Kepala BNPB: Di Riau Sudah Tidak Ada Titik Api
KORANRIAU.co,JAKARTA - Upaya maksimal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama seluruh Satgas dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membuahkan hasil. Provinsi Riau resmi dikeluarkan dari daftar prioritas nasional penanganan Karhutla tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan,
Jakarta, Rabu (21/10/26).
Ia menyebutkan terjadi penurunan signifikan titik api (hotspot) di sejumlah
daerah.
"Dari yang awalnya 6 provinsi prioritas, Riau sudah kami keluarkan,
karena di Riau sudah tidak ada lagi titik api. Sehingga tersisa 5 provinsi
prioritas," kara Kristomei.
Adapun 5 provinsi yang masih menjadi prioritas nasional penanganan Karhutla
saat ini yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi,
dan Kalimantan Barat.
Sementara itu, untuk provinsi yang mengalami kenaikan titik api, yakni
Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, namun kenaikan tersebut dinilai tidak
terlalu signifikan.
"Kami terus berkoordinasi agar penanganan Karhutla dapat berjalan
maksimal di seluruh wilayah," pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto
mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat terkait penanganan Karhutla di Riau.
Menurutnya, keberhasilan Riau keluar dari daftar prioritas nasional ini tak
lepas dari kerja keras Satgas Karhutla Riau, serta dukungan masyarakat.
"Tentu ini menjadi hal yang patut kita apresiasi. Atas kerjasama
Satgas Karhutla, relawan hingga masyarakat yang membantu proses pemadaman api
sesuai dengan arahan bapak Presiden RI, bahwa penanganan harus dilakukan dengan
sistem gotong royong dan kerja sama. Sehingga, Riau dinyatakan keluar dari
daftar prioritas nasional atas penanganan bencana Karhutla," kata SF
Hariyanto, Sabtu (24/10/2026).
Kendati demikian, kedepannya Pemerintah Provinsi Riau bersama Forkopimda
dan stakeholder terkait tetap melakukan mitigasi dan antisipasi secara rutin
dan berkelanjutan. Sehingga titik api yang sewaktu-waktu bisa muncul dapat
segera dituntaskan.
"Pemprov Riau akan tetap siaga penuh, terutama menjelang puncak musim
kemarau, agar status zero hotspot dapat dipertahankan," ungkapnya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan
dengan cara membakar. Menurunya, peran aktif masyarakat merupakan kunci utama
dalam menjaga Riau tetap zero titik api.
"Kita minta dukungan dari masyarakat. Agar tidak lagi membuka lahan
dengan cara membakar. Tanpa kesadaran bersama untuk berhenti membakar, upaya
yang telah dilakukan Satgas Karhutla di lapangan akan sia-sia,"
pungkasnya. rls/nor




.jpeg)