Browsing "Older Posts"

  • Sutardji Dilamar LAMR, Isi Tepak pun Ditinggalkan

    By redkoranriaudotco → Jumat, 28 September 2018

    Sastrawan ternama Indonesia asal Riau, Sutardji Calzoum Bachri (peci putih) menerima tepak sirih saat peminangan gelar adat kehormatan LAMR, Kamis malam (27/9/2018). (foto: Istimewa)

    KORANRIAU.co, Jakarta -- Rombongan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sangat terkesan dengan antusiasnya sastrawan terkemuka Indonesia dalam 40 tahun terakhir, Sutardji Calzoum Bachri (SCB), menyambut lamaran LAMR untuk memberikan gelar adat kehormatan padanya, Kamis malam (27/9/2018). “Kami bangga jadinya,” kata salah seorang dari rombongan tersebut, Datuk H Khaidir Akmalmas.
    Bagaimana tidak. Semula SCB mau menemui rombongan LAMR di mana mereka menginap selama di Jakarta. Tetapi kemudian ia diberi tahu bahwa justeru rombongan harus ke rumahnya di Bekasi. Tak pelak lagi, sastrawan yang dijuluki presiden penyair itu menunggu sampai tertidur karena rombongan, sebagaimana biasanya Jakarta, juga diadang macet. Jelang pukul 21.00, baru rombongan tiba di rumah SCB.
    “Peminangan itu pun dilangsungkan antara lain dengan menyuguhkan sirih kepada SCB,” ujar Khaidir Akmalmas yang didampingi Taufik Ikram Jamil, sedangkan Yoserizal Zen berlaku sebagai pendamping SCB. Orang yang disodorkan sirih itu langsung mengambil selembar sirih dan bertanya macam-macam berkaitan dengan sirih tersebut.
    Oleh karena rombongan tidak membawa kacip dengan alasan penerbangan, SCB agak kewalahan memecahkan pinang dan gambir. Tapi dia segera mengambil gunting dari dapur yang dibantu anaknya Nila Seraiwangi. Tak lupa mencolet kapur ke sirih, dia pun cekatan melipat sirih dan menyungamnya ke dalam mulut.
    “Wah, ini sedap ni, segera akan memerah,” kata SCB serius. Tapi tak lama kemudian, dia minta sirih lagi sampai dua kali yang pada akhirnya ia mengatakan, apakah benda-benda dalam tepak bisa ditinggalkan daripada harus dibawa pulang ke Pekanbaru. Secara serentak pula, rombongan LAMR mengiyakan sekaligus merasa bersyukur karena permintaan tersebut.
    Ia juga lalu sibuk memenuhi permintaan rombongan LAMR berkaitan dengan ukuran baju, seluar, dan peci. Ia mematut-matut beberapa baju dan seluar serta memperlihatkannya kepada rombongan LAMR. Dikeluarkannya pula sejumlah peci dan bersama-sama membelik-belik nomor yang tertera di peci tersebut sebagai ukuran untuk tanjak.
    SCB mengatakakan sangat berterima kasih atas keputusan LAMR memberikan gelar adat kehormatan kepadanya. Untuk itu, ia akan membawa anak dan isterinya ke Pekanbaru, mendampinginya dalam penabalan gelar adat itu kelak. “Insya Allah, saya juga akan persiapkan semacam pidato untuk acara itu, berkaitan langsung dengan dunia yang saya geluti, puisi,” katanya.
    Tentu, bagi mereka yang terbiasa dengan pergaulan sastrawan, sikap SCB saat menyambut rombongan LAMR itu sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia menggunakan kemeja dan peci putih maupun hitam, padahal sehari-hari ia dikenal tidak lepas dengan kaos maupun jaket. Ia malahan minta diterangkan prosesi adat yang diberlakukan kepadanya sehingga ia bisa mengikutinya dengan saksama dan tidak salah berbuat.
    Tak lupa ia sedikit menyesalkan LAMR mengapa tidak memberi tahu lebih awal rencana tanggal acara penabalan gelar adat yakni tanggal 24 Oktober. “Wah, saya dah terjanji dan mengiyakan pula acara di Banda Neira. Bagaimana ini ya,” katanya yang kemudian langsung lega setelah dberi tahu bahwa acara penabalan bisa diundurkan.
    Setelah dirundingkan dengan mempertimbangkan berbagai hal, penabalan dilaksanakan hari Rabu, 7 November 2018 di Pekanbaru.
    Gelar adat kehormatan LAMR sudah diberikan kepada tujuh orang sejak tahun 1970 dan Sutardji merupakan orang kedelapan. Terbaru sebelum ini, gelar adat kehormatan LAMR diberikan kepada Ustdz Abdul Somad (UAS). Selain UAS, di antara penerima gelar adat kehormatan ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Hamengkubuwono IX, dan Rida K Liamsi.
    “Sebutan gelarnya yang menunjukkan bidang jasa SCB, masih dibicarakan di LAMR. Tapi jelas pada awal gelar itu memakai Datuk Seri,” kata Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat (Sekum MKA) Datuk H Taufik Ikram Jamil, yang juga ikut dalam rombongan LAMR meminang SCB untuk gelar adat terebut.
    Gelar adat kehormatan diberikan kepada SCB karena ia memberi sumbangan luar biasa bagi kemajuan sastra Indonesia dan khususnya Riau. Lahir di Rengat, 24 Juni 1941, dengan memanfaatkan tradisi Melayu Riau sejak tahun70-an, ia menjadi sastrawan utama Indonesia.
    Ia telah memperoleh berbagai penghargaan termasuk dari pemerintah Indonesia, Thailand, dan perkumpulan sastrawan Asean. Ia mewakili Indonesia dalam berbagai kegiatan sastra di dunia. Buku puisinya yang terkenal adalah ‘O Amuk Kapak’. (Abs)
  • Rektor Unilak Sambut Hangat Rektor Sampoerna University

