Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Edukasi"
  • Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Masyarakat Terdampak Galodo Kabupaten Solok

    By redkoranriaudotco → Kamis, 24 September 2026



    KORANRIAU.Co, PEKANBARU- PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru melalui

    Pegadaian Cabang Solok menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang

    terdampak bencana galodo dan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

    Bantuan tersebut diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

    Kabupaten Solok untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat dan pengungsi

    sesuai kebutuhan di lapangan.


    Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pegadaian untuk hadir

    membantu masyarakat dalam situasi tanggap darurat bencana. Bantuan difokuskan pada

    pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bahan pangan serta perlengkapan

    yang dibutuhkan warga selama berada di lokasi pengungsian.


    Adapun bantuan sembako yang disalurkan meliputi 52 karung beras ukuran 10 kilogram,

    55 dus minyak goreng, 7 karung gula pasir, dan 13 dus sarden. Selain bahan pangan,

    Pegadaian juga memberikan perlengkapan untuk masyarakat dan pengungsi, khususnya

    kebutuhan balita dan wanita, antara lain popok bayi (pampers), pembalut, serta

    perlengkapan mandi.


    Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pegadaian Cabang Solok dengan berkoordinasi

    bersama BPBD Kabupaten Solok agar bantuan dapat diterima dan didistribusikan kepada

    masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.


    Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, menyampaikan

    bahwa kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat yang terdampak bencana merupakan

    bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat dan membantu meringankan

    kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.


    “Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan menyampaikan empati kepada seluruh

    masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo. Melalui bantuan ini,

    Pegadaian ingin hadir dan memberikan dukungan nyata, terutama untuk memenuhi

    kebutuhan dasar masyarakat dan para pengungsi selama masa tanggap darurat. Kami

    berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan

    beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit,” ujar Agus Riyadi.


    Agus menambahkan, Pegadaian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan

    pihak terkait dalam memastikan bantuan sosial yang diberikan dapat disalurkan sesuai

    kebutuhan masyarakat di lapangan.


    “Dalam penanganan bencana, sinergi dan gotong royong menjadi hal yang sangat penting.

    Pegadaian siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar

    dukungan yang diberikan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami juga berharap

    proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan dengan baik,”

    tambahnya.


    Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok,

    Nopelius, ST, MT, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan Pegadaian

    terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok.

     

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian yang telah memberikan bantuan

    untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok. Bantuan berupa kebutuhan

    pangan seperti beras, minyak goreng, gula dan sarden, serta selimut dan pakaian ini sangat

    membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengungsi selama masa tanggap

    darurat. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat

    di lapangan,” ujar Nopelius.


    Nopelius juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung

    penanganan bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat

    terdampak.


    “Penanganan bencana membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Kami

    berharap kepedulian seperti ini dapat terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat yang

    terdampak dapat ditangani bersama secara optimal,” tambahnya.


    Penyaluran bantuan tersebut sejalan dengan komitmen Pegadaian melalui program

    Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli, khususnya dalam

    memberikan dukungan kepada masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat

    bencana. Dalam berbagai aksi tanggap bencana, Pegadaian mengutamakan koordinasi

    dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan untuk memastikan bantuan dapat

    diberikan secara cepat, tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.


    Bencana galodo dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok mendorong

    pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari mulai 22 September

    2026, dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu

    prioritas penanganan.


    Pegadaian berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan

    masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong

    royong dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.

     

    Tentang Pegadaian

    PT Pegadaian didirikan di kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya

    bergerak di Industri Gadai, Pegadaian juga memiliki ragam produk dan layanan seperti

    investasi berbasis emas yang dapat dimiliki oleh masyarakat dengan cara yang mudah,

    diantaranya Tabungan Emas, Cicil Emas dan Arisan Emas. Sementara untuk produk

    pembiayaan, Pegadaian menyediakan produk pembiayaan Haji dan Umroh, Kredit Mikro,

    Kredit Kendaraan hingga KUR Syariah. Tergabung dalam Holding Ultra Mikro pada 2021,

    Pegadaian bersama BRI dan PNM berkomitmen dalam mendukung UMKM untuk naik kelas.

