KORANRIAU.co- Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau I Dewa Gede Wirajana SH MH, Rabu (29/4/2026) di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta.
Selain Kajati Riau, turut dilantik 13 Kajati lainnya, dan 17 pejabat eselon
II di lingkungan Kejaksaan Agung.
Dalam amanatnya, Jaksa Agung menekankan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi
jabatan merupakan momen sakral yang mengandung makna pengikatan janji kepada
Tuhan, masyarakat, serta negara untuk mengabdikan kemampuan secara optimal.
Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar hak atau wewenang,
melainkan alat strategis untuk menjawab tantangan zaman dan memimpin perubahan
ke arah yang lebih baik.
Menghadapi era Revolusi Industri 5.0 yang ditandai dengan dominasi
digitalisasi dan kecerdasan buatan, Jaksa Agung memerintahkan seluruh jajaran
untuk meninggalkan pola kerja lama yang tidak adaptif.
Kejaksaan tidak boleh lagi bekerja secara biasa-biasa saja atau business as
usual, melainkan harus berani melakukan terobosan yang melampaui batas namun
tetap berlandaskan pada hukum dan etika yang berlaku.
“Penguasaan ruang digital juga menjadi keharusan agar institusi mampu
mengendalikan narasi publik melalui fakta dan data guna mencegah berkembangnya
disinformasi di media sosial," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menyinggung terkait masalah
integritas di lingkungan Kejaksaan RI. "Saya prihatin atas data yang
menunjukkan adanya pegawai aktif yang telah dijatuhi hukuman disiplin hingga
April 2026,” ujarnya.
Sebagai langkah tegas untuk menjaga marwah institusi, Ia menyatakan tidak
akan memberikan toleransi sedikit pun berupa promosi jabatan struktural bagi
para penyintas hukuman disiplin tersebut.
Para pemimpin baru diwajibkan melakukan pengawasan melekat secara ketat dan
konsisten, dengan prinsip bahwa tanggung jawab atas tindakan setiap anggota
sepenuhnya berada di tangan pimpinan satuan kerja masing-masing.
Kepada para Kajati yang dilantik, Jaksa Agung mengingatkan bahwa para
pemangku jabatan tersebut adalah etalase Kejaksaan di daerah yang harus
memiliki kemampuan manajerial andal serta mampu merespons persoalan di lapangan
secara cepat dan terukur.
Demikian pula bagi pejabat di lingkungan Kejagung. Para pejabat dituntut
segera beradaptasi tanpa masa transisi yang panjang karena Kejagung menjadi
penopang fungsi penegakan hukum melalui berbagai bidang yang saling berkaitan.
“Masing-masing bidang memiliki karakteristik dan dinamikanya tersendiri. Kekeliruan
dalam memahami tugas dan fungsi dapat berdampak langsung pada kualitas
penegakan hukum di Indonesia,” imbuh Jaksa Agung.
Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh pejabat untuk memaknai
amanah ini seolah-olah sebagai penugasan terakhir karena merupakan sebuah
kepercayaan dan amanah yang harus disikapi dan diimbangi dengan kerja keras,
kerja cerdas, dan kerja dari hati.
"Berikan yang terbaik, bukan karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai
wujud integritas dan kehormatan diri. Tunjukkan kinerja yang tidak hanya
memenuhi target, tetapi meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna, yang kelak
dikenang sebagai kontribusi nyata bagi institusi, bangsa, dan negara,” pungkas
Jaksa Agung.
Berikut nama-nama pejabat eselon II di lingkungan Kejagung yang dilantik:
1. Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa
Agung Muda Tindak Pidana Umum.
2. Dr. Dwi Agus Arfianto, S.H., M.H. sebagai Direktur D pada Jaksa Agung
Muda Bidang Tindak Pidana Umum.
3. Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung
Muda Tindak Pidana Khusus.
4. Ardito Muwardi, S.H., M.H. sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung
Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
5. Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda
Pidana Militer.
6. Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung
Muda Bidang Pengawasan.
7. N Rahmat R, S.H., M.H. sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
8. Dr. Siswanto, S.H., M.H. sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang
Tindak Pidana Umum.
9. Sukarman Sumarinton, S.H., M.H. sebagai Inspektur Keuangan III pada
Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
10. Riyono, S.H., M.Hum. sebagai Inspektur Keuangan I pada Jaksa Agung Muda
Bidang Pengawasan.
11. Edi Handojo, S.H., M.H. sebagai Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang
Intelijen.
12. Dr. Lila Agustina, S.H., M.Kn., M.M. sebagai Kepala Pusat Kesehatan
Yustisial.
13. Suwandi, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Penegakan
Hukum.
14. Dr. Sunarwan, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa
Agung Muda Bidang Pembinaan.
15. Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. sebagai Kepala Pusat Manajemen
Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset.
16. Abdullah Noer Deny, S.H., M.H. sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung
Muda Bidang Intelijen.
Sementara para Kajati yang dilantik adalah:
1. Dr. Abd Qohar AF, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
2. Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi
Tenggara.
3. Dr. Sila Haholongan, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi
Sulawesi Selatan.
4. Riono Budisantoso, S.H., M.A. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan
Bangka Belitung.
5. Dr. Sutikno, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
6. I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.
7. Muhibuddin, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
8. Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera
Barat.
9. Zulfikar Tanjung, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi
Tengah.
10. Teguh Subroto, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
11. Budi Hartawan Panjaitan, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi
Sulawesi Barat.
12. Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan
Tinggi Gorontalo.
13. Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi
Bali.
14. Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi
Bengkulu. ck

No Comment to " Jaksa Agung Lantik Kajati Riau Dewa Gede "