• Ilegal Logging di Giam Siak Kecil, Polda Riau Temukan Ratusan Tual Kayu

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Rabu, 17 November 2021
    A- A+
    Foto: Ratusan tual kayu olahan hasil ilegal logging di Giam Siak Kecil.


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Ratusan batang kayu olahan mengambang di atas Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Kayu-kayu itu merupakan hasil pembalakan liar secara masif di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku, satu di antaranya cukong atau pemilik modal. 


    Tasik Betung berjarak cukup jauh dari pusat Kota Pekanbaru. Butuh waktu perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan roda selama hampir lima jam. Medan jalan yang dilalui pun cukup berat, melintasi jalan tanah dikelilingi perkebunan kayu eukaliptus milik PT Arara Abadi. 


    Setiba di sana, terlihat jejeran kayu olahan maupun kayu log tersusun rapi berbentuk rakit. Kayu itu hasil tebangan dari Giam Siak Kecil yang diangkut melalui perairan. Kemudian, dibawa melalui darat sesuai pesanan dan diantar ke pembeli. 


    Pengungkapan ilegal logging ini, hasil patroli udara yang dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Dari pantuan udara terlihat aktifitas pembalakan liar. Atas temuan tersebut dilakukan upaya penyelidikan 


    Hasilnya, ditemukan kegiatan pemuatan kayu log ditepi sungai Siak Kecil. Kemudian, tim menghentikan kegiatan tersebut dan menanyakan siapa pemilik kayu log dan diperoleh keterangan bahwa pemiliknya adalah Mat Ari alias Anak Jenderal. Yang mana, turut diamankan petugas. 


    Selain itu, turut disita sebanyak 42 rakit kayu olahan dan 78 rakit kayu log. Lalu.  pula mesin chainsaw, genset kecil dan mobil cold diesel untuk mengangkut kayu saat sudah di daratan.


    “Penindakan ini hasil operasi darat terkait aktivitas ilegal logging di Giam Siak Kecil. Ini berawal patroli udara yang terpantau aktivitas mengangkat kayu-kayu yang diambil dari kawasan hutan,” ungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi didampingi Direskrimsus, Kombes Pol Ferry Irawan, dan Kabid Humas, Kombes Pol Sunarto, Rabu di lokasi pengungkapan. 


    Dari pengungkapan itu, sambung jendral bintang dua, dilakukan penangkapan terhadap Mat Ari alias Anak Jendral selaku pemodal dan Heri Mulyono sebagai kaki tangannya. Keduanya saat ini telah dilakukan penahanan di Mapolda Riau. “ Kita akan kejar kaki tangan dari kelompok anak Mat Ari alias Anak Jenderal ini,” katanya. 


    “Hari ini, Jenderal beneran yang datang ke sini untuk menangkap kelompok Mat Ari alias anak jenderal. Tentunya kita akan dalami lagi," sebut mantan Deputi Siber Badan Intelijen Negara (BIN).


    Kayu-kayu ini, lanjut Agung, dipesan pemodal dan kemudian mencari para pekerja dengan diberikan sarana serta prasarana pendukung. Para pekerja ini tidak pula diberikan upah besar melainkan upah yang kecil. “Pekerja dimodali Rp3 juta untuk masuk ke lokasi. Nantinya, dihitung berapa kubik kayu yang dihasilkan,” bebernya. 


    Tidak sampai di situ saja, Kapolda beserta rombongan turut meninjau lokasi tempat aktivitas ilegal loging. Untuk sampai ke sana, ditempuh menggunakan pompong selama 20 menit dan dilanjutkan dengan berjalan kaki satu jam. 


    Di sana, ditemukan jalur mirip serupa rel, namun bermaterial kayu. Dengan rel tersebut, pohon yang mereka tebang dan olah bisa dengan mudah dibawa menuju tepian tasik. Kayu-kayu ini dibawa melewati rel menggunakan sepeda bermesin yang dimofikasi. Tak tanggung-tanggung, panjang rel ini mencapai sekitar satu kilometer, dari tepian tasik hingga ke dalam hutan.


    Selain itu, didapati pondok sementara yang dijadikan tempat menginap kelompok Anak Jenderal. Di pondok itu, terdapat bungkusan bekas mie instan, tungku memasak, lentera/lampu minyak untuk penerangan saat malam hari, serta komponen alat chainsaw. 


    "Lihat, kita temukan juga banyak sabun batangan. Ini dipakai mereka untuk melicinkan rel kayu agar mudah membawa kayu yang mereka tebang hingga ke tepian danau," kata Irjen Agung sambil menunjukkan batangan sabun.


    Kapolda Riau dengan berjalan kaki menyisir rel kayu tersebut, di mana kanan dan kirinya hutan belantara. Dalam perjalanan itu, Irjen Agung menemukan beberapa pohon yang sudah ditebang dan sisa ampas hasil olahan. Bahkan ada yang masih baru ditebang, yang kemungkinan ditinggalkan para pekerja ketika mengetahui kedatangan polisi.


    "Kawasan biosfer ini merupakan penyangga, ekosistem di sini harus dijaga. Kita sedih mendapati banyak pohon yang besar yang berusia puluhan tahun jadi sasaran mereka. Sebab itu, penindakan tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Penegakkan hukum harus terus berjalan. Ini juga pekerjaan rumah (PR) kita untuk tempat lainnya," pungkas Agung.Riri


  • No Comment to " Ilegal Logging di Giam Siak Kecil, Polda Riau Temukan Ratusan Tual Kayu "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com yLx3F0.jpg