Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Bengkalis"
  • Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh Kakak Kelas di Bengkalis

    By redkoranriaudotco → Senin, 04 September 2023


    KORANRIAU.co,BENGKALIS-  Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis mengungkap kasus seorang siswi SMP yang geger ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Lintas Duri- Pekanbaru Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Sabtu (2/9/23) sekitar pukul 21.20 WIB.

    Korban diidentifikasi Lestary Boru Sihombing (14), beralamat di Jalan Fajar Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir sempat dicari oleh keluarganya karena tak pulang-pulang dari sekolah.

    Kurang dari 1x24 jam, Tim Sat Reskrim dan Polsek Pinggir Polres Bengkalis mengamankan seorang terduga pelaku penyebab tewasnya siswa SMP masih berseragam olahraga tersebut. APS (14), pelajar kelas dua SMP dan merupakan kakak kelas korban beralamat di Pinggir.

    Hasil autopsi, korban tewas mengenaskan akibat hantaman benda tumpul di bagian leher dan kepala, lalu meninggal dunia karena kelemasan. Dan ditemukan tindakan pemerkosaan dialami oleh korban.

    Hasil penyelidikan dan petunjuk dari olah kejadian perkara (TKP), petugas menetapkan APS sebagai tersangka.

    "Pemeriksaan sementara motifnya tersangka akan melakukan tindak pidana pencabulan kepada korban kemudian korban menolak, karena takut dilaporkan ke orang tua korban. Tersangka APS spontan memukul dan menyerang ke korban menggunakan kayu ke leher dan kepala, setelah tidak berdaya tersangka memperkosanya," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro saat jumpa pers, Senin (4/9/23).

    Pelaku APS diamankan di rumahnya tanpa perlawanan Ahad (3/9/23) sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polsek Pinggir guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

    Petugas juga mengamankan barang bukti kayu sekitar 2 meter, baju seragam olahraga milik tersangka tersisa lumuran darah diduga darah korban, serta tas milik korban.

    Petugas juga berencana akan memeriksa psikologi tersangka, dan darah dibaju seragam olahraga tersangka ke laboratorium.

    Akibat perbuatannya itu, tersangka APS terancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

    Dikabarkan sebelumnya, korban Lestary masih berseragam olahraga tergeletak di tepi jalan dengan kondisi meninggal dunia.

    Orang tua korban dibantu masyarakat berusaha untuk melakukan pencarian terhadap korban di sepanjang jalan menuju rumah dengan memeriksa disemak-semak sepanjang Jalan Jalan Lintas Duri- Pekanbaru. rtc/nor
  • Pengurus APSAI Kabupaten Bengkalis Dijadwalkan Dilantik 1 Februari Mendatang

    By redkoranriaudotco → Jumat, 25 Januari 2019
    Logo Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

    KORANRIAU.co, BENGKALIS–Pengurus Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten Bengkalis dijadwalkan akan dilantik pada Jum’at (1/2/2019).

    Pelantikan ini selain akan dihadiri Bupati Bengkalis Amril Mukminin, juga akan dihadiri langsung Ketua APSAI Pusat Luhur Budijarso, dan Deputi Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA RI, Lenny N. Rosalin, SE, Msc, MFin.

    APSAI merupakan wadah yang dibentuk untuk memberi peran kepada dunia usaha dalam upaya memenuhi hak anak dalam konteks kabupaten/kota layak anak menuju Indonesia layak anak.

    “Berdasarkan informasi, Insya-Allah pada 1 Februari ini, pengurus APSAI Bengkalis dilantik,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bengkalis, sebagaimana Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Wasiah, Kamis (24/1/2019).

    Keberadaan APSAI diharapkan dapat berdampingan dengan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Utamanya memberikan perhatian lebih kepada anak-anak berkebutuhan khusus juga anak-anak (normal) lainnya.

    Diungkap Wasiah, upaya mengatasi masalah anak tidak hanya di tangan pemerintah semata. Butuh kemitraan dengan berbagai pihak, tak terkecuali dengan perusahaan-perusahaan swasta. Kepedulian dari dunia usaha untuk membantu pemerintah diharapkan dapat ikut membantu mengatasi masalah anak di Indonesia.

    Adapun susunan pengurus APSAI Kabupaten Bengkalis, Ketua Masuri (Kadin Bengkalis), Wakil Ketua Syahrijal. Sekretaris Martina (PT Sinar Romindo Indah), Bendhara Asrul (AMPS Hendri Sukamto Halim).

