KORANRIAU.co,PEKANBARU- Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan Sensus Ekonomi 2026. Sedikitnya 190 ribu petugas dibutuhkan untuk mendata pelaku usaha di Indonesia.
Sebelum pendataan tersebut dilakukan, BPS melakukan FGD Sosialisasi Ekonomi 2026 di Provinsi Riau. Sosialisasi di Provinsi Riau, yang dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan seluruh pelaku pemangkuan kepentingan serta pelaku usaha.
Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengucapkan terima kepada Plt Gubernur dan seluruh Bupati/Walikota se-Riau atas dukungannya kesuksesan Sensus Ekonomi 2026.
"Sensus ekonomi merupakan hajatan besar yang dilakukan 10 tahun sekali, dan melibatkan seluruh pihak untuk mendata seluruh pelaku usaha. Karena hanya 10 tahun sekali dan pekerjaan cukup besar, maka dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Apalagi dukungan dari Pemprov Riau dan kabupaten kota," kata Sonny, Jumat (21/11/25).
"Untuk itu, hari ini kami mengajak seluruh stakeholder dan pak Plt Gubernur telah mengundang para pemangku kepentingan yang relevan, baik itu pelaku usaha maupun akademisi untuk mendukung sensus ekonomi 2026, yang akan dilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun depan," tambahnya.
Dalam melakukan sensus tersebut, lanjut dia, partisipasi semua stokeholder dan pelaku usaha sangat dibutuhkan. Sebab selama ini kendala yang seringan dihadapi dalam melakukan sensus ekonomi adalah partisipasi perusahaan, terutama perusahaan besar sering kali tidak mau menjawab pertanyaan terkait aktifitas usahanya.
"Karenanya, ini dibutuhkan kesadaran dan juga dukungan semua pihak bahwa partisipasi mereka sangat penting dan data yang diberikan ke kami itu sangat rahasia. Karena kami harus bekerja untuk mendata semuanya, sehingga kita bisa tau sebenarnya Indonesia itu struktur ekonominya seperti apa. Berapa jumpa pelaku usaha skala besar, menenga, kecil dan mikro kita harus tau. Kemudian mereka bergerak dibidang apa saja," ujarnya.
"Sebab jangan-jangan ada beberapa jenis usaha yang gak ada pelaku usahanya, padahal kita sangat membutuhkan. Jadi gak heran impor kita tinggi untuk beberapa jenis komoditi, namun ternyata pelaku usahanya cukup terbatas. Makanya kita ingin tau struktur ekonomi dan juga bagaimana kendala yang dihadapi pelaku usaha selama masa sensus ekonomi," sambungnya.
Sonny menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 sendiri akan dilaunching pada Januari 2026 mendatang oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Mulai Januari itu launching, Insya Allah Pak Presiden berkenan untuk melaunching. Sehingga bulan Februari bisa dimulai untik rekrutmen petugas sensus. Kami butuh sekitar 190 ribu petugas di lapangan. Jadi mahasiswa, dosen, akademisi silahkan yang ingin bergabung. Tentu ini padat karya, karena melibatkan 190 ribu orang. Karena ini ada honornya, tergantung dengan responden yang mereka kumpulankan, tapi bisa lah dapat 3-5 juta per bulan," tukasnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan, bahwa Pemprov Riau siap mendukung kesuksesan Sensus Ekonomi 2026 di Bumi Lancang Kuning.
"Kita Pemprov Riau siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Karena dengan data ini kita berharap pelaku usaha dapat membuka selebar lebarnya dan memberikan data yang pasti, benar serta akurat," imbuhnya.
Sebab menurut Plt Gubernur, data tersebut menjadi pedoman bagi Pemprov Riau menentukan kebijakan untuk 10 tahun kedepan. Sehingga apa yang dibutuhkan dan diharap bisa menjadi bahan masukan Pemprov Riau ke depannya.
"Terkait kendala partisipasi perusahaan yang tidak mau memberikan data, nanti kalau tidak mau kita lakukan pendekatan dan kita surati. Insya Allah kalau Gubernur yang mengajak pasti perusahaan mau,"harapnya. ck/nor

No Comment to " Sensus Ekonomi 2026, Plt Gubri Minta Berikan Data yang Akurat "