KORANRIAU.co- Kasus pengeroyokan guru mata pelajaran bahasa Inggris oleh sejumlah murid di SMK 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi berakhir damai.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji
mengatakan penyelesaian secara damai itu disepakati setelah dilakukan mediasi
antara kedua belah pihak.
"Terkait dengan kasus tersebut sudah
dilakukan mediasi dengan kedua belah pihak dan disaksikan pihak Polres
Tanjabtim (Tanjung Jabung Timur) ya," kata Erlan saat dihubungi,
Kamis (15/1).
"Hasil dari mediasi sementara kedua belah
pihak saling memahami kesalahan masing-masing dan adanya kesepakatan perdamaian
kedua belah pihak," sambungnya.
Erlan menjelaskan aksi pengeroyokan itu berawal
saat seorang siswa inisial L dianggap berkata kasar oleh guru inisial A. Ucapan
itu membuat guru tersinggung, lalu menampar siswanya tersebut.
"Kemudian muridnya tidak terima. Dan
melakukan perlawanan dengan rekan-rekannya kepada guru atas nama A sehingga
terjadi perkelahian," ujarnya.
Sebelumnya, viral rekaman video berdurasi 3 menit
28 detik yang memperlihatkan seorang guru terlibat adu argumen dengan muridnya.
Situasi yang awalnya berupa cekcok mulut kemudian
berubah menjadi ricuh dan diduga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru
bersangkutan oleh beberapa siswa.
Guru yang dikeroyok mengaku sedang berjalan di depan
kelas dan mendengar salah satunya siswanya menegurnya dengan kata-kata tidak
pantas. cnnindonesia

No Comment to " Kasus Guru SMK Dikeroyok Siswa di Jambi Berakhir Damai "