KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto,menegaskan pentingnya kolaborasi antara unsur adat, agama, dan pemerintah dalam mendukung jalannya pemerintahan
Hal tersebut
disampaikannya dalam sebuah forum konsultasi bersama yang mengusung semangat
“tali berpilin tiga”. Konsep tali berpilin tiga yang dimaksud merujuk pada
sinergi organisasi antara Forum Komunikasi Masyarakat Riau (FKMR), Majelis
Ulama Indonesia (MUI), dan Lembaga Adat Melayu (LAM). Ketiga unsur tersebut
dinilai memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.
Plt
Gubri SF Hariyanto mengatakan, bahwa forum tersebut menjadi wadah strategis
dalam menyatukan kekuatan sosial yang telah lama menjadi fondasi kehidupan
masyarakat Riau. Menurutnya, sinergi antara berbagai elemen ini sangat
diperlukan dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Alhamdulillah, ini merupakan ruang
konsultasi bersama dalam bingkai tali berpilin tiga. Tentu saja pertemuan kita
merupakan sebagai menyatukan kekuatan masyarakat adat dan agama dalam menopang
jalannya pemerintahan di Provinsi Riau,” ujarnya di Balai Dang Merdu BRK
Syariah, Pekanbaru, Ahad (12/4/26).
Ia
menambahkan, forum ini bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan juga menjadi
representasi sistem nilai yang hidup di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut
selama ini telah menjadi penopang keseimbangan dalam kehidupan sosial dan
pemerintahan di Riau.
“Forum
ini bukan hanya simbol tetapi merupakan sistem nilai dan kekuatan sosial yang
selama ini menjadi penopang dalam menjaga kesimbangan dalam kehidupan
bermasyarakat dan Pemerintah Riau,” jelasnya.
Lebih
lanjut, ia menerangkan bahwa forum tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal
sebagai ruang untuk berdiskusi sekaligus menyatukan arah kebijakan. Hal ini
dinilai penting agar setiap langkah pemerintah sejalan dengan aspirasi
masyarakat.
“Karena
itu forum ini tidak hanya untuk sebagai berdiskusi tetapi untuk menyatukan
arah, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat sinergi lintas level pemerintah,”
terangnya.
Dalam
kesempatan itu, Plt Gubri SF Hariyanto juga mengungkapkan berbagai persoalan
strategis yang tengah dihadapi daerah. Ia mengakui bahwa kondisi fiskal menjadi
salah satu tantangan utama yang membutuhkan perhatian serius.
“Saat
ini kita menghadapi berbagai persoalan yang sangat strategis daerah yang
butuhkan perhatian dan langkah bersama. Dari sisi fiskal, kita dihadapkan pada
keterbatasan ruang gerak akibat dinamika dana transfer pusat,” ungkapnya.
Meski
demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah
daerah untuk terus bergerak dan berinovasi. Justru kondisi ini harus menjadi
momentum untuk memperkuat kemandirian daerah.
“Namun,
kondisi ini tidak boleh membuat kita berhenti, justru kita menjadi terbentuk
dalam memperkuat kemandirian daerah,” tegasnya.
Sebagai
langkah konkret, ia menuturkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan seluruh unit
Samsat di Riau untuk menandatangani kesepakatan bersama dalam mengoptimalisasi
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas
fiskal daerah.
Langkah
tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan seluruh
pemangku kepentingan terus diperkuat demi mendorong pembangunan yang
berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat Riau.
"Sehingga,
hari ini saya mengumpulkan seluruh samsat yang ada di Riau untuk menandatangani
kesepakatan terkait pendapatan asli daerah." pungkasnya. mcr

No Comment to " Plt Gubri Sebut Pentingnya Kolaborasi Tiga Unsur Ini "