KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla bersama Menteri Kehutanan (Menhut) RI di Markas Polda Riau, Jumat (28/8/26).
Saat pemaparan, Plt
Gubri memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dapat mengatasi dampak
kesehatan akibat kabut asap dapat tertangani dengan baik.
"Dari data yang
dirangkum Diskes Riau, mulai 19-27 Agustus, terdapat 3.293 kasus ISPA di Riau.
Dengan kasus paling banyak ditemukan pada kemarin 27 Agustus yaitu 1.333 kasus.
Angka ini meliputi penyakit asma, influenza dan lainnya," kata SF
Hariyanto.
SF Hariyanto
menyebutkan, dari data tersebut, kasus terbanyak ditemukan di Kota Pekanbaru
dengan 904. Disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 650 kasus dan Kampar 361
kasus.
"Kami memastikan
bahwa ini dapat tertangani dengan baik. Terbukti dengan tidak adanya masyarakat
yang harus dirawat atau membutuhkan rujukan ke rumah sakit. Semua pasien yang
datang ke puskesmas, berkonsultasi, mendapatkan obat lalu kembali ke
rumah," kata SF Hariyanto.
Pihaknya juga telah
memerintahkan Dinas Kesehatan Riau untuk melakukan koordinasi dengan kabupaten
kota dalam mencegah dampak kabut asap dan segera mengatasi permasalahan
kesehatan akibat kabut asap.
"Kita minta
Diskes Riau koordinasi dengan daerah. Pastikan fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat pertama dan tingkat lanjut melakukan penanganan terhadap keluhan
kesehatan masyarakat akibat dampak kabut asap," kata SF Hariyanto.
Dirinya juga meminta
daerah untuk melakukan pemantauan ketersediaan logistik di FKTP dan FKTL serta
menyiapkan kebutuhan logistik dan obat-obatan, terutama masker dan
mendistribusikan kepada masyarakat.
"Dan juga untuk
menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan Emergency Medical Team (EMT) di
daerah. Kami juga memastikan dapat memobilisasi tenaga cadangan kesehatan
apabila dibutuhkan," kata SF Hariyanto.
Kemudian, Plt Gubernur
Riau juga meminta daerah untuk terus melakukan pemantauan perkembangan
permasalahan Kesehatan akibat Karhutla, menyiapkan rumah singgah atau rumah
mobil oksigen.
"Jika sudah
ditetapkannya status siaga darurat bencana karhutla, maka seluruh upaya
penanggulangan bencana dilaksanakan secara terkoordinasi dengan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos Kesehatan dapat didirikan
berdampingan dengan Posko BPBD di kabupaten kota," pungkasnya. mcr

No Comment to " Plt Gubri Minta PSC 119 dan EMT Disiagakan, Antisipasi Kesehatan Dampak Karhutla "