    Bidang Marekting dan Informasi TS Iqbal (Ketua), Sukardi (Wakil Ketua), Haliyun Na'im (anggota). Bidang Legal dan Organisasi  Kelembagaan Epi Susiana (Ketua), Arif Kurniawan (Wakil Ketua), Linda (anggota).

    Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan, Muhammad Yasimin (Ketua), Rahmat Hidayat (Wakil Ketua), Romy Rizki (anggota). Bidang Sosial, Hj Nurwati (Ketua), Hj Linda Mulyani (Wakil Ketua) dan Rina Jandriani (anggota).

    Bidang Kemitraan, Yani Sakiman (Ketua), Tajudin Prajira (Wakil Ketua) dan Epi (anggota). Bidang Anaka Kebutuhan Khusus, Ushodo (Ketua),  Tianggur Wenesdy (Wakil Ketua), Nurhasni, Subiyantoro dan Dewi Ayu (anggota). JUNAIDI
  • 11 Mayat TKI di Selat Malaka, Nakhoda dan ABK Kapal Serahkan Diri ke Polisi

    By redkoranriaudotco → Rabu, 12 Desember 2018
    ilustrasi (internet)
    KORANRIAU.CO, Pekanbaru - Dua orang bernama Jamal dan Hamid menyerahkan diri ke Polres Bengkalis. Itu berkaitan dengan temuan 11 mayat di Selat Malaka yang merupakan Tenaga Kerja Ilegal menumpangi kapal dan tenggelam di laut tersebut.

    Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, dua orang itu inisial Jml (38) dan HM (31), keduanya warga Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

    "Keduanya telah menyerahkan diri ke Polres Bengkalis. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik," ujar Sunarto, Rabu (12/12).

    Sunarto menjelaskan, Jamal dan Hamid merupakan awak kapal tradisional yang mengangkut para TKI Ilegal dari Malaysia ke Bengkalis serta sebaliknya. Namun insiden naas terjadi, kapal mereka tenggelam di tengah laut, Selat Malaka.

    "Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di rutan Polres Bengkalis. Mereka membawa para TKI secara ilegal dari Malaysia tujuan Rupat Kabupaten Bengkalis mengakibatkan belasan korban meninggal dunia," kata Sunarto.

    Barang bukti yang diamankan polisi berupa 1 lembar Visa Paspor dan KTP atas nama Maya Karina, fotocopy KTP atas nama Ujang Chaniago, 1 jeregen putih, 1 pelampung orange, pakaian dan properti 11 mayat.

    Serta 1 USB Drive Toshiba berisi video dan foto penyelamatan Jamal dan Hamid oleh KMV Indomal 5 yang berlayar dari Dumai menuju Malaka. Saat kapal yang membawa para TKI itu tenggelam, hanya Jamal dan Hamid yang berhasil selamat. Mereka diselamatkan kapal Indomal 5 tersebut, sedangkan para TKI sudah tenggelam terlebih dahulu.

    "Jadi Jamal dan Hamid tidak memberi tahu kepada awak kapal Indomal bahwa mereka membawa para TKI yang tenggelam. Mereka berdua menyelamatkan diri sendiri?," jelas Sunarto.

    Hingga kini, baru 11 mayat yang ditemukan nelayan dan kepolisian di perairan Selat Malaka. Diduga ada 9 mayat lagi yang belum ditemukan. Karena dari keterangan keluarga korban, ada 20 TKI yang menumpangi kapal tersebut.

    Korban yang berhasil teridentifikasi yaitu Mimi Dewi (32) warga asal Sumatera Barat, Ujang Chaniago (48) warga asal Sumbar, Marian Suhadi (24) warga asal Sumatera Utara, Paisal Ardianto (24) juga asal Sumut. 6 mayat lainnya masih di RS Bhayangkara karena belum teridentifikasi.

    Sedangkan satu mayat yang pertama kali ditemukan pada 24 November dimakamkan oleh Dinas Sosial Kota Dumai. Sebab, jenazah tersebut tidak memiliki identitas dan tidak ada keluarga yang membuat laporan kehilangan anggota keluarganya.

