KORANRIAU.co,PEKANBARU - Kecelakaan laut
kembali terjadi di jalur pelayaran padat perairan Kepulauan Meranti. Dua unit speedboat bertabrakan di perairan antara
Pulau Burung dan Pulau Pelembang.
Insiden ini
menyebabkan seorang awak kapal jatuh ke laut dan hingga kini belum ditemukan
pascatabrakan antara Speedboat Mega Fajar 5 dan Levindo 10, Senin malam
(2/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Meski berada di jalur perairan Kepulauan
Riau, titik koordinat terakhir korban justru terdeteksi di sekitar Pulau
Rangsang, Kepulauan Meranti, sehingga proses pencarian dikendalikan dari
wilayah Meranti.
Korban yang hilang diketahui bernama M.
Ridwan (62), awak Speedboat Mega Fajar 5. Ia terjatuh ke laut sesaat setelah
benturan keras antarkapal dan tidak sempat diselamatkan.
Speedboat Mega Fajar 5 mengangkut 260
box ayam dan berangkat dari Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara Mentigi, Bintan.
Kapal ini diawaki lima kru. Selain korban hilang, nakhoda kapal Darmansyah (53)
mengalami patah tangan, sementara kru lainnya mengalami luka-luka.
Seluruh korban selamat dievakuasi menuju
Tanjung Balai Karimun dan langsung dilarikan ke RSUD setempat. Sementara awak
Speedboat Levindo 10 dipastikan selamat dan tidak mengalami cedera.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan
Meranti, Prima Harrie Saputra, menegaskan bahwa pencarian korban terus
dilakukan secara maksimal tanpa membatasi wilayah administrasi.
“Fokus
kami adalah lokasi terdekat dan paling memungkinkan untuk menemukan korban.
Pencarian tetap kami lakukan di perairan Meranti,” tegas Prima kepada Riau Pos, Selasa (3/2/2026).
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran
laut dan menyebarkan peringatan melalui Radio GMDSS Selatpanjang agar seluruh
kapal yang melintas ikut membantu pencarian.
"Untuk memperkuat operasi SAR, KN
218 Basarnas Pekanbaru akan dikerahkan ke lokasi kejadian pada sore ini,"
ujarnya.
Hingga Senin malam, tim SAR gabungan
dari Basarnas, Polair Selatpanjang, dan TNI AL Selatpanjang masih bergerak
menuju titik kejadian dan bersiaga di perairan Pulau Rangsang.
Kecelakaan ini menegaskan kembali
tingginya risiko pelayaran malam hari di jalur laut yang padat. Satu awak kapal
kini masih hilang, dan pencarian berpacu dengan waktu di perairan Kepulauan
Meranti.rpc

Semoga cepet ketemu ya pak....
BalasHapusJgn lama2 di laut...
Laut... Tolong jgn peluk bapak lama lama....