• Pelajar di Siak Diberi Materi Bahaya LGBT dan Pergaulan Bebas

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Kamis, 25 Oktober 2018
    A- A+




    KORANRIAU.co, Siak Sri Indrapura -- Meskipun belum diketahui secara pasti berapa jumlah sesungguhnya lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Kabupaten Siak, Riau, namun kemunculan akun grub LGBT di media sosial menjadi perhatian serius banyak pihak.

    Kabupaten Siak sebagai negeri melayu sangat menjunjung tinggi norma agama, sehingga kemunculan akun LGBT dan kejadian lapangan perilaku menyimpang sangat bertentangan visi Pemerintah Kabupaten Siak dalam mewujudkan masyarakat yang agamis.

    Menangapi permasalahan yang berkembang, Pemkab Siak telah melakukan sosialisasi bahaya LGBT dan pergaulan bebas kepada siswa SMA dan pelajar SMP sederajat di tiga kecamatan yaitu Siak, Mempura dan Dayun.

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Siak Budhi Yowono saat memimpin rapat evaluasi bahaya LGBT, Rabu 24 Oktober 2018, di Kantor Bupati Siak mengatakan, Pemkab setempat tidak main-main dengan permasalahan LGBT ini.

    Perilaku penyimpangan seksual, kata dia, merupakan penyakit berbahaya yang dapat menular kepada siapa saja termasuk para pelajar. Karena itu Pemkab Siak mencari langkah-langkah agar sosialisasi, rehabilitasi dan penindakan dapat diterapkan.

    “Siang ini kita duduk bersama melakukan evaluasi terhadap sosialisasi yang sudah dilakukan minggu lalu, dan menentukan langkah-langkah. Karena masih ada 11 kecamatan yang belum, ke depan akan kita lakukan sosialisasi,” sebut Budhi.

    Untuk sosialisasi tahap kedua diharapkan keterlibatan sejumlah pihak, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Majelis Ulama Indonesia, Kantor Kementerian Agama, Forum Komunikasi Umat Beragama Siak, Kepolisian, Kecamatan, dan sekolah. Terutama yang menjadi fokus penguatan isi materi yang akan disiapkan oleh dinas Kesehatan dan Kemenag Siak serta menghadirkan psikolog.

    “Pada sosialisasi akan datang kita ingin materi yang disajikan sampai ke siswa, dari segi kesehatan apa bahayanya. Juga dari sisi agama juga apa bahaya yang ditimbulkan oleh pelaku LGBT dan pergaulan bebas,” terang Budhi.

    Sekretaris MUI Siak Nizamil Muluq mengatakan, hidup di zaman teknologi saat ini, semua informasi dapat diakses dengan cepat dan mudah.

    “Siapa yang tidak memiliki smart phone hari ini? Anak SMP saja sudah punya. Informasi dan media sosial tidak ada lagi filter atau sekat, artinya anak-anak dengan mudah mengaksesnya. Diharapkan peran orang tua sangat penting dalam mengawasi putra putrinya,” kata Nizamil.

    Ungkapnya lagi, diharapkan sosialisasi selanjutnya ke depan materi yang disajikan bebar-benar dipahami dan sampai ke siswa. Dan ia mengusulkan di setiap sekolah masing-masing siswa diajarkan olah raga silat agar pembentukan fisik dan karakter ada di pancak silat.

    “Sebenarnya ada tiga penyebap seseorang melakukan perilaku menyimpang, pertama faktor keluarga, lingkungan dan genetik, kita mengharpkan sosialisasi ini diberikan tidak hanya kepada siswa tetapi para guru juga,” tutup Nizamil Muluq. (Abs/Rilis)

    Subjects:

    Siak
  • No Comment to " Pelajar di Siak Diberi Materi Bahaya LGBT dan Pergaulan Bebas "