Browsing "Older Posts"

  • Plt Gubri Resmikan Kantor KONI di Kawasan Stadion Utama Riau

    By redkoranriaudotco → Kamis, 06 Agustus 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU-Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau  (Gubri) SF Hariyanto meresmikan penggunaan Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di kawasan Stadion Utama PON Riau, Jalan Naga Sakti, Panam, Pekanbaru, Kamis (6/8/26).

     

    Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau sekaligus menandai langkah pemerintah menghidupkan kembali kawasan stadion yang selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan secara optimal.

     

    SF Hariyanto mengatakan, keberadaan kantor baru KONI Riau bukan sekadar pemindahan sekretariat, tetapi menjadi awal penataan kawasan Stadion Utama PON sebagai pusat aktivitas olahraga di Provinsi Riau.

     

    Menurutnya, stadion yang telah lama tidak digunakan harus kembali difungsikan agar aset daerah dapat memberi manfaat bagi pembinaan olahraga dan masyarakat. Ia menjelaskan, ke depan seluruh kegiatan olahraga akan dipusatkan di kawasan tersebut.

     

    Tidak hanya pengurus KONI Riau yang berkantor di sana, tetapi juga sekretariat seluruh pengurus cabang olahraga di tingkat provinsi akan dipindahkan ke Stadion Utama PON. Langkah ini diharapkan mempermudah koordinasi, meningkatkan pembinaan atlet, serta memaksimalkan penggunaan fasilitas olahraga yang telah tersedia.

     

    "Selama ini ada sekretariat cabang olahraga yang masih berkantor di rumah maupun tempat lain. Dengan fasilitas yang sudah ada di Stadion Utama PON, semuanya bisa dipusatkan di sini sehingga aktivitas pembinaan olahraga menjadi lebih efektif," ujar SF Hariyanto.

     

    Dijelaskan SF Hariyanto, pemindahan kantor KONI ini menjadi bagian dari optimalisasi penggunaan aset Pemprov yang sempat menjadi tempat pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII Tahun 2012. Pembenahan ruangan yang berada pada bagian basement stadion tersebut, diharapkan dapat menghidupkan kembali Stadion Utama Riau.

     

    "Ruangannya banyak ini. Memang dibangun untuk menampung segala kegiatan, ini yang akan kita maksimalkan. Semua cabor kita pindahkan, memang belum semua, tapi semua akan bertahap dipindahkan," jelas SF Hariyanto.

     

    Plt Gubri juga telah menginstruksikan Dispora dan Dinas PUPR-PKPP Riau untuk proses pembenahan. SF Hariyanto ingin Stadion Utama Riau tetap dikenang sebagai lokasi bersejarah. "Akan kita buat museum PON di satu ruangan. Di dalamnya akan ada visual mengenai proses pembuatan stadion, pelaksanaan PON dan apa saja penghargaan yang Riau dapat selama pergelaran ini. Jadi masyarakat masih bisa melihat sisa kemegahan PON di Riau," katanya.

     

    Selain perbaikan infrastruktur jalan, Plt Gubri juga meminta pembangunan pagar pada area Stadion Utama Riau. Hal ini agar fasilitas tetap terjaga dan mengurangi potensi kejahatan oleh oknum tak bertanggung jawab. "Nanti kita pagar sekeliling, supaya lebih steril dan terjaga fasilitasnya. Kita ingin aset kita ini seperti Gelora Bung Karno. Nanti akan kita tempatkan satpam, agar penjagaannya lebih maksimal," ungkapnya.

     

    Sementara itu, Ketua Umum KONI Riau Iskandar Hoesin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan yang diberikan melalui penyediaan kantor baru tersebut. Dengan dipindahkannya kantor KONI Stadion Utama, diharapkan akan menghidupkan kembali Stadion yang pernah dijadikan sebagai ajang Internasional piala AFF U22.

     

    “Fasilitas yang lebih representatif akan menjadi penyemangat bagi pengurus dan staf KONI Riau, untuk meningkatkan kinerja dalam membina atlet serta mendorong prestasi olahraga Riau di tingkat nasional,” ujar Iskandar Hoesin. “Selain KONI Riau di Stadiin utama ini, seluruh Pengprov Cabor juga diminta untuk berkantor bersama di Stadiin ini. Jadi komunikasi antar Cabor dan KONI Riau bisa terjalin dengan baik, untuk menuju prestasi olahraga Riau kedepan,” tambahnya. nor

  • Atlet dan Pelatih Demo Tuntut Bonus PON dan Peparnas

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berjanji akan segera menyelesaikan bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh -Sumut dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) DKI Jakarta 2024 lalu.


    Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau Yurnalis, saat menemui atlet dan pelatih yang melakukan unjuk rasa di gerbang masuk Stadion Utama Riau, Kamis (6/8/26).

