Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Kampar"
  • 985 Rumah di Kampar Terendam Banjir

    By redkoranriaudotco → Selasa, 14 Januari 2025


     

     

    KORANRIAU.co,PEKANBARU– Sedikitnya, 985 unit rumah warga terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Subayang, Kabupaten Kampar.

    Banjir ini merendam lima desa di Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. 

    Kapolres Kampar, AKBP Ronald Sumaja mengatakan banjir merendam lima desa yaitu Desa Gema, Desa Padang Sawah, Desa Kuntu, Desa Teluk Paman, dan Desa Teluk Paman Timur. 

    "Sekitar 985 rumah terdampak banjir di lima desa. Anggota sudah di lokasi untuk membantu warga. Tingginya curah hujan di wilayah hulu menjadi penyebab utama banjir ini," kata Ronald  Selasa (14/1).

    Ronald menjelaskan musibah banjir itu mulai terjadi sejak Senin pagi (13/1) sekitar pukul 06.00 WIB.

    Banjir dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter telah merendam ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum. Desa Kuntu menjadi wilayah terdampak terparah dengan 800 rumah terendam dan akses jalan lintas yang terputus. Namun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

    Warga yang terdampak telah mengamankan barang-barang berharga dan mengungsi ke rumah kerabat maupun tetangga yang tidak terkena banjir.

    Sementara itu, aktivitas masyarakat terganggu karena beberapa jalan utama tergenang air, termasuk Jalan Lintas Desa Kuntu yang tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

    "Banjir di kawasan ini merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi saat musim hujan. Jika curah hujan masih tinggi, kemungkinan banjir akan meluas ke desa lain. Namun, jika hujan berhenti dan cuaca panas, air diperkirakan akan surut dalam waktu dekat," ungkap Ronald.

    Untuk mengantisipasi situasi yang semakin parah, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah mendatangi lokasi banjir untuk memantau situasi.

    Petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap bahaya banjir, melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak, berkoordinasi dengan BPBD Kampar untuk mencari solusi, termasuk penyediaan perahu sebagai alat transportasi.

    Untuk di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 10 rumah (15 kepala keluarga), dengan ketinggian 30 sampai 50 cm. Jalan Lintas di Desa Gema juga terendam air dengan ketinggian air 30 cm, namun masih bisa dilalui sepeda motor dan mobil.

    Di Desa Padang Sawah Kecamatan Kampar Kiri jumlah rumah yang terendam mencapai 15 unit, dengan ketinggian 20 hingga 40 cm. Jumlah kepala keluarga ada 20 KK.

    -Jalan lintas Desa padang sawah - Desa kuntu digenangi air dengan ketinggian 30 cm hingga 50 cm dan bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda 4.

    Sedangkan di Desa Kuntu merupakan daerah terparah yang terdampak banjir. Ada sekitar 800 rumah yanh terendam akr dengan ketinggian 50 hingga 100 cm. Di Kuntu, 1.300 kepala keluarga terdampak banjir dan terpaksa mengungsi.

    Jalan lintas Desa Kuntu - Desa Teluk Paman digenangi air dengan ketinggian 50 hingga 100 cm dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan sepeda motor maupun mobil.

    Untuk Desa Teluk Paman, sekitar 70 rumah terendam air setinggi 30 hingga 60 centimeter. Sebanyak 90 kepala keluarga terdampak banjir itu.

    -Jalan lintas Desa Teluk Paman - Desa Kuntu digenangi air dengan ketinggian 30 sampai 60 cm dan bisa dilewati kendaraan sepeda motor maupun mobil.

    Di Desa Teluk Paman Timur, jumlah rumah yang terdampak 90 rumah, dengan ketinggian 30 hingga 50 cm. Di desa itu sebanyak 126 KK yang terdampak.

    Jalan lintas Desa Teluk Paman Timur - Desa Lipatkain selatan digenangi air dengan ketinggian 30 hingga 50 cm dan bisa dilewati sepeda motor dan mobil. 

    Desa yang terkena banjir tersebut berada di lokasi tepian sungai subayang daerah aliran sungai subayang dan digenangi air dengan ketinggian 50 sampai 100 cm.