    Pegadaian juga merupakan lembaga pembiayaan sosial yang berkomitmen untuk

    memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan inklusif. Dengan berbagai inovasi

    layanan dan program sosial, Pegadaian terus berupaya menciptakan dampak positif bagi

    komunitas dan masyarakat secara luas.


    Pada Desember 2024, Pegadaian resmi menjadi pelopor usaha Bulion dengan mengantongi

    izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan

     

    Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Pegadaian. Melalui surat tersebut, Pegadaian

    dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal

    Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.

    Produk dan layanan Pegadaian dapat diakses baik secara konvensional maupun digital

    melalui aplikasi Pegadaian Digital yang dapat di unduh melalui AppStore maupun PlayStore.

    Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id

     

    Tentang Pegadaian Kantor Wilayah

    PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru meliputi wilayah di Provinsi Sumatera Barat,

    Kepulauan Riau dan Riau, Wilayah ini mencakup ratusan outlet Pegadaian termasuk kantor

    Cabang, Unit Pelayanan, dan Agen aktif. PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru tidak

    hanya melayani produk gadai dan pembiayaan, tetapi juga terus mengembangkan investasi

    emas, pembiayaan syariah, perluasan layanan melalui agen, serta program sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. rls/nor

  • Kabut Masih Tebal, Pembelajaran Jarak Jauh di Pekanbaru Diperpanjang Hingga 22 September

    By redkoranriaudotco → Senin, 21 September 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU. Kualitas udara Kota Pekanbaru yang masih memburuk membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperpanjang penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP.


    PJJ diperpanjang selama dua hari, yakni 21-22 September 2026. Kebijakan tersebut diambil Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

    Agung mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan peserta didik. Terlebih, data yang diterima Pemko Pekanbaru menunjukkan kondisi udara masih mengkhawatirkan.

    "Dari BMKG pukul 19.00 WIB kualitas udara 253. Dari Dinas Lingkungan Hidup ISPU sudah 500 lebih. Maka besok PJJ diperpanjang 2 hari," kata Agung Nugroho, Ahad (20/9/26).

    Menurut Agung, kondisi kualitas udara tersebut menjadi pertimbangan penting bagi Pemko Pekanbaru agar tidak mengambil risiko terhadap kesehatan anak-anak.

    "Kita tidak ingin anak-anak kita terpapar udara yang tidak sehat. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah sampai kondisi udara membaik," ujarnya.

    Dengan penerapan PJJ, peserta didik tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus datang ke sekolah dan terpapar langsung kondisi udara yang kurang baik.

    Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga telah menerapkan PJJ selama beberapa hari akibat memburuknya kualitas udara. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait untuk membahas kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru.

    Dari hasil pembahasan tersebut, kualitas udara Pekanbaru diketahui berada pada kategori sangat tidak sehat pada Selasa (15/9/2026).

    Saat itu, Agung Nugroho menyebut kebijakan PJJ diambil setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 220 atau kategori sangat tidak sehat. rpc


  • Riau Melorot ke Peringkat 8 MTQ Nasional di Semarang

    By redkoranriaudotco → Minggu, 20 September 2026

    Foto: Salah satu penampilan qori dari kontingen Provinsi Riau di MTQ Nasional Semarang.

    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kafilah Provinsi Riau meraih peringkat ke-8 pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun prestasi tersebut turun dua peringkat dari MTQ Nasional Tahun 2024 lalu.

    Berdasarkan hasil pada pelaksanaan MTQ Nasional XXXI, Kafilah Riau yang berada di peringkat ke-8 dan hanya mendapatkan 35 poin. Padahal, jika dibandingkan dengan prestasi tahun 2024 lalu, Riau meraih peringkat ke-6 dengan total 98 poin.

