KORANRIAU.co,PEKANBARU –Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menegaskan, keberhasilan Program Peremajaan Sawit (PSR) tergantung kesiapan petani dan kesigapan pemerintah kabupaten/kota.
Penegasan Plt Gubri itu disampaikannya terkait semakin meningkatnya pencapaian program nasional yang dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut. Menurutnya, program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat yang sudah tua, tidak produktif, atau menggunakan bibit tidak bersertifikat.
"Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada inisiatif dan
kesiapan kelompok tani serta kinerja pemerintah kabupaten/kota," katanya,
Kamis (17/9/26).
Di tengah keterbatasan anggaran saat ini, Plt Gubri juga mendorong agar
dinas-dinas yang ada di lingkungan Pemprov Riau untuk dapat memanfaatkan
program pemerintah pusat yang dapat membantu masyarakat. Seperti dengan
mengejar realisasi PSR ini.
"Dananya sudah ada di pusat, karena itu harus
diusulkan agar bisa dapat bantuan. Dinas provinsi, kabupaten/kota serta petani
harus bekerja sama untuk mensukseskan program ini," pintanya.
Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, Realisasi program ini bahkan telah melampaui
target tahap I yang ditetapkan berdasarkan data kinerja program PSR
Tahun 2026 per 1 September 2026, total usulan target PSR di Riau seluas
11.665,18 hektare. Untuk target tahap I ditetapkan sebesar 6.650 hektare.
"Hingga 1 September 2026, total realisasi PSR di Riau telah mencapai 7.244,38
hektare atau 108,9 persen dari target tahap I," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, realisasi tersebut terdiri dari 3.047,30 hektare
melalui jalur dinas dan 4.197,09 hektare melalui jalur kemitraan. Program ini
melibatkan 29 unit kelembagaan dengan jumlah 3.414 pekebun.
"Secara wilayah, Kabupaten Kampar menjadi penyumbang realisasi
terbesar dengan 2.917,23 hektare dari usulan target 1.930 Ha. Dari jumlah itu,
999,33 Ha melalui jalur dinas dan 1.917,89 Ha jalur kemitraan dengan 5
kelembagaan dan 1.241 pekebun," jelasnya.
Disusul Kabupaten Siak dengan realisasi 1.367,38 hektare melalui jalur
kemitraan, melibatkan 7 kelembagaan dan 584 pekebun. Rokan Hilir 1.030,22 Ha
dengan 662 pekebun, Kuantan Singingi 605,83 Ha dengan 288 pekebun, Indragiri
Hilir 493,28 Ha dengan 240 pekebun dan Indragiri Hulu 830,41 Ha dengan 399
pekebun.
"Sementara Pelalawan, Rokan Hulu, Bengkalis dan Dumai belum melaporkan
realisasi hingga 1 September 2026," paparnya.
Disebutkan Supriadi, pihaknya memperkirakan masih ada potensi penambahan
realisasi PSR seluas 7.810 hektare hingga akhir tahun 2026. Penambahan ini
berasal dari usulan yang sudah berada di akun pusat, provinsi, kabupaten/kota,
maupun kelembagaan. Sehingga diproyeksi realisasi PSR di Riau mencapai 15.054
Ha hingga akhir tahun.
"Pelaksanaan PSR mengacu pada sejumlah regulasi terbaru. Di antaranya
Kepdir BPDP Nomor 252/2024 tentang peningkatan besaran dana dari Rp30 juta/ha
menjadi Rp60 juta/ha, Perpres 132/2024 tentang BPDPKS, serta Permen 05/2025
tentang pengembangan SDM dan peremajaan sawit,"jelasnya. nor

No Comment to " Plt Gubri: Keberhasilan PSR Tergantung Kesigapan Pemda dan Petani "