    Polisi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Subayang untuk tetap siaga jika ketinggian air terus meningkat.

    "Kami minta warga tetap berhati-hati dan segera melapor jika ada kondisi darurat. Bersama BPBD, kami akan berupaya mencari solusi terbaik untuk membantu warga," jelas Ronald.

    Banjir yang terjadi setiap tahun ini memerlukan penanganan jangka panjang. Warga berharap ada solusi menyeluruh untuk mengatasi banjir musiman ini, baik melalui normalisasi sungai maupun pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir. mc/nor

     

  • Hujan Deras, Lereng Perbaikan Jalan Lintas Tanjung Alai Kampar Longsor

    By redkoranriaudotco → Selasa, 31 Desember 2024

     






    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Lereng Timbunan di sekitar lokasi perbaikan jalan lintas Riau-Sumbar di Tanjung Alai, Kabupaten Kampar, longsor akibat hujan deras.

    Kendati demikian, longsor yang terjadi tidak sampai mengganggu arus lalulintas.


    Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau Yohanes Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 BPJN Riau Afdirman Jufri mengatakan, hujan deras di sekitar lokasi sejak sore hari membuat debit air meningkat. Hal ini membuat  lereng timbunan menjadi longsor.


    “Dilokasi hujan deras dan membuat lereng timbunan jalan lintas Riau-Sumbar di Tanjung Alai longsor,” katanya, Senin (30/12/24) malam.


    Lebih lanjut dikatakannya, akibat peristiwa tersebut pihaknya langsung melakukan upaya antisipasi agar longsor tidak meluas. Karena debit air masih terus meningkat.


    “Kami segera perbaiki lereng timbunan agar longsor tidak meluas,” sebutnya.


    Namun demikian, longsor di lereng jalan tersebut tidak mengganggu arus lalulintas di jalan lintas tersebut. Pihaknya juga menempatkan petugas dilokasi untuk memantau perkembangan dan mengatur lalulintas jika diperlukan.  nor


  • Diduga Balapan Liar, Dua Pemotor Tewas di Tol Bangkinang- XIII Koto Kampar

    By redkoranriaudotco → Kamis, 01 Februari 2024


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kecelakaan maut terjadi di Ruas Tol Bangkinang - XIII Koto Kampar, persisnya di Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Rabu (31/1/24) petang, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

    Informasi kecelakaan mau di Tol Bangkinang-Pangkalan yang diketahui masih dalam pengerjaan Tahap I ini beredar di media sosial instragram dan group WhatsApp. Seperti yang dimuat akun @kampar.info.

    Dalam video yang diunggah akun tersebut, terlihat kondisi beberapa orang korban kecelakaan tergelak bersimbah darah dan keadaan sepeda motor rusak parah.

    Dalam unggahan itu juga menuliskan, "telah terjadi kecelakaan sore ini di Tol Bangkinang - Tanjung Alai, Tepatnya di Desa Silam, Kecamatan 13 Koto Kampar sekitar pukul 18.15 WIB, Rabu (31/01)," tulis akun @kampar.info tersebut.

    "Dalam kecelakaan ini melibatkan 5 unit motor berceceran. Untuk kronologi detailnya belum pasti. Kabarnya 2 orang MD, saat ini jenazah sudah dibawa kerumah duka," terangnya.

    "Informan mengatakan "Jalan tol nya belum dibuka, tapi warga setempat boleh masuk, ada beberapa pemuda tes balap liar min. Yang bisa masuk hanya mobil bermuatan besar (Mobil Semen) min," ujarnya, sembari memberikan keterangan Video By Followers.

    Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Viola Viola Dwi Anggraini saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, kejadian terjadi pada pukul 17.50 sore menjelang magrib.

    "Korban Warga Desa Silam, diperkirakan korban jiwa 2 meninggal dunia. Mengalami luka-luka sebanyak 2 orang dibawa ke RSUD Bangkinang," jelas AKP Viola Viola Dwi Anggraini

    Dikatakannya, pengendara sepeda motor masuk ke jalan tol dari STA 53/54 di dekat SD, Desa Silam, Kecamatan Kuok. Namun pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kecalakaan tersebut.