    Melihat perbedaan poin yang diraih Provinsi Riau pada MTQ Nasional tahun ini, tentunya sangat menurun dibanding dua tahun lalu. 

    Atas prestasi yang diraih Kafilah Riau pada MTQ Nasional tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Syahrial Abdi, mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh Kafilah Riau yang telah berjuang dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang.

    "Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kafilah Riau yang telah berjuang, mulai dari pawai ta'aruf bazar hingga kafilah yang bertanding dengan berlatih dan memberikan kemampuan terbaiknya. Hasil ini merupakan buah dari perjuangan kita bersama dan menjadi kebanggaan bagi Provinsi Riau," ujar Syahrial Abdi, Ahad (20/9/2026).

    Syahrial Abdi menyebut, peringkat ke-8 yang diraih Kafilah Riau patut diapresiasi karena diraih melalui perjuangan para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, serta seluruh peserta dari berbagai cabang yang membawa nama Riau di tingkat nasional.

    "Semoga Riau semakin baik dan menorehkan prestasi terbaiknya di provinsi DKI Jakarta tahun depan, amin," harapnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kafilah Riau, Zulkifli Syukur. Ia turut menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada para pembina, pelatih, pendamping, official dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada kafilah Riau selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang.

    "Semua kafilah telah berjuang maksimal hingga mendapatkan hasil terbaik untuk kita, Provinsi Riau. Terima kasih atas semangat dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga pengalaman di MTQ Nasional ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi ke depan," sebutnya.

    Dikatakannya, MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang menjadi ajang bagi para peserta dari berbagai provinsi untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam membaca, menghafal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

    Ia menilai, capaian peringkat kedelapan dengan 35 poin menjadi bagian dari perjalanan pembinaan tilawatil Qur’an sekaligus motivasi bagi LPTQ dan seluruh kafilah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi pada ajang MTQ berikutnya.

    Perlu diketahui juga, pada MTQ Nasional XXXI tahun 2026, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan mengumpulkan 288 poin. Kemudian di posisi ke-2 ditempati tuan rumah Jawa Tengah dengan 208 poin, sedangkan DKI Jakarta berada di peringkat ke-3 dengan 129 poin.

    Kemudian Aceh dan Jawa Timur berada di peringkat ke-4 dengan masing-masing 99 poin. Di peringkat ke-5 ada Sumatera Utara dan Jawa Barat yang masing-masing memiliki 71 poin.

    Selanjutnya di peringkat ke-6 diraih Sumatera Selatan dengan 55 poin, peringkat ke-7 diraih Banten dengan 38 poin, peringkat ke-8 diraih Riau dengan 35 poin. Kemudian Nusa Tenggara Barat berada di peringkat ke-9 dengan 33 poin dan Sulawesi Selatan di peringkat ke-10 dengan 31 poin. ck

  • Pemprov Riau Siap Optimalisasi Perlindungan Sosial

    By redkoranriaudotco → Sabtu, 19 September 2026


    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pemerintah terus memperkuat sistem perlindungan sosial melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial Tahun 2026 yang digelar secara virtual.

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah tengah membangun pendekatan baru dalam sistem perlindungan sosial. Sistem tersebut diarahkan agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan sekaligus menciptakan proses yang lebih transparan dan berkeadilan.

    "Sekarang ini pemerintah sedang membangun cara baru dalam sistem perlindungan sosial (perlinsos) yang mudah diakses, lebih transparan, dan mampu membawa suasana keadilan di tengah masyarakat. Saya kira langkah ini akan memberikan dukungan besar bagi kesejahteraan bangsa," ujar Ketua DEN Luhut, Jumat (18/09/2026).

    Ia menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Terlebih, pemerintah menargetkan peluncuran program secara resmi oleh Presiden pada Oktober 2026 sehingga integrasi di berbagai daerah perlu dipersiapkan sejak dini.

