KORANRIAU.co- Ratusan warga Israel berunjuk rasa pada Rabu (28/10) meminta dibentuknya pemerintahan gabungan antara partai Yahudi dan Arab.
Media Israel Haaretz melaporkan demonstrasi itu
digelar di tiga lokasi, yakni di Paris Square Yerusalem, Unesco Square Haifa,
dan di Taman Mesila Tel Aviv.
Para demonstran membawa sejumlah spanduk
bertuliskan "Ya, untuk pemerintahan Yahudi-Arab" dan "Kebebasan
untuk semua, from river to the sea". Partai Arab Israel merupakan
partai politik yang dipimpin warga keturunan Arab Palestina di Israel yang
memperjuangkan kesetaraan dan keadilan atas komunitas mereka di negara Zionis
tersebut.
Demo ini menunjukkan seruan di Israel untuk
membentuk pemerintahan yang inklusif menyusul hasil pemilihan umum yang
tampaknya buntu karena dua partai terbesar tidak berhasil meraup suara
mayoritas 61 kursi parlemen, ambang batas untuk membentuk pemerintahan.
Kedua partai itu adalah partai berkuasa
Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Yashyar pimpinan
eks panglima militer Gadi Eisenkot.
Hasil perolehan suara sementara menunjukkan belum
ada blok mana pun yang berhasil mengamankan ambang batas mayoritas 61 kursi
dari total 120 kursi di parlemen.
Berdasarkan penghitungan suara oleh Komite Pusat
Pemilihan Israel yang telah menghitung 90,4 persen suara per Kamis (29/10)
sore WIB, blok Netanyahu meraih 52 kursi, sementara partai Gadi Eisenkot
mengantongi 48 kursi.
Sementara itu, partai-partai Arab Israel meraih 20
kursi dengan masing-masing Joint List 12 kursi dan Ra'am 8 kursi.
Anggota parlemen Israel (Knesset) dari kalangan
Arab sekaligus pemimpin blok parlemen Joint List, Ahmad Tibi, mengatakan
bahwa bloknya mengulurkan tangan kepada "blok perubahan" untuk
menggulingkan pemerintahan Benjamin Netanyahu.
"Blok perubahan" merupakan aliansi
oposisi yang berupaya menggantikan pemerintahan Perdana Menteri Netanyahu.
Aliansi ini mencakup Partai Yashar, Yesh Atid pimpinan Yair Lapid, Partai
Demokrat pimpinan Yair Golan, Beyachad pimpinan Naftali Bennett, serta Yisrael
Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman.
"Partisipasi pemilih Arab yang sangat tinggi
merupakan pencapaian bersejarah bagi Joint List. Aliansi ini menjawab seruan
masyarakat untuk bersatu dan membuktikan bahwa mereka merupakan kekuatan
penentu yang tanpanya perubahan mustahil terwujud," kata Tibi dalam
pernyataan tertulis yang diterima Anadolu Agency.
"Kami mengulurkan tangan kepada 'blok
perubahan' untuk menggulingkan pemerintahan Netanyahu-Ben-Gvir, yang akan
diawali dengan pencopotan Ketua Knesset Amir Ohana," tambahnya.
cnnindonesia

No Comment to " Warga Israel Demo Minta Partai Yahudi-Arab Bersatu Kalahkan Netanyahu "