 2 hingga 4 persen dari jumlah penduduk.

    “Karena itu kami memilih kegiatan bakti kesehatan untuk THT ini. Di RSUD Arifin Achmad  juga ada tenaga kesehatan spesialis dan peralatan lengkap,” sebutnya.

    Pada Oktober mendatang, juga akan dilakukan mega bakti kesehatan THT-KL. Jadi nantinya semua sub divisi THT se Indonesia akan berkumpul di Pekanbaru. 

    “Harapnya pada kegiatan mega bakti Kesehatan nantinya akan semakin banyak pasien yang bisa ditangani,” harapnya.

    Keluarga pasien yang mengikuti kegiatan bakti kesehatan ini, Upik mengaku senang anaknya bisa mendapatkan penanganan operasi. Pasalnya, anaknya yang masih berusia 9 tahun mengalami gangguan pendengaran dan memerlukan penanganan segera.

    “Anak kami mengalami gangguan pendengaran, awalnya kami bawa kerumah sakit swasta. Kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dan saat ini sudah ditangani, harapannya bisa kembali pulih lagi,” harapnya. rls

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com