    "Kita berharap, ketika Bapak Presiden meluncurkan program ini secara resmi pada bulan Oktober, sebanyak mungkin daerah-daerah sudah siap dan terintegrasi. Hal ini tentu membutuhkan peran aktif dari Bapak Gubernur, Pangdam, Kapolda beserta seluruh jajaran di daerah masing-masing," katanya.

    Dijrlaskan, hingga saat ini terdapat 4,8 juta keluarga yang telah mendaftar dalam proses digitalisasi perlindungan sosial. Selain itu, sekitar 170 ribu agen perlindungan sosial (perlinsos) telah bergabung untuk membantu memperluas jangkauan program.

    "Gambaran capaian kita saat ini 4,8 juta keluarga telah mendaftar, sekitar 170.000 agen perlinsos telah bergabung. Namun, untuk mencapai target 45 juta keluarga hingga akhir tahun, kita membutuhkan jumlah agen perlinsos yang jauh lebih banyak," jelasnya.

    Menurutnya, data yang dihimpun melalui proses pendaftaran tersebut akan menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan penyaluran bantuan sosial pada 2027. Karena itu, Luhut meminta seluruh pihak memperkuat kerja sama dan mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan pemerintah.

    "Data yang terkumpul dari proses ini nantinya akan menentukan penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2027. Saat kami melaporkan hal ini kepada Bapak Presiden, beliau menekankan bahwa kita semua perlu kerja keras bersama," ungkapnya.

    Untuk memperluas cakupan program, pemerintah membutuhkan mobilisasi agen perlindungan sosial secara masif dengan melibatkan berbagai unsur. Luhut menyebut kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjangkau keluarga yang belum terdaftar.

    "Untuk menjangkau target besar tersebut, kita membutuhkan dorongan dan mobilisasi agen perlinsos secara masif. Melalui kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat," tuturnya.

    Luhut juga meminta para gubernur dan pimpinan daerah menjadi penggerak utama dalam menyebarluaskan informasi mengenai pendaftaran agen perlindungan sosial. Informasi tersebut diharapkan dapat diteruskan melalui jaringan pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah.

    "Saya minta para gubernur dan pimpinan daerah menjadi penggerak utama untuk menyebarkan informasi pendaftaran agen ke seluruh jaringan pemda hingga tingkat terkecil. Saya meminta Pangdam dan Kapolda untuk mendorong anggotanya, khususnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar menjadi agen perlinsos serta membantu masyarakat di wilayah tugas masing-masing," tambahnya.

    Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan Pemerintah Provinsi Riau siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait percepatan digitalisasi perlindungan sosial. Menurutnya, target penambahan agen perlindungan sosial perlu segera direalisasikan karena perkembangan data terus dipantau secara berkala.

    "Jadi kita tidak punya waktu untuk main-main dengan target ini. Kita beberapa hari sekali dipantau untuk memberikan perkembangan data perlindungan sosial. Karena itulah, agen perlinsos tersebut harus segera bertambah," tutur Plt Gubri SF Hariyanto.

    Lebih lanjut, percepatan tersebut pada akhirnya ditujukan untuk memastikan masyarakat yang menerima bantuan sosial benar-benar merupakan pihak yang berhak. Untuk itu, Dinas Sosial Provinsi Riau akan memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri serta pemerintah kabupaten/kota.

    "Tujuannya tentu saja agar penerima manfaat supaya tepat sasaran. Sehingga, Dinsos Riau lakukan kerja sama dengan TNI/Polri untuk mempercepat arahan ini, pelajari teknisnya dan koordinasikan dengan kabupaten kota." pungkasnya. mcr

     

  • Lewat KJT ke-16, Riau Jajaki Teknologi dan Pembiayaan Baru Infrastruktur Jalan

    By redkoranriaudotco → Jumat, 18 September 2026



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mendorong penguatan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Salah satu peluang tersebut terbuka melalui pelaksanaan Konferensi Jalan dan Transportasi (KJT) ke-16 di Balikpapan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan bidang jalan, termasuk jejaring Indonesia dan Australia.