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Rektor Sampoerna University Wahdi Salasi April Yudhi PhD hadir di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru dalam rangka seminar dan workshop penelitian  dan publikasi bagi para dosen, Kamis (27/9). Kunjungan rektor Sampoerna University disambut hangat oleh Rektor Unilak Dr. Hj Hasnati di Aula gedung Pustaka Unilak.

    Ikut hadir Wakil Rektor I Unilak Dr Junaidi, dekan Fekon Dr Bambang Suroto, serta kepala badan dan lembaga di lingkungan Unilak dan jajaran dosen.

    Seminar dan workshop digelar dalam rangka peningkatan kemampuan dosen dalam penelitian dan publikasi yang diselenggarakan oleh HSBC dengan tema HSBC Indonesia membina dan  terselenggara berkat kerjasama antara Unilak, Relawan Jurnal Indonesia, Sampoerna University dan Sampoerna Foundation.


    Peserta workshop diikuti lebih dari 70 dosen yang  berasal dari beberapa universitas di Indonesia diantaranya Universitas Taruma Negara,STIE Pelita Indonesia, UGM,STIE Riau,UIR,Unand dan Unilak sebagai tuan rumah.

    Rektor Sampoerna University Wahdi Salasi April Yudhi PhD Bicara tentang riset dan publikasi bahwa Indonesia adalah penulis utama, jika dilihat kita masih terbelakang walaupun di Asia tenggara, jika kita bandingkan dengan Malaysia dan Singapura masih kalah,kita berharap Indonesia  dan Riau ini bisa menjadi yang terbaik di Asean dan berharap publikasi,riset dan, penelitian bisa mengalahkan Malaysia.

    "bahwa saya merasa senang dapat hadir di Unilak berharap dapat dilakukan kerjasama lebih lanjut dengan," tutup  Rektor Sampoerna University.


    Di tempat yang sama rektor Unilak Dr.Hj Hasnati, dalam sambutannya menyebutkan agar acara ini dapat dimanfaatkan dan mampu menggiatkan penelitian dan publikasi kedepannya terindeks  Scopus.

    Di Unilak penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh para dosen secara kuantitatif keikutsertaan Unilak sudah baik, ini terbukti LPPM unilak berstatus madya, mudah mudahan kedepannya, penelitian dan publikasi dosen  Unilak lebih baik lagi dalam skala nasional dan internasional dengan target akhir yaitu peningkatan kualitas Ujar Rektor

    Di saat acara rektor Unilak dan rektor Sampoerna University saling bertukar Cendramata,Acara berlangsung selama dua hari Kamis dan Jumat,dengan menghadirkan narasumber Wahyoe Soedarmono PhD dari Sampoerna University, dan relawan jurnal Indonesia yaitu Dr Agus Zainul Arifin
    M.Tanzil Milyaran MKn, Ikhwan Arief Msc,Dr.Uwes Fatani, dan Andi Putra Kesmawan. (Humas Unilak)
  • Inalum Teken Perjanjian Pengalihan Saham dari Freeport Ke Indonesia

    By redkoranriaudotco → Kamis, 27 September 2018
    PT. Freeport Indonesia (Foto : dunia-energi.com)

    KORANRIAU.co, Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akhirnya teken perjanjian pengalihan saham PT Freeport Indonesia dari PT Freeport McMoran Inc dan PT Rio Tinto Indonesia. Dengan demikian, Inalum resmi memiliki 51 persen saham Freeport Indonesia.

    Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, proses pengalihan saham sudah rampung, dan hanya tinggal melakukan berbagai tahap administrasi saja.

    "Setelah ini kita tunggu PT Freeport Indonesia mengirimkan surat kepada Kementerian (ESDM) sebagai regulator untuk mengubah pemegang saham," ujar Jonan, Kamis (27/9/2018).

    Selanjutnya, Kementerian bisa mengakhiri Kontrak Karya (KK) dan mengubahnya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal itu bergantung pada penyelesaian transaksi pembelian saham.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam pengambilalihan saham tersebut.

    "Inalum sebagai eksekutor. proses tidak mudah, detail negosiasi ini saya akui prosesnya pelik," katanya.

  • OPD Diminta Cek Pengerjaan Rumah Layak Huni Sederhana

    By redkoranriaudotco →
    KORANRIAU.co, Pekanbaru -– Pemerintah Provinsi Riau melalui organisasi perangkat daerah terkait diminta mengecek pengerjaan rumah layak huni sederhana (RLHS) gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Pasalnya, pengerjaan rumah bantuan itu dinilai asal jadi.

    Demikian disampaikan anggota Komisi IV DPRD Riau, Abdul Wahid. Ia mengaku sangat kecewa dengan pengerjaan pembangunan RLHS gratis.

    “Pekerjaan asal jadi atau asal-asalan. Kayu yang digunakan kayu bekas dan tidak lurus.  Coran yang dilakukan tidak rapi seperti ditempel-tempel, dan ada bagian yang kosong dengan besinya tampak dari luar. Ini seperti kegiatan yang terjadi di Jalan Hang Tuah Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru,” ungkapnya, semalam (26/9/2018).

    Wahid mengaku sudah melihat kondisi bangunan RLHS itu. Karena itulah ia meminta OPD terkait untuk segera bertindak dan melakukan tindakan. Karena kalau tidak, kata dia, pekerjaan akan sia-sia karena tidak akan bertahan lama. 

    “Kasihan masyarakat yang menerimanya. Jangan karena gratis, pengerjaan yang dilakukan asal-asalan,” sebutnya.

    Disampaikannya, walaupun kegiatan ini pengerjaannya dilakukan dengan melibatkan organisasi masyarakat setempat dan lembaga pemberdayaan masyarakat setempat, tapi juga ada tim pengawasannya termasuk dari OPD terkait.  

    “Inilah yang jadi pertanyaan kita. Pengawasan dari OPD terkait di mana? Kita minta hal ini segera diatasi,” tutupnya. (Ism)
  • Plt Gubri: Tolonglah Kita Semua Bersinergi

    By redkoranriaudotco →


    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Pelaksana tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim seperti tidak bisa lagi membendung amarahnya saat rapat progres pembangunan jalan tol Pekanbaru- Dumai. Sebab, masalah yang dilaporkan setiap kali rapat selalu itu-itu saja tanpa progres yang jelas.

    Amarah Plt Gubri tersulut saat perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rahyat (PUPR) soal administrasi pembebasan lahan di sekitar kawasan pembangunan tol Pekanbaru-Dumai. Padahal dari laporan Pemko Pekanbaru, administrasi tersebut sudah dikirimkan ke Kementerian PUPR per 2 Juli 2018 lalu.

    “Nah, itu sudah jelas ada bukti surat kiriman kita. Kalian jangan numpang tidur saja di sini (Riau). Minum air kalian di sini. Kasian masyarakat kami yang mendambakan pembangunan tol Pekanbaru-Dumai ini,” kata Plt Gubri menyela pernyataan perwakilan Kementrian PUPR, Eva.

    Saat ini diakui Plt Gubri, perjalanan menuju Rokan Hilir dari Pekanbaru mencapai 7 jam, ke Dumai 5 jam. Apabila pembangunan ini selesai, banyak waktu yang dihemat menuju ke daerah yang melewati tol Pekanbaru-Dumai ini.

    “Tolonglah kita semua bersinergi. Saya ingin di zaman saya ini, progresnya sudah nampak signifikan. Kalau bisa selesai. Ini semua untuk rakyat kami,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Kejaksaan Riau Uung Abdul Syakur mengatakan, pihaknya siap untuk membantu permasalahan yang ada di tol Pekanbaru-Dumai, apalagi pembebasan lahan yang saat ini masih tersangkut dari masyarakat.

    “Saya punya Datun dan pernah ikut beberapa kali di lapangan, tapi tidak pernah dipakai padahal gratis dan ditanggung Negara. Untuk itu apapun masalahnya, diskusikan ke kita,” ujarnya. (Des)
INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com