    Yurnalis mengatakan, sebelumnya koordinator dari atlet PON dan Peparnas, Darman Hutahuruk telah menyampaikan persoalan bonus ini kepadanya. Dia sebagai Kadispora Riau pun telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada Plt Gubernur Riau.

    "Sebelumnya kami telah bertemu dengan Pelatih kita Pak Darman terkait persoalan ini. Dan soal ini sudah kita sampaikan kepada pimpinan kita Pak Plt Gubernur Riau," ujar Yurnalis.

    Atas laporan itu, kata Yurnalis, Gubernur Riau telah menandatangani Surat Keputusan (SK) untuk pencairan bonus tersebut. Artinya, pencairan bonus hanya tinggal menunggu waktu untuk dicairkan.

    Dikatakannya, pencairan bonus tersebut saat ini bergantung pada ketersediaan uang yang di kas daerah. Oleh sebab itu, dia memohon pengertian dari atlet dan pelatih Riau yang meraih medali di PON maupun di Peparnas 2024.

    "Bapak dan ibu kami mohon pengertiannya terhadap ketersediaan uang saat ini. Begitu uangnya sudah ada, Insya Allah nanti langsung kita cairkan," sebutnya.

    Yurnalis mengaku, tidak bisa memastikan kapan tepatnya bonus tersebut dicairkan. Pasalnya, kondisi keuangan daerah saat ini tidak baik-baik saja.
    Namun begitu, dia menekankan bahwa bonus tersebut akan segera dicairkan oleh Pemprov Riau. ck

  • Tanam 2.500 Bibit Pohon Sempena HUT ke-69 Provinsi Riau

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menanam 2.500 bibit pohon di lahan seluas 4 hektare kawasan Stadion Utama Riau, Kamis (6/8/26).


    Penanaman pohon ini merupakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Riau ke-69 dan Kemerdekaan RI ke-81.


    Program ini melibatkan 56 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan masing-masing menanam 40 hingga 50 pohon sebagai investasi lingkungan jangka panjang.

    Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Efesiensi anggaran tidak mengurangi esensi perayaan yang dirancang untuk memberikan dampak ekologis berkelanjutan.

    “Memang kita laksanakan hari ini dengan kesederhanaan. Dalam rangka efisiensi kita sederhana tapi meriah. Ini bukti kebersamaan antar pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,” ujar SF Hariyanto.

    Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLKH) Provinsi Riau M Job Kurniawan menjelaskan, jenis pohon yang ditanam meliputi pulai, cemara kencana, trembesi, dan ketapang.

    “Kita tanam pohon-pohonan semua, artinya memang tidak ada tanaman buah yang kita tanam kali ini. Jadi kita tanam kayu semua, kita akan perkaya lahan ini dengan tanaman hutan,” kata Job Kurniawan.

    Pemprov Riau juga berencana mengusulkan lahan tersebut menjadi Taman Kehati Riau. Status lahan yang masih tercatat sebagai aset Universitas Riau sejauh ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui diskusi antara Pemprov Riau dan pihak kampus.

    “Kami mendorong bersama teman-teman dari KLHK untuk jadi Taman Kehati-nya Riau. Kalau ini jadi tanah Pemprov Riau, kita mau usulkan ini menjadi Taman Kehati supaya diperkaya dengan tanaman-tanaman hutan yang lain,”terangnya.

    Untuk memastikan kelangsungan hidup 2.500 bibit pohon tersebut, DLHK Riau akan menempatkan petugas khusus di kawasan itu. Armada mobil keliling disiagakan untuk menyiram dan memupuk tanaman secara berkala.

    “Kami akan tambah tenaga kebun kami di areal ini. Mungkin biasanya cuma dua, mungkin kita tambahlah jadi lima. Mudah-mudahan 2.500 ini kami jaga hidup semua,” kata Job Kurniawan.

    Keberhasilan program ini akan dievaluasi dalam satu tahun ke depan. Pemerintah provinsi menargetkan seluruh bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memperkaya tutupan vegetasi di kawasan stadion sekaligus menjadi cikal-bakal taman keanekaragaman hayati pertama di Riau. nor
  • Beruang Serang Petani Karet di Pelalawan

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PELALAWAN — Seorang petani karet bernama Antono (40) dilarikan ke rumah sakit usai diserang seekor beruang saat bekerja di kebun miliknya di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban mengalami luka cakaran serta gigitan di bagian kepala akibat serangan mendadak dari satwa liar tersebut.


    Peristiwa penganiayaan oleh satwa liar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian setempat setelah menerima laporan dari warga. Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, melalui Kapolsek Langgam IPDA Bambang Hermanto, membenarkan insiden yang menimpa warga Jalan Pendidikan, RT 02 RW 03, Desa Pangkalan Gondai itu.