    Hal itu mengemuka saat Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menerima audiensi Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Provinsi Riau di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau, Jumat (18/9/2026).

    Pertemuan membahas rencana kehadiran Plt Gubernur Riau dalam KJT ke-16 yang dijadwalkan berlangsung pada 4–8 Oktober 2026, sekaligus peluang mengadopsi pengetahuan dan pengalaman dari forum tersebut untuk pengembangan infrastruktur jalan di Riau.

    SF Hariyanto menyambut positif forum yang mempertemukan pemerintah, asosiasi, serta para pemangku kepentingan yang memiliki pengalaman dalam pembangunan dan pengelolaan jalan. Menurutnya, perkembangan teknologi, kebijakan, serta berbagai pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur perlu terus dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

    “Forum seperti ini tentu penting karena kita dapat melihat perkembangan teknologi, kebijakan, maupun pendekatan baru dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan,” ujarnya.

    Menurut SF Hariyanto, forum tersebut juga dapat memperluas jaringan kerja sama antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak yang bergerak di sektor infrastruktur.

    “Selain membahas infrastruktur, pertemuan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan jaringan kerja sama yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah,” katanya.

    Wakil Ketua I HPJI Provinsi Riau, Ari Sandhiyavitri, mengatakan KJT ke-16 akan membahas pembangunan jalan secara lebih luas, tidak hanya dari sisi teknis. Forum tersebut juga mencakup perkembangan teknologi, skema dan sumber pembiayaan, kebijakan, operasional, hingga pemeliharaan jalan.

    “Di sana tidak hanya membahas pembangunan jalan dari sisi teknis, tetapi juga teknologi, pembiayaan, sumber pembiayaan, kebijakan, operasional, hingga pemeliharaan jalan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, keterlibatan jejaring Indonesia dan Australia melalui REAAA juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan praktik pembangunan infrastruktur jalan yang dapat menjadi referensi bagi Riau.

    Ari berharap berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam forum tersebut dapat diadaptasi sesuai kondisi dan kebutuhan daerah, termasuk dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap infrastruktur.

    “Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan bisa kita implementasikan di Riau sehingga pembangunan jalan menjadi lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim,” pungkasnya. mcr

     

     

  • Camat Sukajadi Motivasi Peserta MTQ Kelurahan Harjosari

    By redkoranriaudotco → Senin, 14 September 2026

    Foto: Camat Sukajadi Adri Hidayat (tengah) memimpin pemukulan kompang menandai pembukaan MTQ Kelurahan Harjosari, Senin (14/9/26) di Masjid An-Nur Brimob.



    KORANRIAU.co,PEKANBARU-  Camat Sukajadi  Adri Hidayat Putra S.STP, M.IP secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kelurahan Harjosari Tahun 2026, Senin (14/9/26) di Masjid An- Nur Brimob, Jalan Durian, Kota Pekanbaru.


    Foto: Camat Sukajadi Adri Hidayat Putra saat memberikan sambutan.


    Dalam arahannya, Camat Adri memberikan motivasi kepada seluruh peserta Qori dan Qoriah agar menunjukkan kemampuannya. Selain itu, Adri mengingatkan agar peserta menjunjung tinggi sportifitas.

     

    “Adik-adik peserta MTQ jangan hanya sampai di tingkat kelurahan saja. Tetapi harus terus berjuang menuju tingkat kecamatan dan Kota Pekanbaru,”katanya.


    Foto: Camat Sukajadi bersama Ketua Forum RT/RW dan Tokoh Masyarakat.

     

    Bahkan lanjut Camat Adri, tidak tertutup kemungkinan pserta di tingkat Kelurahan Harjosari ini bisa mewakili ke tingkat Provinsi Riau dan Nasional. Bahkan ke puncak lebih tinggi yakni Tingkat Internasinal.

