• Trotoar dan Badan Jalan Pekanbaru Dirampas PKL

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Sabtu, 10 Januari 2026
    A- A+



    KORANRIAU.co- Pekanbaru hari ini sedang kehilangan wajah kotanya. Trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki dan badan jalan untuk kendaraan, hampir di seluruh sudut kota berubah fungsi menjadi lapak dagangan. Pejalan kaki turun ke aspal, pesepeda tersingkir, lalu lintas macet, tapi semua seolah dianggap biasa.

    Ini bukan semata soal PKL. Ini soal negara yang mundur selangkah dari kewajibannya.

     

    Trotoar dibangun dari uang rakyat, bukan untuk disewakan diam-diam, bukan pula untuk ditoleransi demi alasan “kasihan”. Dalam aturan, fungsi trotoar jelas: hak pejalan kaki. Ketika negara membiarkan trotoar dikuasai lapak, negara sedang mengatakan: yang kuat bertahan, yang lemah minggir. Pejalan kaki anak sekolah, lansia, difabel dipaksa berjuang sendiri di tengah kendaraan bermotor.

     

    Di sisi lain, PKL juga rakyat yang mencari makan. Tapi kemiskinan tidak boleh dilegalkan dengan melanggar hak publik. Membiarkan jualan di trotoar bukan solusi, itu pemindahan masalah. Kota jadi semrawut, kecelakaan meningkat, dan hukum kehilangan wibawa.

     

    Masalahnya bukan tak ada aturan. Aturan ada, penertiban pernah, tapi konsistensi hilang. Hari ini ditertibkan, besok dibiarkan. Aparat lelah, pedagang kembali, warga pasrah. Ini menciptakan budaya baru: melanggar asal ramai dan dibiarkan.

     

    Dalam tata kota modern, trotoar adalah simbol peradaban. Kota yang ramah pejalan kaki adalah kota yang menghargai warganya. Ketika trotoar dirampas, yang rusak bukan hanya lalu lintas, tapi rasa keadilan di ruang publik.

     

    Dalam adat Melayu ada pesan tegas:“Tempat berpijak jangan direbut, jalan lalu jangan disekat.”. Artinya, ruang bersama harus dijaga bersama.

     

    Pemerintah Kota Pekanbaru harus berhenti bermain aman. Solusinya bukan penggusuran brutal, tapi penataan serius:

     

    Sediakan zona PKL yang layak Tegakkan aturan tanpa tebang pilih. Lindungi hak pejalan kaki dan pesepeda

     

    Jika trotoar terus dibiarkan jadi lapak, Pekanbaru bukan sedang tumbuh ia sedang mundur. Kota yang tak mampu melindungi pejalan kaki adalah kota yang kehilangan arah.

     

    Oleh; Zulkadir, Pemerhari Sosal

  • No Comment to " Trotoar dan Badan Jalan Pekanbaru Dirampas PKL "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com