    "Kedua tersangka dijerat pasal 359 KUHP, Juncto pasal 120 ayat 1 UU nomor 6 tahun 2011, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 Miliar," tegas Sunarto. (Sani)


  • Ditemukan Terapung di Selat Malaka Mayat Diperkirakan Sudah Satu Pekan

    By redkoranriaudotco → Minggu, 02 Desember 2018
    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Total sudah tujuh mayat yang ditemukan mengapung di Perairan Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Riau, yang berdekatan dengan Selat Malaka.

    Mereka sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk di otopsi. Diperkirakan mereka sudah lama mengapung di air.
    Ilustrasi

    “Kondisi sudah lama di dalam air. Jadi kalau diestimasikan sudah lebih dari satu pekan berada di air. Memang dilihat kondisinya cocok,” ujar Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto, Ahad (2/12/2018).

    Tim Disaster Victim Identification (DVI), kata Supriyanto, mengalami cukup kesulitan untuk mengidentifikasi para jasad ini. Sebab, kondisi mereka sudah membusuk. Meski begitu, dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

    “Sementara ini, kami tidak temukan tanda kekerasan, karena kondisi juga sudah membusuk. Jadi kita tidak ketemu itu. Kami mengalami sulit mengenali wajahnya,” sebutnya.

    Selain kesulitan untuk mengenali wajah para korban, tim DVI yang berjumlah sekitar 20-an lebih ini juga tidak bisa mengambil sidik jari mereka. “Biasanya menggunakan sidik jari, tapi sidik jari hampir mustahil dilakukan karena sebagian besar kondisi sudah membusuk,” ujar Supriyanto.

    Maka dari itu, polisi mengidentifikasi melalui susunan gigi para korban dan DNA. “Ini langkah terakhir. Selain itu, kita temukan data sekunder seperti propertis dan medis, seperti luka bekas operasi, tato dan lainnya juga diidentifikasi,” kata dia.

    Dijelaskan Supriyanto, dalam proses identifikasi para korban ini, tim DVI mengambil data antemortem maupun posmortem. Untuk antemortem, data yang diambil dari fisik korban sebelum meninggal. Sedangkan posmortem diambil dari data fisik korban setelah meninggal.

    “Jadi yang dilakukan pemeriksaan dengan prosedur DVI, karena ini suatu bentuk standar bencana atau kecelakaan. Kami gak lihat ini suatu pidana atau yang lain. Karena identifikasi yang paling penting terlebih dahulu,” bebernya.

    Untuk sementara, dari tujuh yang ditemukan sudah ada tiga mayat yang berhasil teridentifikasi identitasnya. Pertama adalah Ujang Chaniago berusia 48 tahun yang berasal dari Lubuk Nyiur, Dusun V Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

    Kemudian Mimi Dewi, 32, warga Jalan Lansano, Kelurahan Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Terakhir Maya Karina, 37, warga Mentikan, RT 020/RW 02, Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

    “Untuk para korban yang sudah berhasil teridentifikasi, sudah dibawa oleh keluarganya,” pungkasnya. (KR7)
  • Birokrasi idealnya Mampu Melayani Masyarakat

    By redkoranriaudotco → Selasa, 27 November 2018
    Asisten Pemerintahan Hj. Umi Kalsum saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis
    KORANRIAU.co, Bengkalis - Birokrasi idealnya mampu melaksanakan tugas dan melayani masyarakat bukan sebaliknya dilayani oleh masyarakat, konsekuensinya adalah pemerintah harus meningkatkan kinerja birokrasi yang bersih, kompeten dan memiliki kemampuan dalam melayani.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin melalui Asisten Pemerintahan Hj. Umi Kalsum pada pembukaan Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bertempat di ruang rapat lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Selasa 27 November 2018.

    Selanjutnya Bupati menambahkan perjalanan panjang pemerintah dalam memperbaiki birokrasi dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, baik dari aspek perencanaan maupun aspek pelaksanaannya di lapangan.

    ”Dari aspek pelaksanaan, hari ini pemerintah baik itu di instansi pusat  maupun daerah berupaya melakukan berbagai perbaian-perbaikan terhadap pelayanan dan efisiensi birokrasi,” kata Bupati Amril Mukminin.

    Bupati menambahkan  bahwa birokrasi hari ini perlu loncatan perbaikan, baik dari segi regulasi, proses dan penilaian.

    “Hal  ini perlu dilakukan mengingat masih tingginya resistensi terhadap perubahan yang positif,”ungkapnya.