     

    “Saya yakim, kalo bakat dan kemampuan adik-adik peserta MTQ ini diasah dengan baik, pasti akan mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. Bisa mewakili di tingkat Nasional dan bahkan Internasional,”ungkap Adri.


    Foto: Babinsa, Bhabinkamtimbas, Ketua LPS dan para Ketua RW dan RT Kelurahan Harjosari

     

    Camat Adri juga menegaskan, bahwa perlombaan MTQ ini juga sebagai ajang mengikat tali silaturahmi pertemanan  antar peserta. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga bagi peserta.

     

    Pada kesempatan itu, Camat Adri juga menyampaikan agar masyarakat meramaikan setiap kegiatan MTQ baik timgkat kelurahan, kecamatan dan Kota Pekanbaru. Hal ini menurutnya, merupakan program kerja dari Walikota Pekanbaru H Agung Nugroho.


    Foto: Plt Lurah Harjsari  Hardianul Fadly S.STP, MAP (tengah batik) Bersama para juara MTQ.

     

     

    “Kalau masyarakat selalu menjaga kekompakan dengan meramaikan kegiatan MTQ ini, tentu pimpinan kita Pak Walikota akan sangat senang,”terangnya.

     

    Selain itu, Camat Adri juga meminta kepada seluruh Ketua RT dan RW untuk selalu tanggap dan merespon setiap aduan dan keluhan masyarakat.  Karena, RT dan RW merupakan perpanjangan tangan Pemko Pekanbaru di tengah masyarakat.

     

    “Kami di kecamatan akan cepat tanggap setiap ada keluhan masyarakat. Meski kemampuan kami terbatas, namun kami akan langsung menyampaikan ke Pak Walikota dan akan ditindaklanjuti secepatnya,”papar Adri.


    Tidak hanya itu, Camat Adri juga mengingatkan warga di musim Elnino untuk tidak membakar sampah sembarangan. Hal ini akan berpotensi munculnya titik api yang mengakibatkan kabut asap dan membahayakan bagi kesehatan.

     

    Pembukaan MTQ Tingkat Kelurahan Harjosari ini ditandai dengan pemukulan kompang. Turut hadir, Pelaksana tugas (Plt) Lurah Harjosari Hardianul Fadly S.STP, MAP, sejumlah Lurah di Kecamatan Sukajadi, Para Kasi Kecamatan Sukajadi, Para Kasi Kelurahan Harjosari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, Ketua LPS, Ketua Forum RT/RT, para Ketua RT dan RW serta Tokoh Masyarakat.

     

    Asrama Brimob Juara Umum

     

    Dalam pelaksanaan MTQ Kelurahan Harjosari Tahun 2026 kali ini, utusan dari RW 05 (Asrama Brimob) keluar sebagai Juara Umum. Mereka mengalahkan utusan semua kategori Tilawah dan Tahfiz dari RW lainnya, dengan total nilai keseluruhan 92,8.

     

    Dengan terpilihnya RW 05 sebagai Juara Umum, otomatis Piala Bergilir berpindah tangan dari sebelumnya yang dipegang RW 01 Kelurahan Harjosari.  Trophy bergilir ini diserahkan oleh Plt Lurah Harjosari Hardianul Fadly S.STP, MAP kepada Ketua RW 05 Ipda Sugianto. nor

     

  • Kapolda Riau Beri Kuliah Umum di UHTP

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) telah membuka rangkaian kegiatan akademik tahun ajaran baru melalui Kuliah Umum dengan menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang berbeda.


    Diantaranya, Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan, Praktisi Teknologi Informasi Jerman Gloria Abidin MSc dan Kepala Transformasi Digital Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI Dewi Nur Aisyah.


    Kegiatan yang dilaksanakan di Hall dr Zainal Abidin MPH, Kampus 2 Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Senin (14/9/26) itu, dengan tema "Sinergi Hukum, Teknologi Informasi dan Kesehatan Dalam Pemanfaatan Data di Era Digital Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Berdampak".