    "Terkait penyebabnya kita belum bisa pastikan, kita masih melakukan penyelidikan. Tapi Info dari warga banyak anak-anak yang berkumpul di tol untuk balap liar," pungkasnya. hrc/nor

  • Temui Korban Banjir di Kampar, Ini Pesan Gubri Edy

    By redkoranriaudotco → Minggu, 07 Januari 2024



    KORANRIAU.co,KAMPAR - Dalam menghadapi musim hujan yang berpotensi menyebabkan banjir, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri serta keluarga. Berbagai langkah perlu diambil guna mengurangi risiko dampak bencana.

    Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution menegaskan kepada seluruh masyarakat tetap selalu berhati-hati saat ada bencana banjir. Menurutnya, jangan terlalu membiarkan anak-anak berenang di sekitaran kawasan genangan air.

    “Tolong dijaga betul anak-anak kita, karena pada beberapa waktu yang lalu, ada di suatu tempat terjadi musibah seorang anaknya hanyut lantaran berenang saat banjir ini,” ucapnya.

    Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Gubri Edy Nasution, saat melakukan penyerahan bantuan beras cadangan pangan pemerintah daerah. Lokasinya di Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Minggu (07/01/2024).

    Gubri Edy Nasution menungkapkan, jika bisa kurangi berkumpul atau beraktivitas di daerah yang terkena banjir. Ia menambahkan, meskipun terlihat dangkal air banjir dapat menimbulkan dampak sangat berbahaya.

    “Tentu kita berharap di sini tidak ada lagi terjadi kasus yang sama. Oleh karena itu, tadi sudah kita mengingatkan kepada seluruh masyarakat disini selalu jaga keselamatannya,” ungkapnya.

    Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) M Eddy Afrizal menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau bersama Forkopimda dan lembaga terkait selalu berjaga dengan intensif dalam upaya penanganan bencana. Dengan demikian, peran aktif masyarakat juga sangat diperlukan dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan sesama.

    Diterangkan, jika tingkat genangan air sudah mencapai batas yang mengkhawatirkan, segera melakukan evakuasi menuju tempat lebih aman. Satu di antaranya, seperti lakukan langkah ke posko evakuasi yang telah disiapkan oleh pemerintah, bukan malah bermain-main di sekitar banjir.

    “Seperti yang disampaikan Pak Gubernur tadi tolong orang tua diawasi anak-anaknya. Karena saya melihat ada fenomenal lain, begitu banjir ini datang, malah dijadikan objek wisata. Bagaimanapun keselamatan harus dijaga. Kita harapkan ya orang-orang tua bisa mengawasi anaknya, terutama yang masih balita.” singkatnya. rls/nor 
  • Gubri Janji Perbaiki Jembatan Mangkrak di Salo

    By redkoranriaudotco → Selasa, 10 Januari 2023



    KORANRIAU.co,KAMPAR - Jembatan mangkrak yang menjadi penghubung antara Desa Sipungguk dengan Desa Salo Timur di Kecamatan Salo akan segera diperbaiki untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas. 


    Untuk itu, sebelum melakukan pengerjaan, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama Penjabat (Pj) Bupati Kampar Kamsol melakukan peninjauan jembatan tersebut. 


    "Jembatan ini sudah lama diidam-idamkan masyarakat supaya jadi dan bisa digunakan oleh masyarakat," Ungkap Gubri saat peninjauan jembatan di Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kampar, Selasa (11/1/2023)


    Gubri Syamsuar menjelaskan, adapun polanya yaitu melalui bantuan keuangan untuk Kabupaten Kampar, artinya untuk dana disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau, sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.


    "Tadi sudah saya sampaikan ke pak Bupati agar segera melakukan pelelangan karena semakin cepat akan semakin bagus. Selain pengerjaannya bisa lebih cepat juga dapat dinikmati masyarakat disini," terangnya lagi.


    Mengingat saat ini sudah mulai masuk musim panas (kemarau), pengerjaan jembatan tersebut harus dilakukan dengan cepat karena dikhawatirkan jika sudah masuk


    musim hujan pembangunan tidak maksimal dan aktivitas masyarakat terganggu. 


