KORANRIAU.co,PEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama ahli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bambang Hero Saharjo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi kebakaran di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/26).
Bukan sekedar datang, Jumhur dan Herry melihat
kondisi lahan yang terbakar sekaligus memastikan proses penanganan berjalan
optimal.
Di lokasi, rombongan mengecek area terdampak,
termasuk titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali. Berdasarkan
hasil pemantauan, sekitar 4 hektare lahan terbakar dan api telah berhasil
dipadamkan.
Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan
guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang bergotong royong, berjibaku untuk mematikan api, di mana pun kalian
berada. Di sini, saya di Kabupaten Kampar, ada 4 hektare yang terbakar dan
sudah dipadamkan. Sekarang tinggal pendinginan,” kata Jumhur.
Jumhur mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat
dalam penanganan Karhutla. Ia menyebut peningkatan titik api terjadi cukup
cepat di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 3.800 titik
api di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dalam satu hingga dua hari
terakhir sehingga data di lapangan terus mengalami perubahan.
Selain itu, Jumhur mengungkapkan sekitar 335
perusahaan pemilik konsesi terindikasi memiliki titik api dan mengalami
kebakaran di wilayah konsesinya yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan.
“Sekarang terindikasi sudah ada sekitar 335
perusahaan pemilik konsesi di Indonesia yang tersebar di seluruh Kalimantan dan
Sumatera, yang di wilayah konsesinya ada titik api dan terjadi kebakaran,”
ujarnya.
Ia menegaskan perusahaan pemegang konsesi wajib
segera melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayahnya. Secara
keseluruhan, hampir 85.000 hektare lahan di wilayah konsesi di Indonesia
disebut telah terbakar.
Sementara itu, Bambang Hero Saharjo turut
memeriksa kondisi ekologis dan karakteristik lahan yang terbakar. Pemeriksaan
tersebut dilakukan untuk membantu menentukan langkah penanganan sekaligus
mencegah api kembali meluas.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan
penanganan Karhutla di Riau dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan TNI,
Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BNPB,
BPBD hingga masyarakat.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, polisi juga
telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.
“Tadi saya dapat laporan dari Pak Kapolres, ada
satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Herry.
Herry menyebut secara umum kondisi Karhutla di
Riau mengalami penurunan. Namun, masih terdapat satu lokasi yang menjadi
perhatian, yakni kebakaran di Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Kebakaran di wilayah tersebut telah berlangsung
sekitar 26 hari dan menghanguskan lebih dari 280 hektare lahan.
“Di Kerumutan itu ada 280 sekian hektare yang
terbakar dan hasil kolaborasi kami dengan TNI, dibantu oleh Manggala Agni,
Masyarakat Peduli Api, dan semua stakeholder terkait,” ujarnya.
Menurut Herry, kondisi lahan gambut di Kerumutan
membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif, termasuk
dukungan operasi udara secara berkelanjutan. rls

No Comment to " Menteri LH Apresiasi Cepatnya Penanganan Karhutla di Riau "