KORANRIAU.co,KAMPAR - Kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui penerimaan pajak yang optimal, Pemerintah Provinsi Riau memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai berbagai program pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.
Upaya meningkatkan
kepatuhan wajib pajak terus dilakukan Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten
dan kota. Salah satunya melalui penguatan koordinasi dan penyampaian data
kendaraan bermotor (Ranmor) yang masih menunggak pajak kepada pemerintah daerah
agar dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama.
Plt Gubernur Riau, SF
Hariyanto, mengatakan pihaknya bersama rombongan melakukan kunjungan ke
Kabupaten Kampar untuk menyampaikan data kendaraan yang masih menunggak pajak.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam
meningkatkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor.
"Jadi kami tadi
menyampaikan sama Bapak Bupati Kampar, hari ini kami datang bersama rombongan
memberikan data dan informasi terhadap kendaraan yang menunggak di wilayah
Kabupaten Kampar. Alhamdulillah, 2024 kemarin ini kami sampaikan juga bagi
hasil dulu untuk kendaraan Kampar dapat 70 miliar," ujarnya di Bangkinang,
Kamis (11/06/2026).
Dijelaskan, bahwa
penerapan opsen pajak memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan
daerah Kabupaten Kampar. Kenaikan penerimaan tersebut menunjukkan besarnya potensi
yang dapat diperoleh apabila kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak terus
meningkat.
"Dengan ada opsen
pajak ini mendapat 110 miliar. Artinya dapat barokah Kampar sebesar 39 miliar
dari 2024-2025 karena ada opsen pajak. Namun demikian, masih ada potensi lagi
yang perlu kita gali di sini," jelasnya.
Diterangkan Plt Gubri SF
Hariyanto, potensi pendapatan yang belum tergali masih cukup besar. Berdasarkan
data yang dimiliki, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Kampar mencapai
ratusan ribu unit dengan tingkat tunggakan yang masih tinggi.
"Terdapat lebih
kurang jumlah 500 ribu kendaraan yang ada di Kampar. Dari total tersebut, tapi
ada yang menunggak 228 ribu kendaraan yang nilainya berpotensi lebih kurang 60
miliar," terangnya.
Diungkapkan, melihat
besarnya potensi tersebut, Plt Gubernur SF Hariyanto meminta seluruh organisasi
perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk ikut berperan
aktif dalam menyosialisasikan pentingnya membayar pajak kendaraan kepada
masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar informasi
dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Sehingga, ini kita
minta kepada Bapak Bupati, kepada tim semua OPD agar saling bekerjasama,
membantu untuk menyampaikan informasi data kepada masyarakat. Supaya bisa
mengingatkan kembali masyarakat untuk membayar pajaknya," ungkapnya.
Ia menilai, apabila
sebagian tunggakan pajak tersebut dapat dibayarkan, maka hasilnya akan sangat
membantu percepatan pembangunan daerah. Pendapatan tambahan yang diperoleh
dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
"Kalau ini dibayar
50 persen saja, bisa juga membangun jalan semenisasi untuk warga Bapak Bupati.
Penting tugas kita adalah untuk menjalin kolaborasi, ya itulah kerjasama antara
pemerintah provinsi dan kabupaten," tuturnya.
Lebih lanjut, ia
berharap upaya meningkatkan kesadaran pajak tidak hanya dilakukan oleh
pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peran organisasi
kemasyarakatan hingga kelompok PKK dinilai dapat menjadi sarana efektif dalam
mengingatkan warga untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.
"Jadi kami harap
juga dari Bapak Bupati, ya kalau bisa nanti tim PKK-nya dapat mengingatkan
masyarakatnya ke RT dan RW. Dengan begitu, bisa bergerak semua mengingatkan
masyarakat kita terhadap taat pajak," pungkasnya. mcr

No Comment to " Plt Gubri SF Hariyanto Serahkan Data Penunggak Pajak Ranmor di Kampar "