    "Sekarang ni sudah mulai agak panas, jadi sudah bisa dilelang dan bisa cepat dikerjakan. Dalam gambarannya dalam satu kali pekerjaan jembatan ini akan selesai dan kalau sudah selesai maka akan bisa dimanfaatkan masyarakat Desa Sipungguk dengan Desa Salo Timur," tutupnya.


    Dari pantauan tim rilis mediacenter.riau.go.id meskipun bangunan tersebut sudah terhubung antara desa, namun bangunan jembatan memang belum bisa digunakan masyarakat karena hanya ada kerangkanya saja dan sudah terlihat semak di sekitar jembatan.mc/nor


  • Agar Masyarakat tak Terganggu, Gubri Syamsuar Minta Segera Perbaiki Jalan Rusak

    By redkoranriaudotco → Senin, 24 Oktober 2022



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar meminta kepada stake holder terkait untuk segera memperbaiki jalan-jalan provinsi yang telah rusak. 



    Hal ini disampaikan Gubri di saat meninjau kondisi jalan lintas Petapatan - Suram, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Senin (24/10/2022). Melihat ada jalan yang rusak Gubri langsung turun dari mobil dinasnya dan langsung melihat kondisi jalan berlubang. 


    Gubri langsung memanggil sejumlah petugas dan menanyakan kondisi jalan tersebut.


    "Tolong ini segera diselesaikan, supaya masyarakat tidak terganggu," kata Gubri kepada petugas dari UPT Kampar - Kuansing Dinas PUPR Riau yang ada di lokasi.


    Kepala UPT Kampar - Kuansing T menjelaskan, pekerjaan jalan yang ditinjau oleh Gubri tersebut dikerjakan oleh Bidang Binamarga Dinas PUPR Riau. 


    "Iya itu pekerjaan jalan rigit sepanjang 1,05 kilo meter dan untuk aspal 1,6 kilometer, itu pekerjaan bidang binamarga," katanya.


    Teza menjelaskan, disela peninjauan jalan berlubang tersebut, Gubri meminta kepada UPT agar berkoordinasi dengan pihak Pertamina Hulu Rokan (PHR). 


    "Mana tau mereka bisa membantu untuk perbaikan-perbaikan jalan, pak Gubernur tadi mengarahkan supaya kita berkoordinasi dengan PHR," katanya.


    Teza menjelaskan, jalan berlubang yang ditinjau oleh Gubri tersebut merupakan bekas galian yang selalu digenangi banjir.


     "Karena air tidak mengalir maka dibangunlah box besar disana," ujarnya.


    Saat ini pihaknya dari UPT ikut menangani sejumlah titik jalan yang rusak. Diantaranya adalah dengan melakukan tambal sulam di sepanjang jalan tersebut.nor


  • Bentrok Warga di Desa Tarantang, Gubri Harap Jaga Kondusifitas

    By redkoranriaudotco → Senin, 20 Juni 2022

     



    KORANRIAU.co,PEKANBARU-Gubernur Riau H Syamsuar, menghimbau kepada masyarakat Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, yang terlibat konflik, agar dapat menahan diri dan menjaga suasana kondusif., pasca bentro antra warga dengan pihak pengamanan koperasi Iyo Basamo.


    Harapan Gubri itu disampaikannya menanggapi bentrok antara warga dengan pihak pengamanan koperasi Iyo Basamo."Mudah-mudahan kondusiflah,”sebut Gubri Syamsuar, Senin (20/6/22) di Pekanbaru.


    Gubri mengakui, jika pihaknya telah mendapatkan laporan dari Kapolda Riau. Bahkaa konflik itu telah diselesaikan oleh pihak Polda Riau.


    "Sudah diselesaikan oleh Kapolda. Saya sudah mendapatkan laporan dari Kapolda penyelesaian yang ada di Kampar,"ulasnya lagi. 


    Terpisah, Pj Bupati Kampar, Kamsol, menjelaskan, pihaknya bersama Polres, Pengadilan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Gerak labgkah cepat ini untuk menyelesaikan konflik warga di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, agar tidak terjadi lagi bentrokan lebih lanjut.