    Ketua Pelaksana Kuliah Umum UHTP Ilhamdi MH menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang lahir dari diskusi bersama civitas akademika UHTP.

    "Acara ini berasal dari diskusi kami bersama civitas akademik Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Bahwasanya filsafat kebenaran dari Tuhan Yang Maha Esa dan disampaikan juga oleh para filsuf. Yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang senantiasa mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain," jelas Ilhamdi.

    Berangkat dari nilai tersebut, panitia menghadirkan tiga pembicara dengan keahlian di bidangnya masing-masing.

    "Kami menginisiasi kegiatan ini sebagai rutinitas tahunan kita yang menghadirkan 3 pembicara yang sangat luar biasa. Mulai dari Kapolda Riau, Praktisi IT dari Jerman, dan Dewi Nur Aisyah dari Kemenkes," sebutnya.

    Ilhamdi juga menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi UHTP. Selain itu, materi dan dokumentasi kegiatan akan dipublikasikan secara luas.

    "Acara ini ditayangkan langsung di channel youtube. Dan akan dipublish paling sedikit di 30 media cetak dan lokal. Baik nasional ataupun lokal. Dan diposting oleh ribuan mahasiswa kami," ujarnya.

    Dalam sambutannya, Ilhamdi juga menyinggung dukungan penuh civitas akademika UHTP terhadap program yang digagas Kapolda Riau.

    "Kami selaku panitia mengetahui jelas, terkait program bapak mengenai green policing. Untuk itu, kami sangat berbangga hati, di mana, setiap mahasiswa kami mengenakan stiker green policing sebagai wujud dukungan kami," pungkasnya.

    Sementara itu, Rektor UHTP Assoc Prof Ns Lita dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal bagi mahasiswa baru untuk memulai perkuliahan di UHTP.

    "Kuliah Umum ini diharapkan menjadi langkah awal bagi adik-adik untuk memulai aktivitas perkuliahan di Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Dan mudah-mudahan 5 hingga 10 tahun ke depan, kalian dapat menggantikan posisi pejabat yang membawa perubahan bagi Riau ataupun Indonesia," kata Assoc Prof Ns Lita.

    Lita juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Riau beserta jajaran yang telah menyempatkan hadir. 

    "Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak Kapolda beserta jajaran yang sudah menyempatkan hadir bersama kami. Kami sangat berharap kehadiran bapak dapat memberikan motivasi yang sangat luar biasa bagi anak-anak kami," katanya.

    Lebih lanjut Lita memaparkan perkembangan UHTP. Saat ini, usia kampus yang dipimpinnya tersebut, telah menginjak 4 tahun. Sebelumnya kampus ini dikenal sebagai STIKES ataupun STMIK Hang Tuah Pekanbaru. Seiring perkembangan, UHTP kini telah memiliki beberapa fakultas.

    "Diantaranya FIKH, FKes, Filkom, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan tengah melakukan pengembangan pada Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat yang nanti kami berharap bibit unggul Kesehatan dapat lahir dari UHTP," ungkapnya.

    Kuliah Umum ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa UHTP, khususnya dalam memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor antara hukum, teknologi informasi, dan kesehatan dalam menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.

    Dengan sinergi tersebut, diharapkan ke depan akan lahir lulusan UHTP yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. rls/nor
  • Warga Pekanbaru Puas Kinerja Plt Gubri, Perlebar Ruas Jalan

    By redkoranriaudotco →



    KORANRIAU.co,PEKANBARU - Warga Kota Pekanbaru mengapresiasi gerak cepat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, menangani persoalan kemacetan di beberapa ruas jalan.


    Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah melakukan pelebaran U-Turn Jalan Tuanku Tambusai dan U-Turn Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru. Pelebaran tersebut untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di salah satu ruas jalan utama kota Pekanbaru itu. 

    Pelebaran tersebut dimaksud menindaklanjuti rencana peniadaan lampu merah (Traffic Light) simpang empat SKA Pekanbaru, yang selama ini dinilai penyebab kemacetan di perempatan tersebut. 