    Selanjutnya, beberapa permasalahan strategis yang masih harus diperbaiki melalui pelaksanaan reformasi birokrasi yakni, pertama birokrasi belum sepenuhnya bersih dan akuntabel, kedua birokrasi belum efektif dan efisien dan ketiga pelayanan publik masih belum memiliki kualitas yang diharapkan.

    Acara yang mendatangkan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Riau H. Jonli diikuti oleh Camat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis ( KR-18 )

  • Heri Indra Putra Membuka Kegiatan Bimbingan Teknis

    By redkoranriaudotco →
    Asisten II saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bengkalis
    KORANRIAU.co, Bengkalis - Bupati Bengkalis diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Bengkalis H. Heri Indra Putra secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Program/Kegiatan Lingkup Sekretariat Daerah Bengkalis, di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Selasa (27/11/2018) pagi.

    Rapat tersebut diikuti oleh sejumlah Kepala Sub Bagian dan Staf di lingkungan Sekretariat Daerah Bengkalis dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Bengkalis terkait tahapan dan penyusunan dalam perencanaan program kegiatan.

    Bimtek yang ditaja oleh Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina  Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Rega Tadeak Hakim, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Riau Desmil Faneni.

    Pada kesempatan itu, Asisten II Sekretariat Daerah Bengkalis saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bengkalis mengatakan, evaluasi merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari perencanaan untuk menjamin keberhasilan pencapaian rencana pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

    “Tujuannya adalah untuk mewujudkan konsistensi antar dokumen rencana pembangunan daerah dan penganggaran dengan pelaksanaannya serta memastikan agar keberhasilan pembangunan daerah dapat dicapai sesuai dengan indikator dan target kinerja yang telah ditetapkan,” ungkap Heri.

    Dikatakan Heri, suatu program/kegiatan harus senantiasa dievaluasi untuk melihat sejauh mana implementasi programtersebut telah berhasil mencapai tujuan pelaksanaan program yang telah ditetapkan sebelumnya.

    “Keefektifan program yang berjalan tidak dapat dilihat jika tidak dilakukan evaluasi program. Karenanya, evaluasi program bertujuan untuk menyediakan informasi dan data, serta rekomendasi bagi pengambil kebijakan (decision maker) untuk
    memutuskan apakah akan melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan sebuah program,” ungkapnya.

    Pada akhir sambutannya, Heri berharap Bimtek ini mampu menyatukan pemahaman dalam mengaplikasikan evaluasi pelaksanaan perencanan program/kegiatan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis guna memperoleh hasil kinerja yang sesungguhnya dengan mempertimbangkan berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh sekretariat daerah.

    “Yang tak kalah pentingnya lagi melalui bimtek ini dapat meningkatnya pemahaman dalam mengaplikasikan pengendalian dan evaluasi, memperoleh solusi dalam memecahkan permasalahan dalam pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah,” pungkasnya. ( KR 18 )
  • KLHK OTT Dua Perambah Hutan di Bengkalis

    By redkoranriaudotco → Jumat, 23 November 2018
    Dua Alat Berat Berupa Eskavator Diamankan Dirjen Gakkum

    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dibantu personel TNI Korem 031 Wirabima, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pelaku perambahan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Desa Muara Dua Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.
     
    Dalam OTT yang digelar Senin, 19 November 2018 itu, dua unit alat berat berupa ekskavator dan pengangkut buah serta dua orang pria yang mengaku sebagai pemilik alat, digelandang ke Balai Gakkum Seksi Wilayah II Sumatera, yang bermarkas di Pekanbaru.

    “Ya Betul. (Saat ini) Masih dikumpulkan bahan dan keterangan pihak-pihak terkait oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil, Red.) kami,” ungkap Kepala Seksi Gakkum LHK Wilayah II Sumatera Edwar Hutapea kepada Koran riau, Jum’at (23/11/2018).

    Terkait pihak yang menguasai lahan tersebut dengan memakai Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR), yang disebut-sebut sebagai pengusaha warga keturunan yang berdomisili di Jakarta, Edwar menyatakan masih akan melakukan pengembangan.

    “Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan menyampaikan panggilan. Sejauh ini, masih memeriksa ahli dan saksi termasuk dua orang yang ditemukan di lokasi atas nama M (49) dan H (35),” terangnya.

