KORANRIAU.co- Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah menyatakan jemaah umrah Indonesia yang busnya terbakar di dekat Madinah akan dipulangkan ke Indonesia pada 31 Maret.
"Jemaah tetap dijadwalkan pulang pada 31
Maret 2026," kata Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron Ambary di Jakarta,
Sabtu (28/3).
Ia mengatakan Satgas Pelindungan KJRI Jeddah telah
menemui pembimbing dan perwakilan jemaah di Madinah pada Jumat malam waktu
setempat.
Menurut Yusron, 24 orang yang berada di dalam bus
tersebut sebagian besar berasal dari Sumatera Barat. Sopir bus diketahui
merupakan warga negara Mesir.
"Seluruh jemaah dalam kondisi selamat dan
tidak terdapat korban luka fisik. Paspor seluruh jamaah juga aman tidak ikut
terbakar," katanya, melansir Antara.
Namun, sejumlah anak mengalami trauma ringan dan
enggan menumpang bus lagi untuk sementara.
Insiden terjadi saat perjalanan menuju Madinah,
sekitar 20 menit sebelum tiba di kota itu. Sebelum kejadian, jemaah telah dua
kali mengingatkan soal bau kopling terbakar pada bus.
Namun, dua sopir bus tersebut menyatakan kendaraan
dalam kondisi aman. Tak lama kemudian terdengar suara letusan dari ban. Sopir
segera menepikan kendaraan dan meminta seluruh penumpang turun.
Api kemudian membesar, sementara alat pemadam api
ringan di bus tidak mampu memadamkan kobaran.
Sekitar 30 menit setelah kejadian, bus pengganti
tiba dan membawa jamaah ke Hotel Manazel Al Sadiq.
Yusron mengatakan tidak ada indikasi sopir
mengemudi ugal-ugalan. Dugaan awal mengarah pada masalah teknis kendaraan.
"KJRI akan mengawal kasus ini, termasuk jika
ada kompensasi dari perusahaan transportasi," katanya.
cnnindonesia

No Comment to " Bus Jamaah Umrah Indonesia Terbakar di Madinah "