    Warga menilai pelebaran jalan tersebut menjadi bukti perhatian Plt Gubri SF Hariyanto terhadap persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

    Salah seorang warga, Andri, mengaku bersyukur dengan pembenahan Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Soekarno-Hatta. 

    Warga Kelurahan Tangkerang Barat itu mengatakan ruas jalan tersebut sebelumnya kerap mengalami kemacetan, terutama di kawasan depan Masjid Abu Darda dan RS Hermina, Jalan Tuanku Tambusai. 

    Kemudian di Ruas Jalan Soekanto-Hatta, Pemprov Riau melakukan pelebaran jalan di depan Mal Living World (LW), termasuk U-Turn di depan Lotte Mart dan depan Perumahan Citra Land. 

    "Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian yang ditunjukkan oleh Plt Gubri SF Hariyanto. Meskipun belum setahun menjadi orang nomor satu di Riau, SF Hariyanto telah mampu melihat persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, terutama Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau," ungkap Andri.

    Menurutnya, kawasan Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Soekarno-Hatta memiliki mobilitas tinggi karena terdapat rumah sakit, kampus, pusat perbelanjaan, permukiman, dan berbagai fasilitas pelayanan masyarakat.

    "Sebagai salah seorang yang sering melintasi tersebut, saya sangat bersyukur atas pelebaran jalan ini. Selama ini kawasan Tuanku Tambusai dan Jalan Soekarno-Hatta di jam-jam tertentu sering macet," sebutnya. 

    Andri menilai peningkatan kapasitas jalan penting untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan dan aktivitas masyarakat di Pekanbaru. Jalan yang lebih lebar, menurutnya, dapat mengurangi waktu tempuh sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

    Ia juga mengapresiasi upaya Plt Gubri mendorong pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. Pelebaran jalan di Kota Pekanbaru diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat Pekanbaru.

    "Memang setiap pembangunan membutuhkan biaya besar, dan mungkin ini yang menjadi kendala sehingga pelebaran jalan ini belum terjadi. Tapi semua itu bisa diatasi jika pemimpinnya memang serius dalam melakukan pembangunan dan pelebaran jalan. Ini bisa dilihat dari komitmen yang ditunjukkan oleh SF Hariyanto," ujarnya. 

    Warga Minta Ruas Strategis Lain Dibebenahi

    Andri berharap pelebaran Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Soekanto-Hatta tidak menjadi satu-satunya pembenahan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Ia mendorong agar ruas strategis lain juga dibenahi secara bertahap. 

    Menurutnya, persoalan kemacetan di Pekanbaru membutuhkan penanganan berkelanjutan. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya jumlah kendaraan, serta berkembangnya pusat ekonomi harus diiringi dengan kapasitas jalan yang memadai. 

    “Dalam keadaan minim anggaran dan dana pusat yang kurang, Plt Gubri bisa terus melakukan pembangunan secara bertahap. 
    Jadi intinya adalah ada kemauan dan usaha, bukan cuma mengeluh dan bersedih. Untuk itu, kami sangat mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas perhatian Plt Gubri SF Hariyanto,” katanya.

    Dia juga berharap sinergi Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru terus diperkuat. Sebab penanganan kemacetan dan pembangunan infrastruktur perkotaan membutuhkan kolaborasi lintas pemerintah daerah. 

    "Karena Riau ini butuh pemimpin yang mampu bekerja dan berbuat bagi masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan oleh Plt Gubri SF Hariyanto," tutupnya. 

    Untuk diketahui, selain dua ruas jalan itu, Pemprov Riau juga tengah melakukan pelebaran Jalan Sisingamangaraja Pekanbaru samping Masjid Raya Annur Provinsi Riau. Dalam waktu dekat, Pemprov Riau juga akan menghubungkan jalan Cut Nyak Dien ke Jalan Pepaya Pekanbaru, dalam upaya mengurai kemacetan di Ruas Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. rls/nor



INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com