KORANRIAU.co,BENGKALIS - Kepolisian Resor Bengkalis kembali menorehkan prestasi gemilang dalam perang melawan narkotika di wilayah hukumnya. Di bawah komando AKBP Fahrian Saleh Siregar, korps berbaju cokelat ini berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah fantastis yang berpotensi merusak ribuan nyawa generasi muda.
Drama penangkapan ini terjadi pada Sabtu (21/3/2026) pagi di tengah antrean
kendaraan Pelabuhan Roro Air Putih, Desa Air Putih, Kabupaten Bengkalis. Lokasi
yang biasanya dipenuhi warga yang hendak menyeberang seketika berubah mencekam
saat petugas menyergap target yang sudah dipantau gerak-geriknya sejak awal.
Operasi senyap yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba AKP Kris Tofel ini
berhasil membekuk dua pria yang diduga kuat berperan sebagai kurir sekaligus
pengedar.
"Keduanya diketahui berinisial HS (32) dan DS (44), yang tak berkutik
saat petugas mulai menggeledah kendaraan Daihatsu Ayla putih yang mereka
tumpangi," ujar Fahrian Minggu (22/3/2026).
Hasil penggeledahan pun membuahkan temuan yang mengejutkan bagi petugas di
lapangan. Polisi menemukan 13 bungkus besar sabu dengan berat kotor mencapai 13
kilogram. Tak hanya itu, petugas juga menyita 373 cartridge diduga etomidate
narkotika golongan II, yang terdiri dari 223 unit warna hitam dan 150 unit
warna merah.
Berdasarkan interogasi awal, kedua tersangka mengaku hanya sebagai
"kuda" atau kurir yang dikendalikan oleh seseorang berinisial J yang
kini berstatus buron.
"Mereka dijanjikan upah menggiurkan sebesar Rp50 juta untuk membawa
barang haram tersebut dari Bengkalis menuju destinasi akhir di Kota
Palembang," ucap Fahrian.
Sialnya bagi mereka, selain terancam hukuman berat, kedua tersangka ini
juga terbukti mengonsumsi barang yang mereka edarkan sendiri. Hasil tes urine
menunjukkan bahwa HS dan DS positif mengandung methamphetamine, mengonfirmasi
bahwa mereka bukan sekadar kurir logistik, melainkan juga pengguna aktif.
Fahrian menjelaskan pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata dukungan
instansinya terhadap program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan
dan Peredaran Gelap Narkotika).
Dia menyatakan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi jaringan narkoba
untuk menjadikan Bengkalis sebagai jalur perlintasan strategis.
"Saat ini, para tersangka dan seluruh barang bukti telah diamankan di
Mapolres Bengkalis untuk proses penyidikan dan pengembangan guna memburu sosok
J," kata Fahrian.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap aktif memberikan informasi
jika mencium aroma aktivitas mencurigakan terkait peredaran gelap narkotika di
lingkungan mereka. Mcr

No Comment to " Penyelundupan 13 Kg Sabu Bengkalis Diupah Rp50 Juta "