KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menerima Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, dalam pertemuan yang membahas sejumlah persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kampar. Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut meliputi penyelesaian Jembatan Rumbio, kondisi SD 007 Sungai Agung, serta pengembangan kawasan Candi Muara Takus.
Dalam pertemuan itu,
SF Hariyanto menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus ditindaklanjuti sebagai
bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan daerah. Salah satu persoalan
yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jembatan Rumbio yang hingga kini
masih terbengkalai dan membutuhkan peninjauan lebih lanjut.
“Sebagai bentuk
kepedulian kepada masyarakat, jembatan ini mau diapakan? Kita review dulu
semuanya, termasuk pembebasan lahan, nanti kita cek dan lihat ke sana, apa
masukannya agar bisa diselesaikan,” ujar Plt Gubri di Kantor Gubernur, Senin
(26/10/2026).
Selain persoalan
jembatan, pertemuan tersebut juga membahas kondisi SD 007 Sungai Agung yang
sempat viral karena fasilitas sekolah dinilai tidak layak. SF Hariyanto menaruh
perhatian terhadap persoalan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah
memastikan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang memadai.
Pembahasan berikutnya
menyangkut tindak lanjut kunjungan Menteri Kebudayaan ke kawasan Candi Muara
Takus yang memiliki nilai sejarah penting. Plt Gubri juga menyoroti pentingnya
peningkatan akses jalan menuju Candi Muara Takus, termasuk dari pintu keluar
jalan tol, agar perjalanan menuju kawasan bersejarah tersebut semakin
mudah.
“Bikin perencanaannya
untuk perbaikan jalannya, daerah sekitar Muara Takus juga dimanfaatkan, apakah
bisa untuk UMKM atau tempat sembahyang, karena termasuk candi tertua juga,”
ungkapnya.
Bupati Kampar, Ahmad
Yuzar, menjawab dengan penjelasan bahwa pembangunan Jembatan Rumbio telah
dimulai sejak 2019 dengan pengerjaan sejumlah komponen konstruksi namun
pengerjaannya berhenti di tahun pertama. Menurutnya, hingga saat ini sudah
terdapat lima titik pondasi yang dibangun serta satu sisi abutmen, sementara
rangka jembatan belum tersedia.
Nantinya, proses
pengerjaan jembatan akan kembali ditinjau ulang dari segala aspek yang
dibutuhkan. Mulai dari pembebasan lahan hingga semua hal yang diminta oleh Plt
Gubri.
Di persoalan
selanjutnya, Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa SD 007 Sungai Agung merupakan
sekolah yang membuka kelas jauh dari gedung inti, tetapi keberadaan kelas
tersebut belum dilaporkan kepada pemerintah daerah. Setelah persoalan itu viral
dan diketahui publik, pemerintah daerah langsung turun ke lokasi untuk melihat
kondisi sekolah serta menyiapkan langkah penanganan awal.
“Bentuk perhatian awal
pemerintah, telah kami bangun dua ruang kelas dengan WC-nya, akhir tahun sudah
bisa diresmikan,” kata Ahmad Yuzar.
Ia menambahkan bahwa
keputusan untuk mendirikan sekolah terpisah akan mempertimbangkan perkembangan
jumlah murid. Sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan
pendidikan masyarakat setempat.
Menanggapi arahan soal
Candi Muara Takus, Ahmad Yuzar menyebutkan bahwa kondisi jalan menuju Candi
Muara Takus saat ini sudah cukup baik. Pemerintah Kabupaten Kampar, lanjutnya,
akan mengikuti arahan gubernur dalam menyusun langkah pengembangan kawasan,
termasuk mendukung peningkatan aksesibilitas dan pemanfaatan potensi di
sekitarnya. Rls/nor

No Comment to " Bupati Kampar Curhat ke Plt Gubri Soal Pembangunan Jembatan Rumbio hingga Candi Muara Takus "