KORANRIAU.co- Kebakaran besar melanda sebuah asrama putri di Nakuru, Kenya, Kamis (28/5). Sebanyak 16 anak tewas dan 79 lainnya terluka akibat kebakaran tersebut.
Api mulai membakar gedung Utumishi Girls
Academy sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
Menteri Pendidikan Kenya, Julius Migos Ogamba
mengatakan hingga kini, aparat setempat masih mengidentifikasi para korban.
"16 orang meninggal dunia. Ini adalah insiden
yang sangat tragis," ujar Ogamba dikutip AFP, Kamis.
Suasana kepanikan menyelimuti area sekolah ketika
para orang tua dengan cemas menunggu kabar dan kondisi anak mereka di luar
gedung sekolah.
Aparat keamanan membatasi akses sambil tim
investigasi bekerja mengidentifikasi korban.
Presiden Kenya, William Ruto, turut menyampaikan
belasungkawa. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi yang tak
terbayangkan.
"Hati dan doa kami menyertai keluarga yang
telah kehilangan putri-putri tercinta mereka," ujar Ruto melalui
media sosial X.
Sekolah tersebut diketahui berafiliasi dengan
National Police Service Kenya, dan sebagian besar siswinya merupakan anak
anggota kepolisian.
Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen
meminta publik bersabar hingga proses penyelidikan selesai dan mengimbau
masyarakat agar tidak berspekulasi.
Kenya telah beberapa kali mengalami kebakaran
sekolah yang menelan banyak korban jiwa. Sistem sekolah berasrama masih umum
diterapkan di negara itu sebagai warisan era kolonial dan misionaris Inggris.
Sebuah laporan mencatat terdapat 63 kasus
kebakaran sekolah sepanjang 2018.
Pada 2001, kebakaran asrama di Kabupaten Machakos
menewaskan 67 siswa.
Sementara pada 2024, sebanyak 21 siswa laki-laki
tewas setelah api melahap asrama di Hillside Endarasha Academy, Kabupaten Nyeri.
cnnindonesia

No Comment to " Kebakaran Asrama Putri di Kenya, 16 Anak Tewas "