KORANRIAU.co,PEKANBARU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Kabupaten Kampar kembali heboh. Jika sebelumnya heboh karena kekecewaan pasien, namun kali ini yang membuat heboh bukan dari pasien namun datangnya dari orang dalam RSUD sendiri.
Kehebohan itu berawal dari beredarnya ciutan di sebuah akun media sosial
yang disampaikan seseorang yang mengaku seorang dokter jaga di IGD.
Keluhan tersebut mencuat ke publik setelah beredar unggahan di media sosial
(medsos) yang menyebutkan adanya dugaan ketidakadilan terhadap tenaga medis.
Dari pantauan, curhatan itu muncul di medsos Instagram, Selasa
(13/1/2026).
Namun di postingan salah satu akun sudah dihapus sejak Selasa sore. Di akun
lainny, hingga Kamis (15/1/2026) masih ada. Banyak sekali respon dari warganet.
Curhatan di media sosial itu berjudul “Insentif Dipangkas, Jasa Medis
Tertahan dan Uang Jaga Malam Dihapus, Curhat Miris Dokter IGD di RSUD
Bangkinang Riau”
Curhat dokter IGD itu menyampaikan, ia adalah dokter jaga IGD RSUD
Bangkinang yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
mengaku telah bekerja selama 1 tahun 9 bulan menyampaikan bahwa insentif daerah
yang sebelumnya diterima sebesar Rp5,6 juta, pada tahun ini dipangkas drastis
hingga hanya Rp850 ribu dengan alasan efisiensi anggaran.
“Pemangkasan ini sangat kami rasakan dampaknya, karena jumlah shift dan
jumlah pasien justru semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia juga membeberkan persoalan dana jasa medis. Para dokter juga mengeluhkan
jasa medis yang belum dibayarkan sejak Maret 2025 hingga saat ini.
Alasan yang disampaikan kepada mereka adalah untuk membayar hutang obat dan
bahan habis pakai. Namun menurut para dokter, alasan tersebut dinilai tidak
masuk akal karena anggaran obat dan bahan habis pakai telah memiliki pos
anggaran tersendiri.
Selain itu, kebijakan lain yang menuai sorotan adalah penghapusan uang jaga
malam pada tahun ini. Dampaknya, jumlah tenaga medis dalam satu shift
dikurangi, meskipun beban kerja tetap tinggi. Padahal sebelumnya, satu shift
jaga IGD diisi oleh dua hingga tiga dokter.
Keluhan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial dan mendapat
perhatian publik. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi
berdampak pada kualitas layanan kesehatan, khususnya di IGD yang merupakan garda
terdepan pelayanan rumah sakit.
Sejak postingan itu muncul, ternyata curhatan yang katanya dari dokter IGD
didukung tenaga medis lainnya di RSUD Bangkinang.
Salah seorang tenaga medis RSUD Bangkinang yang tidak mau identitasnya diungkap
mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh oknum yang mengaku dokter IGD
itu adalah benar adanya.
Ia mengatakan, RSUD merupakan cerminan pelayanan kesehatan di Kabupaten
Kampar. Jika insentif, jasa medis maupun uang jaga malam dihapus, bukan tidak mungkin
akan banyak tenaga medis yang berwajah masam ketika jumpa pasien karena
jerih payah keringatnya tidak dibayarkan.
“Dulu, uang lembur Rp 130 ribu di kurangi jadi Rp 100 ribu. Masih ada
harapan sedikit. Sekarang dihilangkan samo sekali,” bebernya.
Ia menambahkan, tenaga kesehatan dipekerjakan 12 jam tapi hak mereka tak
dibayarkan. “Bisa saja memudar sopan santun ke pasien. Bukan berarti tidak
ikhlas dan tulus merawat uang sakit, tapi kalau macam ini, kondisi zholim
namanya ini,” ulasnya lagi.
Ia juga mengungkapkan bahwa jasa medis telah 10 bulan tidak cair. “Padahal
klaim dari BPJS lancar. Yang disampaikan dokter IGD di media tu benar
semuanya bang,” bebernya lagi.
Dikatakan, karena anggaran 2025 untuk obat dan bahan habis pakai (BHP)
tidak ditanggung pemerintah daerah, maka dibebankan ke RSUD
langsung. “Akibat dari itu jasa medis tidak dibayarkan,” katanya lagi.
Ia berharap wartawan membantu memperjuangkan uang tambahan bagi tenaga
medis.
Terkait hal ini, Direktur RSUD Bangkinang dr Imawan Hardiman ketika
dikonfirmasi terkait persoalan ini sejak Selasa (13/1/2026) siang sampai Kamis
(15/1/2026) sore masih bungkam dan belum memberikan tanggapan.
Janjinya untuk diwawancarai pada Kamis (15/1/2026) sebagaimana disampaikan
kepada salah seorang wartawan juga batal direalisasikannya karena tidak ada
jawaban ketika dikonfirmasi ulang. ck

No Comment to " RSUD Bangkinang Heboh Soal Pemotongan Insentif Pegawai "