    Berdasarkan hasil olah laporan awal kepolisian, insiden tersebut bermula ketika korban sedang beraktivitas sendirian menyadap getah karet. Lokasi kejadian berada di lahan perkebunan milik korban yang terletak di RT 03 RW 02 Dusun Air Putih, KM 53, Desa Pangkalan Gondai.

    "Korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh seekor beruang saat sedang bekerja di kebun karetnya,"kata Ipda Bambang Hermanto dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/26).

    Melihat kondisi korban yang terluka, warga sekitar langsung bergerak cepat mengevakuasi Antono dari area perkebunan menuju fasilitas kesehatan terdekat. Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan tindakan medis intensif dan hingga kini masih menjalani perawatan.

    Guna mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Langgam telah bergerak melakukan penanganan awal di lapangan. Pihak kepolisian berkordinasi dengan instansi terkait, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk memantau keberadaan satwa tersebut di sekitar lokasi perkebunan.

    Kepolisian juga mengimbau warga desa dan para pekerja kebun untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di daerah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Masyarakat diminta tidak pergi ke kebun seorang diri demi menjaga keselamatan jiwa dari potensi ancaman satwa liar.

    "Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa," tegas Bambang menutup keterangannya. mcr
  • Polisi Korsel Geledah Kantor Starbucks buntut Kontroversi Iklan

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co-- Kantor pusat Starbucks Korea Selatan (Korsel) digeledah kepolisian pada Rabu (5/8) di tengah kontroversi iklan kedai kopi tersebut.


    Korea JoongAng Daily melaporkan penggeledahan dilakukan usai pihak berwenang membuka kasus kontroversi iklan Starbucks dua bulan lalu, setelah diajukan oleh sebuah kelompok sipil.

    Korps detektif khusus provinsi dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengirim penyelidik ke kantor pusat Starbucks di gedung Centerfield di Distrik Gangnam, Seoul selatan, untuk mengamankan materi terkait.

    Materi-materi tersebut hendak ditinjau kepolisian untuk kemudian ditentukan bagaimana iklan Starbucks dikembangkan hingga memicu kegaduhan publik.

    Dilansir dari CNN, krisis Starbucks Korsel dimulai ketika jaringan kedai kopi tersebut meluncurkan iklan "Tank Day" untuk mempromosikan lini tumbler "Tank". TVLangsung

    Namun, kampanye pemasaran itu diresmikan pada hari yang sama dengan Hari Gerakan Demokratisasi, yang memperingati Pemberontakan Gwangju tahun 1980, peristiwa ketika 100 lebih warga sipil tewas dalam demonstrasi pro-demokrasi yang dipimpin mahasiswa era pemerintahan militer.

    Penindakan brutal saat itu masih amat membekas dalam ingatan masyarakat dan merupakan topik sensitif.

    Peristiwa ini adalah salah satu alasan mengapa masyarakat Korsel bereaksi sangat cepat dan keras ketika Presiden sebelumnya, Yoon Suk Yeol, mendeklarasikan darurat militer pada Desember 2024.


    Menurut para kritikus, promosi Tank Day Starbucks Korsel mengolok-olok aktivis pro-demokrasi. Mereka berpendapat slogan kampanye yang berbunyi "Tak! di atas meja" menghina mendiang aktivis Park Jong Cheol yang meninggal setelah disiksa polisi.

    Park diklaim tewas setelah seorang petugas "memukul meja dengan tak". Tak adalah kata yang dipakai Korsel untuk menggambarkan bunyi suara tajam, terutama benturan keras, mirip dengan "bang" dalam bahasa Inggris.

    Menyusul kontroversi promosi tersebut, para korban gerakan dan sebuah kelompok sipil mengajukan aduan pidana terhadap Ketua Grup Shinsegae, Chung Yong Jin, dan beberapa orang lainnya atas tuduhan melanggar Undang-Undang Khusus tentang Gerakan Demokratisasi 18 Mei, penghinaa, dan pencemaran nama baik.

    Starbucks Korea Selatan adalah anak perusahaan raksasa ritel Shinsegae.

    Starbucks Korsel telah mengeluarkan permintaan maaf resmi usai iklannya dikecam. Tak lama kemudian, Starbucks Global menyatakan telah membuka penyelidikan terkait hal ini.

    Sehari setelah peluncuran kampanye tersebut, Shinsegae memecat CEO Starbucks Korsel dengan alasan "pemasaran yang tidak pantas."

    Sejak itu, perusahaan mengalami penurunan penjualan yang signifikan dan mengambil langkah-langkah penanganan darurat, termasuk menutup semua tokonya di Korea Selatan saat sore di bulan Juni agar seluruh staf dapat mengikuti pelatihan wajib tentang kesadaran sejarah dan kepekaan sosial.
    cnnindonesia

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com