KORANRIAU.co,PEKANBARU – Misteri kematian dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Tengki Rafian, dr. Alex Cristo Loris, akhirnya terungkap. Polisi menyimpulkan Alex meninggal akibat bunuh diri.
Alex Cristo ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di semak-semak samping
RSUD Tengku Radian pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Satuan Reserse Kriminal Polres Siak menyimpulkan bahwa korban meninggal
dunia akibat bunuh diri dan tidak ditemukan unsur tindak pidana pembunuhan.
Hasil itu disampaikan Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar,
didampingi Kabid Laboratorium Forensik Polda Riau Dr. Ungkap Siahaan,
perwakilan Bid Dokkes Polda Riau AKBP Supriyanto, ahli Psikologi Forensik
Fakultas Psikologi UIR Yanwar Arief, Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos
Parmulais, Selasa (4/8/2026).
Sepuh menjelaskan, penyelidikan dilakukan secara ilmiah melalui metode
scientific crime investigation, meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP),
autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, psikologi
forensik, analisis rekaman CCTV, hingga pemeriksaan para saksi.
Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan tas milik korban berisi sejumlah
perlengkapan medis, antara lain stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul
Lidocaine, spuit berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah
jarum suntik.
Sementara itu, rekaman CCTV dari dua lokasi memperlihatkan korban berjalan
seorang diri menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal
dunia. Tidak ada rekaman yang menunjukkan keberadaan orang lain bersama korban.
"Hasil penyelidikan menyimpulkan tidak ditemukan fakta yang mengarah
pada tindak pidana pembunuhan. Penyebab kematian korban merupakan akibat dari
perbuatannya sendiri," ujar Sepuh.
Hasil autopsi menemukan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban
yang diduga menjadi jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh. Pemeriksaan
toksikologi juga mendeteksi kandungan Rocuronium pada sampel darah, urine, dan
ginjal korban.
Tim dokter forensik menyimpulkan korban meninggal akibat efek Rocuronium
yang menyebabkan kelumpuhan total otot pernapasan hingga mengakibatkan mati
lemas (asfiksia).
"Sementara memar di kepala dinyatakan bukan penyebab kematian,
sedangkan luka lain pada tubuh merupakan luka pascakematian akibat aktivitas
serangga," kata Sepuh.
Pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau turut memperkuat temuan
tersebut. DNA pada bercak darah yang terdapat di jarum suntik identik dengan
DNA korban, yang menunjukkan alat tersebut digunakan oleh korban sendiri dan
mengandung Rocuronium.
Selain pemeriksaan medis, penyidik juga melibatkan ahli psikologi forensik.
Hasil analisis menunjukkan korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat
akumulasi berbagai persoalan, mulai dari tekanan finansial, beban pendidikan
PPDS, hingga tanggung jawab keluarga.
Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban diketahui memiliki pengetahuan
sekaligus akses terhadap obat-obatan anestesi yang kemudian menjadi faktor yang
mempermudah tindakan tersebut.
Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam korban. Dari
hasil digital forensik ditemukan sebuah pesan yang belum sempat terkirim kepada
istrinya berisi permintaan maaf. "Maaf sayang aku udah ngak tertolong
lagi".
Keluhkan Pinjaman Online
Selain itu, ditemukan riwayat keluhan mengenai utang pinjaman daring,
indikasi penggunaan uang dalam jumlah besar untuk suatu aktivitas, serta
catatan pribadi yang masih terkunci dalam perangkat.
Selama proses penyelidikan, Satreskrim Polres Siak telah memeriksa 14 saksi
yang terdiri dari petugas keamanan, tenaga medis, rekan kerja, keluarga korban,
hingga ahli farmakologi.
Berdasarkan keseluruhan alat bukti, keterangan saksi, hasil autopsi,
laboratorium forensik, digital forensik, dan psikologi forensik, penyidik
memastikan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak lain
dalam kematian dr. Alex Cristo Loris.
Polres Siak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta
mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
dan menghormati privasi keluarga yang sedang berduka. ck

No Comment to " Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter di Siak Akibat Bunuh Diri "