• RSUD Bangkinang Heboh Soal Pemotongan Insentif Pegawai

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Jumat, 16 Januari 2026
    A- A+



    KORANRIAU.co,PEKANBARU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Kabupaten Kampar kembali heboh. Jika sebelumnya heboh karena kekecewaan pasien, namun kali ini yang membuat heboh bukan dari pasien namun datangnya dari orang dalam RSUD sendiri. 

    Kehebohan itu berawal dari beredarnya ciutan di sebuah akun media sosial yang disampaikan seseorang yang mengaku seorang dokter jaga di IGD. 

    Keluhan tersebut mencuat ke publik setelah beredar unggahan di media sosial (medsos) yang menyebutkan adanya dugaan ketidakadilan terhadap tenaga medis. Dari pantauan, curhatan itu muncul di medsos Instagram, Selasa (13/1/2026). 

    Namun di postingan salah satu akun sudah dihapus sejak Selasa sore. Di akun lainny, hingga Kamis (15/1/2026) masih ada. Banyak sekali respon dari warganet. 

    Curhatan di media sosial itu berjudul “Insentif Dipangkas, Jasa Medis Tertahan dan Uang Jaga Malam Dihapus, Curhat Miris Dokter IGD di RSUD Bangkinang Riau”

    Curhat dokter IGD itu menyampaikan, ia adalah dokter jaga IGD RSUD Bangkinang yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengaku telah bekerja selama 1 tahun 9 bulan menyampaikan bahwa insentif daerah yang sebelumnya diterima sebesar Rp5,6 juta, pada tahun ini dipangkas drastis hingga hanya Rp850 ribu dengan alasan efisiensi anggaran.

    “Pemangkasan ini sangat kami rasakan dampaknya, karena jumlah shift dan jumlah pasien justru semakin meningkat,” ungkapnya. 

    Ia juga membeberkan persoalan dana jasa medis. Para dokter juga mengeluhkan jasa medis yang belum dibayarkan sejak Maret 2025 hingga saat ini. 

    Alasan yang disampaikan kepada mereka adalah untuk membayar hutang obat dan bahan habis pakai. Namun menurut para dokter, alasan tersebut dinilai tidak masuk akal karena anggaran obat dan bahan habis pakai telah memiliki pos anggaran tersendiri.

    Selain itu, kebijakan lain yang menuai sorotan adalah penghapusan uang jaga malam pada tahun ini. Dampaknya, jumlah tenaga medis dalam satu shift dikurangi, meskipun beban kerja tetap tinggi. Padahal sebelumnya, satu shift jaga IGD diisi oleh dua hingga tiga dokter.

    Keluhan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial dan mendapat perhatian publik. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada kualitas layanan kesehatan, khususnya di IGD yang merupakan garda terdepan pelayanan rumah sakit.

    Sejak postingan itu muncul, ternyata curhatan yang katanya dari dokter IGD didukung tenaga medis lainnya di RSUD Bangkinang. 

    Salah seorang tenaga medis RSUD Bangkinang yang tidak mau identitasnya diungkap mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh oknum yang mengaku dokter  IGD itu adalah benar adanya. 

    Ia mengatakan, RSUD merupakan cerminan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kampar. Jika insentif, jasa medis maupun uang jaga malam dihapus, bukan tidak mungkin akan banyak tenaga medis yang berwajah masam ketika jumpa pasien karena jerih payah keringatnya tidak dibayarkan. 

    “Dulu, uang lembur Rp 130 ribu di kurangi jadi Rp 100 ribu. Masih ada harapan sedikit.  Sekarang dihilangkan samo sekali,” bebernya. 

    Ia menambahkan, tenaga kesehatan dipekerjakan 12 jam tapi hak mereka tak dibayarkan. “Bisa saja memudar sopan santun ke pasien. Bukan berarti tidak ikhlas dan tulus merawat uang sakit, tapi kalau macam ini, kondisi zholim namanya ini,” ulasnya lagi.

    Ia juga mengungkapkan bahwa jasa medis telah 10 bulan tidak cair. “Padahal klaim dari BPJS lancar. Yang disampaikan dokter IGD di media tu benar semuanya bang,” bebernya lagi. 

    Dikatakan, karena anggaran 2025 untuk obat dan bahan habis pakai (BHP) tidak  ditanggung pemerintah daerah, maka dibebankan ke RSUD  langsung. “Akibat dari itu jasa medis tidak dibayarkan,” katanya lagi. 

    Ia berharap wartawan membantu memperjuangkan uang tambahan bagi tenaga medis. 

    Terkait hal ini, Direktur RSUD Bangkinang dr Imawan Hardiman ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini sejak Selasa (13/1/2026) siang sampai Kamis (15/1/2026) sore masih bungkam dan belum memberikan tanggapan.

    Janjinya untuk diwawancarai pada Kamis (15/1/2026) sebagaimana disampaikan kepada salah seorang wartawan juga batal direalisasikannya karena tidak ada jawaban ketika dikonfirmasi ulang. ck

     

  • No Comment to " RSUD Bangkinang Heboh Soal Pemotongan Insentif Pegawai "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com