KORANRIAU.co,PEKANBARU- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan serah terima sarana wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin (12/1). Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PGN melalui Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa).
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan,
mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta
mengembangkan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui
Pendekar Dewa, PGN berupaya mewujudkan masyarakat Pagardewa yang berdaya,
berkarya, dan inovatif.
Desa Pagardewa memiliki ketergantungan tinggi pada
sektor perkebunan karet, dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan
penghidupan pada komoditas tersebut. Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan
akses air bersih, serta tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim
kemarau kerap menekan produktivitas dan kestabilan pendapatan masyarakat,
terutama bagi kelompok rentan.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana,
menjelaskan bahwa Program Pendekar Dewa dirancang dan dijalankan secara
bertahap untuk memastikan dampak yang berkelanjutan. Fase pertama pada
2021–2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan
masyarakat. Fase kedua pada 2023–2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan
penguatan kemandirian, sementara fase ketiga di tahun 2025 menitikberatkan pada
penguatan keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada para pemangku
kepentingan lokal.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan
jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan
lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eri, Selasa
(13/1).
Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama,
yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman berfokus pada peningkatan
kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang
memangkas rantai penjualan dan menstabilkan harga, Sebakul Dewa sebagai sentra
bibit unggul karet, serta SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan UMKM
keluarga petani.
Melalui pilar ini, pendapatan petani karet pada
2025 tercatat mencapai Rp57,6 juta per tahun atau meningkat 33,3 persen
dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, optimalisasi lahan replanting
mencapai nilai Rp120 juta, serta sebanyak 28 anggota keluarga petani—khususnya
kaum perempuan—kini memiliki sumber penghasilan mandiri, dengan total nilai
penjualan UMKM mencapai Rp11,38 juta.
Sementara itu, Pilar Setara menjawab keterbatasan
akses air bersih dan sanitasi yang sebelumnya mengharuskan sebagian warga
berjalan hingga satu kilometer untuk mendapatkan air. PGN membangun lima
fasilitas MCK bertenaga PLTS serta membentuk kelompok Pendekar Talang sebagai
pengelola air. Program ini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga
sekaligus mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Pusat Wisata dan Ketahanan
Lingkungan
Adapun Pilar Ekonomi Kreatif diwujudkan melalui
pengembangan kawasan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi
kreatif desa. Kawasan ini dilengkapi lima fasilitas publik, meliputi aula,
booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater. Selain berfungsi
sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga menjadi sumber air dengan kapasitas
22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan.
Danau Kemiri kini dikelola oleh Kelompok Sadar
Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat total
kunjungan sebanyak 6.554 orang dan menghasilkan pendapatan wisata sebesar
Rp92,48 juta, atau meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Eri menambahkan, keberadaan Danau Kemiri beserta
sarana pendukungnya memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan
rekreasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terpadu yang mendukung
wisata edukatif, interaksi sosial, serta menjadi sumber air alternatif dalam
mitigasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai
kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang
mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” ujarnya.
Ia berharap seluruh fasilitas dan program yang
telah diserahterimakan dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal
oleh masyarakat agar memberikan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik
Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, mengapresiasi pelaksanaan Program
Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil
masyarakat.
“Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu
hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar,
hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga.
Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program
pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan memberikan dampak nyata dan
berkelanjutan,” tutupnya. rls/nor

No Comment to " Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga Pesen "