KORANRIAU.co- Cincin emas berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan dalam penggalian di sebuah situs arkeologi baru di Thailand. Salah satu cincin bahkan memiliki ukiran aksara Brahmi kuno yang diyakini berasal dari India.
Penemuan tersebut terjadi di situs arkeologi Don
Yai Thong, Provinsi Phetchaburi, sekitar 130 kilometer di barat daya Bangkok.
Dua cincin emas itu ditemukan bersama kerangka manusia dalam proses penggalian
yang masih berlangsung pekan lalu, menurut Departemen Seni Rupa Thailand.
Salah satu cincin yang ditemukan pada Kamis (9/7)
memiliki ukiran yang diduga menggunakan aksara Brahmi, salah satu sistem
tulisan kuno yang berkembang di India. Berdasarkan analisis awal para ahli,
tulisan tersebut terbaca sebagai pusarakhitasa, yang berarti 'orang yang dilindungi
oleh Pushya'.
Mengutip VNExpress, dalam astronomi India kuno,
Pushya dikenal sebagai salah satu rasi atau tanda zodiak yang dianggap paling
membawa keberuntungan. Temuan ini menjadi petunjuk penting mengenai pengaruh
budaya India yang telah menjangkau wilayah Thailand sejak ribuan tahun lalu.
Sementara itu, cincin emas lainnya yang ditemukan
bersama kerangka yang sama tidak memiliki motif atau ukiran apa pun. Meski
sederhana, keberadaan kedua cincin tersebut dinilai memiliki nilai sejarah yang
tinggi.
Para ahli menduga pemilik cincin kemungkinan
merupakan seorang pedagang yang berasal dari kasta Waisya (Vaishya), salah satu
golongan dalam sistem kasta India kuno yang identik dengan aktivitas
perdagangan dan bisnis.
Situs baru yang menyimpan banyak artefak
Situs arkeologi Don Yai Thong baru ditemukan
pada awal tahun ini setelah warga setempat menemukan pecahan genderang perunggu
kuno di area persawahan. Penemuan tersebut mendorong para arkeolog melakukan
penggalian lebih lanjut.
Hasil penanggalan menunjukkan situs tersebut
berasal dari masa prasejarah akhir di Thailand atau dikenal sebagai Zaman Besi,
sekitar 1.500 hingga 2.500 tahun lalu.
Sejak penggalian dimulai pada Februari, tim
arkeolog telah menemukan delapan kerangka manusia beserta berbagai artefak
lain, seperti perhiasan dari perunggu dan emas, tembikar, hingga benda-benda
peninggalan lainnya.
Rangkaian temuan itu mengindikasikan bahwa lokasi
tersebut kemungkinan merupakan area pemakaman seremonial bagi orang-orang kaya
atau anggota lapisan elite masyarakat pada masa itu.
Departemen Seni Rupa Thailand menyatakan proses
ekskavasi diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah seluruh
penelitian awal rampung, berbagai artefak yang ditemukan, termasuk dua cincin
emas tersebut, direncanakan akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari
upaya memperkenalkan warisan sejarah Thailand.
cnnindonesia

No Comment to " Cincin Emas 2.000 Tahun Bertuliskan Brahmi Ditemukan di Thailand "