KORANRIAU.co- Citra satelit memperlihatkan Iran telah membangun bunker beton di atas fasilitas baru di sebuah situs militer rahasia.
Iran juga disebut telah mempercepat proses
pembangunan di lokasi yang dibom oleh Israel dalam serangan pada tahun 2024
lalu, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat beberapa pekan
terakhir.
Dilansir Al Jazeera, citra satelit juga
menunjukkan bahwa Iran telah "mengubur: pintu masuk terowongan di situs
nuklir yang dibom oleh AS selama perang 12 hari tahun lalu.
Iran juga memperkuat pintu masuk terowongan di
dekat lokasi lain, dan telah memperbaiki pangkalan rudal yang terkena serangan
AS dan Israel.
Sekitar 30 km tenggara ibu kota Teheran,
Kompleks Parchin merupakan salah satu situs militer paling sensitif di Iran.
Israel dilaporkan menyerang Parchin pada Oktober 2024.
Citra satelit sebelum dan sesudah serangan menunjukkan kerusakan luas pada
sebuah bangunan, dan rekonstruksi terlihat pada citra 6 November 2024. Pada
Senin (16/2), struktur itu tertutup oleh beton.
Selain itu, Iran juga memperkuat pintu terowongan
di lokasi lain dan memperbaiki basis rudal yang rusak akibat serangan. Kondisi
ini terjadi di tengah pengawasan ketat negara-negara di kawasan dan dunia
terhadap kemungkinan eskalasi besar.
Institut untuk Ilmu Pengetahuan dan Keamanan
Internasional (ISIS) menyebut pembangunan di fasilitas baru Taleghan 2 itu
sebagai "sarkofagus beton".
"Mengulur negosiasi memberi keuntungan: Dalam
dua sampai tiga minggu terakhir, Iran sibuk menimbun fasilitas baru Taleghan 2
... Lebih banyak tanah tersedia dan fasilitas itu mungkin segera menjadi bunker
yang sepenuhnya tak dikenali, memberikan perlindungan signifikan dari serangan
udara," tulis pendiri ISIS, David Albright, di X, seperti dikutip Al
Jazeera.
ISIS juga melaporkan Iran menimbun pintu masuk
terowongan di kompleks Isfahan dan memperkuat terowongan dekat Natanz.
Sementara itu, Washington berusaha menegosiasikan
kesepakatan dengan Teheran mengenai program nuklirnya sambil mengancam tindakan
militer jika pembicaraan gagal.
Pertemuan AS-Iran terakhir di Jenewa mencapai
pemahaman prinsip utama, tapi belum tercapai terobosan.
Seiring jalannya diplomasi, kedua pihak
meningkatkan tekanan militer. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar
serangkaian latihan perang di Selat Hormuz, pada Senin dan Selasa pekan ini.
Pada Rabu, Teheran mengumumkan latihan militer
laut gabungan baru dengan Rusia di Laut Oman. Sementara itu, AS menempatkan
kapal induk USS Abraham Lincoln serta memerintahkan kapal induk kedua dikirim
ke kawasan.
Pemerintahan Trump juga mengeluarkan ancaman baru
terhadap Teheran.
"Iran akan sangat bijaksana untuk membuat
kesepakatan dengan AS," ujar juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Trump menegaskan di media sosial jika Iran menolak
kesepakatan, AS mungkin harus menggunakan pangkalan udara di Kepulauan Chagos
untuk mencegah serangan dari rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya.
cnnindonesia

No Comment to " Iran Bangun Bunker Beton di Situs Militer Rahasia, Waspada Serangan AS "