    Awalnya, lanjut Edwar, H mengaku sebagai pemilik lahan. “Tetapi, berdasarkan pemeriksaan, pemilik sedang kita kembangkan.”

    Terpisah, atas penangkapan ini, masyarakat desa mengaku bersyukur dan mengapresiasi langkah cepat Dirjen Gakkum dan TNI. Keberadaan para perambah selama ini sangat meresahkan. Bahkan terhadap masyarakat yang menolak, dilakukan upaya kriminalisasi.

    “Kami apresiasi langkah Dirjen Gakkum dan TNI Korem Wirabima. Kami berharap, penyidik segera menangkap otak, pemodal dan pihak yang mengeluarkan surat di atas hutan tersebut,” ungkap kuasa hukum masyarakat Desa Muara Dua, Wan Subantriarti SH MH.

    Dijelaskannya, masyarakat sudah sangat tertindas dan berkali-kali berusaha menghalau para perambah hutan. Namun, malah masyarakat yang dijerat hukum. Masyarakat pun kian gerah.

    “Akhirnya, tim kami menelusuri peta koordinat dan mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran hukum di situ dan melayangkan laporan ke Polda Riau,” ujar Wan.

    Beberapa bulan kemudian, kata Wan yang juga pengacara Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini, tim akhirnya memutuskan melaporkan ke Presiden RI, KLHK dan Komisi III DPR RI serta instansi lainnya termasuk mengadu ke LAM Riau.

    “Beberapa minggu setelah laporan, respon cepat KLHK akhirnya membuktikan bahwa benar ada perambah di situ yang merajalela. Bahkan, saat tim gabungan kemarin melakukan OTT, puluhan masyarakat berbondong-bondong ikut memberikan dukungan,” ucap Wan.

    Diungkapkan Wan, pengusaha yang menguasai lahan ribuan hektar tersebut diketahui sebagai pengusaha yang berdomisili di Jakarta berinisial MT. Saat ini, terdeteksi sekitar 700 hektar sudah ditanami sawit dan berbuah.

    Karena tak mau tunduk, pengusaha ini memidanakan masyarakat termasuk tokoh yang terkenal keras menolak perambahan tersebut. Awalnya, ia melaporkan dua orang warga mencuri sawitnya, kemudian pengusaha ini melaporkan warga. Dasarnya, surat SKGR dari Pemerintah Kabupaten Siak. Ia melapor ke Polres Bengkalis dengan surat tanah asal Siak. Anehnya, malah diterima bahkan cepat diproses. Kini tokoh dan dua warga tersebut divonis hukuman lima bulan penjara. Padahal, lahan itu kawasan hutan,” terang Wan.
     
    Selain MT, masyarakat juga melaporkan kelompok pemain sawit lainnya, yang disebut-sebut sebagai Siregar Cs yang bermain di wilayah Siak. Kelompok ini pun memidanakan tiga orang warga yang kini ditahan di Polres Bengkalis.

    “Karena mengusir perambah hutan, malah enam orang warga jadi korban. Kita berharap, semua pelaku dan pemodal diringkus habis dan penyidik cermat dalam melakukan langkah-langkahnya,” tutup Wan. (KR7)
  • Pilkades di Bengkalis Selesai, Berikut Nama-nama yang Terpilih

    By redkoranriaudotco → Kamis, 01 November 2018


    Bupati Bengkalis Amril Mukminin memberikan sambutan saat peninjauan Pilkades Serentak, Rabu (31/10/2018). (Junaidi/Koran Riau)

    KORANRIAU.co, Bengkalis -- Pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang kedua di Kabupaten Bengkalis berlangsung aman dan lancar.

    Meskipun di sejumlah kecamatan diguyur hujan, antusias masyarakat menyalurkan suaranya untuk menentukan kepala desa yang menakhodai enam tahun ke depan, lumayan tinggi. Bupati Bengkalis Amirul Mukminin sempat melakukan peninjauan pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa ini, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Sebagian hasil pemilihan sudah ditetapkan berdasarkan pleno di desa masing-masing pada Rabu dan sebagian pada sehari sesudahnya, Kamis 1 November 2018. Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dihimpun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis, berikut nama-nama kepala desa terpilih periode 2018-2024 tersebut:

    Di Kecamatan Bengkalis, pilkades dilaksanakan di tujuh desa dengan jumlahcalon 32 orang. Diperoleh hasil rekapitulasi suara:

