KORANRIAU.co- Pekanbaru hari ini sedang kehilangan wajah kotanya. Trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki dan badan jalan untuk kendaraan, hampir di seluruh sudut kota berubah fungsi menjadi lapak dagangan. Pejalan kaki turun ke aspal, pesepeda tersingkir, lalu lintas macet, tapi semua seolah dianggap biasa.
Ini bukan semata soal PKL. Ini soal negara yang mundur selangkah dari
kewajibannya.
Trotoar dibangun dari uang rakyat, bukan untuk disewakan diam-diam, bukan
pula untuk ditoleransi demi alasan “kasihan”. Dalam aturan, fungsi trotoar
jelas: hak pejalan kaki. Ketika negara membiarkan trotoar dikuasai lapak,
negara sedang mengatakan: yang kuat bertahan, yang lemah minggir. Pejalan kaki
anak sekolah, lansia, difabel dipaksa berjuang sendiri di tengah kendaraan
bermotor.
Di sisi lain, PKL juga rakyat yang mencari makan. Tapi kemiskinan tidak
boleh dilegalkan dengan melanggar hak publik. Membiarkan jualan di trotoar
bukan solusi, itu pemindahan masalah. Kota jadi semrawut, kecelakaan meningkat,
dan hukum kehilangan wibawa.
Masalahnya bukan tak ada aturan. Aturan ada, penertiban pernah, tapi
konsistensi hilang. Hari ini ditertibkan, besok dibiarkan. Aparat lelah,
pedagang kembali, warga pasrah. Ini menciptakan budaya baru: melanggar asal
ramai dan dibiarkan.
Dalam tata kota modern, trotoar adalah simbol peradaban. Kota yang ramah
pejalan kaki adalah kota yang menghargai warganya. Ketika trotoar dirampas,
yang rusak bukan hanya lalu lintas, tapi rasa keadilan di ruang publik.
Dalam adat Melayu ada pesan tegas:“Tempat berpijak jangan direbut, jalan
lalu jangan disekat.”. Artinya, ruang bersama harus dijaga bersama.
Pemerintah Kota Pekanbaru harus berhenti bermain aman. Solusinya bukan
penggusuran brutal, tapi penataan serius:
Sediakan zona PKL yang layak Tegakkan aturan tanpa tebang pilih. Lindungi
hak pejalan kaki dan pesepeda
Jika trotoar terus dibiarkan jadi lapak, Pekanbaru bukan sedang tumbuh ia
sedang mundur. Kota yang tak mampu melindungi pejalan kaki adalah kota yang
kehilangan arah.
Oleh; Zulkadir,
Pemerhari Sosal

No Comment to " Trotoar dan Badan Jalan Pekanbaru Dirampas PKL "