KORANRIAU.co,PEKANBARU – Sebanyak 52 Jembatan Garuda telah rampung dari total 118 titik yang ditargetkan di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Peresmian salah satu jembatan tersebut berlangsung di Jembatan Garuda Armco, Jalan Fajar Gang Poncosari, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Kamis (13/8/26), dalam rangkaian launching ribuan jembatan dan titik air bersih secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo
secara virtual meresmikan 3.395 titik jembatan yang dibangun TNI dan Polri
serta 3.000 titik sumber air bersih. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan
bahwa pembangunan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dan pengabdian
TNI serta Polri kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil.
“Negara harus hadir
untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat
kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” ujar Presiden
Prabowo.
Di lokasi kegiatan,
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M.,
CHRMP., menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda diarahkan untuk membuka
akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintahan,
distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian.
“Pembangunan jembatan
pada hakikatnya adalah pembangunan konektivitas. Yang kita hubungkan bukan
hanya dua sisi sungai, tetapi juga masyarakat dengan pendidikan, kesehatan,
pelayanan pemerintah, pasar, kesempatan ekonomi, serta harapan untuk kehidupan
yang lebih baik,” kata Pangdam.
Dari 118 titik yang
ditargetkan di Riau dan Kepulauan Riau, sebanyak 52 titik telah selesai.
Sedangkan 66 titik lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres rata-rata di
atas 50 persen. Pembangunan tersebut terdiri atas 23 jembatan perintis, 16
jembatan Armco, dan 79 jembatan beton.
Hingga saat ini,
keberadaan Jembatan Garuda telah memperkuat konektivitas sekitar 155 desa dan
kelurahan serta memberikan manfaat kepada kurang lebih 119.592 jiwa. Akses
menuju 138 sekolah, 53 fasilitas kesehatan, dan 33 fasilitas ekonomi juga
semakin terbuka.
Dari sisi mobilitas,
keberadaan jembatan mampu menghemat waktu tempuh masyarakat rata-rata 50–60
menit. Akses yang lebih baik turut memperlancar pelayanan kesehatan, kegiatan
pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas hasil pertanian, perkebunan,
dan perikanan menuju pasar.
Usai peresmian,
kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sembako secara simbolis, pemotongan
pita, foto bersama, dan doorstop. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman
dan lancar.
Jembatan Garuda
menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih aman dan cepat bagi
masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat kemanunggalan TNI
dengan rakyat. mcr

No Comment to " 52 Jembatan Garuda Rampung, Akses 155 Desa Makin Terbuka di Riau "