    Desa Ketam Putih: Zulkarnain (1) meraih 223 suara, Hidayat (2) 152 suara, Muhammad Nor (3) 250 suara, Suhaimi (4) 258 suara. Tingkat partisipasi atau 70,75 persen dari 1.248 jumlah pemilih.
    1. Desa Temeran: Saleh (1) 81 suara, Azwar SAg (2) 282 suara, Kabir (3) 23 suara, Arifin (4) 455 suara, Khairi Samto (5) 115 suara. Tingkat partisipasi 90,70 persen dari 1.054 pemilih.
    2. Desa Teluk Latak: Nazrudin (1) 211 suara, Ahmad Firdaus (2) 74 suara, Abdulrab SAg (3) 361 suara, Mansur (4) 580 suara, Hendra Saputra SE (5) 104 suara. Tingkat partisipasi 74,89 persen dari 1.776 pemilih.
    3. Desa Penebal: Abadi AMd (1) 274, Nuzul Hidayat SPdi (2) 100, Syaiful Mukhtazam SPdi (3) 50, Muhammad Saimin (4) 400, H Solehen (5) 312. Tingkat partisipasi 84,84 persen dari jumlah 1.339 pemilih.
    4. Desa Kelapapati: Yulisman (1) 502, Nukman SE (2) 587, Dasril SS (3) 988, Usman (4) 978, Idlin (5) 537. Tingkat partisipasi 68,99 persen dari jumlah 5.204 pemilih.
    5. Desa Sebauk: Tamrin (1) 333, Meftahuddin (2) 144, Rovizan (3) 1, Sanusi (4) 114, Bahrumsyah (5) 184. Tingkat partisipasi 87,68 persen dari 885 pemilih.
    6. Desa Air Putih: Muhamad Syaifuddin (1) 1.043, Ahmad Nizar (2) 376, Selamat bin Tularji (3) 127. Tingkat partisipasi 69,80 persen dari 2.215 pemilih.
    Kecamatan Bantan sebanyak 4 desa dengan jumlah calon 18 orang, berikut hasilnya:

    1. Desa Selatbaru: Rahayu Nendang SPi (1) 645, Suriadi BA (2) 318, Imam Zahari (3) 602, Hendra (4) 204, Sutrisno (5) 262. Tingkat partisipasi 73,75 persen dari 2.754 pemilih.
    2. Desa Muntai: Tumiran SHI (1) 92, Yudi Hendri SP (2) 28, Ismadio (3) 369, Muhammad Nurin SPdI (4) 480, Baria Asrisa SE (5) 12. Tingkat partisipasi 78,73 persen dari 1.246 pemilih.
    3. Desa Kembung Luar: Muhammad Taufik BSoc Sc (1) 250, Zukirpan SSos (2) 119, Abdul Muis SHI (3) 181, Muhammad Ali SE (4) 398, Supriadi SH (5) 194. Tingkat partisipasi 74,16 persen dari 1.540 pemilih.
    4. Desa Teluk Lancar: Matno Perngadi (1) 542, Ahmad (2) 83, Ismail (3) 603. Tingkat partisipasi 86,80 persen dari 1.875 pemilih.


    Kecamatan Bandar Laksamana, sebanyak dua desa dan 8 calon bertarung. Hasilnya:
    1. Desa Temiang: Masdar (1) 364, H Zainuddin (2) 318, Mislani (3), Misri (4) 159. Tingkat partisipasi 89,67 persen.
    2. Desa Tanjung Leban: Johari Aman (1) 121, Mahadar (2) 257, H Atim (3) 563, Baharuddin (4) 23. Tingkat partisipasi 77 persen dari 1.252 pemilih.

    Kecamatan Siak Kecil, sebanyak 5 desa. Berikut hasilnya:
    1. Desa Sepotong: Isman SAg (1) 510, Jemari (2) 214. Tingkat partisipasi 82,84 persen dari 874 pemilih.
    2. Desa Sungai Siput: Muhammad Nurkholis (1) 495, Muhammad Sutarji (2) 40. Tingkat partisipasi 84,50 persen dari 535 pemilih.
    3. Desa Langkat: Tukiran (1) 198, Mesiran (2) 455, Amir (3) 143. Tingkat partispasi 84,50 persen dari 942 pemilih.
    4. Desa Lubuk Gaung: Jais Gunawan SE (1) 311, Aramaini (2) 184, Zamar (3) 569, Kholis (4) 21, H Azumar (5) 50. Tingkat partisipasi 98,79 persen dari 1.264 pemilih.
    5. Desa Bandar Jaya: Suyanto (1) 431, Wadi Wirokip (2) 267, Mafrur, SH (3) 134, Mustofa (4) 15. Tingkat pemilih 78,21 persen atau 1.083 pemilih.

