KORANRIAU.co,PEKANBARU– Tingginya intensitas
hujan yang menyebabkan Sungai Subayang meluap, berdampak bagi 130 kepala
keluarga (KK) di Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten
Kampar.
Peristiwa
tersebut terjadi pada Sabtu (14/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Meski
kini, kondisinya sudah mulai surut.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan
melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan laporan
harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar pada Ahad,
15 Maret 2026 pukul 17.00 WIB, banjir sempat berdampak pada sekitar 130 kepala
keluarga di wilayah tersebut.
Selain permukiman warga, beberapa
fasilitas umum juga terdampak, di antaranya PAUD, musala, dan sekolah dasar.
BPBD menyebutkan kondisi terkini di
lokasi kejadian mulai membaik karena air telah surut. Meski demikian, warga
masih membutuhkan sejumlah bantuan logistik seperti beras, minyak goreng, mi
instan, gula, serta perlengkapan bayi dan kebutuhan perempuan.
“Selain Desa Kebun Tinggi, banjir juga
sempat terjadi di beberapa desa lain di Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada Sabtu
(14/3/2026). Desa Ludai tercatat terdampak sebanyak 35 kepala keluarga, Desa
Koto Lama 15 kepala keluarga, dan Desa Gema 20 kepala keluarga. Saat ini
kondisi di desa-desa tersebut juga dilaporkan sudah surut,” jelas Adi Candra.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan
kualitas udara di Kabupaten Kampar pada 15 Maret 2026 pukul 16.00 WIB, nilai
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 99 dengan kategori sedang, dengan
parameter kritis PM2,5.
“BPBD
Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan
intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di
sebagian wilayah Kabupaten Kampar,” imbau Adi Candra. rpc

No Comment to " Sungai Subayang Kampar Meluap, 130 KK Terdampak Banjir "