KORANRIAU.co- Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya siap menghadapi perang berkepanjangan dengan Israel.
Ia menyebut perang yang kini berkecamuk di
Lebanon sebagai "perang eksistensial" sekaligus menolak ancaman Tel
Aviv.
Dalam sebuah pidato di televisi keduanya
sejak pecah perang tersebut, Qassem mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan
diri untuk pertempuran jangka panjang.
"Kami telah mempersiapkan diri untuk
konfrontasi yang panjang, dan insya Allah, mereka (Israel) akan terkaget-kaget
di medan perang," kata Qassem, Jumat (13/3), melansir AFP.
"Ancaman musuh tidak membuat kami takut. Ini
adalah pertempuran yang menentukan kelangsungan hidup, bukan pertempuran yang
sederhana," lanjut dia.
Lebanon terseret ke konflik Timur Tengah pekan
lalu setelah Hizbullah, yang didukung Iran, menyerang Israel sebagai balasan
tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan
gabungan AS-Israel.
Israel membalas dengan serangan udara dan
pengerahan pasukan darat ke wilayah perbatasan. Israel sebelumnya sudah kerap
melanggar gencatan senjata 2024 dengan serangan di Lebanon.
Ia menegaskan Hizbullah tidak akan membiarkan
Israel menguasai Lebanon.
"Ini negara kami. Kami tidak akan biarkan
siapa pun menentukan nasib dan kehidupan rakyatnya. Kami yakin akan meraih
kemenangan," ujar dia.
Di sisi lain, Israel mengancam akan membuat
Lebanon "membayar harga lebih mahal" dengan menghancurkan
infrastruktur dan memperluas operasi darat jika Beirut tidak melucuti senjata
Hizbullah.
Pidato Qassem muncul setelah pemerintah Lebanon
pekan lalu resmi melarang aktivitas militer dan keamanan Hezbollah, menyusul
serangan kelompok itu ke Israel. Kebijakan ini melanjutkan keputusan pemerintah
tahun 2025 yang menuntut pelucutan senjata Hizbullah.
Qassem juga meminta pemerintah Lebanon
menghentikan kebijakan yang dianggap sebagai "konsesi gratis" kepada
Israel. Ia menilai langkah itu hanya akan memperpanjang perang dan membuat
musuh semakin berani.
Pemerintah Lebanon pekan lalu resmi melarang
operasi militer dan keamanan Hezbollah, setelah serangan kelompok itu ke Israel
memicu perang terbaru.
Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari
keputusan pemerintah tahun 2025 yang menuntut pelucutan senjata Hizbullah.
cnnindonesia

No Comment to " Terima Tantangan Israel, Hizbullah Siap Perang Berkepanjangan "