• Dapur Di-suspend, Kepala SPPG Dinonaktifkan, Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Dumai Tunggu Hasil Lab

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Sabtu, 15 Agustus 2026
    A- A+



    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang menaungi Wilayah Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sumatera Barat (Sumbar) mengambil tindakan tegas menyingkapi kasus dugaan keracunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dumai, Kamis (13/8) lalu.

    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan menu makanan yang diduga membuat puluhan murid sekolah dasar muntah-muntah dan mual tersebut langsung dinonaktifkan. “Kami sudah mengambil tindakan tegas berupa men-suspend (penghentian sementara) SPPG (dapur) dan menonaktifkan kepala SPPG-nya,” ujar Kepala KPPG Pekanbaru dr Syartiwidya, Jumat (14/8).

    Diberitakan sebelumnya, data dari kepolisian, sebanyak 45 murid dari dua SD di Dumai mengalami sakit perut dan mual-mual usai menyantap makanan yang disalurkan melalui dapur pelaksana program MBG di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur. 

    Dari jumlah tersebut, 43 merupakan murid SDN 013 Jalan Hangtuah dan dua lagi merupakan murid SD Negeri 015 Laborhausing. SPPG yang menyalurkan makanan tersebut adalah SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri.

    SPPG yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur mendistribusikan menu makanan MBG kepada 3.199 penerima manfaat. Selain SDN 013 dan SDN 015, distribusi juga menyasar sejumlah sekolah dan posyandu.

    Terkait hasil pendalaman penyebab dugaan keracunan murid SD ini, KPPG Pekanbaru menduga berasal dari bakso yang disajikan dengan cabai yang menjadi menu saat itu. “Dugaan sementara itu berasal dari cabai baksonya. Tapi untuk pastinya kami masih menunggu hasil laboratorium,” sebutnya.

    Sedangkan untuk kondisi anak-anak yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, Syartiwidya, menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar sudah diperbolehkan untuk pulang dan tersisa satu orang. “Kalau untuk anak-anak yang sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit, hanya tinggal satu orang lagi,” ujarnya.

    Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, disebutkannya saat ini bahwa BGN sedang berbenah. Salah satunya penggunaan aplikasi yang harus diisi setiap hari, mulai dari tahapan proses, bagaimana bahan baku, hingga distribusinya.

    “Kemudian juga harus dilakukan pencicipan dua lapis. Baik oleh SPPG dan juga ketika tiba di sekolah. Jadi kalau tiba di sekolah sudah tidak bagus. Itu seharusnya tidak boleh didistribusikan lagi,” sebutnya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Riau Pos, Kamis (13/8) lalu, pasokan  menu MBG dari SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri ini tiba di SDN 013 Dumai, sekira pukul 08.00 WIB. Sesuai prosedur pendaftaran dan penerimaan, penanggung jawab (Person in Charge/PIC) sekolah bernama Atmawirawan, langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap kemasan serta sampel makanan.

    “Prosedur penerimaan MBG ada beberapa guru yang ditunjuk untuk menerima, termasuk saya salah satu yang bertugas sebagai PIC untuk melihat makanan yang datang, dan mencium,” kata Atmawirawan saat dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (13/8) malam. rpc

     

  • No Comment to " Dapur Di-suspend, Kepala SPPG Dinonaktifkan, Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Dumai Tunggu Hasil Lab "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com