    Kecamatan Bathin Solapan, sebanyak dua desa menggelar Pilkades dengan jumlah calon sebanyak 9 orang. Hasilnya:
    1. Desa Balai Makam: Agushar (1) 1.431, Zulkarnain (2) 1147, Misran Denny (3) 349, Harsaja Mulyadi (4) 1.220. Tingkat partisipasi 68,74 persen dari 6.033 pemilih.
    2. Desa Bumbung: Abdul Razak SPdI (1) 617, Wira Hadi Kusuma (2) 478, Safrizal SE (3) 638, Amirudin SH (4) 683, Syahrial SSos (5) 253. Tingkat partisipasi 80,08 persen dari total pemilih 3.333 jiwa.

    Kecamatan Bukit Batu, satu desa yakni Desa Sejangat. Hasilnya, Khaizir (1) 140, Rachmat Iwandi SH (2) 183, Donny Eka Saputra SPdi (3) 240, Iswadi AMd (4) 257, Syahrial (5) 228. Tingkat partisipasi 81,43 persen dari 1.287 pemilih.

    Kecamatan Pinggir pilkades di satu desa yaitu Desa Muara Basung, dengan hasil Muhammad Rahim (1) 195, Akhyar Mukmin (2) 3.551. Tingkat partisipasi 72,34 persen dari total pemilih 5.178 pemilih.

    Kecamatan Rupat Utara, jumlah calon yang bertarung sebanyak 19 orang dari lima desa. Hasilnya:
    1. Desa Tanjung Medang: Agong (1) 189, Herman (2) 405, Saipul (3) 623, Muhammad Nasir (4) 296. Tingkat partisipasi 81,30 persen dari total 1.861 pemilih.
    2. Desa Kadur: Ishak (1) 148, Muhammad Nuh SPd (2) 248, Susanto SPdI (3) 187, Jaironi SSos (4) 351, Asbullah S SPdI (5) 116. Tingkat partisipasi 84,07 persen dari 1.249 pemilih.
    3. Desa Tanjung Punak: Asri (1) 307, Muhammad Afkar (2) 104, Hazri SSos (3). Tingkat partisipasi 89,63 persen dari total pemilih 733 jiwa.
    4. Desa Titi Akar: Irwan (1) 188, Santono (2) 536, Sukarto (3) 1.225. Tingkat partisipasi 73,71 dari 2.644  pemilih.
    5. Desa Suka Damai: Abd Aris SPd (1) 271, Sarjuni SPdI (2) 7, Muhammad Nuraini (3) 19, Abdul Kadir SPi (4) 153. Tingkat partisipasi 83,80 persen dari total pemilih 537 jiwa.


    Kecamatan Rupat, sebanyak empat calon akan memperebutkan dua kursi kepala desa. Hasilnya:
    1. Desa Pangkalan Nyirih: Mursalin (1) 754, Aries Nando (2) 761. Tingkat partipasi 80,80 persen dari total pemilih 1.875 jiwa.
    2. Desa Parit Kebumen: Sabaruddin (1) 473 suara, dan HM Khaidir (2) 372. Tingkat partisipasi 81,80 persen dari total pemilih 1.033 jiwa

    Kecamatan Talang Mandau:

    1. Desa Tasik Serai Timur: Basri S (1) 417, Sahrial Marpaung (2) 238, Suryadinata (3) 454, Harisal (4) 48, Erwin Siahaan (5) 552. Tingkat partisipasi 85,49 persen dari total 1.999 pemilih.
    2. Desa Melibur: Hariansyah (1) 539, Ratno Junaidi (2) 180. Tingkat partisipasi 79,45 persen dari total pemilih 905 jiwa.
    3. Desa Kuala Penaso: Irman Kalimantan (1) 278, Bosniar (2) 139, Izandri SSos (3) 332, Ujang Usman (4) 89. Tingkat partisipasi 87,02 persen dari total pemilih 963 jiwa. (Junaidi)

     

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com