Foto: Vera Angelika.
KORANRIAU.co,PEKANBARU - Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan I (Januari- Maret) mencapai Rp12,85 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp72,5 triliun. Capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Provinsi Riau masih terjaga dengan baik.
Namun untuk mencapai target tahunan tersebut, dukungan pemerintah pusat
melalui penguatan kebijakan investasi, fasilitasi penyelesaian hambatan usaha, dan
sinkronisasi pusat-daerah menjadi sangat penting dalam mendorong percepatan
realisasi investasi di Provinsi Riau.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Riau Vera Angelika OK mengatakan, capaian tersebut menempatkan Riau di
peringkat ke-15 secara nasional.
Dia menjelaskan, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Riau berada di
peringkat ke-10 dengan nilai Rp9,6 triliun, sementara Penanaman Modal Asing
(PMA) mencapai 197,01 juta dolar AS atau setara Rp3,25 triliun.
"Realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp12,85 triliun ini
menunjukkan bahwa Riau tetap menjadi daerah yang menarik bagi investor, baik
dari dalam maupun luar negeri, terutama di wilayah Sumatera," kata Vera
Angelika, Sabtu (16/5/2026).
Sedangkan di tingkat regional Sumatera, Riau bahkan mencatat posisi yang
kuat, yakni peringkat ke-3 untuk PMDN maupun PMA.
Kontribusi investasi masih didominasi wilayah strategis. Kota Dumai menjadi
penyumbang terbesar dengan Rp3,05 triliun (23,70 persen), diikuti Kota Pekanbaru
Rp2,55 triliun (19,88 persen).
Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir Rp1,74 triliun (13,56 persen),
Kabupaten Rokan Hilir Rp1,13 triliun (8,82 persen), dan Kabupaten Pelalawan
Rp1,04 triliun (8,14 persen).
Dari sisi investor asing, Singapura masih menjadi mitra utama dengan
kontribusi 70,77 persen atau sekitar Rp2,3 triliun. Disusul Malaysia, serta
Bermuda, Seychelles, dan Kepulauan Virgin Inggris.
Sektor usaha yang menjadi penopang utama investasi mencerminkan kekuatan
struktur ekonomi Riau, yakni industri makanan Rp2,825 triliun (21,98 persen),
tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp2,24 triliun (17,46 persen).
Kemudian, industri kimia dan farmasi Rp1,83 triliun (14,21 persen),
perumahan dan kawasan industri Rp1,12 triliun (8,75 persen), serta pertambangan
Rp1,05 triliun (8,17 persen). Kelima sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen
total investasi.
Karena itu, sebut Vera, arah kebijakan ke depan difokuskan pada penguatan
hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
“Kami terus mendorong pengembangan industri hilir. Saat ini DPMPTSP bersama
perangkat daerah tengah mengidentifikasi produk-produk hilir dari perusahaan
PMA dan PMDN, agar Riau semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis
nilai tambah dan ekonomi hijau," terangnya.
Optimisme juga diperkuat dengan sejumlah proyek strategis yang sedang
berjalan. Di antaranya kelanjutan Tol Lingkar Pekanbaru ruas Rengat-Pekanbaru,
pengembangan Kawasan Industri Buruk Bakul, serta pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 Gigawatt (GW) di Pulau Rangsang.
"Proyek-proyek ini akan menjadi pengungkit investasi ke depan,
memperkuat konektivitas, menarik industri pengolahan, serta mendukung transisi
energi bersih di Riau," tambahnya.
Pemprov Riau juga terus meningkatkan kualitas layanan publik melalui
penguatan kapasitas sumber daya manusia sesuai arahan Pelaksana Tugas (Plt)
Gubernur Riau SF Hariyanto.
"Dengan pelayanan yang semakin prima, kami optimistis iklim investasi
akan semakin kondusif, dunia usaha berkembang, dan peluang kerja bagi
masyarakat terus terbuka," tutupnya. ck

No Comment to " Realisasi Investasi Riau Triwulan I Tembus Rp12,85 Triliun "