• Disparbud Rohul Promosikan Tradisi Makan Bukancah

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Jumat, 25 Januari 2019
    A- A+

     
    Tradisi Makan Bukancah yang dilaksanakan oleh Disparbud Rohul. ISTIMEWA

    KORANRIAU.co, Pekanbaru - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ikut mempromosikan tradisi yang ada di Rohul kepada tamu yang berasal dari luar Rohul, salah satunya yakni Tradisi Makan Bukancah.

    Hal ini terlihat dalam acara Pencanangan eksternal Pembangunan Zona Integritas, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rohul, Selasa (22/1/2019) kemarin.

    Dalam acara Pencanangan eksternal pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM, dihadiri langsung oleh kepala kantor wilayah badan pertanahan nasional provinsi Riau, Drs. Lukman Hakim, SH, Sekda Rohul Abdul Haris S.Sos M.Si, Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua SIK M.Si, Ketua PN Pasir Pengaraian Sarudi SH, Kajari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH M.Hum dan  Kakan Kemang Rohul, Syahrudin.

    Kepala Disparbud Rohul, Drs Yusmar M.Si menerangkan, Makan Bukancah merupakan suatu kegiatan atau aktifitas sosial kemasyarakatan, melaksanakan makan bersama secara tradisional di beberapa daerah di Kabupaten Rohul.

    Ia menambahkan Makan Bukancah ini  dilaksanakan dengan mengambil sambal atau gulai secara langsung ke Kancah atau Kuali yang besar tanpa daun telinga, tanpa dihidangkan atau disuguhkan, sehingga disebut dengan istilah Makan Bukancah.

    Lebih lanjut diterangkanya, pengambilan sambal atau gulai di dalam kancah pada makan bersama tersebut dilaksanakan oleh semua yang hadir, baik pejabat atau masyarakaat biasa, baik yang dewasa maupun anak-anak.

    Diakuinya, momen Makan Bukancah ini menunjukkan dan menggambarkan kebersamaan, gotong royong dan kebersamaan. Lebih-lebih bagi pejabat dan orang penting yang menunjukkan kerendahan hati dan berbaurnya pemimpin dengan masyarakat. Namun tetap menjaga kaedah-kaedah dan nilai-nilai adat serta budaya ketimurannya.

    Yusmar menerangkan, adapun sambal atau gulai Makan Bukancah, biasanya terbuat dari berbagai bahan yang bercampur yang melambangkan berbagai status dan kedudukan dalam masyarakat yang menyatu dan saling bersinergi satu dengan yang lainnya.

    "Akan tetapi tidak jarang pula sambal dan gulai tradisi Rokan Hulu, berupa sambal/gulai Kacang Hijau (Kacang Padi) dengan ayam, salai atau teri, sampai ke udang kecil-kecil. Hal ini melambangkan kebersamaan yang tidak memandang akan bahan atau apa materi dari masakan, yang penting masakan tersebut dapat di cicipi dan dinikmati secara bersama-sama," sebutnya, Kamis (24/1/2019).

    Untuk itulah, makan bukancah ini sekarang pihaknya mulai angkat dan munculkan kembali sebagai suatu tradisi dan mempunyai nilai-nilai positif yang hidup dan berkembang di masyarakat Rohul  sejak dahulu.

    "Kita ingin tradisi yang baik ini tetap ada dan bisa dikenal oleh anak cucu kita serta masyarakat luar Rohul, sehingga tradisi ini bisa tetap terjaga," pungkasnya.

    Dalam kesempatan itu, Disparbud Rohul juga ikut mempromosikan tanjak unak surantau khas kabupaten Rohul, yang dipakaikan langsung oleh Sekda Rohul Abdul Haris kepada Kakanwil BPN Riau, lukman hakim serta para Forkopimda. (ADV/PEMKAB ROHUL)//////////

    Subjects:

    Rokan Hulu
  • No Comment to " Disparbud Rohul Promosikan Tradisi Makan Bukancah "