    “Kita sudah melakukan pendekatan itu sudah, saya lakukan sore kemaren pas mendapat kabar ada gesekan, saya langsung koordinasi dengan kapolres dan Dandim, tim terpadu untuk turun kelapangan. Alhamdulillah malamnya sudah terkendali dan kondusif,” kata Pj Bupati Kampar, Kamsol.


    Dijelaskan Kamsol, setelah mendapatkan pengamanan dari pihak Polres dan Dandim. Pihak keamanan langsung mengamankan pelaku yang menyerang warga secara brutal, baik dengan menggunakan senjata tajam, maupun dengan kayu. Pelaku diamankan untum selanjutnya menjalani proses hukum.


    “Ada sekitar 17 orang diproses , saya malam sekitar jam 10 an lewat mampir kesana, memberi pemahaman kepada masyarakat untuk besabar, karena proses ini sedang ditangani pemerintah. Ini ada dualisme kepengurusan koperasi di Desa Terantang, dan keduanya mengklaim yang benar. Namun ini perlu penyelesaian di pengadilan dan mana yang sah, yang sudah masuk ke MK. Sebelumnya Senin minggu kemarin, kami sudah rapat khusus dengan forkompida untum menyusun dan membahas langkah-langkah penyelesaian ini,”papar Kamsol.


    Lebih jaub dikatakan Kamsol, korban yang mengalami luka-luka, dan dirawat di Rumah Sakit harus mendapatkan pelayanan tang maksimal. Dan ia sudah meminta kepada Dinas Kesehatan Kampar, agar pembiayaan korban yang luka-luka ditanggung oleh Pemkab Kampar.


    “Untuk korban yang di Rumah Sakit Bhayangkara, sudah saya minta Kadiskes untuk koordinasi dan memantau korban, dan pembiayaannya ditanggulangi  Pemkab,”tutur Kamsol.nor



  • Segera Daftar di Website Resmi, Pelaku UMKM dapat Bantuan Rp2,4 Juta

    By redkoranriaudotco → Jumat, 04 September 2020


    KORANRIAU.co,KAMPAR- Pencairan dana hibah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp 2,4 juta akan segera di cairkan. Pelaku usaha kecil ini perlu mendaftarkan dirinya dan usahanya melalui website pemerintah Provinsi Riau di https://mataumkm.riau.go.id/.


    Sebelumnya, Pemerintah Pusat menargetkan 12 juta usaha mikro dan kecil menjadi penerima bantuan tersebut yang akan ditransferkan secara langsung ke rekening para penerima. Target penyaluran tahap pertama untuk 9,1 juta penerima manfaat, dengan total anggaran Rp22 triliun.


    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar, Afrizal, S.Sos mengungkapkan ” pelaku UMKM lebih diharapkan melakukan entry melalui website yang telah tersedia di tempat usahanya, Karena titik koordinat lokasi merupakan salah satu syarat penting pendaftaran untuk mendapatkan bantuan sebesar 2.4 juta itu” Ujar Afrizal.


    Sementara Ia menjelaskan syarat umumnya, pelaku UMKM sedang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan (unbankable). Pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK).


    Sebagaimana tertulis dalam Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional serta Penyelamatan Ekonomi Nasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).


    Selain itu, pelaku UMKM mempunyai usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul lampirannya. Pelaku UMKM juga bukan ASN atau PNS, bukan anggota TNI/Polri, serta bukan pegawai BUMN/BUMD.


    Setelah pendaftaran online di website, Afrizal mengatakan “nantinya pelaku usaha setelah mendaftarkan data diri dan data usaha ke pemerintah pusat melalui kementerian yang bersangkutan. Oleh sebab itu di website pelaku usaha wajib mencantumkan nomor telepon selulernya” ucapnya.


    Ia menambahkan bahwa untuk saat ini pelaku UMKM di Kabupaten Kampar belum ada yang mendapat pencairan bantuan tersebut, sehingga pelaku usaha yang telah mendaftar diharapkan menunggu tindak lanjut dari kementerian”. tutupnya.Harisep

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com