KORANRIAU.co,PEKANBARU - Indikator level ketinggian permukaan air aliran Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan terus meningkat drastis sejak beberapa hari terakhir.
Bahkan, pada Jumat (9/1/2026),
berdasarkan pengukuran level air di Ponton Kecamatan Langgam, debit air sungai
Kampar sudah berada pada angka 2,47 meter. Atau elevasi air
mengalami kebaikan sekitar 2 centimeter dari sehari sebelumnya setinggi 2,45
meter.
"Ya, setiap harinya terjadi
kenaikan tinggi permukaan air Sungai Kampar sampai hari ini dampak
pembukaan pintu air waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang.
Sehingga saat ini kondisi debit air sungai Kampar sudah berada pada angka 2,47
meter," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan SPi M.Si
kepada Riaupos.co, Jumat (9/1/2036) di Pangkalan Kerinci.
Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas
Perikanan Pelalawan ini bahwa, selain dampak pembukaan pintu air waduk PLTA
Koto Panjang, peningkatan debit air sungai Kampar di Pelalawan ini, dipengaruhi
oleh curah hujan yang tinggi di wilayah bagian hulu sungai maupun di Pelalawan
yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar.
Dimana hampir setiap hari hujan turun
mengguyur wilayah Pelalawan dengan intensitas ringan, sedang, dan lebat.
Bahkan, peningkatan debit air sungai
Kampar ini juga dipengaruhi adanya air pasang laut dari hilir Sungai Kampar
yang masuk dalam periode pasang naik. Sehingga menyebabkan air tertahan dan
semakin tinggi.
"Dan perkiraan kita, dalam dua hari
kedepan, elevasi Sungai Kampar di Pelalawan ini akan mengalami penurunan.
Pasalnya, curah hujan yang terjadi di Negeri Amanah ini mulai sedikit
turun," ujarnya.
Dijelaskan mantan Sekretaris Diskominfo
Pelalawan ini bahwa, dengan terus naiknya elevasi air sungai Kampar, sehingga
membuat debit air sungai tersebut meluap.
Alhasil, banjir pun mulai merendam akses
jalan darat di tiga kecamatan. Yakni satu desa, tepatnya di Desa Rantau Baru
Kecamatan Pangkalan Kerinci.
"Serta dua Kelurahan. Diantaranya
Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam dan Kelurahan Pelalawan
Kecamatan Pelalawan," tuturnya.
Sedangkan banjir terparah, sambung
Zulfan, berada di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dimana akses
yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke areal perkampungan Desa setempat
ini, terendam dengan tinggi permukaan air mencapai 40 centimeter (40). rpc

No Comment to " Akses Desa Rantau Baru Pelalawan Masih Direndam Banjir "